of 19 /19
Implementasi Sistem Monitoring Server Jaringan Menggunakan Nagios Dengan Telegram Sebagai Push Notification Pada SMK Telekomunikasi Tunas Harapan Artikel Ilmiah Peneliti: Dita Karina (672015232) Teguh Indra Bayu, S.Kom., M.Cs. Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2019

Implementasi Sistem Monitoring Server Jaringan Menggunakan ...€¦ · dan server ujian sekolah. Permasalahan pada jaringan di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan yang sering terjadi

  • Upload
    others

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

  • Implementasi Sistem Monitoring Server Jaringan Menggunakan

    Nagios Dengan Telegram Sebagai Push Notification

    Pada SMK Telekomunikasi Tunas Harapan

    Artikel Ilmiah

    Peneliti:

    Dita Karina (672015232)

    Teguh Indra Bayu, S.Kom., M.Cs.

    Program Studi Teknik Informatika

    Fakultas Teknologi Informasi

    Universitas Kristen Satya Wacana

    Salatiga

    2019

  • i

  • ii

  • iii

  • iv

  • 1

    1. Pendahuluan

    SMK Telekomunikasi Tunas Harapan yang merupakan sebuah lembaga

    pendidikan yang mengandalkan konektifitas jaringan internet pada server untuk

    penunjang kegiatan belajar mengajar. SMK Telekomunikasi Tunas Harapan

    memiliki beberapa server sebagai penunjang keoptimalan pekerjaan dengan fungsi

    server yang berbeda-beda seperti server lokal, server dapodik, server perpustakaan

    dan server ujian sekolah. Permasalahan pada jaringan di SMK Telekomunikasi

    Tunas Harapan yang sering terjadi diantaranya kerusakan perangkat jaringan, kabel

    jaringan lepas atau putus, koneksi internet down, dan terdapat beberapa pengguna

    yang ingin mengakses SSH (Secure Shell) untuk melakukan remote server. Dimana

    kerusakannya tidak diketahui oleh pemantauan jaringan secara manual dan akan

    membutuhkan waktu pemeriksaan jaringan yang cukup lama.

    Oleh sebab itu, diperlukan fasilitas pendukung untuk dapat melakukan

    pengawasan pada server yaitu dengan menggunakan Network Monitoring System

    (NMS) agar network administrator dapat melakukan pengawasan pada host

    meskipun tidak berada di depan komputer secara langsung. Network Monitoring

    System (NMS) sudah menjadi suatu syarat yang mutlak bagi institusi yang memiliki

    jaringan komputer yang topologinya kompleks. Penggunaannya akan sangat

    membantu network administrator dalam mengelola insfrastruktur jaringan.

    Network Administrator harus mampu menjaga kestabilan dari suatu jaringan.

    Monitoring jaringan merupakan metode utama untuk menjaga kestabilitan jaringan.

    Dengan monitoring, diharapkan jika terjadi permasalahan pada jaringan dapat

    diketahui dan diperbaiki dengan cepat oleh network administrator. Sistem jaringan

    Monitoring yang digunakan dalam jaringan di SMK Telekomunikasi Tunas

    Harapan menggunakan aplikasi Nagios. Pada waktu penelitian ini dibuat, SMK

    Telekomunikasi Tunas Harapan belum memiliki sistem push notification. Peneliti

    diberikan akses IP public di lingkungan SMK Telekomunikasi Tunas Harapan

    untuk memudahkan proses konfigurasi dan monitoring pembangunan sistem. Akses

    IP public ini hanya dapat digunakan sebatas melakukan konfigurasi secara remote

    dan melakukan monitoring sistem.

    Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka yang menjadi rumusan

    masalah dalam penelitian adalah bagaimana cara mengimplementasikan sistem

    monitoring server jaringan menggunakan Nagios dengan Telegram sebagai push

    notification pada SMK Telekomunikasi Tunas Harapan. Telegram bertugas sebagai

    push notification yang memiliki fungsi untuk membantu network administrator

    lebih cepat merespon dan bertindak ketika terjadi kesalahan jaringan pada server.

    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem monitoring server dengan

    bantuan aplikasi Nagios yang mampu mendeteksi setiap kesalahan pada server,

    perubahan dalam jaringan serta me-monitoring service dengan mengirimkan pesan

    notifikasi gangguan melalui aplikasi Telegram kepada handphone network

    administrator. Layanan ini dibangun pada sistem operasi Linux Ubuntu Server

    16:04.

