GINJAL UMUM

Embed Size (px)

Citation preview

Waspadai, Gagal Ginjal Sering Kali Tanpa Gejala! Tribun Kaltim - Rabu, 27 Juli 2011 14:06 WITA Share |

Ginjal salah satu organ paling penting dalam tubuh. TRIBUNKALTIM.co.id Seorang wanita yang sedang berbaring di tempat tidur sebuah rumah sakit tampak setengah tak percaya saat mendengar ucapan dokter yang merawatnya. Dokter mengatakan, ginjalnya sudah rusak, tidak bisa lagi berfungsi dan ia disarankan untuk segera menjalani proses cuci darah sebagai pengganti ginjal. Seumur hidupnya, belum pernah wanita ini berpikir akan menjalani proses cuci darah. Namun, kenapa ia bisa mengalami hal ini? Padahal, ia selama ini tidak pernah mengalami gejala atau keluhan sakit apa pun? Ilustrasi kasus di atas sering kali ditemukan di masyarakat. Bisakah seseorang tiba-tiba divonis mengalami gagal ginjal kronik tanpa sebelumnya menunjukkan gejala? Jawabannya adalah ya. Menurut dr Candra Wibowo, SpPD, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta, masyarakat memang perlu mewaspadai penyakit ginjal kronik (PGK) karena penyakit yang satu ini tidak memberikan gejala peringatan dini. Sering kali fungsi ginjal pasien diketahui sudah jauh memburuk sehingga harus digantikan segera dengan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti hemodialisis atau dikenal juga dengan sebutan cuci darah, peritoneal dialisis. Jika memungkinkan, dilakukan cangkok ginjal untuk menggantikan ginjal yang rusak. Di Indonesia, banyak pasien datang berobat ke dokter dengan kondisi PGK pada stadium lanjut karena tak mengalami keluhan selama bertahun-tahun. Candra menjelaskan, pasien kerap datang dalam stadium lanjut tanpa gejala sebelumnya. Padahal, penurunan fungsi ginjal sebenarnya terjadi secara bertahap dalam waktu lama sehingga tubuh sudah mengadaptasinya tanpa keluhan yang berarti. Namun, ketika PGK mencapai stadium lanjut, tubuh tidak dapat lagi mengeluarkan zat-zat yang harusnya keluar dari tubuh. Sebagai akibatnya, zat yang harusnya keluar tersebut menjadi racun bagi tubuh kita.

Semakin lama tumpukan racun dan sisa metabolisme sel dapat memberikan gejala mual, muntah, selera makan turun, bengkak, batuk, dan sesak, kulit kering dan gatal, bahkan napas bau urine. Akibat yang fatal bisa terjadi, seperti irama jantung menjadi tidak teratur, gagal jantung, dan penurunan kesadaran yang disebut koma uremikum, sampai meninggal mendadak. Jika sudah mengalami gejala seperti di atas, mau tidak mau dibutuhkan terapi pengganti ginjal secepatnya sehingga biasanya pasien akan disarankan untuk dicuci darahnya secepatnya oleh dokter. Bagaimana kita dapat mengenal gejala dan tanda-tanda dini PGK? Pasien harus melakukan deteksi dini dengan cara penapisan (screening), terutama pada orang yang mempunyai faktor risiko PGK. Mereka adalah pengidap diabetes melitus atau kencing manis, darah tinggi, obesitas, kolesterol, asam urat, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih berulang. Pasien dengan riwayat pernah mengalami gangguan fungsi ginjal, atau memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dengan penyakit ginjal hendaknya juga melakukan deteksi dini. Kita yang berusia lebih 40 tahun tanpa gejala sebaiknya juga melakukan penapisan umum (general medical check-up) untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan secara keseluruhan. Hal ini penting karena penyebab sebagian besar (60-70 persen) PGK adalah sekunder, yang artinya penyakit awalnya bukan berasal dari ginjal itu sendiri, tetapi berasal dari penyakit sistem organ lain seperti diabetes, hipertensi, hiperurisemia, kolesterol, obesitas, penyakit jantung dan hati, serta otoimun. Dengan mengendalikan faktor risiko, kita dapat mencegah PGK atau memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut sehingga tidak masuk ke stadium akhir yang memerlukan TPG. "Mengendalikan faktor risiko tersebut tidak harus selalu dengan obat, tapi yang paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah perubahan gaya hidup dan hal ini merupakan pilar utama dalam pencegahan PGK. Gaya hidup sehat yang melekat dalam aktivitas sehari-hari amat membantu dalam membentuk kesehatan jasmani dan rohani kita," papar Candra. Menurunkan berat badan adalah PR yang sulit bagi mereka yang sudah dalam kondisi obesitas. Diet dan olahraga hendaknya dipahami benar sehingga target berat badan ideal dapat dicapai. Makanan tidak sehat yang sering kali dikonsumsi saat waktu luang dapat diganti dengan buah-buahan sebagai cemilan sehat. Lebih lanjut, Candra menyarankan untuk mengurangi menu berlemak, makanan manis, dan junk food. Makanan cepat saji harus dihindari karena merupakan makanan tak sehat. Olahraga juga sebaiknya dilakukan minimal empat kali seminggu dan selama 30 menit tiap sesi. Diet dan olahraga yang baik terbukti dapat mencegah PGK dan menurunkan progresivisitas dari PGK. Dengan gaya hidup yang sehat tersebut, kita dapat mengendalikan penyakitpenyakit dasar yang menjadi faktor risiko PGK. (Intan AF)

