Click here to load reader

GLAUKOMA AKUT

  • View
    111

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

GLKM

Text of GLAUKOMA AKUT

  • GLAUKOMA AKUTClement Drew406107045

  • Dasar penglihatanBergantung pada 3 halAnatomi bola mataHistologi jaringan mataFisiologi proses penglihatan

  • GlaukomaBerasal dari kata glaukos yang berarti hijau kebiruanGlaukoma juga menyebabkan terjadinya penurunan luas lapang pandang, visus, dan terjadinya ekskavasi dikus optikusMempunyai ciri dimana tekanan intraokuler yang tinggi, namun tidak semua glaukoma memiliki tekanan intraokuler yang tinggi

  • Glaukoma dibagi menjadi dua :Glaukoma sudut terbuka / kronikGlaukoma sudut tertutup / akutBila dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi primer dan sekunderUmumnya glaukoma kronik tidak memiliki gejala khas selain daripada turunnya luas lapang pandangGlaukoma akut umumnya memiliki tanda-tanda peradangan akut

  • EpidemiologiPenyebab kebutaan nomor 3 di IndonesiaPrevalensi glaukoma yang terdeteksi mencapai 0,4% dari keseluruhan penduduk indonesia dan tingkat kebutaannya mencapai 0,16%Ras asia cenderung lebih mudah terkena glaukoma sudut tertutup karena faktor predisposisi secara anatomis

  • Faktor resikoTekanan darahFenomena autoimunIris pasien yang tebalPenuaanRiwayat glaukoma di keluargaMiopia berpotensi terjadinya glaukoma sudut terbukaHipermetropia berpotensi terjadinya glaukoma sudut tertutupOperasi yang berkomplikasi

  • Tekanan bola mata, dimana semakin tinggi tekanannya akan semakin berat dampaknyaUsia yang semakin tua akan membatasi kemampuan kompensasi fisiologis tubuhRas kulit hitam umumnya lebih mudah mengalami glaukoma sampai 7 kali dibandingkan ras berkulit putihPada pasien penderita hipertensi, juga cenderung lebih sering mengalami glaukoma sampai 6 kali lebih seringPekerja las juga lebih sering terkena sampai 4 kali lebih seringDiabetes Mellitus juga meningkatkan resiko hingga 2 kali lebih sering

  • Etiologi

  • PatofisiologiTekanan intraokular ditentukan oleh derajat produksi aqueous humor oleh badan siliar dan hambatan pengeluaran aqueous humor pada jaringan trabekula

  • Manifestasi dan Gejala KlinisBergantung pada jenis glaukomaPada glaukoma akut, terbagi menjadi 4 faseFase prodormal, akut, absolut, dan degeneratif

  • Glaukoma akut fase prodormalPengelihatan menjadi kabur, ketika melihat cahaya dapat melihat halo, mata terasa berat. Umumnya gejala menghilang ketika pasien beristirahat atau melihat sinar yang terang, karena miosis pupil akan menyebabkan proses sirkulasi aqueous humor lebih mudah.Dapat berlangsung antara 30 menit sampai dengan 2 jam.Karena serangannya dapat menjadi reda, umumnya pasien akan mencoba mengobati dirinya sendiri dengan analgetik dan istirahat, tapi perubahan akomodasi akan tetap ada, sehingga pasien biasanya membutuhkan kacamata dekat yang baru.Gejala diatas dapat diperberat bergantung pada keadaan pasien, contohnya insomnia, stress, penggunaan obat midriatik, asupan air yang terlalu banyak.Fase ini dapat terjadi berulang kali bila mengalami resolusi terus-menerus dengan intensitas yang semakin berat.

