IPT STEP 3

Embed Size (px)

Citation preview

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    1/10

    LI.3 Memahami dan menjelaskan Demam Typhoid

    LO.3.1 Definisi demam typhoid

    Demam tipoid adalah infeksi akut pada saluran pencernaan disebabkan oleh S.

    typhi. Demam pararifoid adalah penyakit sejenis yang disebabkan oleh S. paratyphi

     A, B dan C keduanya termasuk demam enterik. ejala keduanya sama namun demam

     paratifoid lebih ringan !"idoyono#$%%&'.

    LO.3.$ (tiologi demam typhoid

    Demam typoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella

    enterica sero)ar typhi !*. typhi'. +akteri ini akan mati pada pemanasan ,- o selama

     beberapa menit. Masa inkubasinya adalah 1%/$% hari.

    Manusia adalah satu/satunya penjamu yang alamiah dan merupakan reser)oir 

    untuk Salmonella typhi. +akteri tersebut dapat bertahan hidup selama berhari/hari di

    air tanah# air kolam# atau air laut dan selama berbulan/bulan dalam telur yang sudah

    terkontaminasi atau tiram yang dibekukan. 0ada daerah endemik# infeksi paling

     banyak terjadi pada musim kemarau atau permulaan musim hujan. Dosis yang

    infeksius adalah 1%3/1% organisme yang tertelan secara oral. Infeksi dapat ditularkan

    melalui makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses.

    LO.3.3 (pidemiologi

    *ejak a2al abad ke $%# insiden demam typoid menurun di *4 dan (ropa

    dengan ketersediaan air bersih dan sistem pembuangan yang baik yang sampai saat ini

     belum dimiliki oleh sebagian besar negara berkembang. *ecara keseluruhan# demam

    typoid diperkirakan menyebabkan $1# juta kasus dengan $1.,%% kematian pada

    tahun $%%%.

    Insiden demam typoid tinggi !51%% kasus per 1%%.%%% populasi per tahun'

    dicatat di 4sia Tengah dan *elatan# 4sia Tenggara# dan kemungkinan 4frika *elatan6

    yang tergolong sedang !1%/1%% kasus per 1%%.%%% populasi per tahun' di 4sia lainnya#

    4frika# 4merika Latin# dan Oceania !kecuali 4ustralia dan *elandia +aru'6 serta yang

    termasuk rendah !71% kasus per 1%%.%%% populasi per tahun' di bagian dunia lainnya.

    Di Indonesia# insiden demam typoid banyak dijumpai pada populasi yang

     berusia 3/18 tahun. *elain itu# demam typoid di Indonesia juga berkaitan dengan

    rumah tangga# yaitu adanya anggota keluarga dengan ri2ayat terkena demam typoid#

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    2/10

    tidak adanya sabun untuk mencuci tangan# menggunakan piring yang sama untuk 

    makan# dan tidak tersedianya tempat buang air besar dirumah.

    0ada tahun $%%%# diperkirakan bah2a lebih dari $.1 juta ji2a di seluruh dunia

    terjadi demam typoid# mengakibatkan $1.%%% kematian# dan bah2a lebih dari 8%9

    dari morbiditas dan kematian ini terjadi di 4sia. "alaupun peningkatan kualitas air 

    dan sanitasi merupakan solusi akhir untuk masalah ini # )aksinasi di daerah berisiko

    tinggi adalah strategi pengendalian yang potensial yang direkomendasikan oleh

    ":O. ;aktor distribusi demam typoid dipengaruhi oleh <

    1. 0enyebaran eografis dan Musim

    =asus/kasus demam typoid terdapat hampir di seluruh bagian dunia.

    0enyebarannya tidak bergantung pada iklim maupun musim. 0enyakit itu

    sering merebak di daerah yang kebersihan lingkungan dan pribadi kurang

    diperhatikan.

    $. 0enyebaran sia dan >enis =elamin*iapa saja bisa terkena penyakit ini# tidak ada perbedaan antara jenis

    kelamin lelaki atau perempuan. mumnya penyakit ini lebih sering diderita

    anak/anak. Orang de2asa sering mengalami dengan gejala yang tidak khas#

    kemudian menghilang atau sembuh sendiri.

