Indera pengecap

  • Upload
    hugo-pg

  • View
    362

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Dalam ruang makna interaksi/komunikasi dengan sesama manusia, pertukaran informasi hampir selalu berkaitan dengan komunikasi melalui sinyal yang dikenal oleh 2 indera manusia: -> indera pendengaran: percakapan langsung, alat penghasil bunyi (alarm), pengeras suara, radio, telepon, dsb. -> indera penglihatan: melalui simbol: gambar dan bahasa tulisan ( papan rambu, media cetak & elektronik ) Pada komunikasi jarak jauh secara elektronik (telepon, radio, TV), sinyal audio/visual di sisi pengirim di transduksi menggunakan transduser (microphone untuk suara, dan kamera untuk gambar), sinyal ini - misalnya untuk komunikasi nir-kabel - setelah di"olah" di "tumpangkan" ke sinyal radio sebagai pembawa dengan menggunakan sinyal informasi tsb. sebagai pemodulasi sinyal pembawa. Setelah dikirimkan melalui udara, melintasi jarak jauh, dan diterima oleh sistem penerima, akan dilakukan "demodulasi" untuk meng"ekstrak" snyal informasinya kembali. Lalu sinyal informasi: audio dan visual ini kemudian dikirimkan ke tranduser masing-2 untuk menghasilkan sinyal audio & visual "sebagaimana aslinya" yang dikirim oleh pihak pengirim. Sinyal audio-nya digunakan untuk menggerak-kan transuder elektro-mekanik (speaker) yang akan menghasilkan sinyal akustik/suara yang bisa kita dengar. Sinyal video nya (misalnya) diumpankan ke layar monitor, untuk memodulasi setiap pixel (titik gambar) di layar monitor kita dalam hal: -> gelap/terangnya (luminance) -> warnanya (chrominance) Lebih jauh, ... Dalam era komunikasi digital, untuk menghemat sumber daya (alat penyimpan data, bandwidth kanal komunikasi), maka data digital yang

mewakili sinyal audio/visual di atas di "sederhanakan"/dikompresi. *** Pertanyaannya, mungkinkah orang sekarang mengembangkan "modalities" komunikasi, tidak hanya menggunakan 2 indera: pendengaran & penglihatan, tetapi juga 3 indera lainnya, utamanya indera pembau/penciuman dan indera pengecap. Ini (nampaknya) hanya mungkin apabila kita bisa menguraikan - informasi mengenai bau (sinyal penciuman/olfactory signal) - informasi mengenai rasa (sinyal rasa) ke dalam unsur-unsur penyusun-nya yang lebih dasar, sehingga mudah di konversi ke sinyal listrik (dengan kata lain bisa di analisis) untuk kemudian dikirimkan, lalu di pihak penerima, unsur-unsur dasar ini kemudian di "rangkai" kembali untuk men-generate informasi bau atau rasa sebagaimana yang dikirimkan ( dengan kata lain bisa di sintesis ). ------------------------------------(1) Informasi Visual Warna & Gerakan ------------------------------------* Dari sejak belajar fisika di SMP/SMA kita sudah dikenalkan pada prinsip, bahwa informasi pengllihatan (visual) berupa warna sebenarnya bisa disusun dari 3 warna dasar: Merah-Hijau-Biru (R-G-B). Dari 3 warna dasar ini orang bisa menyusun sinyal warna apa saja dengan mengatur susunan ketiga unsur warna dasar tersebut. => televisi berwarna => layar monitor berwarna => kamera berwarna bekerja berdasarkan penyusunan ketiga warna dasar itu. Kalau anda pernah membuat Website/homepage sendiri menggunakan HTML (misalnya), pasti mau tidak mau juga harus tahu cara menyusun warna ( = mencampur "cat" ) dengan mengatur

