Isi Makalah Analisis Pola Tidur

  • Published on
    25-Nov-2015

  • View
    124

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis

Transcript

<p>BAB I</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar Belakang</p> <p>Tidak tidur hingga larut malam atau begadang merupakan suatu aktivitas yang tidak jarang dilakukan oleh beberapa orang. Banyak faktor yang menyebabkan mengapa mereka terjaga hingga larut malam, mulai dari kerjaan kantor, tugas, dan lain lain. Kebiasaan ini banyak dilakukan karena satu dan banyak hal, terutama dalam kehidupan mahasiswa. Mahasiswa tidak terlepas dari kebiasaan buruk mereka mengenai pola tidur yang tidak teratur. Kebiasaan tidur yang buruk ini rupanya sudah melekat pada beberapa mahasiswa.Secara umum kebutuhan tidur mahasiswa meningkat menjadi 8,5-9,25 jam setiap harinya. Tetapi waktu tidurnya berubah, rasa kantuk baru menyerang sekitar tengah malam, dimana orang lain sudah tertidur. Saat orang lain mulai mengantuk pada pukul 21:00 atau 22:00, golongan remaja/mahasiswa justru baru bersemangat untuk berkarya, baik itu belajar atau menyelesaikan pekerjaan. Sementara di pagi hari sudah harus bangun awal untuk mempersiapkan diri kuliah. Secara umum, mahasiswa sebenarnya mengalami kekurangan tidur, sehingga banyak diantara mereka yang tertidur di kelas. Belum lagi karena tuntutan sosial yang menggoda untuk bermain hingga larut, bahkan pagi hari.Dalam segi kesehatan pola tidur yang baik adalah 6-8 jam perhari, itu adalah batas minimal untuk orang dewasa. Melihat dari banyaknya mahasiswa yang tidur kurang dari 6 jam perhari dapat mempengaruhi beberapa fungsi dalam tubuhnya dan menyebabkan imunitas didalam tubuh kita menurun karena ada beberapa hormon yang seharusnya berhenti bekerja akibat kita begadang menyebabkan hormon tersebut terus bekerja. Ditambah lagi dengan makan makanan berat pada malam hari, tubuh harus bekerja ekstra sehingga proses metabolisme didalam tubuh kita terganggu. Untuk itu, kami mengangkat analisis mengenai pola tidur pada kalangan mahasiswa Universitas Padjadjaran di tingkat dua ini.1.2 Rumusan Masalah Bagaimana pola tidur mahasiswa (responden) ketika masih SMA?</p> <p> Bagaimana pola tidur mahasiswa (responden) ketika perkuliahan tingkat dua?</p> <p> Apa penyebab / faktor dominan yang mengakibatkan para mahasiswa (responden) memiliki pola tidur seperti sekarang? Usaha apa yang telah dilakukan mahasiswa (responden) untuk memperbaiki pola tidur?</p> <p> Seberapa besar pengaruh pola tidur terhadap stamina dan kesehatan?</p> <p> Apakah mahasiswa nyaman dengan pola tidur seperti sekarang?</p> <p> Apa langkah tepat dalam mengembalikan pola tidur mahasiswa?1.3 Ruang LingkupPada analisis kali ini, kami hanya membahas mengenai pola tidur yang terjadi di kalangan mahasiswa tingkat dua pada Universitas Padjadjaran. Dimana analisis ini dilakukan berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebar ke seluruh fakultas dan mahasiswa tingkat dua di Universitas Padjadjaran.</p> <p>BAB IIISI</p> <p>2.1. Statistik Responden</p> <p>Dalam penelitian ini, para responden adalah sampel dari populasi mahasiswa/i Universitas Padjadjaran tingkat dua atau dengan nama lain mahasiswa/i yang sedang menempuh semester IV pada saat dilakukan penelitian ini. Berikut ini adalah statistik responden kami yang berjumlah 50 orang.</p> <p>Umur</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>Valid191632.032.032.0</p> <p>202244.044.076.0</p> <p>21816.016.092.0</p> <p>2236.06.098.0</p> <p>2512.02.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>Jenis_kelamin</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>ValidL2244.044.044.0</p> <p>P2856.056.