45
LAPORAN METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI KUNJUNGAN LAPANGAN STASIUN BMKG RADEN INTEN II OLEH : KELOMPOK 7 1. RENI NOVIANTI 1013034089 2. TIARA BELIANA 1013034016 3. TRI YULIA LESTARI 1013034018 4. ENDAH GITA CAHYANI 1013034006 5. LUSIANA SIMAMORA 1013034084 6. TIA KURNIAWATI 1013034074 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bmkg

Citation preview

Page 1: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

LAPORAN METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI

KUNJUNGAN LAPANGAN

STASIUN BMKG RADEN INTEN II

OLEH :

KELOMPOK 7

1. RENI NOVIANTI 10130340892. TIARA BELIANA 10130340163. TRI YULIA LESTARI 10130340184. ENDAH GITA CAHYANI 10130340065. LUSIANA SIMAMORA 10130340846. TIA KURNIAWATI 1013034074

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFIJURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS LAMPUNG

2014

Page 2: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari keadaan rata-rata udara dalam

waktu yang sangat singkat ditempat yang sempit. Klimatologi adalah ilmu

yang mempelajari keadaan rata-rata udara dalam waktu yang lama yang

mencakup wilayah yang luas. Meteorologi dan klimatologi mempelajari cuaca

dan iklim terkait dengan atmosfer. Cuaca (wheater) adalah keadaan rata-rata

atmosfer pada suatu tempat yang sempit dan dalam jangka waktu yang relative

cepat. Cuaca dicatat terus menerus setiap jam hingga menghasilkan data yang

dapat digunakan untuk menentukan iklim suatu daerah. Penentuan cuaca

disuatu daerah menggunakan penghitungan matematika. Iklim(climate) adalah

keadaan rata-rata atmosfer di suatu daerah yang luas dan dalam waktu yang

lama.dalam menentukan iklim disuatu daerah diperlukan pengamatan kurang

lebih selama 30 tahun. Iklim diambil dari rata-rata cuaca suatu daerah dalam

jangka waktu tertentu,penentuan iklim menggunakan ppenghitungan statistika.

Di Indonesia meteorology diasuh oleh Badan Meteorologi dan Geofisika

(BMKG). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang selanjutnya

disebut BMKG adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang berada di

bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden yang mempunyai tugas

melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, Klimatologi dan

Geofisika. Badan ini secara konsisten memfokuskan diri pada peningkatan

pelayanan kepada pelanggan serta peningkatan efisiensi proses internal guna

tercapainya penyebaran informasi dengan baik dan benar secara keseluruhan.

Langkah ini mencerminkan komitmen manajemen untuk menjaga realibilitas

pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan mengoptimalkan

ketersediaan sumber data dan informasi yang diperlukan untuk pelayanan

yang optimal dan konsisten.

Di Lampung, BMKG tersebar di empat wilayah yaitu : Stasiun

Meteorologi Raden Inten II - Bandar Lampung, Stasiun Meteorologi Maritim

2

Page 3: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Tanjung Karang, Stasiun Klimatologi Masgar - Tanjung Karang, dan Stasiun

Geofisika Kotabumi

Dan pada tanggal 21 Desember 2013 lalu kami melakukan kunjungan ke

Stasiun Meteorologi Raden Inten II – Bandar Lampung. Karena sumber daya

alam didaerah Lampung sangat melimpah, terutama padi dan hasil

perkebunan, maka untuk menunjang kesinambungan sebagai provinsi

lumbung pangan peran serta Badan Meteorologi dan Geofisika sangat

diperlukan. Oleh karena itu Stasiun BMKG Raden Inten - II tidak hanya

melayani penerbangan saja namun ditingkatkan pada pelayanan iklim dan

perairan dan mendapat tugas tambahan sebagai Stasiun Koordinator BMG

Provinsi Lampung.

1.2 Rumusan Masalah

- apakah pengertian tenatnag BMKG dan sejarahnya ?

-. Apakah manfaat data informasi hasil pengamatan di BMKG ?

- bagaimanakah cara BMKG melakukan pengamatan terhadap cuaca ?

- Apakah dan bagaimanakah alat yang digunakan dan oleh BMKG untuk

prses penagamatn cuaca ?

- bagaimanakah data yang dihasilkan oleh pengamatan BMKG terhadap

cuaca ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui lebih lanjut mengenai pelayanan BMKG

2. Mengetahui siapa saja yang dapat menggunakan informasi cuaca dari

BMKG

3. Struktur dan Bagian-bagian dari BMKG

4. Mengenalkan alat-alat yang ada di taman alat Raden Inten II

5. Mengenalkan bagaimana cara kerja alat-alat tersebut

3

Page 4: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

6. Mengenalkan fungsi alat tersebut dalam pengambilan data BMKG

1.4 Metode

Dalam penyususnan laporan ini , penulis menggunakan salah

satu metode penulisan, yaitu metode deskriptis . Cara kerja

metode ini adalah dengan cara mengumpulkan data secara

kuantitatif yaitu pengumpulan data dari data observasi atau

pengamatan langsung ke Lapangan BMKG Raden Inten II atau

melalui website resmi BMKG Raden Inten II. Berdasarkan data –

data hasil pengamatan, maka penulis dapat menyusun laporan

ini disertai berbagai referensi.

