II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 ?· 2.1 Tinjauan Teori-Teori 2.1.1 Pertumbuhan Ekonomi…

  • Published on
    07-Mar-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Transcript

15

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Teori-Teori

2.1.1 Pertumbuhan Ekonomi

Simon Kuznet menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan

kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari suatu negara untuk menyediakan

berbagai barang ekonomi kepada penduduknya yang ditentukan oleh adanya

kemajuan atau penyesuaian-penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan),

dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada (Todaro, 2003).

Sementara Robinson Tarigan menekankan pertumbuhan ekonomi dalam sisi

kewilayahan dimana pertumbuhan ekonomi wilayah merupakan pertambahan

pendapatan masyarakat yang terjadi di suatu wilayah, yaitu kenaikan seluruh nilai

tambah (value added) yang terjadi di wilayah tersebut.

Menurut pandangan kaum historis, diantaranya Friedrich List dan Rostow,

pertumbuhan ekonomi merupakan tahapan proses tumbuhnya perekonomian

mulai dari perekonomian bersifat tradisional yang bergerak di sektor pertanian

dimana produksi bersifat subsisten, hingga akhirnya menuju perekonomian

modern yang didominasi oleh sektor industri manufaktur. Menurut pandangan

ekonom klasik seperti Adam Smith, David Ricardo, Thomas Robert Malthus dan

John Stuart Mill, maupun ekonom neo klasik, Robert Solow dan Trevor Swan,

empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu (1) jumlah

penduduk, (2) jumlah stok barang modal, (3) luas tanah dan kekayaan alam, dan

(4) tingkat teknologi yang digunakan. Jumlah penduduk sangat erat kaitannya

dengan pertumbuhan ekonomi dimana penduduk sebagai penggerak

perekonomian. Semakin banyak jumlah penduduk suatu daerah tidak berarti

pembangunan di daerah tersebut menjadi lebih baik. Jumlah penduduk yang

berlebihan justru akan menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi suatu

wilayah. Jumlah stok barang modal menjadi faktor yang mempengaruhi

pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan produksi barang dan jasa yang

selanjutnya akan diperjualbelikan. Sementaraluas tanah dan kekayaan merupakan

pendukung kegiatan-kegiatan perekonomian. Tingkat teknologi tidak bisa

16

dilepaskan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dikarenakan teknologi dapat

menentukan efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi.

Keempat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tersebut dapat

menentukan perkembangan kegiatan perekonomian. Menurut Kuncoro, 2003

suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan atau berkembang apabila

tingkat kegiatan ekonomi lebih tinggi dari pada apa yang dicapai pada masa

sebelumnya. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi menitik beratkan pada

capaiaan yang lebih baik dari sebelumnya berkenaan dengan kualitas dan

kuantitas kegiatan perekonomian suatu wilayah.

Schumpeter menyatakan bahwa faktor utama yang menyebabkan

perkembangan ekonomi adalah proses inovasi, dan pelakunya adalah inovator

atau wiraswasta (entrepreneur). Kemajuan ekonomi suatu masyarakat hanya bisa

diterapkan dengan adanya inovasi oleh para entrepreneur. Inovasi yang

diperlukan dalam perkembangan ekonomi adalah inovasi yang memberikan

perbaikan dalam poses produksi sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas

kegiatan-kegiatan ekonomi.

Menurut Todaro (2003: hal 92-98), ada tiga faktor utama dalam

pertumbuhan ekonomi, yaitu :

1. Akumulasi modal termasuk semua investasi baru yang berwujud

tanah/(lahan), peralatan fiskal, dan sumber daya manusia (human

resources). Akumulasi modal akan terjadi jika ada sebagian dari

pendapatan sekarang di tabung yang kemudian diinvestasikan kembali

dengan tujuan untuk memperbesar output di masa-masa mendatang.

