HUBUNGAN DOKTER,PERAWAT DAN PASIEN

Embed Size (px)

Citation preview

HUBUNGAN DOKTER,PERAWAT DAN PASIEN KELOMPOK IIZULFADILLAH LILIS ARIANI JAMATULKHER

1.Latar belakangDasar hubungan perawat, dokter, dan pasien merupakan mutual humanity dan pada hakekatnya hubungan yang saling ketergantungan dalan mewujudkan harapan pasien terhadap keputusan tindakan asuhan keperawatan . (Hartianah.Z, 1997),

Hubungan perawat, pasien, dan dokter Perawat, pasien, dan dokter adalah tiga

unsure manusia yang saling berhubungan selama mereka terkait dalam hubungan timbal balik pelayanan kesehatan. Hubungan perawat dengan dokter telah terjalin seiring perkembangan kedua kedua profesi ini, tidak terlepas dari sejarah, sifat ilmu/ pendidikan, latar belakang personal dan lain- lain.

Model hub perw,dokt,dan pat. (Szasz & Holander )1.Model aktivitas- pasivitas 2.Model hubungan membantu 3.Model hubungan membantu 4.Model partisipasi mutual

Hubungan perawat dan dokter Dokter dan perawat merupakan mitra kerja

dalam mencapai tujuan untuk memberikan keputusan tindakan asuhan keperawatan. Saling percaya dan percaya diri merupakan hal utama, kedua belah pihak mempunyai kedudukan yang sama, disatu pihak dokter bertanggung jawab terhadap pengobatan, dan perawat berkewajiban dalam hal tindakan asuhan keperawatan.

Hubungan perawat dan pasien Seorang pasien dalam situasi menjadi pasien mempunyai tujuan tertentu. Seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan juga mempunyai tujuan tertentu. Kondisi yang dihadapi pasien merupakan penentu peran

perawat terhadap pasien ( Husted dan Husted, 1990 ).Dalam konteks hubungan perawat dan pasien, perawat dapat berperan Sebagai konselor pada saat pasien mengungkapkan kejadian dan perasaan tentang penyakitnya

Hub Dokter dan pat Menurut hukum transaksi terapeutiktetapi justru sejak dokter menyatakan kesediaannya yang dinyatakan secara lisan (oral statement) atau yang tersirat (implied statement) dengan menunjukkan sikap atau tindakan yang menyimpulkan kesediaan; seperti misalnya menerima pendaftaran, memberikan nomor urut, menyediakan serta mencatat rekam medisnya dan sebagainya

murni Menarik imbalan yang tidak wajar atau menarik imbalan jasa dari keluarga sejawat dokter dan dokter gigi. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan sejawatnya. Memuji diri sendiri di depan pasien. Tidak pernah mengikuti pendidikan kedokteran yang berkesinambungan. Dokter mengabaikan kesehatannya sendiri.

Pelanggaran etik

Pelanggaran etikolegal

Pelayanan dokter di bawah standar. Menerbitkan surat keterangan palsu. Membuka rahasia jabatan atau pekerjaan

dokter. Abortus provokatus.

KesimpulanDalam konteks hubungan perawat dan pasien, maka setiap hubungan harus didahului dengan kontrak dan kesepakatan bersama, dimana pasien mempunyai peran sebagai pasien dan perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan. Kesepakatan ini menjadi parameter bagi perawat dalam menentukan setiap tindakan

Hubungan hukum antara dokter

dengan pasien dalam upaya pelayanan medis yang didasarkan atas rasa kepercayaan pasien terhadap dokter dimulai sejak saat pasien mengajukan keluhannya yang ditanggapi oleh dokter

TERIMA KASIH