1.5 Waktu dan Tempat

Waktu : Sabtu 21 Desember 2013

Tempat : Stasiun BMKG Raden Inten II

Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara KM 28 Branti

35364 Telp (0721) 7697093 Fax (0721)

7697242

1.6 Manfaat

Manfaat penyususnan laporan kunjungan ke Stasiun BMKG Raden Inten II

adalah sebagai berikut :

- Mahasiswa menjadi lebih memahami tentang pengertian,

sejarah, serta manfaat BMKG

- Mahasiswa memahami berbagai unsur yang

mempengaruhi proses pembentukan cuaca

- Mahasiswa menjadi lebih memahami proses pengamatan

cuaca yang dilakukan oleh Stasiun BMKG Raden Inten II

4

Page 5: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

- Mahasiswa menjadi mengetahui dan memahami alat – alat

yang digunakan Stasiun BMKG Raden Inten II dalam

melakukan pengamatan cuaca

BAB II

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

2.1 Sejarah BMKG

Sejarah pengamatan meteorologi dan geofisika di Indonesia dimulai pada

tahun 1841 diawali dengan pengamatan yang dilakukan secara perorangan oleh

Dr. Onnen, Kepala Rumah Sakit di Bogor. Tahun demi tahun kegiatannya

berkembang sesuai dengan semakin diperlukannya data hasil pengamatan cuaca

dan geofisika. Pada tahun 1866, kegiatan pengamatan perorangan tersebut oleh

Pemerintah Hindia Belanda diresmikan menjadi instansi pemerintah dengan nama

Magnetisch en Meteorologisch Observatorium atau Observatorium Magnetik dan

Meteorologi dipimpin oleh Dr. Bergsma. Pada tahun 1879 dibangun jaringan

penakar hujan sebanyak 74 stasiun pengamatan di Jawa. Pada tahun 1902

pengamatan medan magnet bumi dipindahkan dari Jakarta ke Bogor. Pengamatan

gempa bumi dimulai pada tahun 1908 dengan pemasangan komponen horisontal

seismograf Wiechert di Jakarta, sedangkan pemasangan komponen vertikal

dilaksanakan pada tahun 1928.

Pada tahun 1912 dilakukan reorganisasi pengamatan meteorologi dengan

menambah jaringan sekunder. Sedangkan jasa meteorologi mulai digunakan untuk

penerangan pada tahun 1930. Pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942

sampai dengan 1945, nama instansi meteorologi dan geofisika diganti menjadi

Kisho Kauso Kusho. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945,

instansi tersebut dipecah menjadi dua: Di Yogyakarta dibentuk Biro Meteorologi

5

Page 6: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

yang berada di lingkungan Markas Tertinggi Tentara Rakyat Indonesia khusus

untuk melayani kepentingan Angkatan Udara. Di Jakarta dibentuk Jawatan

Meteorologi dan Geofisika, dibawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga

Pada tanggal 21 Juli 1947 Jawatan Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh

Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche

Dienst. Sementara itu, ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang

dipertahankan oleh Pemerintah Republik Indonesia , kedudukan instansi tersebut

di Jl. Gondangdia, Jakarta. Pada tahun 1949, setelah penyerahan kedaulatan

negara Republik Indonesia dari Belanda, Meteorologisch en Geofisiche Dienst

diubah menjadi jawatan Meteorologi dan Geofisika dibawah Departemen

Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

Selanjutnya, pada tahun 1950 Indonesia secara resmi masuk sebagai

anggota Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization atau

WMO) dan Kepala Jawatan Meteorologi dan Geofisika menjadi Permanent

Representative of Indonesia with WMO. Pada tahun 1955 Jawatan Meteorologi

dan Geofisika diubah namanya menjadi Lembaga Meteorologi dan Geofisika di

bawah Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1960 namanya dikembalikan

menjadi Jawatan Meteorologi dan Geofisika di bawah Departemen Perhubungan

Udara. Pada tahun 1965, namanya diubah menjadi Direktorat Meteorologi dan

Geofisika, kedudukannya tetap di bawah Departemen Perhubugan Udara. Pada

tahun 1972, Direktorat Meteorologi dan Geofisika diganti namanya menjadi Pusat

Meteorologi dan Geofisika, suatu instansi setingkat eselon II di bawah

Departemen Perhubungan, dan pada tahun 1980 statsunya dinaikkan menjadi

suatu instansi setingkat eselon I dengan nama Badan Meteorologi dan Geofisika,

tetap berada di bawah Departemen Perhubungan.