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>Dari 50 orang responden yang diambil secara acak, terlihat bahwa 22 orang responden merupaakan perempuan dan selebihnya yaitu 28 orang responden merupakan laki-laki. Dimana pada umumnya (dominan) mereka berumur 20 tahun. Ke 50 responden ini berasal dari seluruh fakultas yang ada di Universitas Padjadjaran yang kemudian kami kelompokkan lagi kedalam bidang keilmuan Ipa dan bidang keilmuan Ips seperti pada table dibwah ini.Fakultas</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>ValidFAPERTA48.08.08.0</p> <p>FAPET24.04.012.0</p> <p>FARMASI24.04.016.0</p> <p>FE12.02.018.0</p> <p>FH36.06.024.0</p> <p>FIB36.06.030.0</p> <p>FIKOM918.018.048.0</p> <p>FISIP612.012.060.0</p> <p>FK12.02.062.0</p> <p>FKEP510.010.072.0</p> <p>FKG24.04.076.0</p> <p>FMIPA12.02.078.0</p> <p>FPIK12.02.080.0</p> <p>FPSI36.06.086.0</p> <p>FTG48.08.094.0</p> <p>FTIP36.06.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>Kategori Bidang Keilmuan Fakultas</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>ValidIPA2856.056.056.0</p> <p>IPS2244.044.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>2.2. Perbandingan rata-rata lama tidur mahasiswa/i perhariTabel perbandingan lama jam tidur perhari</p> <p>NMinimumMaximumMeanStd. DeviationVariance</p> <p>Lama.tidur_wktsma505.0012.008.08001.648622.718</p> <p>Lama.tidur_mhsw503.008.006.00001.281741.643</p> <p>Valid N (listwise)50</p> <p> Dapat dilihat dari tabel di atas, rata-rata lama tidur mahasiswa/i sewaktu SMA lebih banyak waktunya perhari dibandingkan sewaktu masa kuliah. Bukti ini bisa melahirkan beberapa hipotesis bagi kami yaitu </p> <p>1. Apa yang menyebabkan lama jam tidur mahasiswa menjadi lebih sedikit waktunya ketika masa kuliah daripada sewaktu masa SMA ? 2. Bagaimana pola tidur mahasiswa/i di tingkat dua masa perkuliahan ?3. Apa efek samping tidak teraturnya pola tidur mahasiswa/i terhadap jasmani mereka ?2.2 Analisis Faktor PenyebabDalam bagian ini kami memilih faktor kesibukan atau rutinitas sehari-hari mahasiswa sebagai faktor penyebab kurang baiknya pola tidur mahasiswa/i tingkat dua di Universitas Padjadjaran.2.2.1. Kesibukan (rutinitas) dengan Waktu TidurA. Kesibukan (rutinitas)Kesibukan sehari-hari atau rutinitas sudah tentu menyita waktu kita. Terlebih lagi bila kita tidak mampu membagi waktu untuk dapat menyelesaikan semua pekerjaan itu tepat pada waktunya sehingga tidak perlu mengurangi jam tidur keseharian kita. Namun, dari hasil responden di bwah ini, memiliki kecenderungan bahwa kesibukan yang sedang dijalani saat ini bahkan menyita waktu tidur.Tabel kesibukan mahasiswa/i yang paling menyita waktu</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>ValidKlh3366.066.066.0</p> <p>Lain_lain612.012.078.0</p> <p>O1122.022.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>** Klh: perkuliahan, O: Organisasi</p> <p>Hasil survey dari responden menunjukkan, kesibukan mereka saat ini yang paling menyita waktu pada masa kuliah tingkat dua didominasi oleh kegiatan perkuliahan. Ditunjukkan dengan besar 66% dari seluruh responden memilih pilihan kesibukan perkuliahan sebagai aktivitas yang paling menyita waktu mereka. Kegiatan perkuliahan dalam konteks ini lebih kepada kegiatan akademiknya seperti tugas perkuliahan, praktikum, dll. Sedangkan kesibukan berorganisasi hanya 22% dari seluruh responden saja yang memilih.</p> <p>B. Waktu tidur (Jam Tidur)</p> <p>Waktu tidur (jam tidur) sudah menjadi bagian inti dari pola tidur, mereka yang terbiasa mengulur jam untuk tidur sudah tentu memiliki pola tidur yang aan bergeser juga. Namun bergesernya jam tidur dapat diimbangi dengan tidur tambahan disiang hari. Dari analisis mengenai kesibukan atau rutinitas para responden, kami kaitkan dengan jam tidur yang akhirnya mereka gunakan.