Intervensi Keperawatan Seminar

  • View
    103

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

intervensi

Text of Intervensi Keperawatan Seminar

INTERVENSI KEPERAWATANNoDiagnosa keperawatanTujuanKriteria hasilIntervensi keperawatanRasional

1.Gangguan perfusi jaringan serebral serebral

Gangguan perfusi jaringan serebral dapat diminimalkan Setelah dilakukan tindakan keperawatan 4x24 jam

Indikator:1. menunjukkan perfusi jaringan membaik TD dalam batas normal, tidak ada keluhan sakit kepala.2. Tanda-tanda vital stabil3. Tidak menunjukkan adanya gangguan perfusi meliputi disorientasi, kebingungan, maupun nyeri kepala1. Kaji sirkulasi perifer secara komprehensif (nadi perifer, edema, CRT, warna, dan suhu ekstremitas)2. Kaji kondisi ekstremitas meliputi kemerahan, nyeri, atau pembengkakan3. Hindarkan cedera pada area dengan perfusi yang minimal4. Hindarkan klien dari posisi trendelenberg yang meningkatkan TIK5. Hindarkan adanya penekanan pada area cedera6. Pertahankan cairan dan obat-obatan sesuai program1. Mengetahui status sirkulasi perifer dan adanya kondisi abnormal pada tubuh2. Mengetahui adanya perubahan akibat gangguan sirkulasi perifer3. Menghindari cedera untuk meminimalkan luka4. Posisi trendelenberg akan meningkatkan TIK sehingga memperparah kondisi klien5. Mengurangi penekanan agar perfusi tidak terganggu6. Obat-obatan untuk meningkatkan status perfusi

2.Bersihan jalan napas tak efektif b/d penumpukan secret; ketidakmampuan sekresi mukus, upaya batuk buruk.Bersihan jalan nafas menjadi efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam

NOC :Respiratory statusIndikator:1. Frekuensi pernafasan dalam rentang normal2. Menunjukkan kemampuan untuk mengeluarkan sekret3. Tidak terdengar suara nafas tambahan ronkhi

NIC : Airway Management1. Kaji fungsi pernapasan (bunyi napas, kecepatan, irama, kedalaman dan penggunaan otot asesori)2. Kaji kemampuan mengeluarkan sekresi, catat karakter, volume sputum dan adanya hemoptisis3. Berikan posisi semi/fowler tinggi dan bantu pasien latihan napas dalam dan batuk yang efektif.4. Pertahankan asupan cairan sedikitnya 2500 ml/hari kecuali tidak diindikasikan5. Bersihkan sekret dari mulut dan trakea, bila perlu lakukan penghisapan (suction)6. Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi seperti agen mukolitik, bronkodilator dan kortikosteroid.1. Penurunan bunyi napas menunjukkan menunjukkan akumulasi sekret dan ketidakefektifan pengeluaran sekresi2. Pengeluaran sulit bila sekret sangat kental

3. Posisi memaksimalkan ekspansi paru dan menurunkan upaya bernapas4. Hidrasi yang adekuat membantu mengencerkan sekret 5. Mencegah obstruksi dan aspirasi. Penghisapan diperlukan bila pasien tidak mampu mengeluarkan secret6. Obat untuk membersihkan jalan nafas sesuai indikasi klien

3.Ketidakefektifan pola nafas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam pola nafas menjadi efektif

1. Menunjukkan jalan nafas yang paten2. Tanda vital dalam rentang normal

1. Buka jalan nafas2. Posisikan pasien3. Pasang mayo4. Berikan oksigen5. Lakukan suction1. mematenkan jalan nafas2. memaksimalkan ventilasi3. mencegah lidah jatuh ke belakang4. memudahkan pasien bernafas5. membersihkan sekret di jalan nafas

4Hipertermi bd. Inflamasi pada hepar

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam suhu tubuh pasien normal

Suhu tubuh dalam batas normal dengan kreiteria hasil:1. Suhu 36 37C1. Nadi dan RR dalam rentang normal1. Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyamanNIC :1. Monitor suhu 2. Monitor warna dan suhu kulit3. Monitor tekanan darah, nadi dan RR4. Monitor penurunan tingkat kesadaran5. Kolaborasi pemberian anti piretik6. Anjurkan pasien memakai baju yang tipis dan longgar7. Berikan cairan intravena8. Kompres pasien pada lipat paha dan aksila9. Tingkatkan sirkulasi udara10. Tingkatkan intake cairan dan nutrisi

