Intervensi Keperawatan

  • View
    20

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bbgj

Text of Intervensi Keperawatan

A. Intervensi Keperawatan1. Intervensi HIVa. Dx 1 : Kerusakan penyesuaianKriteria hasil : 1) Menyatakan memahami proses penyakit2) Mendemonstrasikan peningkatan rasa percaya dan partisipasi dalam menggambarkan rencana tindakan3) Melakukan perubahan gaya hidup yang akan memungkinkan adanya adaptasi terhadap situasi kehidupan yang sekarangIntervensi :IntervensiRasional

Mandiri1. Evaluasi kemampuan pasien untuk memahami kejadian dan situasi, dan menilai situasi secara realistis.

2. dorong untuk mengungkapkan perasaan, reaksi penolakan, syok dan rasa takut.

3. Lawan pikiran pikiran yang tidak wajar dan susun ke dalam pernyataan pernyatan yang positif, mis., anda tahu mengapa virus itu akan membunuh saya, saya patut mati karena perbuatan saya.

4. Tentukan sumber sumber atau program - program yang ada

5. Kaji sistem sosial serta adanya dukungan, persepsi tentang kehilang, dan stesor

6. Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam kelompok pendukung

7. Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam kelompok pendukung

8. Dorong pasien untuk berpartisipasi dalam kelompok pendukung

9. Beri tahu pasien mengenai interaksi antara obat-obatan, HIV dan emosional

10. Dorong penggunaan kontinu dan pembaruan penggunaan strategi koping efektif yang di kenal

11. Gali dan praktikan penggunaan strategi bkoping baru dan berbeda

12. Bantu pasien menggunakan kata rasa humor untuk mengatasi rasa stigma dari penyakit

13. Kuatkan struktur kehidupan sehari-hari. Masukkan latihan sebagai latihan rutin.

14. Bantu pasien untuk menentukan batas-batas periilaku untuk pengungkapan

15. Bantu pasien untuk mengubah rasa marahke aktivitas-aktivitas yang sehat

16. Informasikan pasien mengenai kemajuan medis atau pengobatan terbaru

Kolaborasi1. Rujuk pada praktisi perawat/spesiali sklinis, psikolog, pekerja sosisl tentang pengetahua HIVMandiri1. Memberikan data dasar untuk mengemvbangkan rencana tindakan2. Penting untuk menyampaikan rasa percaya dalam tentang pada rasa takut/percaya pasien secara umum. Perkiraan masa depan berfokus pada aspek-aspek negatif yang mungkin terjadi.3. Virus tersebut mungkin membunuh anda atau mungkin tidak demikian. Ini tidak cukup pandai untuk menentukan kapan anda akan meninggal4. Hentikan pikiran tidak wajar dan lawan ide ide pasien yang tidak menghargai diri sendiri5. Perilaku adiktif, kemampuan obat-obat IV untuk mendapat hasil yang bersih, mitos mitos seksual, persepsi-persepsi tentangpenggunaan kondom dapat di berikan.6. Pas ngan, teman dan keluarga akan memiliki respons respons individual, tergantung dari pnerima gayahidup orang tersebut, pengetahuan tentang penularan HIV, dan kepercayaan terhadap mitos7. Dukungan jangka panjang pentinguntuk menghadapi sesuatu dan koping secara efektif dan realistis8. Perilaku sosial mungkin di gunakan untuk mengekspresikan perawatan serta merasa berhubungan dan kurang merasa kespian9. Kelelahan dan depresi dapat menjadi efek samping dari obat-obatan sama dengan infeksi itu sendiri. Pengetahuan yang di berikan dalam waktu singkat dapat membantu dalam pemilihan berdasarkan informasi/kerja sama dan meningkatkan harapan.10. Pasien di dukung dan di beri dorongan untuk perilaku masa lalu yang efektif. Penggunaan positif akan meningkatkan rasa percaya diri11. Menggunakan strategi baru mungkin tidak menyenangkan namun dapat melatih perkembangan rasa percaya diri12. Humor menutupi rasa kerahasiaan individu, dapat menempatkan pada HIV13. Rutinitas membantu seseorang untuk tetap berkonsentrasi. Latihan akan meningkatkan rasa sehat14. Kebutuhan akan cinta, kenyamanan dan rasa persahabatan yang telah di penuhi melalui ekspresi seksual perlu di penuhi melalui cara cara lain yang memberikan penurunanresiko terhadap penularan HIV15. Peningkatan rasa marah dapat di gunakan untuk menyempurnakan hal hal lain dan meningkatkan rasa percaya diri16. Meningkatkan harapan dan membantu pasien untuk membuat keputusanKolaborasi1. Mungkin di perlukan bantuan tambahan untuk menyelesaikan situasi yang rumit.

b. Dx 2 : Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhKriteria hasil :1) Mempertahankan masa otot adekuat2) Mempertahankan berat antara 0,9 1,35 kg dari berat sebelum sakit3) Menunjukan nilai laboraturium dalam batas normal4) Melaporkan perbaikan tingkat energyIntervensi :IntervensiRasional

Mandiri1. Tentukan berat badan umum sebelum pasien di diagnosa hiv

2. Buat ukuran antropometrik baru

3. Tentukan pola diet/masukan pasien yang tepat dan pengetahuan akan nutrisi

4. Didkusikan/catan efek-efek samping obat-obatan terhadap nutrisi

5. Sediakan informasi mengenai nutrisi dengan kandungan kalori, vitamin, protein, mineral tinggi. Bantu pasien merencankan cara untuk mempertahankan / menentukan masukan