  • Glaukoma akut fase akutPenurunan visus yang mendadakNyeri yang hebat dengan penjalaran yang sesuai saraf ke VMual, muntahInjeksi silier dan konjungtiva yang ekstensifPalpebra yang membengkak, kemosisKornea keruhCOA dangkal, terdapatnya floaters pada COApupil yang cenderung ke arah midriasisTIO yang sangat tinggi ( dapat mencapai 60-70 mmHg )

    Umumnya pasien akan sangat kesakitan, dan biasanya perlu bantuan orang lain untuk dituntun ke rumah sakitSerangan ini dapat terjadi secara mendadak dan umumnya terjadi pada malam hari karena TIO umumnya meningkat sesuai dengan siklus diurnalPada pemeriksaan funduskopi dapat dilihat penggaungan dari diskus optikus, namun umumnya bila sedang terjadi fase akut, penilaian sulit dilakukan karena umumnya korneanya keruhPigmen pada iris dapat terlepas dan menyebabkan kekeruhan pada coa dan pada kornea

  • Glaukoma fase absolutPasien sudah menjadi buta karena kerusakan saraf yang terjadiMata pasien sangat keras seperti batu karenan TIO yang sangat tinggiDapat terasa nyeri yang terus menerus yang dikenal sebagai absolut dolorosaTanda-tanda kongesti sudah hilang

    Kornea dapat jernih atau keruh bila terdapat pigmen-pigmen dari irisPupil midriasis dan tidak responsifIris menjadi atrofi, kelabu, dan tipisCOA menjadi dangkal dan keruhFunduskopi menunjukan disc cupping dan atrofi saraf

  • Glaukoma fase degeneratifVisus = 0, atau butaDapat terjadi resorbsi badan vitreus yang menyebabkan atrofi bulbiDegenerasi korneaDapat terjadi stafiloma pada skelra, dimana bila vesikel-vesikelnya pecah dapat menimbulkan ulkus kornea yang menyebabkan mudahnya terjadi infeksi sehingga dapat berlanjut menjadi perforasi, iridosiklitis, endoftalmitis, panoftalmitis, yang berakhir pada atrofi bulbiBisa didapatkan sinekia anterior perifer

  • TABEL 1. GLAUKOMA

    GLAUKOMA SUDUT TERTUTUPGLAUKOMA SIMPLEKSGLAUKOMA INFANTILSeranganDekade ke-5Dekade ke-6BayiBilik Mata DepanDangkalNormalDalam sekaliSudut Bilik Mata DepanSempitBiasanya terbukaKelainan kongenitalHalo+--PapilEkskavasi bila lanjutDapat terjadi penggaunganDalam sekaliTekananNaik bila diprovokasiVariasi diurnal tinggiTinggiPengobatanDini, iridektomiMedikamentosa, bila gagal dilakukan operasi filtrasiGoniotomiPrognosisBila dini, baikSedang-burukBuruk

  • Tabel 2. STADIUM GLAUKOMA AKUT

    PRODORMALAKUTABSOLUTDEGENERATIFVisusMenurunSangat Menurun00Halo++--KonjungtivaNormal/KemotikKemotik--InjeksiSilier ringanMixed injectionMixed Injection-KorneaAgak keruh dengan edema ringanKeruh dengan edema beratKeruhDegenerasi ( keratoplasty bullosa )COADangkalDangkalDangkalSinekia anterior perifer dan penyebaran pigmen irisIrisNormal/sedikit edemaKelabu, edemaAtrofi, bulat, pucatAtrofiPupilSedikit melebarMelebar dan lonjongSangat melebar dan umumnya berwarna hijauSangat melebar dan hijauTIOMeningkatMeningkatMeningkatMenurun

  • PemeriksaanVisusTonometriSchiotzApplanasi GoldmanDigitalGonioskopiPemeriksaan luas lapang pandangPerimetriCampimetriFunduskopiTonografiUji ProvokasiTes Kamar gelap siedelTes MembacaTes MidriasisTes bersujud

  • DiagnosisDitetapkan dari trias glaukomaPeningkatan TIOPenurunan luas lapang pandangEkskavasi dari diskus optikus pasienScreening rutin merupakan salah satu cara yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kebutaan pada glaukoma karena keterlambatan penanganan

  • Tabel 3. DIAGNOSIS BANDING GLAUKOMA AKUT

    Konjungtivitis akutIridosiklitis akutKeratitisGlaukoma akutRiwayat penyakitGatal, ngeresSakitSakitSakitFotofobi-+++SakitRinganSedangSedang sampai beratBerat dan menyebarSeranganPerlahanPerlahanPerlahanAkutVisusNormalMenurun atau normalDapat menurun atau normalSangat menurunInjeksiKonjungtivaSilierSilierMixed injectionSekretMukoid, purulen, serous, mukopurulen---

