Insektisida nabati atau insektisida botani vektor_sem7.pdf · PIRETRUM dan AGLAIA (PACAR CINA) 2.

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Insektisida nabati atau insektisida botani vektor_sem7.pdf · PIRETRUM dan AGLAIA (PACAR CINA) 2.

  • Insektisida nabati atau insektisida botani adalahbahan alami yang berasal dari tumbuhan yangmempunyai kelompok metabolit sekunder yangmengandung beribu-ribu senyawa bioaktif sepertialkaloid, fenolik dan zat kimia sekunder lainnya.

    Insektisida nabati merupakan bahan alami, bersifatmudah terurai di alam (biodegradable)sehingga tidakmencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusiakarena residunya mudah hilang.

    Senyawa yang terkandung dalam tumbuhan dandiduga berfungsi sebagai insektisida diantaranyaadalah golongan sianida, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, minyak atsiri dan steroid (Kardinan, 2000).

  • KEUNGGULAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA

    NABATI

    Insektisida nabati tidak atau hanya sedikit

    meninggalkan residu pada komponen lingkungan

    dan bahan makanan sehingga dianggap lebih

    aman daripada insektisida sintesis/kimia.

    Zat pestisidik dalam insektisida nabati lebih

    cepat terurai di alam sehingga tidak

    menimbulkan resistensi pada sasaran.

  • Dapat dibuat sendiri dengan cara yang sederhana. Teknik untuk menghasilkan bahaninsektisida nabati dapat dilakukan denganpenggerusan, penumbukan, pembakaran, ataupengepresan untuk menghasilkan produk berupatepung, abu, atau pasta. Kemudian dilakukanperendaman untuk produk ekstrak, selanjutnyaekstraksi dengan menggunakan bahan kimiapelarut disertai perlakuan khusus.

    Secara ekonomi tentunya akan mengurangi biayapembelian insektisida

  • KELEMAHAN

    Frekuensi penggunaan insektisida nabati lebih tinggi dibandingkandengan insektisida sintetis. Tingginya frekuensi penggunaninsektisida botani adalah karena sifatnya yang mudah terurai dilingkungan sehingga harus lebih sering diaplikasikan.

    Insektisida nabati memiliki bahan aktif yang kompleks (multiple active ingredient) dan kadang kala tidak semua bahan aktifdapat dideteksi

    Tanaman insektisida nabati yang sama, tetapi tumbuh di tempatyang berbeda, umur tanaman berbeda, iklim berbeda, jenis tanahberbeda, umur tanaman berbeda, dan waktu panen yang berbeda mengakibatkan bahan aktifnya menjadi sangatbervariasi.

  • KELOMPOK TUMBUHAN INSEKTISIDA

    NABATI (DISKUSI KELOMPOK)

    1. PIRETRUM dan AGLAIA (PACAR CINA)

    2. BABADOTAN dan BENGKOANG

    3. BITUNG dan JERINGAU

    4. SAGA dan SERAI

    5. SIRSAK dan SRIKAYA

    6. KAMALAKIAN dan SUREN

  • 1. PIRETRUM (CHRYSANTHEMIUM)

    Bagian yg digunakan : bunga dibuat tepung

    sebagai insektisida (dengan ditumbuk)

    Kandungan aktif: piretrin (racun syaraf)

    Makin tinggi tanaman ditanam makin tinggi

    piretrin

    Dosis : konsentrasi 0,5% dp membunuh > 90%

    dalam 24 jam

  • 2. AGLAIA (PACAR CINA)

    Daun sebagai insektisida

    dihaluskan dan dicampur dengan

    pelarut

    Rasanya pahit obat penghilang

    bau badan, diare, luka,

    perdarahan saat datang bulan

    Buah sebagai obat gatal

    Kandungan aktif minyak atsiri,

    alkaloid, saponin, flavonoid, dan

    tanin

  • 3. BABADOTAN

    Daun dihaluskan

    Khasiat lainnya obat luka baru, wasir, sakit dada, mata, dan perut

    Akar dapat untuk obat demam

    Kandungan daun & bunga (saponin, flavonoid, polifenol), daun (minyak atsiri)