    2. Tinjauan Pustaka

  • 2

    Pada penelitian sebelumnya ditemukan hasil Kajian Network Monitoring

    System Menggunakan Nagios Dengan Whatsapp Messenger sebagai Notifikasi

    Alert, membahas tentang bagaimana merancang Network Monitoring System

    menggunakan Nagios dengan whatsapp sebagai notifikasi alert. Nagios sendiri

    dapat dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan. Salah satu fitur penting dalam

    Network Monitoring System adalah notifikasi alert, yaitu sistem pemberitahuan

    notifikasi kepada kontak network administrator jika sistem mendeteksi adanya

    permasalahan pada host maupun service. Pemberitahuan notifikasi dirancang

    menggunakan Whatsapp Messenger [1].

    Pada penelitian sebelumnya ditemukan hasil Nagios untuk Monitoring server

    dengan pengiriman notifikasi gangguan server menggunakan e-mail dan Short

    Message Service (SMS) Gateway di PT.Gamatechno Indonesia Yogyakarta,

    membahas tentang bagaimana merancang system monitoring server menggunakan

    Nagios dengan pengiriman pesan notifikasi status server apabila mengalami

    gangguan melalui e-mail dan Short Message Service (SMS). Pengiriman pesan

    notifikasi status server ditujukan kepada admin jaringan untuk mempermudah kerja

    admin dalam hal monitoring server, tanpa harus berada di kantor. Monitoring server

    dilakukan terhadap 3 host server yang terdapat di perusahaan PT. Gamatechno

    Indonesia [2].

    Pada penelitian sebelumnya, ditemukan hasil Perancangan dan implementasi

    Network Monitoring System menggunakan Nagios dengan e-mail dan Short

    Message Service (SMS) alert, membahas tentang bagaimana merancang system

    monitoring menggunakan Nagios dengan e-mail dan Short Message Service (SMS)

    alert. Umumnya monitoring jaringan mengharuskan administrator untuk terus

    berada di depan layar agar mengetahui setiap perubahan yang terjadi hal ini kurang

    efisien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut monitoring jaringan dapat

    dilakukan secara realtime menggunakan aplikasi Nagios. Nagios dapat memberi

    informasi tentang kondisi komponen jaringan secara realtime dengan mengirimkan

    pesan kepada administrator jaringan melalui e-mail dan Short Message Service

    (SMS) [3].

    Pada penelitian sebelumnya ditemukan hasil Perancangan alarm Base

    Transceiver Station (BTS) dengan sarana e-mail dan Telegram di PT Broadband

    Indonesia Pratama Yogyakarta, membahas tentang bagaimana Perancangan Alarm

    Base Transceiver Station (BTS) dengan sarana E-mail dan Telegram. Perancangan

    alarm berfungsi untuk meminimalisir adanya gangguan pada Base Transceiver

    Station (BTS) tower. Pada penilitian ini bertujuan untuk memudahkan teknisi

    dalam mendapatkan informasi lebih cepat apabila terjadi gangguan dan

    memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efisien dan efektivitas dalam

    melakukan penanganan adanya ganggungan pada Base Transceiver Station (BTS)

    tower [4].

    Pada penelitian sebelumnya ditemukan hasil Pembuatan Alert Sistem

    Komputer Kabel dan Nirkabel di UK. Petra, membahas tentang bagaimana

    membuat system monitoring dengan menggunakan tools monitoring bernama

    Zabbix. Penggunaan monitoring menggunakan Zabbix dimana IP Address

    didaftarkan pada Zabbix, kemudian mengintegrasikan fungsi Telegram API dan

    Short Message Service (SMS) API ke dalamnya sebagai media notifikasi. Zabbix

  • 3

    dapat mengirimkan pesan pemberitahuan atau notifikasi kepada network

    administrator apabila ada network yang mengalami trouble. Hasil yang didapatkan

    dari skripsi ini adalah dengan bantuan Zabbix dan tambahan Telegram API juga

    Short Message Service (SMS) API, network administrator dapat mengetahui

    kondisi network secara real-time melalui notifikasi yang akan dikirimkan melalui

    Zabbix [5].

    Network monitoring sistem adalah sistem ekstra atau kumpulan sistem yang

    memiliki tugas mengamati / me-monitoring sistem-sistem terhadap kemungkinan

    terjadinya masalah-masalah pada sistem tersebut untuk dapat dideteksi secara dini.

    Suatu network monitoring system dapat secara periodik menghubungi suatu server

    untuk menjamin adanya respon dari server, jika tidak ada respon maka monitoring

    system kemudian akan mengirimkan pesan atau notifikasi ke administrator [6].

    Nagios adalah aplikasi monitoring yang dapat digunakan untuk monitoring

    sistem computer, monitoring jaringan dan monitoring infrastruktur jaringan. Nagios

    berbasis open source yang dapat dijalankan pada sistem operasi Linux. Sistem

    monitoring Nagios memonitor seluruh infrastruktur IT untuk memastikan sistem,

    aplikasi, layanan, dan proses bisnis yang berfungsi dengan baik. Jika jaringan

    mengalami masalah, Nagios dapat langsung memberi alert kepada teknisi jaringan

    sehingga memungkinkan teknisi jaringan sehingga memungkinkan teknisi untuk

    mengatasi masalah tersebut lebih awal. Nagios diciptakan oleh Ethan Galstad.

