of 65 /65
HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP SAINS PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH TAHUN AJARAN 2015/2016 (Skripsi) Oleh PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2016 SYAFURA AUDINA

HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGANKEMAMPUAN MENGENAL KONSEP SAINS PADA ANAK

USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPANTEMPURAN LAMPUNG TENGAH

TAHUN AJARAN 2015/2016

(Skripsi)

Oleh

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNGBANDAR LAMPUNG

2016

SYAFURA AUDINA

Page 2: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

ii

ABSTRAK

HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGANKEMAMPUAN MENGENAL KONSEP SAINS PADA ANAK

USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPANTEMPURAN LAMPUNG TENGAH

TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh:

SYAFURA AUDINA

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perkembangan kemampuanmengenal konsep sains pada anak usia dini kelompok B di TK Tunas HarapanTempuran Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganantara penerapan metode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sainspada anak usia dini kelompok B. Metode yang digunakan adalah metodeKorelasional. Populasinya adalah semua siswa kelompok B TK Tunas HarapanTempuran Lampung Tengah. Variabel bebas yaitu penerapan metode eksperimen(x) sedangkan variabel terikat yaitu kemampuan mengenal konsep sains(y).Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan analisis uji sperman rank. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara penerapanmetode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sains. Hal inidibuktikan dari hasil perhitungan korelasi spearman rank sebesar 0,702.

Kata Kunci: anak usia dini, metode eksperimen, kemampuan mengenal konsepsains

Page 3: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

iii

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP OF APPLICATION EXPERIMENTAL METHODWITH ABILITY TO RECOGNIZE THE SCIENCE CONCEPT OF

EARLY CHILDHOOD IN GROUP B AT TUNAS HARAPANTEMPURAN KINDERGARTEN LAMPUNG TENGAH

ACADEMIC YEARS 2015/2016

By

SYAFURA AUDINA

The problem in this research was lack of ability to recognize the science conceptof early childhood in group B at Tunas Harapan Tempuran kindergarten LampungTengah.. The objective of this research was to find out the relation of applicationexperimental method with the ability to recognize the science concept of earlychildhood group B. The method that used is correlational’s method. Thepopulation is all of students group B at Tunas Harapan Tempuran LampungTengah. The independent variabel is application experimental method (x), whilethe dependent variable is the ability to recognize the science concept (y). Thetechniques of data collection using observation and documentation. The analyzedof data collection using Spearman Rank test analysis. The result showed that thereis a relationship of experimental method application with with the ability torecognize the science concept. This evidenced from the calculation of theSpearman Rank correlation as much as 0,702.

Keyword : experimental method, the ability to recognize the science concept.

Page 4: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DENGANKEMAMPUAN MENGENAL KONSEP SAINS PADA ANAK

USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPANTEMPURAN LAMPUNG TENGAH

TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh

SYAFURA AUDINA

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar

SARJANA PENDIDIKAN

Pada

Program Studi S-1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia DiniJurusan Ilmu Pendidikan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG2016

Page 5: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana
Page 6: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana
Page 7: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana
Page 8: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

viii

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tempuran, Kecamatan Trimurjo

Kabupaten Lampung Tengah, pada tanggal 20 Oktober

1994, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara,

pasangan Bapak Amran dan Ibu Heri Purwantini S.Pd.

Pendidikan penulis dimulai dari TK Tunas Harapan

Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah tahun 1999 dan selesai tahun

2000. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke SD Negeri 2 Tempuran

Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah kemudian selesai pada tahun

2006, setelah itu penulis melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 6 Metro Utara

Kota Metro kemudian selesai pada tahun 2009, kemudian penulis melanjutkan

pendidikan di SMA Negeri 3 Metro dan selesai pada tahun 2012, selanjutnya pada

tahun 2012 penulis melanjutkan ke Universitas Lampung Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

(PGPAUD).

Page 9: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

ix

PERSEMBAHAN

Bismillahirohmanirrohim

Kupersembahkan karya tulis ini sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan

bentuk terima kasih kepada :

.

Almamaterku tercinta Universitas Lampung

Page 10: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

x

MOTTO

“Keberanian fisik adalah naluri hewan tetapi keberanian moral adalah keberanian

yang lebih tinggi, lebih benar dan lebih mulia”

(Syafura Audina)

“Dan bertaubatlah kamu sekalian, wahai orang-orang yang beriman agar kamu

beruntung”.

(Q.S. An Nuur : 24).

Page 11: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xi

SANWACANA

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat,

hidayah serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

berjudul “Hubungan Penerapan Metode Eksperimen Dengan Kemampuan

Mengenal Konsep Sains Pada Anak Usia Dini Kelompok B Di TK Tunas Harapan

Tempuran Lampung Tengah Tahun Ajaran 2015/2016”, sebagai syarat meraih

gelar sarjana pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Penulisan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan, petunjuk serta bantuan dari

berbagai pihak, oleh sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., selaku Rektor Universitas Lampung.

2. Dr. H. Muhammad Fuad, M,Hum., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan.

3. Dr. Abdurrahman, M.Si., selaku Wakil Dekan bidang Akademik dan

Kerjasama.

4. Drs. Hi. Buchori Asyik, M.Si., selaku Wakil Dekan bidang Umum dan

Keuangan.

5. Drs. Supriyadi, M.Pd., selaku Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan

Alumni.

6. Dr. Riswanti Rini, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP

Universitas Lampung sekaligus Pembahas, yang telah memberikan dukungan,

Page 12: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xii

saran, serta masukan yang membangun demi kesempurnaan penulisan skripsi

ini.

7. Ari Sofia, S.Psi.,M.A.,Psi., selaku Ketua Program Studi PGPAUD

Universitas Lampung yang selalu mendukung pelaksanaan program di

PGPAUD.

8. Dra. Sasmiati, M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Akademik, serta Dosen

Pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing,

memberikan ilmu yang dimiliki dengan sabar dan ikhlas, memberikan saran

serta masukan yang luar biasa selama proses pembuatan skripsi sehingga

penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

9. Dr. Riswandi, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan

waktu untuk membimbing, memberikan ilmu, saran dan masukan yang baik

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

10. Drs. Baharuddin Risyak, M.Pd, selaku dosen pembahas yang telah

meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan ilmu, saran dan

masukan yang baik sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

lancar.

11. Bapak/ibu Dosen PG-PAUD dan seluruh staf FKIP Universitas Lampung

yang tidak tersebut yang telah membantu dalam penyelsaian skripsi ini.

12. Nia Fatmawati, M.Pd dan Devi Nawangsasi, M.Pd. selaku Dosen Validator

yang telah memberikan bimbingan dan saran dalam pembuatan instrument

penelitian ini.

Page 13: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xiii

13. Praptiasih, S.Pd., selaku Kepala TK Tunas Harapan Tempuran yang telah

memberikan izin dan selalu memberikan semangat dalam pelaksanaan

penelitian.

14. Tuti Rahayu, S.Pd., selaku Guru Kelas B TK Tunas Harapan Tempuran yang

telah membantu dan berpartisipasi dalam pelaksanaan penelitian.

15. Kedua orang tua bapak Amran dan Ibu Heri Purwantini S.Pd yang telah

memberikan motivasi dan doa luar biasa demi keberhasilan proses pembuatan

skripsi.

16. Adikku Tafhasya Tsalatsa serta keluarga besarku yang senantiasa memberiku

semangat dan doa.

17. Teman-temanku tercinta Walisongo Hilma, Wiwik, Tyas, Noer, Milla, Anita,

Siti, dan Vinka yang selalu tulus mendoakan dan memberikan semangat dan

dukungan kepada penulis.

18. Seluruh rekan-rekan PGPAUD angkatan 2012 kelas A dan B yang telah

menjadi keluarga dan memberikan dukungan serta semangat yang luar biasa

sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan skripsi ini.

19. Rekan-rekan P4KA Maulida, Kiki, Lia dan Naning.

20. Teman-teman Obongers Wiwik, Obeng, Naldo, Andre, Delvin, Cani, Eneng,

dan Ikoh.

21. Seluruh rekan-rekan KKN Yocie, Ega, Dodo, Faqih, Indah, Tia, dan Dije

yang telah memberi dukungan serta semangat pada penulis.

22. Seluruh warga KKN Gunung Batu Desa Tanjung Kemala Kecamatan Pugung

Kabupaten Tanggamus.

23. Almamater tercinta Universitas Lampung.

Page 14: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xiv

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan,

tetapi penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua

orang yang membacanya.