susunan ketiga unsur warna: R - G - B di atas. *** Itu mengenai warna-nya, mengenai gerakan, penemu prinsip bioskop/gambar-hidup (Thomas Alfa Edison) dulu menemukan cara untuk "menipu mata": dengan memainkan beberapa gambar suatu objeck (misalnya tokoh kartun/hewan) secara berturut-turut, mata kita seolah-olah mendapat sensasi sedang melihat gambar objek yang benar-2 bergerak secara kontinue/"hidup". Prinsip ini digunakan pada semua film kartun, maupun film "nyata", juga digunakan pada teknologi video maupun TV digital. Dengan mengetahui batas kemampuan mata kita dalam mendeteksi gerakan, maka banyaknya data visual (sinyal video) yang perlu di "umpankan" bisa banyak dikurangi, sehingga bisa menghemat alat penyimpanan (disk), maupun menghemat bandwidth sewaktu data itu di transmisikan. Atau dengan kata lain, dengan mengenal karakteristik indera penglihatan manusia data visual bisa dikompresi/disederhanakan. --------------------------(2) Informasi Audio: Bunyi --------------------------Kalau anda melanjutkan kuliah S1 pada jurusan Teknik, Fisika, ataupun jurusan Seni Musik, dan belajar sedikit-banyak mengenai tranformasi Fourier akan tahu bahwa sinyal apa-pun, termasuk sinyal audio (bunyi) yang berubah terhadap waktu sebetulnya bisa diuraikan ke dalam komponenkomponen sinyal sinusoidal dengan parameter ( amplituda, frekuensi, dan fasa ) yang berbeda-beda. Secara bahasa matematika, bisa dikatakan, bahwa di sini kita menguraikan suatu fungsi yang "kompleks" ke dalam fungsi -fungsi basis penyusun-nya yang bentuknya lebih sederhana, dalam hal ini fungsi sinus. Dengan kata lain, pada prinsipnya sebenarnya kita bisa meng-komposisi/mensintesis sinyal bunyi "apa saja" jika kita bisa me"ramu" sejumlah sinyal dasar sinusodal tersebut dengan komposisi: amplituda-frekuensi-fasa yang "tepat". Ini sudah dimanfaatkan secara luas di dunia musik. Semua alat musik "organ" elektronik/keyboard jaman sekarang bisa "menirukan" bunyi berbagai alat musik yang

lain: gitar, piano, bass, bahkan drumb, dengan menggunakan prinsip sintesis tersebut. Kalau anda kenal dengan program Matlab, anda juga bisa membuat S/W based music synthesizer. Target jangka panjang yang lebih "ambisius" dalam bidang ini misalnya adalah mensintesis suara manusia. Sudah dilakukan, tetapi hasilnya masih jauh dari sempurna, sehingga jika kita misalnya membuat program Matlab untuk menirukan pidatonya pak SBY, misalnya, masih mudah dideteksi oleh seorang "pakar-sagala-matika-meureun-na" sekelas Roy Suryo :-). *** Sama dengan sinyal video di atas, dengan mengenal karakteristik indera pendengaran manusia, sinyal audio juga bisa dikompresi, untuk menghemat tempat dan menghemat bandwidth. (MP3 merupakan salah satu standar kompresi data audio digital). *** Begitulah, dengan mengenal karakteristik kedua indera manusia: => penglihatan => pendengaran maka kita bisa melakukan "manipulasi", ato sebenarnya "menipu" kedua indera itu, agar data audio-visual bisa dihemat /dikurangi, tanpa "disadari" oleh kedua indera tersebut. *** Kalau anda kebetulan punya pola pikir "ekstrapolating/generalizing" (this is how my mind usually works :-) ), mungkin anda juga akan bertanya: bagaimana dengan ketiga indera yang lainnya?: => indera pembau (olfactory) => indera pengecap ------------------------------

