Ilustrasi Farmasi

Embed Size (px)

Citation preview

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    1/12

    Tugas Ilustrasi Kasus

    TYPHUS ABDOMINALIS

    oleh :

    NUR NUBLI JULIAN PARADE

    G9911112112

    KEPANITERAAN KLINIK UPF / LABORATORIUM FARMASI

    FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSUD DR. MOEARDI

    SURAKARTA

    2!12

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    2/12

    BAB I

    ILUSTRASI KASUS

    A. IDENTITAS PENDERITA

     Nama : Nn. B

    Umur : 25 tahun

    Jenis Kelamin : Perempuan

    Pekerjaan : Ibu rumah tangga

    Alamat : Kandang sapi T 22!" 2#Agama : Islam

     N$ %& : '(#)#2

    Tanggal &asuk : * Juni 2+*2

    B. ANAMNESIS

    *. Keluhan Utama : Badan panas

    2. i,a-at Pen-akit ekarang :

    ejak kurang lebih / hari &0 badan penderita panas. Panas naik turun0

    dan dirasakan terutama pada malam hari0 bahkan penderita sampai

    menggigil. Penderita sudah men1$ba minum $bat penurun panas

    panad$l3 dan panasn-a sempat turun tapi naik lagi setelah beberapa jam

    minum $bat. Kepala penderita juga pusing terutama saat badan panas.

    Penderita mengeluhkan perutn-a mual0 sehingga tidak na4su makan. udah

    ) hari ini penderita tidak BAB. BAK tidak ada keluhan.

    #. i,a-at Pen-akit ahulu :

    • i,a-at m$nd$k karena pen-akit serupa 6 3

    • i,a-at asma 6 3

    • a,a-at alergi $bat0 makanan0 udara dingin 6 3

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    3/12

    ). i,a-at Pen-akit Keluarga

    • i,a-at pen-akit serupa 6 3

    • i,a-at asma 6 3

    ". PEMERIKSAAN FISIK

    *. Keadaan Umum : sakit sedang0 1$mp$s mentis0

    gi7i kesan 1ukup2. Tanda 8ital : T : *++ ! '+ mm9g r : 2) ! mnt

      N : /+ ! mnt : #;0;+ %

    #. &ata : %A 6!6 30 I 6!6 3

    ). Telinga : pendengaran baik0 NT tragus 6!6 30

    se1ret 6!6 3

    5. 9idung : N%9 6!6 30 se1ret 6!6 30 epistaksis

    6!6 3

    '. &ulut : bibir kering 6 30 mu1$sa pu1at

    630 lidah k$t$r < 30 tepi lidah hiperemi < 30 trem$r < 3

    (. Tengg$r$kan : t$nsil hiperemi 6!6 30 4aring

    hiperemi 6!6 3

    ;. =eher : J8P tidak menigkat

    /. Th$ra

    %$r : I : I1tus 1$rdis tidak tampak

    P: I1tus 1$rdis tidak kuat angkat

      P: Batas jantung kesan tidak melebar 

      A: Bun-i jantung I6II intensitas n$rmal0 regular0 bising 63

    Pulm$ : I : Pengembangan dada kanan > kiri

    P : ?remitus raba kanan > kiri

    P : $n$r ! s$n$r

    A : uara dasar @esikuler

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    4/12

    *+. Abd$men : I : inding perut sejajar  

    dinding dada

      P : upel0 n-eri tekan 6 30 hepar dan lien tak teraba

      P : T-mphani

    A : Peristaltik < 3

    **.

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    5/12

    kstremitas : edem Akral dingin

    D.PEMERIKSAAN PENUNJANG :

    arah utin

    9b : *+0* g!dl C$l darah :