  • KorneaJernihKeratik presipitatInfiltrat / fluorescein +EdemaSuar / flare-+++ / --PupilNormalMiosisMiosisMidriasisIrisNormalMuddyNormalAbu-abu hijauCOANormalDalam dan keruhNormalDangkal dan keruhTIONormalDapat menurun atau meningkatNormalSangat meningkatGejala sistemik---Mual, muntahPemeriksaan sekretBisa didapatkan kuman penyebab-Bisa didapatkan kuman penyebab-PengobatanAntibiotikSteroid + sikloplegikAntibiotik + sikloplegikMiotikum, CAI, pembedahanUjiKultur-SensibilitasTonometri

  • PencegahanPada umumnya glaukoma dapat terjadi secara tiba-tiba bergantung dari faktor-faktor resiko yang dimiliki pasien, yang dapat dilakukan adalah peningkatan pengetahuan mengenai glaukoma dan melakukan screening rutin untuk orang-orang dengan faktor resiko. Selain dari kesigapan tenaga medis, dapat juga dilakukan iridektomi untuk mempermudah aliran aqueous humor dari cop ke coa.Saran-saran pencegahan yang dapat diberikan berupa nasihat, seperti pasien diminta untuk menjaga emosi, karena emosi dapat menimbulkan serangan akut, membaca dekat dapat menyebabkan serangan akut, pengunaan obat simpatomimetik yang tidak diawasi juga dapat menyebabkan glaukoma, dan berbagai aktivitas yang membebani mata seperti menonton tv dan banyak membaca.

  • PenatalaksanaanPELAYANAN KESEHATAN MATA PRIMER ( PEC )Pertolongan pertama adalah menurunkan TIO secepatnya dengan memberikan serentak obat-obatan yang terdiri dari :Asetazolamide HCl 500 mg dilanjutkan 4 x 250 mg/hariKCl 0,5 gr 3 x sehariTimolol 0,5% 2 x 1 tetes sehariTetes mata kombinasi kortikosteroid + antibiotik 4 6 x 1 tetes sehariTerapi simptomatikRujuk segera ke dokter spesialis mata atau pelayanan tingkat sekunder dan tersier setelah diberikan pertolongan pertama tersebut

  • PELAYANAN KESAHATAN MATA SEKUNDER ( SEC )Glaukoma akut sudut tertutup primerPenatalaksanaannya dapat dibagi dalam 4 tujuan, yakni :Segera menghentikan serangan akut dengan obat-obatan ( medikamentosa inisial )Melakukan iridektomi perifer pada mata yang mengalami serangan sebagai terapi definitif ( tindakan bedah inisial )Melindungi mata sebelahnya dari kemungkinan serangan akutMenangani sequelae jangka panjang akibat serangan serta jenis tindakan yang dilakukan

  • Ad 1. Medikamentosa inisialTerapi medikamentosa segeraPenderita segera diberikan kombinasi obat-obatan :Pilokarpin 2% 1 tetes tiap - 1 jam pada mata yang mengalami serangan dan 3 x 1 tetes pada mata sebelahnya Timolol 0,5% 2 x 1 tetes per hariKombinasi kortikosteroid dan antibiotik 6 x 1 tetes / hariAsetazolamide 500 mg diikuti 4 x 250 mg, KCl 3 x 0,5 gr / hariObat hiperosmotik dapat diberikan bila penderita dirawat, berupa gliserin 50% 3 x 100 150 cc ( sesuai dengan berat badan ) oral / hariObat-obat simpatomatik

  • Ad 2. Tindakan bedah inisialSetelah 24 jam pemberian medikamentosaIridektomi perifer pada mata yang bersangkutanAd 3. Terapi medikamentosa pada mata sebelahnya ( Fellow eye )Terapi pilokarpin 1 2% 1 tetes / hari sampai iridektomi pencegahan dilakukanAd 4. Glauoma residualDapat diberikan terapi medikamentosa dan bila TIO tetap belum normal maka dilakukan trabekulotomi

  • Glaukoma akut sekunderPengobatan glaukoma akut sekunder adalah segera menurunkan TIO dan mengobati penyakit penyebabnya atau mekanismenya baik dengan terapi medikamentosa atau terapi bedah.