(3) Indera Pembau (Olfactory) -----------------------------Tahun 1990-an pernah (beruntung) diajak "maen" ke kampus TIT (Tokyo Institute of Technology). Salah satu lab TIT yang dikunjungi waktu itu sedang asyik meneliti apa yang oleh sebagian orang di istilahkan sebagai electronic-nose, sebuah sistem terdiri dari beberapa sensor gas/vapour dan sebuah S/W ANN (Artificial Neural Network). Prinsip kerja sistem ini cukup sederhana, sensor-array di atas akan menghasilkan response yang "khas", yang oleh ANN kemudian akan di klasifikasikan, sehingg sistem tsb. misalnya bisa digunakan untuk kendali mutu produk seperti parfum misalnya (kelebihannya, mereka lebih "obyektif" dan konsisten ketimbang sensasi penciuman oleh manusia). Hanya saya tidak tahu apakah betul indera penciuman manusia bekerja berdasarkan prinsip "sensor-array" & classification seperti di atas. Saya berfikir apa tidak mungkin "sinyal bau" ( a biochemical signal ) yang kompleks bisa diuraikan menjadi unsur-unsur dasarnya (fungsi-fungsi basis: f1, f2, f3, ... ) sehingga orang juga bisa melakukan "sintesis bau" dengan mencampurkan unsur-unsur "bau dasar" f1, f2, f3, dengan komposisi tertentu. Di zaman dulu, sebelum era internet, para ABG kalo kirim-2 an surat cinta seringkali kan menggunakan kertas warna-warni (mis. pink? :) ), yang baunya juga wangi. Nah, apakah di jaman sekarang bisa juga orang "mengirim bau/scent" melalui media komunikasi elektronik: internet ato handy? Kalau ini hanya berupa device yang (misalnya) memberi pilihan 5 jenis bau: (A) bau bunga mawar (B) bau bunga melati (C) bau bunga cendana (D) bau bunga kamboja :) (E) bau kemenyan :-))

ya mestinya tidak susah, merealisasikannya di jaman ini. Produk di bawah ini barangkali (?) menggunakan pola seperti itu: Yang saya maksud dengan "mengirim bau", adalah secara "real-time", misalnya pada handy/terminal pengirim terdapat sebuah sensor bau yang akan "membau" dan menganalis komponen-komponen bau itu (fungsi-fungsi basis nya), lalu informasi ini dikirim secara digital. Pada bagian penerima terdapat sebuah "universal scent generator", terdiri dari sekumpulan tabung yang memuat unsurunsur biokimia bau-dasar/fungsi basis di atas. Lalu dengan mengatur komposisinya berdasarkan informasi data digital yang diterima, akan bisa di sintesis bau yang setidak-2 nya menyerupai bau yang "dikirim" dari sisi pengirim. Apikasinya bisa untuk industri, commerce (untuk iklan rumah makan misalnya :) ), dan consumer goods. Seorang isteri yang siang-2 lagi masak sambal terasi misalnya, bisa mengirim bau masakannya ini lewat handy-nya ke perangkat handy suaminya di kantor, supaya suaminya merasa lapar ... :-). Untuk iklan rumah makan atau parfum akan lebih dahsyat lagi dampaknya ... :-) ---------------------(4) Indera Pengecap: ---------------------Sekarang mengenai indera pengecap/lidah. Sejak SD kita di ajarin bahwa indera pengecap kita/lidah mempunyai 4 wilayah untuk setiap "rasa dasar": (1) rasa dasar manis (2) rasa dasar pahit (3) rasa dasar masam (4) rasa dasar asin Pertanyaan: apakah berarti semua rasa yang lain selalu merupakan komposisi dari ke empar rasa dasar di atas? (bagaimana dengan sensasi rasa pedas? : merica, cabe, apakah ini sebetulnya mrpk komposisi dari rasa dasar masam / pahit / getir? ). Konon baru-baru ini saja ilmuwan barat mengakui

