21
About Novia's Blog Hidup Penuh Perjuangan PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Published Juli 5, 2013 by noviaekasaputrii KELOMPOK 5 KIMIA LINGKUNGAN NAMA ANGGOTA : DITHA SARI PRAMESTI ACC 112 049 HERLIE ACC 112 005 NINA SELVIA ACC 112 028 NOVIA EKA SAPUTRI ACC 112 022 NOVY INDRIYANI ACC 112 031 RAHMADAN NOR ACC 112 012 TANIA WULAN DARIE ACC 112 024 PROGRAM STUDI KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA UNIVERSITAS PALANGKA RAYA KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmatnya lah kami dapat membuat Makalah “Kimia Lingkungan” tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas tentang “Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit”. Kami membuat makalah dengan judul tersebut lebih menjelaskan tentang proses yang terkait dengan kimia, dampak kimia pada setiap

Industri Kelapa Sawit

  • Upload
    febri

  • View
    34

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

industri kelapa sawit dan masalah yang ditimbulkan

Citation preview

Page 1: Industri Kelapa Sawit

About

Novia's BlogHidup Penuh Perjuangan

PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWITPublished Juli 5, 2013 by noviaekasaputrii

KELOMPOK 5 KIMIA LINGKUNGANNAMA ANGGOTA :DITHA SARI PRAMESTI ACC 112 049HERLIE ACC 112 005NINA SELVIA ACC 112 028NOVIA EKA SAPUTRI ACC 112 022NOVY INDRIYANI ACC 112 031RAHMADAN NOR ACC 112 012TANIA WULAN DARIE ACC 112 024

PROGRAM STUDI KIMIAJURUSAN PENDIDIKAN MIPAUNIVERSITAS PALANGKA RAYA

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan rahmatnya lah kami dapat membuat Makalah “Kimia Lingkungan” tepat pada waktunya.Dalam makalah ini saya membahas tentang “Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit”. Kami membuat makalah dengan judul tersebut lebih menjelaskan tentang proses yang terkait dengan kimia, dampak kimia pada setiap proses terhadap lingkungan, dan cara penanganan setiap dampak.Makalah ini kami tulis guna memenuhi tugas mata kuliah Kimia Lingkungan pada tengah semester 2 tahun 2013 ini. Semoga dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca sekalian.Kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat yang besar untuk semua. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, maka kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna

Page 2: Industri Kelapa Sawit

penyempurnaan makalah ini.Atas kekurangannya kami ucapkan maaf dan terimakasih.

Palangkaraya, 21 Mei 2013

Penyusun

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangDalam pabrik pengolahan minyak kelapa sawit adanya perkembangan bisnis dan investasi kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Permintaan atas minyak nabati dan penyediaan biofuel telah mendorong peningkatan permintaan minyak nabati yang bersumber dari crude palm oil (CPO) yang berasal dari kelapa sawit. Hal ini disebabkan tanaman kelapa sawit memiliki potensi menghasilkan minyak sekitar 7 ton/hektar lebih tinggi dibandingkan dengan kedelai yang hanya 3 ton/hektar. Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan perkebunan dan industri kelapa sawit karena memiliki potensi cadangan lahan yang cukup luas, ketersediaan tenaga kerja, dan kesesuaian agroklimat.Limbah adalah kotoran atau buangan yang merupakan komponen pencemaran yang terdiri dari zat atau bahan yang tidak mempunyai kegunaan lagi bagi masyarakat. Limbah industri dapat digolongkan kedalam tiga golongan yaitu limbah cair, limbah padat, dan limbah gas yang dapat mencemari lingkungan. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh PMKS berkisar antara 600-700 liter/ton tandan buah segar (TBS). Limbah ini merupakan sumber pencemaran yang potensial bagi manusia dan lingkungan, sehingga pabrik dituntut untuk mengolah limbah melalui pendekatan teknologi pengolahan limbah (end of the pipe). Diantara upaya tersebut adalah pemanfaatan limbah cair PMKS dengan proses digester anaerob untuk memproduksi biogas.B. Rumusan Masalah1. Bagaimana proses pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang terkait dengan kimia?2. Bagaimana dampak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit terhadap lingkungan?3. Bagaimana cara penanganan setiap dampak dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit?C. Tujuan1. Untuk mengetahui proses pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang terkait dengan kimia.2. Untuk mengetahui dampak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit terhadap lingkungan.3. Untuk mengetahui cara penanganan setiap dampak dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.D. Manfaat

Page 3: Industri Kelapa Sawit

1. Dapat mendeskripsikan proses pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang terkait dengan kimia.2. Dapat mengidentifikasi dampak pabrik pengolahan minyak kelapa sawit terhadap lingkungan.3. Dapat mengidentifikasi cara penanganan setiap dampak dari pabrik pengolahan minyak kelapa sawit.

