Click here to load reader

hordeolum eksterna ppt

  • View
    314

  • Download
    22

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hordeolum eksterna ppt

Text of hordeolum eksterna ppt

HORDEOLUM EKSTERNAOLEH : MAYA SARI PUTRI PEMBIMBING : DR.SYAMSUL HIDAYAT, SP.M

BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakangHordeolum adalah salah satu penyakit yang cukup sering terjadi pada kelopak mata.

Hordeolum infeksi lokal / proses peradangan pd kelopak mata. Angka kejadian didunia tidak diketahui dengan pasti karena belum ada data yang tersedia, tp hordeolum adl salah satu lesi kelopak mata yg plng srng dijumpai dlm praktek klinis.

Hordeolum dpt terjadi pd semua umur. Tidak ada perbedaan angka kejadian (insiden rate) antara pria dan wanita.

.

1.2 TUJUAN

Untuk memberikan tambahan pengetahuan mengenai hordeolum, baik mengenai diagnosis maupun penatalaksanaannya

BAB II TINJAUAN PUSTAKAANATOMI PALPEBRA

2.2 DEFINISI Hordeolum infeksi kelenjar pd palpebra. Bila kelenjar Meibom yang terkena hordeolum interna. Hordeolum eksterna yg lebih kecil dan lebih superfisial adalah infeksi kelenjar Zeiss atau Moll

2.3 ETIOLOGIStaphylococcus aureus adalah agent infeksi pada 90-95% kasus hordeolum

2.4 FAKTOR RISIKO Penyakit kronik, Kesehatan /daya tahan tubuh yg buruk, Peradangan kelopak mata kronik, seperti Blefaritis, Diabetes, Hiperlipidemia, trmsk hiperkolesterolemia, Riw hordeolum sebelumx, Higiene dan lingkungan yg tdk bersih, Kondisi kulit sprt dermatitis seboroik

2.5 PATOFISIOLOGI Hordeolum externum timbul dari blokade dan infeksi dari kelenjar Zeiss atau Moll. Obstruksi dari kelenjar-kelenjar ini memberikan reaksi pada tarsus dan jaringan sekitarnya.

2.6 GEJALA DAN TANDAGEJALA - Pembengkakan -Rasa nyeri pada kelopak mata -Perasaan tidak nyaman dan sensasi terbakar pada kelopak mata -Riwayat penyakit yang sama

TANDA - Eritema - Edema - Nyeri bila ditekan di dekat pangkal bulu mata - Seperti gambaran absces kecil

2.7 PENATALAKSANAANUmum: kompres hangat 3-4 x shari (10), kelopak mt dibershkan dg air bersih, jangan menusuk hordeolum, jangan memakai lensa kontak

Obat : AB topikal (untuk kasus hordeolum eksterna dan hordeolum interna ringan) dan AB sistemik (bila terdapat tanda-tanda bakterimia atau trdpt tanda pmbesaran keljr limfe di preauricular)

Pembedahan : Bila dengan pengobatan tidak berespon dengan baik, maka prosedur pembedahan mungkin diperlukan untuk membuat drainase pada hordeolum

BAB III LAPORAN KASUSAnamnesis secara autoanamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan pada hari sabtu, 14 Mei 2011 pukul 11.00 WITA di poliklinik Mata RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Nama : Tn.T Usia : 32Tahun Agama : Islam Suku : Bugis Pekerjaan : PNS Status : Menikah Alamat : jl. Sengkawit Bulungan Rawat jalan di poliklinik:Sabtu, 14 Mei 2011

IDENTITAS PASIEN

Keluhan Utama Bengkak pada kedua kelopak mata bagian atas. Riwayat Penyakit sekarang Pasien mengeluhkan kelopak matanya bengkak sejak 2 hari sebelum berobat. Sebelumnya sekitar satu minggu yang lalu pasien merasakan adanya bengkak kesil pada kelopak matanya tersebut dan pasien tidak terlalu memperhatikannya sehingga tidak diobati. Kemudian bengkak semakin membesar dan menimbulkan nyeri disekitar pembengkakan dan akan terasa lebih nyeri apabila ditekan, dan apabila pasien terkena debu atau sehabis pasien keluar dari rumah maka rasa nyeri akan bertambah lagi. Pasien juga merasakan seperti ada yang mengganjal pada kelopak mata bagian atas, sehingga membuat pasien merasa terganggu penglihatannya, dan memutuskan untuk berobat ke poliklinik mata.

Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat sakit seperti ini sebelumnya (-) Riwayat DM (-) Riwayat Hipertensi (-)

3.2 Pemeriksaan Fisik ( tanggal 14 Mei 2011, Pukul 11.00 WITA) Keadaan Umum Kesadaran : Composmentis, GCS E4V5M6 Keadaan sakit : Sakit Sedang Tanda tanda Vital Tekanan darah Frekuensi nadi Pernafasan Suhu

: 120/80 : 82 x/mnt : 20 x/mnt : 37 oC

Kepala/Leher Anemis pada konjungtiva (-/-), ikterus pada sklera (-/-), sianosis (-), pembesaran KGB (-)

Thorax Abdomen Ekstermitas

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal

STATUS OPTHALMOLOGI

Gambar kelopak mata pasien

2.3 pemeriksaan penunjang tidak dievaluasi2.4 Diagnosa Kerja Okuli dekstra et sinistra Hordeolum eksterna Superior 2.5 Penatalaksanaan Kompres hangat 3x sehari Cefadroxil 500 mg 2x1 Natrium diclofenac 50 mg 2x1 Salep mata xitrol 1x1 2.6 prognosis Vitam : Bonam Fungsionam : Bonam

BAB IV PEMBAHASAN

TEORI

FAKTA

Dr hsl ax dan pf didapatkan fakta yang sesuai dengan teori hordeolum pd ax diket adanya bengkak pada k2 kelopak mata pasx dan berwarna kemerahan, ada rasa nyeri saat ditekan maupun terkena debu. Pasx mengaku blm pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Pada PF yang bengkak pd k2 kelopak mata sebelah atas pasien, berwarna kemerahan serta trdpt nyeri apabila ditekan, bengkak yang terjadi pada kelopak mata pasien tersebut seperti sebuah abses berukuran kecil yang memiliki bintik kekuningan ditengahnya sesuai dg teori yg mendukung ke arah diag hordeolum.

Penatalaksanaan Terapi yg diberikan sudah sesuai dg literatur utk hordeolum. Pada keadaan hordeolum sebaiknya juga dilakukan tindakan pembedahan insisi dan drainase nanah pada kelopak mata, tp pd pasien tdk dilakukan krn bengkak yg terjadi pd k2 mata pasx ukuranx tdk begitu besar, dan diharapkan dg terapi awal yg diberikan terhadap pasien akan dpt mengurangi dan menghilangkan hordeolum tersebut, tp apabila dg pengobatan medikamentosa tdk berhasil mk dpt dilakukan tindakan pembedahan insisi.

Pasien pulang dg diberikan edukasi utk mengompres kedua mata dg air hangat sebanyak 3 kali shari slm 10 menit & mminum obat scr tratur smp obat yg diberikn hbs. Jk tdk trdpt perubahan yg dirasakan ol/ psien mk pasx disarankn utk kembali kontrol dan dipertimbangkan utk dilakukn pembedahan. Prognosis baik jika perkembangan bakteri dpt dihambat dan dihilangkan srt penumpukan nanah dpt dihilangkan, dan jg apabila tdk trdpt penyebaran infeksi ketempat lainnya.

KESIMPULANDilaporkan pasien Tn.T dengan usia 32 tahun, dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan terhapat pasien tersebut mengarah pada diagnosis hordeolum eksterna. Penegakan diagnosis terhadap pasien ini sudah sesuai dengan literatur yang ada. Pada penetalaksanaan yang diberikan terhadpat pasien juga telah sesuai dengan literatur untuk penyakit hordeolum.