Terakhir pada tahun 2002, dengan keputusan Presiden RI Nomor 46 dan

48 tahun 2002, struktur organisasinya diubah menjadi Lembaga Pemerintah Non

Departemen (LPND) dengan nama tetap Badan Meteorologi dan Geofisika. Badan

Meteorologi dan Geofisika Lampung telah berdiri sejak tahun 1963 dan terdiri

dari beberapa stasiun yang berdiri beberapa tahun kemudian, untuk pelayanan

khusus penerbangan pada Bandara Radin Inten II Lampung (ketika itu Bandara

6

Page 7: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Branti) selanjutnya mulai tahun 1976 pelayanan Stasiun Meteorologi Radin Inten

II Bandar Lampung tidak hanya melayani penerbangan saja namun ditingkatkan

pada pelayanan iklim dan perairan dan mendapat tugas tambahan sebagai Stasiun

Koordinator BMG Provinsi Lampung. Sedangkan untuk pelayanan kegempaan

dimulai tahun 1982 dengan berdirinya Stasiun Geofisika Kotabumi di Mulang

Maya Kabupaten Lampung Utara. Seiring dengan makin meningkatnya akan

permintaan jasa iklim untuk pertanian, perkebunan dan lingkungan hidup maka

pada tahun 1995 didirikan Stasiun Klimatologi Masgar Tanjungkarang.Sedangkan

untuk melayani jasa meteorologi perairan, maka pada tahun 1999 dibukalah

Stasiun Meteorologi Maritim Lampung yang berlokasi di Pelabuhan Panjang Kota

Bandar Lampung. Dengan bantuan pemerintah Kabupaten Lampung Barat pada

tahun 2006 didirikan Stasiun BMG Terpadu Liwa ,yang kegunaannya adalah

untuk pelayanan kegempaan dan iklim daerah Lampung Barat pada khususnya,

pembangunan stasiun BMG Terpadu ini penyediaan lahan dan infrastruktur

difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sedangkan BMG

menyediakan peralatan dan Sumber Daya Manusianya.

2.2 Visi dan Misi BMKG

V I S I

Terwujudnya BMKG yang tanggap dan mampu memberikan

pelayanan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika yang handal guna

mendukung keselamatan dan keberhasilan pembangunan nasional serta

berperan aktif di tingkat internasional.

M I S I

• Mengamati dan memahami fenomena Meteorologi, Klimatologi,

Kualitas udara dan Geofisika.

• Menyediakan data dan informasi Meteorologi, Klimatologi, Kualitas

udara dan Geofisika yang handal dan terpercaya

• Melaksanakan dan mematuhi kewajiban internasional dalam bidang

Meteorologi, Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika.

• Mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan di bidang Meteorologi,

Klimatologi, Kualitas udara dan Geofisika.

7

Page 8: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

2.3 Tugas dan Fungsi BMKG

BMKG mempunyai status sebuah Lembaga Pemerintah Non Departemen

(LPND), dipimpin oleh seorang Kepala Badan. BMKG mempunyai tugas :

melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi,

Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas,

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyelenggarakan fungsi :

• Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;

• Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;

• Koordinasi kebijakan, perencanaan dan program di bidang meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;

• Pelaksanaan, pembinaan dan pengendalian observasi, dan pengolahan data

dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

• Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;

• Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat

berkenaan dengan perubahan iklim;

• Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait

serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena factor meteorologi,

klimatologi, dan geofisika;

• Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi,

dan geofisika;

• Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang

meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

• Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan

jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

• Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi

di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

• Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen

8

Page 9: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika;

• Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;

• Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan

geofisika;

• Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan

BMKG;

• Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab

BMKG;

• Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG;

• Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi,

klimatologi, dan geofisika.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BMKG dikoordinasikan oleh

Menteri yang bertanggung jawab di bidang perhubungan.

2.4 Struktur BMKG

Sesuai dengan Surat Keputusan No. 3 tanggal 1 Mei Tahun 2009 struktur

organanisasi BMKG adalah sebgai berikut :

9

Page 10: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

2.5 Pelayanan Informasi BMKG

1. Cara masa lalu, pada awalnya informasi yang disampaikan kepada publik

secara umum dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Langsung , yaitu masyarakat yang membutuhkan datan ke Kantor BMG

lalu dilayani secara langsung.

b. Media Cetak, yaitu wartawan dari media cetak mendapatkan informasi

dengan cara mendatangi kantor BMG

c. Media Elektronik, yaitu informasi yang akan disampaikan pada

masyarakat direkam dalam media rekam ( kaset Video player) lalu

dikirimkan melalui kurir ke Stasiun pemancar TV (dulu TVRI ) dan

rekaman langsung melalui rekaman video yang di lakukan di stasiun

televisi.

10

Page 11: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

2. Pelayanan informasi meteorologi berbasis Teknologi Informasi

Dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat mengenai informasi cuaca

publik dalam kegiatan sehari-hari yang di tuntut harus cepat,tepat, real time

serta dapat diterima oleh masyarakat luas dari berbagai profesi dan sejalan

dengan kemajuan teknologi,informasi publik didesain dengan sistem informasi

yang berbasis teknoligi informasi dengan tahapan diantaranya berikut :

a. Sumber data

Sumber data yang digunakan untuk pelayanan informasi meteorologi publik

diantaranya adalah :

