isi laporan pengelasan

Embed Size (px)

Text of isi laporan pengelasan

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    1/23

    Mia Audina Syahfitri Page 1TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Pengertian LasLas atau welding merupakan salah satu cara penyambungan logam, dengan istilah

    daerah lasan atau weld dimaksud daerah penyambungan logam yangh dihasilkan

    pengelasan tersebut.

    Pengelasan yaitu mencairkan sebagian logam induk dengan logam pengisi atau

    logam tambahan (jika diperlukan tambahan logam pengisi) untuk menghasilkan

    sambungan yang kontiniu. Pengelasan merupkan salah satu bagian yang tak terpisahkan

    dari proses manufaktur. Proses manufaktur yang kita kenal antara lain proses pengecoran

    (metal casting), pembentukan (metal forming), permesinan (machining), dan metalurgy

    serbuk (powder metallurgy). Proses pengelasan yang pada prinsip nya adalah

    menyambungkan dua atau lebih komponen. Lebih tepat di tujukan untuk merakit

    (assembly) beberapa komponen menjadi suatu bentuk mesin. Komponen yang dirakitbisa saja dari produk hasil pengecoran, pembentukan atau permesinan, baik dari logam

    yang sama maupun berbeda.

    Cara penyambungan lain yang telah dikenal lama selain pengelasan adalah

    penyambungan dengan cara brazingdan soldering. Perbedaannya dengan [engelasan

    adalah pada brazing dan soldering tidak sampai mencairkan logam induk. Sedangkan

    perbedaan antara brazing dan soldering terletak pda titik cair logam pengisinya. Titik cair

    logam pengisi proses brazing berkisar 4500C9000C. Sedangkan uintuk soldering, titik

    cair logam pengisinya kurang dari 4500C. Disini dapat kita lihat bahwa proses proses

    pengelasan dapat dibagi tiga bagian utama, yaitu pengelasan mencair (fusion weding),

    pengelasan tidak mencair (soli d state welding)dan soldering/brazing. Dengan demikian

    dalam pelaksanaan pengelasan diperlukan alat untuk mencairkan logam yang akan

    disambungkan. Perlatan pencair dan atau pemanas logam dapat didasarkan pada

    penggunaan energi gas atau energi mekanik.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    2/23

    Mia Audina Syahfitri Page 2TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    BAB II

    LAS LISTRIK

    A. Pengertian Las Listrik.Pengelasasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadisatu akibat panas dengan atau tanpa tekanan atau dapat didefinisikan sebagai akibat dari

    metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom. Sebelum atom

    tersebut membentuk suatu ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlubebas dari

    gas yang terserap atau osidasi.

    B. Fasilitas / Kelengkapan Las Listrik.Fasilitas / kelengkapan dari Las listrik antara lain terdiri darui empat bagian

    besar, yaitu pesawat las, alatalat bantulas, elektroda dan alatalat keselamatan kerja.

    1. Mesin lasSumber tenaga Las dapat diperoleh dari motor bensin atau diesel dan gardu

    induk. Tenaga listrik tegangan tinggi dialihkan kebengkel melalui beberapa

    transformator. Tegangan yang diperlukan oleh mesin las biasanya

    - 110 volt- 220 volt- 380 volt

    a. Mesin Las Arus Bolak-Balik (AC)Pesawat las jenis ini terdiri dari transformator yang dihubungkan dengan jala

    PLN atau dengan pembangkit listrik, motor disel, atau motor bensin.Kapasitas

    trafo biasanya 200 sampai 500 ampere. Sedangkan voltase (tegangan) yang ke luar

    dari pesawat trafo ini antara 36 sampai 70 volt, dan ini bervariasi menurut pabrik yang

    mengeluarkan pesawat las trafo ini.

    Pada mesin las A.C, kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa

    mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala.

    Keuntungan-keuntungan pada mesin A.C, antara lain:- busur nyala kecil, sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada

    rigi-rigi las

    - perlengkapan dan perawatan lebih murah

    Besar arus dalam pengelasan dapat diatur dengan alat penyetel, dengan jalan

    memutar handle menarik atau menekan, tergantung pada konstruksinya.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    3/23

    Mia Audina Syahfitri Page 3TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    besar ampere yang dihasilkan dapat dilihat pada skala ampere.

    b. Mesin Las Arus Searah (DC)Pesawat ini dapat berupa pesawat tranformator rectifier, pembangkit listrik

    motor disel atau motor bensin, maupun pesawat pembangkit listrik yang digerakan

    oleh motor listrik digerakkan oleh motor listrik (motor generator).

    Pemasangan kabel sekunder, pada mesin las D.C dapat diatur / dibuat menjadi DCSP

    atau DCRP.

    Bila kabel elektroda dihubungkan kekutub negative mesin, dan kabel masadihubungkan kekutub positif maka disebut hubungan polaritas lurus (D.C.S.P)

    http://3.bp.blogspot.com/_TAx2NCT1n48/R2qE0z5_SfI/AAAAAAAAAFg/koX7SnVccC8/s1600-h/IMG_1291.jpghttp://3.bp.blogspot.com/_TAx2NCT1n48/R2qE0z5_SfI/AAAAAAAAAFg/koX7SnVccC8/s1600-h/IMG_1291.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    4/23

    Mia Audina Syahfitri Page 4TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Pada hubungan D.C.S.P, panas yang timbul, sepertiga memanaskan elektrodadan dua pertiga memanaskan benda kerja.

