24
Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU (Konseptualisasi dan identifikasi ) * Oleh: MUHLISIN (Nim F0.3.4.10.84) ** I. ANTARAN Filsafat seringkali disebut oleh sejumlah pakar sebagai induk semang dari ilmu-ilmu 1 . Filsafat merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah fenomena adanya siklus pengetahuan sehingga membentuk sebuah konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur sebagai sebuah fenomena kemanusiaan. 2 Masing-masing cabang pada tahap selanjutnya melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri. Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru dengan berbagai disiplin yang akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru kearah ilmu * Digunakan istilah konseptualisasi dan identifikasi dimaksudkan bahwa penulisan disini sebagai diskusi awal untuk memberikan gambaran abstraks secara singkat namun memadai dalam mengkaji konsep-konsep filsafat dan filsafat Ilmu, konseptualisasi dan identifikasi merupakan sebuah proses yang ingin menggambarkan sebuah realitas intelektual yang bersumber dari kenyataan-kenyataan empiric menuju sebuah pemahaman yang rasional untuk dapat dipahami oleh manusia. Konseptualisasi dilakukan dengan mengerahkan daya pengetahuan dan analisis inderawi (innsen and outsens) sehingga diperoleh keterangan-ketrangan yang dapat di deskripsikan. Penyusunan paper kerja ini berkaitan dengan upaya memberikan arah abstraksi secara konseptual dan upaya mengidentifikasi sejumlah hal berkaitan dengan pengertian awal tentang filsafat dan filsafat ilmu. Sebagai upaya konseptualisasi dan identifikasi maka disini dipaparkan deskripsi awal tentang sejumlah kajian yang menyangkut tentang subbab-subbab yakni : Pengertian Filsafat, Definisi filsafat ilmu, Obyek material dan formal filsafat ilmu,Lingkup filsafat ilmu dan Problem–problem filsafat ilmu * * Mahasiswa pascasarjan IAIN Sunan Ampel Surabaya,angkatan 2010 1 Hamdani ihsan & Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung;Pustaka Setia, 2007) 10 2 Ahmad Charis,Z, Dimensi Etik dan Asketik Ilmu Pengetahuan Manusia;Kajian Filsafat Ilmu, (Ogyakarta:LESFI,2002) 1.-15

ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

  • Upload
    vominh

  • View
    273

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU(Konseptualisasi dan identifikasi )*

Oleh: MUHLISIN (Nim F0.3.4.10.84)**

I. ANTARAN

Filsafat seringkali disebut oleh sejumlah pakar sebagai induk semang dari ilmu-ilmu1. Filsafat

merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup

pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah

fenomena adanya siklus pengetahuan sehingga membentuk sebuah konfigurasi dengan menunjukkan

bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur sebagai sebuah

fenomena kemanusiaan.2 Masing-masing cabang pada tahap selanjutnya melepaskan diri dari batang

filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.

Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu

baru dengan berbagai disiplin yang akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru

kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi. Ilmu pengetahuan

hakekatnya dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari

ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan dengan patokan-patokan serta tolok

ukur yang mendasari kebenaran masing-masing bidang.

Dalam kajian sejarah dapat dijelaskan bahwa perjalanan manusia telah mengantarkan dalam

berbagai fase kehidupan3. Sejak zaman kuno, pertengahan dan modern sekarang ini telah melahirkan

sebuah cara pandang terhadap gejala alam dengan berbagai variasinya. Proses perkembangan dari

berbagai fase kehidupan primitip–klasik dan kuno menuju manusia modern telah melahirkan

lompatan pergeseran yang sangat signifikan pada masing-masing zaman. Disinilah pemikiran

filosofis telah mengantarkan umat manusia dari mitologi oriented pada satu arah menuju pola pikir

ilmiah ariented, perubahan dari pola pikir mitosentris ke logosentris dalam berbagai segmentasi

kehidupan.4

* Digunakan istilah konseptualisasi dan identifikasi dimaksudkan bahwa penulisan disini sebagai diskusi awal untuk memberikan gambaran abstraks secara singkat namun memadai dalam mengkaji konsep-konsep filsafat dan filsafat Ilmu, konseptualisasi dan identifikasi merupakan sebuah proses yang ingin menggambarkan sebuah realitas intelektual yang bersumber dari kenyataan-kenyataan empiric menuju sebuah pemahaman yang rasional untuk dapat dipahami oleh manusia. Konseptualisasi dilakukan dengan mengerahkan daya pengetahuan dan analisis inderawi (innsen and outsens) sehingga diperoleh keterangan-ketrangan yang dapat di deskripsikan. Penyusunan paper kerja ini berkaitan dengan upaya memberikan arah abstraksi secara konseptual dan upaya mengidentifikasi sejumlah hal berkaitan dengan pengertian awal tentang filsafat dan filsafat ilmu. Sebagai upaya konseptualisasi dan identifikasi maka disini dipaparkan deskripsi awal tentang sejumlah kajian yang menyangkut tentang subbab-subbab yakni : Pengertian Filsafat, Definisi filsafat ilmu, Obyek material dan formal filsafat ilmu,Lingkup filsafat ilmu dan Problem–problem filsafat ilmu