  • PELAYANAN KESEHATAN MATA TERSIER ( TEC )Glaukoma akut sudut tertutup primerPenanganannya mirip dengan penanganan di fasilitas sekunderMedikamentosa inisialTindakan bedah inisialTindakan iridektomi perifer dapat dilakukan dengan bedah insisional atau laser argon-YAG atau diode. Tindakan tersebut dapat didahului dengan gonioplasti/iridoplastiTerapi bedah trabekulotomi, bila iridektomi perifer tidak efektifGlaukoma akut sekunderPenanganannya mirip dengan penanganan pada fasilitias sekunder

  • Sebelum diputuskan untuk melakukan pembedahan, harus diupayakan menurunkan tekanan intraokuler dengan obat-obatan semaksimal mungkin. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegah berlanjutnya gangguan pengelihatan atau lapangan pandang pengelihatan yang telah hilang pada glaukoma tidak akan dapat menjadi normal kembali. Tekanan yang direndahkan tidak berarti memperbaik pengelihatan, akan tetapi bertujuan mempertahankan sisa pengelihatan agar kebutaan tidak terjadi. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah osmotik, miotik, dan asetazolamide

  • Pengobatan glaukoma akut harus segera berupa pengobatan topikal dan sistemik. Tujian pengobatan pada serangan glaukoma akut ialah merendahkan tekanan bola mata secepatnya kemudian bila tekanan bola mata normal dan mata tenang dilakukan pembedahanMata yang tidak dalam serangan juga diberikan miotik untuk mencegah serangan. Perawatan pada mata yang tidak menunjukan gejala dilakukan dengan miotik bila mata sebelahnya masih dalam serangan akut. Iridektomi dipertimbangkan bila mata yang mendapat serangan sudah tidak terancam lagi

  • Penderita dirawat dan dipersiapkan untuk operasi. Dievaluasi TIO dan keadaan matanya. Bila TIO tidak turun, lakukan operasi segera. Sebelumnya diberikan infus manitol 20%, 300-500 ml, 60 tetes/menit. Bila jelas menurun, operasi ditunda sampai mata lebih tenang dengan tetap memantau TIO. Jenis operasi, iridektomi, atau filtrasi ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan gonioskopi setelah pengobatan medikamentosa. Sebagai pencegahan dilakukan juga iridektomi perifer pada mata sebelahnya

  • Serangan glaukoma akut biasanya terjadi unilateral. Nasib mata sebelahnya yang masih sehat menurut beberapa laporan terdapat resiko 60% terjadinya glaukoma akut dalam 5 tahun mendatang. Ini merupakan alasan untuk melakukan iridektomi perifer preventifHarus dicari penyebabnya pada bentuk sekunder dan diobati sesuai penyebabnya. Dilakukan operasi hanya bila perlu dan jenisnya bergantung penyebab. Misalnya pada hifema dilakukan parasentesis, pada kelainan lensa dilakukan ekstraksi lensa, pada uveitis dilakukan iridektomi atau operasi filtrasi

  • Meskipun tindakan pembedahan dapat ditunda beberapa jam untuk memberi kesempatan kepada kornea agar menjernih, namun pembedahan tetap diperlukan, baik tekanan sudah bisa diturunkan maupun belum. Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata dengan glaukoma sudut sempit karena srangan akan berulang lagi pada suatu saat. Tindakan pembedahan dilakukan pada saat TIO sudah terkontrol, mata tenang, persiapan pembedahan sudah cukup.

  • Susunan mata yang terdiri atas kornea yang jernih akan mengakibatkan mudahnya sinar laser diarahkan pada jaringan yang akan diperbaiki di dalam mata. Bedah laser dapat memberikan hasil cepat, sederhana, yang biasanya tidak sakit. Beberapa pendapat terakhir pada glaukoma pengobatan dini dapat dimulai dengan bedah laser ini. Pada kasus tertentu, bedah laser tidak dipertimbangkan karena bila pengelihatan menurun dengan cepat dan pengobatan laser gagal menurunkan tekanan bola mata maka pembedahan adalah cara yang terbaik untuk pasien.