    Berarti benda kerja menerima panas lebih banyak dari elektroda.

    Bila kabel elektroda dihubungkan kekutub positif mesin, dan kabel masadihubungkan kekutub negative maka disebut hubungan polaritas terbaik(D.C.R.P)

    catatan:

    DCSP = direct current straight polarity

    DCRP = direct current revers polarity

    Pada hubungan D.C.R.P, panas yang timbul, dua pertiga memanaskanelektroda dan sepertiga memanaskan benda kerja. Berarti elektroda menerima

    panas yang lebih banyak dari benda kerja

    kapan dipergunakan D.C.R.P, tersebut?Ini tergantung pada :

    - bahan benda kerja

    - posisi pengelasan

    - bahan dan salutan elektroda

    - penembusan yang diinginkan

    Keuntungan-keuntungan pada mesin D.C antara lain:- busur nyala stabil

    http://1.bp.blogspot.com/_TAx2NCT1n48/R2qEFT5_SeI/AAAAAAAAAFY/t1pWuQhq5ck/s1600-h/Untitled-20.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    5/23

    Mia Audina Syahfitri Page 5TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    - dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut

    - dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP

    - dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit

    2. ElektrodaElektroda yang dipergunakan pad alas busur mempunyai perbedaan komposisi

    selaput maupun kawat inti. Diantaranya adalah elektroda berselaput.

    Pada elektroda ini pengelasan fluksi pada kawat inti dapat dengan cara destruksi,

    semprot atau celup

    .

    Ukuran standar diameter kawat inti dari 1,5 sampai 7 mm dengan panjang antara 350

    sampai 450 mm.

    a. Jenisjenis Selaput Fluksi ElektrodaBahan untuk selaput fluksi elektroda tergantung pada kegunaanya, yaitu antara

    lain selulosa, kalium karbonat, tintanikum dioksida, kaolin, kalium oksida

    mangan, oksida besi, serbuk besi, besi silicon, besi mangan dan sebagainya, dengan

    persentase yang berbeda-beda untuk tiap jenis elektroda.

    b. Tebal selaputTergantung dari jenisnya, tebal selaput elektroda antara 10% sampai 50% dari

    diameter elektroda.

    http://2.bp.blogspot.com/_TAx2NCT1n48/R2qCvj5_SdI/AAAAAAAAAFQ/Q03CSWsHY_k/s1600-h/IMG_1290.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    6/23

    Mia Audina Syahfitri Page 6TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Pada waktu pengelasan selaput elektroda ini nakan ikut mencair dan menghasilkan

    gas CO2 yang melindungi cairan las, busur listrik, dan sebagian benda kerja

    terhadap udara luar.

    Udara luar yang mengandunng O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat mekanik

    dari logam las. Cairan selaput yang disebut terak akan tereapung dadn membeku

    melapisi permukaan las yang masih panas.

    Memilih Besar Arus Listrik

    Besarnya arus listrik untuk pengelasan tergantung pada ukuran diameter dan macam-

    macam elektroda las.

    Tabel Besar arus dalam ampere dan diameter (mm)

    Keterangan :

    a. E menyatakan elektrodab. Dua angka setelah E (misalnya 60 atau 70) menyatakan kekuatan tarik defosit

    las dalam ribuan dengan 1b/inchic. Angka ketiga setelah E menyatakan posisi pengelasan, yaitu :

    Angka (1) untuk pengelasan segala posisi,Angka (2) untuk pengelasan posisi datar dan bawah tangan.

    d. Angka ke empat setelah E menyatakan jenis selaput dan jenis arus yang cocokdipakai untuk pengelasan.

    3. AlatAlat Bantu Las.a. Kabel Las

    Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dengan

    karet isolasi. Yang disebut kabel las ada tiga macam yaitu :

    Kabel elektroda, adalah kabel yang menghubungkan pesawat las denganelektroda.

    Kabel massa menghubungkan pesawat las dengan benda kerja.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    7/23

    Mia Audina Syahfitri Page 7TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Kabel tenaga adalah kabel yang menghubungkan suber tenaga ataujaringan listrrik dengan pesawat las. Kabel ini biasanya tedapat pada

    pesawat las AC atau ACDC.

    b.

    Pemegang elektroda.Ujung yang tidak berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda.

    Pemegang elektroda terdiri dari mulut penjepit dan pegangan yang dibungkus

    oleh bahan penyekat. Pada waktu berhenti atau selesai mengelas, bagian

    pegangan yang tidak berhubungan dengan kabel digantungkan pada gantungan

    dari bahan fiber atau kayu.

    c. Palu las.Digunakan untuk melepaskan dan mengeluarkan terak las pada jalur Ias

    dengan jalan memukulkan atau menggoreskan pada daerah las .Berhati-hatilah

    membersihkan terak Ias dengan palu Ias karena kemungkinan akan memercik ke

    mata atau ke bagian badan lainnya.

    d. Klem Massa.Adalahsuatu alat untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja. Biasanya

    klem massa dibuat dari bahan dengan penghantar listrik yang baik seperti

    Tembagaagar arus listrik dapat mengalir dengan baik, klem massa ini dilengkapi

    dengan pegas yang kuat. Yang dapat menjepit benda kerja dengan baik .

    Walaupun demikian permukaan benda kerja yang akan dijepit dengan klem

    massa harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran seperti karat, cat,minyak.

    e. Tang (penjepit).

    Digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih

    panas.

    e. Sikat kawat, Dipergunakan untuk : membersihkan benda kerja yang akan dilas membersihkan terak Ias yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu

    las.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    8/23

    Mia Audina Syahfitri Page 8TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    C. Posisi pengelasanYang dimaksud dengan posisi atau sikap pengelasan yaiu pengaturan posisi atau

    letak gerakan elektroda las. Posisi pengelasan yang diambil oleh operator las

    biasanya tergantung dari letak kampuh-kampuh atau celah-celah benda kerja yang

    akan di las. Posisi-posisi pengelasan pad alas listrik, yaitu posisi pengelasan dibawahtangan, posisi pengelasan mendatar (horizontal), posisi pengelasan tegak (vertical

    dan posisi pengelasan di atas kepala.

    1)Posisi pengelasan di bawah tangan

    Posisi pengelasan yang paling mudah untuk las listrik yaitu pengelasan dengan

    posisi dibawah tangan. Posisi ini dilakukan untuk pengelasan pada permukaan datar.

    Sudut pengelasan yang dibentuk sekitar 85. Yang perlu diperhatikan yaitu posisikemiringan elektroda pada bendakerja. Posisi pengelasan ini sering dilakukan pada

    pengelasan umum, misalnya penyambungan komponen-komponen.

    2) Posisi pengelasan mendatar (horizontal)

    Mengelas dengan posisi mendatar merupakan pengelasan yang arahnya

    mengikuti arah garis mendatar/horizontal. Pada posisi pengelasan ini kemiringan dan

    arah arah ayunan elektroda harus diperhatikan. Sudut pengelasan yang dibentuk

    sekitar 70-80. Posisi benda kerja biasanya berdiri tegak dari arah gerak elektroda

    las. Pengelasan posisi mendatar sering digunakan untuk pengelasan benda-benda

    yang berdiri tegak.

    3) Posisi pengelasan tegak

    Mengelas dengan posisi tegak merupakan pengelasan yang arahnya mengikuti

    arah garis vertical. Posisi benda keja biasanya berdiri tegak dengan gerak elektroda

    las yaitu naik ke atas. Sudut pengelasan yang dibentuk sekitar 85. Pengelasan posisi

    ini sering digunakan untuk pengelasan benda-benda yang berdiri tegak.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    9/23

    Mia Audina Syahfitri Page 9TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    4) Posisi pengelasan diatas kepala

    Benda kerja terletak di atas kepala operator las. Posisi pengelasan ini lebih

    sulit dibandingkan dengan posisi yang lain karena posisi benda kerja diatas kepala.

    Sudut yang dibentuk sekitar 80. Posisi pengelasan ini dilakukan untuk pengelasan

    pada permukaan datar atau permukaan yang agak miring tetapi posisinya berada

    diatas kepala, yaitu letak elektroda berada dibawah benda kerja.

    D. Kesalahan PengelasanDengan teknik keterampilan yang cukup, mungkin jarang sekali ditemukan

    kesalahan atau kegagalan pada pengelasan. Kegagalan atau kesalahan pda pengelasan

    dapat ditunjukkan oleh beberapa hal misalnya lancer tidaknya proses dan bentuk hasil

    pengelasan. Untuk lebih jelasnya beberapa kesalahan yan sering terjadi padapengelasan dapat di uraikan sebagai berikut :

    1) Elektroda sulit dinyalakan

    Ujung elektroda terbungkus Tang massa belum kontak baik dengan benda Benda kerja kotor Arus terlalu tinggi

    2) Penembusan busur nyala tidak baik

    Busur nyala terlalu panjang Jenis dan diameter elektroda yang digunakan salah Kecepatan gerak elektroda terlalu cepat Arus listrik terlalu rendah3) Timbul percikan disekitar rigi-rigi

    Kerusakan pada elektroda

    Busur nyala menyembur dan terlalu tinggi Besar arus listrik berlebihan4) Hasil las-lasan ada keretakan

    Arus listrik yang digunakan terlalu rendah Penyebaran panas yang tidak merata Pendinginan yang terlalu cepat5) Hasil las-lasan keropos

    Kecepatan pengelasan yang tidak stabil

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    10/23

    Mia Audina Syahfitri Page 10TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Terdapat kotoran pada benda kerja Waktu pengisianpada pengelasan kurang6) Terjadi pengerutan

    Pemanasan yang terlalu tinggi dan tidak merata Penempatan bagian-bagian yang disambung tidak baik7) Peleburan elektroda kurang

    Kecepatan pengelasan terlalu besar Panjang nyala busur tidak tepat Persiapan yang tidak baik, misalnya permukaan benda kerja yang kotor

    E. Tabel Latihan Keterampilan Las ListrikNo Nama Job Jenis Bahan Ukuran Bahan Jumlah

    1 Latihan Dasar Plat Strip 6 x 50 x 150

    mm

    1 potong

    2 Latihan Dasar Jalur Las Plat Strip 6 x 50 x 150

    mm

    1 potong

    3 Las Lurus Jalur Dua Plat Strip 6 x 50 x 150

    mm

    1 potong

    4 Las Sambungan T Plat Strip 6 x 50 x 150

    mm

    2 potong

    5 Las Kampuh Besi Beton 14 x 150 mm 2 potong

    F. Keselamatan Kerja Las Listrik.Prinsip kerja las busur Listrik yaitu mengalirkan arus listrik dengan tegangan

    tertentu melewati suatuu tahanan, sehingga menimbulkan panas yang sangat tinggi

    yang mampu mencairkan logam. Loncatan bunga api yang terjadi pada nyala busur

    listrik karena adanya potensial tegangan atau beda tegangan antara ujungelektroda dan

    benda kerja. Tegangan yang digunakan sangat menentukan terjadinya loncatan bunga

    api listrik. Hal yang perlu diperhatikan bahwa tegangan yang tinggi akan

    membahayakan operator las, karena tuuh manusi hanya mampu menderit teganganlistrik sekitar 42 volt.