BAB IIPEMBAHASAN

1. Pengertian Kelapa SawitKelapa sawit adalah salah satu komoditi andalan Indonesia yang perkembangannya demikian pesat. Selain produksi minyak kelapa sawit yang tinggi, produk samping atau limbah pabrik kelapa sawit juga tinggi. Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, Pantai Timur, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia dimana saat ini Indonesia menjadi negara penghasil kelapa sawit terbesar kedua setelah Malaysia. Dengan melihat usaha-usaha yang dilakukan baik pemerintah maupun perusahaan swasta yang melakukan ekstensifikasi pertanian. Indonesia diprediksi menjadi negara penghasil CPO utama dunia tahun 2010.Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0 – 500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80% – 90%. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil. 2000 – 2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan mempengaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit.Minyak kelapa sawit dapat diolah menjadi berbagai macam produk turunannya yang memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi. Guna mendukung pengembangan industri kelapa sawit dan produk-produk turunannya, diperlukan integritas yang tinggi terutama antara daerah penghasil bahan baku, industri pengolah dan daerah pemasaran.Industri minyak kelapa sawil merupakan industri yang terpadu, dimana beberapa pemegang kepentingan saling berkait. Keterkaitan dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok daerah penghasil bahan baku TBS dan daerah produsen atau pemasar produk turunan minyak kelapa sawit.2. Proses Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit yang Terkait dengan KimiaTandan buah Segar (TBS) yang telah dipanen di kebun diangkut ke lokasi Pabrik Minyak Sawit dengan menggunakan truk. Sebelum dimasukan ke dalam Loading Ramp, Tandan Buah Segar tersebut harus ditimbang terlebih dahulu pada jembatan penimbangan (Weighing Brigae) . Perlu diketahui bahwa kualitas hasil minyak CPO yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kondisis buah (TBS) yang

Page 4: Industri Kelapa Sawit

diolah dalam pabrik. Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi menekan kehilangan didalam pengolahannya, sehingga kualitas hasil tidak semata-mata tergantung dari TBS yang masuk ke dalam Pabrik.1. PerebusanTandan buah segar setelah ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja berlubang-lubang (cage) dan langsung dimasukkan ke dalam sterilizer yaitu bejana perebusan yang menggunakan uap air yang bertekanan antara 2.2 sampai 3.0 Kg/cm2. Proses perebusan ini dimaksudkan untuk mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kuaiitas minyak. Disamping itu, juga dimaksudkan agar buah mudah lepas dari tandannya dan memudahkan pemisahan cangkang dan inti dengan keluarnya air dari biji. Proses ini biasanya berlangsung selama 90 menit dengan menggunakan uap air yang berkekuatan antara 280 sampai 290 Kg/ton TBS. Dengan proses ini dapat dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% minyak ikutan pada temperatur tinggi. Kondensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat Pit. Tandan buah yang sudah direbus dimasukan ke dalam Threser dengan menggunakan Hoisting Crane.2. Perontokan Buah dari TandanPada tahapan ini, buah yang masih melekat pada tandannya akan dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan sehingga buah tersebut terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke Digester. Tujuannya untuk memisahkan brondolan (fruilet) dari tangkai tandan. Alat yang digunakan disebut thresher dengan drum berputar (rotari drum thresher). Hasil stripping tidak selalu 100%, artinya masih ada brondolan yang melekat pada tangkai tandan, hal ini yang disebut dengan USB (Unstripped Bunch). Untukmengatasi hal ini, maka dipakai sistem “Double Threshing”. Sisitem ini bekerja dengan cara janjang kosong/EFB (Empty Fruit Bunch) dan USB yang keluar dari thresher pertama, tidak langsung dibuang, tetapi masuk ke threser kedua yang selanjutnya EFB dibawa ketempat pembakaran (incinerator) dan dimanfaatkan sebagai produk samping.3. Pengolahan Minyak dari Daging BuahBrondolan buah (buah lepas) yang dibawa oleh Fruit Conveyor dimasukkan ke dalam Digester atau peralatan pengaduk. Di dalam alat ini dimaksudkan supaya buah terlepas dari biji. Dalam proses pengadukan (Digester) ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80° – 90°C. Setelah massa buah dari proses pengadukan selesai kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepresan (Scew Press) agar minyak keluar dari biji dan fibre.Untuk proses pengepresan ini perlu tambahan panas sekitar 10% s/d 15% terhadap kapasitas pengepresan. Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas serta biji.Sebelum minyak kasar tersebut ditampung pada Crude Oil Tank, harus dilakukan pemisahan kandungan pasirnya pada Sand Trap yang kemudian dilakukan penyaringan (Vibrating Screen). Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak (oil sludge) dikirim ke pemisahan ampas dan biji (Depericarper). Dalam proses penyaringan minyak kasar tersebut perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan minyak tersebut. Minyak kasar (Crude Oil) kemudian dipompakan ke dalam Decenter guna memisahkan Solid dan Liquid. Pada fase cair yang berupa minyak, air dan masa janis ringan