Editor : Fransina Sumber : Kompas.com

INFERTILITAS JUGA BISA DISEBABKAN GAGAL GINJAL KRONIK Penyebab infertilitas pada laki-laki, antara lain: 1.Disfungsi ereksi: Dapat disebabkan kelainan organik dan psikologik. Penyebab organik dapat berupa gangguan peredaran darah penis, gangguan neurologik, kelaianan anatomi, dan penyakit umum seperti gagal ginjal kronik. Terapi ditujukan terhadap penyebab utamanya. Sedangkan bila tidak ditemukan penyebab organik, maka mungkin penyebabnya adalah gangguan psikologik. Atau mungkin juga didapatkan kedua penyebab secara bersamaan. 2.Obstruksi (sumbatan) di saluran mani (epididimis atau duktus deferens) yang umumnya dapat disebabkan oleh infeksi seperti tuberkulosis. 3.Ejakulasi retrograd: Mani tidak menyemprot ke luar uretra tetapi masuk ke dalam kandung kemih (buli-buli). Ejakulasi retrograd ini kadang disebabkan oleh obat, misalnya fenotiazin dan klorpromazin. Pembedahan pada leher buli-buli misalnya operasi prostat, sering menimbulkan keluhan ini. 4.Parotitis (gondongan). Virus penyebab parotitis juga mengakibatkan radang testis, yang disebut orchitis, yang dapat menyebabkan gangguan spermatogenesis. 5.Varikokel (varicocele): Merupakan pelebaran pembuluh vena (aliran balik) pada testis dan epididimis. Oleh karena aliran balik darah yang tak lancar, maka jumlah dan kualitas sperma atau mani berkurang. Apabila dilakukan tindakan operatif berupa ligasi tinggi (high ligation / Palomo), pada umumnya jumlah dan kualitas sperma menjadi lebih baik. Dari hal penjelasan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terapi infertilitas pada laki-laki dapat disebabkan berbagai macam faktor. Konsultasi kepada dokter merupakan langkah awal untuk mengevaluasi infertilitas. Terapinya dapat berupa terapi psikologis, medikamentosa (obat-obatan), pembedahan, atau pun kombinasi.(wid)

Derita Penderita Gagal Ginjal Tanggal: Wednesday, 27 December 2006 Topik: percaturan wartawan portal depsos Seorang pria berbaring lemah. tubuhnya sangat kurus, tulang-tulang menonjol dari balik kulitnya. Di tubuh kecilnya terpasang selang yang mengalirkan darah dari dalam tubuhnya ke mesin di samping tempat tidurnya. Andrea Minardi (38 tahun), nama pria berkaca mata itu, sesekali meringis menahan sakit di kakinya. Delapan belas tahun sudah pemuda Jakarta itu menjalani hidup dengan segala keterbatasan. Tulang-tulang rusuknya mengecil menyebabkan punggungnya bungkuk. Sejak enam tahun lalu, tinggi tubuhnya terus menyusut. Dari semula di atas 170 cm, menjadi 163 cm. Kaki kiri dan kanannya menjadi legam karena jaringannya sudah mati. Bonggol pahanya sudah lepas. Kaki-kakinya sulit untuk digerakkan sehingga ia harus menggunakan kursi roda. Penglihatannya pun semakin berkurang. Andrea tak tahu pasti apa yang menyebabkan dirinya divonis gagal ginjal kronik (GGK). Ketika itu, ia adalah pria berusia 20 tahun, baru setengah semester mengecap bangku kuliah. Ia mengalami kecelakaan yang mengharuskan dirinya diisolasi. Selanjutnya, dokter mengatakan kedua ginjalnya sudah mati. Sejak saat itu, Haemodialysis (HD) atau yang biasa dikenal dengan cuci darah menjadi keharusan bagi dirinya. Putus harapan Tiga tahun lalu, Andrea kembali mengalami kecelakaan. Kali ini dampaknya lebih buruk. Bila sebelumnya menjalani cuci darah dua kali seminggu, kini ia harus menjalaninya tiga kali seminggu, masing-masing selama tiga jam. 'Saya sudah tidak kuat lagi menahan sakit, kadang-kadang belum sampai tiga jam sudah sakit sekali,' ujarnya. Andrea hanya salah satu pasien cuci darah di Yayasan Ginjal Diatrans Indonesia (YGDI). Masih ada 194 orang lain yang saat ini menjalani cuci darah di tempat yang sama. Belum lagi yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka penderita mencapai sekitar 40.000 orang. Penderita GGK terdiri dari berbagai tingkatan ekonomi, sebut saja Armani ia hanya mapu cuci darah hanya sebulan sekali padahal seharusnya ia harus cuci darah 2 kali dalam seminggu, maka sering kali setiap cuci darah badan bengkak dan sesak napas. HD adalah salah satu pilihan yang harus mereka jalani sepanjang sisa hidup mereka. M Faried Aguslemi, kepala bagian umum YGDI mengatakan, masalah terbesar yang dialami pasien HD adalah tekanan psikologis dan finansial. Sebelum divonis harus HD, mereka adalah orang-orang yang memiliki kehidupan yang dinamis. Kebanyakan dari pasien HD di YGDI tergolong usia produktif. 'Mayoritas usia 2040 tahun,' ujar Lemi. Ketika mereka divonis HD, lanjut dia, mereka merasa putus harapan dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Arlinda (42), menderita HD saat berusia 30 tahun. Sebelumnya, ia bekerja di perusahaan konsultan asing. Perusahaannya memberi waktu satu bulan untuk sembuh. Karena tahu itu tidak mungkin, ia pun mengundurkan diri. Begitu juga dengan Andrea dan Mira yang memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan.