    LO.3.? =lasifikasi demam typhoid

    LO.3., 0atogenesis demam typhoid

    Masuknya kuman Salmonella typhi ke dalam tubuh manusia terjadi melalui

    makanan yang terkontaminasi. *ebagian kuman dimusnahkan dalam lambung#

    sebagian lolos masuk kedalam usus dan selanjutnya berkembang biak. +ila respon

    imunitas humoral mukosa !Ig4' usus kurang baik# makan kuman akan menembus sel/

    sel epitel !terutama sel/M' dan selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia kuman

     berkembang biak dan di fagosit oleh sel/sel fagosit terutama oleh makrofag. =uman

    dapat hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya melalui duktus

    torasikus kuman yang terdapat di dalam makrofag ini masuk kedalam sirkulasi darah

    !mengakibatkan bakteremia pertama yang asimtomatik' dan menyebar keseluruh

    organ retikulo endotelial tubuh terutama hati dan limpa. Di organ/organ ini kuman

    meninggalkan sel/sel fagosit dan kemudian berkembang biak diluar atau ruang

    sinusoid dan selanjutnya masuk kedalam sirkulasi darah lagi !mengakibatkan

     bacteremia yang kedua kalinya' dengan disertai tanda/tanda dan gejala penyakit

    infeksi sistemik.

    =uman dapat masuk kedalam kandung empedu# berkembang biak# dan

     bersama cairan empedu diekskresikan secara intermiten kedalam lumen usus.

    *ebagian kuman dikeluarkan melalui feses dan sebagian masuk lagi ke dalam

    sirkulasi setelah menembus usus. 0roses yang sama terulang kembali# karena

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    3/10

    makrofag yang telah terakti)asi# hiperaktif6 maka saat fagositosis kuman *almonella#

    terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi yang selanjutnya akan menimbulakan

    gejala reaksi inflamasi sistemik seperti edema# malaise# malgia# sakit kepala# sakit

     perut# gangguan )ascular# mental# dan koagulasi.

    LO.3. Manifestasi demam typhoid

    Menifestasi klinis demam tifoid tergantung pada )irulensi dan daya tahan

    tubuh. *uatu percobaan pada manusia de2asa menunjukan bah2a 1%- mikroba dapat

    menyebabkan ,%9 sukarela2an menderita sakit# meskipun 1%%% mikroba juga dapat

    menyebabkan penyakit.

    ejala klinis demam typoid sangat ber)ariasi# dari gejala klinis ringan tidak 

    memerlukan pera2atan khusus sampai gejala klinis berat dan memerlukan pera2atan

    khusus. @ariasi gejala ini disebabkan faktor jalur *almonella# status nutrisi dan

    imunologik pejamu serta lama sakit di rumah.! *umarmo et al# $%1%'

    0ada minggu pertama setelah mele2ati masa inkubasi 1%/1? hari# gejala penyakititu pada a2alnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain# seperti demam

    tinggi yang berkepanjangan yaitu setinggi 38A hingga ?%A # sakit kepala#

     pusing# pegal/pegal# anoreksia# mual# muntah# batuk# dengan nadi antara &%/1%%

    kali permenit# denyut lemah# pernapasan semakin cepat dengan gambaran

     bronkitis kataral# perut kembung dan merasa tak enak# sedangkan diare dan

    sembelit silih berganti.

    • 0ada akhir minggu pertama# diare lebih sering terjadi. =has lidah pada penderita

    adalah kotor di tengah# tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. (pistaksis

    dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan meradang.

    Buam kulit !rash' umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen

    di salah satu sisi dan tidak merata# bercak/bercak ros !roseola' berlangsung 3/,hari# kemudian hilang dengan sempurna.

    • >ika pada minggu pertama# suhu tubuh berangsur/angsur meningkat setiap hari#

    yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau

    malam. 0ada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan

    tinggi !demam'. *uhu badan yang tinggi# dengan penurunan sedikit pada pagi hari

     berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita# yang semestinya nadi

    meningkat bersama dengan peningkatan suhu# saat ini relatif nadi lebih lambat

    dibandingkan peningkatan suhu tubuh. mumnya terjadi gangguan pendengaran#

    lidah tampak kering# nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun# diare

    yang meningkat dan ber2arna gelap# pembesaran hati dan limpa# perut kembung

    dan sering berbunyi# gangguan kesadaran# mengantuk terus menerus# dan mulai

    kacau jika berkomunikasi.