    Nagios memiliki beragam fitur, antara lain memeriksa apakah server statusnya up,

    memberikan notifikasi apabila server atau host mengalami masalah, memeriksa

    apakah servis yang digunakan masih berjalan, memberikan laporan melalui SMS

    dan e-mail tentang kondisi jaringan terbaru dan sebagainya [7].

    Alert adalah notifikasi laporan yang dikirimkan Nagios kepada kontak

    administrator. Alert dapat dikirim melalui SMS dan e-mail. Alert dapat dikirim

    ketika Nagios mendeteksi perubahan status pada suatu host atau service, maka

    Nagios akan memberitahukan melalui web interface dan log file serta mengirimkan

    notifikasi berupa e-mail dan SMS kealamat administrator. Filter pesan merupakan

    aturan-aturan yang dibuat dalam konfigurasi agar aktivitas monitoring dan

    notifikasi yang dikirim ke administrator yang diinginkan [8] .

    Dahulu Telegram dikenal sebagai sarana telekomunikasi cepat yang sangat

    penting untuk menyampaikan pesan mendesak. Komunikasi yang pada awal

    sejarahnya berbasis sandi morse tersebut menjadi andalan informasi tercepat saat

    itu. Penggunaan Telegram lambat laun menghilang semenjak kemunculan

    teknologi mesin faksimilie serta perkembangan telepon seluler yang sangat canggih

    dengan fasilitas pesan singkat atau SMS sebagai andalannya. Belasan tahun

    berselang Telegram kembali muncul. Sebuah aplikasi instan messenger bernama

    Telegram untuk smartphone iPhone dan Android mulai diluncurkan belum lama

    ini. Mekanisme kerjanya mirip dengan WhatsApp, yaitu bisa digunakan untuk

    saling berkirim pesan kepada para pengguna yang telah terdaftar dalam aplikasi

    yang sama dan sudah masuk dalam daftar kontak. Karena dipromosikan sebagai

    pengganti SMS, tentu kemudahan tanpa proses persetujuan atau approval request

    ini yang juga ditonjolkan oleh Telegram. Bagi sebagian kalangan yang kurang

    menyukai proses pembagian nomor ponsel, mereka bisa menyiasatinya dengan

    menyediakan nomor ponsel khusus. Selain personal chatting atau percakapan

  • 4

    perorangan, Telegram juga menyediakan fasilitas group chatting yang maksimal

    anggotanya mencapai 200 orang. Kapasitas ini lebih banyak beberapa kali lipat

    dibanding WhatsApp, Line, maupun BlackBerry Messenger (BBM) [9].

    Berdasarkan penelitian-penelitian yang pernah dilakukan terkait tentang

    perancangan dan implementasi system monitoring, maka akan dilakukan penelitian

    yang membahas tentang implementasi system monitoring trafik jaringan

    menggunakan Nagios dengan Telegram sebagai notifikasi alert (Studi Kasus : SMK

    Telekomunikasi Tunas Harapan).

    3. Metode Penelitian

    Tahapan penelitian yang akan digunakan dalam Implementasi sistem

    monitoring server jaringan menggunakan Nagios dengan Telegram sebagai Push

    Notification pada SMK Telekomunikasi Tunas Harapan dapat dilihat pada

    Gambar1.

    Gambar 1. Tahapan Penelitian

    Tahap-tahap dalam tahapan penelitian pada Gambar 1, dijelaskan sebagai

    berikut: (1) Pada tahap ini dilakukan identifikasi kebutuhan terkait dengan

    implementasi Nagios sebagai sistem monitoring server jaringan dengan Telegram

    sebagai push notification. Pada tahap menganalisis kebutuhan ini membutuhkan

    persiapan pengamatan dan wawancara dengan administrator SMK Telekomunikasi

    Tunas Harapan yang membahas tentang jaringan yang ada untuk mendapat

    informasi kebutuhan yaitu IP Address dan mac address, spesifikasi server, software

    yang sering digunakan, dan service apa saja yang harus di-monitoring.

    (2) Perancangan sistem merupakan tahap awal pembangunan sistem.

    Perancangan sistem yang akan dibangun yaitu sebuah sistem monitoring server

    menggunakan Nagios dengan pengiriman pesan notifikasi menggunakan Telegram

    sebagai push notification. Pengiriman pesan notifikasi gangguan pada server

    ditunjukan kepada network administrator di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan,

    sesuai kebutuhan dalam memantau kondisi server tanpa harus berada disekolah.