  • Pembedahan pada glaukoma terdiri dari iridektomi perifer, siklodestruksi, dan bedah filtrasi. Yang termasuk bedah filtrasi pada glaukoma adalah iridenkleisis, transfiksi, trepanasi elliot, sklerotomi, trabekulotomi. Bedah filtrasi dilakukan pada glaukoma sudut tertutup atau pada glaukoma sudut terbuka yang tidak taat pada pengobatan medikamentosanya.

  • Prinsip iridektomi perifer adalah dibuat lubang di bagian perifer iris. Maksudnya adalah untuk menghindari hambatan pupil. Iridektomi perifer ini biasanya dibuat di sisi temporal atas. Pada tindakan ini dibuat insisi kornea pada bagian perifer. Pada tempat insisi kornea ini iris dipegang dengan pinset lalu ditarik keluar. Iris yang keluar digunting. Pada iris akan didapatkan celah untuk mengalirnya cairan bilik mata dari cop ke coa. Ada pula yang melaukan iridektomi setelah dibuat flap konjungtiva dan sayatan korneoskleral.

  • Iridenkleisis merupakan iridektomi totalis disertai dengan pembuatan lubang pada sklera. Pada operasi iridenkleisis dibuat flap konjungtiva kemudian dilakukan sayatan kornea di jam 12, melalui luka ini iris dijepit dan ditarik keluar, lalu dipotong dan dijepit di luka kornea. Konjungtiva kemudian dijahit kembali. Cairan bilik mata berjalan dari COA melalui luka iridenkleisis, masuk ke subkonjungtiva. Pada mata tampak koloboma pada iris dan pupil tampak sebagai lubang kunci yang terbalik, dapat menimbulkan astigmatisme, sehingga dapat menimbulkan penurunan visus. Juga katarak dipercepat terjadinya kurang lebih 2 3 tahun. Kalau tensi baik setelah 6 bulan, maka akan terus membaik.

  • Transfiksi dilakukan pada glaukoma akibat terdapatnya iris bomb yang disebabkan oleh seklusio pupil. Tindakan yang dilakukan adalah dengan memakai pisau transfiksi ditembus bagian-bagian iris yang bomb. Pada keadaan ini maka akan terbuka pengaliran cairan bilik mata belakang ke bilik mata depanPada operasi trepanasi elliot dibuat sebuah lubang kecil berukuran 1.5 mm di daerah korneo-skleral, kemudian ditutup oleh konjungtiva dengan tujuan agar aqueous humor mengalir langsung dari bilik mata depan ke ruang subkonjungtiva

  • Pada operasi sklerotomi scheie diharapkan terjadi pengaliran langsung cairan bilik mata depan ke bawah konjuntiva. Tindakan yang dilakukan adalah membuat flap konjungtiva di limbus atas, dan membuat insisi ke dalam bilik mata depan. Untuk mempertahankan insisi ini tetap terbuka, maka scheie melakukan kauterisasi di tepi luka insisi. Kemudian flap konjungtiva ini ditutup. Pada akhir operasi maka akan terjadi filtrasi cairan ke bawah konjungtiva.

  • Trabekulotomi merupakan tindakan pembedahan dimana trabekulum diangkat sehingga cairan bilik mata depan mengalir langsung ke dalam kanal schlemm. Pada pembedahan ini dibuat flap konjungtiva di bagian atas dan dibuat flap sklera sebesar 4x4 mm dengan dasar di bagian kornea atau sentral. Sejajar dengan keduat tepi kanal schlemm dibuat sayatan 2 mm sehinggal canal schlemm terangkat sepanjang 2 mm. flap sklera dijahit kembali dan demikian pula flap konjungtiva. Mungkin akibat tindakan ini terjadi pengeluaran cairan bilik mata depan melalui kanal schlemm langsung, filtrasi pada sklera, merembesa ke bawa konjungtiva ataupun mengalir melalui suprakoroid akibat terjadinya siklodialisis akibat manipulasi operasi.

