HC Maternitas

  • View
    80

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of HC Maternitas

BAB IPENDAHULUAN.1.1. Latar BelakangKesehatan ibu merupakan komponen yang sangat penting dalam kesehatan reproduksi karena seluruh komponen yang lain sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu. Apabila ibu sehat maka akan menghasilkan bayi yang sehat yang akan menjadi generasi yang kuat. Ibu yang sehat pula akan menciptakan keluarga sehat dan bahagia.Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang. Berdasarkan penelitian WHO diseluruh dunia terdapat kematian ibu sebanyak 500.000 jiwa pertahun. Kematian ibu dan perinatal merupakan tolak ukur kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara.Hipertensi menyebabkan gangguan sekitar 5 -10 persen dari seluruh kehamilan, dan dapat menjadi suatu komplikasi yang mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan angka kematian ibu. Dengan hipertensi, sindrom preeklampsia, baik sendiri atau yang berasal dari hipertensi kronis, adalah yang paling berbahaya.WHO meninjau secara sistematis angka kematian ibu di seluruh dunia (Khan dan rekan, 2006), di negara-negara maju, 16 persen kematian ibu disebabkan karena hipertensi. Persentase ini lebih besar dari tiga penyebab utama lainnya: perdarahan-13 persen, aborsi-8 persen, dan sepsis-2 persen.Klasifikasi yang dipakai di Indonesia adalah berdasarkan Report of the National High Blood Pressure Education Program Working Group on High Blood Pressure in Pregnancy tahun 2000, yang menjelaskan Hipertensi Kronik adalah hipertensi yang timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan hipertensi menetap sampai 12 minggu pasca persalinan (JHPEIGO, 2002). Efek hipertensi kronik pada kehamilan adalah solution plasenta, preeclampsia, gangguan perinatal hingga kerusakan organ-organ vital tubuh dikarenakan hipertensinya. Keputusan tentang kapan wanita dengan hipertensi kronik harus melahirkan dipandang dalam konteks perjalanan klinis, termasuk keparahan penyakit yang mendasari. Pada kasus-kasus dengan hipertensi yang terkontrol dan nonkomplikasi, persalinan dapat berjalan normal pervaginam dan menjalani masa nifas yang normal pula. Sedangkan hipertensi kronik yang mempunyai komplikasi, persalinan bertujuan menekan resiko pada ibu dan janin sekecil-kecilnya.Untuk dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dibutuhkan tenaga yang terampil, dengan melakukan asuhan secara komprehensif terhadap kehamilan, persalinan, nifas dan asuhan pada bayi baru lahir diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta memberikan kontribusi langsung dalam membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian maternal dan neonatal.Home care pada maternitas adalahfasilitas utama kesehatan yang bukan merupakan bagian dari sebuah rumah sakit, yang yang menyediakan layanan antenatal komprehensif, intrapartum, dan layanan pascakelahiran untuk wanita dengan kehamilan tanpa komplikasi. Fasilitas ini harus ditempatkan berdekatan dan berhubungan dengan rumah sakit yang dapat mengelola kedaan darurat obstetrik dan neonatalBerdasarkan latar belakang diatas , penulis ingin menulis makalah tentang home care yang dilakukan pada ibu yang mengalami hipertensi pada kehamilan.1.2. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu :a. Untuk mengetahui tinjauan teoritis dari home care pada keperawatan maternitas dan penyakit hipertensi pada kehamilanb. Untuk mengetahui mekanisme pelayanan home care pada bidang keperawatan maternitasc. Untuk mengetahui diagnosa keperawatan dari kasus home care pada maternitasd. Untuk mengetahui asuhan keperawatan home care pada kasus maternitas khususnyahipertensi pada kehamilan1.3 Manfaat Adapun manfaat penulisan makalah ini yaitu :a. Mahasiswa dapat mengetahui tinjauan teoritis dari home care pada keperawatan maternitas dan penyakit hipertensi pada kehamilan.b. Mahasiswa memahami bagaimana mekanisme pelayanan home care pada keperawatan maternitasc. Mahasiswa dapat menegakan diagnose keperawatan yang sesuai dengan kasus home care pada maternitas

BAB IITINJAUAN TEORITIS

2.1 Home care pada keperawatan maternitasPelayanan dirumah pada keperawatan maternitas merupakan program kesehatan masyarakat berbasis fakta yang ada untuk memberdayakan keluarga dengan penghasilan rendah,ibu yang pertama kali menjadi orang tua agar menjadi percaya diri dan kuat melalui kemitraan mereka dengan perawat yang berkunjung kerumah.Tujuan dari home care maternitas antara lain : Untuk membantu klien dan keluarga/bayi memiliki kesehatan dan perkembangan sebaik mungkin. Untuk membantu klien dan keluarga/bayi menemukan layanan dan sumber yang dibutuhkan. Untuk membantu klien dan keluarga/bayi menemukan tujuan kesehatan dan hidup.Waktu kunjungan home care : Saling mengenal antar perawat dan klien (4 minggu kunjungan pertama) : kunjungan berlansung seminggu sekali.. Kehamilan : kunjungan 1 kali dalam seminggu untuk memperingatkan tentang kehamilan. Informasi yang diberikan antara lain mengenai childbirth and parenting education, antenatal care, senam hamil, dan antenatal education (deteksi kesejahteraan janin), dan lain-lain Postpartum : kunjungan berlansung sekali seminggu selama 6 minggu pertama setelah bayi lahir. Pada saat ini perawat memberikan edukasi tentang early discharge follow up, melakukan maternal assessment, senam nifas, postnatal education. Bayi dan Balita: Kunjungan berlangsung setiap minggu sampai bayi berusia 21 bulan. Perawat memberikan edukasi tentang perawatan bayi baru lahir (memandikan, memberi makan, massage), follow-up-post-operative or post-hospitalization follow-up, resusitasi neonatus. Empat bulan terakhir : kunjungan berlansung sekali dalam sebulan.