- Data meteorologi synoptik yaitu data pengamatan yang dilakukan oleh

stasiun meteorologi synoptik

- Citra Satelit yaitu data yang diperoleh dari pengamatan Satelit

- Data Radar yaitu data dari pengamatan Radar cuaca BMKG

- Data Model Numerik yaitu prediksi cuaca model numerik

b. Komunikasi yang digunakan

Komunikasi yang digunakan untuk mengakses data adalah Internet dan sistim

komunikasi Computerized massage switching System (CMSS) yaitu sistim

komunikasi khusus antar stasiun meteorolgi dan kantorpusat BMKG

c. Layanan Teknologi yang digunakan seperti :

- Faxmile

- SMS

Sms biasanya menggunakan broadcast. Misalkan ada peringatan cuaca

bahwa di Lampung 1 jam lagi akan ada hujan badai, maka dari pihak BMKG

akan mengirimkan sms ke yang sudah teregistrasi sama seperti sms biasa.

Pada saat ini hanya digunakan dalam pemerintahan saja.

Cara mengirmkan sms:

• Memakai handphone biasa, selain itu

• informasi yang sudah teregristrasi dapat dikirim meenggunakan komputer

dan memakai modem sms yang disebut sms caster.

- E-mail

11

Page 12: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Email di buat dari pagi, siang, dan sore yang biasa digunakan untuk

peyebaran informasi ke media, seprti media tv.

2.6 Deskripsi Alat, Kegunaan, Cara Kerja, dan Data yang Diperoleh

Berdasarkan sifatnya alat-alat meteorologi memiliki kriteria diantaranya:

a) Peka, alat ini segera merekam / berubah skalanya jika terjadi perubahan

b) Teliti, masing masing alat mempunyai besaran nilai skala tertentu

(minimum) yang telah ditetapkan. Misal gelas Penkar hujan mempunyai

skala minimum 1 mm, thermometer 0.20 C

c) Kuat, agar alat - alat ini dapat tahan terhadap cuaca serta tahan lama,

misal: Sangkar meteo dibuat dari kayu kelas 1 dicat Putih dan diberi

pondasi.

d) Sederhana, baik bentuk maupun cara penggunaannya, Bentuk sederhana

agar mudah diperbaiki sendiri jika terjadi kerusakan. Cara penggunaannya

sederhana mengingat dasar pendidikan dari para penggunannya.

Dintinjau dari cara pembacaannnya alat-alat meteorologi dibagi menjadi

2(dua) :

- Recording / Otomatis; yaitu jika alat mencatat data secara terus-menerus

sejak pemasangan sampai penggantian pias berikutnya (umumnya nama

alat akan diakhiri dengan kata graph

- Non-recording / manual; yaitu alat-alat yang harus dibaca pada saat-saat

tertentu untuk mendapatkan data

1. TAMAN ALAT

12

Page 13: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Sudut Pandang Taman Alat

Gambar 1.1

Tempat / sebidang Tanah datar  untuk  meletakkan alat-alat

Meteorologi.Dengan syaratnya sudut pandang 45o  berumput pendek, kanan-

kiri tidak  boleh ada bangunan atau pohon yang tinggi.Diberi pagar, supaya

terhindar  dari gangguan binatang dan lain-lain.Posisi taman alat memanjang

ke arah utara selatan .Ukuran luas taman alat tergantung dari tergantung dari

jenis stasiun dan jumlah alat yang dipasang di dalamnya, misalnya luas taman

alat stasiun meteorologi sinoptik dan penerbangan berukuran 20 x 15 m, luas

taman alat stasiun meteorologi pertanian 40 x 20m, luas taman alat stasiun

kliamatologi 60 x 40 m.

2. SANGKAR METEO

13

Page 14: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.2

Fungsi alat     :  Tempat meletakan peralatan Meteorologi

Berventilasi, Double Jalusi  guna untuk mengalirkan udara masuk - keluar.

Dicat putih agar memantulkan cahaya (merupakan konversi dari WMO)  .Tinggi

120 cm dipasang diatas tanah berumput pendek yang terletak paling dekat dua kali

(sebaiknya 4 kali) tinggi bendayang berada disekitarnya.

3. PSYCHROMETER STANDAR

14

Page 15: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.3

Fungsi alat     :  Mengukur Suhu Udara dan Kelembaban Udara.

Satuan : Suhu Derajat Celcius 

Kelembaban dalam Persen ( %).

Thermometer BK menunjukan suhu udara

Thermometer BB menunjukan suhu udara saturasi (lembab)

Thermometer BK dan BB digunakan mencari kelembaban udara dengan

bantuan Tabel.

Thermometer BB, bola air raksa harus selalu basah dengan menggunakan

Kain muslin yang selalu basah oleh air  murni (air hujan yang diambil secara

langsung).

Cara kerja thermometer BB dan thermometer BK :

Apabila terjadi kenaikan suhu udara, kalor yang merambat dalam bola

termometer akanmenyebabkan air raksa memuai. Pemuaian air raksa akan

mengakibatkan pertambahan volumeair raksa yang ada. Pemuaian air raksa

tersebut menyebabkan naiknya permukaan kolom raksa keskala yang lebih besar.

Pemukaan raksa akan bergeser0 ke skala yang lebih kecil bila terjadi penurunan

suhu.