Page 5: Industri Kelapa Sawit

ditampung pada Countnuous Settling Tank, minyak dialirkan ke oil tank dan pada fase berat (sludge) yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung ke dalam Sludge Tank yang kemudian dialirkan ke Sludge Separator untuk memisahkan minyaknya.4. Proses Pemurnian MinyakMinyak dari oil tank kemudian dialirkan ke dalam Oil Purifer untuk memisahkan kotoran/solid yang mengandung kadar air. Selanjutnya dialirkan ke Vacuum Drier untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Kemudian melalui Sarvo Balance, maka minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (Oil Storage Tank).PKS pada umumnya mengolah bahan baku berupa Tandan Buah Segar (TBS) menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (Kernel). Proses pengolahan kelapa kelapa sawit sampai menjadi minyak sawit (CPO) terdiri dari beberapa tahapan yaitu:a. Jembatan TimbangHal ini sangat sederhana, sebagian besar sekarang menggunakan sel-sel beban, dimana tekanan dikarenakan beban menyebabkan variasi pada sistem listrik yang diukur. Pada Pabrik Kelapa Sawit jembatan timbang yang dipakai menggunakan sistem komputer untuk meliputi berat. Prinsip kerja dari jembatan timbang yaitu truk yang melewati jembatan timbang berhenti 5 menit, kemudian dicatat berat truk awal sebelum TBS dibongkar dan sortir, kemudian setelah dibongkar truk kembali ditimbang, selisih berat awal dan akhir adalah berat TBS yang diterima dipabrik.b. PenyortiranKualitas buah yang diterima pabrik harus diperiksa tingkat kematangannya. Jenis buah yang masuk ke PKS pada umumnya jenis Tenera dan jenis Dura. Kriteria matang panen merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah distasiun penerimaan TBS (Tandan Buah Segar).Pematangan buah mempengaruhi terhadap rendamen minyak dan ALB (Asam Lemak Buah) yang dapat dilihat pada tabel berikut : Kematangan buah Rendamen minyak (%) Kadar ALB (%)Buah mentah 14 – 18 1,6 – 2,8Setengah matang 19 – 25 1,7 – 3,3Buah matang 24 – 30 1,8 – 4,4Buah lewat matang 28 – 31 3,8 – 6,1c. Proses Perebusan (Sterilizer)Lori yang telah diisi TBS dimasukan kedalam sterilizer dengan menggunakan capstand. Tujuan perebusan :a) Mengurangi peningkatan asam lemak bebas.b) Mempermudah proses pembrodolan pada threser.c) Menurunkan kadar air.d) Melunakan daging buah, sehingga daging buah mudah lepas dari biji.Bila poin dua tercapai secara efektif maka semua poin yang lain akan tercapai juga. Sterilizer memiliki bentuk panjang 26 m dan diameter pintu 2,1 m. Dalam sterilizer dilapisi Wearing Plat setebal 10 mm yang berfungsi untuk menahan steam, dibawah sterilizer terdapat lubang yang gunanya untuk pembuangan air condesat agar pemanasan didalam sterilizer tetap seimbang.

Page 6: Industri Kelapa Sawit

Dalam proses perebusan minyak yang terbuang 70%. Dalam melakukan proses perebusan diperlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Uap yang masuk ke sterilizer 2,8 – C140,cmkg302 dan direbus selama 90 menit.d. Proses Penebah (Thereser Process)1. Hoisting CraneFungsi dari Hoisting Crane adalah untuk mengangkat lori dan menuangkan isi lori ke bunch feeder (hooper). Dimana lori yang diangkat tersebut berisi TBS yang sudah direbus.2. ThereserFungsi dari Theresing adalah untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara mengangkat dan membantingnya serta mendorong janjang kosong ke empty bunch conveyor.Proses Kempa adalah pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah Kelapa Sawit dengan jalan pelumatan dan pengempaan. Baik buruknya pengoperasian peralatan mempengarui efisiensi pengutipan minyak. Proses ini terdiri dari :3. DigesterSetelah buah pisah dari janjangan, maka buah dikirim ke Digester dengan cara buah masuk ke Conveyor Under Threser yang fungsinya untuk membawa buah ke Fruit Elevator yang fungsinya untuk mengangkat buah keatas masuk ke distribusi conveyor yang kemudian menyalurkan buah masuk ke Digester. Didalam digester tersebut buah atau berondolan yang sudah terisi penuh diputar atau diaduk dengan menggunakan pisau pengaduk yang terpasang pada bagian poros II, sedangkan pisau bagian dasar sebagai pelempar atau mengeluarkan buah dari digester ke screw press.Fungsi Digester :1. Melumatkan daging buah.2. Memisahkan daging buah dengan biji.3. Mempersiapkan Feeding Press.4. Mempermudah proses di Press.5. Menaikkan Temperatur.4. Screw PressFungsi dari Screw Press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Buah – buah yang telah diaduk secara bertahap dengan bantuan pisau – pisau pelempar dimasukkan kedalam feed screw conveyor dan mendorongnya masuk kedalam mesin pengempa ( twin screw press ). Oleh adanya tekanan screw yang ditahan oleh cone, massa tersebut diperas sehingga melalui lubang – lubang press cage minyak dipishkan dari serabut dan biji. Selanjutnya minyak menuju stasaiun clarifikasi, sedangkan ampas dan biji masuk kestasiun kernel.Setelah melewati proses Screw Press maka didapatlah minyak kasar / Crude Oil dan ampas press yang terdiri dari fiber. Kemudian Crude Oil masuk ke stasiun klarifikasi dimana proses pengolahannya sebagai berikut :Sand Trap Tank ( Tangki Pemisah Pasir)Setelah di press maka Crude Oil yang mengandung air, minyak, lumpur masuk ke Sand Trap Tank. Fungsi dari Sand Trap Tank adalah untuk menampung pasir.