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    4/10

    • 0ada minggu ketiga suhu tubuh berangsur/angsur turun# dan normal kembali di

    akhir minggu. :al itu terjadi jika tanpa komplikasi atau berhasil diobati. +ila

    keadaan membaik# gejala/gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun.

    Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi

    cenderung untuk terjadi# akibat lepasnya kerak dari ulkus. *ebaliknya jika keadaan

    semakin memburuk# dimana septikemia memberat dengan terjadinya tanda/tandakhas berupa delirium atau stupor# otot/otot bergerak terus# inkontinensia al)i dan

    inkontinensia urin. Tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri

     perut. 0enderita kemudian mengalami kolaps. >ika denyut nadi sangat meningkat

    disertai oleh peritonitis lokal maupun umum# maka hal ini menunjukkan telah

    terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin# gelisah# sukar bernapas# dan

    kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan.

    Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya

    kematian penderita demam typoid pada minggu ketiga.

    Minggu keempat merupakan stadium penyembuhan meskipun pada a2al minggu ini

    dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis )ena femoralis. 0ada

    mereka yang mendapatkan infeksi ringan dengan demikian juga hanya menghasilkan

    kekebalan yang lemah# kekambuhan dapat terjadi dan berlangsung dalam 2aktu yang

     pendek. =ekambuhan dapat lebih ringan dari serangan primer tetapi dapat

    menimbulkan gejala lebih berat daripada infeksi primer tersebut. *epuluh persen dari

    demam typoid yang tidak diobati akan mengakibatkan timbulnya relaps.

    LO.3.- 0emeriksaan demam typhoid

    Diagnosis demam tifoid ada beberapa metode yaitu diagnosis klinik# diagnosis

    mikrobiolgik !kultur' dan diagnosis serologik. Cang merupakan pemeriksaan atau

    diagnosis gold standart demam tifoid dengan diagnosis mikrobiologik yaitu kultur

    darah# faeses# urin dan sum/sum tulang penderita demam tifoid !=arsinah et al # 188?'.

    +erikut beberapa pemeriksaan laboratorium <

    a. 0emeriksaan Mikrobiologi !kultur'

    Metode diagnosis mikrobiologik atau kultur merupakan gold standart untuk diagnosis

    demam tifoid. *pesifikasinya lebih dari 8%9 pada penderita yang belum diobati#

    kultur darahnya positif pada minngu pertama. >ika sudah diobati hasil positif menjadi

    ?%9 namun pada kultur sum/sum tulang hasil positif tinggi 8%9. 0ada minggu

    selanjutnya kultur tinja dan urin meningkat yaitu &,9 dan $,9# berturut/turut positif

     pada minggu ke/3 dan ke/?. *elama 3 bulan kultur tinja dapat positif kira/kira 39

    karena penderita tersebut termasuk carrier kronik. arrier kronik sering terjadi pada

    orang de2asa dari pada anak/anak dan lebih sering pada 2anita daripada laki/laki

    !=arsinah et al.# 188?'.

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    5/10

     b. 0emeriksaan =linik !darah'

    a. :itung lekosit total pada demam tifoid menunjukkan lekopenia# kemungkinan

    3.%%% sampai &.%%% per mm kubik.

     b. :itung jenis lekosit < =emungkinan limfositosis dan monositosis !>ulius#188%' .

    c. 0emeriksaan *erologi

    1. "idal test

    Merupakan uji yang medeteksi anti bodi penderita yang timbul pada minggu pertama.

    ji ini mengukur adanya antibodi yang ditimbulkan oleh antigen O dan : pada

    Salmonella sp. !>ulius# 188%'. :asil bermakna jika hasil titer O dan : yaitu 1a2et et al # $%%&'. *ebagian besar rumah sakit di Indonesia menggunakan uji

    2idal untuk mendiagnosis demam tifoid !Mulia2an et al # 1888'

    $. IDL TubeEF test

    TubeEF test pemeriksaan yang sederhana dan cepat. 0rinsip pemeriksaannya adalah

    mendeteksi antibodi pada penderita. *erum yang dicampur 1 menit dengan larutan 4.=emudian $ tetes larutan + dicampur selama 1$ menit. Tabung ditempelkan pada

    magnet khusus. =emudian pembacaan hasil didasarkan pada 2arna akibat ikatan

    antigen dan antibodi. Cang akan menimbulkan 2arna dan disamakan dengan 2arna

     pada magnet khusus !":O# $%%3'.

