ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

  • Published on
    18-Oct-2015

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    1/15

    ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

    KESENJANGAN SOSIAL

    Untuk Memenuhi Tugas Makalah yang di Bimbing oleh :

    Bapak Hayat

    Nama Anggota Kelompok :

    Fitri Yani (201210070311123)

    Ika Wardani (201210070311124)

    Leoreta Christina Widhi R. (201210070311125)

    Usratussyarifah (201210070311126)

    Diah Try Utami N. (201210070311127)

    Juniarto (201210070311128)

    May Hastuti Lubis (201210070311129)

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    TAHUN PELAJARAN 2012/2013

    Januari 2013

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    2/15

    BAB I

    PENDAHULUAN

    a. Latar Belakang

    Kesenjangan sosial merupakan sesuatu yang menjadi pekerjaan bagi pemerintah yang butuh

    perhatian yang lebih. Kesenjangan sosial yang terjadi dalam masyarakat sangatlah mencolok

    dan makin memprihatinkan yang perlu di bahas serta dicari penyebab-penyebab terjadinya

    suatu kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial yang muncul dalam masyarakat perlunya

    sebuah keberanian dalam pengungkapanpannya. Sehingga kesenjangan sosial menjadi topic

    yang menarik serta bagus untuk dipaparkan dalam pengambilan judul ini. Terjadi tindakan-

    tindakkan yang sangat mencolok misalnya dalam kasus akhir-akhir tentang gimana seorang

    koruptor besar yang mendapat fasilitas yang sangat baik dalam tahanan,sedangkan seorang

    pencuri ayam di tahan dengan tidak layak. Disini sangatlah kelihatan perbedaannya antara

    orang kaya atau penguasa dengan orang miskin atau rakyat kecil.

    Kesenjangan sosial merupakan sesuatu yang menjadi sebuah momok atau tugas besar bagi

    pemerintah untuk diselesaikan. Dimana kesenjangan sosial merupakan masalah yang sukar

    untuk diselesaikan kerena menyangkut aspek-aspek yang harus diketahui secara mendalam

    dan pendekatan lebih dalam serta adanya saling keterkaitan berbagai aspek. Kesenjangansosial sebuah keadaan ketidak seimbangan sosial yang ada di masyarakat misalnya antara si

    kaya dan si miskin. Kesenjangan sosial dipengaruhi beberapa foktor yaitu:

    a. Kemiskinan

    Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut

    deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari: 1. Kemiskinan itu

    sendiri;2.Kelemahan fisik;3.Keterasingan atau kadar isolas;4.Kerentaan;5.

    Ketidakberdayaan.Ciri-ciri kebudayaan kemiskinan atau pemikiran kemiskinan:(1)fatalisme,

    (2) rendahnya tingkat aspirasi,(3) rendahnya kemauan mengejar sasaran, (4) kurang melihat

    kemajuan pribadi , (5) perasaan ketidak berdayaan/ketidakmampuan,(6) Perasaan untuk

    selalu gagal,(7) Perasaan menilai diri sendiri negatif, (8) Pilihan sebagai posisi pekerja kasar,

    dan (9) Tingkat kompromis yang menyedihkan. Kemiskinan merupakan penyebab utama dari

    terjadinya kesenjangan sosial yang banyak di dalam masyarakat.

    b.sempitnya lapangan pekerjaan

    Sempinya lapangan pekerjaan menjadi foktor kesenjangan karena dengan lapangan pekerjaan

    yang sempit sehingga banyak pengangguran serta berdampak pada perekonomian yang

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    3/15

    rendah.Pemecahan dan Solusi Kesenjangan Sosial Di Indonesia. Meminimalis (KKN) dan

    memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahter masyarakat. Pemerintah telah

    membentuk suatu lembaga yang bertugas memberantas (KKN) di Indonesia. Indonesia telah

    mulai berbenah diri namun dalam beberapa kasus soal korupsi KPK dinilai masih tebang

    pilih dalam menindak masalah korupsi. Misalnya kasus tentang bank century belum

    menemukan titik terang dan seolah-olah mengakiri kasus itu. Pemerintah harus selalu

    berbenah diri karena dengan meminimaliskan (KKN) yang terjadi mampu meningkatkan

    kesejahteraan masyarakat dengan dana yang ada.Meningkatkan system keadilan di Indonesia

    serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum. Masih banyak mafia hukum

    merajarela di Indonesia itu yang semakin membuat kesenjangan sosial di Indonesia makin

    mencolok.

    b. Perumusan masalah

    Kesenjangan sosial sering terjadi dalam masyarakat dan akhir-akhir ini sangatlah

    mencolok(sangat kelihatan dengan nyata). Kesenjangan sosial yang ada di masyarakat

    semakin memprihatinkan.

    c. Tujuan Masalah

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    4/15

    BAB II

    PEMBAHASAN

    a).Pengertian Kesenjangan Sosial

    Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan ketidak seimbangan sosial yang ada di masyarakat

    yang menjadikan suatu perbedaan yang sangat mencolok. Dalam hal kesenjangan sosial

    sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi.

    Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedaan dalam aspek apapun, orang desa yang

    merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini,memang benar kalau dikatakan bahwa

    Yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin. Adanya ketidak pedulian terhadap

    sesama ini dikarenakan adanya kesenjangna yang terlalu mencolok antara yang kaya dan

    yang miskin. Banyak orang kaya yang memandang rendah kepada golongan bawah,apalagi

    jika ia miskin dan juga kotor,jangankan menolong,sekedar melihatpun mereka enggan.

    Disaat banyak anak-anak jalanan yang tak punya tempat tinggal dan tidur dijalanan, namun

    masih banyak orang yang berleha-leha tidur di hotel berbintang ,banyak orang diluar sana

    yang kelaparan dan tidak bisa memberi makan untuk anak-anaknya tapi lebih bnyak pula

    orang kaya sedang asyik menyantap berbagai makanan enak yang harganya selangit..

    Disaat banyak orang-orang miskin kedinginan karena pakaian yang tidak layak mereka

    pakai,namun banyak orang kaya yang berlebihan membeli pakaian bahkan tak jarang yang

    memesan baju dari para designer seharga 250.000 juta,dengan harga sebnyak itu seharusnya

    sudah dapat memberi makan orang-orang miskin yang kelaparan.

    Pemerintah harusnya lebih memperhatikan masalah yang seperti ini,pembukaan UUD 45

    bahkan telah memberi amanat kepada pemerintah untuk memajukan kesejahteraan umum dan

    mencerdaskan bangsa,harusnya orang-orang yang berada di pemerintahan lebih serius untuk

    memikirkan kepentingan bangsa yang memang sudah menjadi tanggung jawab mereka,tapi

    dari kasus-kasus yang sekarang ini tentang para anggota pemerintahan yang melakukan

    korupsi dapat menunjukan bahwa tidak sedkit dari mereka masih memikirkan

    kepentingannya masing-masing,uang dan biaya yang seharusnya untuk kemakmuran

    masyarakat dimakan oleh mereka sendiri.Kalaupun pada akhirnya mereka mendapatkan

    hukuman itu bukanlah hukuman yang sebenarnya,banyak dari mereka masih tetap hidup

    mewah walaupun mereka dalam kurungan penjara yang seharusny memebuat mereka jera.

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    5/15

    Kemiskian memang bukan hanya menjadi masalah di Negara Indonesia, bahkan Negara

    majupun masih sibuk mengentaskan masalah yang satu ini. Kemiskinan memang selayaknya

    tidak diperdebatkan tetapi diselesaikan. Akan tetapi kami yakin : du chocs des opinion jaillit

    la verite. Dengan benturan sebuah opini maka akan munculah suatu kebenaran . Dengan

    kebenaran maka keadilan ditegakkan, dan apabila keadilan ditegakkan kesejateraan bukan

    lagi menjadi sebuah impian akan tetapi akan menjadi sebuah kenyataan.

    Menurut Robert Chambers bahwa inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut

    deprivation trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari :

    1. Kemiskinan itu sendiri

    2. Kelemahan fisik

    3. Keterasingan atau kadar isolasi

    4. Kerentaan

    5. Ketidakberdayaan

    Semua unsur itu terkait satu sama lain sehingga merupakan perangkap kemiskinan yang

    benarbenar berbahaya dan mematikan, serta mempersulit rakyat miskin untuk bangkit dari

    kemiskinannya.

    Menarik kita intip kembali masalah kemiskinan di Indonesia yang pada tahun 2005

    jumlahnya 35,100 juta jiwa ( 15,97 % ), tahun 2006 jumlahnya 39,300 juta jiwa ( 17,75 % ),

    tahun 2007 berjumlah 37,130 ( 16,58 % ) ( sumber BPS ). Menurut World Bank penduduk

    Indonesia yang masih dibawah garis kemiskinan sebanyak 49 % pada tahun 2007 atau

    berpendapan di bawah 2 dollar AS per hari ( ketentuan garis kemiskinan versi World Bank ).