Page 7: Industri Kelapa Sawit

Temperatur pada sand trap mencapai 95 0C.Vibro Seperator / Vibrating ScreenFungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut – serabut yang dapat mengganggu proses pemisahan minyak. Sistem kerja mesin penyaringan itu sendiri dengan sistem getaran – getaran pada Vibro kontrol melalui penyetelan pada bantul yang di ikat pada elektromotor. Getaran yang kurang mengakibatkan pemisahan tidak efektif.Vertical Clarifier Tank (VCT)Fungsi dari VCT adalah untuk memisahkan minyak, air dan kotoran (NOS) secara gravitasi. Dimana minyak dengan berat jenis yang lebih kecil dari 1 akan berada pada lapisan atas dan air dengan berat jenis = 1 akan berada pada lapisan tengah sedangkan NOS dengan berat jenis lebih besar dari 1 akan berada pada lapisan bawah.Fungsi Skimmer dalam VCT adalah untuk membantu mempercepat pemisahan minyak dengan cara mengaduk dan memecahkan padatan serta mendorong lapisan minyak dengan Sludge. Temperatur yang cukup (95 0C) akan memudahkan proses pemisahan ini.Prinsip kerja didalam VCT dengan menggunakan prinsip keseimbangan antara larutan yang berbeda jenis. Prinsip bejana berhubungan diterapkan dalam mekanisme kerja di VCT.Oil TankFungsi dari Oil Tank adalah untuk tempat sementara Oil sebelum diolah oleh Purifier. Pemanasan dilakukan dengan menggunakan Steam Coil untuk mendapatkan temperatur yang diinginkan yakni 95o C. Kapasitas Oil Tank 10 Ton / Jam.Oil PurifierFungsi dari Oil Purifier adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak dengan cara sentrifugal. Pada saat alat ini dilakukan proses diperlukan temperatur suhu 95oC.Vacuum DryerFungsi dari Vacuum Dryer adalah untuk mengurangi kadar air dalam minyak produksi. Sistem kerjanya sendiri adalah minyak disimpan kedalam bejana melalui Nozel. Suatu jalur resirkulasi dihubungkan dengan suatu pengapung didalam bejana, sehingga bilamana ketinggian permukaan minyak menurun pengapung akan membuka dan mensirkulasi minyak kedalam bejana.Sludge TankFungsi dari Sludge Tank adalah tempat sementara sludge ( bagian dari minyak kasar yang terdiri dari padatan dan zat cair) sebelum diolah oleh sludge seperator. Pemanasan dilakukan dengan menggunakan sistem injeksi untuk mendapatkan temperatur yang dinginkan yaitu 95o C.Sand Cyclone / Pre- cleanerFungsidari Sand Cyclone adalah untuk menangkap pasir yang terkandung dalam sludge dan untuk memudahkan proses selanjutnya.

Brush Strainer ( Saringan Berputar )Fungsi dari Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapat pada