    91t : )2 D Ur : 2+

    A= : ).+++ ! E= %r : +05

    AT : *5+.+++ ! E=

    "idal Test

    Titer Titer 9

    S. typhi * ! #2+ * ! )++

    S. paratyphi * ! *'+ * ! *'+

    E. DIAGNOSIS

    T-phus Abd$minalis

    F. PENATALAKSANAAN

    *. N$n &edikament$sa

    • Bed rest t$tal sampai ( hari bebas panas

    • iet TKTP lunak0 rendah serat

    • K$mpres dengan air hangat

    2. &edikament$sa

    • In4us =

    • %hl$rampheni1$l ) 5++mg

    • Para1etam$l k!p3

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    6/12

    Penulisan esep

    ! In4us = 4lab N$ III

      %um in4use set N$ I

      I@ 1atheter n$.22 N$ I

      imm

    ! %hl$rampheni1$l tab mg 5++ N$ FFF

      ) dd tab I

    ! Para1etam$l tab mg 5++ N$.F8

    prn #6)3 dd tab *

    Pr$ : Nn. B 25 th 3

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    7/12

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. DEFINISI

    T-phus abd$minalis adalah suatu pen-akit sistemik akut -ang disebabkan

    $leh in4eksi kuman Salmonella typhi1. edangkan menurut Cerald T. Keush

    t-phus abd$minalis adalah suatu in4eksi demam sistemik akut -ang n-ata

     pada 4ag$sit m$n$nu1lear dan membutuhakan tatanama -ang terpisah*.

    B. EPIDEMIOLOGI

    T-phus abd$minalis termasuk pen-akit menular -ang ter1antum dalam

    Undang6undang N$m$r ' tahun */'2 tentang ,abah. "alaupun ter1antum

    dalam undang6undang ,abah dan ,ajib dilap$rkan0 namun data -ang lengkap

     belum ada0 sehingga gambaran epidemi$l$gin-a belum diketahui se1ara pasti.

    i Ind$nesia0 jarang dijumpai se1ara epidemi10 tapi lebih sering bersi4at

    sp$radi10 terpen1ar6pen1ar di suatu daerah dan jarang menimbulkan lebih dari

    satu kasus pada $rang6$rang serumah. umber penularan biasan-a tidak dapat

    ditemukan. Ada 2 sumber penularan almonella typhi -aitu pasien dengan

    ti4$id dan 1arrier.

    i daerah endemi10 tranmisi terjadi melalui air -ang ter1emar dan

    makanan -ang ter1emar $leh 1arrier -ang merupakan sumber penularn -ang

     paling sering di daerah n$n endemik#

    .

    ". ETIOLOGI

    alm$nella adalah basil gram negati@e0 tidak berkapsul0 hampir selalu

    m$til dengan menggunakan 4lagella peritrik$sa0 -ang menimbulkan dua atau

    lebih bentuk antigen 9. Kuman ini meragikan gluk$sa0 sehingga terbentuk 

    dasar asam dan 1ekungan basa pada agar beri gula tripel TI 3. Umumn-a

    menghasilkan 92 -ang dapat terdeteksi sebagai pr$duk reaksi hitam dan

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    8/12

     ber4ungsi a,al untuk membedakan is$late dari higella0 -ang juga

    menimbulkan reaksi TI basa ! asam. Salmonella typhi  pen-ebab utama

    demam ti4$id atau t-phus abd$minalis. Beberapa salm$nella sangat mudah

     beradaptasi pada manusia seperti S.typhi, S. paratyphi A, S. paratyphi B.

    sementara sebagian besar spesies beradaptasi pada he,an dan tidak 

    men-ebabkan kesakitan pada manusia. Gang lain mengin4eksi baik manusia

    dan he,an tingkat rendah0 sehingga men-ebabkan gastr$enteritis atau -ang

    lebih jarang in4eksi terl$kalisir0 atau septikemik 2.