Bandar Lampung, Juli 2016

Penulis

Syafura Audina

Page 15: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xv

DAFTAR ISI

HalamanDAFTAR TABEL .......................................................................................... xviiDAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xviiiDAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xix

I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1B. Identifikasi Masalah........................................................................... 3C. Pembatasan Masalah.......................................................................... 4D. Rumusan Masalah.............................................................................. 4E. Tujuan Penelitian ............................................................................... 4F. Manfaat Penelitian ............................................................................. 4

II TINJAUAN PUSTAKA

A. Perkembangan Anak Usia Dini ......................................................... 6B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini ........................................... 7

1. Tahap Perkembangan Kognitif...................................................... 82. Faktor yang Mempengaruhi Perkemabngan Kognitif ................... 9

C. Kemampuan Mengenal Konsep Sains .............................................. 121. Hakikat Sains................................................................................. 122. Prinsip Pembelajaran Sains ........................................................... 153. Tujuan Mengenal Konsep Sains.................................................... 184. Kemampuan Mengenal Konsep Sains........................................... 22

D. Metode Eksperimen ........................................................................... 251. Pengertian Metode Eksperimen .................................................. 252. Tujuan Metode Eksperimen......................................................... 263. Keunggulan Metode Eksperimen................................................. 284. Prosedur Pelaksanaan Metode Eksperimen ................................. 295. Penerapan Metode Eksperimen.................................................... 31

E. Kerangka Pikir Penelitian .................................................................. 32F. Hipotesis Penelitian ........................................................................... 34

III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian .................................................................................. 35

Page 16: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xvi

B. Prosedur Penelitian ........................................................................... 35C. Waktu dan Tempat............................................................................. 36D. Populasi ............................................................................................. 36E. Teknik Pengumpulan Data................................................................. 37

1. Observasi ...................................................................................... 372. Dokumentasi ................................................................................. 37

F. Definisi Konseptual dan Oprasional .................................................. 381. Definisi Konseptual ..................................................................... 382. Definisi Oprasional ...................................................................... 38

G. Uji Validitas Instrumen...................................................................... 39H. Instrumen Penelitian .......................................................................... 40I. Teknik Analisis Data.......................................................................... 40

1. Analisis Uji Hubungan ................................................................ 42

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ................................................. 43B. Deskripsi Data Hasil Penelitian ....................................................... 44C. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................ 50

V.SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan ............................................................................................ 54B. Saran ................................................................................................... 54

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 55

LAMPIRAN

Page 17: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Kisi-kisi Instrumen Penerapan Metode Eksperimen.................................. 402. Kisi-kisi Instrumen Kemampuan Mengenal Konsep Sains ....................... 403. Tolak Ukur Kriteria Perkembangan Kemampuan Mengenal

Konsep Sains.............................................................................................. 414. Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan TK Tunas Harapan .................. 445. Data Anak Kelompok B TK Tunas Harapan ............................................. 446. Distribusi Frekuensi Data Penerapan Metode Eksperimen berdasarkan

indikator ..................................................................................................... 467. Distribusi Frekuensi Data Penerapan Metode Eksperimen........................ 468. Distribusi Frekuensi Data Kemampuan Mengenal Konsep Sains

berdasarkan indikator................................................................................. 479. Distribusi Frekuensi Data Kemampuan Mengenal Konsep Sains ............. 4810. Tabel Silang Penerapan Metode Eksperimen dengan

Kemampuan Mengenal Konsep Sains ....................................................... 49

Page 18: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xviii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Kerangka Pikir Penelitian .......................................................................... 342. Rumus Interval........................................................................................... 413. Rumus Korelasi Spearman Rank ............................................................... 42

Page 19: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Lembar Observasi Variabel Metode Eksperimen ..................................... 582. Rubrik Penilaian Penerapan Metode Eksperimen ..................................... 593. Lembar Observasi Variabel Kemampuan Mengenal Konsep Sains .......... 604. Rubrik Penilaian Kemampuan Mengenal Konsep Sains ........................... 615. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian 1 ........................................... 626. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian 2 ........................................... 657. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian 3 ........................................... 688. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian 4 ........................................... 719. Penilaian Variabel X (Metode Eksperimen) .............................................. 7410. Penilaian Variabel Y (Kemampuan Mengenal Konsep Sains) .................. 7511. Rekapitulasi Hasil Penilaian Penerapan Metode Eksperimen (X)............. 7612. Rekapitulasi Hail Penilaian Kemampuan Mengenal

Konsep Sains (Y) ....................................................................................... 7713. Tabel Penolong Untuk Menghitung koefisien Korelasi

Spearman Rank ......................................................................................... 7814. Foto Kegiatan ............................................................................................ 79

Page 20: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diberikan kepada anak

sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Berdasarkan Undang-Undang Sistem

Pendidikan Nasional Nomer 20 Tahun 2003 Bab I pasal I Butir 14

menyatakan bahwa:

Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yangditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun pembinaanyang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yangdilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memilikikesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini sangat penting dalam proses tumbuh kembang

anak, dengan pendidikan anak usia dini seluruh aspek perkembangan yang

ada dalam diri anak akan terstimulasi dengan optimal. Aspek-aspek

perkembangan anak usia dini yang tercantum dalam Permendiknas Nomor

137 Tahun 2014 meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik,

kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni. Hal ini sangat penting bagi anak

karena dengan mengembangkan aspek-aspek perkembangan tersebut akan

mempermudah anak untuk melanjutkan ketahap pendidikan selanjutnya.

Page 21: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

2

Salah satu aspek yang harus dikembangkan oleh anak yaitu pada

perkembangan kognitif, agar anak mudah melangkah ketahap selanjutnya.

Seperti yang tercantum dalam Permendiknas Nomer 137 tahun 2014

perkembangan kognitif anak usia dini memiliki tiga lingkup perkembangan

yaitu : belajar dan pemecahan masalah, berfikir logis, berfikir simbolik.

Dalam hal ini kemampuan sains merupakan salah satu aspek yang harus

dikembangkan.

Proses pembelajaran anak usia dini sangat beragam karena pada dasarnya

anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Rasa ingin tahu tersebut perlu di

dukung oleh orang dewasa, termasuk orang tua dan guru yang berfungsi

sebagai pendidik anak. Di dalam belajar, anak usia dini diperbolehkan

mempelajari apa saja yang sesuai dengan perkembangan anak, termasuk

belajar tentang sains.

Kemampuan mengenal konsep sains dapat dikembangkan sejak dini dengan

memperkenalkan alam dan lingkungan sekitar anak. Hal ini akan

memperdalam pengalaman anak. Anak belajar bereksperimen, bereksplorasi,

dan menginvestasi lingkungan sekitanya. Hasilnya anak mampu membangun

suatu pengetahuan yang akan dikembangkan pada usia-usia selanjutnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di TK Tunas Harapan Tempuran

pada kelompok B yang berjumlah 30 anak, nampak terdapat 24 anak yang

kemampuan mengenal konsep sains masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan

kurangnya pemahaman anak tentang konsep obyek yang ada di alam sekitar,

Page 22: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

3

terlihat ketika anak diperintahkan untuk menjelaskan tentang konsep batu dan

daun kering, anak hanya menjelaskan perbedaan bentuk dan warnanya saja.

Kondisi tersebut disebabkan karena pembelajaran cenderung berpusat pada

guru, metode yang digunakan guru cenderung monoton hanya menggunakan

ceramah, dan pembelajaran anak jarang diberi kesempatan untuk

mengerjakan kegiatan yang bersifat sains.

Oleh sebab itu perlu diupayakan suatu kegiatan yang bersifat sains, anak akan

mengenal konsep sains dari kegiatan yang dilakukan, anak akan melibatkan

diri secara aktif dalam kegiatan tersebut. Hal ini tentu sangat baik bagi

perkembangan sebab dapat mengajarkan anak tentang konsep sains. Atas

dasar inilah peneliti ingin meneliti tentang Hubungan Penerapan Metode

Eskperimen dengan Kemampuan Mengenal Sains pada anak usia dini

Kelompok B di TK Tunas Harapan.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, beberapa masalah dapat

diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru.

2. Metode yang digunakan guru cenderung monoton hanya menggunakan

metode ceramah atau hanya bercerita saja.

3. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan jarang memberi kesempatan

kepada anak untuk mengerjakan kegiatan yang bersifat sains.

Page 23: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

4

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini berjalan dengan efektif maka perlu adanya pembatasan

masalah sebagai berikut:

1. Pembatasan masalah pada penelitian ini yaitu hubungan penerapan

metode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sains.

2. Subjek yang akan diteliti yaitu anak usia dini kelompok B di TK Tunas

Harapan Tempuran.

3. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah tersebut maka

permasalahan yang akan diteliti adalah “Apakah ada hubungan antara

penerapan metode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sains

pada anak usia dini kelompok B di TK Tunas Harapan Tempuran?”

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan

penerapan metode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sains

pada anak usia dini kelompok B di TK Tunas Harapan Tempuran.

F. Manfaat Penelitian

Terdapat banyak manfaat dari penelitian ini, baik secara teoritis dan praktis.

Manfaat tersebut antara lain:

1. Secara Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan

menjadi masukan serta referensi bagi pembaca ataupun peneliti

selanjutnya tentang peningkatan dan pengembangan kemampuan

Page 24: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

5

mengenal konsep sains pada anak usia dini secara khusus melalui metode

eksperimen.

2. Secara Praktis

Manfaat praktis dari penelitian ini, baik untuk pendidik, sekolah dan

peneliti adalah sebagai berikut:

a) Manfaat bagi pendidik

Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pendidik untuk

mengembangkan kemampuan mengenal konsep sains pada anak usia

dini melalui metode eksperimen.

b) Manfaat bagi sekolah

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam

rangka mengembangkan kemampuan mengenal konsep sains anak

melalui metode eksperimen.

c) Manfaat bagi peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peneliti

sebagai wahana penerapan ilmu pengetahuan yang telah didapat saat

perkuliahan.

Page 25: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

6

II KAJIAN PUSTAKA

A. Perkembangan Anak Usia Dini

Perkembangan dan pertumbuhan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

dipisahkan satu sama lain. Perkembangan merupakan proses perubahan

secara berkesinambungan secara progresif. Pada masa usia dini, anak

mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat baik dari segi

fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan aspek-aspek kepribadian

lainnya. Meskipun perkembangan setiap bidang dibahas secara terpisah

namun harus dipahami bahwa setiap bidang perkembangan merupakan bagian

dari keseluruhan perkembangan dan suatu unit kesatuan yang terdiri atas

banyak aspek perkemabangan. Menurut Hurlock dalam Purwati (2014:17)

“Perkembangan adalah serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai

akibat dari proses kematangan dan pengalaman”. Artinya perkembangan

terjadi ketika anak sudah memiliki kematangan serta pengalaman yang

diperolehnya dari lingkungan. Kemudian perkembangan anak usia dini yang

perlu dikembangan secara optimal salah satunya adalah perkembangan

kognitif karena anak belajar dan tumbuh melalui kemampuan mengingat,

mengenal dan memahami berbagai objek.