* * Mahasiswa pascasarjan IAIN Sunan Ampel Surabaya,angkatan 20101 Hamdani ihsan & Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung;Pustaka Setia, 2007) 10 2 Ahmad Charis,Z, Dimensi Etik dan Asketik Ilmu Pengetahuan Manusia;Kajian Filsafat Ilmu, (Ogyakarta:LESFI,2002) 1.-153 Juraid Abdul Latif,M.Hum, Manusia Filsafar dan Sejarah,(Jakarta;Bumi Aksara, 2006) 13 4 Amsal bakhtiar , FIlsafat ilmu ,(Jakart;Raja Grafindo, 2006) 1

Page 2: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

Corak dari pemikiran bersifat mitologis (keteranganya didasarkan atas mitos dan kepercayaan

saja) terjadi pada dekade awal sejarah manusia. Namun setelah adanya demitologisasi oleh para

pemikir alam seperti Thales (624-548 SM), Anaximenes (590-528 SM), Phitagoras (532 SM),

Heraklitos (535-475 SM), Parminides (540-475 SM) serta banyak lagi pemikir lainnya, maka

pemikiran filsafat berkembang secara cepat kearah kemegahanya diikuti oleh proses demitologisasi

menuju gerakan logosentrisme5. Demitologisasi tersebut disebabkan oleh arus besar gerakan

rasionalisme6, empirisme7 dan positivisme8 yang dipelopori oleh para pakar dan pemikir kontemporer

yang akhirnya mengantarkan kehidupan manusia pada tataran era modernitas yang berbasis pada

pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka lahirlah

filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat umum. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat

menempatkan objek sasarannya Ilmu (Pengetahuan). Permasalahan yang akan kita jelajahi dalam

penulisan makalah ini difokuskan pada pembahasan tentang: “Filsafat dan Filsafat Ilmu Sebagai

upaya konseptualisasi dan identifikasi”. Disini dipaparkan deskripsi awal tentang sejumlah kajian

yang menyangkut tentang subbab-subbab yakni : Pengertian Filsafat, Definisi filsafat ilmu, Obyek

material dan formal filsafat ilmu, Lingkup filsafat ilmu dan subsatnsi permasalahan problem –

problem filsafat ilmu

II. Pengertian FilsafatProblem identifikasi untuk memberikan pengertian dalam khazanah intelektual seringkali

melahirkan perdebatan-perdebatan yang cukup rumit dan melelahkan. Hampir dalam setiap diskusi

berbagai ilmu seringkali terdapat penjelasan – penjelasan pengertian yang tidak jarang

memunculkan pengertian-pengertian yang beragam. Keberagaman pengertian ini disebabkan

berbagai arah sudut pandang dan focus yang berbeda-beda diantara para pakar dalam memberikan

identifikasi9. Dan ini merupakan sebuah kemakluman sebab kajian ilmu adalah kajian abstraksi

konseptual maka sangat dimungkinkan masing-masing subyek (para pemikir ) memiliki perbedaan

5 M.Solihin,M.Ag, Perkembangan Pemikiran Filsafat dari Klasik Hingga Modern, (Bandung;Pustaka Setia, 2007) 236 Pelopor rasionalisme diantaranya Rene Descartes(1596-1650) dengan konsep co gito ergu sum, Spinoza (1632-1677) ia

merumuskan definisi, aksioma-aksioma, proposisi dan penyimpulan dalam bidang kajian logika ilmu dan Leibniz(1646- 1716) ia menulis tentang Monadology

7 Tokoh pemikiran Empirisme adalah F.Bacon (1210-1292) T.Hobbes(1588-1679) john lock(1632-1704) dan David Hume (1711-1776) dan herbert Spencer (1820-1903)

8 Tokoh aliran positivisme ini ialah Agus compte (1798 – 1857) konsepsinya mengatakan bahwa indera itu alat penting dalam proses pengetahuan ilmu dan harus dipertajam dengan eksperimen.

9 Kajian mengenai tata cara dan konsepsi definisi dapat dikaji dalam ilmu logika dengan segala syarat dan ketentuan yang dipersyaratkan agar definisi yang diungkapkan tepat dan benar, misalnya harus mengandung unsur isi pengertian, luas pengertian, relevansi isi dan luas pengertian, juga luas term. Harus juga memahami Jenis definisi (nominal dan real) termasuk memahami aturan-aturan definisi( dapat dibolak-balik, tidak boleh ada pengulangan dengan kata yang didefinisikan, bukan bernilai negative dari kata yang didefinisikan, menyebut unsur-unsur utama secara lengkap,harus seimbang , dan tidak boleh memuat kata-kata metafora (sumber; buku logika ilmu menalar oleh Puspoprojo),

Halaman - 2

Page 3: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

dalam menggunakan paradigma identifikasinya atau proses menemukan makna dalam sebuah kajian

keilmuan. Peradigma tersebut akan menjadi acuan bagi pemikir untuk menentukan sebuah tolok ukur

kebenaran dari asumsi-asumsi pembentuk dari konsepnya tersebut. Termasuk dalam persoalan ini

adalah apakah yang dimaksud dengan filsafat? Berbagai jawaban yang sangat beragam dapat

ditemukan dalam berbagai literatur.