    Rancangan umum arsitektur sistem yang merupakan alur proses keseluruhan

    dari kegiatan monitoring server yang dilakukan oleh sistem Nagios dan proses

    pengiriman pesan notifikasi gangguan server melalui aplikasi Telegram kepada

    kepada handphone network administrator digambarkan pada Gambar 2.

    Identifikasi Kebutuhan

    Perancangan Sistem

    Implementasi Sistem dan

    Pengujian Sistem

  • 5

    Gambar 2. Rancangan Umum Arsitektur Sistem

    Pada Gambar 2 merupakan rancangan umum arsitektur sistem yang memiliki

    2 server yaitu local server dan Nagios server. Di dalam local server terdapat web

    server dan database server. Web server akan ditampilkan dari local server ke

    client. Lalu client akan mengakses web tersebut dan tersimpan di database server

    pada local server. Sedangkan pada Nagios server terdapat aplikasi monitoring dan

    aplikasi browser. Aplikasi monitoring merupakan aplikasi Nagios yang akan

    digunakan untuk mendeteksi dan melakukan pengecekan pada service atau host

    pada database server yang mengalami masalah. Kemudian Nagios server akan

    mengirim data host atau service tersebut ke server Telegram melalui aplikasi

    browser. Lalu dari server Telegram akan mengirimkan pesan notifikasi gangguan

    ke aplikasi Telegram kepada kepada handphone network administrator. Sedangkan

    untuk alur proses sistem pengiriman pesan notifikasi gangguan pada server dengan

    menggunakan aplikasi Telegram dapat dilihat pada Gambar 3.

  • 6

    Gambar 3. Flowchart Alur desain sistem notifikasi alert dengan Telegram

    Pada Gambar 3 Alur proses sistem pengiriman pesan notifikasi gangguan pada

    server dengan menggunakan aplikasi Telegram, dijelaskan sebagai berikut: Nagios

    mendeteksi adanya masalah atau error pada service atau host. Nagios melakukan

    pengecekan pada service atau host yang mengalami masalah atau error. Nagios

    mengirim data host atau service yang mengalami masalah atau error berupa output

    pada script nagios_telegram.py. Script nagios_telegram.py menerima output dari

    Nagios berupa hasil error host atau service yang selanjutnya akan dikirim melalui

    Bot Telegram Messenger dalam bentuk chat text yang berisi alert service yang

    bermasalah ke Group Telegram Nagios. Jaringan internet meneruskan proses untuk

    mengirimkan alert tersebut. Notifikasi alert dikirim oleh script nagios_telegram.py

    melalui internet. Group Telegram Nagios akan menerima chat text berupa notifikasi

    alert informasi host yang mengalami masalah atau error.

    (3) Implementasi merupakan tahap lanjutan dari perancangan sistem yang telah

    di design. Pada tahap ini terdiri menjadi dua langkah. Langkah pertama yang

    dilakukan adalah mengimplementasikan Nagios kedalam ubuntu server 16.04.

    Langkah ini digunakan untuk melakukan pendeteksian aktifitas pada jaringan.

    Dimulai dengan melakukan instalasi ubuntu, Nagios, Nagios web interface, dan

    Nagios plugins serta membuat user akun Nagios, dan mengkonfigurasi Nagios

    untuk mendefinisikan host dan services.

  • 7

    Langkah kedua yang dilakukan adalah menginstalasi dan konfigurasi

    Telegram. Langkah ini digunakan untuk proses pengiriman pesan notifikasi alert

    melalui Telegram administrator secara otomatis apabila komputer client atau host

    maupun service yang berada pada jaringan dalam keadaan down atau error.

    Dimulai dengan melakukan download aplikasi Telegram dan buat account melalui

    nomor handphone, lalu mencari account BotFather kemudian buat newbot untuk

    membuat Bot baru, lalu kita mendapatkan token access berupa API yang bisa kita

    akses melalui protocol HTTP/SSL, dan langkah selanjut nya kita men-download,

    menginstal, dan konfigurasi script nagios_telegram.py di ubuntu 16.04.

    Pada tahap pengujian sistem, yaitu untuk mengetahui apakah program yang

    telah dibuat sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu pengujian ini

    berguna untuk mengetahui kekurangan apa saja dari program sehingga dapat

    digunakan sebagai acuan pengembangan penelitian selanjutnya.

    4. Pembahasan dan Hasil Pengujian

    Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem yang dapat digunakan sebagai bahan

    untuk mendeteksi status (up atau down) pada host, Selain itu digunakan untuk

    mendeteksi adanya masalah yang terjadi pada perangkat jaringan. Seperti yang

    tergambar pada Gambar 4 dan Gambar 5 Nagios telah berhasil melakukan

    monitoring jaringan di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, dengan mendeteksi

    perangkat jaringan mana saja yang bermasalah.