Page 26: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

7

B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini

Perkembangan kognitif merupakan salah satu dari 5 aspek perkembangan

pada anak usia dini. Perkembangan kognitif merupakan perkembangan yang

berkaitan dengan kecerdasan anak yang diperlihatkan melalui kemampuan

mengingat, mengenal dan memahami berbagai objek. Kemudian Susanto

(2011:47) mengungkapkan bahwa

Kognitif adalah suatu proses berfikir, yaitu kemampuan individu untukmenghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atauperistiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan(intelegensi) yang memadai sesorang dengan berbagai minat terutamasekali ditunjukan kepada ide ide dan belajar.

Artinya dalam perkembangan kognitif individu harus dapat menarik

kesimpulan sendiri dari suatu peristiwa yang terjadi. Selanjutnya menurut

Piaget dalam Gunarsa (2012:136) “perkembangan kognitif bukan hanya hasil

kematangan organisme, bukan pula pengaruh lingkungan saja, melainkan

interaksi antara keduanya”. Sehingga kematangan dalam proses berfikir pada

anak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan telah diketahui bahwa mengenal

adalah ciri khas anak karena sesuai dengan dunia anak yang memiliki rasa

ingin tahu yang kuat terhadap segala sesuatu terutama yang menarik

minatnya. Melalui rasa ingin tahu anak memperoleh kesempatan untuk

mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya untuk meningkatkan

penalaran dan memahami keberadaannya dilingkungan.

Selanjutnya Piaget dalam Sujiono (2010:29) mengatakan bahwa

“Perkembangan kognitif terjadi ketika anak membangun pengetahuan melalui

ekplorasi aktif dan penyelidikan pada lingkungan fisik dan sosial di

Page 27: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

8

lingkungan sekitar”. Teori ini menjelaskan bahwa perkembangan kognitif

yang dimiliki anak akan berkembang ketika anak melakukan eksplorasi atau

menyelidik di lingkungan sekitar anak. Sejalan dengan hal di atas Jean Piaget

dan Lev Vygotsky dalam Rahayu (2013:13) mengungkapkan bahwa

Anak bersifat aktif dan memiliki kemampuan untuk membangunpengetahuannya. Secara mental anak mengkontruksi pengetahuannyamelalui refleksi terhadap pengalamannya. Anak memperolehpengetahuan bukan dengan cara menerima secara pasif dari orang lain,melainkan dengan cara membangunnya sendiri secara aktif melaluilingkungannya.

Seorang anak akan lebih cepat belajar memahami dan mengetahui melalui

lingkungannya, karen ketika anak sudah mengetahui sesuatu yang hanya dari

orang lain kemudian dia akan mendapatkan pengetahuannya secara langsung

dan dengan sendirinya anak akan lebih menggali pengetahuannya tersebut.

Karena anak akan menggabungkan informasi lama dengan informasi yang

baru dia lihat dan temui.

Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan perkembangan kognitif

merupakan suatu kemampuan berfikir untuk membangun pengetahuannya

melalui eksplorasi aktif dengan lingkungannya melalui kemampuan

mengingat, mengenal dan memahami berbagai objek.

1. Tahap Perkembangan Kognitif

Tahap perkembangan kognitif anak menggambarkan tingkat kemampuan

anak dalam berpikir. Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget dalam

Trianto, (2013: 71) membagi perkembangan kognitif kedalam empat tahap

atau fase. Ia percaya bahwa pemikiran anak-anak berkembang menurut

Page 28: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

9

tahap-tahap atau periode-periode yang terus bertambah kompleks. Tahap-

tahap perkembangan kognitif menurut Piaget tersebut adalah :

a. Tahap sensorimotor 0 – 2 tahunTerbentuknya konsep “kepermanenan obyek” dan kemajuangradual dari perilaku refleksif ke perilaku yang mengarah kepadatujuan.

b. Tahap pra-operasional 2 – 7 tahunPerkembangan kemampuan mengunakan simbol-simbol untukmenyatakan obyek-obyek dunia. Pemikiran masih egosentris dansentrasi.

c. Tahap operasional kongkrit 7 – 11 tahunPerbaikan dalam kemampuan untuk berpikir secara logis.Kemampuan-kemampuan baru termasuk penggunaan operasi-oprasi yang dapat balik. Pemikiran tidak lagi sentarsi tetapidesentrasi, dan pemecahan masalah tidak begitu dibatasi olehkeegosentrisan.

d. Tahap Operasional Formal 11 tahun sampai dewasaPemikiran abstrak dan murni simbolis mungkin dilakukan.Masalah-masalah dapat dipecahkan melalui penggunaaneksperimentasi sistematis.

Dengan melihat pendapat diatas maka dapat disimpulkan anak usia dini

berada dalam tahap praoprasional yaitu usia 2–7 tahun. Tahap ini

merupakan masa permulaan bagi anak untuk membangun kemampuan

berpikirnya dengan menggunakan simbol-simbol untuk melambangkan

obyek-obyek tertentu.

2. Faktor yang Mempengaruhi Perkemabngan Kognitif

Perkembangan kognitif anak menunjukkan perkembangan dari cara

berpikir anak. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan

kognitif pada anak usia dini yang akan mempengaruhi proses

perkembangan anak tersebut. Kemudian Nurani, dkk (2007:25-27)

faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu :

Page 29: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

10

“a) Faktor hereditas/keturunan, b) faktor lingkungan, c) kematangan, d)

pembentukan, e) minat dan bakat, dan f) kebebasan”.

Pertama faktor hereditas/keturunan merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Teori hereditas atau

nativisme pertama kali yang dipelopori seorang ahli filsafat Schoper

Haner, berpendapat bahwa setiap manusia sudah membawa potensi-

potensi tertentu yang tidak dapat dipengaruhi lingkungan. Semenjak dalam

kandungan, remaja telah memiliki sifat-sifat yang menentukan daya kerja

intelektualnya. Secara potensial anak telah membawa kemungkinan

apakah akan menjadi kemampuan berfikir setara normal, di atas normal

atau dibawah normal. Namun potensi ini tidak akan berkembang atau

terwujud secara optimal apabila lingkungan tidak memberi kesempatan

untuk berkembang.

Kedua faktor lingkungan memiliki peranan yang sangat menentukan

perkembangan intelektual anak. Locke berpendapat bahwa manusi

dilahirkan sebenarnya suci tabularasa, amak perkembangan intellegensi

sangatlah ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya

dari lingkungan. Ada dua unsur lingkungan yang sangat penting

pernananya dalam mempengaruhi perkembangan intelek remaja, yaitu

keluarga dan sekolah

Ketiga yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak yaitu

kematangan. Tiap organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah

matang jika ia telah di kesanggupan untuk menjalankan sesuai dengan

Page 30: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

11

fungsinya masing-masing. Kematangan sistem syaraf menjadi penting

karena memungkinkan anak memperoleh manfaat secara maksimum dari

pengalaman fisik. Kematangan membuka kemungkinan untuk

perkembangan sedangkan kalau kurang hal itu akan membatasi secara luas

prestasi secara kognitif.

Keempat faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu faktor

pembentukan. Pembentukan ialah segala keadaan diluar diri seseorang

yang mempengaruhi perkembangan inteligensi. Pembentukan dapat

dibedakan menjadi pembentukan sengaja (sekolah formal) dan

pembentukan tidak sengaja (pengaruh alam sekitar). Sehingga manusia

berbuat inteligen karena untuk mempertahankan hidup ataupun dalam

bentuk penyesuaian diri.

Kelima yaitu faktor minat dan bakat. Minat mengarahkan perbuatan

kepada suatu tujuan dan merupakan dorongan untuk berbuat lebih giat dan

lebih baik lagi. Adapun bakat diartikan sebagai kemampuan bawaan,

sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat

terwujud. Bakat seseorang akan memengaruhi tingkat kecerdasannya.

Artinya seseorang akan memiliki bakat tertentu, maka akan semakin

mudah dan cepat memepelajarinya.

Kelima faktor kebebasan yaitu kleluasaan manusia untuk berpikir divergen

(menyebar) yang berarti bahwa manusia memilih metode-metode tertentu

dalam menyelsaikan masalah-masalah, juga bebas dalam memilih

masalah sesuai kebutuhannya.

Page 31: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

12

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor utama

yang mempengaruhi perkembangan kognitif yakni kematangan dan

pengalaman yang berasal dari interaksi dan lingkungan sekitar anak, ketika

seseorang sudah memiliki faktor perkembangan kognitif yang baik, maka

seseorang tersebut dapat dikatakan memiliki intellegensi yang baik.

C. Kemampuan Mengenal Konsep Sains

1. Hakikat Sains

Sains merupakan istilah yang sering disebut dengan ilmu pengetahuan

yang mencakup Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu pengetahuan Alam.

Kemudian Amien, dkk (2008:232) mengemukakan bahwa “Sains

merupakan pengetahuan tentang fenomena-fenomena, proses yang

digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi, dan sebagai bentuk

adaptasi manusia pada lingkungan”.

Campbell dalam Depdiknas (2007:35) mendefinisikan bahwa “Sains

sebagai pengetahuan yang bermanfaat dan cara bagaimana atau metoda

untuk memperolehnya”, sedang menurut Carin & Sund mendefinisikan

“Sains adalah suatu sistem untuk memahami alam semesta melalui

observasi dan eksperimen yang terkontrol”.