    3. TyphidotF test

    ji serologi ini untuk mendeteksi adanya Ig dan IgM yang spesifik untuk S. typhi.ji ini lebih baik dari pada uji "idal dan merupakan uji Enzyme Immuno Assay !(I4'

    ketegasan !-,9'# kepekaan !8,9'. *tudi e)aluasi juga menunjukkan Typhidot-M®

    lebih baik dari pada metoda kultur. "alaupun kultur merupakan pemeriksaan gold

    standar. 0erbandingan kepekaan Typhidot-M® dan metode kultur adalah 5839.

    Typhidot-M® sangat bermanfaat untuk diagnosis cepat di daerah endemis demam

    tifoid !":O# $%%3'.

    ?. IgM dipstick test

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    6/10

    0engujian IgM dipstick test demam tifoid dengan mendeteksi adanya antibodi yang

    dibentuk karena infeksi S. typhi dalam serum penderita. 0emeriksaan IgM dipstick

    dapat menggunakan serum dengan perbandingan 1

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    7/10

    khloramfenikol suksinat yg akan

    dihidrolisis dalam jaringan dan

    membebaskan kloramfenikol.

    Masa paruh eliminasi pada orang de2asa 3 jam. 0d bayi 7 $minggu $? jam.

    Dalam darah ,% 9 terikat albumin.

    Terdistribusi scr baik  Dalam hati# mengalami konjugasi dg asam glukuronil transferase.

    Dlm $? jam# &%/8%9 ekskresi melalui ginjal.

    +entuk aktif filtrasi glomerolus.

    Metabolitsekresi tubulus

    LO.?.$ ;armako dinamik

    %#, gram tiap jam. (fek samping yang bisa muncul berupa anoreksia#

    mual #muntah# dan sifat toksis terhadap hepar.*0IB4MCIH*piramycim punya

    spectrum yang sama dengan erythromycin namun lebihl e m a h .

    = e u t u n g a n n y a a d a l a h d a y a p e n e t r a s i y a n g k u a t d i j a r i n g a n

    m u l u t # tenggorokan dan saluran nafas sehingga sering digunakan untuk I*04 yang

    sukar dicapai dengan antibiotik lain.

    LO ?.? Indikasi dan kontradiksi

    Indikasi<

    1.=loramfenikol merupakan obat pilihan untuk penyakit tifus# paratifus dansalmonelosis lainnya.

    $.ntuk infeksi berat yang disebabkan oleh :. influenae !terutama infeksi

    meningual'# rickettsia# lymphogranuloma/psittacosis dan beberapa bakteri gram/

    negatif yang menyebabkan bakteremia meningitis# dan infeksi berat yang lainnya.

    =ontra Indikasi<

    0enderita yang hipersensitif atau mengalami reaksi toksik dengan kloramfenikol.

    >angan digunakan untuk mengobati influena# batuk/pilek# infeksi tenggorokan# atau

    untuk mencegah infeksi ringan.

    ara =erja<

    =loramfenikol adalah antibiotik yang mempunyai aktifitas bakteriostatik# dan pada

    dosis tinggi bersifat bakterisid. 4kti)itas antibakterinya dengan menghambat sintesa

     protein dengan jalan mengikat ribosom subunit ,%*# yang merupakan langkah penting

    dalam pembentukan ikatan peptida. =loramfenikol efektif terhadap bakteri aerob

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    8/10

    gram/positif# termasuk *treptococcus pneumoniae# dan beberapa bakteri aerob gram/

    negatif# termasuk :aemophilus influenae# Heisseria meningitidis# *almonella#

    0roteus mirabilis# 0seudomonas mallei# 0s. cepacia# @ibrio cholerae# ;rancisella

    tularensis# Cersinia pestis# +rucella dan *higella.!