    Daun yg diekstrak dg etanol efektifthd serangga

    Tepung daun+tepung terigu menghambat perkembangan larva mjdpupa

  • 4. BENGKOANG

    Biji ditumbuk

    Mengandung bahan tosik thd

    serangga

    Pachyrrhizid golongan rotenoid

    (menghambat metabolisme &

    mempengaruhi sistem saraf)

    Serangga yg teracuni bisa mati

    karena kelaparan ( kelumpuhan di

    bagian mulut)

  • 5. BITUNG(BARRINGTONIA ACUTANGULA)

    Biji dikeringkan dibuat tepung

    dicampur dengan pelarut

    Kandungan saponin dan

    triterpenoids

    Manfaat:

    1. Racun ikan

    2. Racun perut u/ serangga

    3. Menghambat pertumbuhan

    larva pupa

    4. Menurunkan produksi telur

    serangga

  • 6. JERINGAU (ACORUS CALAMUS L)

    Rimpang jeringau dapat digunakan sebagai

    bahan insektisida yang bekerja sebagai

    repellent (penolak serangga), antifeedant

    (penurun nafsu makan), dan antifertilitas

    (pemandul).

    Tepung rimpang jerungau dengan konsentrasi

    3-5% berpengaruh terhadap mortalitas

    serangga Sitophilus sp. Rimpang jeringau

    bisa juga dimanfaatkan untuk membasmi

    bberapa jenis kutu, rayap dan walang sangit.

  • 7. SAGA

    Biji insektisida, dengan

    dihaluskan

    Sebagai obat tradisional

    batuk, sariawan, sakit

    tenggorokan

    Kandungan aktif tanin &

    toksalbumin yg daya

    kerjanya menyerupai racun

    ular

    Sebagai racun perut

  • 8. SERAI

    Bagian tumbuhan yg berguna:

    1. Daun & batang dihaluskandicampur pelarut

    2. Digunakan dalam bentuk abu (harusdibakar)

    Kandungan aktif: Minyak atsiri

    Manfaat:

    1. Dapat membunuh serangga, menghambat peletakkan telur

    2. Abu daun serai mengandung silika, serangga kehilangan cairan sehinggakering

  • 9. SIRSAK (ANONA MURICATA LINN)

    Untuk ramuan insektisida nabati, daun

    dan biji sirsak perlu dihaluskan terlebih

    dahulu lalu dicampur dengan pelarut.

    Buah yang mentah, biji, daun dan

    akarnya mengandung senyawa kimia

    annonain. Selain itu mengandung minyak

    atsiri antara 42-45%.

    Daun dan biji dapat berfungsi sebagai

    insektsida, larvasida, repellent dan

    antifeedant. Ekstrak daun sirsak dapat

    dimanfaatkan untuk menanggulangi

    hama belalang dan hama-hama lainnya.

  • 10. SRIKAYA

    Bagian yang berguna

    1. biji (dihaluskan dan dicampurdgn pelarut atau tepung)

    2. Buah mentah, daun dan akar

    Kandungan aktif:

    1. Annonian & resin sbg racunperut/kontak

    Manfaat:

    1. Racun perut/kontak terhadapserangga (insektisida)

    2. Repelent mengusur nyamukdewasa

    3. Antifeedant

    4. Mempengaruhi produksi telur

  • 11. KAMALAKIAN

    (CROTON TIGLIUM)

    Bagian tumbuhan yang berguna

    biji dan batang kayu

    Manfaat:

    1. Biji : sebagai insektisida

    2. Batang kayu dibakar : sbg

    repellent tetapi asap kayu dapat

    menimbulkan peradangan pd

    mata

    3. Biji : obat pencahar pd manusia

    Kandungan aktif:

    1. Biji : mengandung 50% minyak

    2. Biji & kayu : mengandung ricinin

  • 12. SUREN

    (TOONA SURENI)

    Kandungan aktif:

    1. Daun suren : surenon, surenin, surenolakton

    Efektivitasnya:

    1. Insektisida membasmiserangga

    2. Penghambat pertumbuhaninsect grow regulator

    3. Antifeedant

    Penerapan di lapangan:

    Pohon suren ditanam tumpang sari dgn tanaman lain (sengon) agar tanaman sengon terhindar dariserangan hama

  • ZAT PENGATUR TUMBUH SERANGGA

  • Zat pengatur tumbuh serangga (ZPT) atau Insect

    growth regulator (IGR) adalah kelompok senyawa-

    senyawa yang dapat mengganggu proses

    perkembangan dan pertumbuhan serangga secara

    normal

  • ZPT terbagi dalam dua kelas yaitu juvenoid dan

    penghambat sintesa kitin

    Juvenoid juga dikenal dengan juvenile hormon analog

    (JVA)

    Pemberian JVA dapat mengakibatkan jentik serangga

    tersebut memperpanjang stadium larva sehingga

    gagal menjadi pupa. Ataupun bila telah menjadi

    serangga dewasa namun pada akhirnya menjadi

    mandul.

  • Jentik yang terpapar ZPT seringkali mati karenagagal membentuk kutikula baru untukmenggantikan yang lama yang sudah terlanjurlepas. Karena serangga yang dewasa tidakterpengaruh, maka seringkali dikombinasikandengan insektisida konvensional.

    Di Indonesia penggunaan penghambat sintesakitin untuk pengendalian jentik nyamuk masihbelum populer, jika dibandingkan dengan negara-negara maju.

  • Beberapa contoh produknya adalah :

    Methoprene

    Hydramethylnon

    Pyriproxyfen

    Flufenoxuron

  • TERIMA KASIH

  • PINJAL (FLEAS) & CARA

    PEMBERANTASANNYA

  • BIOLOGI DAN PERILAKU PINJAL

    Tubuh pinjal dewasa adalah pipih bilateral,

    Berukuran 1,5-4 mm,

    berwarna kuning terang hingga coklat tua,

    tidak bersayap,

    memiliki 3 pasang tungkai panjang yang digunakan untuk lari dan melompat, tungkaidan tubuhnya ditutupi rambut kasar ataurambut-rambut halus,

  • Kepalanya kecil berbentuk segitiga

    dengan sepasang mata dan 3 ruas antena

    yang berada pada lekuk antena di

    belakang antena ada yang dilengkapi

    dengan sisir gena dan ada juga yang

    tidak,

    Bagian tubuh terdiri dari protoraks,

    mesotorak dan metatoraks dan pinjal

    Balam siklus hidupnya mengalami

    metamorfosa sempurna.

    BIOLOGI DAN PERILAKU PINJAL

  • Pinjal dapat mengganggu manusia

    maupun hewan baik secara langsung

    (reaksi kegatalan pada kulit dan

    bentuk-bentuk kelainan kulit lainnya)

    dan secara tidak langsung

    (menimbulkan beberapa penyakit)

    PERANAN PINJAL DALAM BIDANG

    KESEHATAN

  • Contohnya penyakit yang dapat

    ditularkan melalui pinjal adalah :

    bubonic plaque atau pes yang

    disebabkan oleh Pasteurella pestis atau

    Xenopsylla cheopis, kecacingan pada

    anjing dan kucing dan kecacingan

    pada anak-anakyang bermain

    dengan anjing dan kucing.

    PERANAN PINJAL DALAM BIDANG

    KESEHATAN

  • Penyebarannya di dunia sangat luas

    Berperan sebagai vektor penyakit yaitu:

    Xenopsylla cheopis vektor penyakit pes, endemic typhus

    Hewan kecil pengganggu (dermatitis) pada manusia:

    Stadium dewasa menghis