Arti bahasa

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab,

yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia.10 Dalam bahasa ini, kata ini

merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata philia (= persahabatan, cinta dsb.) dan sophia (=

“kebijaksanaan”). Sehingga arti lughowinya (semantic) adalah seorang “pencinta kebijaksanaan” atau

“ilmu”. Sejajar dengan kata filsafat, kata filosofi juga dikenal di Indonesia dalam maknanya yang

cukup luas dan sering digunakan oleh semua kalangan..

Ada juga yang mengurainya dengan kata philare11 atau philo yang berarti cinta dalam arti

yang luas yaitu “ingin” dan karena itu lalu berusaha untuk mencapai yang diinginkan itu. Kemudian

dirangkai dengan kata Sophia artinya kebijakan, pandai dan pengertian yang mendalam. Dengan

mengacu pada konsepsi ini maka dipahami bahwa filsafat dapat diartikan sebagai sebuah perwujudan

dari keinginan untuk mencapai pandai dan cinta pada kabijakan12.

Seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut “filsuf”. Definisi kata filsafat bisa

dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. Tetapi, paling tidak bisa dikatakan bahwa

“filsafat” adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara

kritis , mendeteksi problem secara radikal, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan

alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah

proses kerja ilmiah.

Berkaitan dengan konsep filsafat Harun Nasution tanpa keraguan memberikan satu penegasan

bahwa filsafat dalam khazanah islam menggunakan rujukan kata yakni falsafah13. Istilah filsafat

berasal dari bahasa arab oleh karena orang arab lebih dulu datang dan sekaligus mempengaruhi

bahasa Indonesia dibanding dengan bahasa- bahasa lain ke tanah air Indonesia. Oleh karenanya

konsistensi yang patut dibangun adalah penyebutan filsafat dengan kata falsafat.14

Pada sisi yang lain kajian filsafat dalam wacana muslim juga sering menggunakan kalimat

padanan Hikmah sehingga ilmu filsafat dipadankan dengan ilmu hikmah. Hikmah digunakan sebagai

10 Anthony Preus, Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy, , The Scarecrow Press, Inc. Lanham, Maryland • Toronto • Plymouth, UK, 2007)

11 Hamdani Ihsan & Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka setia, Bandung, 2007, Hal. 1112 Ahmad Syadali dan Mudzakir Filsafat Umum, 1213 Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya (Jakarta; UIP,985) 4614 Amsal bakhtiar, hal 5

Halaman - 3

Page 4: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

bentuk ungkapan untuk menyebut makna kearifan, kebijaksanaan. sehingga dalam berbagai literature

kitab-kitab klasik dikatakan bahwa orang yang ahli kearifan disebut Hukama’. Seringkali pula ketika

dikaji dalam berbagai literature kitab-kitab pesantren muncul ungkapan-ungkapan dalam sebuah tema

dengan konsep yang dalam bahasa arabnya misalnya kalimat ‘wa qala min ba’di al hukama….”15. dan

juga sejajar dengan kata al-hakim yang mengandung arti bijaksana. Misalnya ayat yang berbunyi

Artinya: mereka menjawab: "Maha suci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [al baqarah 2: 32]."

Artinya: serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk .(An Nahl:125)

Dalam terjemahan Depag ditafsiri bahwa Hikmah ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil 16.

Sementara Al Jurjani –sebagaimana dikutip oleh Amsal Bakhtiar—memberikan penjelasan

tentang hikmah, yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada menurut kadar kemampuan

manusia.17

Perkataan filsafat dalam bahasa Inggris digunakan istilah philosophy yang juga berarti filsafat

yang lazim diterjemahkan sebagai cinta kearifan. Unsur pembentuk kata ini adalah kata philos dan

sophos. Philos maknanya gemar atau cinta dan sophos artinya bijaksana atau arif (wise).18 Menurut

pengertiannya yang semula dari zaman Yunani Kuno itu filsafat berarti cinta kearifan. Namun,

cakupan pengertian sophia ternyata luas sekali,sophia tidak hanya berarti kearifan saja, melainkan

meliputi pula kebenaran pertama, pengetahuan luas, kebajikan intelektual, pertimbangan sehat sampai

kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikkan dalam memutuskan soal-soal praktis yang bertumpu

pangkal pada konsep-konsep aktivitas –aktivitas awal yang disebut pseudoilmiah dalam kajian ilmu.

