HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN SIROSIS HATI ... HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN SIROSIS HATI (BERDASARKAN SKOR…

  • Published on
    21-Jun-2018

  • View
    212

  • Download
    0

Transcript

  • KARYA TULIS AKHIR

    HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN SIROSIS HATI

    (BERDASARKAN SKOR CHILD PUGH) TERHADAP

    PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS BERULANG

    PADA PENDERITA SIROSIS HATI DI RSUD JOMBANG

    PERIODE JANUARI DESEMBER 2013

    Oleh:

    FACH RAYNI PRIMISASIKI

    201010330311143

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2014

  • ii

    HUBUNGAN TINGKAT KEPARAHAN SIROSIS HATI

    (BERDASARKAN SKOR CHILD PUGH) TERHADAP

    PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN ATAS BERULANG

    PADA PENDERITA SIROSIS HATI DI RSUD JOMBANG

    PERIODE JANUARI DESEMBER 2013

    KARYA TULIS AKHIR

    Diajukan kepada

    Universitas Muhammadiyah Malang

    untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

    dalam Menyelesaikan Program Sarjana

    Fakultas Kedokteran

    Oleh:

    FACH RAYNI PRIMISASIKI

    201010330311143

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

    2014

  • iii

  • iv

  • v

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah melimpahkan berkat

    dan kasih-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Akhir dengan

    judul Hubungan Tingkat Keparahan Sirosis Hati (Berdasarkan Skor Child Pugh)

    Terhadap Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas Berulang Pada Penderita Sirosis

    Hati di RSUD Jombang Periode Januari-Desember 2013.Penulisan penelitian ini

    dalam rangka memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran

    Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas

    Muhammadiyah Malang.

    Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna,

    walaupun demikian penulis telah berusaha semaksimal mungkin mendapatkan

    bantuan dan bimbingan dari dosen pembimbing dalam rangka penyusunan. Tanpa

    bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, sangatlah tidak mudah menyelesaikan

    penyusunan tugas akhir ini.

    Akhir kata penulis berharap adanya kritik dan saran yang bersifat

    membangun dan semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat

    bagi semua pihak.

    Malang, April 2014

    Penyusun

  • vi

    UCAPAN TERIMA KASIH

    Dalam terwujudnya Karya Tulis Akhir ini penulis ingin mengucapkan terima

    kasih terutama kepada :

    1. ALLAH S.W.T atas kekuatan serta berkat-Nya yang telah dilimpahkan

    sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik.

    2. dr.Sugiono, dra.Tri Turani, dan Novan Fachrudin. Terimakasih telah menjadi

    ayah, ibu, dan adik terbaik bagiku, serta Pakde Marijan, Bude Ana, Mas Jarot,

    Mas Wawan, Mbak Nia, dan Dhita yang selalu memberikan kasih sayang,

    cinta, dan doa yang tak terhenti. Terimakasih untuk segala bentuk dukungan

    moril maupun materiil.

    3. dr.Irma Suswati M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah

    Malang atas dukungan serta nasihat bagi penulis.

    4. dr. Meddy Setiawan,Sp.PD selaku dosen pembimbing I dalam penulisan

    Karya Tulis Akhir ini yang telah mencurahkan waktu dan ilmu serta

    kesabaran dalam membimbing serta memberikan nasihat untuk penulis.

    5. dr. Sri Adila Nurainiwati,Sp.KK selaku dosen pembimbing II dalam penulisan

    Karya Tulis Akhir ini yang telah mencurahkan waktu dan ilmu serta

    kesabaran untuk membimbing serta mengarahkan penulis.

    6. dr. Bragastio Sidharta,Sp.M selaku dosen penguji dalam penulisan Karya

    Tulis Akhir ini. Terima kasih telah memberikan banyak saran dan ilmu untuk

    perbaikan penulisan ini.

  • vii

    7. dr. Agatha, Sp.PD, staff Diklit dan rekam medis RSUD Jombang yang telah

    membantu dalam menyelesaikan penulisan Karya Tulis Akhir ini dengan

    mencurahkan waktu dan ilmu serta kesabaran untuk membimbing serta

    mengarahkan penulis.

    8. dr. Mochammad Aleq Sander,Sp.B selaku dosen wali. Terima kasih telah

    memberikan nasihat, saran serta tak hentinya mengingatkan penulis.

    9. Seluruh dosen FK UMM yang telah memberikan ilmu serta arahan kepada

    penulis.

    10. RSUD Jombang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk

    melakukan penelitian ini.

    11. Staff TU: Pak Yon, Bu Endang, Mas Didit, Mas Faisal, Mbak Puput. Terima

    kasih atas segala bantuan dan nasihat untuk penulis.

    12. Theo Reza Hidayat. Terimakasih untuk semangat dan dukungannya, serta

    kesabaran yang luar biasa dalam mendampingi menyelesaikan penelitian ini.