adanya rasa dasar ke-5: "Umami" (dalam bahasa jepang), yang dalam bahasa kita artinya: "gurih". Konon ini merupakan rasa dasar yang tidak merupakan hasil komposisi dari rasa dasar lainnya. Akhir-akhir ini teori biologi indera pengecap seperti di atas beberapa kali mengalami koreksi. Misalnya belum lama ini ada yang berhasil membuktikan bahwa gelembung-gelembung (buds) pada permukaan lidah kita itu multi-purposes, bisa meng-indera unsur-2 rasa di atas, tidak ada "spesialisasi zona". *** Nah, ceritanya, Charles Zuker, seorang profesor Biologi di UCSD belum begitu lama ini berteori (dan nampaknya berhasil membuktikan) bahwa setiap gelembung pengecap (taste buds) pada lidah kita mengandung banyak sel, di mana setiap sel ini "spesialis" untuk setiap unsur rasa. Ini dilaporkan dalam artikel di majalah Scientific American baru-baru ini: Yang menarik, pengetahuan ini BUKAN digunakan untuk me "reverse engineering"/menirukan fungsi lidah dengan sensor pengecap buatan/elektronik seperti misalnya yang disajikan di bawah ini: tetapi menggunakan pola fikir seperti Sintesis Bau seperti di atas, yaitu untuk mensintesis sensasi rasa: Menciptakan bahan yang bisa digunakan/dicampurkan pada makanan untuk menciptakan sensasi rasa tertentu. Gagasan dasarnya adalah menggunakan "penguatan sensasi rasa" (Gesmackverstaerkung?), sehingga dengan menggunakan bahan tersebut dalam jumlah kecil dapat dihasilkan sensasi rasa menyamai bahan makanan/bumbu yang tradisional. Misalnya untuk rasa manis: jika bisa diciptakan bahan yang bisa memperkuat rasa manis, dengan "menipu/memanipulasi" sensor pengecap pada lidah kita, artinya orang bisa membuat produk makanan

yang manis (misalnya permen, cokelat, minuman) dengan bahan gula yang jauh lebih sedikit. Demikian pula halnya dengan rasa asin. Apabila bisa diciptakan bahan yang bisa "memperkuat" rasa asin, orang bisa membuat produk makanan asin, yang menggunakan jauh lebih sedikit garam. Metode ini di-istilahkan sebagai metode: "modulasi rasa". Pengurangan konsumsi gula dan garam, seperti kita ketahui menguntungkan untuk pasien-pasien tertentu: penderita tekanan darah tinggi, kencing manis, maupun untuk tindakan pencegahan (obesitas, misalnya). Profesor di atas, dengan dukungan dari berbagai pihak kemudian mendirikan perusahaan Bioteknologi yang khusus memproduksi bahan "pemodulasi rasa" di atas Perusahaan ini dinamakan Synomix. lagi buka lowongan bagi yang berminat melamar ... :-) ---( ihsan hm )---------------------------

Pertanyaan TerselesaikanLihat lainnya

Mengapa setelah makan makanan manis, kita tidak bisa merasakan manisnya minuman manis?

8 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan by Lukas_bc Anggota sejak: 28 Desember 2008 Total poin: 8057 (Tingkat 5)

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh PenanyaTerjadi penurunan sensitivitas. Otak menurunkan tingkat responnya thd stimulus yang sama/berulang dan kuat. Tidak hanya LIDAH, semua indra kita juga mempunyai sifat itu. MATA: setelah lama berada di tempat terang, mata kita tidak silau lagi thd cahaya (sensitivitas berkurang), tidak seperti saat pertama kali melihat cahaya setelah berada dalam kondisi gelap sekian lama KULIT: kita lebih kaget thd air sejuk bila sebelumnya kulit kita merasakan suhu panas atau hangat, dan tidak demikian bila sebelumnya kita sudah terpapar pada suhu dingin HIDUNG: jelas, setelah berada dalam kandang agak lama, hidung kita mulai terbiasa; tidak seperti saat masuk kandang pada detik pertama TELINGA: sering mendengar suara2 yang memekakkan membuat kita tidak sensitif thd suara2 halus.

8 bulan lalu

Selaput lidah manusia dapat digunakan sebagai indikator metabolisme tubuh,terutama kesehatan tubuh manusia.setiap lidah manusia sering terdapt selaput berwarna putih, semakin tebal lapisan nya menandakan adanya aktivitas faktor patogen yang kuat seperti masuk angin, tingkat dahak,panas tubuh akibat infeksi dan retensi makanan, jika tidak ada selaput lidah mengindikatorkan adanya ganguan ginjal dan kandung empedu. Warna Lidah: -Kuning menandakan adanya infeksi bakteri, jika warna kuning menuju kehijauan adanya infeksi bakteri akut -Merah menandakan aktivitas panas tubuh, jika hanya terdapat pada ujung lidah berarti adanya panas pd jantung,jika terdapat pada sisi kanan kiri menandakan adanya ganguan ginjal dan kandung empedu -Ungu berarti adanya aktivitas statis darah, darah tidak lancar dan ada gangguan -Biru menandakan adanya aktivitas dingin yang menyebabkan statis darah Bentuk Lidah: -Tipis ,jika bentuk lidah tipis dan berwarna pucat menandakan defisiensi (kekurangan ) darah yang berhubungan dengan hati semakin pucat semakin parah gangguan hati -Tebal ,sirkulasi darah tidak normal menandakan gangguan ginjal dan limpa -Kaku ,menandakan masuk angin -panjang,adanya akivitas panas pada jantung -Retak,adanya ganguan pada lambung limpa dan jantung Semoga berguna bagi kita semua