Secara lughowi (semantic) filsafat berarti cinta kebijaksanaan dam kebenaran. Maksud

sebenarnya adalah pengetahuan tentang ada dari kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidah-

kaidah realitas serta hakekat manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika, etika, estetika

15 Dalam kajian pesantren banyak kitab-kitab klasik mengungkapkan kalimat-kalimat tersebut, yang sempat misalnya kitab al hikam, kitab nashoihul ibad, kitab tanbihul ghofilin, al ghunyah, ihya’ulumuddin dan lain sebagainya. Dalam kajian-kajian kitab-kitab tersebut sering kali disebut dengan ilmu hikmah. Dengan menggunakan kalimat yang sama dapat ditemukan juga sebuah buku dengan judul ilmu hikmah yang dikarang oleh DR.Kharisudin Aqib,MA, yang merupakan hasil tesis yang didalamnya merupakan penelitian konsep-konsep akhlaq- tasawwuf thareqah sufistik pesantren Suryalaya Tasikmalaya.

16 DEPAG, Al Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: Depag, 1974) 42117 Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu,118 Prasetyo , Flsafat Pendidikan,(Bandung ;Pustaka Setia, 2002), 10

Halaman - 4

Page 5: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

dan teori pengetahuan. Maka problem pengertian filsafat dalam hakekatnya memang merupakan

problem falsafi yang kaya dengan banyak konsep dan pengertian.

Arti istilah

Sejumlah literatur mengungkapkan, orang yang pertama memakai istilah philosophia dan

philosophos ialah Pytagoras (592-497 S.M.), yakni seorang ahli matematika yang kini lebih terkenal

dengan dalilnya dalam geometri yang menetapkan a2 + b2 = c2. Pytagoras menganggap dirinya

“philosophos” (pencinta kearifan). Baginya kearifan yang sesungguhnya hanyalah dimiliki semata-

mata oleh Tuhan. Kemudian, orang yang oleh para penulis sejarah filsafat diakui sebagai Bapak

Filsafat ialah Thales (640-546 S.M.). Ia merupakan seorang Filsuf yang mendirikan aliran filsafat

alam semesta atau kosmos dalam perkataan Yunani. Menurut aliran filsafat kosmos, filsafat adalah

suatu penelaahan terhadap alam semesta untuk mengetahui asal mulanya, unsur-unsurnya dan kaidah-

kaidahnya.

Menurut sejarah kelahirannya istilah filsafat terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh

Socrates. Yaitu sikap seorang yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk

terus menerus maju dan mencari kepuasan pikiran, tidak merasa dirinya ahli, tidak menyerah kepada

kemalasan, terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan kebenaran.

Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa heran. Pada tahap awalnya

kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Dalam perkembangan lebih lanjut,

karena persoalan manusia makin kompleks. Sekalipun bertanya tentang seluruh realitas, filsafat selalu

bersifat "filsafat tentang" sesuatu: tentang manusia, tentang alam, tentang tuhan (akhirat), tentang

kebudayaan, kesenian, bahasa, hukum, agama, sejarah, dsb.. Semua selalu dikembalikan ke empat

bidang induk: Pertama, filsafat tentang pengetahuan; obyek materialnya,: pengetahuan ("episteme")

dan kebenaran, epistemologi; logika; dan kritik ilmu-ilmu; Kedua, filsafat tentang seluruh

keseluruhan kenyataan, obyek materialnya: eksistensi (keberadaan) dan esensi (hakekat), metafisika

umum (ontologi); metafisika khusus: antropologi (tentang manusia); kosmologi (tentang alam

semesta); teologi (tentang tuhan); Ketiga filsafat tentang nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah

tindakan: obyek material : kebaikan dan keindahan,etika; dan estetika; Keempat . sejarah filsafat;

menyangkut dimensi ruang dan waktu dalam sebuah kajian19.

Jika dikelompokkan secara kerakterisitik cara pendekatannya, dalam filsafat dikenal ada

banyak aliran filsafat.20 Ciri pemikiran filsafat mengacu pada tiga konsep pokok yakni persoalan

filsafat bercorak sangat umum, persoalan filsafat tidak bersifat empiris, dan menyangkut masalah-

19 Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu ;sebuah pengantar popular, (Jakarta;Pustaka Sinar Harapan , 2001) 3220 Aliran –aliran filsafat sangat banyak sekali,masing-masing literatur sangat beragam dalam menjelaskan jumlah aliran dalam

filsafat misalnya aliran eksistensialisme, fenomenologi, nihilisme, materialisme, dan sebagainya.

Halaman - 5

Page 6: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

masalah asasi.21 Kemudian Kattsoff menyatakan karakteristik filsafat dapat diidentifikasi sebagai

berikut.22

1) Filsafat adalah berpikir secara kritis.

2) Filsafat adalah berpikir dalam bentuknya yang sistematis.

3) Filsafat menghasilkan sesuatu yang runtut.

4) Filsafat adalah berpikir secara rasional.

5) Filsafat bersifat komprehensif.