Investasi juga harus disertai dengan investasi infrastruktur, yakni berupa

jalan, listrik, air bersih, fasilitas sanitasi, fasilitas komunikasi, demi

menunjang aktivitas ekonomi produktif. Investasi dalam pembinaan

sumber daya manusia bermuara pada peningkatan kualitas modal

manusia, yang pada akhirnya dapat berdampak positif terhadap angka

produksi.

2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. Pertumbuhan penduduk

dan hal-hal yang berhubungan dengan kenaikan jumlah angka kerja

(labor force) secara tradisional telah dianggap sebagai faktor yang positif

17

dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Artinya, semakin banyak

angkatan kerja semakin produktif tenaga kerja, sedangkan semakin

banyak penduduk akan meningkatkan potensi pasar domestiknya.

3. Kemajuan Teknologi. Kemajuan teknologi disebabkan oleh teknologi

cara-cara baru dan cara-cara lama yang diperbaiki dalam melakukan

pekerjaan-pekerjaan tradisional. Ada 3 klasifikasi kemajuan teknologi,

yakni :

a. Kemajuan teknologi yang bersifat netral, terjadi jika tingkat output

yang dicapai lebih tinggi pada kuantitas dan kombinasi-kombinasi

input yang sama.

b. Kemajuan teknologi yang bersifat hemat tenaga kerja (labor

saving) atau hemat modal (capital saving), yaitu tingkat output

yang lebih tinggi bisa dicapai dengan jumlah tenaga kerja atau

input modal yang sama

c. Kemajuan teknologi yang meningkatkan modal, terjadi jika

penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memanfaatkan

barang modal yang ada secara lebih produktif.

2.1.2 Modal Manusia dalam Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Manusia merupakan aset berharga dalam pembangunan dan juga merupakan

subjek dari pembangunan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan oleh

Todaro dan Smith (2003) dimana pembangunan memiliki tiga nilai inti yaitu

tercapainya kemampuan hidup (life sustenance), kemandirian (self esteem) dan

kemerdekaan atau kebebasan (freedom). Kemampuan hidup diartikan

kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. Kemandirian berarti

mempunyai harga diri, bermartabat atau berkepribadian. Adapun kemerdekaan

berarti memiliki kesanggupan untuk melakukan pilihan-pilihan dalam hidup.

Menurut UNDP (1995), paradigma pembangunan manusia terdiri dari 4

(empat) komponen utama, yaitu : (1) Produktifitas, masyarakat harus dapat

meningkatkan produktifitas mereka dan berpartisipasi secara penuh dalam proses

memperoleh penghasilan dan pekerjaan berupah. Oleh karena itu, pertumbuhan

ekonomi adalah salah satu bagian dari jenis pembangunan manusia, (2) Ekuitas,

18

masyarakat harus punya akses untuk memperoleh kesempatan yang adil. Semua

hambatan terhadap peluang ekonomi dan politik harus dihapus agar masyarakat

dapat berpartisipasi di dalam dan memperoleh manfaat dari kesempatan-

kesempatan ini, (3) Kesinambungan, akses untuk memperoleh kesempatan harus

dipastikan tidak hanya untuk generasi sekarang tapi juga generasi yang akan

datang. Segala bentuk permodalan fisik, manusia, lingkungan hidup, harus

dilengkapi, (4) Pemberdayaan, pembangunan harus dilakukan oleh masyarakat

dan bukan hanya untuk mereka. Masyarakat harus berpartisipasi penuh dalam

mengambil keputusan dan proses-proses yang mempengaruhi kehidupan

mereka.Dengan peningkatan kemampuan, kreatifitas dan produktifitas manusia

akan meningkat sehingga mereka menjadi agen pertumbuhan yang efektif.

Pertumbuhan ekonomi harus dikombinasikan dengan pemerataan hasil-hasilnya.

