Click here to load reader

ISBD kelompok 1.doc

  • View
    240

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ISBD kelompok 1.doc

KORUPSI DAN DEGRADASI MORAL BANGSA

MAKALAH

Makalh ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah umum

Ilmu Sosial Budaya Dasar

Oleh:

Ujlifatul Hajar

(121810201036)

Abdul Rosi

(121810301020)

Gepsa Apriliana

(121810301025)

Ardian Lubis

(121810301028)

Megawati Wahyu

(121810301049)

Kelas ISBD 16

UPT BSMKU

UNIVERSITAS JEMBER

2015BAB 1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Budaya merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Nilai yang terkandung dalam suatu budaya dalam masyarakat salah satunya adalah nilai etika yang berkaitan dengan baik-buruknya perilaku manusia. Nilai etika memiliki hubungan yang sangat erat dengan moral seseorang.

Di era globalisasi saat ini krisis multi dimensional telah mempengaruhi perkembangan kepribadian manusia diantaranya krisis identitas dalam diri individu, kelompok, dan masyarakat. Salah satu dampak akibat globalisasi yang tidak seimbang adalah degradasi moral seseorang. Saat ini bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan akhlak. Kondisi ini tidak hanya terjadi di kalangan remaja namun juga mewabah di kalangan intelektual, elit politik, dan para pemegang kekuasaan. Adanya degradasi moral menyebabkan menurunnya kualitas perilaku dari manusia itu sendiri. Dengan adanya degradasi moral tersebut, manusia tidak lagi berfikir serta tidak lagi memperdulikan apakah perbuatan yang dilakukan itu benar atau salah dan baik atau buruk. Dimana salah satu dampak dari degradasi moral tersebut yaitu korupsi. Korupsi merupakan sebuah perilaku yang melanggar tatanan nilai yang ada dalam masyarakat misalnya nilai kejujuran, keadilan, kebaikan, kedamaian dan lain-lain. Korupsi seharusnya menjadi fokus yang sangat penting dalam suatu negara berdasarkan hukum yang ada, karena korupsi merupakan penyakit negara yang sangat berdampak pada pembangunan, tatanan sosial dan juga politik. Oleh karena itu tindakan korupsi harus segera di hilangkan atau setidaknya berkurang di negara Republik Indonesia. Hal ini yang melatar belakangi penulisan makalah mengani korupsi dan degradasi moral suatu bangsa.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dapat diidentifikasi berdasarkan latar belakang diatas, antara lain :

a. Apa dampak yang timbul dari tindakan korupsi ? b. Bagaimana peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan mengenai korupsi ?

c. Apakah peranan pemerintah sudah efektif dan mampu mengatasi permasalahan tersebut ?1.3 TujuanBerdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penulisan makalah adalah sebagai berikut :a. Mengetahui dampak yang timbul dari tindakan korupsi.b. Mengetahui peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan mengenai korupsi c. Mengetahui peranan pemerintah dalam mengatasi permasalahan mengenai korupsi.1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi para pembaca

Makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai korupsi dan degradasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, selain itu dapat juga digunakan sebagai referensi dalam kajian ilmu sosial dan budaya dasar.

b. Bagi penulis Makalah ini dapat dijadikan sebagai sumber ilmu baru yang dapat menambah wawasan sehingga bisa dipergunakan sebagai bahan tambahan dalam perkuliahan ilmu sosial budaya dasar.

BAB 2. PEMBAHASAN1.5 Hakikat Budaya dan MoralBudaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit termasuk system agama dan politik, adat istiadat, bahasa.Namun dengan berjalannya waktu terjadi perubahan social budaya, Perubahan ini merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Perubahan social ini perlu diikuti dengan adanya penyesuaian baik unsur masyarakat maupun unsur baru.Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini akan kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia serta menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan yang buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya. Definisi kebudayaan yang disusun oleh Sir Edward Taylor (Horton, 1996:58; Harsojo, 1988:92; Soekanto, 2003:172) menyebut bahwa kebudayaan adalah kompleks keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang lain yang diperoleh oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.Tylor dalam Imran Manan (1989;19) mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitu standar tentang baik dan buruk, benar dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besar termasuk ke dalam nilai. Hal ini di lihat dari aspek penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwa pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.

Kedudukan nilai dalam setiap kebudayaan sangatlah penting, maka pemahaman tentang sistem nilai budaya dan orientasi nilai budaya sangat penting dalam konteks pemahaman perilaku suatu masyarakat dan sistem pendidikan yang digunakan untuk menyampaikan sisitem perilaku dan produk budaya yang dijiwai oleh sistem nilai masyarakat yang bersangkutan.