    Terimakasih telah menjadi partner terbaik dalam perjuangan ini.

    13. Sahabat-sahabatku tercinta : Ayu Putri Haryani, Dinda Faullya Zein, Sheila

    Widy Firdausy, Nur Indah Permatasari, Dewi Mandasari, Alya Batami, Rossy,

    Rika, Prili, Dini, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per

    satu. Terimakasih untuk cinta dan kasih sayang serta semangat dan dukungan

    kalian semua yang tak akan terlupakan.

    Malang, April 2014

    Penulis

  • viii

    ABSTRAK

    Primisasiki, Fach Rayni. 2014. Hubungan Tingkat Keparahan Sirosis Hati

    (Berdasarkan Skor Child Pugh) Terhadap Perdarahan Saluran Cerna

    Bagian Atas Berulang Pada Penderita Sirosis Hati di RSUD Jombang

    Periode Januari-Desember 2013. Tugas Akhir. Fakultas Kedokteran

    Universitas Muhammadiyah Malang. Pembimbing: (1) Meddy

    Setiawan *)

    , (2) Sri Adila Nurainiwati **)

    LatarBelakang : Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berulang pada

    penderita sirosis hati merupakan salah satu komplikasi sirosis hati dengan tingkat

    mortalitas dan morbiditas yang tinggi mencapai 50-60%. Salah satu faktor risiko

    yang mempengaruhi timbulnya perdarahan berulang adalah tingkat keparahan

    sirosis hati. Untuk mengetahui tingkat keparahan atau staging secara klinis pada

    sirosis hati dapat menggunakan skor Child Pugh. Skor Child Pugh A

    menunjukkan sirosis hati kompensata, sedangkan B dan C menunjukkan sirosis

    hati dekompensata. Sistem skoring terdiri dari lima komponen variabel yang

    dipilih secara empirik, yaitu asites, ensefalopati, serum albumin, serum bilirubin,

    dan waktu protrombin.

    Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat keparahan sirosis hati (berdasarkan skor

    Child Pugh) terhadap perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berulang pada

    penderita sirosis hati di RSUD Jombang periode Januari-Desember 2013.

    Metode : Penelitian bersifat Observasional Analitik dengan pendekatan secara

    Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien

    yang secara klinis menderita sirosis hati dengan perdarahan saluran cerna bagian

    atas (SCBA) di RSUD Jombang periode Januari-Desember 2013. Teknik

    pengambilan sampel menggunakan total sampling dan dianalisis dengan uji

    Spearman.

    Hasil dan Diskusi: Dari uji Spearman didapatkan nilai p= 0,000 . Nilai ini lebih

    kecil dari =0,05 dan r=0,455. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat

    hubungan antara tingkat keparahan sirosis hati (berdasarkan skor Child Pugh)

    dengan perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berulang pada penderita

    sirosis hati. Semakin tinggi skor Child Pugh maka kejadian perdarahan SCBA

    berulang pada sirosis hati akan semakin tinggi.

    Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat keparahan sirosis hati (berdasarkan

    skor Child Pugh) dengan perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berulang

    pada penderita sirosis hati di RSUD Jombang periode Januari-Desember 2013.

    Kata Kunci : Sirosis hati, skor Child Pugh, perdarahan saluran cerna bagian atas

    (SCBA) berulang.

    *) : Staff Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UMM

    **) : Staff Pengajar Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran UMM

  • ix

    ABSTRACT

    Primisasiki, Fach Rayni. 2014. The relationship of liver cirrhosis severity (based

    of Child Pugh score) against recurrent upper gastrointestinal tract

    bleeding in patients with liver cirrhosis in RSUD Jombang period of

    January to December 2013. Thesis. Faculty of Medicine Science,

    University of Muhammadiyah Malang. Advisors: (1) Meddy Setiawan

    *), 2) Sri Adila Nurainiwati **)

    Background: Recurrent upper gastrointestinal tract bleeding (UGIB) concern of

    liver cirrhosis patient is one of the complication of liver cirrhosis with high

    mortality and morbidity reached 50-60 %. One of the risk factors affecting the

    incidence of recurrent bleeding is the liver cirrhosis severity. To know the severity

    stage or clinical staging of liver cirrhosis able to use Child Pugh score. The score

    of Child Pugh A shows compensate liver cirrhosis, whereas score of Child Pugh B

    and C show decompensate liver cirrhosis. Scoring system consist of five

    components selected empirically are acites, encephalopathy, albumin serum,

    bilirubin serum, and prothrombin time.

    Purpose: Knowing relationship between liver cirrhosis severity (based of Child

    Pugh score) with recurrent upper gastrointestinal tract beeding (UGIB) in patients

    with liver cirrhosis in RSUD Jombang period of January to December 2013.