6. Tekankan pentingnya mempertahankan keseimbangan / pemasukan nutrisi adekuat

7. Bantu pasien untuk merumuskan rncana diet

8. Anjurkan lingkungan yang mendukung untuk makan, mis., menghindari aroma masakan jika menggangu, menjaga ventilasi ruangan, memindahkan rangsang cemas, anjurkan menggunakan bumbu, mengasinkan daging sebelum memamsak, dan/atau mengganti sumber protein lainnya untuk daging merah

Kolaborasi1. Konsultasikan dengan ahli diet

2. Memantau nilai laboraturium, mis., ht,hb,albumin, kalium, natriumMandiri1. Penurunan berat badan dini bukan ketentuan pasti grafik berat badan dan tinggi badan normal. Karenanya, penentuan berat badan terakhir dalam hubungannya dengan berat badan pradiagnosis lebih bermanfaat2. Membantu memantau penurunan dan menentukan kebutuhan nutrisi sesuai perjalanan penyakit3. Identifikasi dari faktoe-faktor ini dapat membantu untuk merencanakan kebutuhan individu. Pasien dengan infeksi hiv telah menunjukan devisit mineral renik zink, magnesium, selenium. Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan dapat menggangu masukan adekuat.4. Umumnya obat-obatan yang digunakan menyebabkan anoreksia dan mual/muntah ; beberapa mempengaruhi produksi sdm sumsum tulang.5. Memiliki informasi ini dapat membantu pasien memahami pentingnya diet seimbang. Sebagian pasien mungkin akan mencoba diet makrobiotik maupun diet jenis lain dengan kepercayaan bahwa disre di sebabkan oleh ketidak seimbangan laktosa. Menghilangkan produk unggas mempunyai efek efek penentu bila komponen-komponen ini tidak di gantikan6. Pasien mungkin akan kecewa dengan perubahan status dan menemukan kesulitan makan. Mengetahui pentingnya masukan nutrisi untuk mempertahankan kesehatan, dapat memotivasi pasien untuk mempertahankan diet yang tepat7. Memberikan bantuan dan umpan balik selama meningkatkan rasa kontrol, menigkatkan rasa percya diri dan kemungkinan meningkatkan pemasukan8. Memperbaii pemasukan nutrisi, obat obatan dan penyakit dapat mengubah indera penciuman dan pengecap. Pasien dapat mengembangkan keengganan terhadp daging merah

Kolaborasi1. Memberikan bantuan dalam merencanakan diet nutrisi untuk memenuhi kebutuhan individu2. Meskipun masukan nutrisi adekuat, terjadi fluktuasi dan pemberian makan tambahan ataupun vitamin mungkin di perlukan untuk mencegah penyimpangan lebih lanjut

c. Dx 3 : Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatanKriteria Hasil : 1) mengungkapkan pemahaman tentang kondisi /proses penyakit dan tindakan 2) mengidentifikasikan hubungan antara tanda-tanda/gejala-gejala terhadap proses penyakit dan menghubungkan gejala dengan faktor-faktor penyebab3) melakukuan perubahan gaya hidup yang sesuai4) berpartisipasi dalam aturan perawatanIntervensi :IntervensiRasional

Mandiri 1. Tentukan pemahaman saat ini dan persepsi terhadap diagnosa, diskusikan perbedaan antara HIV positiv dan AIDS.2. Kaji kemampuan emosional untuk mengasimilasikan infoormasi dan memahami instruksi. Hargai kebutuhan pasien untuk menggunakan tehnik koping atau menyangkal pada awalnya.3. Kaji potensial terhadap perilaku yang tidak sesuai atau perilaku resiko tinggi : penyahgunaan obat IV terus menerus, praktek seksual tak aman.4. Berikan informasi mengenai respon atau sistem imun normal dan bagaimana efek dari HIV, penyyebaran virus, perilaku atau factor-factor yang di yakina dapat meningkatkan kemungkinan progresifitas penyakit. Dorong pasien untuk mengajukan pertanyaan.5. Berikan informas yang realistis dan optimis selama setiap kontak dengan pasien6. Rencanakan perttemuan-pertemuan yang singkat untuk memberi informasi tambahan.7. Tinjau ulang tanda-tanda atau gejal yang mungkin menjadi kosekuensi terjadi infeksi HIV yaitu demam sedang yang terus menerus, anoreksia, penurunan berat badan, kelelahan, berkeringat pada malam hari, diare, batuk kering, kemerahan sakit kepala dan gangguan tidur.8. Diskusikan tanda-tanda dan gejala yang membutuhkan evaluasi medis.9. Tekankan perlunya memperaktikan seks yang leboh aman dan juga menekankan perlunya menghindari penggunaan obat-obat IV terlarang10. Diskusikan prubahan aktif dalam perilaku seksual dimana pasien dapat embuatnya rasa pemuas kebutuhan seksual dan di rancang untuk mencegah penularan11. Berikan informasi mengenai perubahan gaya hidup yang sesuai dan faktor-faktor yang membantu mempertahankan kesehatan12. Hindari kelompok dan masyarakat yang terinfeksi13. Berlatih sampai batas kemampuan, mengubah masa istirahat dengan aktifitas dan tidur adekuat14. Makan secara teratur, meskipun jika nafsu makan berkurang15. Jaga kesehatan oral dan gunakan sikat gigi yang halus, pemeriksaan mulut terhadap luka secara teratur, lapisan mulut atau perubahan warna, lakukan pengecekan gigi setiap 6 bulan sekali.16. Periksa kulit terhadap ruam, memar, kerusakan integritas kulit17. Tekankan pentingnya perawaran evaluasi18. Diskusikan strategi penatalaksanaan terhadap gejala-gejala dan tanda-tanda yang terus menerus19. Tinjau ulang terapi obat-obatan, efek samping, dan reaksi yang merugikan sebagaimana diperlukan20. Berikan informa