HUBUNGAN ANTARA USIA DENGAN PREVALENSI DUGAAN .Semakin tua usia, maka semakin banyak prevalensi korban

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of HUBUNGAN ANTARA USIA DENGAN PREVALENSI DUGAAN .Semakin tua usia, maka semakin banyak prevalensi...

HUBUNGAN ANTARA USIA DENGAN PREVALENSI DUGAAN

MATI MENDADAK

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan

Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

MAULIDA LAILA ANGGRAINI RAHMAWATI

G0007103

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

ii

PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi dengan judul : Hubungan Antara Usia Dengan Prevalensi Dugaan Mati Mendadak

Maulida Laila Anggrini Rahmawati, NIM/Semester : G0007103, Tahun 2010

Telah diuji dan sudah disahkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Pada Hari Kamis, Tanggal 22 Juli 2010

Pembimbing Utama Nama : Hari Wujoso, dr, SpF, MM NIP : 19621022.199503.1.001 Pembimbing Pendamping Nama : Budiyanto, SpF NIP : 19481207.198101.1.001 Penguji Utama Nama : Andy Yok S, drg, M.Kes NIP : 19521120.198601.1.001 Anggota Penguji Nama : Ipop Syarifah, Dra, M.Si NIP : 19560328.198503.2.001

Surakarta,2010

Ketua Tim Skripsi Dekan FK UNS Sri Wahjono, dr, M.Kes, DAFK Prof. DR. H.A.A. Subijanto, dr, M.S NIP: 19450824.197310.1.001 NIP:19481107.197310.1.003

iii

PERNYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang

pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi

dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang

pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu

dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Surakarta, 1 Agustus 2010

Maulida Laila Anggraini Rahmawati

iv

ABSTRAK

Maulida Laila A. R., G0007103, 2010. Hubungan antara Usia dengan Prevalensi Dugaan Mati Mendadak, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Tujuan penelitian : Dewasa ini penduduk berusia lanjut semakin banyak. Selain itu, prevalensi kasus mati mendadak juga semakin tinggi. Oleh karena itu, penulis ingin mencari tahu hubungan antara usia dengan prevalensi kasus mati mendadak. Metode penelitian : Penelitian ini dilakukan secara observasional retrospektif. Subjek penelitian diambil dari semua data visum et repertum korban yang diduga mati mati mendadak di laboratorium forensik dan medikolegal UNS. Pencuplikan data yang dipakai adalah purposive sampling. Yaitu metode pencuplikan non random yang didasarkan pada pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Data kemudian dianalis dengan menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian : Hasil yang diperoleh adalah pada kelompok usia 0 1 bulan sebanyak 0 kasus. Usia 1-1 tahun sebanyak 0 kasus. Usia 1-12 tahun sebanyak 0 kasus. Usia 12-21 tahun sebanyak tahun sebanyak 4 kasus. Usia 21-40 tahun sebanyak 25 kasus. Usia 40-59 tahun sebanyak 45 kasus. Usia 60 tahun sebanyak 61 kasus. Hasil analisis uji statistik dengan regresi linier didapatkan t hitung = 5,091 dan t tabel = 2,571. Karena t hitung > dari t tabel, maka penelitian ini hasilnya signifikan dengan taraf signifikan 5 %. Hasil uji korelasi didapatkan koefisien korelasinya sebesar 91, 6 %. Ini menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Simpulan penelitian : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dengan prevalensi mati mendadak. Semakin tua usia, maka semakin banyak prevalensi korban dugaan mati mendadak.

Kata kunci : usia, mati mendadak, visum et repertum

v

ABSTRACT

Maulida Laila A. R., G0007103. The Relation of Age, with Prevalence of

Sudden Death Suposition, Faculty Medicine, Sebelas Maret University.

Objectives : Today, the amount old age citizens is getting a lot. Besides that, the prevalence of sudden death is also getting higher. Because of that reason, the writter wants to know about the relation of age with the prevalence of sudden death suspect. Methods : This research is done with retrospective observation. The subject of research used the data from visum et repertum of sudden death victims in forensic and medicolegal laboratory of UNS. The technique of taking data which is used is purposive sampling, it is method of taking non random which based on feature or character of population that have been known before. Then, the data has been analyzing using linier regression test. Results : The results are in age group 0-1 month is 0 case. Age group 1 month-1 year is 0 case. Age group 1-12 year is 0 case. Age group 12-21 year are 4 cases. Age group 21-40 year are 25 cases. Age group 40-59 year are 45 cases. Age more than 60 year are 61 cases. The results of statistic test with the linier regression gets counting t is 5,091 and tabel t is 2,571. Because counting t > than tabel t, so this research is significant in 5%. The result of correlation test is coefficient correlation = 91, 6%. This is shows that the relation is very close. Conclusion : From this research can be included that there is relation of age with the prevalence of sudden death. With the age getting older, the prevalence of sudden death victims is also getting higher.