    Tegangan yang keluar dari transformator pada mesin las besarnya anta 55 85

    volt. Besarnya tegangan ini cukup membahayakan bagi operatornya, karena kejutan

    akibat tegangan yang diderita apabila terjadi kontak langsung dengan tubuh operator.

    Untuk menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan akibat tegangan listrik maka alat

    keselamatan kerja las listrik berfungsi melindungi dan mencegah tubuh operator las

    dari bahaya kecelakaan tersebut. Adapun alat- alat keselamtan kerja yang digunakan

    adalah :

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    11/23

    Mia Audina Syahfitri Page 11TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    1. Helm LasHelm las melindungi mata dari pancaran busur listrik berupa sinar ultraviolet dan

    sinar infra merah yang menyala terang dan kuat. Sinar las tidak boleh dilihat secara

    langsung dengan mata telanjang sampai jarak minimum 16 meter. Selain itu, bentuk

    helm las yang menutup muka berguna melindungi kulit muka dari percikan api gasselama proses pengelasan.

    Alat keselamatan kerja ini memiliki 3 lapisan kaca yang terdiri dari satu kaca las

    khusus yang diapit oleh dua kaca bening. Lapisan kaca luar dan dalam berfungsi

    melapisi kaca las khusus agar tidak mudah rusak atau rusak atau pecah.

    Kaca las memiliki penomoran yang dibedakan menurut besar arus listrik yang

    diatur pada mesin las. Penggolongannya adalah sebagai berikut.

    Kaca las nomor 6 untuk las titk (tack weld)

    Kaca las nomor 6 dan 7 untuk pengelasan menggunakan arus sebesar 30 A.

    Kaca las nomor 8 untuk pengelasan menggunakan arus sebesaar 75 A.

    Kaca las nomor 10 untuk pengelasan dengan arus sebesar 75 A sampai 200 A

    Kaca las nomor 12 untuk pengelasan dari 200 A sampai 400 A.

    Kaca las nomor 14 untuk pengelasan menggunakan arus diatas 400 A.

    2. Pakaian kerja (Apron)Pakaian kerja berguna melindungi badan dari percikan bunga api. Apron terbuat

    dari bahan yang tidak mudah terbakar seperti kulit atau dari asbes. Apron terdiri apron

    lengan dan apron dada.

    3. Sarung tangan ( Welding Gloves)Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak sehuingga tidak menghalangi

    pergerakan jari jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau peralatanlainnya.sepasang sarung tangan tidak terkena percikan bunga api atau benda panas

    yang dilas.

    4. Sepatu Las.Karakteristik sepatu las sangat berbeda denga sepatu biasa pada umumnya.

    Sepatu las harus dapat dibuat dari bahan kulit dimana bagian ujunhgnya terdapay

    pelat besi pelindung. Hal ini sangat berguna untuk melindungi kaki dari benda

    benda keras dan tajam yang jatuh mengenai kaki. Selain itu, alas sepatu terbuat dari

    karet yang tidaklicin sehingga pemakainnya tidak mudah terpeleset saat mengangkat

    bendabenda berat.

    5. Kamar Las.Kamar las memiliki meaj las untuk meletakkan benda kerja dan tabir tabir

    untuk menghalangi sinar las keluar secara berlebihan. Pengelasan yang dilakukan

    diluar kamar las biasanya, menimbulkan gangguan terhadap orang yang ada disekitar

    operator las akibat sinar las.

    6. Masker Las.Maker las berguna menutup mulut dan hidung dari asap yang ditimbulkan oleh

    mencairnya selaput (fluks) elektroda.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    12/23

    Mia Audina Syahfitri Page 12TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    7. Kaca Mata Pelindung.Kaca mata pelindung berbeda dibanding kaca yang terdapat pada helm las. Kaca

    mata las tememiliki satu lapisan kaca bening yang berfungsi melindungi mata dari

    percikan sewaktu permukaanlas dibersihkan.

    Alat keselamatan kerja las litrik hanyalah salah satu bagian dari sistem kemanandan keselamtan kerja. Pemahaman terhadap resiko pekerjaan las listrik dan kesadaran

    dalam mematuhi produser kerjanya akan sangat membantu kelancaran dan

    keberhasilan pekerjaan. Bagaimanapun juga keselamatan lebih penting dari pekerjaan

    itu sendiri dan kesehatan sangat berharga bagi kehidupan.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    13/23

    Mia Audina Syahfitri Page 13TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    BAB III

    LAS ASITELIN

    A. Oxy aceteline welding (OCW)Pengelasan dengan oksi asitelin adalah proses pengelasan secara manual dengan

    pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau disambung atau mencair oleh nyala gas

    asitelin melalui pembakaran C2H2dengan gas O2 dengan atau tidak dengan logam pengisi.

    Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan bakar lain. Kelebihan yang

    dimiliki gas Asetilen antara lain, menghasilkan temperature nyala api lebih tinggi dari gas

    bahan bakar lainya, baik bila dicampur dengan udara ataupun Oksigen.

    Dari table dapat dilihat :

    Gas-gas lain yang juga berperan adalah gas propane (LPG), methane dan hydrogen.

    Karena temperature nyala api yang dihasilkan lebih rendah dari gas asitilen maka ketiga jenis

    gas ini jarang dipakai sebagai gas pencampur.

    Prinsip dari pengelasan ini tidak terlalu rumit. Hanya dengan mengatur besarnya gas

    asetilen dan oksigen, kemudian ujungnya didekatkan dengan nyala api maka akan timbulnyala api. Tetapi besarnya gas asetilen dan oksigen harus diatur sedemikian rupa dengan

    memutar pengatur tekanan sedikit demi sedikit. Apabila gas asetilen saja yang dihidupkan

    maka nyala apinya berupa nyala biasa dengan mengeluarkan jelaga. Apabila gas asetilennya

    terlalu sedikit yang diputar, maka las tidak akan menyala.

    Pengelasan dengan gas dilakukan dengan membakar bahan bakar gas yang dicampur

    dengan oksigen (O2) sehingga menimbulkan nyala api dengan suhu tinggi (3000o) yang

    mampu mencairkan logam induk dan logam pengisinya. Jenis bahan bakar gas yang

    digunakan asetilen, propan atau hidrogen, sehingga cara pengelasan ini dinamakan las oksi-asetilen atau dikenal dengan nama las karbit.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    14/23

    Mia Audina Syahfitri Page 14TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Gambar : Tabung asetilen dan oksigen untuk pengelasan oksiasetilen

    Kandungan oksigen dalam tabung oksigen sebesar 99,5 % . Tabung gas

    oksigen yang sering dipakai dibengkel umum memiliki kapasitas 244 SCF (standard cubic

    feet) dan tekanan sebesar 26 psi.Asetelin boleh digunakan diatas tekanan 15 psi dan dapat

    disimpan dengan kapasitas 275 SCF dengan tekanan 250 psi.Campuran gas asetelin dan

    oksigen menghasilkan panas api 4300 - 45000F.

    Agar aman dipakai gas asetilen dalam tabung tekanannya tidak boleh melebihi 100

    kPa dandisimpan tercampur dengan aseton. Tabung asetilen diisi dengan bahan pengisi

    berpori yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan gas asetilen. Tabung asetilen mapu

    menahantekanan sampai 1,7 MPa.

    Oksigen diperoleh dari proses elektrolisa atau proses pencairan udara. Oksigen

    komersil umumnya berasal dari proses pencairan udara dimana oksigen dipisahkan dari

    nitrogen. Oksigen ini disimpan dalam silinder baja pada tekanan 14 MPa.Gas asetilen (C2H2)

    dihasilkan dari reaksi kalsium karbida dengan air.Gelembung-gelembung gas naik dan

    endapan yang terjadi adalah kapur tohor. Reaksi yang terjadi dalam tabung asetilen adalah :

    CaC2 + 2H2O Ca(OH)2 + C2H2

    kalsium karbida air tohor Kapur gas asetilen

    Bila dihitung ternyata 1 kg CaC2 menghasilkan kurang lebih 300 liter asetilen. Sifat

    dari asetilen (C2H2) yang merupakan gas bahan bakar adalah tidak berwarna, tidak beracun,

    berbau, lebih ringan dari udara, cenderung untuk memisahkan diri bila terjadi kenaikantekanan dan suhu (di atas 1,5 bar dan 350 C), dapat larut dalam massa berpori (aseton).

    http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/gambar-tabung-asetilen-dan-oksigen.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    15/23

    Mia Audina Syahfitri Page 15TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Karbida kalsium keras, mirip batu, berwarna kelabu dan terbentuk sebagai hasil reaksi

    antara kalsium dan batu bara dalam dapur listrik. Hasil reaksi ini kemudian digerus, dipilih

    dan disimpan dalam drum baja yang tertutup rapat. Gas asetilen dapat diperoleh dari

    generator asetilen yang menghasilkan gas asetilen dengan mencampurkan karbid dengan air

    atau kini dapat dibeli dalam tabung-tabung gas siap pakai. Agar aman tekanan gas asetilendalam tabung tidak boleh melebihi 100 Kpa, dan disimpan tercampur dengan aseton. Tabung

    asetilen diisi dengan bahan pengisi berpori yang jenuh dengan aseton, kemudian diisi dengan

    gas asetilen. Tabung jenis ini mampu menampung gas asetilen bertekanan sampai 1,7 MPa.

    Kecepatan penarikan kembali gas per jam dari sebuah silinder asetilen tidak boleh

    lebih besar dari 20% (seperlima) dari isinya, agar gas aseton bisa dialirkan (silinder asetilen

    haruslah selalu tegak lurus).

    B. Fasilita/kelengkapan pada Las Asetelin1. Tabung gas oksigen.

    Tabung gas berfungsi untuk menampung gas atau gas cair dalam kondisi

    bertekanan.Umumnya tabung gas dibuat dari Baja, tetapi sekarang ini sudah banyak tabung-

    tabung gas yang terbuat dari paduan Alumunium.Tabung gas tersedia dalam bentuk beragam

    mulai berukuran kecil hingga besar. Ukuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan

    dengan kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung.Untuk membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen, Asetilen atau

    gas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada pada tabung itu. Table berikut ini

    menunjukan kode warna tabung gas untuk berbagai jenis warna.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    16/23

    Mia Audina Syahfitri Page 16TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    2. Tabung gas asetilen, berisi gas asetilen yang berfungsi sebagai bahan bakar dalam prosespembakaran.