    D. PATOFISIOLOGI

    Kuman S. typhi masuk tubuh manusia melalui mulut dengan makanan dan

    air ter1emar. ebagian kuman dimusnahkan asam lambung. ebagian lagi

    masuk ke usus halus dan men1apai jaringan lim4$id plaHue Pa-eri di ileum

    terminalis -ang hipertr$pi. i tempat ini k$mplikasi perdarahan dan per4$rasi

    intestinal dapat terjadi. Kuman S.typhi kemudian menembus lamina pr$pia

    masuk aliran lim4e mesenterial0 dan men1apai kelenjar lim4e mesenterial0

    -ang juga mengalami hipertr$pi. etelah mele,ati kelenjar6kelenjar lim4e ini0

    S.typhi masuk aliran darah melalui du1tus th$ra1i1us. Kuman6kuman S.typhi

    lain men1apai hati melalui sirkulasi p$rtal dari usus. S.typhi  bersarang di

     plaHue Pa-eri0 limpa0 hati dan bagian6bagian lain s-stem retikul$end$telial.

    emua disangka demam dan gejala6gejala t$ksemia pada demam ti4$id

    disebabkan end$t$ksemia. Tapi kemudian berdasar penelitian eksperimental

    disimpulkan bah,a end$t$ksemia bukan merupakan pen-ebab utama demam

    dan gejala6gejala t$ksemia pada t-phus abd$minalis. nd$t$ksin S.typhi

     berperan pada pat$genesis0 karena membantu terjadin-a pr$ses in4lamasi

    l$1al pada jaringan tempat S.typhi  berkembang biak. emam pada ti4$id

    disebabkan karena S.typhi  dan end$t$ksin-a merangsang sintesis dan

     penglepasan 7at pir$gen $lek leu1$sis pada jaringan -ang meradang#.

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    9/12

    E. MANIFESTASI KLINIS

    &asa tunas berlangsung *+ *) hari. Cejala6gejala -ang timbul amat

     ber@ariasi. elain itu0 gambaran pen-akit ber@ariasi dari pen-akit ringan -ang

    tidak terdiagn$sis sampai gambaran pen-akit -ang khas dengan k$mplikasi

    dan kematian.

    alam minggu pertama0 keluhan dan gejala serupa dengan pen-akit

    in4eksi akut pada umumn-a0 -aitu demam0 n-eri kepala0 pusing0 n-eri $t$t0

    an$reksia0 mual0 muntah0 $bstipasi atau diare0 perasaan tidak enak di perut0

     batuk0 epistaksis. Pada pemeriksaan 4isik didapatkan suhu badan meningkat.

    alam minggu kedua0 gejala6gejala menjadi lebih jelas berupa demam0

     bradikardia relati@e0 lidah khas k$t$r di tengah0 tepi dan ujung merah serta

    trem$r 30 hepat$megali0 splen$megali0 mete$rismus0 gangguan mental berupa

    s$mn$len0 stup$r0 k$ma0 delirium0 atau psik$sis0 r$se$lae jarang ditemukan

     pada $rang Ind$nesia#.

    F. DIAGNOSIS

    Biakan darah p$siti4 memastikan t-phus abd$minalis0 tapi biakan darah

    negati@e tidak men-ingkirkan t-phus abd$minalis. Biakan 4e1es p$siti4 

    men-$k$ng diagn$sis klinis t-phus abd$minalis5. Biakan 4e1es ini0 (5D

     p$siti4 pada minggu ketiga.

    iagn$sis ser$l$gis kurang dapat diandalkan dibandingkan biakan.

    ebagian besar pasien dapat mempun-ai antib$d- terhadap antigen 0 90 dan

    8i tes ,idal 3. Jika tidak mendapatkan imunisasi -ang baru0 titer antib$d-

    terhadap antigen *! ')+ 3 adalah sugesti40 tapi tidak spesi4ik selama

    salm$nella ser$grup. Peninggian antib$d- empat kali lipat pada sediaan

     berpasangan adalah 1riteria -ang baik0 untuk memastikan diagn$sis t-phus

    abd$minalis selama 2 sampai # minggu20#. Jadi pemeriksaan ,idal din-atakan

     p$siti4 apabila :

    • Titer ,idal I *! #2+ atau

    • Titer ,idal II naik ) kali atau lebih dibandingkan titer ,idal I

    atau

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    10/12

    • Titer ,idal I 6 3 tapi titer ,idal II < 3 berapapun angkan-a

     edangkan pemeriksaan penunjang lainn-a :• arah peri4er lengkap : leu1$penia0 lim4$sit$sis0 ane$sin$4ilia

    • Biakan empedu : tumbuh k$l$ni Salmonella typhi5

    G. DIAGNOSIS BANDING

    • In4eksi @irus

    • &alaria)05 

    H. TERAPI

    *. Bed rest t$tal0 sampai ( hari bebas panas#.

