10
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH (LBM 3) Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan nyeri di telinga kanan. Anak juga mengalami badan panas sejak 2 hari yang lalu, sebelumnya anak mengalami batuk dan pilek yang sulit sembuh. Oleh dokter dilakukan pemeriksaan otoskopi, terlihat membrane tymphani yang bombans, anak di beri terapi antibiotic dan di rencenakan miringiotomi. B. TUGAS MAHASISWA Membuat sebnanyak mungkin pertanyaan yang timbul setelah menganalisi LBM tersebut diatas. C. CARA BELAJAR 1. Menerapkan metode SEVEN JUMP. 2. Diskusi kelompok tanpa tutor untuk mengidentifikasi pertanyaan teori, sumber belajar, dan pertanyaan praktik. 3. Diskusi kelompok dengan tutor untuk mengkonfirmasikan sumber sumber belajar dan alternative jawaban. 4. Konsultasi untuk memperdalam pemahaman. 5. Lecture dan atau hand-out. STIKES SARI MULIA BANJARMASIN 1

Isi Lbm 3 Otitis Media

Embed Size (px)

DESCRIPTION

materi oma

Citation preview

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH (LBM 3)Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan nyeri di telinga kanan. Anak juga mengalami badan panas sejak 2 hari yang lalu, sebelumnya anak mengalami batuk dan pilek yang sulit sembuh. Oleh dokter dilakukan pemeriksaan otoskopi, terlihat membrane tymphani yang bombans, anak di beri terapi antibiotic dan di rencenakan miringiotomi.

B. TUGAS MAHASISWA Membuat sebnanyak mungkin pertanyaan yang timbul setelah menganalisi LBM tersebut diatas.

C. CARA BELAJAR 1. Menerapkan metode SEVEN JUMP.2. Diskusi kelompok tanpa tutor untuk mengidentifikasi pertanyaan teori, sumber belajar, dan pertanyaan praktik.3. Diskusi kelompok dengan tutor untuk mengkonfirmasikan sumber sumber belajar dan alternative jawaban.4. Konsultasi untuk memperdalam pemahaman.5. Lecture dan atau hand-out.

BAB 2METODE SEVEN JUMP

A. JUMP 1 : IDENTIFIKASI MASALAH 1. Nyeri : Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang berhubungan dengan kerusakan jaringan atau stimulus yang yang potensial menimbulkan kerusakan jaringan. 2. Batuk : Merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan sebagainya. 3. Pilek : Penyakit ISPA yang paling sering terjadi. Pilek dapat sembuh sendiri yang disebabkan oleh virus. 4. Otoskopi : Pemeriksaan telinga dengan menggunakan otoskop. 5. Membrane timpanai : Membran timpani atau gendang telinga adalah selaput atau membrane tipis yang memisahkan telnga luar dan telinga tengah, yang berfungsi untuk menghantar getaran suara dari udara menuju tulang pendengaran di dalam telinga tengah. 6. Bombans : Stadium supurasi pada penyakit OMA yaitu edeme yang hebat pada mukose telinga tengah dan hancurnya sel epitel superficial, serta terbentuknya eksudat yang purulen di cavum tympani menonjol kearah liang telinga luar. 7. Miringiotomi : Tindakan pembedahan pada gendang telinga untuk melepaskan tekanan pada bagian telinga tengah.

B. JUMP 2 : ANALISA DATA 1. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan nyeri di telinga kanan. 2. Anak juga mengalami badan panas sejak 2 hari yang lalu. 3. Sebelumnya anak mengalami batuk dan pilek yang sulit sembuh. 4. Oleh dokter dilakukan pemeriksaan otoskopi. 5. Dari pemeriksaan otoskopi, terlihat membrane tymphani yang bombans. 6. Anak di beri terapi antibiotic. 7. Anak di rencenakan miringiotomi.

Diagnosa Medis : Otitis Media Akut (OMA)

C. JUMP 3 : ANALISIS MASALAH 1. Mengapa anak-anak rentan terkene otitis media ? Anak-anak di bawah usia tujuh tahun jauh lebih rentan terhadap otitis media karena tabung Eustachian yang lebih pendek dan lebih dari sudut horizontal daripada di telinga orang dewasa. Mereka juga belum mengembangkan resistansi yang sama untuk virus dan bakteri seperti orang dewasa. Tabung Eustachian, kanal yang berjalan dari telinga tengah ke belakang dari hidung dan tenggorokan, adalah lebih pendek dan lebih horizontal pada anak-anak yang muda daripada pada anak-anak yang lebih tua dan kaum dewasa. Ini mengizinkan mikroorganisme-mikroorganisme lebih mudah masuk kedalam telinga tengah yang menyebabkan infeksi dan menjurus pada otitis media. Akibatnya adalah bahwa anak-anak berada pada risiko yang lebih besar mendapatkan infeksi-infeksi telinga daripada kaum dewasa

2. Mikroorganisme apa saja yang menyebabkan otitis media akut ? Bakeri-bakteri dan virus-virus dapat menyebabkan otitis media. Bakteri-bakteri sepertiStreptococcus pneumoniae (pneumococcus),nontypable Hemophilus influenzaedanMoraxellabertanggung jawab untuk kira-kira 85% dari kasus-kasus otitis media akut. Virus-virus bertanggung jawab untuk sisanya 15%. Bayi-bayi yang terpengaruh yang dibawah umur enam minggu cenderung mempunyai infeksi-infeksi dari keragaman bakteri-bakteri yang berbeda dalam telinga tengah.