    3. Regulator.Regulator ataulebihtepat dikatakan katup penutup tekanan,dipasang pada katub

    tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekanan hingga mencapaitekanan kerja torch. Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya kerja

    selama proses pengelasanatau tabung menurun, tekanan kerja harus dipertahankan tetap

    oleh regulator. Pada regulator terdapat bagian bagian seperti saluran masuk, katup

    pengaturan kerja, katup pengaman , alat pengukur tekanan tabung, alat pengukur tekanan

    kerja dan katup pengatur keluar gas menuju selang.

    4. Selang penyalu/selang gas.Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menuju torch digunakan selang gas.

    Untuk memenuhi persyaratan keamanan, sedang harus mampu menahan tekan kerja dan

    tidak mudah bocor. Selang dibedakan berdasarkan jenis gas yang dialirkan. Untuk

    memudahkan bagaiana membedakan selang oksigen dan selang asetelin maka cukup

    memperhatikan kode warna pada selang.

    5. Torch (pembakar).Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnya diteruskan oleh torch, tercampur

    didalamnya dan akhirnya pada ujung nosel terbentuk nyala api. Dari keterangan tersebut,

    torch memiliki dua fungsi yaitu sebagai pencampur gas oksigen dan gas asetelin sekaligus

    pembentuk nyala api diujung nosel.

    Torch dapat dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut klasifikasi berikut ini :

    1. Menurut cara/jalannya gas masuk keruang pencampur.

    Dibedakan atas :

    Injector torch (tekanan rendah)

    Pada torch jenis ini, tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih rendah dari tekanan gas

    oksigen.

    Equal pressure torch (torch bertekanan sama)

    Pada torch ini, tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar pada sisi saluran masuk

    sama besar.proses pencampuran kedua gas dalam ruang pencampur berlangsung dalam

    tekanan yang sama.

    2. Menurut ukuran dan berat. Dibedakan atas :Toch normal

    Torch ringan/kecil

    3. Menurut jumlah saluran nyala api. Dibedakan atas :

    Torch nyala api tunggal

    Torch nyala api jamak

    4. Menurut gas yang digunakan. Dibedakan atas :

    Torch untuk gas asetilen

    Torch untuk gas hydrogen, dan lain-lain.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    17/23

    Mia Audina Syahfitri Page 17TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    5. Menurut aplikasi. Dibedakan atas :

    Torch manual

    Torch otomatik/semi otomatik

    6. Katup tabung.Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup. Katup ini

    ditempatkan tepat dibagian ats dari tabung. Pada tabung oksigen, katup biasanya dibuat dari

    material kuningan, sedangkan untuk tabung gas asetelin, katup ini terbuat dari material baja.

    C. Bentukbentuk Nyala pada Las Asetelin1. Nyala Asetelin

    Setelah dicapai nyala api netral kemudian kita mengurangi aliran gas oksigen. Nyala

    apimenampakkan kerucut api dalam dan antara. Nyala api luar berwarna biru.

    2. Nyala KarburasiDalam proses ini digunakan campuran gas oksigen dengan gas asetilen. Suhunyalanya

    bisa mencapai 3500 derajat Celcius.Pengelasan bisa dilakukan dengan atau tanpa logampengisi.Gas asetilen (C2H2) dihasilkan oleh reaksi kalsium karbida dengan air denganreaksi

    sebagai berikut :C2H2+2 H2O Ca(OH)2+C2H2.

    3. Nyala Oksidasi

    Sering digunakan untuk pengelasan logam perunggu dan kuningan.Setelah dicapai

    nyalaapi netral kemudian kita kurangi aliran gas asetilen maka kita akan dapatkan nyala api

    oksigenlebih. Nyala apinya pendek dan berwarna ungu, nyala kerucut luarnya juga pendek.

    4. Nyala Netral

    http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-netral.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-oksigen-lebih.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-asetilen-lebih.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-netral.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-oksigen-lebih.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-asetilen-lebih.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-netral.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-oksigen-lebih.jpghttp://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-api-asetilen-lebih.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    18/23

    Mia Audina Syahfitri Page 18TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Gambar : Nyala netral dan suhu yang dicapai pada ujung pembakar.Pada nyala netral kerucut nyala bagian dalam pada ujung nyala memerlukan

    perbandingan oksigen dan asetilen kira-kira 1 : 1 dengan reaksi serti yang bisa dilihat pada

    gambar. Selubung luar berwarna kebiru-biruan adalah reaksi gas CO atau H2dengan oksigen

    yang diambil dari udara. Melakukan penyetelan dengsn mengatur katup oksigen pada obor

    las.

    5. Nyala terpisah terpisah karena tekanan berebihanNyala yang terpisah pada ujung bor karena kelebihan gas oksigen yang terlalu besar.

    Perlu melakukan penyesuaian untuk mengembalikan nyala tersebut menjadi nyala netral ataunyala oksidisi atau nyala karburasi.