    Gambar 4. Model Map pada Nagios

    Pada Gambar 4 merupakan model map pada Nagios berupa informasi dari

    Nagios map yang didapat berisi tentang peta host yang terhubung ke server Nagios.

    Host menunjukkan jumlah server yang di monitoring beserta status server nya

    dalam keadaan up atau down. Status up bila server hidup dan terkoneksi ke jaringan,

    sedangkan status down bila server mati atau tidak terkoneksi kejaringan dan status

    unreachable muncul jika sebuah perangkat jaringan secara topologi merupakan

    child node dari perangkat jaringan ber-status down.

  • 8

    Dari hasil monitoring terlihat dua buah host sedang dalam kondisi down atau

    mati dan dua host dalam keadaan up atau nyala. Dimana host Server A dan Server

    localhost berwarna hijau karena dalam keadaan up atau nyala. Isi data status dari

    host Server A adalah IP Address 180.75.90.1 dan isi data status dari host Server

    localhost adalah IP Address 127.0.0.1, informasi status dari dua host tersebut

    berstatus “Ping OK”, pengecekan status dan perubahan status terakhir pada 4 April

    2019. Kemudian host Router A dan Router B berwarna merah karena dalam

    keadaan down atau mati. Isi data status dari host Router A adalah IP Address

    10.0.0.2 dan isi data status dari host Router B adalah IP Address 10.0.0.3, informasi

    status dari 2 host tersebut berstatus “Ping Critical”, pengecekan status dan pada

    perubahan status terakhir pada 4 April 2019. Data-data perubahan status dari client

    monitoring tersimpan dalam file log Nagios.

    Gambar 5. Model Service pada Nagios

    Pada Gambar 5 merupakan model service pada Nagios. Dari model service

    informasi yang ada terdapat bagian “service status details for all host” yang terdiri

    dari 7 kolom yang mempunyai fungsi berbeda-beda yaitu kolom pertama adalah

    host menunjukkan nama nama host yang di-monitoring. Kolom kedua yaitu service

    menunjukkan service dari masing-masing host. Kolom ketiga yaitu status

    menunjukkan status dari service yang di-monitoring, terdapat beberapa status yaitu

    critical, warning, unknown, ok, dan pending. Status ok untuk kondisi server baik,

    sedangkan apabila server mengalami timeout atatu terputusnya koneksi jaringan,

    maka akan muncul keterangan status critical dan untuk kondisi error lainya akan

    muncul status unknown dan warning untuk kondisi server dengan koneksi yang

    berhasil namu hasil tes tidak sesuai. Kolom keempat yaitu last check menunjukkan

    waktu terakhir service dicek. Kolom kelima yaitu duration menunjukkan lama

    service yang dicek. Kolom keenam yaitu attempt menunjukkan percobaan cek yang

    dilakukan Nagios pada service. Dan kolom ketujuh yaitu status menunjukkan

    information memberikan informasi detail gangguan yang terjadi pada service.

    Ada beberapa service yang akan di-monitoring di SMK Telekomunikasi Tunas

    Harapan oleh Nagios diantaranya yaitu: Ping, Root partition, Current load, Total

    processes, SSH, HTTP, Current user, Uptime, Bandwidth, Link status, SWAP

  • 9

    status. Ping merupakan keterangan service yang melakukan pengujian suatu host

    terhubung kejaringan yang ada. Root partition merupakan keterangan service yang

    digunakan untuk monitoring partisi yang digunakan sebagai tempat OS (Local Disk

    C: ) sehingga admin jaringan mengetahui bila partisi akan penuh di setiap host.

    Current load merupakan keterangan waktu rata-rata yang diperlukan untuk

    memproses data Nagios dengan host. Total processes merupakan keterangan yang

    memeriksa jumlah process yang sedang berjalan di host, bila melebihi batas yang

    ditentukan maka akan terjadi peringatan karena berpotensi menggangu dalam

    pekerjaan. SSH merupakan keterangan untuk pengecekan kondisi koneksi remote

    host server. HTTP merupakan keterangan untuk memantau keadaan service apache

    pada masing-masing server. Current user merupakan keterangan jumlah user yang

    telah login pada server host. Uptime merupakan keterangan untuk melihat informasi

    sudah berapa lama perangkat jaringan tersebut dalam dalam kondisi up.

    Pada Gambar 5 dapat dilihat data yang dikumpulkan oleh Nagios, dimana data

    tersebut merupakan status dari hasil monitoring service di setiap perangkat. Host

    pada Router A dengan IP Address 10.0.0.2 dan host pada Router B dengan IP

    Address 10.0.0.3 terlihat bermasalah pada service-nya. Beberapa service seperti

    ping, link status, uptime berstatus critical, dan bandwidth berstatus unknow, ini

    diakibatkan dari perangkat jaringannya memang sedang down karena perangkat

    pada host Router A dan Router B sedang mati dan tidak terkoneksi ke jaringan. Jika

    perangkat jaringan berstatus down, maka pemeriksaan service tidak akan dilakukan

    oleh Nagios.