    Memang terjadi suatu perbedaan antara BPS dan World Bank, dikarenakan indicator yang

    digunakan untuk menghitung garis kemiskinan pun berbeda. Sampai sekarang masih terjadi

    perdebatan antara para pengamat ekonomi tentang metodologi penghitungan kemiskinan

    menurut BPS. Terlepas dari perdebatan tersebut kita tengah dipertontonkan fakta yang cukup

    menakutkan berupa angka kemiskinan yang masih sangat tinggi sekali.

    Factorfactor internal dan eksternal orang miskin pun semakin membuat kehidupan yang

    mereka jalani semakin sulit. Adapun factor internal orang miskin diantaranya : tingkat

    pendidikan yang rendah, kebodohan, sikap apatis orang miskin terhadap segala kebijakan

    pemerintah, dll. Dan inilah ( factor internal ) yang selama ini dijadikan salah satu alasan

    pemerintah, mengapa kemiskinan sulit dientaskan. Sebetulnya masih ada factor eksternal

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    6/15

    yang seharusnya pemerintah juga memperhatikan dan mencermati, yang kami anggap juga

    tak kalah menyulitkan bagi orang miskin. Adapun factor eksternal diantaranya pembangunan

    yang selama ini tidak berpihak kepada orang miskin, distribusi pendapatan Negara yang tidak

    merata, penggusuran dengan / tanpa kompensasi, kesenjangan socialekonomi. Kita

    memang mempunyai orang terkaya se- Asia Tenggara versi Globe Asia akan tetapi kita juga

    dihadapkan dengan fakta yang menyedihkan tentang meninggalnya seorang anak balita di

    Makassar karena tidak diperiksakan dan dirawat di rumah sakit setelah 1 bulan menderita

    sakit, dikarenakan tidak mampu membayar biaya kesehatan ( Kompas, 2/11 ). Ini lah salah

    satu wujud kesenjangan socialekonomi yang sudah sangat parah. Menarik juga

    mengangkat tentang sertifikasi dan isu kenaikan gaji guru yang sekarang sedang menjadi

    bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Tugas seorang guru memang berat dan penuh

    amanat, akan tetapi gaji seorang guru dengan golongan terendah sekalipun jikalau kita hitung

    masih diatas 2 dollar per hari. Dan mereka bukan termasuk salah satu dari 49% orang miskin

    versi World Bank. Dan saya rasa memang belum saatnya jikalau gaji guru dinaikkan,

    mengingat kondisi perekonomian di Negara kita dan ketakutan akan semakin lebarnya jurang

    kesenjangan antara yang Miskin dan tidak Miskin, masih sangat banyak orang di sekeliling

    kita yang berpenghasilan jauh dibawah 2 Dollar per hari, seperti: buruh tani, buruh pabrik,

    kuli, dan masih banyak lagi.

    Dengan dana pendidikan 20% dari APBN, alangkah baiknya pemerintah mengalokasikan

    dana tersebut untuk diprioritaskan pada sarana pendidikan baik dari infrastruktur sekolah,

    akses sekolah, biaya pendidikan yang terjangkau bagi orang miskin. Jikalau distribusi dana

    pendidikan lancar, niscaya jurang kesenjangan socialekonomi yang Miskin dan Miskin

    akan berkurang.

    Dan andaikata para konglomerat ( termasuk para elite pemerintahan ), mau berkorban,

    mengabdi kepada rakyat niscaya akan tumbuh sebuah rasa senasib sepenanggungan

    sehingga akan tercipta apa yang dinamakan sama rasa sama rata sehingga akan

    mewujudkan sebuah masyarakat yang sosialisdemokratis. Suatu masyarakat yang

    menjunjung tinggi hakhak azasi manusia tanpa adanya perbedaan kelas.

