6
HORMON Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan di dalam tubuh oleh organ, sel-sel organ, atau sel yang tersebar , yang memiliki efek pengaturan spesifik terhadap aktivitas satu atau beberapa organ. [1] Hormon adalah zat perantara kimiawi jarak jauh yang disekresikan oleh kelnjar endokrin buntu ke dalam darah, yang mengangkut hormone tersebut ke tempat sasaran spesifik tempat hormone mengatur atau mengarahkan fungsi tertentu dengan mengubah aktivitas protein di dalam sel sasaran [2] Hormon disekresikan oleh beberapa kelenjar endokrin untuk menimbulkan berbagai efek regulatorik tubuh. Hormon didistribusikan ke seluruh tubuh oleh darah, namun hanya sel sasaran spesifik yang mampu merespon terhadap setiap kerja hormone Karena hanya sel sasaran yang memilliki reseptor untuk mengikat hormone yang bersangkutan. KLASIFIKASI HORMON [3] Berdasarkan pengaruh yang dihasilkanny hormone dibedakan menjadi 2, yaitu: 1. Hormon tropic Adalah hormone yang fungsi utmanya mengatur sekresi hormone kelenjar endokrin lain secara fungsional. Sebagai contoh thyroid stimulating hormone (TSH) memiliki satu-satunya fungsi, yaitu mengatur sekresi hormone tiroid oleh kelenjar tiroid. 2. Hormone non tropic Adalah hormone yang menimbulkan pengaruhnya terutama pada jaringan sasaran nonendokrin. Misalnya hormone tiroid yang meningkatkan konsumsi O2 serta aktivitas metabolism hamper semua sel tubuh. Secara kimiawi, hormone diklasifikasikan menjadi 3 kategori: 1. Hormone peptide Memiliki struktur rantai asam amino spesifik. Ada yang tersusun membentuk suatu rantai panjang, dikategorikan sebagai protein, rantai yang lebih pendek adalah peptide. Sebagian besar hormone termasuk ke dalam ketegori ini, termasuk hormone yang disekresikan oleh hipotalamus, hipofisis anterior, hipofisis posterior, pancreas, kelenjar paratiroid, saluran pencernaan, ginjal, hati, sel C tiroid, dan jantung. 2. Amin

Hormon Sari

  • Upload
    yada90

  • View
    20

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lala

Citation preview

Page 1: Hormon Sari

HORMON

Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan di dalam tubuh oleh organ, sel-sel organ, atau sel yang tersebar , yang memiliki efek pengaturan spesifik terhadap aktivitas satu atau beberapa organ.[1]

Hormon adalah zat perantara kimiawi jarak jauh yang disekresikan oleh kelnjar endokrin buntu ke dalam darah, yang mengangkut hormone tersebut ke tempat sasaran spesifik tempat hormone mengatur atau mengarahkan fungsi tertentu dengan mengubah aktivitas protein di dalam sel sasaran[2]

Hormon disekresikan oleh beberapa kelenjar endokrin untuk menimbulkan berbagai efek regulatorik tubuh. Hormon didistribusikan ke seluruh tubuh oleh darah, namun hanya sel sasaran spesifik yang mampu merespon terhadap setiap kerja hormone Karena hanya sel sasaran yang memilliki reseptor untuk mengikat hormone yang bersangkutan.

KLASIFIKASI HORMON[3]

Berdasarkan pengaruh yang dihasilkanny hormone dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Hormon tropic Adalah hormone yang fungsi utmanya mengatur sekresi hormone kelenjar endokrin lain secara fungsional. Sebagai contoh thyroid stimulating hormone (TSH) memiliki satu-satunya fungsi, yaitu mengatur sekresi hormone tiroid oleh kelenjar tiroid.

2. Hormone non tropicAdalah hormone yang menimbulkan pengaruhnya terutama pada jaringan sasaran nonendokrin. Misalnya hormone tiroid yang meningkatkan konsumsi O2 serta aktivitas metabolism hamper semua sel tubuh.

Secara kimiawi, hormone diklasifikasikan menjadi 3 kategori:

1. Hormone peptide Memiliki struktur rantai asam amino spesifik. Ada yang tersusun membentuk suatu rantai panjang, dikategorikan sebagai protein, rantai yang lebih pendek adalah peptide. Sebagian besar hormone termasuk ke dalam ketegori ini, termasuk hormone yang disekresikan oleh hipotalamus, hipofisis anterior, hipofisis posterior, pancreas, kelenjar paratiroid, saluran pencernaan, ginjal, hati, sel C tiroid, dan jantung.