Jadi berfikir filsafat mengandung makna berfikir tentang segala sesuatu yang ada secara

kritis, sistematis,tertib,rasional dan komprehensip

III. Definisi Filsafat IlmuRosenberg menulis “ Philosophy deals with two sets of questions: First, the questions that

science – physical, biological, social, behavioral –. Second, the questions about why the sciences

cannot answer the first lot of questions”.23 Dikatakan bahwa filsafat dibagi dalam dua buah

pertanyaan utama, pertanyaan pertama adalah persoalan tentang ilmu (fisika,biologi, social dan

budaya) dan yang kedua adalah persoalan tentang duduk perkara ilmu yang itu tidak terjawab pada

persoalan yang pertama. Dari narasi ini ada dua buah konsep filsafat yang senantiasa dipertanyakan

yakni tentang apa dan bagaimana. Apa itu ilmu dan bagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan.

Ini hal sangat mendasar dalam kajian dan diskusi ilmiah dan ilmu pengetahuan pada umumnya.yang

satu terjawab oleh filsafat dan yang kedua dijawab oleh kajian filsafat ilmu.

Beberapa penjelasan mengenai filsafat tentang pengetahuan. Dipertanyakanlah hal-hal

misalnya : Apa itu pengetahuan? Dari mana asalnya? Apa ada kepastian dalam pengetahuan, atau

semua hanya hipotesis atau dugaan belaka? Teori pengetahuan menjadi inti diskusi, apa hakekat

pengetahuan, apa unsur-unsur pembentuk pengetahuan, bagaimana menyusun dan mengelompokkan

pengetahuan, apa batas-batas pengetahuan, dan juga apa saja yang menjadi sasaran dari ilmu

pengetahuan.24 Disinilah filsafat ilmu memfokuskan kajian dan telaahnya. Yakni pada sebuah

kerangka konseptual yang menyangkut sebuah system pengetahuan yang di dalamnya terdapat

hubungan relasional antara, pengetahu /yang mengetahui (the Knower) dan yang terketahui /yang

diketahui (the known) dan juga antara pengamat (the observer) dengan yang diamati (the observed).25

Pengertian-pengertian tentang filsafat ilmu, telah banyak dijumpai dalam berbagai buku

maupun karangan ilmiah. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-

21 Ahmad Syadali dan Mudzakir, Filsafat Umum, ( Bandung; Pustaka Setia , 1997,) 1222 M. Solihin, Perkembangan Pemikiran FIlsafat dari klasik hingga modern, h. 15 23 Alex Rosenberg,Philosophy of Science A contemporary Iintroduction,(New york; Routledge,2010) 424 Muhdhor Achmad, Ilmu dan Keingintahuan( Bandung; Trigendakarya,1994), 61-8525 Jerome R.Ravertz , Filsafat Ilmu;sejarah dan ruang lingkup bahasan, (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2004), 86

Halaman - 6

Page 7: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan

segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan integrative

yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh

antara filsafat dan ilmu.

Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat

ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan

zaman dan keadaan. Pengetahuan lama menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. I

Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu, di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat

ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam sejumlah literatur kajian Filsafat Ilmu.26

Robert Ackerman “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions

by comparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline

autonomous of actual scientific paractice”. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan

kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria

yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu

kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.

Lewis White Beck “Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific

thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole.

(Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba

menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan)

Cornelius Benjamin “That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of

science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general

scheme of intellectual discipines. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis

mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-

praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual.)

Michael V. Berry “The study of the inner logic if scientific theories, and the relations between

experiment and theory, i.e. of scientific methods”. (Penelaahan tentang logika interen dari teori-

teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah.)

May Brodbeck “Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis,

description, and clarifications of science.” (Analisis yang netral secara etis dan filsafati,

pelukisan dan penjelasan mengenai landasan – landasan ilmu.

Peter Caws “Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what

philosophy in general does for the whole of human experience. Philosophy does two sorts of

thing: on the other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as

grounds for belief and action; on the other, it examines critically everything that may be offered

26 Lokisno CW, Pengantar Filsafat, Bahan Presentasi kuliah filsafat ilmu di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya,

Halaman - 7

Page 8: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

as a ground for belief or action, including its own theories, with a view to the elimination of

inconsistency and error. (Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat

bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat

melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam

semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain

pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi

keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan

ketakajegan dan kesalahan

Stephen R. Toulmin “As a discipline, the philosophy of science attempts, first, to elucidate the

elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures, patens of

argument, methods of representation and calculation, metaphysical presuppositions, and so on

and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic, practical

methodology and metaphysics”. (Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama

menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur

pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-

anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi

kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika).

Dari paparan pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa pengertian filsafat ilmu itu

mengandung konsepsi dasar yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

1) sikap kritis dan evaluatif terhadap kriteria-kriteria ilmiah

2) sikap sitematis berpangkal pada metode ilmiah

3) sikap analisis obyektif, etis dan falsafi atas landasan ilmiah

4) sikap konsisten dalam bangunan teori serta tindakan ilmiah

Selanjutnya John Losee dalam bukunya yang berjudul,A Historical Introduction to the

Philosophy of Science, Fourth edition, mengungkapkan bahwa : The philosopher of science seeks

answers to such questions as:

What characteristics distinguish scientific inquiry from other types of investigation?

