Ispa AKPER PEMKAB MUNA

  • Published on
    30-Jun-2015

  • View
    446

  • Download
    4

Transcript

  • 1. “ASKEP PADA ISPA “ KKELOMPO: IV
2. A.DEFENISI Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Bagian Atas Adalah infeksi-infeksi yang terutama mengenai struktur-struktur saluran nafas disebelah atas laring. Kebanyakan penyakit saluran nafas mengenai bagian atas dan bawah secara bersama-sama atau berurutan, tetapi beberapa di antaranya melibatkan bagian-bagian spesifik saluran nafas secara nyata. 3. B. ETIOLOGI Beberapa faktor yang turut mempengaruhi yaitu; usia dari bayi/ neonatus, ukuran dari saluran pernafasan, daya tahan tubuh anak tersebut terhadap penyakit serta keadaan cuaca. Factor Pencetus ISPA,antara lain: •Usia •Status Imunisasi •Lingkungan yang udaranya tidak baik 4. C.PATOFISIOLOGI Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) disebabkan oleh virus atau kuman, haemophylus influenzae, clamydia trachomatis, mycoplasma, dan pneumokokus yang menyerang dan menginflamasi saluran pernafasan (hidung, pharing, laring) dan memiliki manifestasi klinis seperti demam, meningismus, anorexia, vomiting, di are, abdominal pain, sumbatan pada jalan nafas, batuk, dan suara nafas wheezing, stridor, crackless, dan tidak terdapatnya suara pernafasan. 5. D. DAMPAK Terhadap Berbagai Sistem Tubuh •Sistem Pencernaan Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidak mampuan dalam memasukan dan mencerna makanan. •Sistem Perkemihan Adanya peningkatan frekuensi urin dan peningkatan masukan cairan. •Sistem Persyarafan Adanya penurunan fungsi sensorik dan nyeri dada. •Sistem Integument Muka menjadi memerah ketika batuk. 6. E.KLASIFIKASI Untuk kelompok umur 2 bulan - <5 tahun klasifikasi dibagi atas : •Pneumonia berat • Pneumonia •Bukan Pneumonia. Untuk kelompok umur < 2 bulan klasifikasi dibagi atas: •Pneumonia berat •Bukan Pneumonia 7. F. MANIFESTASI KLINIS Non pneumonia Ditandai dengan batuk, pilek, tanpa disertai dengan sesak nafas.  Pneumonia Ditandai dengan; Batuk, pilek disertai dengan sesak nafas atau nafas cepat. pneumonia tidak berat Tanda dan gejala antara lain : Batuk, pilek dan nafas cepat 2 bulan sampai 1 tahun lebih dari 50 x / mnt 1 sampai 5 tahun lebih dari 40 x / mnt Pneumonia berat Tanda dan gejala antara lain : Batuk, pilek, sakit bagian tenggorokan dengan nafas cepat atau sesak nafas Pada umur kurang dari 2 bulan, nafas cepat lebih dari 60 x / mnt 8. G. PROSEDUR DIAGNOSTIK Fokus utama pada pengkajian pernafasan ini adalah pola, kedalaman, usaha serta irama dari pernafasan. •Pola, cepat (tachynea) atau normal. •Kedalaman, nafas normal, dangkal atau terlalu dalam yang biasanya dapat kita amati melalui pergerakan rongga dada dan pergerakan abdomen •Usaha, kontinyu, terputus-putus, atau tiba-tiba berhenti disertai dengan adanya bersin. •Irama pernafasan, bervariasi tergantung pada pola dan kedalaman pernafasan. •Observasi lainya adalah terjadinya infeksi yang biasanya ditandai dengan peningkatan suhu tubuh, adanya batuk, suara nafas wheezing. Bisa juga didapati adanya cyanosis, nyeri pada rongga dada dan peningkatan produksi dari sputum. 9. H. MANAJEMEN MEDIK Pencegahan : pada bayi dengan pilek sebaiknya dirawat pada posisi telungkup, dengan demikian sekret dapat mengalir dengan lancar sehingga drainase sekret akan lebih mudah keluar.Terapi akut di lakukan dengan : Antibiotik, karena eksaserbasi akut biasanya disertai infeksi Infeksi ini umumnya disebabkan oleh H. Influenza dan S. Pneumonia, maka digunakan ampisilin 4 x 0.25-0.56/hari atau eritromisin 4x0.56/hari Augmentin (amoksilin dan asam klavulanat) dapat diberikan jika kuman penyebab infeksinya adalah H. Influenza dan B. Cacarhalis yang memproduksi B. Terapi oksigen diberikan jika terdapata kegagalan pernapasan karena hiperkapnia dan berkurangnya sensitivitas terhadap CO2.