1. Menentukan suhu badan teraktual2. Menganalisa hipertermi yang dialami3. Hipertermi dapat mempengaruhi keadaan tanda vital pasien4. Menganalisa keadaan pasien5. Menurunkan hipertermi6. Mengurangi penguapan7. Membantu meningkatkan asupan cairan dalam tubuh memiminimalkan hipertermi8. Thermoregulasi tubuh mengirim impuls ke hipotalamus9. Melancarkan sirkulasi udara, mencegah penguapan10. Membantu meningkatkan asupan cairan dalam tubuh memiminimalkan hipertermi

5.Defisit perawatan diri berhubungan dengan gangguan fungsi ektremitas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam jam, perawatan diri pasien terpenuhi

indikatorPasien dapat berpartisipasi pada aktivitas sehari-hari dalam meningkatkan perawatan dirinya

1. Kaji kemampuan klien2. Bantu pasien dalam personal hygiene3. Bekerjasama dengan klien untuk memprioritaskan tugas-tugas merawat diri4. Berikan motivasi dalam perawatan diri sesuai kondisi klien5. Dorong atau gunakan teknik penghematan energi seperti dudukdalam melakukan aktivitas dan peningkatan bertahap.6. Libatkan keluarga dalam perawatan klien

7. Kondisi dasar dapat menentukan kekurangan ataukebutuhan8. untuk meningkatkan kontrol pasien dan kesehatan diri9. meningkatkan kemampuan dalam perawatan diri10. meningkatkan harga diri, meningkatkan rasa kontrol dankemandirian11. menghemat energi atau menurunkan kelemahan danpeningkatan kemampuan klien12. untuk pencapaian hasil yang maksimal harus ada partisipasiaktif anggota keluarga dan untuk mengukur derajatdari kemandirian pasien

6Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan fraktur terbuka, pembedahan

Tujuan:Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan kerusakan integritas jaringan teratasi

Kriteria hasil:1. Penyembuhan luka sesuai waktu2. Tidak ada laserasi, integritas kulit baik1. Kaji ulang integritas luka dan observasi terhadap tanda infeksi atau drainae2. Monitor suhu tubuh3. Lakukan perawatan kulit pada patah tulang yang menonjol4. Lakukan alih posisi dengan sering, pertahankan kesejajaran tubuh5. Pertahankan sprei tempat tidur tetap kering dan bebas kerutan6. Kolaborasi pemberian antibiotik.1. Mengetahui kondisi luka pasien, kulit cenderung rusak karena perubahan sirkulasi perifer , serta mengatisipasi adanya infeksi2. Salah satu tanda infeksi adalah meningkatnya suhu tubuh 3. Mempercepat penyembuhan luka4. Reposisi mengurangi adanya komplikasi dekubitus5. Memberikan kenyamanan pada kulit dan mencegah terjadinya infeksi sekunder6. Mempercepat penyembuhan

7Risiko infeksi NOC:Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam infeksi dapat dihindariNOC:Immune status, Risk contol1. Pasien mampu mampu mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi2. TTV dalam batas normalInfection control1. Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain2. Batasi pengunjung3. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan4. Beri penjelasan kepada pasien tanda dan gejala infeksi1. mencegah infeksi silang2. Membatasi pemajanan3. mencegah kontaminasi silang4. meningkatkan pengetahuan

8Resiko cedera

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam tidak mengalami cedera

Kriteria Hasil :1. klien terbebas dari cedera2. klien mampu mencegah cedera3. klien mampu menggunakan fasilitas kesehatan yang adaNIC : environment management 1. sediakan lingkungan yang aman untuk pasien2. anjurkan keluarga menemani pasien3. pasang side rail disamping tempat tidur4. batasi pengunjung5. pindahkan barang-barang yang dapat membahayakan1. mencegah terjadinya cedera2. memberikan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu pada pasien3. mencegah terjadinya cedera4. memberikan kenyamanan pada pasien5. mencegah terjadinya cedera