</p> <p>Dari table berikut ini, terlihat bahwa kesibukan yang dijalani ternyata mempengaruhi jam tidur para responden (mahasiswa). Menurut beberapa pendapat ahli, hal ini dikarenakan psikologis para responden yang belum matang dan baru pertama kali bertanggung jawab pada diri mereka sendiri. Tabel perbandingan rata-rata lama tidur mahasiswa/i berdasarkan kesibukan yang paling menyita waktu</p> <p>Lama_tidur</p> <p>KesibukanMeanNStd. Deviation</p> <p>Klh6.1970331.23705</p> <p>Lain_lain5.333361.03280</p> <p>O5.7727111.47247</p> <p>Total6.0000501.28174</p> <p>** Klh: perkuliahan, O: Organisasi</p> <p>Pada grafik dan tabel di atas menunjukkan, mahasiswa yang memilih perkuliahan sebagai kesibukan yang paling menyita waktu mereka memiliki rata-rata lama waktu tidur dalam satu hari selama 6,2 jam/hari, sedangkan responden yang memilih Organisasi sebagai kesibukan yang paling menyita waktu memiliki rata-rata lama waktu tidur 5,33 jam/hari. Idealnya tidur malam itu dijalani adalah 6,5-7,5 jam/hari Dari bukti ini kita bisa menarik asumsi, bahwa kegiatan berorganisasi itu tidak lebih banyak menyita waktu mahasiswa/i daripada kegiatan perkuliahan. Para responden mengakui, seringkali tugas-tugas dan praktikum perkuliahan mereka sangat menyita tenaga, pikiran dan waktu. Tugas-tugas dan praktikum tersebut sering sekali datang secara berdekatan atau bahkan bersamaan dan yang lebih berat lagi adalah waktu pengumpulan tugas-tugas dan laporan praktikum pun jadwalnya sering bersamaan.C. Waktu mulai tidur malamJam tidur sudah halnya menjadi patokan dalam mengatur pola tidur. Karena idealnya jam tidur tidak boleh mengakibatkan fungsi organ dalam tubuh menjadi ikut terus bekerja dalam waktu yang lebih. Berikuta adalah table jam mulai tidur para responden.Mulai_tidur</p> <p>FrequencyPercentValid PercentCumulative Percent</p> <p>Valid10:00:00.00036.06.06.0</p> <p>11:00:00.0001734.034.040.0</p> <p>11:30:00.00012.02.042.0</p> <p>12:00:00.0001530.030.072.0</p> <p>13:00:00.000816.016.088.0</p> <p>14:00:00.000510.010.098.0</p> <p>15:00:00.00012.02.0100.0</p> <p>Total50100.0100.0</p> <p>Descriptive Statistics</p> <p>NMinimumMaximumMeanStd. DeviationVariance</p> <p>Mulai_tidur5010:0015:0011:5701:091.749E7</p> <p>Valid N (listwise)50</p> <p>Dari hasil analisis, terlihat bahwa para responden memiliki waktu tidur rata-rata jam 11:57. Dimana yang memiliki jam tidur lebih awal adalah sekitar jam 10:00 malam dan yang paling lama menunggu jam untuk tidur pada jam 03:00 dini hari. Untuk mempermudah analisa, kami tampilkan dalam bentuk diagram batang mengenai waktu tidur dominan yang menjadi kebiasaan para responden. </p> <p>**untuk jam tidur diatas jam 12 malam, kami kemas dalam bentuk 12+X untuk mempermudah perhitungan. (jam 1 malam = 13:00)</p> <p>Bila dilihat dari modusnya, responden banyak yang mulai tidur pada jam 11:00 yaitu sebanyak 17 orang, namun hal ini hanya berbeda jumlah sebanyak 2 orang dengan yang memiliki kebiasaan tidur jam 12:00. Sudah menjadi kebiasaan yang seelalu terjadi di kalangan mahasiswa. Mereka baru memiliki waktu untuk mengerjakan tugas dari jam 8:00 ataupun jam 9:00 malam, sehingga mereka baru dapat tidur pada jam 11:00 hingga 12:00 tengah malam.D. Faktor Dominan Perubahan Pola TidurSetiap akibat pasti ada sebabnya. Begitu juga dengan pola tidur mahasiswa yang mengalami pergeseran hingga larut malam. Untuk itu kami juga menganalisa faktor dominan apa yang mengakibatkan mahasiswa memiliki pola tidur seperti sekarang ini. Berikut di tampilkan dalam diagram batang faktor dominan yang dirasakan responden. </p> <p>Bagi para responden, faktor yang lebih dominan menyebabkan pola tidur mereka berubah dari masa SMA adalah 58% karena tugas, 32% karena lingkungan seperti teman-teman kostan yang sering tidur larut malam juga akan mempengaruhi pola tidur kita, dan selebihnya dikarenakan faktor lain-lain seperti googling, nonton dsb) sekitar 10%. Para responden mengeluhkan banyaknya tugas ataupun laporan pratikum yang harus diselesaikan seringkali membuat jadwal tidur mereka berkurang. Namun pada kenyataannya tetap permasalahannya terletak pada manajemen waktu, sebisa mungkin kita mengatur waktu antara kuliah, organisasi, tugas, kesehatan dll secara seimbang. Karena bila tugas bisa diselesaikan lebih awal nantinya tidak banyak mengurangi jam tidur harian kita.Bila kita kelompokkan lagi data