Page 8: Industri Kelapa Sawit

sludge sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Seperator. Alat ini terdiri dari saringan dan sikat yang berputar.Sludge SeperatorFungsi dari Sludge Seperator adalah untuk mengambil minyak yang masih terkandung dalam sludge dengan cara sentrifugal. Dengan gaya sentrifugal, minyak yang berat jenisnya lebih kecil akan bergerak menuju poros dan terdorong keluar melalui sudut – sudut ruang tangki pisah.Storage TankFungsi dari Storage Tank adalah untuk penyimpanan sementara minyak produksi yang dihasilkan sebelum dikirim. Storage Tank harus dibersihkan secara terjadwal dan pemeriksaan kondisi Steam Oil harus dilakukan secara rutin, karena apabila terjadi kebocoran pada pipa Steam Oil dapat mengakibatkan naiknya kadar air pada CPO. Telah dijabarkan bahwasanya setelah pengepresan akan menghasilkan Crude Oil dan Fiber. Fiber tersebut akan masuk kestasiun Kernel dan akan dijabarkan proses pengolahannya.Cake Breaker Conveyor (CBC)Fungsi dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan memecahkan gumpalan Cake dari stasiun Press ke depericarper.DepericarperFungsi dari Depericarper adalah untuk memisahkan fiber dengan nut dan membawa fiber untuk menjadi bahan bakar boiler. Fungsi kerjanya adalah tergantung pada berat massa, yang massanya lebih ringan (fiber) akan terhisap oleh fan tan. Yang massanya lebih berat (nut) akan masuk ke Nut Polishing drum.Fungsi dari Nut Polishing Drum adalah :1. Membersihkan biji dari serabut – serabut yang masih melekat.2. Membawa nut dari Depericarper ke Nut transport.3. Memisahkan nut dari sampah.4. Memisahkan gradasi nut.Nut SiloFungsi dari Nut Silo adalah tempat penyimpanan sementara nut sebelum diolah pada proses berikutnya. Bila proses pemecahan nut dengan menggunakan nut Craker maka nut silo harus dilengkapi dengan sistem pemanasan (Heater).Riplle MillFungsi dari riplle Mill adalah untuk memecahkan nut. Pada Riplle Mill terdapat rotor bagian yang berputar pada Riplle Plate bagian yang diam. Nut masuk diantara rotor dan Riplle Plate sehingga saling berbenturan dan memecahkan cangkang dari nut.ClaybathFungsi dari Claybath adalah untuk memisahkan cangkang dan inti sawit pecah yang besar dan beratnya hampir sama. Proses pemisahan dilakukan berdasarkan kepada perbedaan berat jenis. Bila campuran cangkang dan inti dimasukan kedalam suatu cairan yang berat jenisnya diantara berat jenis cangkang dan inti maka untuk berat jenisnya yang lebih kecil dari pada berat jenis larutan akan terapung diatas dan yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam. Kernel memiliki berat jenis lebih ringan dari pada larutan calcium carbonat sedangkan cangkang berar jenisnya lebih besar.

Page 9: Industri Kelapa Sawit

Hydro CycloneFungsi dari Hydro Cyclone adalah :1. Mengutip kembali inti yang terikut kecangkang.2. Mengurangi losis (inti cangkang) dan kadar kotoran.Kernel DryerFungsi dari Kernel Dryer adalah untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti produksi. Jika kandungan air tinggi pada inti akan mempengaruhi nilai penjualan, karena jika kadar air tinggi maka ALB juga tinggi. Pada Kernel Silo ada 3 tingkatan yaitu atas 70 derajat celcius, tengah 60 derajat, bawah 50 derajat celcius. Pada sebagian PKS ada yang menggunakan sebaliknya yaitu atas 50 derajat, tengah 60 derajat, dan bawah 70 derajat celcius.Kernel StorageFungsi dari Kernel ini adalah untuk tempat penyimpanan inti produksi sebelum dikirim keluar untuk dijual. Kernel Storage pada umumnya berupa bulk silo yang seharusnya dilengkapi dengan fan agar uap yang masih terkandung dalam inti dapat keluar dan tidak menyebabkan kondisi dalam Storage lembab yang pada akhirnya menimbulkan jamur kelapa sawit.Kerja Screw PressPrinsip ekstraksi minyak dengan cara ini adalah menekan bahan lumatan dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yeng berputar sehingga minyak akan keluar lewat lubang-lubang tabung. Besarnya tekanan alat ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang di press. Alat ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar. Tekanan kempa diatur oleh dua buah kerucut (conus) berada pada kedua ujung pengempa, yang dapat digerakkan maju mundur secara hidrolik. Tekanan hidrolik pada komulator 50 – 70 kg / cm3 mengakibatkan ampas basah. Kehilangan minyak pada ampas dan biji tidak sempurna karena akan mempengaruhi pada proses stasiun selanjutnya, ampas yang basah akan mengakibatkan pembakaran didalam dapur tidak sempurna.Tekanan yang terlampau tinggi misalnya 70 kg / cm3 akan mengakibatkan kehilangan inti yang begitu tinggi sehingga keseimbangan dalam mesin ini sangat diperlukan. hal yang perlu deperhatikan adalah ampas kempa yang keluar harus merata dalam arti tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, bila terjadi gangguan / kerusakan, sehingga screw press harus berhenti untuk waktu yang lama maka untuk mencegah hal – hal yang tidak diiginkan screw press harus selalu di periksa, untuk perbaikan pada screw press maka ampas yang tertinggal didalam mesin pengempa harus dikosongkan, sehingga dapat diperbaiki.Kecepatan putar mesin pengempa harus disesuaikan dengan kapasitas Tanda Buah Segar yang akan dipress, dengan tujuan agar efesinsi proses pressing lebih optimal, sehingga target yang diiginkan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan ketentuan – ketentuan yang diterapkan oleh perusahaan.Screw Press dipakai untuk memisahkan minyak kasar dari daging buah yang telah dicabik dengan Oil Losses dan nut pecah menimum pada ampas press. alat ini terdari sebuah selinder yang berlubang – lubang dan di dalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan arah. tekanan Press diatur oleh 2 buah konus berda pada bagian ujung press, yang dapat digerakan maju mundur secara hidrolic.