2. AminBerasal dari asam amino tirosin dan mencakup hormone-hormon yang disekresikan oleh kelenjar tiroid dan medula adrenal. Hormon medula adrenal secara spesifik dikenal sebagai katekolamin.

3. Hormon SteroidMencakup hormone-hormon yang diseksresikan oleh korteks adrenal, gonad, dan sebagian besar hormone plasenta. Berasal dari lemak netral dari kolestrol.

Tabel klasifikasi hormone secara kimiawi

Sifat PeptideAmin

Steroidkatekolamin Hormone tiroidStruktur Rantai asam

amino spesifikContoh vasopresin

Turunan tirosinContoh: epinefrin

Turunan tirosin beriodium Contoh: tiroksin T4

Turunan kolestrol Contoh: cortisol

Kelarutan Hidofilik Hidofilik Hidrofobik Hidrofobik

Page 2: Hormon Sari

Lipofobik Lipofobik Lipofilik LipofilikSintesis Di RE kasar,

dikemas di badan golgi

Di sitosol Di koloi, suatu tempat ekstra sel “dalam”

Modifikasi bertahap molekul kolestrol di berbagai kompartemen intrasel

Penyimpanan Sejumlah besar dalam granula sekretorik

Di granula kromafin

Di koloid Tidak disimpan, namun precursor kolestrol disimpan di butiran lemak

Sekresi Eksositosis granula

Eksositosis granula

Endositosis koloid

Difusi sederhana

Transportasi dalam darah

Sebagai hormone bebas

Sebagian terikat ke protein plasma

Sebagian terikat ke protein plasma

Sebagian terikat ke protein plasma

Tempat reseptor

Permukaan sel sasaran

Permukaan sel sasaran

Di dalam sel sasaran

Di dalam sel sasaran

Mekanisme kerja

Perubahan saluran atau pengaktifan system perantara kedua untuk mengubah aktivitas protein yang sudah ada menghasilkan efek

Pengaktifan system perantara kedua untuk mengubah aktivitas protein yang sudah ada yang menghasilkan efek

Pengaktifan gen spesifik untuk menghasilkan protein baru yang menghasilkan efek

Pengaktifan gen spesifik untuk menghasilkan protein baru yang menghasilkan efek

Hormon jenis ini

Semua hormone dari hipotalamus, hipofisis anterior, hipofisis posterior, pancreas, kelenjar paratiroid, saluran pencernaan, ginjal, hati, sel C tiroid, dan jantung.

Hanya hormone-hormon dari medulla adrenal

Hanya hormone-hormon dari sel folikel tiroid

Hormone-hormon dari korteks adrenal dan gonad ditambah sebagian besar hormone plasenta (vitamin D mirip dengan steroid.

Berdasarkan kelenjar endokrin penghasil hormone

Kelenjar endokrin

Hormone Sel sasaran Fungsi utama hormone

Hipotalamus Hormone yang melepaskan dan menghambat (TRH, CRH, GnRH, GHRH, PRH, PIH

Hipofisis anterior Mengatur pengeluaran hormone-hormon hipofisis anterior

Hipofisis posterior(tersimpan

Vasopressin (horomone antidiuretik)

Tubulus ginjal

Arteriol

Meningkatkan reabsorpsi H2Omenimbulkan vasokonstriksi

Page 3: Hormon Sari

di)Oksitosin Uterus

Kelenjar mammalia

Meningkatkan kontraktilitas

Menyebabkan pengeluaran susu

Hipofisis anterior

Thyroid stimulating hormone (TSH)

Sel folikel tiroid Merangsang sekresi T3 dan T4

Hormone adrenokortikotropik (ACTH)

Korteks adrenal Merangsang sekresi kortisol

Luteinizing (LH) Wanita: folikel ovarium

Pria: sel interstisium Leydig di testis

Merangsang ovulasi, perkembangan korpus luteum, serta sekresi estrogen dan progesterone

Merangsang sekresi testosterone

Follicle stimulating hormone(FSH)

Wanita: folikel ovarium

Pria: tubulus seminiferus di testis

Mendorong pertumbuhan dan perkembangan folike; merangsang sekresi estrogen Merangsang produksi sperma