    Kemiskinan menjadi foktor terbesar kesengjangan sosial yang menjadi momok dalam

    kehidupan masyarakat. Saat melihat berita pagi ini tentang kemewahan sebuah penjara para

    pejabat dan koruptor-koruptor, serta orang-orang memiliki banyak uang, sungguh membuat

    saya cukup terkejut. Bagaimana tidak? Penjara yang seharusnya menjadi tempat hukuman

    bagi mereka yang bersalah, serta menjadi tempat untuk merenungi kesalahannya, dijadikan

    tempat tinggal yang mewah, layaknya sebuah hotel berbintang 5 atau bahkan sebuah

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    7/15

    apartemen mewah. Hal ini sungguh ironi. Disaat rakyat negeri ini masih berjuang agar

    kemiskinan di negeri kita bisa lebih menyusut, para lakon di atas malahan hidup bermewah-

    mewahan di dalam penjara. Dulu, saya pernah menuliskan sebuah artikel yang berisi tentang

    Kesaktian Pancasila telah hilang. Namun, saat ini bisa dikatakan bahwa Pancasila tidak lagi

    menjadi dasar negara kita ini. Namun hanya sebagai simbol. Jika para koruptor, pejabat, serta

    orang-orang yang memiliki uang banyak hidup dalam kemewahan, serta dengan masa

    tahanan yang cukup singkat, berbeda dengan rakyat kecil yang harus hidup sengsara dalam

    penjara hanya karena melakukan sebuah kejahatan kecil saja. Sebagai contoh, seorang

    pencuri ayam atau jemuran akan mendapatkan hukuman dari masyarakat, yaitu dengan

    dipukuli beramai-ramai, sementara saat masuk penjara, mereka juga mendapatkan siksaan

    dari para sipir penjara. Namun, seorang koruptor yang mencuri miliaran rupiah uang negara,

    bisa hidup bermewah-mewahan serta mendapatkan pelayanan khusus yang cukup istimewa

    dari pihak penjara tersebut. Apalagi kalau bukan uang yang menjadi hal yang paling utama?

    Bagi mereka, uang bisa membeli apapun. Bahkan bisa membeli hukum sekalipun. Namun,

    bagi rakyat kecil yang tidak memiliki uang, mereka hanya bisa pasrah menerima hukuman

    yang diterimanya.

    Kesenjangan sosial seperti inilah yang selalu menjadi momok dan juga penyakit di negara

    kita ini. Selain itu, terdengar kabar bahwa PKI atau Partai Komunis Indonesia akan bangkit

    melalui situs jejaring sosial Facebook. PKI akan memanfaatkan kesenjangan sosial seperti ini

    untuk berkembang di Indonesia. Jika kita tidak bisa menghilangkan kesenjangan sosial ini,

    bisa dikatakan, PKI akan tumbuh dengan subur. Hal ini sempat saya baca di sebuah situs

    berita internet. Jadi, jika tidak ingin partai komunis ini tumbuh di negara kita, marilah kita

    semua mulai untuk menghilangkan kesenjangan sosial diantara kita. Demi terciptanya Bangsa

    Indonesia yang adil dan makmur.

    Jika para koruptor, pejabat, serta orang-orang yang memiliki uang banyak hidup dalam

    kemewahan, serta dengan masa tahanan yang cukup singkat, berbeda dengan rakyat kecil

    yang harus hidup sengsara dalam penjara hanya karena melakukan sebuah kejahatan kecil

    saja. Sebagai contoh, seorang pencuri ayam atau jemuran akan mendapatkan hukuman dari

    masyarakat, yaitu dengan dipukuli beramai-ramai, sementara saat masuk penjara, mereka

    juga mendapatkan siksaan dari para sipir penjara. Namun, seorang koruptor yang mencuri

    miliaran rupiah uang negara, bisa hidup bermewah-mewahan serta mendapatkan pelayanan

    khusus yang cukup istimewa dari pihak penjara tersebut. Apalagi kalau bukan uang yang

    menjadi hal yang paling utama? Bagi mereka, uang bisa membeli apapun.

    b). Kesenjangan Sosial yang Terjadi Di Indonesia

  • 5/28/2018 ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR.docx

    8/15

    Pembukaan UUD-45 mengamanatkan pemerintah Indonesia agar memajukan kesejahteraan

    umum mencerdaskan bangsa. Jiwa dan semangat Pasal 33 UUD-45 menghendaki agar semua

    produksi dan faktor produksi serta hak-milik perseorangan haruslah mempunyai fungsi sosial

    untuk sebesar-besarnya kemakmuran bersama. Islam menghendaki agar masing-masing

    memiliki kepekaan sosial. Agar masing-masing memikirkan memperhatikan mengupayakan

    peningkatan keadaan sosial ekonomi budaya bersama . Agar masing-masing memanfaatkan

    sebagian rezeki penghasilan pendapatan kekayaan kepintaran kesempatan kekuatan

    kemampuan utk kepentinga...