Page 10: Industri Kelapa Sawit

Masa yang keluar dari ketel adukan melalui, feeder Screw bagi Press yang memakainya (sebahagian minyak keluar) masuk kedalam main screw untuk di press lebih lanjut. Minyak yang keluar dari Feeder Screw dan main Srew ditampung dalam talang minyak (oil getter). untuk mempermudah pemisahan dan pengaliran minyak pada Feeder Screw dilakukan injeksi uap dan penambahan air panas.

Cara Kerja Mesi Screw PressMotor listrik sebagai sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakkan mesi double screw press. Screw press dihidupkan melalui panel kendali sekaligus system hidrolikny,lalu dimasukkan air panas dengan suhu 900C melalui pipa masuk (pipe inlet).Motor listrik hidup memutar pulli melalui poros motor dengan daya 30 Kw dengan putaran 1475 rpm.Pulli menggerakkan sabuk menghantarkan putaran ke pulli yang terpasang pada poros yang menghubungkan ke gear reduser,dan gear reduser digerakkan poros utama yang dihubungkan dengan kopling.Poros utama menggerakkan roda gigi perantara yang mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dengan putaran yang sama.Pada bagian akhir ulir terdapat dua buah konus yang digerakkan dengan bantuan sistem hidrolik dengan gerakan maju mundur sesuai dengan tekanan yang dibutuhkan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pengepresan dan tekanannya sebesar 30-50 bar.Minyak yang dihasilkan oleh mesin press dialirkan ke oil vibrating screnn dan kemudian dialirkan ke crude oil tank untuk diproses lebih lanjut,sedangkan serabut dan biji buah sawit yang masih mengandung 4% minyak dialirkan ke cake breaker conveyor untuk proses selanjutnya.Motor listrik memutar poros screw press yang direduksi (dikurangkan) putarannya dari 1475 menjadi 12 rpm melalui speed reduser.Kapasitas screw press yang direncanakan harus sesuaikan dengan kapasitas olahan pabrik. Dalam menentukan kapasitas 12 ton TBS / jam screw press yang dipergunakan maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain :1. Sebelum kelapa sawit masuk kedalam screw press masa awal buah kelepa sawit telah berkurang. Hal ini disebabkan karena berlangsungnya proses penebahan pada mesin thresher / stripper. Massa sawit yang berkurang yang dimaksud adalah berupa tandan kosong yang dipindahkan dengan konveyor.2. Untuk memperoleh hasil pressing yang baik yakni minyak sawit keluar semuamaka perlu diperhatikan bahwah screw press harus dalam keadaan selalu penuh. Kondisi ini dibutuhkan untuk memperoleh efisiensi yang lebih baik dari penekanan yang dilakukan sebab jika banyak ruang kosong pada saat penekanan maka tidak berlangsung maksimal.Motor listrik sebagai sumber gerakan yang berfungsi untuk menggerakan mesin double screw press dihidupkan melalui panel kendali sekaligus sistem hidroliknya, lalu dimasukkan air panas dengan suhu 90C melalui pipa masuk (pipe inlet). Motor listrik hidup memutar pulli melalui poros motor dengan daya 22 Kw dan putaran 1465 rpm. Pulli menggerakkan sabuk menghantarkan putaran ke pulli yang terpasang pada poros yang menghubungi ke gear reducer, dari gear reducer digerakan poros utama yang dihubungkan dengan kopling. Poros utama