    D. Langkah pemasangan perangkat kerja las aseteline1. Pasang regulator oksigen ke tabung baja oksigen2. Pasang regulator asertelin ke tabung baja asetelin3. Hubungkan selang kas dengan regulator dan obor las (blander)4. Atur tekanan dalam regukator masingmasing sesuairekomendasi pabrik5. Buka katup acitelin dan nyalakan dengan penyala gesek6. Buka katup oksigen pelanpelan dengan penyala gesek.7. Buka katup oksigen pelanpelan dengan mengatur bentuk nyala sesuai keperluan.E. Keuntungan dan kegunaan pengelasan oksi-asetilen sangat banyak, antara lain :1. Peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit.2. Cara penggunaannya sangat mudah, tidak memerlukan teknik-teknik pengelasan yang

    tinggi sehingga mudah untuk dipelajari.

    3. Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau di bengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhana.

    4. Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas dan alatini dapat digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan.

    F. Tabel Latihan Keterampilan Las Karbid

    No Nama Job Jenis Bahan Ukuran Jumlah

    1 Las dasar jalur

    dua

    Plat strip tipis 1 x 45 x 95

    mm

    1 potong

    2 Las

    Sambungan

    Berimpit

    Plat strip tipis 1 x 45 x 95

    mm

    2 potong

    http://www.anakunhas.com/wp-content/uploads/2011/06/nyala-netral-dan-suhu-yang-dicapai.jpg
  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    19/23

    Mia Audina Syahfitri Page 19TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    3 Las

    Sambungan

    Pipa (Rumah

    Lilin/Asbak

    Rokok)

    Plat strip

    Pipa besi

    Pipa besi kecil

    2 x 67 x 140

    mm

    53 x 49 mm

    25 x 30 mm

    1 potong

    1 potong

    1 potong

    G. Keselamatan Kerja Pada Las Asetelin.Pengelasan merupakn pekerjaan yang menggunakan energi atau panas yang sangat

    tinggi. Pennggnaan panas yang sangat tinggi ini akan memungkinkan timbulnya bahaya

    bahaya yang tidak dikehendaki. Untuk menghindari hal tersebut maka harus diketahui sumber

    energi yang digunakan, bagaimana karakteristiknya, dan bagaimana pnggunaannya.

    Las oksi-asetelin merupakan pengelasan yang bermanfaat energi atau panas dari

    pembakaran gas asetelin (reaksi antara gas O2 dan gas C2H2). Gas asetelin merupaka salah

    satu jenis gas yang sangat mudah terbakar dibawah pengaruh suhu dan tekanan. Gas asetelindisimpan dalam suatu tabung yang mampu menahan tekanan kerja. Bahay bahaya yang

    dapat ditimbulkan oleh gas asetelin antara lain sebagai berikut.

    1. Polemerisasi.Peristiwa ini akan menyebabkan suhu gas meningkat jauh lebih tinggi dalam waktu

    yang sangat singkat. Polemerisasi akan terjadi pada waktu suhu 300oC, jika berada pada

    tekanan 1 atm. Oleh sebab itu, gas asetelin tidak boleh disimpan atau digunakan pada suhu

    diatas 3000C.

    2. Disosiasi.Yaitu adanya panas yang ditimbulkan oleh proses pembentukan zat zat. Disosiasi

    terjadi pada suhu 6000C, jikja berada pada tekanan 1 atm atau 5300C jika tekanan 3 atm.

    Jika terjadi disosiasi maka tekanan gas akan meningkat dan hal ini sangat membahayakan

    karena bisa menimbulkan ledakan.

    Kebocoran gas asetelin akan sangat membahakan karena hal ini dapat mengakibatkan

    awal terjadinya kebakaran atau ledakan. Kebocoran gas biasanya terjadi pada bagian

    penutup, bagian hubungan antara tabung dan penutup tabung, dan bagian bagian

    sambungansmbungan tabung, karena tabung dirancang untuk bekerja pada tekana kerja

    yang tinggi sehingga konstruksinya kokoh. Untuk menghindari terjadinya kebocoran

    kebocoran sebaiknya :

    1. Katup katup penutup supaya diputar/ditutup serapat rapatnya. Agar penutupankatup dilakukan dengan baik dapat dilakukan dengan alat bantu misalnya sarung tangan

    atau lap yang basah.

    2. Klem atau penjepit selang gas diusahakan dapat menjepit dengan baik tanpa terjadikebocoran.

    3. Pastikan selangselang gas tidak bocor. Kebocoran selang gas dapat diperiksa denganmemasukkan selang selang kedalam air. Jika terjaddi kebocoran maka akan ada

    gelembung gas yang muncul.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    20/23

    Mia Audina Syahfitri Page 20TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    Panas yang berlebihan pada tebung asetelin sangat membahayakan karena kalau

    dibiarkan dapat mengakibatkan terjadinya ledakan. Jika terjadi pemanasan pada tabung

    asetlin maka sebaiknya :

    1. Tabung dipindahkan ketempat yang aman, lapang, terbuka dan letakkanpada posisiberdiri atau vertikal.2. Dilakukan pendinginan tabung dengan cara menyiram air dingin, dan jika tidak adapeburunan suhu rendam dalam air dingin pada posisi vertikal selama 24 jam.