Selanjutnya Abruscato dalam bukunya yang berjudul “Teaching Children

Science” mendefinisikan “Sains sebagai pengetahuan yang diperoleh lewat

serangkaian proses yang sistematik guna mengungkap segala sesuatu yang

berkaitan dengan alam semesta”. Menurut Saprianti (2008:3.25)

mengatakankan bahwa

Page 32: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

13

Sains adalah suatu cara untuk mempelajari aspek-aspek tertentu darialam secara terorganisasi, sistematik dan melalui metode-metodesaintifik yang terbakukan. Ruang lingkup sains terbatas pada hal-halyang dapat dipahami oleh indera (penglihatan, sentuhan, pendengaran,rabaan, dan pengecapan).

Dari beberapa uraian pendapat di atas secara umum dapat dikatakan bahwa

sains adalah pengetahuan individu tentang alam yang diperoleh melalui

metoda atau cara yang terkontrol. Penjelasan ini berarti sains selain

sebagai produk yaitu pengetahuan individu, juga sebagai proses yaitu suatu

cara atau metoda untuk mendapatkan pengetahuan tersebut.

Dalam Depdiknas (2007:35) sains sebagai Ilmu Pengetahuan Alam, yaitu

mencakup: 1) sains sebagai ilmu, 2) sains sebagai produk dan 3) sains

sebagai proses.

Pertama sains sebagai ilmu.Secara umum sains sebagai ilmu mencakup

tiga aspek yaitu aspek aktivitas, metode dan pengetahuan. Sains sebagai

aktivitas mengandung tiga dimensi yaitu a) Rasional artinya merupakan

proses pemikiran yang berpegangan dengan kaidah-kaidah, b) Kognitif

artinya merupakan proses mengetahui dan memperoleh pengetahuan, c)

Teleologis artinya untuk mencapai kebenaran dan melakukan penerapan

dengan melalui peramalan atau pengendalian. Sains sebagai metode dapat

berbentuk pola prosedural dan tata langkah.Sains sebagai pengetahuan

yaitu pengetahuan yang sistematis terkait dengan obyek material atau

bidang permasalahan yang dikaji.

Page 33: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

14

Kedua sains sebagai produk, Menurut Carin dan Sund dalam Nugraha

(2005:6) mengemukaan “sains sebagai produk terdiri dari berbagai fakta,

konsep prinsip, hukum dan teori”. Fakta adalah sesuatu yang telah atau

sedang terjadi yang dapat berupa keadaan, sifat atau peristiwa, sedangkan

konsep adalah suatu ide yang merupakan generalisasi dari berbagai

peristiwa atau pengalaman khusus, yang dinyatakan dalam istilah atau

simbol tertentu yang dapat diterima. Hukum adalah prinsip yang bersifat

spesifik. Sedang teori adalah generalisasi tentang berbagai prinsip yang

dapat menjelaskan dan meramalkan peristiwa alam.

Sains sebagai suatu produk terdiri atas fakta konsep prinsip, hukum, dan

teori.

Ketiga sains sebagai proses merupakan cara berpikir, cara kerjadan cara

untuk memecahkan suatu masalah dengan melakukan suatu kegiatan yakni

kegiatan bagaimana mengumpulkan data, menghubungkan fakta satu

dengan yang lain, menginterpretasi data dan menarik kesimpulan. Untuk

melakukan proses sains, dibutuhkan berbagai macam keterampilan antara

lain keterampilan mengobservasi, mengklasifikasi, mengukur,

menggunakan hubungan ruang dan waktu, menggunakan hubunga antar

angka, mengkomunikasikan, memprediksi, menyimpulkan, merancang

penelitian dan melakukan eksperimen.

Dalam melaksanakan proses sains agar menghasilkan produk yang dapat

dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka perlu dilandasi dengan sikap

Page 34: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

15

ilmiah. Beberapa sikap ilmiah utama dalam melakukan proses sains, yakni

obyektif, teliti, terbuka, kritis, dan tak mudah putus asa.

Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disumpulkan sains merupakan

suatu cara untuk mempelajari aspek-aspek tertentu mengenai obyek-obyek

dari peristiwa yang ada di alam melalui pengamatan, penyelidikan dan

percobaan, yang diartikan juga sebagai suatu proses maupun hasil atau

produk dan sikap ilmiah .

2. Prinsip Pembelajaran Sains

Prinsip pembelajaran sains merupakan hal-hal yang harus diperhatikan

sebelum menyusun kegiatan pembelajaran di kelas. Nurani (2004:25)

memaparkan beberapa prinsip pembelajaran sains sebagai berikut

1) empat pilar pendidikan global, meliputi learning to know, learningto do, learning to be, learning to live together, 2) prinsip inkuiri, 3)prinsip konstruktivisme, 4) prinsip pemecahan masalah, 5) prinsippembelajaran bermuatan nilai, 6) prinsip pakem (pembelajaran aktif,kreatif, efektif dan menyenangkan).

Prinsip learning to know, artinya dengan meningkatkan interaksi anak

dengan lingkungan fisik dan sosialnya diharapkan anak mampu

membangun pemahaman dan pengetahuan tentang alam sekitarnya.

Learning to do, artinya pembelajaran sains tidak hanya menjadikan

anaksebagai pendengar melainkan anak diberdayakan agar mau dan

mampu untuk memperkaya pengalaman belajarnya. Learning to be, artinya

dari hasil interaksi dengan lingkungan anak diharapkan dapat membangun

rasa percaya diri yang pada akhirnya membentuk jati dirinya. Learning to

live together, artinya dengan adanya kesempatan berinteraksi dengan

Page 35: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

16

berbagai individu akan membangun pemahaman sikap positif dan toleransi

terhadap kemajemukan dalam kehidupanbersama.

Prinsip inkuiri, prinsip ini perlu diterapkan dalam pembelajaran sains

karena pada dasarnya anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, sedang

alam sekitar penuh dengan fakta atau fenomena yang dapat merangsang

siswa ingin tahu lebih banyak.

Prinsip konstruktivisme. Dalam pembelajaran sains sebaiknya guru dalam

mengajar tidak memindahkan pengetahuan kepada anak. Melainkan perlu

dibangun oleh anak dengan cara mengkaitkan pengetahuan awal yang

mereka miliki dengan struktur kognitifnya.

Prinsip pemecahan masalah. Pada dasarnya dalam kehidupan sehari-hari

manusia selalu berhadapan dengan berbagai macam masalah. Disisi lain,

salah satu alat ukur kecerdasan anak banyak ditentukan oleh

kemampuannya memecahkan masalah. Oleh karena itu, pembelajaran

sains perlu menerapkan prinsip ini agar anak terlatih untuk menyelesaikan

suatu masalah.

Prinsip pembelajaran bermuatan nilai. Masyarakat dan lingkungan sekitar

memiliki nilai-nilai yang terpelihara dan perlu dihargai. Oleh karena itu,

pembelajaran sains perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak

buruk terhadap lingkungan dengan nilai-nilai yang telah dibuatoleh

masyarakat sekitar.

Page 36: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

17

Prinsip pakem (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan).

Prinsip ini pada dasarnya merupakan prinsip pembelajaran yang

berorientasi pada anak untuk aktif melakukan kegiatan, baik aktif berfikir

maupun kegiatan yang bersifat motorik.

Prinsip tersebut perlu dikembangkan dalam pembelajaran sains. Hal ini

bertujuan agar pengenalan konsep sains untuk anak usia dini akan lebih

bermakna dan menyenangkan, sehingga hasil belajar yang diperoleh anak

maksimal.

Berkaitan dengan prinsip pembelajaran sains, menurut Yulianti (2010:24)

bahwa,

Pendekatan pembelajaran dalam mengenalkan konsep sains pada anak usiadini hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip yang berorientasi padakebutuhan anak dengan memperhatikan hal-hal berikut, “a) berorientasipada kebutuhan dan perkembangan anak, b) belajar melalui bermain, c)selektif, kreatif, dan inovatif.

Berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak, dimaksudkan agar

anak memperoleh rasa aman, jika kebutuhan fisik anak terpenuhi dan

merasa aman secara psikologis, maka anak akan belajar dengan baik.

Belajar melalui bermain, dimaksudkan agar proses pembelajaran dalam

mengenalkan konsep sains sebaiknya dilakukan melalui kegiatan bermain,

ajak anak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan obyek-

obyek yang dekat dengannya, sehingga pembelajaran lebih bermakna.

Selektif, kreatif, dan inovatif, dimaksudkan agar proses pengenalan konsep

sains juga sebaiknya dilakukan melalui kegiatan yang menarik, yang

Page 37: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

18

membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir

kritis dan menemukan hal-hal baru. Oleh karena itu dalam merancang

kegiatan pembelajaran yang menarik, dibutuhkan kreativitas dan inovasi

guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan konsep

sains.

Dalam pelaksanaan pengenalan konsep sains, guru hendaknya memahami

dan menguasai metode pembelajaran yang akan digunakan. Dengan

menguasai metode pembelajaran, diharapkan tujuan pendidikan anak usia

dini yaitu untuk mengembangkan konsep sains, prinsip, sikap ilmiah,

bahasa, nilai agama dan moral dapat tercapai secara terpadu dan optimal.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, mengenalkan konsep

sains kepada anak usia dini sebaiknya dilakukan melalui kegiatan bermain

dengan berbagai benda hidup atau mati yang ada di sekitar anak, misalnya

air, batu, daun-daun yang didapat dari lingkungan sekitar sekolah.

Pendekatan bermain sambil belajar sangat tepat untuk dilakukan dalam

memberikan pembelajaran sains untuk anak usia dini.