Page 11: Industri Kelapa Sawit

menggerakan roda gigi perantara yang mengakibatkan kedua poros berulir akan bergerak berlawanan arah dangan putaran yang sama.3. Dampak Pabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit Terhadap Lingkungan.Peningkatan produksi dan konsumsi dunia terhadap minyak sawit secara langsung dapat meningkatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Pada proses produksi minyak sawit limbah berwujud padat, cair, dan gas dihasilkan dari berbagai stasiun kerja dari pabrik. Setiap ton tandan buah segar (TBS) yang diolah men jadi efluen sebanyak 600 liter. Limbah tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Dewasa ini mulai diperkenalkan pengelolaan lingkungan yang bersifat pencegahan terhadap sumber-sumber dihasilkan limbah, seperti eco-efficient, pollution prevention, waste minimization, waste minimization atau source reduction. United Nation Environment Programme (UNEP) menggunakan istilah cleaner production atau produksi bersih sebagai upaya preventif dan intregrasi yang dilaksanakan secara berkesinambunan terhadap proses dan jasa untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi resiko terhadap manusia dan lingkungan.Akhir-akhir ini permintaan akan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang digunakan sebagai minyak nabati dan biofuel telah mendorong peningkatan pengembangan perkebunan kelapa sawit atau perluasan wilyah perkebunan kelapa sawit terutama di Indonesia. Selain permintaan akan CPO, faktor lain yang menyebabkan perkembangan perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah adanya potensi yang sangat besar seperti lahan yang sangat luas, ketersediaan tenaga kerja dan kesesuaian agroklimat.Indonesia adalah salah satu negara pengekspor CPO terbesar di kawasan Asia Tenggara yang diikuti oleh Malaysia. Luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 8 juta hektar (ha) lebih yang jika dibandingkan dengan luas perkebunan kelapa sawit dunia yang hanya mencapai 12 juta hektar (ha) lebih, berarti luas perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 66,67% dari luas perkebunan kelapa sawit dunia. Perkebunan kelapa sawit Indonesia yang mencapai 8 juta hektar tersebut tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang dijadikan sebagai daerah penghasil kelapa sawit dan CPO terbesar dan utama.Salah satu provinsi penghasil kelapa sawit dan CPO terbesar di pulau Sumatera adalah Riau, dimana menurut data dari Dinas Perkebunan Propinsi (2009) luas perkebunan kelapa sawitnya lebih dari 2 juta hektar. Selain itu, menurut data BPS Propinsi Riau (2010) total luas lahan perkebunan sawit di Riau diperkirakan mencapai 2,06 juta hektar dari 1,7 juta ha pada tahun 2008. Luas ini diperkirakan setara dengan 35% luas perkebunan sawit nasional yang saat ini mencapai 7,3 juta ha lebih. Salah satu kabupaten yang memiliki perkebunan terluas adalah kabupaten Pelalawan. Di Pelalawan perkebunan kelapa sawit adalah salah satu komoditi unggulan selain perkebunan karet bagi masyarakatnya.Peningkatan pengembangan perkebunan sawit sejalan dengan peningkatan pembangunan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PKS). Seperti halnya di Riau, Pembangunan perkebunan kelapa sawit pasti membawa dampak terhadap masyarakat sektar. Dampak tersebut dapat berupa dampak positif bagi ekonomi, sosial dan pendidikan, seperti terbukanya lapangan kerja bagi warga sekitar pabrik, perbaikan dan pembangunan infrastruktur penunjang bagi perusahaan dan

Page 12: Industri Kelapa Sawit

masyarakat seperti jalan dan fasilitas kesehatan, dan pabrik sebagai sarana penelitian. Menurut Syahza (2009) pembangunan perkebunan kelapa sawit di Riau dapat mengurangi ketimpangan pendapatan antar golongan masyarakat dan mengurangi ketimpangan ekonomi antar kabupaten/kota, dapat menciptakan multiplier effect dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, dan ekspor produk turunan kelapa sawit (CPO) dapat merangsang pertumbuhan ekonomi daerah Riau. Tingkat kesejahteraan yang dirasakan oleh masyarakat pedesaan telah membawa dampak berkembangnya perkebunan di daerah, khususnya kelapa sawit dan karet. Pembangunan perkebunan ini sekarang lebih banyak dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.Dampak negatif yang dapat ditimbulkan adalah masalah penurunan kualitas air dan penurunan kualitas udara serta pencemaran akibat limbah yang dihasilkan dari PKS baik itu limbah padat, gas, maupun limbah cair sering menjadi konflik antara pihak perusahaan dengan masyarakat yang ada di sekitar kawasan PKS tersebut. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan buah sawit tersebut memberikan dampak yang tidak baik pada lingkungan. Tingginya kadar BOD dan COD di perairan bisa menyebabkan oksigen berkurang, Tingginya kadar minyak dan lemak serta TSS dapat menghambat masuknya sinar matahari ke dalam perairan. Jika hal tersebut terjadi, proses fotosintesis akan terhambat, kurangnya aktifitas fotosintesis akan mengurangi oksigen terlarut yang dilepas oleh tanaman air dan fitoplankton ke badan air, selain itu TSS juga bisa menyebabkan gangguan pada insang ikan karena partikel-partikel yang tidak larut tersebut akan menempel pada insang. Parameter kimia lain yang bersifat toksik terhadap organisme budidaya adalah amonia. Amonia bersifat toksik bagi biota perairan karena mengganggu proses pengikatan oksigen oleh darah. Konsentrasi amonia yang bersifat toksik bagi sebagian besar biota perairan berkisar antara 0,60 – 2,00 mg/l (The Europen Inland Fisheries Advisory Commission, 1973).4. Cara Penanganan Setiap Dampak dari Prabrik Pengolahan Minyak Kelapa Sawit.Menurut KEPMEN LH No 51 Tahun 1995, untuk menghindari atau menangani dampak-dampak yang ditimbulkan oleh limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan, maka setiap industri wajib membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Saluran pembuangan limbah cair haruslah yang kedap air sehingga tidak terjadi perembesan limbah cair ke lingkungan, memasang alat ukur debit atau laju alir limbah cair dan melakukan pencatatan debit harian limbah cair tersebut, tidak melakukan pengenceran limbah cair, termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair, memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan.Produk Kelapa Sawit dan Pemanfaatannya:Hasil utama tanaman kelapa sawit adalah minyak sawit atau yang sering dikenal dengan nama CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit. Minyak sawit dapat dimanfaatkan di berbagai industri karena memiliki susunan dan kandungan gizi yang cukup lengkap. Industri yang banyak menggunakan minyak sawit sebagai bahan baku adalah industri pangan, industri kosmetik, dan farmasi. Bahkan minyak sawit telah dikembangkan sebagai sakah satu bahan bakar.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa minyak sawit memiliki keuntungan