4 Votes

A. JENIS JENIS KELAINAN (PENYAKIT) DILIHAT DARI WARNA LIDAH > Disusun oleh : Sumantri Amd. Akp (KLINIK AKUPUNTUR PUSKESMAS MOJOAGUNG) A. WARNA LIDAH

Putih

Menunjukkan defisiensi Qi dan Xue Tampak pada superficial (luar)/ sindrom dingin

Kuning Kuning tua Abu-abu Hitam Hitam keabu-abuan Kecoklatan Keabu-abuan, kuning, lengket Hitam, kuning, kering dengan tanduk pada permukaan lidah

Menunjukkan sindrom panas di dalam

Biasanya dijumpai pada demam tinggi

Menunjukkan panas atau dingin didalam

Menunjukkan penyakit yang berbahaya, menunjukkan panas yang kuat/ dingin

Menunjukkan lembab dingin di dalam

Menunjukkan adanya penimbunan panas pathogen

Menunjukkan panas hebat karena kekurangan Yang

Menunjukkan pemakaian cairan tubuh oleh panas yang hebat A. Kualitas 1. Tebal Menunjukkan akumulasi cairan tubuh yang disebabkan karena

Yang defisiensi pada Ginjal dan Limpa Retensi dan stagnasidari Dahak-Lembab

2.Tipis Menunjukkan terjadinya defisiensi Darah dan Qi kalau disertai warna pucat, dan defisiensi Yin kalau disertai warna Merah dan tidak ada selaput. Kondisi lidah yang tipis menunjukkan bahwa kondisi penyakitnya telah menahun. Dapat juga karena defisiensi Yin yang mengarah pada Api Hati 3. Kering Menunjukkan adanya panas, dimana panas pathogen memakai cairan tubuh 4. Kering, kasar, berduri (rough coating)

Disebabkan karena cairan Yin menguap/ tidak cukup, bias juga karena kekurangan/ tidak adanya Yang Qi untuk mendorong ke atas 5. Licin, basah ( sliperry coating) Menunjukkan retensi lembab di interior 6. Berminyak (greasiness) menunjukkan : Keadaan lembab Retensi phlegma Dyspepsia Lembab panas karena penekanan Yang Qi oleh pathogen 7. Koagulasi (curdiness) Menunjukkan naiknya factor-faktor pathogen busuk dari lambung karena terjadi excessive panas di lambung 8.Mengelupas (exfoliation) Menunjukkan : merupakan manifestasi kegagalan Yin lambung/ gangguan Qi lambung

1. 9. Lidah tak berakar (root scrapping) Menunjukkan : Kalo lapisan itu mempunyai akar ( menutup seluruh lidah) menunjukkan excess syndrome ( sindrom panas) dimana Qi lambung dalam keadaan cukup (disebut false coating) Kalo lapisan itu tidak punya akar (menutup sebagian lidah saja ) menunjukkan sindrom dingin dari lambung/ Qi yang kurang dari lambung. (true coating)

Apakah rasa pedas merupakan sebuah partikel panas?Jika ditelaah, sensor lidah kita tidak ada yg mengidentifikasi rasa pedas, yang saya tahu hanya rasa pahit, manis, asin, asam yg dapat diidentifikasi oleh lidah kita. Dan bila kita memakan sesuatu yang berasa pedas, salalu berkeringat, apakah ini indikasi bahwa pedas merupakan sebuah partikel panas??

3 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan

by R4P 12 Anggota sejak: 02 Oktober 2009 Total poin: 700 (Tingkat 2)

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh PenanyaRasa pedas disebabkan oleh suatu partikel yang ada dalam zat yang dimakan. Partikel ini biasanya disebut capcaisin. Semakin banyak capcaisin yang dikandung suatu makanan, semakin pedas rasa makanan tersebut. Pada papila lidah, capcaisin berikatan dengan reseptor pada papila lidah. Sehingga, menyebabkan rasa panas pada lidah. Semakin banyak capcaisin yang berikatan dengan reseptor lidah, semakin

besar rasa panas pada lidah dan akan menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat dan mungkin juga mengakibatkan papila lidah bengkak jika terlalu pedas.

About Blog

About me..Ridzky Bang John Semarang, Jawa tengah, Indonesia Membuat blog dengan niat yang tak jauh berbeda dengan ayam yang ingin menyeberang jalan... Just curious..i'll done after this post ..one post again..Wait,just one more post.. Aaargghh... :P Lihat profil lengkapku

Facebook BadgeRidzky Bang John Create Your Badge

Blog Archive

2010 (44) April (10) Sejarah Kelam April Mop Spongebob - Deathnote Andreas Vesalius : Penemu Anatomi Manusia Moderen William Harvey : Perintis Ilmu Kardiovaskuler Sejarah Mikrobiologi Deathstalker From Quarks to Outer Space Kumpulan Kata-Kata Bijak Orang Terkenal Fakta Ajaib Bulan Capsaicin dan Sensasi Pedas Maret (27) Trichostrongylus Respon Tubuh terhadap Infeksi Kecepatan Cahaya Berdasarkan Al Quran Central Dogma 10 Binatang Terkecil Cacing Nematoda Usus Willem Einthoven : Technopreneur dalam Dunia Kedok... Rahasia Facebook

Inflamasi Akut The Inner Life of a Cell Biologi Sel Soal Mikro... Bakteri Gram Positif dan Negatif Kata Kata Terakhir Orang Orang Terkenal Funniest email strand ever Hitler finds out Pokemon aren't real ! Hanya Kebetulan? Kisah Aneh 2 Orang Presiden Ameri... Nudibranchia, Lintah Laut yang Menawan Ilusi optis Amazing Camouflages John Titor Manusia Penjelajah Waktu Quote-quote Aneh dari Para Tokoh Terkenal Trik Sulap -Tebak Angka Catatan Kampus...Ciri- ciri dan Penggolongan Bakte... Hematopoiesis dan Faktor Pertumbuhan Hematopoietik... Hubungan Estrogen dengan Hiperplasia Endometrium Poikilositosis Februari (7) Dokter semut, laba-laba, dan lebah Hippokrates-Bapak Ilmu Kedokteran Moderen Gundam Unicorn Personas for Firefox Mata mana yang lebih dominan? Wonder of Life- Sel Tubuh Manusia Catatan KD7

Labels

Aneh (2) Biologi (1) coretan ga penting (1) Famous people (1) Fun (3) hikmah (3) Intermezzo (1) Just the fact (4) Kuliah (10) Review (1) sejarah (4) Tips n Trick (3) Unik (2) Wonderful things (8)

Recent Comments

Capsaicin dan Sensasi PedasDiposkan oleh Ridzky Bang John on Jumat, 02 April 2010 Label: Just the fact Kalian semua pasti sudah tahu bahwa memakan cabai dapat menimbulkan sensasi pedas di lidah. Pernahkah kalian bertanya mengapa bisa seperti itu?