    http

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    9/10

    c. 0ada Salmonella enterica serotype typhi bergerak positif# reaksi fermentasi terhadap

    manitol dan sorbitol positif dan memberikan hasil negatif pada reaksi indol# DHase#

    fenilalanin# deaminase# urease# @oges 0roskauer# reaksi fermentase terhadap sukrose#

    laktose# adonitol serta tidak tumbuh dalam larutan =H.

    d. *ebagian besar isolat Salmonella enterica serotype typhi membentuk sedikit :$*

    e. 0ada agar Salmonella Shiella !**'# (ndo , (M+ dan Mac/onkey koloni kuman

     berbentuk bulat# kecil dan tidak ber2arna# sedangkan pada agar "ilson/+lair koloni

    kuman ber2arna hitam.

    LO. $. 3 Transmisi Salmonella enterica

    Demam tifoid disebabkan oleh Salmonella typhi yang merupakan basil ram/

    negatif# mempunyai flagel# tidak berkapsul# tidak membentuk spora# fakulatif anaerob#

    =ebanyakan strain meragikan glukosa# manosa dan manitol untuk menghasilkan asam

    dan gas# tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa.

    Organisme Salmonella typhi tumbuh secara aerob dan mampu tumbuh secara

    anaerob fakultatif. =ebanyakan spesies resisten terhadap agen fisik namun dapat

    dibunuh dengan pemanasan sampai ,?#? o !13% o;' selama 1 jam atau % o !1?% o

    ;' selama 1, menit. *almonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu yangrendah selama beberapa hari dan dapat bertahan hidup selama berminggu/minggu

    dalam sampah# bahan makanan kering dan bahan tinja.

    Mikroorganisme dapat ditemukan pada tinja dan urin setelah 1 minggu demam

    !hari ke/& demam'. >ika penderita diobati dengan benar# maka kuman tidak akan

    ditemukan pada tinja dan urin pada minggu ke/?. 4kan tetapi# jika masih terdapat

    kuman pada minggu ke/? melalui pemeriksaan kultur tinja# maka penderita

    dinyatakan sebagai carrier .

    *eorang carrier biasanya berusia de2asa# sangat jarang terjadi pada

    anak. =uman Salmonella bersembunyi dalam kandung empedu orang de2asa.

    >ika carrier tersebut mengonsumsi makanan berlemak# maka cairan empedu

    akan dikeluarkan ke dalam saluran pencernaan untuk mencerna lemak#

     bersamaan dengan mikroorganisme !kuman Salmonella'. *etelah itu# cairan

    empedu dan mikroorganisme dibuang melalui tinja yang berpotensi menjadi

    sumber penularan penyakit.

    0rinsip penularan penyakit ini adalah melalui fekal/oral. =uman berasal dari

  • 8/19/2019 IPT STEP 3

    10/10

    tinja atau urin penderita atau bahkan carrier !pemba2a penyakit yang tidak sakit'

    yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui air dan makanan. Mekanisme makanan

    dan minuman yang terkontaminasi bakteri sangat ber)ariasi. 0ernah dilaporkan di

     beberapa negara bah2a penularan terjadi karena masyarakat mengonsumsi kerang/

    kerangan yang airnya tercemar kuman. =ontaminasi dapat juga terjadi pada sayuran

    mentah dan buah/buahan yang pohonnya dipupuk dengan kotoran manusia. @ektor

     berupa serangga !antara lain lalat' juga berperan dalam penularan penyakit.

    =uman Salmonella dapat berkembang biak untuk mencapai kadar infektif dan

     bertahan lama dalam makanan. Makanan yang sudah dingin dan dibiarkan di tempat

    terbuka merupakan media mikroorganisme yang lebih disukai. 0emakaian air minum

    yang tercemar kuman secara massal sering bertanggung ja2ab terhadap terjadinya

    =ejadian Luar +iasa !=L+'.

    *elain penderita tifoid# sumber penularan utama berasal dari carrier . Di daerah

    endemik# air yang tercemar merupakan penyebab uatama penularan penyakit. 4dapun

    di daerah non/endemik# makanan yang terkontaminasi oleh carrier dianggap paling

     bertanggung ja2ab terhadap penularan.