Cara Keraja Thermometer Mak

15

Page 16: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Apabila terjadi kenaikan suhu udara, kalor yang merambat dalam bola

termometer akanmenyebabkan air raksa memuai. Pemuaian air raksa akan

mengakibatkan pertambahan volumeair raksa yang ada dan menyebabkan naiknya

permukaan kolom raksa ke skala yang lebih besar.Saat terjadi penurunan suhu, air

raksa yang terdapat pada bola termometer akan menyusut. Akantetapi air raksa

yang telah masuk ke kolom raksa pada skala tidak bisa kembali ke bola

raksakarena terhambat oleh adanya celah sempit. Sehingga dapat diketahui suhu

tertinggi yang telah terjadi.

Cara Keraja Thermometer Min

Saat terjadi penurunan suhu, alkohol dalam bola termometer akan

menyusut. Penyusutantersebut menyebabkan penurunan kolom alkohol pada skala

dan menggeser indeks yang terdapat pada kolom alkohol ke skala yang lebih

kecil.Saat terjadi kenaikan suhu, alkohol dalam bola termometer akan memuai.

Pemuaian tersebutakan menaikkan permukaan alkohol dalam kolom alkohol akan

tetapi kenaikan tersebut tidak mempengaruhi posisi indeks (indeks tidak

bergerak ). Sehingga dapat diketahui suhu terendahyang terjadi.

4. THERMOHYGROGRAPH

Gambar 1.4

Fungsi alat     :  Pencatat Suhu udara dan Kelembaban Udara (Nisbi) secara

otomatis

Satuan :  Derajat Calcius & Prosentase (%).

Pias harian,  atau Mingguan.

16

Page 17: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Sensor Suhu terbuat dari logam, bila udara panas logam memuai

dan menggerakan pena keatas, bila udara dingin mengkerut

gerakan pena  turun  

Sensor Kelembaban udara terbuat dari rambut manusia, bila udara

basah Rambut memanjang dan bila udara kering  rambut

memendek.

5. PANCI PENGUAPAN (Open Pan Evaporimeter)

Gambar 1.5

Fungsi alat     :  Pengukur  Penguapan air langsung

Satuan           :  milimeter (mm).

Ukuran alat    :  Tinggi Alat 25,4 Cm, diameter alat 120.7 Cm.

17

Page 18: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Alat ini dilengkapi dengan :

1.  Tempat / Alat meletakkan Hook Gauge (STILL WELL).

2. Alat pengukur tinggi permukaan air ( Hook Gauge ).

3. Thermometer Apung (Thermometer Max dan Min).

4. Cup Counter anemometer tinggi 05 meter (Sbg pelengkap).

Cara kerja

Dengan adanya penguapan, permukaan air pada panci akan berkurang.

Pengukuran dilakukan didalam still well yang terdapat lubang pada dasarnya

untuk jalan masuk air. Jumlah air yang menguap dalam jangka waktu tertentu

diukur menggunakan hook gauge dengan merubah letak ujung jarum sampai

menyentuh permukaan air. Pengamatan dilakukang dengan mencatathasil

pengukuran perubahan tinggi air pada panci penguapan, pencatatan kecepatan

angin rata-rata dari cup counter anemometter serta pencatatan jumlah curah hujan

dari penakar hujan OBS yang terpasang.Bila terjadi hujan dan masih mungkin

dilakukan pengukuran, pengukuran tetap dilakukandan penghitungannya

menambahkan jumlah curah hujan yang terjadi dalam penghitungan selisihtinggi

permukaan air, atau dirumuskan sebagai berikut;

Penguapan (selama waktu antara P1 dan P2) = ( P1 – P2 ) + H

Dimana P1 = Pengamatan ke1

P2 = Pengamatan ke 2

H = Jumlah curah hujan selama waktu antara P1 dan P2

Bila tidak ada hujan atau hujan = 0, variabel H dapat dihilangkan.

6. CUP COUNTER ANEMOMETER 0.5 M

18

Page 19: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.6

Fungsi alat     :  Pengukur  Kecepatan Angin Rata-rata harian pada ketinggian

0.5m

Satuan            :  Km / Jam  

Prinsip kerja seperti garakan Spedometer sepeda motor.

7. CAMPBLE STOKES

Gambar 1.7

Fungsi alat     :  Pencatat lama penyinaran matahari

Bola Kaca pijal (Bola gelas berbentuk bulat berisi asam air).

Satuan : Jam/ Prosentase ( % )

19

Page 20: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Pias harian.

Jenis pias 3 macam :

a. Lengkung panjang  (15 Okt- 28 Feb)

b. Lurus (1 Maret – 11 April) dan (03 Sep – 14 Okt)

c. Lengkung pendek (12 Aprl – 02 Sept)

Cara kerja

Saat matahari bersinar cerah, sinar matahari yang jatuh pada bola kaca

akan difokuskandan jatuh pada kertas pias. Pemfokusan itu akan membakar kertas

pias. Pergerakan matahari daritimur ke barat (karena adanya rotasi bumi), akan

menggeser pembakaran pada kertas pias. Saat pengamatan (jam 18.00 waktu

setempat), pias diangkat dan diganti kemudian dibaca jejak  pembakarannya

dengan menggunakan papan skala untuk memperoleh data lama matahari bersinar.