3. Tujuan Mengenal Konsep Sains

Mengenalkan sains sejak dini bertujuan untuk meningkatkan

perkembangan anak terutama dalam perkembangan kognitif, salah satunya

yaitu dalam memahami konsep-konsep sains dan keterkaitannya dengan

kehidupan sehari-hari, memiliki keterampilan proses dan belajar untuk

mengenal dan mengembangkan pengetahuan tentang alam sekitar. Dalam

memberikan pengenalan konsep sains untuk anak usia dini disarankan agar

Page 38: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

19

dirancang melalui kegiatan bermain, karna dunia anak adalah bermain.

Permainan dalam pengenalan konsep sains anak usia dini bertujuan agar

anak mampu secara aktif mencari informasi tentang peristiwa apa yang ada

di lingkungan sekitarnya.

Adapun tujuan khusus permainan dalam mengenalkan konsep sains untuk

anak usia dini menurut Nurani (2011:12.3-12.4) bertujuan agar anak

memiliki kemampuan:

a) Mengamati perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya,b) Melakukan percobaan-percobaan sederhana,c) Melakukan kegiatan membandingkan, memperkirakan,

mengklasifikasikan serta mengkomunikasikan tentang sesuatusebagai hasil sebuah pengamatan yang sudah dilakukannya

d) Meningkatkan kreativitas dan keinovasian.

Dalam merancang suatu kegiatan belajar untuk anak usia dini khususnya

dalam mengenalkan konsep sains harus dirancang melalui bermain,

sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak serta

dapat menumbuhkan kreativitas atau ide-ide yang pada akhirnya dapat

menambah pengetahuan anak secara alamiah. Menurut Nurani (2011:12.8-

12.10) berpendapat bahwa “Dengan permainan sains yang diberikan

kepada anak, dapat mempengaruhi berbagai aspek perkembangan yang

dimiliki anak, meliputi perkembangan sosial, emosional, fisik, kognitif dan

kreativitas”. Kemudian Nugraha (2005:37) mengemukakan bahwa

“jika anak diharapkan menguasai konsep-konsep terkait dengan sains,fasilitasilah mereka dalam mengausainya melalui kegiatan yang bisamencakup dimensi isi maupun proses tersebut, misal: melaluiobservasi, membaca, diskusi, eksperimen atau media yang relevan”.

Page 39: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

20

Pada perkembangan sosial, anak akan mendapat kesempatan untuk saling

berbagi, bertukar alat dan bahan, ide dan bekerja sama dalam melakukan

pengamatan. Sedang pada perkembangan emosional, akan menumbuhkan

rasa saling menghargai dengan teman-temannya. Pada perkembangan

fisik, dapat mengembangkan fisik motorik pada anak, khususnya motorik

halus anak ketika anak melakukan eksplorasi.Pada perkembangan kognitif,

dapat menstimulus kemampuan berpikirnya dalam memecahkan suatu

masalah yang sedang dihadapinya.Dan pada perkembangan kreativitas,

dapat melatih dan mendorong daya imajinasi anak ketika melakukan

penyelidikan.

Menurut Depdiknas (2007:53-56) dalam aspek perkembangan kognitif

untuk usia 5-6 tahun terdapat perkembangan dasar yang terbagi menjadi

sepuluh perkembangan dasar, yaitu,

1. Mengenal klasifikasi sederhana,2. Mengenal konsep-konsep sains sederhana,3. Mengenal bilangan dan memahami konsep-konsepmatematika

sederhana,4. Mengenal bentuk geometri,5. Memecahkan masalah sederhana,6. Mengenal konsep ruang dan posisi,7. Mengenal ukuran,8. Mengenal konsep waktu,

9. Mengenal berbagai pola,10. Mengenal konsep pengetahuan sosial sederhana.

Pengenalan konsep sains untuk anak usia dini menurut Suyanto (2005:159)

dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berikut:

a) Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati danmenyelidiki objek dan fenomena alam

Page 40: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

21

b) Mengembangkan keterampilan proses sains dasar, sepertimelakukan pengamatan, mengukur, menggunakan bilangan, danmengkomunikasikan hasil pengamatan

c) Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang, dan maumelakukan kegiatan inkuiri dan penemuan

d) Memahami pengetahuan tentang berbagai benda, baik ciri,struktur, maupun fungsinya.

Seseorang dapat dikatakan menguasai sains apabila ia dapat

mengungkapkan segala sesuatu tentang alam dan permasalahan yang

terjadi di alam, dengan melewati berbagai proses yang dilalui seperti

melakukan pengamatan, mengukur, mengelompokkan, dan menjelaskan

hasil pengamatan. Dalam taksonomi Bloom dalam Trianto (2010:142)

dijelaskan bahwa

Tujuan pembelajaran dalam mengenalkan konsep sains diharapkandapat memberikan pengetahuan (kognitif) yaitu pengetahuan dasardari prinsip dan konsep yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu juga pembelajaran sains diharapkan dapat memberikanketerampilan (psikomotorik), kemampuan sikap ilmiah (afektif),pemahaman, kebiasaan dan apersiasi.

Keterampilan (psikomotorik) diarahkan pada tuntutan anak memiliki

kesanggupan untuk menggerakkan anggota tubuh dan bagian-bagiannya.

Kemampuan sikap ilmiah (afektif) diarahkan pada pembentukan karakter

yang diwujudkan dalam perbuatan.

Adapun komponen penilaian dalam kemampuan mengenal konsep sains

anak menurut Suyanto (2005:196) yakni,

1) Kemampuan observasi (pengindraan),2) Mengkomunikasikan hasil observasi dan ide,3) Kemampuan klasifikasi, mengelompokkan benda berdasarkan

ciri-cirinya,4) Menggunakan bilangan untuk menyatakan lebih banyak, lebih

besar,5) Menggunakan ruang dan waktu,

Page 41: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

22

6) Menghubungkan sebab dan akibat langsung,7) Melakukan inferensi.

Pengenalan konsep sains untuk anak bukan hanya agar anak mengetahui

dan memahami konsep-konsep sains saja, tetapi juga sangat membantu

dalam menumbuhkan penguasaan anak terhadap proses sains meskipun

masih bersifat sederhana dan menumbuhkan jiwa ilmuwan, yang akhirnya

menjadi pembiasaan baik untuk anak dalam menjalani kehidupannya kelak

di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas, maka disimpulkan bahwa tujuan dari

pembelajaran sains dalam pendidikan anak usia dini ialah untuk

mengembangkan individu dalam menumbuhkan sikap ilmuwan dan

penguasaan proses sains, mengetahui dan memahami ruang lingkup sains

yang akhirnya meningkatkan perkembangan kognitif pada anak.

4. Kemampuan Mengenal Konsep Sains

Sejak usia dini anak sudah dapat dapat ditanamkan tentang mengenal

konsep sains, alasannya adalah karena sejak lahir, anak sudah mengenal

alam dengan caranya sendiri.

Kemampuan menurut KBBI (2004:546) berasal dari kata dasar mampu

yang berarti kuasa melakukan sesuatu, sanggup, dapat, sedangkan

kemampuan adalah kesanggupan, kekuatan untuk melakukan sesuatu.

Page 42: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

23

Mengenal menurut KBBI (2008:449) berasal dari kata dasar “kenal” yang

berarti tahu mempunyai pengetahuan tentang. Sedangkan mengenal berarti

mengetahui, kenal akan sesuatu, tahu akan sesuatu.

Sains sebagai suatu produk terdiri atas fakta konsep prinsip, hukum, dan

teori. Konsep sains adalah bagian dari sains sebagai produk. Nugraha

(2005:6) mengemukakan bahwa,

Konsep sains adalah suatu ide yang merupakan generalisasi danberbagai peristiwa atau pengalaman khusus, yang dinyatakan dalamistilah atau simbol tertentu yang dapat diterima. Konsep mengacukepada benda-benda (obyek), peristiwa, keadaan, sifat, kondisi, ciri,dan atribut yang melekatnya. Secara sederhana konsep adalah batasaatau pengertian dari sesuatu.

Depdiknas (2007:37) mendefinisikan bahwa “konsep dalam sains

dinyatakan sebagai abstraksi tentang benda atau peristiwa alam. Dalam

beberapa hal konsep diartikan sebagai suatu definisi atau penjelasan.”

Kemampuan mengenal tentang konsep alam sekitar (sains) telah dimiliki

anak sejak usia dini, dapat dilihat dari kemampuan anak dalam

menyebutkan benda-benda yang ada di sekitar, menjelaskan peristiwa

yang terjadi dan menduga tentang apa yang akan terjadi. Hanya saja anak

usia dini dalam memahami konsep sains membutuhkan hal yang bersifat

konkret atau real, karna anak usia dini baru bisa menggunakan panca

inderanya untuk mendapatkan suatu informasi dan belum dapat berpikir

abstrak. Pengenalan konsep sains pada anak usia dini dapat diartikan

sebagai hal-hal yang menstimulus rasa ingin tahu anak akan sesuatu, minat

dan pemecahan masalah, sehingga memunculkan perbuatan seperti

kemampuan anak untuk melakukan pengamatan, penyelidikan, dan

Page 43: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

24

melakukan percobaan sederhana. Dari proses tersebut, anak akan

mendapatkan informasi sesuai dengan apa yang mereka amati atau mereka

lihat. Sejalan dengan pendapat Hasnida (2015:101) bahwa “kegaiatan sains

sangat diperlukan untuk anak usia dini, kegiatan sains meliputi observasi,

menggali pertanyaan, melakukan percobaan atau eksperimen, memprediksi

dan keterampilan-keterampilan memecahkan masalah”.