    Kemudian pada host Server Localhost dengan IP Address 172.0.0.1 yang

    berstatus up dan terkoneksi ke jaringan maka pemeriksaan service dilakukan oleh

    Nagios. Berbagai informasi service yang didapat diantaranya yaitu: durasi

    informasi yang ada di dapat selama 22 hari sejak dilakukan penerapan monitoring.

    Kemudian pada service current load memili status OK, dimana waktu rata – rata

    yang dibutuhkan untuk melakukan process data Nagios yang berhubungan dengan

    host Server Localhost adalah 0.02, 0.02, 0.05 sehingga masih dalam kategori cepat

    atau tidak bermasalah. Pada service current user memiliki status OK, dimana hanya

    satu user yang login pada Server Localhost. Pada service HTTP memiliki status

    OK. Pada service ping memilik status OK, dimana host Server Localhost terhubung

    pada jaringan. Pada service root partition memilik status Warning, dimana partisi

    Local Disk C: sudah mencapai 75% yang menandakan partisinya sudah hampir

    penuh. Pada service SSH memilik status OK. Pada service Swap Usage memiliki

    status OK. Pada service total processes memiliki status OK, dimana total processes

    55 karena masih dalam proses startup dan belum menjalankan program apapun,

    sehingga masih dalam kategori aman belum sampai batas ketentuan.

    Kemudian pada host Server A dengan IP Address 180.75.90.1 yang berstatus

    up dan terkoneksi ke jaringan maka pemeriksaan service dilakukan oleh Nagios.

    Berbagai informasi service yang didapat diantaranya yaitu: durasi informasi yang

    ada di dapat selama 144 hari sejak dilakukan penerapan monitoring. Kemudian

    pada service current load memilih status OK, dimana waktu rata – rata yang

    dibutuhkan untuk melakukan process data Nagios yang berhubungan dengan host

    Server Localhost adalah 0.06, 0.03, 0.05 sehingga masih dalam kategori cepat atau

    tidak bermasalah. Pada service current user memiliki status OK, dimana hanya satu

  • 10

    user yang login pada Server Localhost. Pada service HTTP memiliki status Critical,

    dimana pada setiap service HTTP di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan tidak

    berjalan karena dimatikan. Pada service ping memilik status OK, dimana host

    Server Localhost terhubung pada jaringan. Pada service root partition memilik

    status OK, dimana partisi Local Disk C: pada host Server A masih belum dalam

    tahap dimana menyentuh rule sehingga status tidak berada dalam status warning

    maupun critical. Pada service SSH memiliki status Critikal, dimana pada service

    SSH di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan tidak berjalan karena dimatikan. Pada

    service Swap Usage memiliki status OK. Pada service total processes memiliki

    status OK, dimana total processes 61 karena masih dalam proses startup dan belum

    menjalankan program apapun, sehingga masih dalam kategori aman belum sampai

    batas ketentuan. Dari hasil penelitian ketika terjadinya error terdapat delay pada

    perubahan status service dari ok ke critical maupun perubahan status host dari up

    ke down dan maupun ke status lainnya dan juga sebaliknya. Delay terjadi selama 2-

    4 menit.

    Kode Program 1. Contact Nagios

    Contact Nagios merupakan keterangan alamat pengiriman untuk pesan

    notifikasi dari hasil monitoring Nagios terhadap host server. Contact notifications

    dibuat melalui aplikasi Telegram. Dalam mengatur Contact Nagios dibutuhkan

    pengaturan script seperti pada Kode Program 1 yang menunjukan definisi Contact

    Nagios yang terletak pada file berkas /usr/local/Nagios/etc/objects/contacts.cfg.

    Dalam definisi tersebut terdapat fungsi. Fungsi pertama adalah contact_name yang

    berguna untuk memberikan nama dalam pendefinisian contact Telegram. Kedua

    terdapat fungsi pager yang digunakan untuk memasukan id group akun Telegram

    admin. Selanjutnya fungsi service_notification_options merupakan kondisi service

    yang akan diberitahukan lewat notifikasi Telegram. Pilihannya adalah salah satu

    dari berikut ini atau kombinasinya antara lain yaitu w untuk pemberitahuan warning