Page 13: Industri Kelapa Sawit

dibandingkan dengan minyak nabati lainnya. Keunggulan tersebut antara lain:Menjadi sumber minyak nabati termurah karena efisiensi minyak kelapa sawit ini tinggi;Dibanding minyak lainnya, minyak kelapa sawit mempunyai produktivitas yang tinggi;Dibanding minyak nabati lainnya, minyak kelapa sawit mempunyai manfaat yang lebih luas, baik pada industri pangan, maupun pada industri non pangan;Kandungan gizi minyak kelapa sawit lebih unggul daripada minyak nabati lainnya.omoditas kelapa sawit merupakan komoditas perdagangan yang sangat menjanjikan. Pada masa depan, minyak sawit diyakini tidak hanya mampu menghasilkan berbagai hasil industri hilir yang dibutuhkan manusia seperti minyak goreng, mentega, sabun, kosmetik, tetapi juga menjadi subtitusi bahan bakar minyak yang saat ini sebagian besar dipenuhi dengan minyak bumi.

BAB IIIPENUTUPA. Kesimpulan1. Proses pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang terkait dengan kimia ada dua tahap yaitu Pemurnian dan Fraksinasi.2. Dampak prabrik pengolahan minyak kelapa sawit terhadap lingkungan adalah Dampak negatif yang dapat ditimbulkan adalah masalah penurunan kualitas air dan penurunan kualitas udara serta pencemaran.3. Cara penanganan setiap dampak dari prabrik pengolahan minyak kelapa sawit adalah dengan setiap industri wajib membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Saluran pembuangan limbah cair haruslah yang kedap air sehingga tidak terjadi perembesan limbah cair ke lingkungan, memasang alat ukur debit atau laju alir limbah cair dan melakukan pencatatan debit harian limbah cair tersebut, tidak melakukan pengenceran limbah cair, termasuk mencampurkan buangan air bekas pendingin ke dalam aliran pembuangan limbah cair, memisahkan saluran pembuangan limbah cair dengan saluran limpahan air hujan.B. SaranPabrik pengelolaan minyak kelapa sawit dalam hal ini harus mempunyai tugas untuk membuat penampungan limbah sendiri agar tidak langsung masuk lingkungan dan berdampak merusak pada lingkungan sekitar. Tetap menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mencemari air di lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Bucman, H.. O. , 1982. Koloida tanah, sifat dan artinya dalam praktek, dalam ilmu tanah. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.( 86 – 97 ).H, Van Olphen, 1963. Montmorilloni tes ( Expanding threeLayer Clays) in clay colloid chemistry. New York: Interscience Publisher.( 66 – 69 ).Ketaren, S. , 1986. Pengantar teknologi minyak dan lemak pangan. Jakarta : Universitas Indonesia, Jakarta: 1986, { 17 – 260 ).Mark, ER, Jhon; J Mc. Ketto [and] Othmer, D. F., 1967. Bentonites in

Page 14: Industri Kelapa Sawit

Encyclopedia of Chemical Technology”, 2nd ed, (7), 1967, ( 339 -358 ).Pitoyo, 1988. Kemungkinan ekstraksi beta-karotena dari tanab pemucat limbah proses pemurnian minyak kelapa sawit. Yogyakarta : UGM.Stanley, J,. L. , 1975 .Clays in industrial minerals and Roes, 4th ed, American Institute Of Minning, Metalurgieal and Petroleum Enginners Inc, New York, 1975, ( 519 – 575).