8. ACTINOGRAPH BIMETAL

Gambar 1.8

Fungsi alat     :  Mengukur Intensitas radiasi matahari

Satuan K Cal/cm2 (Langley).

Kertas pias diganti setiap hari (ada juga mingguan). 

Alat ini menggunakan sensor Bimetal.

9. BAROMETER

20

Page 21: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.9

Satuan milibar (mb).

Tabung berisi air raksa. Dilengkapi thermometer untuk mengetahui suhu

udara dalam ruangan.  Alat ini tidak boleh terkena sinar Matahari & angin

langsung dipasang tegak lurus pada dinding yang kuat. Tingggi bejana 

satu  meter dari lantai baca termometer yang menempel pada barometer

kemudian stel nonius sehingga menyinggung permukaan air raksa, baca

skala barometer.

Cara kerja

Jika terjadi kenaikan tekanan udara, maka permukaan kolom raksa dalam

tabung tembaga berskala akan naik. Hal ini disebabkan kerena adanya tekanan

pada raksa dibejana barometer yang berhubungan langsung dengan udara. Jika

tekanan udara turun maka tekanan pada raksadibejana barometer akan berkurang

dan permukaan kolom raksa dalam tabung tembaga berskalaakan turun.

Langkah-langkah penbacaan barometer adalah sebagai berikut;

1. membaca suhu barometer 

21

Page 22: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

2. Nonius diatur, samapai bagian muka dan bealakang berhimpit dengan

permukaankolom air raksa.

3. Tinggi kolom air raksa dibaca.

4. Gunakan koreksi (koreksi suhu).

10. BAROGRAPH

Gambar 1.10

Fungsi alat     :  Alat Pengukur tekanan udara secara otomatis

Satuan milibar.(mb).

Sensor menggunakan tabung hampa udara / kotak logam yang hampa

udara yg terbuat dari logam yang sangat lenting. Bila tekanan

Atmosfer berubah volume kotak berubah. Perubahan volume kotak di

hubungkan dengan tangkai pena dan menggores di pias .

11. ANEMOMETER 10 M

22

Page 23: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.11

Fungsi alat     :  Pencatat Arah dan Kecepatan Angin Sesaat

Satuan  :  Arah Angin  ( 8 mata angin )

Kecepatan Angin : Knots.  ( 1 Knots = 1.8 Km/Jam = 0.5 m/detil ) 1

mil/jam = 1.6 km/jam

Yang dimaksud arah angin yaitu  Arah dari mana angin berhembus.

Terjadinya angin akan menggerakkan lembar logam indikator kecepatan

membentuk  penyimpangan ke arah horisontal. Besarnya penyimpangan tersebut

tergantung dari besarnyatenaga aliran udara atau hembusan angin. Pembacaan

kecepatan angin yang terjadi dapat dilihat pada besarnya penyimpangan lembar

logam pada skala kecepatan angin.Sedangkan arah angin dapat dibaca dari wind

van dimana ujung depan (terdapat bola besi) adalah menunjukkan arah datangnya

angin yang dapat diartikan sebagai arah angin.

12. AUTOMATIC RAIN WATER SAMPLE

23

Page 24: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Gambar 1.12

Fungsi alat     :  Mengukur kandungan zat asam di air Hujan

Di dalam alat terdapat sensor, jika ada huja tutup ember akan bergerak, air

hujan akan tertampung pada ember yang sebalumnya tertutup. Jika hujan telah

berhenti tutup akan bergerak kembali menutup ember yang telah terisi air.

Sehingga air hujan terhindar dari kotoran debu dll.

13. PENAKAR HUJAN OBSERVATORIUM (oBS) ( OMBROMETER)

Gambar 1.13

Fungsi alat     :  Untuk mengukur jumlah Curah Hujan

Satuan : Millimeter (mm).

24

Page 25: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Curah hujan di ukur dengan gelas penakar setiap 3 jam sekali dan di

jumlahkan selama 24 jam, pada  Jam  07.00WS

merupakan penakar hujan yang paling banyak digunakan di Indonesia dan

merupakan "standar" di negara kita.

1 milimeter hujan yang ditakar sama volumenya dengan 10 cc  / 10 ml

Curah hujan sebesar 1 mm artinya adalah “tinggi” air hujan yang terukur

setinggi 1 mm pada daerah seluas 1 m2 (meter persegi). Artinya

“banyaknya” air hujan yang turun dengan ukuran 1 mm adalah 1 mm x 1

m2 = 0,001 m3 atau 1 liter.

Cara kerja :

Saat terjadi hujan, air hujan yang tercurah masuk dalam corong penakar.

Air yang masuk dalam penakar dialirkan dan terkumpul di dalam tabung

penampung. Pada jam-jam pengamatanair hujan yang tertampung diukur dengan

menggunakan gelas ukur. Apabila jumlah curah hujanyang tertampung jumlahnya

melebihi kapasitas ukur gelas ukur, maka pengukuran dilakukan beberapa kali

hingga air hujan yang tertampung dapat terukur.