Prolaktin Kelenjar mammae

Mendorong perkembangan payudara, merangsang sekresi susu

Sel folikel kelenjar tiroid

Tetraiodotironin T4 (tiroksin) atau triidotironin T3

Sebagian besar sel

Meningkatkan laju metabolism esensial untuk pertumbuhan normal dan perkembangan saraf

Sel C kelenjar tiroid

Kalsitonin Tulang Menurunkan konsentrasi kalsium plasma

Korteks adrenal

Aldosteron Tubulus ginjal Meningkatkan reabsorbsi Na+ dan sekresi K+

Kortisol (glukokortikoid) Sebagian besar sel

Meningkatkan glukosa darah dengan mengorbankan simpanan protein dan lemak; berperan dalam adaptasi terhadap stress

Androgen (dehidroepiandrosteron)

Tulang dan otak Berperan dalam lonjakan pertumbuhan masa pubertas dan dorongan seks pada wanita

Medula adrenal

Epinefrin dan norepinefrin

Reseptor simpatis seluruh tubuh

Memperkuat system saraf simpatis; berperan dlm adaptasi thdp stress

Pankreas endokrin Pulau langerhans

Insulin Sebagian besar sel

Mendorong penyerapan, penggunaan, dan penyimpanan nutrient dalam sel

Glukagon Sebagian besar sel

Penting untuk mempertahankan kadar nutrient dalam darah selama fase pascaabsortif

Somatostatin System pencernaan

Sel pulau

Menghambat pencernaan dan penyerapan nutrient.

Menghambat sekresi semua

Page 4: Hormon Sari

pancreas hormone pankreasKelennjar paratiroid

Hormon paratiroid Tulang, ginjal, usus

Meningkatkan konsentrasi kalsium plasma; menurunkan konsentrasi fosfat dalam plasma; merangsang pengaktifan vitamin D

Gonad Wanita: ovarium

Estrogen (estradiol)Organ seks wanita: tubuh secara keseluruhan

Mendorong perkembangan folikel; berperan dalam pengembangan karakteristik seks sekunder, merangsang pertumbuhna uterus dan payudara

Progesterone uterus Mempersiapkan rahim untuk kehamilan

Pria : testis Testosteron Organ seks pria; tubuh secara keseluruhan

Merangsang produksi sperma; bertanggung jawab untuk perkembangan karakteristik seks sekunder; meningkatkan dorongna seks

Testis dan ovarium

Inhibin Hipofisis anterior Menghambat sekresi FSH

Kelenjar pineal

Melatonin Hipofisis anterior; organ reproduksi

Diyakini menghambat gonadotropin

Plasenta Estrogen ; progesterone Organ seks wanita

Membantu mempertahankan kehamilan, mempersiapkan payudara untuk menyusui

Gonadotropin karionik Korpus luteum ovarium

Mempertahankan korpus luteum kehamilan

Ginjal Rennin (-> angiosteron) Zona glomerulus korteks adrenal

Merangsang sekresi aldosteron

Lambung dan duodenum

Eritropoetin Sumsum tulang Merangsang produksi eritrosit

Gastrin Kelenjar eksokrin otot polos

Control motilitas dan sekresi untuk mempermudah proses pencernaan dan penyerapan

Sekretin, koleisistokinin Saluran pencernaan, pancreas, hati, kantung empedu

Hati Kulit

Somatomedin Vit D

Tulang jaringan lemakUsus halus

Mendorong pertumbuhan

Meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfat dari makanan

Timus Timosin Limfosit T Meningkatkan proliferasi dan fungsi limfosit T

Jantung Peptide natriuretik atrium

Tubuus ginjal Menghambat reabsorpsi Na+

Cara kerja Hormon

Hormon disekresikan oleh kelenjar endokrin.Kemudian hormone didistribusikan ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon didistribusikan ke seluruh tubuh oleh darah, namun hanya sel sasaran spesifik yang mampu merespon terhadap setiap kerja hormone Karena hanya sel sasaran yang memilliki reseptor untuk mengikat hormone yang bersangkutan. Setelah itu barulah timbul respon fisiologis terhadap organ, jaringan yang bersangkutan.

Page 5: Hormon Sari

Refernsi:

[1] (kamus Kedokteran Dorland edisi 31)

[2] . (Fisiologi manusia- Lauralee Sherwood)

[3] . (Fisiologi manusia- Lauralee Sherwood)