What procedures should scientists follow in investigating nature?

What conditions must be satisfied for a scientific explanation to be correct?

What is the cognitive status of scientific laws and principles?27

Dari ungkapan tersebut terdapat sebuah konsep bahwa tugas dari pemikir filsafat ilmu itu

untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan persoalan yang menyangkut: pertama, apa yang

menjadi perbedaaan ilmiah karakteristik type masing – masing ilmu ntara satu ilmu dengan ilmu 27 John Losee,A Historical Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition, (London;OXFORD UNIVERSITY PRESS,

….) .2

Halaman - 8

Page 9: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

lainnya melalu penelitian. Kedua Prosedur apa yang harus dilakukan secara ilmiah dalam melakukan

penelitian atas kenyataan yang terjadi di alam?, Ketiga apa yang mestinya dilakukan dalam

mendapatkan penjelasan ilmiah untuk melakukan penelitian dan eksperimen itu ? Dan keempat

apakah teori itu dapat diambil sebagai konsep dan prinsip-prinsip ilmiah?.

Sehingga sketsa filsafat ilmu dapat di gambarkan dalam bentuk tabel sebagai berikut:28

Level Disciplin Subject-matter2 Philosophy of Science Analysis of the Procedures and Logic of Scientific

Explanation1 Science Explanation of Facts0 Facts

Dengan memperhatikan tabel diatas secara jelas ditampilkan bahwa filsafat ilmu menempati

level ke-2 sedangkan ilmu (science) pada level pertama dan semuanya pada satu pangkal pokok yakni

fakta (kenyataan) menjadi basis utama bangunan segala disiplin ilmu. Kalau ilmu itu menjelaskan

Fakta sementara filsafat ilmu itu subyek materinya adalah menganalisa prosedur-prosedur logis dari

ilmu (Analysis of the Procedures and Logic of Scientific Explanation).

IV. Lingkup Filsafat Ilmu Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan

telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi

ontologis, epistemelogis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari

epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti :

Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana

hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ?

(Landasan ontologis)

Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu?

Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendakan pengetahuan

yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya?

Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa

ilmu? (Landasan epistemologis)

Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara

penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang

ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang

merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ?

(Landasan aksiologis). 29

28 ibid29 Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu, 33

Halaman - 9

Page 10: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

Sedangkan di dalam introduction-nya Stathis Psillos and martin Curd menjelaskan bahwa

filsafat ilmu secara umum menjawab pertanyaan – pertanyaan yang meliputi :

apa tujuan dari ilmu dan apa itu metode ? jelasnya apakah ilmu itu bagaimana membedakan

ilmu dengan yang bukan ilmu (non science) dan juga pseudoscience?

bagaimana teori ilmiah dan hubungannya dengan dunia secara luas ? bagaiman konsep

teoritik itu dapat lebih bermakna dan bermanfaat kemudian dapat dihubungkan dengan

penelitian dan observasi ilmiah?

apa saja yang membangun struktur teori dan konsep-konsep seperti misalnya

causation(sebab-akibat dan illat), eksplanasi (penjelasan), konfirmasi, teori, eksperimen,

model, reduksi dan sejumlah probabilitas-probalitasnya?.

apa saja aturan – aturan dalam pengembangan ilmu? Apa fungsi eksperimen ? apakah ada

kegunaan dan memiliki nilai (yang mencakup kegunaan epistemic atau pragmatis) dalam

kebijakan dan bagaimana semua itu dihubungkan dengan kehidupan social, budaya dan

factor-faktor gender? 30

Dari paparan ini dipertegas bahwa filsafat ilmu itu memiliki lingkup pembahasan yang

meliputi: cakupan pembahasan landasan ontologis ilmu, pembahasan mengenai landasan

epistemologi ilmu, dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu.31

V. Obyek Material dan Obyek Formal Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat memiliki obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah apa yang

dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan. Objek material adalah objek yang di

jadikan sasaran menyelidiki oleh suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek material

filsafat illmu adalah pengetahuan itu sendiri, yakni pengetahuan ilmiah (scientific knowledge)

pengetahuan yang telah di susun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat di

pertanggung jawabkan kebenarannya secara umum.32

Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas obyek material, yang sedemikian

khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. Jika cara

pendekatan itu logis, konsisten dan efisien, maka dihasilkanlah sistem filsafat ilmu.

Filsafat berangkat dari pengalaman konkret manusia dalam dunianya. Pengalaman manusia

yang sungguh kaya dengan segala sesuatu yang tersirat ingin dinyatakan secara tersurat. Dalam

proses itu intuisi (merupakan hal yang ada dalam setiap pengalaman) menjadi basis bagi proses

abstraksi, sehingga yang tersirat dapat diungkapkan menjadi tersurat.