Moral merupakan salah satu sikap yang penting untuk menghadapi segala perubahan yang terjadi. Moral merupakan pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memilki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Berbagai persoalan dan kerusakan yang ada saat ini sesungguhnya disebabkan oleh kondisi moral dan etika masyarakat yang sudah mengalami kemerosotan atau degradasi. Kerapuhan moral dan etika bangsa ini makin terlihat jelas tatkala persoalan demi persoalan bangsa semakin hari bukan semakin hilang, tapi justru semakin meningkat tajam.Mulai dari kasus kekerasan antar kelompok, ketidakadilan sosial dan hukum, hingga budaya korup penguasa yang makin menggurita.Moral di Indonesia dapat diukur dari tingkah laku dari bangsa Indonesia itu sendiri. Tingkah laku yang dikatakan bermoral adalah tingkah laku yang menaati hukum, adat, dan agama yang berlaku. Sedangkan tingkah laku yang tidak bermoral adalah tingkah laku yang tidak mengikutu peraturan-peraturan yang ada. Beberapa contoh tingkah lagu yang tidak bermoral yag ada di masyarakat adalah masih banyaknya korupsi di Indonesia, banyaknya para remaja yang melakukan tawuran dan menggunakan narkoba.Degradasi sering diartikan sebagai penurun suatu kualitas. Dengan semakin berkembangnya jaman, kualitas moral bangsa Indonesia ini mulai menurun yang disebabkan oleh bangsa Indonesia yang kurang mampu menghadapi pengaruh dari luar negeri. Dalam hal ini bisa kita lihat dengan nyata dan fakta, baik melalui pemberitaan media televisi, koran maupun berita online. Sudah tak terhitung banyaknya pemimpin ataupun pejabat yang tersandung masalah hukum karena perbuatannya yang melawan hukum, korupsi salah satunya. 1.6 Korupsi serta Dampak yang Ditimbulkan2.2.1 Pengertian Korupsi

Korupsi memiliki banyak pengertian diantaranya:

a. Menurut Asal Kata

Korupsi(bahasa Latin:corruptiondari kata kerjacorrumpereyang bermakna busuk,rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupunpegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka (Anonim, 2015).b. Menurut Hukum di IndonesiaDari segi hukum korupsi mempunyai arti yaitu Melawan hukum, menyalahgunakan kekuasaan, memperkaya diri, dan merugikan keuangan negara. Peraturan perundang-undangan yang khusus mengatur tentang tindak pidana korupsi sudah ada.Di Indonesia sendiri, undang-undang tentang tindak pidana korupsi sudah 4 (empat) kali mengalami perubahan (Darmodiharjo, 1995).c. Menurut Para Ahli

Baharuddin Lopa mengutip pendapat dari David M. Chalmers,

Menguraikan arti istilah korupsi dalam berbagai bidang, yakni yang menyangkut masalah penyuapan, yang berhubungan dengan manipulasi di bidang ekonomi, dan yang menyangkut bidang kepentingan umum (Evi Hartanti, 2005).

Menurut Blacks Law Dictionary

Korupsi adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk memberikan suatu keuntungan yang tidak resmi dengan hak-hak dari pihak lain secara salah menggunakan jabatannya atau karakternya untuk mendapatkan suatu keuntungan untuk dirinya sendiri atau orang lain, berlawanan dengan kewajibannya dan hak-hak dari pihak lain. Pengertian korupsi kini lebih ditekankan pada pembuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas atau kepentingan pribadi atau golongan.

Menurut Prof. SubektiKorupsi adalah suatu tindak perdana yangmemperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomiannegara. Jadi, unsur dalam perbuatan korupsi meliputi dua aspek. Aspek yang memperkaya diri dengan menggunakan kedudukannya dan aspek penggunaan uang negara untuk kepentingannya. Korupsi pada hakekatnya berawal dari suatu kebiasaan (habit) yang tidak disadari oleh setiap aparat, mulai dari kebiasaan menerima upeti, hadiah, suap, pemberian fasilitas tertentu ataupun yang lain dan pada akhirnya kebiasaan tersebut lama-lama akan menjadi bibit korupsi yang nyata dan dapat merugikan keuangan negara (Anonim, 2015).2.2.2 Faktor Penyebab Terjadinya Korupsi

Korupsi dapat terjadi karena beberapa faktor yang mempen