7
Hubungan Host, Agent dan Environment TOPIK 6 : HUBUNGAN HOST, AGENT DAN ENVIRONMENT KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TERJADINYA PENYAKIT Perkembangan teori penyebab penyakit: 1. Konsep terjadinya penyakit didasarkan karena adanya gangguan makhluk halus. 2. Hipocrates: timbulnya penyakit karena adanya pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah cuaca, dan lain- lain.

Hubungan Host

Embed Size (px)

DESCRIPTION

host

Citation preview

Hubungan Host, Agent dan Environment

TOPIK 6 : HUBUNGAN HOST, AGENT DAN ENVIRONMENT

KONSEP PENYEBAB DAN PROSES TERJADINYA PENYAKIT

Perkembangan teori penyebab penyakit:1. Konsep terjadinya penyakit didasarkan karena adanya gangguan makhluk halus.2. Hipocrates: timbulnya penyakit karena adanya pengaruh lingkungan yang meliputi air, udara, tanah cuaca, dan lain-lain.3. Pada masyarakat China adanya teori humoral yaitu teori penyakit tentang adanya keseimbangan cairan dalam tubuh manusia.Pengertian penyebab penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat ke suatu proses kejadian penyakit, yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis, fisiologis, psikologis, sosiologis, antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (environment).Agen: Suatu faktor yang harus hadir untuk suatu penyakit agar penyakit itu terjadi, contoh: Virus influensa adalah agen influenza.Keadaan lingkungan (environment) juga menentukan apakah transmisi efektif penyakit dapat terjadi dalam situasi tertentu.Konsep Dasar Timbulnya PenyakitSegitiga EpidemiologiDalam teori keseimbangan, maka interaksi ketiga unsur tersebut harus dipertahankan keadaan keseimbangannya, dan bila terjadi gangguan keseimbangan antara ketiganya akan menyebabkan timbulnya penyakit tertentu. Hubungan interaksi host, agent dan environment dapat digambarkan seperti berikut:Riwayat Alamiah Perjalanan Penyakit:1. Fase Pre-patogenesis : Gangguan keseimbangan host, agen, dan lingkungan: lingkungan menguntungkan agen dan merugikan manusia, simptom tidak ada.2. Fase Patogenesis : Gangguan keseimbangan dalam waktu lama, gejala dan tanda klinik ada, manusia menjadi sakit : sembuh, ketidakmampuan, cacat, kronik dan mati.Agen PenyakitAgen biologis: Virus, bakteri, fungi, riketsia, protozoa, metazoaAgen nutrien: Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan airAgen fisik: Panas, radiasi, dingin, kelembaban, tekananAgen kimia: Dapat bersifat endogenous seperti asidosis, diabetes (hiperglikemia), uremia,dan eksogenous (zat kimia, alergen, gas, debu, dll.)Agen mekanis: Gesekan, benturan, pukulan yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan

Interaksi Agen, Host, dan Lingkungan1. Interaksi antara agen penyakit dan lingkungan Keadaan dimana agen penyakit langsung dipengaruhi oleh lingkungan dan terjadi pada saat pre-patogenesis dari suatu penyakit.Misalnya: Viabilitas bakteri terhadap sinar matahari, stabilitas vitamin sayuran di ruang pendingin, penguapan bahan kimia beracun oleh proses pemanasan.2. Interaksi antara Host dan LingkunganKeadaan dimana manusia langsung dipengaruhi oleh lingkungannya pada fase pre-patogenesis.Misalnya: Udara dingin, hujan, dan kebiasaan membuat dan menyediakan makanan.3. Interaksi antara Host dan Agen penyakitKeadaan dimana agen penyakit menetap, berkembang biak dan dapat merangsang manusia untuk menimbulkan respon berupa gejala penyakit.Misalnya: Demam, perubahan fisiologis dari tubuh, pembentukan kekebalan, atau mekanisme pertahanan tubuh lainnya.Interaksi yang terjadi dapat berupa sembuh sempurna, cacat, ketidakmampuan, atau kematian.4. Interaksi Agen penyakit, Host dan LingkunganKeadaan dimana agen penyakit, manusia, dan lingkungan bersama-sama saling mempengaruhi dan memperberat satu sama lain, sehingga memudahkan agen penyakit baik secara langsung atau tidak langsung masuk ke dalam tubuh manusia.Misalnya: Pencemaran air sumur oleh kotoran manusia, dapat menimbulkan Water Borne Disease