    Method : The research is observational analytic with cross sectional study

    approach. The sample was the medical record of clinically liver cirrhosis patients

    with upper gastrointestinal tract bleeding (UGIB) in RSUD Jombang period of

    January to December 2013. The sampling technique used total sampling and

    analyzed with Spearman's test.

    Result and Discussion: From Spearman test p = 0,000. That value smaller than

    =0,05 and r=0,455. It showed that there is relationship between liver cirrhosis

    severity (based of Child Pugh score) with recurrent upper gastrointestinal tract

    bleeding (UGIB) in patients with liver cirrhosis. The higher Child Pugh score,

    recurrent upper gastrointestinal tract bleeding (UGIB) in patients with liver

    cirrhosis will be higher.

    Conclusion: There is a relationship between liver cirrhosis severity (based of

    Child Pugh score) with recurrent upper gastrointestinal tract bleeding (UGIB) in

    patients with liver cirrhosis in RSUD Jombang period of January to December

    2013.

    Keywords: Liver cirrhosis, Child Pugh score, recurrent upper gastrointestinal tract

    bleeding (UGIB)

    *) : Lecturer Department Interna of Medical Faculty, UMM

    **) : Lecturer Department Dermatology and Venereology of Medical Faculty,

    UMM

  • x

    DAFTAR ISI

    JUDUL i

    HALAMAN JUDUL.. ii

    LEMBAR PENGESAHAN iii

    LEMBAR PENGUJIAN. iv

    KATA PENGANTAR. v

    UCAPAN TERIMA KASIH.. vi

    ABSTRAK. viii

    ABSTRACT... ix

    DAFTAR ISI.. x

    DAFTAR TABEL.. xii

    DAFTAR GAMBAR. xiii

    DAFTAR SINGKATAN xiv

    DAFTAR LAMPIRAN.. xv

    BAB 1 PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4 1.3 Tujuan .................................................................................................... 4

    1.3.1 Tujuan Umum ........................................................................... 4 1.3.2 Tujuan Khusus .......................................................................... 4

    1.4 Manfaat .................................................................................................. 5 1.4.1 Manfaat Klinis ............................................................................ 5 1.4.2 Manfaat Akademis ...................................................................... 5

    BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Sirosis Hati ............................................................................................. 6 2.1.1 Definisi Sirosis Hati .................................................................. 6 2.1.2 Etiologi Sirosis Hati .................................................................. 7 2.1.3 Klasifikasi Sirosis Hati .............................................................. 8 2.1.4 Gejala Klinis Sirosis Hati .......................................................... 9 2.1.5 Gambaran Laboratorium ........................................................... 11 2.1.6 Diagnosis ................................................................................... 13 2.1.7 Komplikasi ................................................................................ 14 2.1.8 Penatalaksanaan ........................................................................ 15 2.1.9 Prognosis .................................................................................. 18

    2.2 Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas (SCBA).................................... 19 2.2.1 Definisi ..................................................................................... 19 2.2.2 Etiologi ..................................................................................... 19 2.2.3 Gejala Klinis.............................................................................. 20 2.2.4 Diagnosis .................................................................................. 21 2.2.5 Pengelolaan Perdarahan SCBA ................................................ 22 2.2.6 Terapi ....................................................................................... 24 2.2.7 Perdarahan SCBA Berulang..................................................... 28

    2.3 Hematemesis Melena Karena Perdarahan Varises................................. 29 2.3.1 Definisi Varises Esofagus ........................................................ 29 2.3.2 Epidemiologi ............................................................................ 29

  • xi

    2.3.3 Patofisiologi .............................................................................. 31 2.3.4 Perjalanan Alamiah Varises Esofagus....................................... 32 2.3.5 Diagnosis Varises Esofagus....................................................... 33 2.3.6 Perdarahan Varises Esofagus..................................................... 34 2.3.7 Prognosis.................................................................................... 35

    2.4 Skor Child Pugh...................................................................................... 36 2.4.1 Serum Bilirubin.......................................................................... 38

    2.4.2 Serum Albumin.......................................................................... 38

    2.4.3 Waktu Protrombin...................................................................... 39

    BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN

    3.1 Kerangka Konsep ................................................................................. 40 3.2 Hipotesis Penelitian .............................................................................. 43

    BAB 4 METODE PENELITIAN

    4.1 Rancangan Penelitian ........................................................................... 44 4.2 Lokasi dan Waktu ................................................................................. 44 4.3 Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................... 44

    4.3.1 Populasi ....................................................................................... 44 4.3.2 Sampel ......................................................................................... 44 4.3.3 Cara Pemilihan Sampel ............................................................... 45

    4.4 Kriteria Inklusi dan Eksklusi ................................................................. 45 4.4.1 Kriteria Inklusi ............................................................................ 45 4.4.2 Kriteria Eksklusi ......................................................................... 45

    4.5 Variab...