30 Stathis Psillos and Martin Curd , Introduction;Historical and philosophical Context ,Canada: Routledge, 2008) xix31 Baca Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu 17-1832 Mohammad Adib,Filsafat Ilmu;ontologi,Epistemologi, Aksiologi, dan logika Ilmu Pengetahuan (Yogyakarta;Pustaka Pelajar,2010) 53

Halaman - 10

Page 11: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

Dalam filsafat, ada filsafat pengetahuan. "Segala manusia ingin mengetahui", itu kalimat

pertama Aristoteles dalam Metaphysica. Obyek materialnya adalah gejala "manusia tahu". Tugas

filsafat ini adalah menyoroti gejala itu berdasarkan sebab-musabab pertamanya. Filsafat menggali

"kebenaran" (versus "kepalsuan"), "kepastian" (versus "ketidakpastian"), "obyektivitas" (versus

"subyektivitas"), "abstraksi", "intuisi", dari mana asal pengetahuan dan kemana arah pengetahuan.

Pada gilirannya gejala ilmu-ilmu pengetahuan menjadi obyek material juga, dan kegiatan berfikir itu

(sejauh dilakukan menurut sebab-musabab pertama) menghasilkan filsafat ilmu pengetahuan.

Kekhususan gejala ilmu pengetahuan terhadap gejala pengetahuan dicermati dengan teliti.

Kekhususan itu terletak dalam cara kerja atau metode yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan.

Jadi, dapat dikatakan bahwa Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek

menelaah objek materialnya. Yang menyangkut asal usul, struktur, metode, dan validitas ilmu33.

Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih

menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu

pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia.

VI Problema Filsafat Ilmu

Problem filsafat Ilmu dibicarakan sejajar dengan diskusi yang berkaitan dengan landasan

pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Untuk

Telaah tentang problema substansi Filsafat Ilmu, yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta

atau kenyataan, (2) kebenaran (truth), (3) konfirmasi dan (4) logika inferensi.34

Permasalahan atau problema filsafat ilmu mancakup ; pertama Problem ontologi ilmu;

perkembangan dan kebenaran ilmu sesungguhnya bertumpu pada landasan ontologis (‘apa yang

terjadi’ - eksistensi suatu entitas) Kedua, Problem epistemologi; adalah bahasan tentang asal

muasal, sifat alami, batasan (konsep), asumsi, landasan berfikir, validitas, reliabilitas sampai

soal kebenaran (bagaimana ilmu diturunkan - metoda untuk menghasilkan kebenaran) Ketiga,

Problem aksiologi; implikasi etis, aspek estetis, pemaparan serta penafsiran mengenai peranan

(manfaat) ilmu dalam peradaban manusia. Ketiganya digunakan  sebagai  landasan

penelaahan ilmu35

VII. Fungsi dan Manfaat Filsafat Ilmu

33 JB. Blikolong, FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR, (Seri diktat kuliah) Universitas Gunadarma Jakarta, ….., Hal. 734 Lukkisno CW, Pengantar Filsafat Ilmu, Bahan Presentasi kuliah Filsafat di Fak.Ushuluddin, Bandingkan dengan buku Tahu dan

Pengetahuan karangan Jujun S. Suriasumantri penerbit OBOR Jakarta.35 Made Pramono, S.S., M.Hum. Filsafat Ilmu,Bahan Presentasi kuliah Pascasarjana UNESA.

Halaman - 11

Page 12: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

Cara kerja filsafat ilmu memiliki pola dan model-model yang spesifik dalam menggali dan

meneliti dalam menggali pengetahuan melalui sebab musabab pertama dari gejala ilmu pengetahuan.

Di dalamnya mencakup paham tentang kepastian , kebenaran, dan obyektifitas. Cara kerjanya bertitik

tolak pada gejala – gejala pengetahuan mengadakan reduksi ke arah intuisi para ilmuwan, sehingga

kegiatan ilmu – ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing 36 disinilah

akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu.

Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu

kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni :

Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.

Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat

lainnya.

Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia.

Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan

Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu

sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya.

Jadi, Fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami

berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori

ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai

confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi

dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara

sederhana. Manfaat lain mengkaji filsafat ilmu adalah

• Tidak terjebak dalam bahaya arogansi intelektual

• Kritis terhadap aktivitas ilmu/keilmuan

• Merefleksikan, menguji, mengkritik asumsi dan metode ilmu terus-menerus sehingga

ilmuwan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu)

• Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logis-rasional

• Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid

• Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontesktual)

VII. KESIMPULAN

1. Hakekat Filsafat

Secara bahasa Philo/philia/philare yang artinya cinta, ingin, senang dan kata

Sophia/sophos yang artinya ilmu, kebijaksanaan atau pengetahuan. Jadi idzofahnya

menjadi filsafat/falsafah/filosofi yang artinya mencintai kebijaksanan pengetahuan

36 C. Verhaak dkk, FIlsafat Ilmu Pengetahuan,(Jakarta; Gramedia, 1995) 107-108

Halaman - 12

Page 13: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

dan kenginan yang kuat akan ilmu pengetahuan. Jadi berfikir filsafat mengandung

makna berfikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis, sistematis,tertib,rasional

dan komprehensip

2. Hakikat Filsafat Ilmu

a. Pengertian Filsafat Ilmu

merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar ilmu,

khususnya mengenai metoda, konsep- konsep, dan praanggapan-pra-anggapannya,

serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual.

filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu

pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya.