14. PENAKAR HUJAN OTOMATIS ( Tipe Hellman)

Gambar 1.14

25

Page 26: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Fungsi alat     :  Mengukur jumlah Curah Hujan dan Instensitas Curah hujan

( tingkat kelebatannya )

KETERANGAN :

Satuan   :  milimeter ( mm ) ketelitian sampai 0.2 mm.

Setiap hari pias diganti (pias Harian).

Hujan  dengan Instensitas lebat bentuk grafik terjal hujan dengan   

intensitas Ringan  bentuk grafik landai.

Waktu terjadi dan berakhirnya hujan dapat diketahui.

Cara kerja :

Saat terjadi hujan, air hujan yang tercurah masuk dalam corong penakar.

Air yang masuk dalam corong penakar dialirkan masuk dalam tabung pelampung.

Penambahan air hujan yangmasuk dalam tabung pelampung akan mengangkat

pelampung yang berhubungan dengan pena keatas. Pergerakan pena akan

membentuk grafik pada pias yang diputar oleh jam pemutar, dimanasumbu X

adalah waktu antara jam 07.00 hari ini sampai jam 07.00 hari esok dan sumbu Y

adalah jumlah curah hujan dengan nilai 0 – 10 mm. Setelah mencapai nilai 10 mm

pada pias, air yangtertampung dalam tabung pelampung dikeluarkan melalui pipa

siphon dan pena turun hingga nilai0 pada pias . Pergerakan naik turunnya pena

akan terus berlangsung sampai hujan berhenti. Air yang dikeluarkan dari tabung

pelampung kemudian tertampung dalam penci penampung dan padasaat

penggantian pias, air yang tertampung ditakar dengan gelas ukur dan dicatat pada

pias.

26

Page 27: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

15. PENAKAR HUJAN OTOMATIS ( TIPPING BUCKET)

Gambar 1.15

Fungsi alat     :  Mengukur jumlah Curah Hujan dan Instensitas Curah hujan.

KETERANGAN :

1. corong besar.

2. penyaring.

3. corong kecil

4. ember / bucket.

5. penahan ember

6. roda bergigi

7. roda bentuk jantung

8. pengatur kedudukan pena

9. corong penampung air

10. tangkai pena

11. silinder jam

12. ember besar penampung air hujan

Cara kerja :

Ketika hujan turun dalam jumlah cukup, menyebabkan penopang tidak

stabil karena bertambah berat sehingga air akan tumpah kedalam. Pada waktu

27

Page 28: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

ember terguling penahan ember ikut bergerak naik turun. Penahan ember

mempunyai dua buah tangkai yang berhubungan dengan roda bergigi. Gerakan

naik turun penahan ember menyebabkan kedua tangkainya bergerak pula dan

dengan bentuknya yang khusus dapat memutar roda bergigi berlawanan dengan

arah perputaran jarum jam.Perputaran roda gigi diteruskan keroda berbentuk

jantung. Roda yang berbentuk jantung mempunyai sebuah per yang

menghubungkan kedua pengatur kedudukan pena yang letak ujungnya selalu

bersinggungan dengan tepi roda. Perputaran roda berbentuk jantung akan

menyebabkan kedudukan pena bergerak sepanjang tepi roda. Perubahan

kedudukan ini diteruskan kepena yang bergerak pada pias, sehingga dapat

menghasilkan pencatatan. Dengan demikian, jumlah curah hujan yang jatuh dapat

dinyatakan dengan jumlah gulingan ember atau jumlah yang tercatat pada pias.

16. AUTOMATIC RAIN GAUGE (ARG)

Gambar 1.16

Fungsi alat     :  Penakar otomatis

Satuan : Millimeter (mm).

Salah satu instrumen meteorologi yang berfungsi untuk mengukur jumlah

total curah hujan secara otomatis dalam suatu periode observasi tertentu

(tergantung kebutuhan, bisa 1 menit, 10 menit, 30 menit 1 jam dan 24

jam).

28

Page 29: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Dilengkapi dengan logger yang berfungsi untuk menyimpan data hasil

observasi yang bisa dihubungkan dengan PC untuk pengambilan datanya.

Logger adalah sistem pengolah sinyal menjadi data, penyimpan data dan

pendistribusi data. Di dalam logger, setiap terjadinya clock dapat juga

diprogram agar waktu terjadinya juga dicatat sehingga nantinya hasilnya

akan jelas terlihat di grafik history atau dalam database di memori.

Penyajian data dapat menggunakan display seven segment, LCD, monitor

PC melalui RS232/wireless maupun print-out.

17. TEHODOLITE ( Pilot Balon)

Gambar 1.17

Fungsi alat     :  Mengukur Arah dan Kecepatan Angin

Lapisan Atas (Kelipatan 1000 feet)

Pengamatan angin atas yang dilakukan dengan melepaskan balon dan di

ikuti Tehodolite untuk mengamati letak balon (Azimut dan Elevasi) pada

saat-saat tertentu (setiap satu menit). Dalam hal ini kecepatan naik balon

telah diketaui (500 feet/menit)

Azimut / Arah horizontal adalah arah titik di tanah tegak lurus di bawah

balon yang dimulai dari Utara (0 derajat).