Kewajiban perawat home care : Mendengarkan kebutuhan,perhatian dan tujuan hidup klien dan keluarga. Membantu klien dan keluarga dalam menentukan tujuan kesehatan dan hidup. Memberikan informasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung klien,keluarga dan bayi untuk mencapai tujuanMekanisme pelayanan home care pada bidang keperawatan maternitas :1) Penerimaan kasus Home care menerima pasien dari tiap poliklinik di Puskesmas Koordinator program Perkesmas menunjuk perawat pelaksana Perkesmas untuk mengelola kasus Perawat pelaksana Perkesmas membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus

2) Proses pelayanan home carea. Persiapan, terdiri dari : Memastikan identitas pasien Membawa denah/petunjuk tempat tinggal pasien, lengkap kartu identitas unit tempat kerja Memastikan perlengkapan pasien untuk di rumah Menyiapkan file asuhan keperawatan, berupa teoritis dari hipertensi pada kehamilan dan penatalaksanan yang dapat dilakukan selama home care Menyiapkan alat bantu media untuk pendidikan, seperti leaflet dan lembar balik yang berisi pendidikan kesehatan mengenai hipertensi dalam kehamilanb. Pelaksanaan, terdiri dari : Perkenalan diri dan jelaskan tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan yang ingin dicapai, baik oleh klien ataupun perawat home care. Tujuan ini ditinjau bersama dari kedua pihak. Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat Melengkapi data hasil pengkajian dasar pasien Melakukan pemeriksaan tekanan darah bagi klien, untuk mendeteksi adanya gejala hipertensi pada kehamilan Menanyakan kepada klien tentang adanya riwayat hipertensi sebelum kehamilan atau adanya riwayat hipertensi di dalam keluarga Menanyakan kepada klien tentang adanya penyakit yang dapat menjadi pencetus dari hipertensi dalam kehamilan Melakukan pemerikasaan leopold untuk memastikan perkembangan janin Membuat rencana pelayanan,Rencana keperawatan yang dibuat disesuaikan dengan hasil pengkajian yang didapat dari klien. Bila klien pernah melakukan pemeriksaan kesehatan atau diberikan tindakan medis dari rumah sakit, maka kolaborasikan rencana tindakan yang akan diberikan dengan orderan dari dokter. Selain itu, perawat dapat membuat perencanaa diit yang sesuai bagi klien dengan hipertensi pada kehamilan Melakukan perawatan langsung Melakukan pemeriksaan terinci yang diikuti dengan pemantauan setiap hari, untuk mencari temuan-temuan klinis, seperti nyeri kepala, gangguan penglihatan, nyeri epigastrium dan pertambahan berat badan yang pesat. Memeriksakan tekanan darah klien secara berkala Menerapkan pola hidup sehat bagi klien untuk mengurangi resiko terjadinya komplikasi yang lebih parah Menganjurkan istirahat total bagi klien. Karena istirahat total akan menyebabkan peningkatan aliran darah renal dan utero placental, sehingga menyebabkan peningkatan diuresi, menurunkan berat badan dan mengurangi oedema. Istirahat total dianjurkan bagi kondisi klien yang memenuhi kriteria Memantau dan menganjurkan klien untuk meminum obat yang telah diberikan oleh dokter. Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dan tindakan lainnyaBila kondisi klien tidak lagi memungkinkan untuk dirawat di rumah, seperti kejang pada eklamsi, maka segera anjurkan klien untuk dirujuk ke rumah sakit. Kolaborasi dengan tenaga medis lainnya, seperti dokter, bidan, dan ahli gizi, dapat dilakukan dalam rangka menunjang kesehatan klien Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan Dokumentasikan kegiatan.c. Monitoring dan evaluasi antara lain keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal, kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksana.d. Proses penghentian pelayanan home visit, dengan kriteria : tercapai sesuai tujuan, kondisi pasien stabil, program rehabilitasi tercapai secara maksimal, keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien, pasien di rujuk, pasien menolak pelayanan lanjutan, pasien meninggal dunia.

3) Pembiayaan home carea. Prinsip penentuan tarif antara lain pemerintah/masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi, mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/asas gotong royong, pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu, mencakup seluruh unsur pelayanan secara propo