Keywords : age, sudden death, visum et repertum

vi

PRAKATA

Bismillahirrohmaanirrohiim Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Alloh Subhanahu Wataala yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul Hubungan Antara Usia Dengan Prevalensi Dugaan Mati Mendadak. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak atas dukungan yang diberikan selama penyusunan skripsi ini.

1. Prof. DR. A.A. Subijanto, dr, MS, selaku Dekan fakultas Kedokteran UNS.

2. Sri Wahjono, dr, M.Kes, selaku kepala skripsi fakultas kedokteran UNS.

3. Hari Wujoso, dr, SpF, MM, selaku pembimbing utama yang banyak memberikan inspirasi dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi.

4. Budiyanto, dr, SpF, selaku pembimbing pendamping yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi.

5. Andy Yok, drg, M.Kes, selaku penguji utama yang memberikan bimbingan kepada penulis dalam peneyelesaian skripsi.

6. Ipop Syarifah, Dra, M.Si, selaku penguji pendamping yang memberikan bimbingan kepada penulis dalam penyelesaian skripsi.

7. Seluruh staf bagian skripsi fakultas kedokteran UNS. 8. Seluruh staf laboratorium forensik dan medikolegal fakultas

kedokteran UNS. 9. Kedua orang tuaku. Bapak rohimalloh, dr. Muhammad Sigit W.P,

SpKJ dan mamaku tersayang, Umi Rahayu, S.Ag atas segala dukungan, doa, motivasi, inspirasi yang tiada henti. Hanya Alloh SWT yang akan membalas segala kebaikan bapak dan mama dengan lebih baik.

10. Adik-adikku tersayang. Nafsa Muthmainna, Ahmad Rosyid Wahyu Anggoro, dan Zainab Zukhrufa, atas segala dukungan dan support yang tak kenal lelah dan selalu menginspirasi.

11. Keluarga besar Bekonang dan keluarga besar Yogya, atas semua lantunan doa dan dukungan yan luar biasa.

12. Sahabat-sahabatku Tour De Jogja, Ela, Farah, Muchtar, Dita, dan Frieska, yang telah membuat hidupku berwarna. Terima kasih atas supportnya.

13. Semua teman-teman komedian 2007 yang menjadi kawan dalam perjuanganku.

14. Semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Juli 2010

Maulida Laila A.R.

vii

DAFTAR ISI

PRAKATA vi DAFTAR ISI.. vii DAFTAR TABEL.. viii BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah........ 1 B. Rumusan Masalah.. 3 C. Tujuan Penelitian... 3 D. Manfaat Penelitian. 3

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka

1. Usia.. 4 2. Mati Mendadak.... 9

B. Kerangka Pemikiran.... 41 C. Hipotesis ... 41

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian. 42 B. Lokasi Penelitian.. 42 C. Subjek Penelitian.. 42 D. Teknik Sampling... 42 E. Rancangan Penelitian 43 F. Identifikasi Variabel.. 44 G. Definisi Operasional Variabel... 44 H. Alur Penelitian...... 47 I. Analisis Data. 47

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Data Hasil Penelitian. 48 B. Analisis Statistik... 50

BAB V PEMBAHASAN. 52 BAB VI SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan... 55 B. Saran. 55

DAFTAR PUSTAKA 56 LAMPIRAN... 59

viii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tingginya harapan hidup manusia mulai abad dua puluh ini

disebabkan oleh meningkatnya sanitasi, perhatian medis yang semakin baik,

dan meningkatnya pelayanan usaha kesehatan preventif (Centers for Disease

Control and Prevention, 2003; Nugroho, 2009).

Saat ini terjadi transisi kelompok umur penduduk dunia. Menurut data

Persyarikatan Bangsa Bangsa, Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan

jumlah warga lanjut usia yang tertinggi di dunia yaitu 414 % hanya dalam

waktu 35 tahun (1990-2025) dan pada tahun 2020 diperkirakan jumlah

penduduk lanjut usia akan mencapai 25,5 juta jiwa (World Health

Organization, 2001).

Akibat populasi lanjut usia yang meningkat, maka akan terjadi transisi

epidemiologi, yaitu penyakit penyakit degeneratif, diabetes, hipertensi,

neoplasma dan penyakit kardiovaskuler (Nascher, 1997; Soejono, 2006).

Kasus mati mendadak semakin sering terjadi. Banyak faktor yang

berkembang dewasa ini diduga ikut berpengaruh dalam meningkatnya kasus

mati mendadak. Salah satunya adalah perkembangan ekonomi yang semakin

baik membuat konsumsi makan berubah. Kebiasaan makan makanan berserat

menjadi berkurang dan diganti dengan makan makanan berprotein tinggi dan