    states, c untuk pemberitahuan critical states, r untuk pemberitahuan recovery, f

    untuk pemberitahuan start/stop of flapping,u untuk pemberitahuan unknown states,

    s untuk pemberitahuan stopped states. Fungsi keempat terdapat

    host_notification_options merupakan kondisi status host yang akan diberitahukan

    lewat notifikasi Telegram. Pilihannya adalah d untuk pemberitahuan down, u untuk

    pemberitahuan uncreachable, r untuk pemberitahuan recovery, f untuk flapping dan

    u untuk pemberitahuan up. Fungsi ke lima host_notification_period dan

    1. Define contact { 2. Contact_name telegramgroupchat 3. Pager -1001255806773 4. Host_notification_options d,u,r,f,s 5. Service_notification_options w,u,c,r,f,s 6. Host_notification_period 24x7 7. Service_notification_period 24x7 8. Host_notification_commands notify-host-by-telegram 9. Service_notification_commands notify-service-by-

    telegram

  • 11

    service_notification_period merupakan lama periode monitoring Nagios pada host

    maupun service yang diatur selama 24 jam x 7 hari, agar lebih meminimalkan resiko

    dan meningkatkan penanganan saat perangkat down. Fungsi keenam

    service_notification_commands dan host_notification_commands adalah media

    yang digunakan untuk notifikasi. Parameter yang digunakan pada penelitian ini

    adalah notify-service-by-telegram untuk service dan notify-by-telegram untuk host.

    Dalam konfigurasi kontak ini ditambahkan untuk informasi kontaknya yaitu dengan

    membuat sebuah group contact yang terdiri dari contact name telegramgroupchat

    untuk mendefinisikan kontak admins.

    Kode Program 2. Konfigurasi format pesan host melalui aplikasi Telegram

    Untuk menjalankan pengiriman pesan notifikasi melalui aplikasi Telegram,

    termuat dalam file konfigurasi commands.cfg, yang terletak pada direktori

    /usr/local/etc/Nagios.cfg. File konfigurasi commands.cfg mendefinisikan format

    pesan notifikasi host dan service server monitoring. Pengiriman pesan notifikasi

    melalui aplikasi Telegram dilakukan langsung ke alamat akun aplikasi Telegram

    admin, yang sebelumnya sudah didefinisikan pada file contact

    /usr/local/Nagios/etc/objects/contacts.cfg. Pada Kode Program 2 merupakan

    penjelasan file konfigurasi format pesan notifikasi untuk mendefinisikan kondisi

    host melalui aplikasi Telegram pada file konfigurasi commands.cfg Pada baris

    command_line terdapat token access berupa API dan user id pada akun aplikasi

    Telegram admin yang berguna untuk menjalankan perintah pengiriman notifikasi

    alert pada monitoring Nagios.

    Pada Kode Program 2 terdapat fungsi command.cfg untuk menunjukan isi

    pesan notifikasi dari hasil monitoring Nagios yang mendeteksi terjadinya masalah

    pada semua host yang ada dengan status server yang berbeda – beda seperti pada

    Gambar 6. Selain itu terdapat keterangan tanggal dan waktu saat terjadinya

    1 #commands to send host/service notifications 2 Define command { 3 Command_name notify-host-by-telegram 4 Command_line /usr/local/bin/telegram_nagios.py -–

    token 642327309:AAEZXosPyKYBoEnwP5BajhJdQtTR0CVbR9s –-

    object_type host –-contact “-1001255806773” –-

    notificationtype “$NOTIFICATIONTYPE$” –-hoststate

    “$HOSTSTATES$” -–hostname “$HOSTNAME$” –-hostaddress

    “$HOSTADDRESS$” –-output “$HOSTOUTPUT$”

    5 } 6 7 Define command { 8 Command_name notify-service-by-telegram 9 Command_line /usr/local/bin/telegram_nagios.py -–

    token 642327309:AAEZXosPyKYBoEnwP5BajhJdQtTR0CVbR9s –-

    object_type service –-contact “-1001255806773” –-

    notificationtype “$NOTIFICATIONTYPE$” –-servicestate

    “$SERVICESTATES$” -–hostname “$HOSTNAME$” –-servicedesc

    “$SERVICEDESC$” –-output “$SERVICEOUTPUT$”

    10 }

  • 12

    gangguan pada server. Tanggal dan waktu pada Telegram menunjukkan saat

    Nagios mengirim notifikasi terjadi error pada server. Jika terjadi ganguan pada

    jaringan, maka pengiriman notifikasi alert di Telegram akan pending namun tidak

    mempengaruhi tanggal dan waktu pengiriman notifikasi oleh Nagios. Tanggal dan

    waktu sesuai dengan saat pengiriman meskipun diterima pada waktu yang berbeda.