Menurut Bronson dalam Musfiroh (2005:201) bahwa “Anak usia 5tahun

telah mampu mengenal sains”.Untuk mengembangkan potensi yang

dimiliki anak tersebut, orang dewasa sangat memilki peran penting, baik

orangtua di rumah, maupun guru di sekolah. Dengan pemberian dukungan

dari orang-orang di sekitar, maka akan memicu rasa ingin tahunya akan

sesuatu dan membuat mereka tertarik untuk menyelidiki peristiwa alam

yang terjadi sekelilingnya. Anak menggunakan panca inderanya untuk

mencari dan menemukan informasi apa saja yang ada di lingkungan

sekitar. Apa yang anak lihat, itulah yang akan anak anggap sebagai suatu

jawaban akan rasa ingin tahunya. Jamaris dalam Hasnida (2015:103)

mengatakan bahwa,

Sejalan dengan perkembangan usia dan perkembangan kognitif, anakmulai melakukan eksplorasi yang lebih luas tentang alam, anak telahmampu menghadirkan atau merepresentasikan alam secara mental,walaupun kejadian yang berkaitan dengan alam tersebut tidak hadirsecara aktual, seperti hujan, angin, dingin, bulan, bintang dan lain-lain.

Pengenalan konsep sains pada anak usia dini berbeda dengan pembelajaran

sains pada tingkat Sekolah Dasar (SD) tingkat tinggi. Pengenalan konsep

sains pada anak usia dini masih bersifat sederhana. Dimana tertuang dalam

Page 44: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

25

Permendikbud No.137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan

Anak Usia Dini, menyatakan bahwa pembelajaran sains pada anak usia

dini dilakukan sebagai proses pengenalan dan penguasaan pada taraf yang

masih sederhana.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan

mengenal konsep sains adalah kesanggupan anak dalam mendefinisikan

dan menjelaskan terkait objek alam dan peristiwa alam yang terjadi di

lingkungan sekitar.

D. Metode Eksperimen

1. Pengertian Metode Eksperimen

Metode pembelajaran memegang peran penting dalam mencapai tujuan

belajar. Dalam menggunakan metode guru harus memilih metode yang

tepat dan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan anak. Kemudian

Roestiyah (2012 : 80) mengungkapkan “Metode ekperimen yaitu salah

satu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang

sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya,

kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh

guru”. Artinya dengan adanya metode eksperimen anak dapat melakukan

percobaan kemudian anak dapat mengamati apa yang terjadi dari

percobaan tersebut. Selanjutnya Djamarah dalam Hamdayama (2014:95)

mengungkapkan

Metode eksperimen merupakan suatu hal yang melakukan percobaandengan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam prosesbelajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi

Page 45: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

26

kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri,mengikuti suatu proses, megamati suatu obyek, keadaan atau prosessesuatu.

Kemudian Palendeng dalam Hamdayama (2014:81) mengemukakan

bahwa “penggunaan metode pembelajaran eksperimen ini mampu

menyediakan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan

kognitif dan kreativitas secara optimal”. Dalam hal ini pembelajaran

menggunakan metode eksperimen dapat membantu anak dalam

mengembangkan kemampuan kognitif anak salah satunya pada

kemampuan sains, misalnya kemampuan sains anak akan berkembang

seiring berjalannya kegiatan eksperimen, dapat mengetahui terjadinya

sesuatu sehingga anak bisa mengalami sendiri proses terjadinya sesuatu.

Atas dasar tersebut metode ekperimen dapat dikatakan sebagai metode

yang tepat untuk anak karena dengan berekperimen anak dapat belajar

banyak dari pengalaman yang dirasakan anak secara langsung.

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan para ahli di atas dapat

disimpulkan bahwa metode eksperimen merupakan suatu proses yang

digunakan dalam kegiatan pembelajaran dimana anak melakukan

percobaan atau kegiatan secara langsung, mengikuti prosesnya kemudian

mengamati hasil dari percobaan yang dilakukan.

2. Tujuan Metode Pembelajaran Eksperimen

Pemakaian metode eksperimen dalam kegiatan belajar mengajar tentu

memiliki tujuan yang harus dicapai. Roestiyah (2012 : 80) mengemukakan

tujuan dari metode eksperimen ini yaitu: “1) Anak mampu mencari dan

Page 46: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

27

menemukan sendiri dari percobaan, 2) Melatih siswa dalam berpikir

ilmiah. 3) Siswa dapat menemukan bukti kebenaran dari teori”.

Pertama metode eksperimen sebagai metode mengajar yang memeberikan

kesempatan kepada anak didik untuk melatih melakukan suatu proses

secara langsung sehingga anak didik sepenuhnya terlibat untuk

menemukan sendiri dan memecahkan masalah yang dihadapainya secara

nyata. Kedua melalui metode eksperimen diharapkan anak dapat berpikir

kritis dan kreatif untuk mengembangkan daya nalarnya.Selanjutnya yang

ketiga dengan melalukan eksperimen anak dapat mengungkapkan fakta

untuk menemukan kebenaran dari fakta tersebut. Kemudian menurut

Roestiyah (2012 : 80) berpendapat agar penggunaan metode eksperimen

itu efisien dan efektif perlu memperhatikan hal-hal berikut :

1) Alat dan bahan harus sesuai dengan jumlah anak, 2) Alat danbahan memiliki mutu yang baik, 3)Perlu waktu cukup lama dalammelakukan percobaan, 4) Perlu diberi petunjuk yang jelas, 5) Tidaksemua masalah bisa dieksperimenkan.

Pertama dalam ekperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan,

maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap

siswa. Kedua agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti

yang menyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka

kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan

bersih. Kemudian yang ketiga dalam eksperimen siswa perlu teliti dan

konsentrasi dalam mengamati proses percobaan, maka perlu adanya waktu

yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran

teori yang dipelajari itu. Keempat siswa dalam eksperimen adalah sedang

Page 47: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

28

belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka

disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta keterampilan, juga

kematangan jiwa dan sikap perlu di perhitungkan oleh guru dalam memilih

objek eksperimen itu. Kemudian yang terakhir kelima perlu dimengerti

juga bahwa tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah

yang mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan sosial dan keyakinan

manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat,

sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan.

Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa metode

eksperimen ini bertujuan untuk membantu anak dalam membangun

pengetahuannya sendiri, dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan

tersebut. Guru juga harus memperhatikan alat dan bahan serta objek yang

akan di eksperimenkan sehingga anak dapat melakukan percobaan dengan

baik.

3. Keunggulan Metode Eksperimen

Setiap metode pembelajaran memiliki keunggulan sendiri. Di mana kita

harus bisa mengerti apa saja keunggulan metode tersebut. Kemudian

Djamarah (2013:84-85) mengemukakan bahwa metode pembelajaran

eksperimen mempunyai keunggulan sebagai berikut: “1) Membuat siswa

lebih percaya dengan melakukan percobaan, 2) Membantu siswa untuk

membuat trobosan baru, dan 3) Hasil percobaan dapat dimanfaatkan”.

Kemudian berdasarkan pendapat diatas dapat diuraikan yaitu: pertama

membuat siswa lebih percaya serta yakin bahwa dengan melakukan

Page 48: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

29

percobaan dapat mengetahui bagaimana kebenaran dari sesuatu yang

belum diketahuinya. Kedua membuat siswa terlibat aktif dalam

mengumpulkan fakta serta informasi sehingga dapat mengembangkan

sikap ilmiahnya dengan membuat terobosan-terobosan baru melalui

percobaan yang dilakukannya. Selanjutnya yang ketiga dengan adanya

percobaan diharapkan hasil percobaan dapat dimanfaatkan untuk

kemakmuran umat manusia. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan

bahwa penerapan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran

disekolah memiliki kelebihan. Kelebihan tersebut berorintasi pada

optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat

tercapai secara efektif.

4. Prosedur Pelaksanaan Metode Eksperimen

Dalam pelaksanaan penerapkan metode eksperimenp harus mengikuti

prosedur yang ada agar nantinya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan

tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Kemudian Roestiyah

(2012:80) mengemukakan langkah-langkah pelaksanaan metode

pembelajaran eksperimen

1. Perlu penjelasan tentang tujuan eksperimen2. Kepada siswa perlu diterangkan pula tentang :

- Alat dan bahan yang akan digunakan- Siswa perlu mengetahui variabel yang harus dikontrol- Urutan yang akan ditempuh sewaktu eksperimen berlangsung- Hal-hal yang penting saja yang akan dicatat

3. Guru harus mengawasi pekerjaan siswa.4. Mengumpulkan, mendiskusikan dan mengevaluasi hasil

penelitian.

Page 49: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

30

Pertama perlu penjelasan kepada siswa tentang tujuan ekperimen, mereka

harus memahami masalah-masalah yang akan dibuktikan melalui

eksperimen. Kedua siswa perlu dijelaskan tentang alat-alat serta bahan-

bahan yang akan digunakan dalam percobaan, agar tidak mengalami

kegagalan siswa perlu mengetahui variabel yang harus dikontrol ketat,

siswa juga perlu memperhatiakan urutan yang akan ditempuh sewaktu

ekperimen berlangsung. Ketiga selama proses ekperimen berlangsung,

guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu memberi saran atau

pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya ekperimen. Keempat

setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian

siswa, mendiskusikannya dikelas dan mengevaluasi dengan tes atau

sekedar tanya jawab.

Berdasarkan penjelasan yang diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa

dalam metode eksperimen terdapat beberapa prosedur dalam

pelaksanaannya agar nantinya metode ini dapat diterapkan dengan baik

dalam proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan guru dan anak.