Hal ini tidak lain disebabkan oleh senyawa kandungan dari cabai itu sendiri. Di dalam buah cabai atau tanaman lain dari genus Capsicum terdapat kumpulan senyawa kimia golongan capsaicinoids yang merupakan hasil metabolisme sekunder.Capsaicinoid inilah yang menimbulkan sensasi terbakar dan nyeri pada lidah.Capsaicin adalah capsaicinoid yang terbanyak pada buah cabai diikuti oleh dihidrocapsaicin.Capsaicin murni memiliki cirri-ciri sebagai senyawa hidrofobik, tanpa warna, tanpa bau, dan struktur antara crystalline hingga seperti lilin. Terdapat pula senyawa capsaicinoid yang minor, seperti nordihydrocapsaicin, homodihydrocapsaicin, dan homocapsaicin.Efek dari senyawa capsinoid minor ini terhadap rangsang saraf hanya setengah dari capsaicin dan dihidrocapsaicin. Sensasi rasa nyeri dan terbakar (pedas) dari capsaicin timbul akibat efek iritatif.Hal ini terjadi setelah interaksi dengan neuron sensorik.Capsaicin merupakan salah satu senyawa grup fungsional vanilloid, sehingga senyawa ini berikatan dengan reseptor VR1 (Vanilloid Receptor Subtype1). VR1 adalah ion channel receptor, yang apabila teraktivasi akan menginduksi masuknya kation kedalam sel. Kation ini bila telah mencapai nilai ambang akan menimbulkan depolarisasi sehingga terbentuklah impuls menuju ke otak.Efek ini sama dengan efek iritatif yang ditumbulkan oleh panas maupun trauma.Tetapi capsaicin tidak memberikan trauma pada jaringan secara langsung pada dosis rendah bentuk senyawa capsainin Untuk mengatasi rasa pedas tersebut,dapat dengan susu dingin atau minuman dingin berlemak lain. Hal ini disebabkan karena kasein memiliki efek detergen terhadap capsaicin.Minuman dengan larutan gula 10% pada suhu 200C (ribet amat..hehe..) juga efektif untuk menghilangkan rasa pedas. Jika tidak dilakukan tindakan apapun maka respon dari rasa pedas akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa jam, walaupun kebanyakan orang Indonesia tampaknya sudah tidak merasa pedas lagi dalam beberapa menit :p Di alam ini tidak ada sesuatu yang diciptakan tanpa tujuan, cabai di anugerahi capsaicin oleh Tuhan agar tumbuhan ini dapat melestarikan jenisnya.Biji cabai akan hancur apabila ada hewan yang mengunyahnya.Oleh karena itu, disekitar biji cabai banyak sekali kandungan capsaininnya.sehingga menyebabkan hewan enggan untuk memakan cabai karena kepedesan.Gajahpun benci dengan tanaman cabai, dan akan menghindari suatu tempat yang banyak ditanami cabai dengan menggunakan penciumannya yang sensitif.Cara ini dipakai untuk melindungi suatu pemukiman dari serangan gajah. Burung tidak memiliki reseptor untuk capsaicin sehingga tidak akan merasakan pedas.Tetapi ini bukan suatu masalah bagi cabai karena burung tidak mempunyai geraham yang dapat menghancurkan biji cabai.Setelah keluar bersama feses burung, biji tersebut dapat melanjutkan germinasi. Capsaicin juga dapat melindungi cabai dari serangan mikroba jamur. Di dalam dunia medis capsaicin digunakan untuk mengalihkan rasa nyeri karena apabila saraf terangsang capsainin yang memberikan efek terbakar, influks rangsang akan menghambat saraf

untuk melaporkan rasa nyeri selama durasi tertentu. Pada pajanan yang kronis, neuron akan mengalami penurunan neurotransmitter sehingga mengurangi respon nyeri dan menghambat inflamasi neurogenik. Selain mekanisme diatas, capsaicin dapat merangsang SSP untuk menyekresi endorphin yang efektif sebagai analgetik. Dalam studi akhie-akhir ini,capsaicin pada binatang percobaan dilaporkan dapat membunuh sel-sel karsinogenik dan menyembuhkan diabetes mellitus (diabetes tipe 1). Efek iritatif capsaicin tidak hanya berlangsung di mulut dan lidah, tetapi dapat sampai hingga lambung dan usus. Pada beberapa orang yang peka, hal ini akan menyebabkan lambung teriritasi hingga sekresi getah lambung meningkat dan gerak peristaltic saluran pencernaan juga meningkat.Akibatnya orang tersebut akan mencret. Capsaicin dosis tinggi dapat menyebabkan gastro-esophageal reflux, dan menurut beberapa penelitian (walaupun masih diperdebatkan) dapat menyebabkan kanker lambung.