Pemerataan kesempatan harus tersedia baik, semua orang, perempuan maupun

laki-laki harus diberdayakan untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan

pelaksanaan keputusan-keputusan penting yang mempengaruhi kehidupan

mereka. Pembangunan manusia merupakan paradigma pembangunan yang

menempatkan manusia (penduduk) sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh

kegiatan pembangunan, yaitu tercapainya penguasaan atas sumber daya

(pendapatan untuk mencapai hidup layak), peningkatan derajat kesehatan (usia

hidup panjang dan sehat) dan meningkatkan pendidikan (kemampuan baca tulis

dan keterampilan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan kegiatan

ekonomi).

UNDP membahas pembangunan manusia dengan menghubungannyadengan

model sosial dan reproduksi sosial. Pembangunan manusia merupakan model

sosial, LSM, dan organisasi kemasyarakatan yang dapat mengembangkan

kemampuan pekerja, petani dan pengusaha sehingga dapat menghasilkan produk

yang berkualitas dengan teknologi dan penelitian serta pengembangan produk.

Produk ini kemudian menjadi komposisi output yang berkualitas yang dapat

diekspor.

Kekuatan timbal balik antar pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan

manusia tidak terlepas dari kebijakan institusi dan pemerintah. Kebijakan ini yang

mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan menentukan distribusi sumberdaya

19

swasta dan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi disusun oleh tiga faktor penting

yaitu tabungan luar negeri, modal fisik, dan tabungan dalam negeri. Makin baik

tiga faktor ini akan menentukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga dapat

menguatkan kredibelitas institusi dan pemerintah.

Komitmen pemerintah dalam pendistribusian sumber daya dilakukan

melalui dua saluran, yakni dari kebijakan pengeluaran pemerintah yang ditujukan

pada prioritas sosial seperti pembangunan infrastruktur dan melalui kegiatan

pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan individu rumah tangga seperti

pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Keduanya bermuara di

tempat sama yakni model sosial yang selanjutnya dapat membangun manusia

yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi dengan sasaran pengeluaran rumah

tangga menggunakan pendekatan ketenagakerjaan yaitu dengan penyediaan

lapangan pekerjaan yang merupakan jembatan antar pengeluaran pemerintah dan

pengeluaran rumah tangga (Gambar 2.1). Model UNDP ini telah banyak

digunakan dalam berbagai penelitian.

Teori-teori bahwa pembangunan ditentukan oleh modal manusia banyak

disebut-sebut oleh pakar-pakar ekonomi. Adam Smith tak hanya mengangkat

tentang kebijakan laissez-faire, tetapi juga sangat memperhatikan tentang

pembangunan. Smith pun berpendapat bahwa faktor penentu pembangunan adalah

perkembangan penduduk. Penduduk yang bertambah akan memperluas pasar dan

perluasan pasar akan meninggikan tingkat spesialisasi dalam perekonomian

tersebut. Sebagai akibat dari spesialisasi yang terjadi, maka tingkat kegiatan

ekonomi akan bertambah tinggi.

20

Pembangunan Manusia

Model Sosial, LSM, dan Organisasi kemasyarakatan

Reproduksi Sosial

Kemampuan Pekerjadan petani

pengusaha Manajer

Pengeluaranprioritas sosial

Pengeluaranrumah tangga

untuk kebutuhandasar

Produk R&D danTeknologi

Kebijaksanaan danpengeluaran pemerintah

Kegiatan danpengeluaran

rumah tangga

Komposisi outputdan ekspor

Ketenagakerjaan

Distribusi sumber daya swasta dan masyarakat

Tabungan Luarnegeri Modal Fisik

Tabungandalam negeri

Institusi dan pemerintah

Pertumbuhan Ekonomi

Gambar 2.1 Hubungan Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan EkonomiSumber: UNDP (1996)

21

2.1.3 Pendidikan

Menurut Schweke (2004), pendidikan bukan saja akan melahirkan sumber

daya manusia (SDM) berkualitas, memiliki pengetahuan dan keterampilan serta

menguasai teknologi, tetapi juga dapat menumbuhkan iklim bisnis yang sehat dan

kondusif bagi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, investasi di bidang pendidikan

tidak saja berguna bagi perorangan, tetapi juga bagi komunitas bisnis dan

masyarakat umum. Pencapaian pendidikan pada semua level niscaya akan

meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat. Pendidikan merupakan

jalan menuju kemajuan dan pencapaian kesejahteraan sosial dan ekonomi.