  • Pada siklodialisis diharapkan cairan bilik mata depan masuk ke dalam suprakoroid dan cairan ini diserap oleh jaringan suprakoroid. Tindakan yang dilakukan ialah dengan membuat flap konjungtiva terlebih dahulu dan kemudian dilakukan insisi 5 mm dari limbus sehingga terlihat jaringan koroid. Ke daerah suprakoroid ini dimasukan spatula yang berjalan menuju bilik mata depan dan dilepaskan jaringan badan siliar dengan sklera diatasnya. Akibat tindakan ini cairan bilik mata akan masuk langsung ke dalam suprakoroid dan diserap pembuluh episklera.

  • Pembedahan alternatif yang dapat dilakukan pada glaukoma sudut tertutup adalah trabekuloplasti laser. Trabekuloplasti laser dilakukan dengan membakar daerah anyaman trabekulum yang akan mempercepat pengaliran cairan mata keluar. Tindakan ini dilakukan dengan berobat jalan dimana tindakan laser memakan waktu tidak lebih dari 1 jam, tanpa memberikan rasa sakit.

  • Pasca bedah pasien harus memakai penutup mata dan mata yang dibedah tidak boleh terkena air. Untuk sementara pasien pasca bedah glaukoma dilarang bekerja berat. Tindakan operatif dilakukan bila TIO yang tinggi sudah dapat ditenangkan. Bila operasi dilakukan ketika TIO masih tinggi dapat menyebabkan glaukoma maligna, di samping adanya kemungkianan prolaps dari isi bulbus okuli dan pendarahan. Segera setelah operasi, TIO menjadi sangat tinggi , lensa, iris, dan pupil terdorong ke depan, sehingga aquous humor terkumpul di bilik mata belakang dan badan kaca. Penutupan pupil dan sudut bilik mata depan membuat keadaan menjadi bertambah buruk lagi. Prognosis untuk pengelihatannya buruk.

  • PrognosisGlaukoma akut adalah sebuah penyakit yang dapat menimbulkan kebutaann bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, bila pasien dapat diberikan penanganan yang tepat maka prognosisnya baik. Bila terjadi kelalaian dalam pemberian terapai untuk penderita glaukoma akut, besar kemungkinan terjadinya kebutaan, bila tidak, bisa terjadi glaucom flecken, sinekia, dan yang berujung pada kerusakan permanen organ mata

  • KesimpulanGlaukoma akut merupakan penyakit yang tergolong darurat dengan potensi menurunnya angka kualitas hidup. Glaukoma akut juga sering kali terlewati oleh ketidakcakapan tenaga medis yang memeriksa dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini. Pada ras asia jenis yang terjadi adalah glaukoma sudut tertutup atau yang akut. Selain itu pada orang-orang dengan faktor predisposisi anatomis juga lebih mudah mengalami glaukoma.Glaukoma merupakan penyakit dengan trias yang khas, yakni peningkatan TIO, penurunan lapangan pandang, dan ekskavasi dari diskus optikus. Patofisiologi dasarnya adalah terjadinya peningkatan produksi aqueous humor atau pengurangan proses pengeluarannya dari COA. Berdasarkan besar sudutnya dibagi menjadi dua, yakni sudut terbuka yang bersifat kronis dan sudut tertutup yang bersifat akut.

  • Glaukoma akut dibagi menjadi 4 tahap, yakni fase prodormal, akut, absolut, dan degenratif. Masing-masing memiliki gejala yang berbeda.Tanda dan gejala dari glaukoma akut berupa visus turun mendadak, mata merah, pupil yang cenderung midriasis dan berbentuk lonjong, nyeri kepala yang hebat, mual muntah, kornea dan COA yang keruh, ekskavasi diskus optikus, penurunan luas lapangan pandang pasien. Terapi terpenting berupa tindakan pembedahan dengan medikamentosa untuk menurunkan TIOnya terlebih dahulu. Obat-obatan yang dapat dipakai berupa parasimpatomimetik seperti pilocarpine, antagonis protaglandin seperti latanoprost, CAI seperti asetazolamide, hiperosmotik seperti gliserin 50%.

  • TERIMA KASIH