    Gambar 6. Tampilan Pesan Alert Notifikasi di Telegram

  • 13

    5. Kesimpulan dan Saran

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Network

    Monitoring System Nagios dengan memanfaatkan aplikasi Telegram sebagai push

    notifikasi yang meliputi tentang implementasi dan pengujian sehingga dapat ditarik

    kesimpulan sebagai berikut. Aplikasi monitoring jaringan ini dapat membantu dan

    memudahkan Network Administrator dalam pemantauan dan menanganin jaringan

    yang dikelola di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan, maka untuk itu aplikasi ini

    dirancang mempunyai fungsi monitoring. Monitoring dilakukan untuk melihat

    kondisi Up atau Down dari sebuah host yang ada tanpa harus mengecek keadaan

    fisik pada host secara langsung dan dapat mendeteksi perubahan status host yang

    terjadi dan Network Administrator akan diberi informasi jika ada perubahan

    keadaan pada host dan service melalui aplikasi Telegram secara realtime. Setiap

    kali terdapat perangkat yang terputus atau gangguan, maka sistem akan langsung

    mengirimkan notifikasi pesan ke aplikasi Telengram kepada handphone Network

    Administrator berupa chat pada group Telegram, sehingga mampu membantu

    Network Administrator dalam menjaga stabilitas jaringan. Komputer server dan

    aplikasi Telegram pada handphone Network Administrator harus selalu terkoneksi

    dengan internet, karena proses pengiriman notifikasi pesan Telegram hanya akan

    berjalan jika komputer server dan aplikasi Telegram pada handphone terkoneksi

    dengan internet. Lama waktu pengiriman notifikasi dari sistem ke aplikasi

    Telegram Network Administrator dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya

    koneksi internet dan kondisi perangkat server maupun aplikasi Telegram.

    Dari hasil penerapan Network Monitoring System Nagios di SMK

    Telekomunikasi Tunas Harapan memerlukan penambahan target monitoring untuk

    melakukan monitor terhadap perangkat yang lain seperti printer dan IP camera.

    Melakukan maintenance secara teratur demi menjaga jaringan selalu dalam kondisi

    baik.Menambahkan sistem IDS (Instrusion Detection System) agar mengetahui

    serangan penyusup dijaringan dan dapat menangkap seluruh penyebab terjadinya

    masalah dijaringan.

    6. Daftar Pustaka

    [1] P. Oktivasari and T. Habibullah, “Kajian Network Monitoring System

    Menggunakan Nagios Dengan Whatsapp Sebagai Notifikasi Alert Study of

    Network Monitoring System Using Nagios with Whatsapp as Notification

    Alert,” pp. 34–43, 2017.

    [2] N. F. Asri, A. Hamzah, and M. Sholeh, “Nagios Untuk Monitoring Server

    Dengan Pengiriman Notifikasi Gangguan Server Menggunakan Email Dan

    Sms Gateway (Studi Kasus : Pt. Gamatechno Indonesia – Yogyakarta),” J.

    JARKOM, vol. 1, no. 2, pp. 151–161, 2014.

    [3] H. Amnur, D. Prayama, and F. Agustin, “Perancangan dan Implementasi

    Network Monitoring Sistem Menggunakan Nagios dengan Email dan SMS

    Alert Design With Implementation of Network Monitoring System Using

    Nagios by Email and SMS Alert,” vol. 10, pp. 42–50, 2014.

  • 14

    [4] S. Wati, H. S. Arief, H. Manossoh, and S. W. Alexander, “3 1,2,3,” Ris.

    Akunt. Going Concern, vol. 12, no. 109, pp. 98–107, 2017.

    [5] I. Thamrin, J. Andjarwirawan, and A. Noertjahyana, “Pembuatan Alert

    Sistem Komputer Kabel dan Nirkabel di UK. Petra,” pp. 3–6, 2017.

    [6] Hidra Amnur, Deddy Prayama, F. Agustin, and Defni, “Design With

    Implementation of Network Monitoring System Using Nagios by Email and

    SMS Alert,” Poli Rekayasa, vol. 10, no. 1, pp. 42–50, 2014.

    [7] F. B. Fatria, “Pengembangan Fitur Nagios Untuk Pemantauan Jaringan

    Berbasis Sms ( Short Message Service ) Tugas Akhir Frima Boby Fatria

    Pengembangan Fitur Nagios Untuk Pemantauan Jaringan Berbasis Sms (

    Short Messages Service ) Frima Boby Fatria,” p. 74, 2011.

    [8] A. Affandi, A. Wiranata, D. Irawan, D. P. Putra, Ridwan, and S. Yadi,

    “Analisi Batasan Hak Akses Internet Terhdap Karyawan PT. Bio Farma

    (Persero) Laporan Praktek Kerja Lapangan,” 2016.

    [9] N. Mintarsih and W. Aryunani, “Pengaturan Akses Internet dengan

    Pemanfaatan Proxy Server Menggunakan Squid Abstrak Pendahuluan.”