    &aksudn-a untuk men1egah terjadin-a k$mplikasi -akni perdarahan

    usus atau per4$rasi usus. &$bilisasi pasien dilakukan se1ara bertahap0

    sesuai dengan kekuatan pasien ).

    2. iet saring TKTP rendah serat0 lunak sampai ( hari

     bebas panas lalu ganti bubur kasar 0 dan setelah ( hari ganti dengan nasi#.

    Pemberian bubur saring bertujuan untuk menghindari k$mplikasi

     perdarahan usus ! per4$rasi usus0 karena ada pendapat bah,a usus perlu

    diistirahatkan).

    #. &edikament$sa

    a. %hl$rampheni1$l

    &asih merupakan $bat pilihan utama di Ind$nesia0 d$sis untuk $rang

    de,asa adalah ) 5++mg sehari $ral atau intra@ena0 sampai ( hari bebas demam).

     b. Tiam4enik$l Urfamycin 3

    $sis dan e4ekti@itas sama dengan 1hl$rampheni1$l).

    1. %$trim$a7$l Trimetr$prim

    dan ul4amet$ksa7$l 3

    $sis untuk $rang de,asa adalah 2 );+ mg sehari0 digunakan

    sampai ( hari bebas demam).

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    11/12

    d. Am$i1illin

    $sis -ang dianjurkan berkisar (5 *5+ mg ! kgBB sehari0

    digunakan sampai ( hari bebas demam).

    e. %ephal$sp$ri

    n generasi ketiga

    Antara lain : 1e4$pera7$n0 1e4ria$n0 dan 1e4$taim e4ekti40 tapi d$sis

    dan 1ara pemberiann-a belum diketahui se1ara pasti).

    I. PROGNOSIS

    Terapi -ang 1$1$k0 terutama jika pasien perlu dira,at se1ara medis pada

    stadium dini0 sangat berhasil. Angka kematian diba,ah *D0 dan han-a

    sedikit pen-ulit -ang terjadi2.

  • 8/18/2019 Ilustrasi Farmasi

    12/12

    DAFTAR PUSTAKA

    *. ulkarnain0 I.0 Nel,an0 99.0 P$han0 CT.0  Demam Tifoid . alam :

    Ped$man iagn$sis dan Terapi di Bidang Ilmu Pen-akit alam. Jakarta :

    Bagian Ilmu Pen-akit alam ?KUI. 2++* : 25'625/

    %$rales0 .0 Typhoid Fever , ,,,.emedi1ine.1$m0 2++).

    2. Keus1h0 CT. Salmonellosis. alam : 9arris$n Prinsip6prinsip Ilmu

    Pen-akit alam. Jakarta : C%. */// : (556(5;

    #. Ju,$n$0 .  Demam Tifoid . alam : Buku Ajar Ilmu Pen-akit alam.

    Jilid I. disi ke6#. Jakarta : Balai Penerbit ?KUI. */// : )#56))*

    ). 9erma,an0 AC.0 umandjar0 T.0  Penanganan penderita Demam Tifoid 

     Dewasa Di SUD Dr. !oewardi S"ra#arta. alam: Pr$tap IP6?K UN

    U r. &$e,ardi0 &? Ilmu Pen-akit alam ?K UN6 U r.&$e,ardi urakarta. 2++) : **56**'

    5. ulkarnain0 I.0 Nel,an0 99.0 P$han0 CT.0  Demam Tifoid . alam :

    Ped$man iagn$sis dan Terapi di Bidang Ilmu Pen-akit alam. Jakarta :

    Bagian Ilmu Pen-akit alam ?KUI. 2++* : 25'625/

    http://www.emedicine.com/http://www.emedicine.com/http://www.emedicine.com/