    Untuk menghindari bahaya kebakaran maka dalam bengkel las harus mempunyai

    tabung pemadam kebakaran, yang diletak pada posisi yang mudah dan seepat dijangkau

    bila sewaktu waktu akan digunakan. Selain tabung pemadam kebakaran yang harus

    tersedia dalam bengkel las yaitu adalah sumber air. Air dapat digunakan untu membantu

    proses pengelasan misalnya untuk proses pendinginan juga dapat digunakan utuk

    membantu pengamanan m,isalnya untuk pendinginan tabung asetelin jika terjadi

    pemanasan pada tabung asetelin.

    Alatalat keselamtan kerja pada bengkel las asetelin yang digunakan sama dengan

    alatalat keselamatan kerja pada las listrik yaitu :

    1. Topeng Las/Helm LasUntuk melindungi mata, kepala/rambut dari percikan pada saat melakukan

    pemotongan dengan oksi-asetelin atau api las benda benda las lainny. Juga untuk

    melindungi muka operator las terhadap percikan hasil pemotongan, dan ledakan

    percampuran gas yang tidak sempurna.

    2. Pakaian kerja (Apron)Pakaian kerja berguna melindungi badan dari percikan bunga api. Apron terbuat

    dari bahan yang tidak mudah terbakar seperti kulit atau dari asbes. Apron terdiri apron

    lengan dan apron dada.

    3. Sarung tangan ( Welding Gloves)Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak sehuingga tidak menghalangi

    pergerakan jari jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau peralatan

    lainnya.sepasang sarung tangan tidak terkena percikan bunga api atau benda panas

    yang dilas.

    4. Sepatu Las.Karakteristik sepatu las sangat berbeda denga sepatu biasa pada umumnya.

    Sepatu las harus dapat dibuat dari bahan kulit dimana bagian ujunhgnya terdapay

    pelat besi pelindung. Hal ini sangat berguna untuk melindungi kaki dari benda

    benda keras dan tajam yang jatuh mengenai kaki. Selain itu, alas sepatu terbuat dari

    karet yang tidaklicin sehingga pemakainnya tidak mudah terpeleset saat mengangkat

    bendabenda berat.

    5. Kamar Las.Kamar las memiliki meaj las untuk meletakkan benda kerja dan tabir tabir

    untuk menghalangi sinar las keluar secara berlebihan. Pengelasan yang dilakukan

    diluar kamar las biasanya, menimbulkan gangguan terhadap orang yang ada disekitar

    operator las akibat sinar las.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    21/23

    Mia Audina Syahfitri Page 21TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    6. Masker Las.Maker las berguna menutup mulut dan hidung dari asap yang ditimbulkan

    oleh mencairnya selaput (fluks) elektroda.

    7. Kaca Mata Pelindung.Kaca mata pelindung berbeda dibanding kaca yang terdapat pada helm las.Kaca mata las tememiliki satu lapisan kaca bening yang berfungsi melindungi

    mata dari percikan sewaktu permukaanlas dibersihkan.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    22/23

    Mia Audina Syahfitri Page 22TUGAS TEKNIK PENGELASAN

    BAB IV

    PENUTUP

    A. KesimpulanSetelah penulis membaca dari semua referensi yang didapatkan dari penyusunan

    makalah ini maka penulis dapatmenyimpulkan bahwa :

    Pada akhirnya penulis menngetahui pengertian las listrik, alat alat yangdigunakanpada proses las listrik, posisi pengelasan las listrik serta keselamatan

    kerja yang semestinya dilaksanakan dalam proses pengelasan las listrik.

    Penulis pada akhirnya dapat mengetahui pengertian las gas, perlengkapan yangdigunakan pada praktikmlas gas, jenis jenis nyala api, serta posisi pengelasan

    pada proses las gas.

    B. SaranAdapun saran yang dapat diberikan kepada pembaca makalah ini sebagai berikut :

    Dalam pembuatan makalah diperlukan kerja keras dalam mencari berbagaireferensi agar makalah yang dibuat agar lebih baik.

    Pelajarilah makalah yang telah dibuat agar dapat menambah wawasan lagi.

  • 7/22/2019 isi laporan pengelasan

    23/23

    DAFTAR PUSTAKA

    www.labteknologimekanik.com

    http://kamissore.blogspot.com/2009/06/kerja-las-listrik-dan-gas.html

    Cary Howard B,Modern Welding Technology Prentice Hall, EnglewoodCliffs, New Jersey

    Q7632, USA, 1994

    http://laslistrik.blogspot.com/2008/06/html

    http://materialkuliah.blogspot.com/2009/06/.html

    http://arcwelding&gasweldingblogspot.com/2009/06/.html

    http://www.labteknologimekanik.com/http://www.labteknologimekanik.com/http://kamissore.blogspot.com/2009/06/kerja-las-listrik-dan-gas.htmlhttp://kamissore.blogspot.com/2009/06/kerja-las-listrik-dan-gas.htmlhttp://laslistrik.blogspot.com/2008/06/htmlhttp://laslistrik.blogspot.com/2008/06/htmlhttp://materialkuliah.blogspot.com/2009/06/.htmlhttp://materialkuliah.blogspot.com/2009/06/.htmlhttp://arcwelding%26gasweldingblogspot.com/2009/06/.htmlhttp://arcwelding%26gasweldingblogspot.com/2009/06/.htmlhttp://arcwelding%26gasweldingblogspot.com/2009/06/.htmlhttp://materialkuliah.blogspot.com/2009/06/.htmlhttp://laslistrik.blogspot.com/2008/06/htmlhttp://kamissore.blogspot.com/2009/06/kerja-las-listrik-dan-gas.htmlhttp://www.labteknologimekanik.com/