SKYDRUGZ: Konsep Penyebab Dan Proses Terjadinya Penyakithttp://skydrugz.blogspot.com/2011/09/konsep-penyebab-dan-proses-terjadinya.html#ixzz3XMjuJ5Jp

KARAKTERISTIK HOST, AGENT DAN ENVIRONMENT

Karakteristik Segitiga Utama

Ketiga faktor dalam trias epidemiologi terus menerus dalam keadaan berinterkasi satu sama lain. Jika interaksinya seimbarig, terciptalah keadaan sehat. Begitu terjadi gangguan keseimbangan, muncul penyakit. Terjadinya gangguan keseimbangan bermula dan perubahan unsur-unsur trias itu. Perubahan unsur trias yang potensial menyebabkan kesakitan tergantung pada karakteristik dan ketiganya dan interaksi antara ketiganya.

1. Karakteristik PenjamuManusia mempunyai karakteristik tersendiri dalam menghadapi ancaman penyakit, yang bisa berupa:1. Resistensi.: kemampuan dan penjamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi. Terhadap suatu infeksi kuman tertentu, manusia mempunyai mekanisme pertahanan tersendiri dalam menghadapinya.2. Imunitas: kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon imunologis, dapat secara alamiah maupun perolehan (non-alamiah), sehingga tubuh kebal terhadap suatu penyakit tertentu. Selain mempertahankan diri, pada jenis-jenis penyakit tertentu mekanisme pertahanan tubuh dapat menciptakan kekebalan tersendiri. Misalnya campak, manusia mempunyai kekebalan seumur hidup, mendapat munitas yang tinggi setelah terserang campak, sehingga seusai kena campak sekali maka akan kebal seumur hidup.3. lnfektifnes (infectiousness): potensi penjamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain. Pada keadaan sakit maupun sehat, kuman yang berada dalam tubuh manusia dapat berpindah kepada manusia dan sekitarnya.

2. Karakteristik Agen1. Infektivitas: kesanggupan dan organisma untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dan penjamu untuk mampu tinggal dan berkembang biak (multiply) dalam jaringan penjamu. Umumnya diperlukan jumlah tertentu dan suatu mikroorganisma untuk mampu menimbukan infeksi terhadap penjamunya. Dosis infektivitas minimum (minimum infectious dose) adalah jumlah minimal organisma yang dibutuhkan untuk menyebabkan infeksi. jumlah ini berbeda antara berbagai spesies mikroba dan antara individu.2. Patogenesitas: kesanggupan organisma untuk menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada penjamu yang diserang. Dengan perkataan lain, jumlah penderita dibagi dengan jumlah orang yang terinfeksi, Hampir semua orang yang terinfeksi dengan virus smallpox menderita penyakit (high pathogenicthy), sedangkan orang yang terinfeksi poliovirus tidak semua jatuh sakit (low pathogenicity).3. Virulensi: kesanggupan organisma tertentu untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian.Virulensi kuman menunjukkan beratnya (severity) penyakit.4. Toksisitas: kesanggupan organisma untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis dan substansi kimia yang dibuatnya.Dalam upaya merusak jaringan untuk menyebabkan penyakit berbagai kuman mengeluarkan zat toksis.5. Invasitas: kemampuan organisme untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan6. Antigenisitas: kesanggupan organisma untuk merangsang reaksi imunologis dalam penjamu. Beberapa organisma mempunyai antigenisitas Iebih kuat dibanding yang lain. Jika menyerang pada aliran darah (virus measles) akan lebih merangsang immunoresponse dan yang hanya menyerang permukaan membrane (gonococcus).

3. Karakteristik Lingkungan1. Topografi: situasi lokasi tertentu, baik yang natural maupun buatan manusia yang mungkin mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu penyakit tertentu.2. Geograuis: keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dan bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit.