Hewan Dan Tumbuhan Langkah

  • Published on
    21-Jul-2015

  • View
    575

  • Download
    0

Transcript

Disusun oleh:

Nama : Yongki E. Lekatompessy Kelas : VII5

SMP NEGERI 1 MASOHI 2012

HEWAN DAN TUMBUHAN LANGKA KHAS DI MALUKU A. Hewan Langka Khas Maluku 1. Burung Perkici Buru atau Charmosyna toxopei Burung perkici buru parrot atau Charmosyna (burung berparuh

toxopei merupakan

bengkok) yang langka. Perkici buru juga burung endemik yang hanya terdapat di pulau Buru, Maluku, Indonesia. Langkanya parrot endemik pulau Buru ini terbukti dengan tidak pernah ditemukannya lagi spesies hidup sejak burung perkici buru ini ditemukan pertama kali pada tahun 1921. Karena tidak dapat teridentifikasi kembali hingga puluhan tahun, IUCN Redlistmengukuhkannya sebagai spesies Critically Endangered, spesies dengan tingkat keterancaman paling tinggi. Burung perkici buru ditemukan pertama kali oleh Lambertus Johannes Toxopeus, seorang Belanda pada tahun 1921. Dan sejak saat itu burung ini tidak pernah terlihat lagi secara pasti. Burung perkici buru oleh masyarakat setempat sering disebut sebagai utu papua. Sedangkan nama binatang ini dalam bahasa Inggris adalah Bluefronted Lorikeet. Dalamnama latin (nama ilmiah) perkici buru disebut sebagai Charmosyna toxopei (Siebers, 1930).

2. Nuri Raja Ambon (Alisterus amboinensis) Burung Nuri Raja Ambon (Alisterus khas

amboinensis) layak

menjadi burung

Maluku. Burung berparuh bengkok yang sering disebut Nuri Raja saja ini memang ditetapkan menjadi fauna identitas provinsi Maluku.

Anugerah yang pantas bagi burung Nuri Raja yang mempunyai bulu indah ini meskipun terkesan norak. Burung Nuri Raja

Ambon sering disebut Nuri Raja saja. Hewan ini dalam bahasa Inggrisdikenal sebagai Moluccan King-parrot, Ambon King Parrot,

atau Amboina King Parrot. Sedangkan dalam bahasa latin burng endemik Maluku ini disebut Alisterus amboinensis. Nuri Raja atau Amboina King Parrot (Alisterus amboinensis) merupakan satu dari 3 anggota King Parrot (Genus: Alisterus) selain Nuri Raja Papua atau Papuan King

Parrot(Alisterus chloropterus) dan Nuri Raja Australia atau Australian King Parrot (Alisterus scapularis).

3. Kakatua Raja Kakatua Raja atau dalam nama ilmiahnya Probosciger aterrimus adalah sejenis burung Kakatua berwarna hitam dan berukuran besar, dengan panjang sekitar 60cm. Burung ini memiliki kulit pipi berwarna merah dan paruh besar berwarna kehitaman. Di kepalanya

terdapat jambul besar yang dapat ditegakkan. Burung betina serupa dengan burung jantan. Kakatua Raja adalah satu-satunya burung di marga tunggal Probosciger. Daerah sebaran burung ini adalah di pulau Maluku, Irian dan Australia bagian utara. Pakan burung Kakatua Raja terdiri dari biji-bijian. Paruh burung Kakatua Raja tidak dapat tertutup rapat, dikarenakan ukuran paruh bagian atas dan bagian bawah yang berbeda. Dan ini berguna untuk menahan dan membuka biji-bijian untuk dikonsumsi. Walaupun spesies ini terancam oleh hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, Kakatua Raja masih sering ditemukan di habitatnya. Kakatua Raja dievaluasikan sebagai beresiko rendah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

4. Kuskus Kuskus merupakan salah satu

mamalia berkantung yang ada di Indonesia. Seperti kanguru, kuskus betina melahirkan anaknya kemudian merawat dan membawa anaknya

dalam kantung yang terdapat di perutnya. Kuskus sering dianggap hewan yang sama dengan kukang, padahal keduanya berbeda. Ciri utama kus-kus selain kantong yang terdapat di perutnya adalah bentuk muka yang bundar dengan daun telinga yang kecil, serta bulu yang lebat. Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon. Kuskus beruang (Ailurops ursinus) merupakan kuskus terbesar (gambar: wikipedia) Kuskus merupakan binatang herbivora dengan makanan utama dedaunan dan buah-buahan. Satwa yang sangat pendiam ini hidup secara soliter. Kuskus merupakan satwa australis yang persebarannya terbatas di Indonesia bagian timur (Sulawesi, Maluku, Papua), Australia dan Papua New Guinea.

B. Tumbuhan Langka Khas Maluku 1. Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis)

termasuk anggrek langka dari Maluku. Bahkan anggrek Larat termasuk satu dari 12 spesies anggrek langka yang dilindungi di Indonesia. Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis) juga ditetapkan sebagai flora identitas provinsi Maluku. Anggrek ini dinamakan Anggrek Larat lantaran pertama kali ditemukan di pulau Larat, Tanimbar, Maluku. Namun lantaran keindahannya itu, semakin hari anggrek larat semakin langka di habitat aslinya. Anggrek Larat yang dalam bahasa Inggris dikenal

sebagai Cooktown Orchid, berkerabat dekat dengan beberapa jenis anggrek lainnya seperti Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, dan Anggrek Kelembai. Dalambahasa latin tumbuhan ini dikenal sebagai Dendrobium phalaenopsis dengan

sinonimVappodes phalaenopsis, dan Dendrobium bigibbum.

2. Anggrek Jambrut (Dendrobium macrophyllum ) Tanaman ini termasuk tumbuhan epifit yang

membentuk umbi semu dengan panjang hingga mencapai 20-30 cm, dan berbentuk agak gepeng. Daun anggrek ini berbentuk oval berwarna hijau tua. Pada setiap rusa batang akan tumbuh 2-3 daun. Panjang setiap daun umumnya 20-30 cm, dengan lebar sekitar 7-12 cm. Pada bagian ujung daun terlihat meruncing. Bunga yang terbentuk tersusun dalam tandan yang muncul dari ruas ke dua dari atas. Panjang tandan bunga dapat mencapai 52 cm. Pada setiap tandan, terdapat 4 sampai 40 kuntum bunga. Setiap bunga bergaris tengah 4,5 hingga 6 cm. Bunga yang

dihasilkan akan mekar selama lebih dari 10 hari. Kelopak daun berwarna hijau kekuningan, berambut pada sisi yang luar, dan meruncing pada ujungnya. Mahkota daun akan berwarna hijau kuning terang, terkadang akan memiliki warna ungu. Bibir berdaging dan berwarna hijau terang kekuningan serta memiliki garis-garis yang berwarna ungu. Buah yang terbentuk memiliki pola oval dengan panjang sekitar 6-8 cm.

3. Gandaria buah gandaria adalah buah yang

dikategorikan dalam tumbuh-tumbuhan langka yang dimana sekarang ini

sangatlah susah untuk dicari sebagai bahan komsumsi. Buah yang memiliki ciri-ciri berwarna hijau waktu masih muda, berubah warna menjadi orange ketika sudah matang, dan memiliki biji berwarna ungu, serta rasa asam manis ketika dimakan ini diperbincangkan bahwa buah ini sudah langka. Gandaria merupakan tumbuhan tropis basah yang tumbuh di sekitar daerah dataran rendah dibawah 300 meter diatas permukaan laut, tetapi apabila telah dibudidayakan tanaman ini bisa tumbuh sampai pada ketinggian 850 meter diatas permukaan laut. Di Maluku tumbuhan ini tumbuh subur di hampir semua daerah dataran rendah, dan salah satu produsen gandaria yang terkenal di Maluku adalah Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.