29

Page 30: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Elevasi / Arah vertikal adalah tinggi (sudut) balon dari pengamat

Dengan didapatkannya data Azimut dan Elavasi, dengan bantuan program

komputer akan didapatkan arah dan kecepatan angin lapisan.

1.17 Data Yang Dihasilkan BMKG

Informai yang dihasilkan berupa informasi dalam format teks dan gambar

mengenai keadaan sebagai berikut :

1. Informasi dalam format Teks

PRAKIRAAN CUACA UMUM PROPINSI LAMPUNG

 

N

oKabupaten

CuacaTemperatur

Kelembaba

nPagi Siang Sore Malam

1Bandar

Lampung 23.0 - 31.0 57 - 94 %

2Lampung

Selatan 23.0 - 31.0 58 - 93 %

3 Tanggamus 16.0 - 31.0 59 - 97 %

4Lampung

Barat 16.0 - 30.0 58 - 98 %

5Way

Kanan 23.0 - 30.0 59 - 94 %

6Lampung

Utara 23.0 - 32.5 59 - 94 %

7Tulang

Bawang 23.0 - 31.0 58 - 93 %

8Lampung

Tengah 23.0 - 32.0 59 - 94 %

30

Page 31: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

9 Metro 23.0 - 31.0 58 - 93 %

1

0

Lampung

Timur 23.0 - 31.0 59 - 95 %

1

1Pasawaran 23.0 - 32.0 58 - 94 %

1

2Pringsewu 23.0 - 32.0 59 - 93 %

1

3Mesuji 23.0 - 31.0 59 - 94 %

1

4Tuba Barat 23.0 - 31.0 58 - 93 %

Table 1.1

CUACA BANDARA RADIN INTEN II  

PRAKIRAAN CUACA UMUM PROPINSI LAMPUNG

 

Cuaca Temperatur Kelembaban

24.0 - 28.5 60 - 85 %

Warning  

Tabel 1.2

31

Page 32: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

2. Informasi dalam Format Gambar

a. Citra Satelit

Gambar 1.25

b. Citra Radar

Gambar 1.26

32

Page 33: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

BAB III

KESIMPULAN

Dari hasil kunjungan yang dilakukan ke stasiun BMKG Raden Inten II

pada 21 Desember 2013, dapat di ketahui bahwa Badan Meteorologi dan

Geofisika yang ada di Branti Raden Intan II tidak hanya berfungsi sebagai

pengamat cuaca guna kepentingan penerbangan tetapi selain itu juga berfungsi

sebagai stasiun koordinator BMG Lampung.  Dengan berbagai peralatan yang

cukup memadai, Badan Meteorologi dan Geofisika dapat mengetahui unsur –

unsur cuaca seperti intensitas dan lamanya penyinaran matahari, tingkat

kepolusian air dan udara, banyaknya curah hujan, tekanan udara dan lain

sebagainya yang mana untuk penerbangan. 

Alat – alat yang ada di Badan Meteorologi dan Geofisika antara lain, alat

pengukur penguapan atau eveporimeter, alat pengukur curah hujan dengan tipe

manual dan otomatis, optik theodolit, aktionograph bimetal atau alat ppengukur

intensitas radiasi matahari, Campbell stokes atau alat untuk mengetahui lamanya

penyinaran matahari, sampling udara atau alat untuk mengetahui polusi udara dan

polusi air, alat pengukur arah dan kecepatan angin, sangkar meteorology yang

mana didalamnya terdapat empat macam thermometer, barograph atau alat

pengukur tekanan udara secara otomatis, barometer atau alat pengukur kecepatan

angin, sangkar meteorology higrograf atau alat pengukur kelembaban udara,

thermohygrogaph dan lain sebagainya.

Cuaca berpengaruh terhadap penerbangan artinya jika kelembaban udara

sangat tinggi maka pesawat tidak akan bisa terbang tetapi sebaliknya, jika

kelembaban udara normal maka pesawat bisa lepas landas tanpa ada hambatan.

SARAN

33

Page 34: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

Setelah melakukan penuyusunan laporan ini, kami ingin menyampaikan

saran kepada pembaca terutama mahasiswa pendidikan geografi supaya lebih

menjaga lingkungan serta memperhatikan dan memahami berbagai unsur cuaca

yang berpengaruh dalam di lingkungan masyarakat Indonesia maupun dunia.

Dengan begitu kita akan lebih mengerti akan pentingnya peranan BMKG demi

kelangsungan kegiatan masyarakat.

34

Page 35: Isi Laporan Kunjungan Lapangan Ke Bmkg Kelompok 9

DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat

http://www.bmkg.go.id/bmkg_pusat/meteorologi/

Prakiraan_Cuaca_Propinsi.bmkg?prop=10

http://www.stametlampung.com

Praktek lapangan dan wawancara, Stasiun BMKG Raden Inten II pada 21

Desember 2013

35