Green Infrastructur fo REAL ESTATE

  • Published on
    28-Sep-2015

  • View
    12

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Green Infrastructur Konsep Pembangunan Kawasan Perumahan Pengembang

Transcript

<ul><li><p>Ecological Drainage Low Impact Development </p><p>BIOLOGICAL RETENTION </p><p>SWALE, CHANEL, OPEN SPACE </p></li><li><p>ANAI Resort Valley </p></li><li><p>Low Impact Development (LID) Adalah strategi perencanaan tapak yang beorientasi kpd tujuan ekologi, dengan teknik </p><p>peresapan dan penyimpanan cadangan air sebagai kontrol terhadap air limpasan hujan. </p><p> LID merupakan gabungan penerapan konservasi air dan pencegahan pencemaran cadangan air di wilayah hulu (watershed) dengan tujuan memeratkan aliran dan meminimalkan limpasan air hujan (runoff) </p><p> LID mengenalkan kembali fungsi hidrologi dan lingkungan, yang merubah pengelolaan air hujan secara konvensional. LID membantu menjaga keseimbangan air di wilayah tapak dan mengurangi efek yang merugikan dari sitem end-of-pipe tradisional terhadap pengaliran air dan pasokan air tanah. Perangkat LID berupa kolam retensi dan sumur resapan ; yang dapat mengurangi pencemar organik ke saluran drainase yang terdekat. </p></li><li><p>Keuntungan Sistem LID </p><p> Mengurangi biaya infrastruktur untuk kolam pengendali banjir, trotoar, kurb, saluran drainase dan street inlet </p><p> Menambah keuntungan (Increased lot yield) </p><p> Pengurangan biaya hidup </p><p> Peningkatan pasar dan nilai properti </p><p>Photo Credit:The Low Impact Development Center </p></li><li><p>Perencanaan Drainase Tapak Konvesional vs sistem LID </p><p>Perencanaan drainase tapak secara konvesional, adalah dengan sesegera mungkin mengalirkan air hujan keluar wilayah tapak atau menampung ke kolam penampungan pusat Fasilitas End-of-Pipe, berupa kolam kontrol banjir yang direncanakan untuk banjir 10 tahuna atau 20 tahunan, yang memerlukan perawtan dan pemeliharaan </p><p> Sistem LID untuk retensi air hujan dicapai melalui penggunaan daerah resapan air yang terkontrol dan terdistribusi merata </p><p> Daerah retensi yang dirancang ke dalam ruang terbuka, atau di bawah infrastruktur yang ada (seperti tempat parkir), dan menciptakan peluang untuk konfigurasi desain baru yang kurang tergantung pada inlet, pipa, dan kolam. </p><p> Teknologi LID biaya perawatan dan pemeliharaan yang mahal, biasanya hanya pemeliharaan taman secara rutin, dengan pengecualian dari sistem rekayasa seperti resapan biopori dan sumur resapan </p></li><li><p>Penerapan Sistem LID Sistem rekayasa pengaliran air hujan berupa penyaringan air dari lapangan parkir dan </p><p>perluasan resapan air, seperti sel bioretensi, strip filter, dan filter box pohon </p><p> Sistem rekayasa yang mempertahankan (atau menyimpan) air hujan dan memperlambat resapan air, seperti fasilitas penampungan air hujan di bawah lapangan parkir, sel bioretensi, dan parit infiltrasi; </p><p> Modifikasi infrastruktur dimaksud untuk mengurangi jumlah permukaan limpasan kedap air berupa trotoar, saluran drainase konvesional dan mengurangi lebar perkerasan jalan </p><p> Peningkatan luas daerah resapan dengan membangun kolam resapan dan saluran bio-swale </p><p> Menerapkan penggunaan material beton berpori, perkerasan dengan paving blok, atu penggunaaan material dari daur ulang </p><p> Sistem pengumpulan air berupa penampungan dibawah fasilitas parkir, waduk dan penampung air hujan (PAH) </p></li><li><p>Bioretention </p><p>Sistem Bio-filtrasi : Penyaringan </p><p>Pencemar Penyediaan Air Bersih </p><p>Sistem Bio-filtrasi : Pengisian Air Tanah </p></li><li><p>Waduk Air Hujan </p></li><li><p>Tree Box Filter- Bak Filter Tanaman </p><p> Limpasan air hujan dialirkan ke bak filter tanaman, polutan yang ada akan dibersihkan oleh tanah dan tanah, sebelum memasuki dialirkan melalui perpipaan drainase. </p><p> Limpasan yg dikumpulkan di bak filter tanaman akan membantu mengairi pohon. </p></li><li><p>Perkerasan Dg Paving </p></li><li><p>Penampung Air Hujan </p></li><li><p>Detention Basin </p></li><li><p>Penampung Air Hujan </p></li><li><p>Green Roofs </p></li><li><p>Soil Amendments </p></li><li><p>BIORETENTION SWALE </p></li><li><p>Concept A : </p><p> Bioretention swale, </p><p>membuat saluran yang </p><p>landai pada pedestrian jalan, </p><p>trotoar, ruang terbuka </p><p>hijau dengan kontruksi </p><p>subbase berupa lapisan batu </p><p>kali untuk memperluas </p><p>bidang resapan </p><p>A </p></li><li><p>SUMUR RESAPAN SALURAN DRAINASE EKSISTING </p></li><li><p>BADAN JALAN</p><p>DRAIN STREET</p><p>GRILL</p><p>BATU KERIKIL</p><p>80</p><p>50</p><p>15</p><p>0</p><p>BUIS BETON</p><p>10</p><p>BADAN JALAN</p><p>PIPA PVC 150 PIPA PVC 150</p><p>30</p><p>SKALA 1 : 25</p><p>TYPICAL SUMUR RESAPAN TYPE-2</p><p>400200 200</p><p>30</p><p>BATU KERIKIL</p><p>5,4 80 5,4</p><p>BADAN JALAN</p><p>PLAT BETON BERTULANG</p><p>MUKA AIR NORMAL</p><p>50</p><p>19</p><p>4</p><p>BUIS BETON BERTULANG</p><p>10</p><p>12</p><p>5</p><p>25</p><p>4</p><p>160</p><p>BAR SCREEN</p><p>45</p><p>16</p><p>0</p><p>SKALA 1 : 25</p><p>TYPICAL SUMUR RESAPAN TYPE-1</p><p>SUMURAN TYPE-1 SUMURAN TYPE-2 </p><p>TYOICAL SUMUR RESAPAN SALURAN DRAINASE EKSISTING </p></li><li><p>RAINWATER HARVESTING </p></li></ul>