3. Bagaiamana perawatan/pengobatan pada otitis media akut ? Perawatan untuk otitis media akut bervariasi tergantung pada umur dan gejala-gejala dari anak. The American Academy of Pediatrics (AAP) dan the American Academy of Family Physicians (AAFP) merekomendasikan berikut:UsiaDiagnosis PastiDiagnosis belum Pasti

Kurang dari 6 bulanAntibiotikAntibiotik

6 bulan 2 tahunAntibiotikObservasi, kecuali bila gejala berat: Antibiotik

Lebih dari 2 tahunAntibiotikObservasi

Panduan pengobatan AAP tahun 2004 ini terkadang menyulitkan klinisi dalam menentukan pemberian antibiotik karena harus memastikan diagnosis terlebih dahulu sebelum memberikan antibiotik, sedangkan kriteria diagnosis pasti belum terdefinisi jelas. Pada bulan Februari 2013, AAP mengeluarkan sebuah panduan lagi untuk pengobatan otitis media. Tetapi ada sedikit perubahan yang memudahkan klinisi menentukan diagnosis pasti otitis media akut dan memberikan antibiotik, sebagai berikut:a. Klinisi harus mendiagnosis otitis media akut pada anak dengan pembengkakan membran timpani yang sedang atau berat atau otorrhea atau ringan disertai gejala nyeri pada telinga yang bukan disebabkan oleh otitis eksterna. b. Klinisi harus memberikan antibiotik untuk anak yang menderita otitis media akut unilateral atau bilateral dengan gejala berat. c. Klinisi harus memberikan antibiotik untuk anak yang menderita otitis media akut bilateral tanpa gejala berat. d. Klinisi harus memberikan antibiotik atau melakukan observasi ketat selama maksimal 48 jam untuk anak yang menderita otitis media akut unilateral tanpa gejala berat. Bila dalam 48 jam tidak membaik, maka berikan antibiotik.

4. Bagaimana perkembanagan otitis media dilihat dari anatomi ? Pada tingkat anatomi, perkembangan khas otitis media akut terjadi sebagai berikut:Jaringan sekitar tabung eustachian membengkak akibat infeksi saluran pernapasan atas, alergi, atau disfungsi dari tabung. Adanya udara di telinga tengah perlahan diserap ke dalam jaringan sekitarnya. Sebuah tekanan negatif yang kuat menciptakan vakum di telinga tengah, dan akhirnya vakum mencapai titik di mana cairan dari jaringan sekitarnya menumpuk di telinga tengah.

D. JUMP 4 : KERANGKA KONSEP

E. JUMP 5 : TUJUAN MINIMAL Secara umum tujuan yang diharapkan adalah mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan pada sistem persepsi sensori dengan tujuan khusus yang diharapkan mahasiswa mampu : 1. Mengindentifikasikan penegertian penyakit atau gangguan kesehatan pada sistem persepsi sensori.2. Menjelaskan clinical pathway dari manifestasi klinis yang ada pada gangguan sistem persepsi sensori.3. Mengidentifikasi proses timbulnya komplikasi yang dapat terjadi pada gangguan sistem persepsi sensori.4. Menjelaskan berbagai pemeriksaan fisik dan penunjang yang diperlukan.5. Menjelaskan pengakajian keperawatan yang spesifik dan diperlukan pada data yang spesifik dan diperlukan pada klien.6. Menyebutkan diagnosis keperawatan yang mungkin dialami pasien.7. Menjelaskan perencanaan keperawatan untuk mengatasi masalah klien.8. Menjelaskan tindakan keperawatan yang harus dilakukan.9. Menjelaskan terapi yang diberikan untuk mengatasi gangguan sistem persepsi sensori dan implikasi keperawatannya.10. Merumuskan berbagai pendidikan kesehatan klien dalam kerangka persiapan klien pulang.

F. JUMP 6 : PERTANYAAN TEORITIS 1. Anatomi fisiologi

2. Definisi

3. Klasifikasi

4. Etiologi

5. Manifestasi klinik 6. Komplikasi

7. Patofisiologi 8. Patway

9. Pengobatan Medis 10. Pengobatan tradisional

11. Pencegahan

12. Diagnosa banding

13. Faktor Resiko

14. Pemeriksaan penunjang

15. Pemeriksaan fisik

16. Askep

STIKES SARI MULIA BANJARMASIN 5