UMAMI, Sebuah Rasa DasarUmami diperkenalkan pertama kali oleh Prof. Kikunae Ikeda (1908), setelah dia berhasil mengidentifikasi glutamat bebas sebagai sumber rasa enak yang ada dalam rumput laut (kombu). Umami dalam bahasa Jepang artinya rasa enak. Setelah

penemuan Prof. Ikeda ini, kemudian diketahui bahwa glutamat bebas merupakan sumber rasa enak yang ada dalam berbagai makanan sehari-hari yang mengandung protein. Sebelum Prof. Ikeda memperkenalkan Umami, para ilmuwan mempercayai adanya hanya empat rasa dasar, yaitu asin, manis, asam dan pahit. Agar dapat dikatakan sebagai sebuah rasa dasar, secara ilmiah harus dapat dibuktikan adanya reseptor (sel-sel syaraf perasa) bagi rasa tersebut di lidah. Pada tahun 2000, ilmuwan dibidang kedokteran dari University of Miami School of Medicine akhirnya berhasil menemukan adanya reseptor Umami dari asam amino glutamat yaitu mGluR1. Setelah penemuan reseptor Umami ini, ketertarikan para ilmuwan terhadap Umami dan pengaruhnya terhadap kesehatan menjadi semakin kuat. Pada tahun 2007, para peneliti dari Life Science Institute Ajinomoto berhasil menemukan adanya reseptor Umami didalam lambung, yaitu mGluR1 dan T1R1. Penelitian ini menjelaskan hasil penelitian sebelumnya yang dilaporkan oleh para peneliti di Institut Pavlov Rusia pada 1993 bahwa makanan yang ditambahkan bahan Umami (MSG dan sedikit nukleotida) menyebabkan stimulasi produksi kelenjar pencernaan yang lebih baik dari pada makanan yang tidak ditambahkan bahan Umami. Para ilmuwan kemudian juga menemukan adanya reseptor Umami di usus halus dan usus besar yaitu mGluR4 dan T1R1. Penelitian-penelitian ini membuktikan bahwa rasa enak dari Umami bukanlah hal yang bisa kita anggap sepele, karena rasa Umami berkaitan dengan kesehatan tubuh kita yaitu dalam hal fungsi pencernaan makanan yang baik. Rasa dasar (asin, manis, asam, pahit dan umami) sangat penting dalam menentukan penerimaan kita terhadap suatu makanan karena rasa-rasa ini langsung menstimulasi reseptor di lidah kita. Rasa umami tidak dapat dibentuk dari rasa dasar lain atau campurannya. Ini merupakan kriteria penting lain bagi penentuan sebuah rasa dasar.Jadi tidak benar pendapat yang mengatakan rasa MSG dapat digantikan dengan rasa garam atau rasa gula. Di Indonesia kita lebih mengenal rasa Umami sebagai rasa gurih. Dewasa ini, para juru masak terkenal kelas dunia secara intensif memberdayakan Umami sebagai pembangkit cita rasa penting bagi kreasi masakan mereka yang disukai oleh pencinta kuliner internasional. By Republika Newsroom Kamis, 14 Mei 2009 pukul 04:13:00

Pertanyaan TerselesaikanLihat lainnya

MEngapa lidah kita merah kalo demam?mengapa jika kita demam lidah kita me-MERAH..begitu juga jika kita panas dalam?

4 bulan lalu

Lapor Penyalahgunaan by Gusti Rizky Anggota sejak: 23 Juni 2009

Total poin: 494 (Tingkat 2)

Tambahkan ke Kontak Saya Blokir Pengguna

Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyakpada setiap infeksi saluran pencernaan wajar bila warna lidah menjadi merah pada infeksi, tubuh akan mengadakan respon perlawanan, salah satunya dengan cara mengalirkan darah lebih banyak ke bagian tubuh yang sakit...makanya bila infeksi pencernaan otomatis darah juga akan mengalir ke lidah kalau demam lidah anda menjadi merah maka berarti sumber penyakitnya ada di saluran pencernaan...mungkin anda menderita tifus kronis atau infeksi lambung kronis

materi referensi:kuliah fkupn veteran jakarta

4 bulan lalu