Ada banyak kegiatan dalam metode pembelajaran eksperimen yang dapat

dipakai untuk mengembangkan kemampuan bereksplorasi. Beberapa

kegiatan eksperimen yang akan digunakan dalam penelitian ini seperti:

membuat bubur koran, membuat gelembung sabun, mencampur warna,

terapung tenggelam, dan roket balon.

Anak usia dini belajar melalui apa yang dia lihat, temukan, dan mainkan.

Sehingga mereka perlu melakukan kegiatan eksperimen untuk membangun

pengetahuannya melalui bend-benda yang dilihat seperti: ketika kita

Page 50: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

31

melakukan percobaan melalui benda-benda disekitar seperti batu dan daun

kering. Dengan menggunakan 2 benda tersebut kita bisa melakukan

percobaan untuk membuktikan benda mana yang akan tenggelam bila

dimasukkan kedalam air dan benda mana yang tidak tenggelam ketika

dimasukkan ke air. Batu adalah benda yang memiliki masa yang berat

sehingga akan tenggelam jika dimasukkan ke dalam air, sedangkan daun

kering akan terapung ketika dimasukkan kedalam air karena daun kering

tidak memiliki masa yang cukup berat.

Terkait dengan hal tersebut maka dapat di simpulkan bahwa kegiatan

pembelajaran eksperimen ini dapat menambah pengetahuan anak dalam

bereksplorasi secara aktif untuk mengembangkan kemampuannya.

5. Penerapan Metode Eksperimen

Proses pembelajaran untuk anak akan lebih bermakna apabila dalam

pelaksanaannya menggunakan metode yang tepat. Penerapan metode

pembelajaran akan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar

mengajar.

Penerapan menurut KBBI (2008:80) yang berarti cara, pemasangan,

penggunaan, dan dapat dikatakan sebagai perihal mempraktekkan.

Sedangkan Menurut Djamarah (2013 : 46) mengungkapkan “Metode

merupakan suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang

telah ditetapkan”. Sejalan dengan hal tersebut menurut Moeslichaton

(2004:7) mengungkapkan “Metode merupakan bagian dari strategi

kegiatan. Metode dipilih bedasarkan startegi kegiatan yang sedang dipilih

Page 51: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

32

dan ditetapkan. Metode merupakan cara, yang dalam berkerjanya

merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan”.

Anak belajar banyak melalui dirinya sendiri untuk itu guru atau pendidik

perlu memilih kegiatan yang terpusat pada anak serta memilih metode

yang tepat sehingga nantinya hal tersebut dapat mengembangkan

kemampuan berpikirnya. Dalam kegiatan pembelajaran anak diberi

kesempatan untuk mengalami sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati

suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri

mengenai suatu objek, keadaan, atau proses sesuatu melalui metode

eksperimen.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan

metode eksperimen adalah mempraktekkan suatu cara yang digunakan

dalam kegiatan pembelajaran dimana anak melakukan percobaan atau

kegiatan secara langsung, mengikuti prosesnya kemudian mengamati hasil

dari percobaan yang dilakukan.

E. Kerangka Pikir Penelitian

Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang sangat kuat. Anak mampu

menyerap informasi dengan sangat cepat mengingat bahwa pada masa ini

anak mudah menstimulus respon yang anak terima dari lingkungan bermain,

sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Perkembangan yang baik dan

seimbang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

Pada pelaksanaan pendidikan anak usia dini dituntut untuk mengembangkan

Page 52: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

33

seluruh aspek perkembangan anak secara holistik melalui kegiatan yang

menyenangkan dan yang menarik bagi anak.

Aspek perkembangan yang harus dikembangkan pada anak usia dini terbagi

menjadi 6 bagian, yaitu: nilai-nilai agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik

motorik, sosial-emosional dan seni. Salah satu aspek perkembangan yang

dibahas dalam penelitian ini ialah aspek kognitif bagian sains. Sains

merupakan satu kesatuan dari produk, proses, dan sikap ilmiah. Dimana

untuk menghasilkan sebuah produk yang ilmiah didapatkan melalui sebuah

proses, dan dari proses tersebut akan menumbuhkan sikap ilmiah pada anak.

Pentingnya menganal sains dari sejak dini yaitu agar nantinya anak memiliki

sikap ilmiah meliputi: teliti, objektif, kritis, dan tidak putus asa, kemudian

paham tentang alam/lingkungan sekitar, dan mengetahui sebab-akibat dari

peristiwa lingkungan alam secara sederhana.

Untuk menstimulus dan mengembangkan kemampuan mengenal konsep sains

pada anak usia dini, dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang dapat

memenuhi kebutuhan anak akan rasa ingin tahunya yang besar terhadap

sesuatu. Metode pembelajaran yang dimaksud disini adalah metode yang

dapat mendorong anak melakukan penyelidikan agar rasa ingin tahu anak

terhadap sesuatu dapat terpenuhi dengan optimal.

Metode pembelajaran yang tepat dapat digunakan untuk mengenalkan konsep

sains pada anak usia dini. Metode eksperimen merupakan salah satu metode

pembelajaran yang dapat memberikan pembelajaran kepada anak untuk dapat

mengenal konsep-konsep sains dengan benda yang ada di sekitar. Melalui

Page 53: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

34

metode eksperimen diharapkan anak dapat melakukan suatu percobaan lalu

menemukan sendiri tentang konsep yang berkaitan dengan alam sekitar

melalui berbagai kegiatan, yaitu mengalami sendiri, mengikuti proses,

mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan

sendiri mengenai suatu objek tersebut.

Berdasarkan pembahasan di atas, maka penelitian ini dapat digambarkan

sebagai berikut:

Gambar 1 Kerangka Pikir Penelitian

F. Hipotesis Penelitian

Berdasarkan kerangka pikir di atas, hipotesis yang diajukan dalam penelitian

ini adalah:

Ada hubungan antara penerapan metode eksperimen dengan kemampuan

mengenal konsep sains pada anak usia dini kelompok B di TK Tunas Harapan

Tepuran Lampung Tengah Tahun Ajaran 2015/2016.

X

PenerapanMetode

Eksperimen

Y

KemampuanMengenal Sains

Page 54: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

35

III. METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang bersifat non

eksperimental dengan metode korelasional. Menurut Syaodih (2007:56)

“Penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui hubungan suatu variabel

dengan variabel lainnya”. Hubungan antara satu dengan variabel lain

dinyatakan dengan besarnya koefisien korelasi dan keberartian secara

statistik. Adanya korelasi antara dua variabel atau lebih, tidak berarti adanya

pengaruh atau hubungan sebab akibat dari suatu variabel terhadap variabel

lainnya.

B. Prosedur Penelitian

Penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu prapenelitian dan tahap pelaksanaan

penelitian. Adapun langkah-langkah dari setiap penelitian tersebut, adalah:

1. Penelitian Pendahuluan

Terdiri dari langkah-langkah berikut:

a. Membuat surat izin penelitian ke sekolah tempat dilakukannya

penelitian

Page 55: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

36

b. Observasi ke sekolah tempat dilakukannya penelitian untuk

mengumpulkan informasi tentang keadaan tentang keadaan kelas yang

akan diteliti.

2. Tahap Perencanaan

a. Menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) yang telah disusun.

b. Membuat instrumen evaluasi yaitu berupa lembaran observasi.

3. Tahap Pelaksanaan

a. Melaksanakan penelitian sesuai dengan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran Harian (RPPH) yang telah disusun.

b. Mengevaluasi menggunakan lembar observasi

c. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data.

d. Membuat laporan hasil penelitian.

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di TK Tunas Harapan Tempuran Trimurjo Lampung

Tengah pada semester genap Tahun Pelajaran 2015-2016.

D. Populasi

Menurut Sugiyono (2009:117) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi

adalah anak kelompok B di TK Tunas Harapan Tempuran tahun ajaran

2016/2017. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 30 anak. Mengingat

Page 56: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

37

jumlah populasi kurang dari 30 maka populasi ini sekaligus dijadikan sebagai

sampel penelitian.

E. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian

karena seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar

mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data adalah prosedur yang

sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.

1. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian

berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan

bila responden yang diamati tidak terlalu besar. Sugiyono (2009 : 203)

dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik obsevasi partisipatif

(observasi langsung). Observasi dilakukan dengan cara melakukan

pengamatan langsung di TK Tunas Harapan Tempuran yang bertujuan

untuk memperoleh data penggunaan metode eksperimen sebagai variabel

X dan kemampuan mengenal konsep sains sebagai variabel Y. Observasi

dilakukan menggunakan lembar observasi berupa instrumen penilaian.

Observasi dilakukan terhadap suatu obyek secara langsung tanpa melalui

perantara dan langsung dilakukan pada saat kegiatan belajar berlangsung

di dalam kelas.

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang diproses melalui

dokumen-dokumen untuk memperkuat data yang diperoleh melalui

Page 57: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

38

wawancara dan observasi. Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian

ini berupa foto ketika kegiatan berlangsung yang berfungsi sebagai data

pelengkap dari data yang diperoleh selama penelitian.

F. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel

1. Definisi Konseptual

Variabel bebas : Penerapan Metode eksperimen

Definisi Konseptual : Penerapan metode eksperimen adalah

mempraktekkan suatu cara yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran

dimana anak melakukan percobaan atau kegiatan secara langsung,

mengikuti prosesnya kemudian mengamati hasil dari percobaan yang

dilakukan.

Variabel terikat : Kemampuan mengenal konsep sains

Definisi Konseptual : Kemampuan mengenal konsep sains adalah

kesanggupan anak dalam mendefinisikan dan menjelaskan terkait objek

alam dan peristiwa alam yang terjadi di lingkungan sekitar.