Sedangkan kegagalan membangun pendidikan akan melahirkan berbagai problem

krusial: pengangguran, kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan welfare

dependency yang menjadi beban sosial politik bagi pemerintah.

Dalam upaya mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan

(sustainable development), sektor pendidikan memainkan peranan yang sangat

strategis khususnya dalam mendorong akumulasi modal yang dapat mendukung

proses produksi dan aktivitas ekonomi lainnya. Secara definisi,World Commision

on Environmental and Development, 1997 dalam McKeown (Satria, 2008), bahwa

sustainable development adalah: Sustainable development is development that

meets the needs of thepresent without comprimising the ability of future

generations to meet their ownneeds. Dalam konteks ini, pendidikan dianggap

sebagai alat untuk mencapai target yang berkelanjutan, karena dengan pendidikan

aktivitas pembangunan dapat tercapai, sehingga peluang untuk meningkatkan

kualitas hidup di masa depan akan lebih baik. Di sisi lain, dengan pendidikan,

usaha pembangunan yang lebih hijau (greener development) dengan

memperhatikan aspek-aspek lingkungan juga mudah tercapai.

Analisis atas investasi dalam bidang pendidikan menyatu dalam pendekatan

modal manusia. Modal manusia (human capital) adalah istilah yang sering

digunakan oleh para ekonom untuk pendidikan, kesehatan, dan kapasitas manusia

yang lain yang dapat meningkatkan produktivitas jika hal-hal tersebut

ditingkatkan. Pendidikan memainkan kunci dalam membentuk kemampuan

sebuah negara untuk menyerap teknologi modern dan untuk mengembangkan

22

kapasitas agar tercipta pertumbuhan serta pembangunan yang berkelanjutan

(Todaro, 2003).

Memasuki abad ke-21, paradigma pembangunan yang merujuk knowledge-

based economymenjadi semakin dominan. Paradigma ini menegaskan tiga

hal:Pertama, kemajuan ekonomi dalam banyak hal bertumpu pada basis dukungan

ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, hubungan kausalitas antara pendidikan

dan kemajuan ekonomi menjadi kian kuat dan solid. Ketiga, pendidikan menjadi

penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi, yang mendorong proses

transformasi struktural berjangka panjang.1

2.1.4 Kesehatan

Laporan Komisi Makroekonomi dan Kesehatan tahun 2001 dalam

Atmawikarta(2002) menekankan pentingnya pembangunan manusia sebagai

sentral pembangunan. Pada tingkat mikro yaitu pada tingkat individual dan

keluarga, kesehatan adalah dasar bagi produktivitas kerja dan kapasitas untuk

belajar di sekolah. Tenaga kerja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih

enerjik dan kuat, lebih produktif, dan mendapatkan penghasilan yang tinggi.

Keadaan ini terutama terjadi di negara-negara sedang berkembang, dimana

proporsi terbesar dari angkatan kerja masih bekerja secara manual. Pada tingkat

makro, penduduk dengan tingkat kesehatan yang baik merupakan masukan (input)

penting untuk menurunkan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan

ekonomi jangka panjang. Beberapa pengalaman sejarah besar membuktikan

berhasilnya tinggal landas ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang cepat

didukung oleh terobosan penting di bidang kesehatan masyarakat, pemberantasan

penyakit dan peningkatan gizi.

Dengan demikian menurut Atmawikarta (2002), terdapat korelasi yang kuat

antara tingkat kesehatan yang baik dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Secara sta...

Recommended

View more >