tersebut untuk melihat responden mana yang lebih menganggap faktor dominan, berikut kami tampilkan datanya.Jenis_kelamin * Faktor_dominan Crosstabulation</p> <p>Faktor_dominanTotal</p> <p>Lain_lainLkTgs</p> <p>Jenis_kelaminL191222</p> <p>P471728</p> <p>Total5162950</p> <p>Pada data tersebut, terlihat bahwa lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki yang mengeluhkan tugas sebagai faktor yang seringkali membuat mereka mengubah pola tidur. Namun bila dilihat dari faktor lingkungan, para lelaki yang lebih banyak mengakui lingkungan yang dapat mengubah pola tidur mereka. Hal ini dapat kita kaitkan pada kenyataan sehri-hari bahwa tingkat solidaritas laki-laki lebih tinggi, terutama untuk hal kebersamaan seperti menonton bola. Berikut ini diagram perbandingan anta laki-laki dengan perempuan terhadap faktor yang mereka anggap paling dominan.</p> <p>Setelah mengetahui hasil analisis dari faktor dominan yang paling mempengaruhi pola tidur responden, kami melanjutkan analisa kepada jam tidur yang dijalani akibat adanya faktor dominan tersebut. Dari hasil analisis ini selanjutnya dapat dilihat rata-rata tidur mereka berdasarkan kesibukan yang sedang dijalani para responden. Berikut adalah diagram perbandingan jam mulai tidur antara mahasiswa dengan faktor penyebab kesibukannya.Faktor Dominan terhadap Jam tidur</p> <p>**LK: Lingkungan, Tgs: TugasDari hasil survey, rata-rata jam mulai tidur para 50 sampel mahasiswa/i di tingkat dua ini adalah pukul 11:57 malam. Jam mulai tidur terlama adalah jam 3 malam sebanyak satu orang dan tugas saja yang menyebabkan responden tersebut tidur jam 3 pagi. Lalu yang tercepat adalah jam 10:00 malam sebanyak satu orang juga. Dari setiap kategori jam mulai tidur yang terkumpulkan dari para responden, hampir di setiap kategori penyebab dominan para responden mempunyai kebiasaan tidur pada pukul tersebut adalah karena tugas.</p> <p>Pada tabel dibawah ini kita akan mengaitkan rata-rata jam mulai tidur para responden dengan kesibukan yang paling menyita waktu mereka.Tabel rata-rata jam mulai tidur mahasiswa/i berdasarkan kesibukan yang paling menyita waktuMulai_tidur</p> <p>KesibukanMeanNStd. Deviation</p> <p>Klh11:573301:04</p> <p>Lain_lain12:00601:32</p> <p>O11:541101:18</p> <p>Total11:575001:09</p> <p>** Klh: perkuliahan, O: Organisasi</p> <p>Rata-rata jam mulai tidur mahasiswa/i ternyata hampir sama untuk setiap kategori mahasiswa dengan kesibukan yang paling menyita waktu mereka. Apakah mulai tidur di tengah malam sudah menjadi kebiasaan mahasiswa/i ? bisa jadi iya. Hal ini bisa disebabkan oleh terbiasanya mereka mulai tidur di tengah malam hari karena kesibukan mereka, sehingga ketika mereka senggang pun mereka juga tidur di tengah malam pula. Dari data ini pula kita bisa menyimpulkan bahwa sudah mulai menunjukkan pola tidur mahasiswa/i tidak sehat, karena idealnya tidur malam itu dimulai pukul 10:00 malam. Berikut ini adalah tabel rata-rata waktu mahasiswa/i memulai aktivitas di hari kerja.</p> <p>Descriptive Statistics</p> <p>NMinimumMaximumMeanStd. DeviationVariance</p> <p>Mulai_beraktivitas5003:0011:0007:1601:343.197E7</p> <p>Valid N (listwise)50</p> <p>Rata-rata mereka memulai aktivitas di hari kerja pada pukul 07:16. Namun bila dilihat dari modusnya banyak mahasiswa yang mulai beraktivitas jam 08:00 di hari kerja/perkuliahan (senin hingga jumat).E. Tingkat kenyamanan Mahasiswa terhadap pola tidurnya.Kenyamanan pada pola tidur sangat mempengaruhi dalam pengelolaan waktu tidur. Sah saja bila seeseorang memulai aktivitasnya jam 9 pagi dan baru tidur jam 12 malam. Namun tentu saja seluruh hal tersebut harus dilakukan dengan seimbang, yaitu tidak melebihi waktu kerja organ tubuh layaknya dan harus merasa nyaman dengan pola tersebut. Ketidaknyamanan pada pola tidur akan mempengaruhi kualitas tidur. Berikut ini data responden yang merasa tdk nyaman dengan pola tidur yang dijalaninya.</p> <p>Ny...</p>

Recommended

View more >