2. Definisi Operasional

Variabel bebas : Penerapan metode eksperimen adalah cara yang

digunakan dalam pembelajaran dimana anak melakukan percobaan atau

kegiatan secara langsung, mengikuti prosesnya kemudian mengamati hasil

dari percobaan yang dilakukan.

Adapun yang menjadi indikator metode eksperimen yaitu:

Page 58: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

39

1. Memilih alat dan bahan yang akan digunakan.

2. Menentukan alat dan bahan yang akan digunakan.

3. Melakukan percobaan terhadap suatu objek

4. Menyimpulkan hasil percobaan.

Variabel terikat : Kemampuan mengenal konsep sains merupakan

kemampuan seorang anak dalam mendefinisikan menjelaskan terkait objek

alam dan peristiwa alam yang terjadi di lingkungan sekitar.

Adapun yang menjadi indikator kemampuan mengenal konsep sains yaitu:

1. Menyebutkan obyek yang diamati

2. Membedakan obyek yang diamati

3. Memberi informasi tentang obyek yang diamati berdasarkan

karakteristik

4. Menyimpulkan hasil pengamatan

G. Uji Validitas Instrumen

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau

kesahihan suatu alat ukur, valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan

untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas terbagi menjadi

beberapa bagian yaitu validitas isi (content validity), validitas konstruk

(construk validity), validitas ukuran, validitas sejalan. Penelitian ini

menggunakan pengujian validitas yang dilakukan dengan cara pengujian

validitas konstruk (uji ahli). Instrumen dalam penelitian ini sudah diuji oleh

Page 59: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

40

dua dosen PGPAUD yakni Devi Nawangsasi M.Pd., dan Nia Fatmawati

M.Pd.

H. Instrumen penelitian

Instrumen penelitian yang peneliti buat berupa indikator-indikator yang

diturunkan berdasarkan variabel-variabel penelitian. Adapun kisi-kisi

instrumenya sebagai berikut:

Tabel 1 Kisi-Kisi Instrumen Penerapan Metode Eksperimen (X)Variabel Indikator

Penerapan MetodeEksperimen

Memilih alat dan bahan yang akan digunakan

Menentukan alat dan bahan yang akandigunakanMelakukan percobaan terhadap suatu objek

Menyimpulkan hasil percobaan

Tabel 2 Kisi-Kisi Instrumen Kemampuan mengenal konsep sains (Y)Variabel Indikator

Kemampuan MengenalKonsep Sains

Menyebutkan obyek yang diamati

Membedakan obyek yang diamati

Memberi informasi tentang obyek yangdiamati berdasarkan karakteristik

Menyimpulkan hasil pengamatan

I. Teknik Analisis Data

Teknik analisi data merupakan salah satu langkah yang sangat penting dalam

proses penelitian, karena disinilah hasil penelitian akan tampak. Analisis data

dalam penelitian ini mencakup seluruh kegiatan menganalisis dan menarik

Page 60: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

41

kesimpulan dari semua data yang terkumpul menggunakan lembar observasi

diperoleh dari hasil checklist yang dilihat dari rubrik yang telah dibuat

peneliti.

Data yang diperoleh dibuat menjadi empat kategori untuk penerapan metode

eksperimen (X), dan 4 kategori untuk kemampuan mengenal konsep sains

(Y). Untuk menyajikan data penerapan metode eksperimen digolongkan

menjadi 4 kategori Sangat Aktif (SA), Aktif (A), Cukup Aktif (CA) dan

Tidak Aktif (TA) yang ditafsirkan menggunakan rumus interval.

Gambar 2. Rumus intervalKeterangan:I = Interval

NT = Nilai Tertinggi

NR = Nilai Terendah

K = Kategori

Selanjutnya pada kategori kemampuan mengenal konsep sains dapat dilihat

pada tabel berikut :

Tabel 3. Kemampuan Mengenal Konsep Sains (Y)No Keterangan Kemampuan Konsep Sains Interval1. Jika lebih dari 3

indikator yangdicapai oleh anak

Berkembang sangat baik(BSB)

76,00 – 100,00

2. Jika 3 indikator yangdicapai oleh anak

Berkembang Sesuai Harapan(BSH)

51,00 – 75,00

3. Jika sudah 2indikator yangdicapai oleh anak

Mulai Berkembang(MB)

26.00 – 50,00

4. Jika hanya 1indikator yang dicapioleh anak

Belum Berkembang(BB)

0,00 – 25,00

Sumber. Depdiknas (2014:25)

i =( )

Page 61: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

42

1. Analisis Uji Hubungan

Untuk menguji hipotesis antara penerapan metode eksperimen dengan

kemampuan mengenal konsep sains dapat dihitung dengan rumus korelasi.

Korelasi dapat dihitung dengan rumus Spearman Rank dalam Sugiyono

(2014:244) adalah sebagai berikut:

Gambar 3. Rumus korelasi spearman rank

Keterangan:

P : Korelasi Spearman Rank

6 ∑ : Bilangan Konstan

bi : Difference

n : Number of cases

Berdasarkan hasil perhitungan dengan Korelasi Spearman Rank, maka

dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau tidak.

H0 : = 0 (tidak ada hubungan)

Ha : ≠ 0 (ada hubungan)

Selanjutnya dari hasil perhitungan tersebut kemudian dilihat keeratannya

menggunakan pedoman interpretasi koefisien korelasi sebagai berikut:

Page 62: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

54

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan dalam penelitian

ini maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif antara

penerapan metode eksperimen dengan kemampuan mengenal konsep sains

anak usia dini. Hal ini terlihat dari hasil uji analisis data sebesar 0,702 selain itu

telihat adanya kontribusi yang nyata dan bernilai positif antara penerapan

metode eksperimen dengn kemampuan mengenal konsep sains. Dengan

demikian dapat dikatakan bahwa secara umum anak yang terlibat dalam

kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen maka

kemampuan mengenal konsep sains akan berkembang lebih baik.

B. Saran

Berdasarkan simpulan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti

mengemukakan sarana sebagai berikut :

1. Bagi guru, diharapkan metode eksperimen dapat digunakan sebagai salah

satu alternatif metode dalam pembelajaran dalam upaya mengembangkan

kemampuan mengenal konsep sains pada anak usia dini. Kemudian guru

hendaknya memberi kesempatan kepada anak untuk terlibat langsung

Page 63: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

55

dalam pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen, sehingga

dapat mengembangkan kemampuan mengenal konsep sains pada anak

2. Bagi Kepala sekolah, hendaknya memfasilitasi guru dalam penyediaan alat

dan bahan untuk kegiatan pembelajaran.

3. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan bacaan

dalam melakukan penelitian tentang perkembangan kemampuan mengenal

konsep sains pada anak usia dini.

Page 64: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

56

DAFTAR PUSTAKA

Amien, dkk.2008. Pembelajaran Sains Anak Usia Dini. Gramedia, Jakarta.

Departemen Pendidikan Nasional, 2007. Standar Isi Pendidikan Anak Usia Dini.Depdiknas, Balibang.

Departemen Pendidikan Nasional , 2007. Kapita Slekta Pembelajaran. Depdiknas,Jakarta.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Zin Aswan. 2013. Strategi belajar mengajar. RinekaCipta, Jakarta.

Gunarsa, Singgih. 2012. Dasar dan Teori Perkembangan Anak. Libiri PT BKPGunung Mulia, Jakarta.

Hamdayama, Jumanta. 2014. Model Dan Metode Pembelajaran Kreatif danberkarakter. Ghalia Indonesia, Bogor.

Hasnida, 2015. Media Pembelajaran Kreatif. PT Luxima Metro Media, Jakarta.

KBBI. 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. CV. Ita. Surakarta

Moeslichatoen. 2004. Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Diva Press,Jakarta.

Musfiroh, T. 2005. Bermain Sambil Belajar dan Mengasah Kecerdasan.Depdiknas, Jakarta

Nugraha, Ali. 2005. Pengembangan Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini.Depdiknas. Jakarta.

Nurani, Y. 2004. Konsep Dasar Pendidikan Anak usia Dini. Rineka Cipta,Jakarta.

, 2007. Metode Pengembangan Kognitif. Universitas Terbuka, Jakarta.

, 2011. Metode Pengembangan Kognitif. Universitas Terbuka, Jakarta.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 137 Tahun2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Page 65: HUBUNGAN PENERAPAN METODE EKSPERIMEN …digilib.unila.ac.id/23796/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf · USIA DINI KELOMPOK B DI TK TUNAS HARAPAN TEMPURAN LAMPUNG TENGAH ... Rencana

57

Purwati, 2014. Perkembangan Anak Usia Dini. Universitas MuhammadiyahMagelang, Magelang.

Rahayu, Yofita Aprianti. 2013. Menumbuhkan Kepercayaan Diri MelaluiKegiatan Bercerita. PT Indeks, Jakarta.

Roestiyah N.K, 2012. Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta, Jakarta.

Sapriati, A. 2008. Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini. UniversitasTerbuka, Jakarta

Sudjana, Nana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja RosdaKarya. Bandung.

Sugiyono. 2009. Statistik Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.

Sujiono & Sujiono. 2010. Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. PTIndeks, Jakarta.

Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Kencana Prenada MediaGroup. Jakarta

Suyanto, Slamet. 2005. Pembelajaran untuk anak. Depdiknas, Jakarta

Syaodih, Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. PT RemajaRosdakarya, Bandung

Trianto, 2010. Model Pembelajaran Terpadu. Bumi Aksara, Jakarta.

. , 2013. Model Pembelajaran Terpadu. PT Bumi Aksara, Jakarta.

Yulianti, D. 2010. Bermain Sambil Belajar Sains di Taman Kanak-kanak. PTIndeks, Jakarta.