Dalam menyelesaikan kajiannya pada konsep ontologis. ,secara epistemologis dan

tinjauan ilmu secara aksiologis.

b. Karakteristik filsafat ilmu

Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat.

Filsafat ilmu berusaha menelaah ilmu secara filosofis dari berbagai sudut

pandang dengan sikap kritis dan evaluatif terhadap kriteria-kriteria ilmiah, sitematis

berpangkal pada metode ilmiah , analisis obyektif, etis dan falsafi atas landasan

ilmiah dan sikap konsisten dalam membangun teori serta tindakan ilmiah

3. Objek filsafat ilmu

Objek material filsafat ilmu adalah ilmu dengan segala gejalanya manusia untuk tahu.

Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu atas dasar tinjauan filosofis, yaitu secara

ontologis, epistemologis, dan aksiologis dengan berbagai gejala dan upaya

pendekatannya.

4. Lingkup dan problema substansi filsafat ilmu

Cakupannya pembahasan tentang problema substansi landasan ontologis ilmu,

epistemologi ilmu, dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu.

5. Manfaat mempelajari filsafat ilmu

Semakin kritis dalam sikap ilmiah dan aktivitas ilmu/keilmuan

Menambah pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan

pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan

penelitian ilmiah.

Halaman - 13

Page 14: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

Memecahkan masalah dan menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan

masalah yang dihadapi.

Tidak terjebak dalam bahaya arogansi intelektual

Merefleksikan, menguji, mengkritik asumsi dan metode ilmu terus-menerus sehingga

ilmuwan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu)

Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logis-rasional

Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid

Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontesktual)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Charis,Z, Dimensi Etik dan Asketik Ilmu Pengetahuan Manusia;Kajian Filsafat Ilmu, Yogyakarta:LESFI,2002

Ahmad Syadali dan Mudzakir, Filsafat Umum, Bandung; Pustaka Setia , 1997

Alex Rosenberg,Philosophy of Science A contemporary Iintroduction, New york; Routledge,2010

Amsal bakhtiar , FIlsafat ilmu ,Jakart;Raja Grafindo, 2006

Anthony Preus, Historical Dictionary of Ancient Greek Philosophy, The Scarecrow Press, Inc. Lanham, Maryland •

Toronto • Plymouth, UK, 2007

Al Qur’an dan Terjemahannya ,Jakarta: Depag, 1974

Halaman - 14

Page 15: ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU - muhlis.files.wordpress.com  · Web viewObjek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian

Filsafat dan Filsafat Ilmu, Oleh MUHLISIN

C. Verhaak dkk, FIlsafat Ilmu Pengetahuan,Jakarta; Gramedia, 1995

Hamdani Ihsan & Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka setia, Bandung, 2007

Harun Nasution, Islam ditinjau dari berbagai aspeknya, Jakarta; UIP,985

JB. Blikolong,FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR;Seri diktat kuliah Universitas Gunadarma Jakarta, …

Jerome R.Ravertz , Filsafat Ilmu;sejarah dan ruang lingkup bahasan, Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2004

John Losee,A Historical Introduction to the Philosophy of Science, Fourth edition, London;OXFORD UNIVERSITY

PRESS,….

Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu ;sebuah pengantar popular, Jakarta;Pustaka Sinar Harapan , 2001

Juraid Abdul Latif,M.Hum, Manusia Filsafar dan Sejarah,Jakart;Bumi Aksara, 2006

Lokisno CW, Pengantar Filsafat, Bahan Presentasi kuliah filsafat ilmu di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel

Surabaya,..

M.Solihin,M.Ag, Perkembangan Pemikiran Filsafat dari Klasik Hingga Modern,Bandung;Pustaka Setia, 2007

Made Pramono, S.S., M.Hum.Filsafat Ilmu, Bahan Presentasi kuliah Pascasarjana UNESA.

Mohammad Adib, Filsafat Ilmu;ontologi,Epistemologi, Aksiologi, dan logika Ilmu Pengetahuan Yogyakarta;Pustaka

Pelajar,2010

Muhdhor Achmad, Ilmu dan Keingintahuan , Bandung; Trigendakarya,1994

Prasetyo , Flsafat Pendidikan,Bandung ;Pustaka Setia, 2002

Stathis Psillos and Martin Curd,Introduction;Histirical and philosophical Context , Canada: Routledge, 2008

Halaman - 15