Relasi dengan sahabat atau teman lama juga menjadi renggang. 'Dulu teman saya banyak, tapi sekarang memang sudah tidak berhubungan,' ujar Andrea. Oleh karena itu, dukungan dari orang terdekat, dalam hal ini keluarga menjadi sangat penting. Beban pikiran karena tak bisa beraktivitas lagi membuat mereka kadang merasa tidak berguna. Karena tekanan mental yang berat ini, pasien terkadang berlaku tidak disiplin. 'Ada yang beralasan, selagi masih hidup ya dinikmati. Tapi, ia menikmati dengan cara yang merusak diri, seperti mabuk dan tidak disiplin makan,' ujar Aguslemi. Akibatnya, lanjut dia, kondisi pasien menurun drastis dan berakibat kematian. Menghadapi masalah yang menerpa, para pasien hanya bisa pasrah menjalani. Mereka juga tidak lagi punya angan-angan tinggi. Penderita yang masih muda sudah mengubur mimpi untuk bisa menikah dan hidup berpasangan. 'Mengurus diri sendiri saja tidak bisa, kasihan istri saya nanti,' tutur Andrea. Masalah psikologis juga mendera keluarga pasien yang terlibat langsung dalam perawatan. Wiryati merasa pilu saat melihat anak kelimanya itu mengeluh dan merintih sementara ia tak bisa berbuat apa pun untuk mengurangi deritanya. 'Beban jasmani masih bisa diatasi, tapi rohani yang berat sekali. Selama saya hidup baru kali itu saya merasakan beban yang sesungguhnya,' ujarnya sambil menitikkan air mata. Satu tahun pertama, Gagal ginjal kronis sulit disembuhkan, biaya perawatan dan pengobatannya pun sangat tinggi. Seorang pasien yang menjalani cuci darah harus mengeluarkan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Padahal, cuci darah dilakukan 2-3 kali seminggu, bergantung pada kondisi pasien. Belum lagi soal penurunan Haemoglobin (Hb) setiap kali selesai HD. Pasien HD akan mengalami kecenderungan penurunan Hb yang harus ditanggulangi dengan beberapa cara. 'Bisa dengan transfusi, minum obat atau suplemen, atau dengan suntikan,' ujar dr Azwan Nurdin, dokter yang bertugas di YGDI. Untuk melakukan hal-hal tersebut diperlukan biaya ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Pasien HD terkadang mengalami sesak napas. Hal itu terjadi karena adanya kelebihan cairan di dalam tubuh yang sulit dikeluarkan. Bila pasien mengalami sesak, mereka harus menggunakan oksigen tambahan. Biaya pun bertambah. > Dari pengalamannya, Aguslemi melihat kebanyakan pasien masih mampu membiayai perawatan selama satu tahun pertama. Namun, setelah itu mereka mulai kesulitan. Banyak pasien yang harus menjual asetnya agar mendapatkan uang untuk pengobatan. Wiryati terpaksa menjual rumahnya di Grogol dan membeli rumah yang lebih kecil di pinggir Jakarta agar memiliki deposit untuk pengobatan anaknya. Saat ini, beberapa orang pasien YGDI menerima subsidi. Ada dua orang lagi yang menerima layanan gratis. HD sebenarnya adalah salah satu pilihan pengobatan. Pengobatan lainnya bisa dilakukan dengan Peritoneal Dialysis dan transplantasi ginjal. Namun, karena tingkat kesulitan perawatan, tingginya biaya, dan risiko pada pasien, HD menjadi solusi yang paling memungkinkan. Agar terjangkau

Sungguh banyak deretan angka yang harus masuk hitungan bila menaksir biaya cuci darah seorang pasien. Beberapa rumah sakit mematok biaya Rp 1 juta. Biaya itu, masih akan bertambah bila si pasien mengganti cairan dialisis. YGDI menetapkan standar biaya Rp 300 ribu untuk satu kali cuci darah dengan cairan dialisis asetat. Bila pasien ingin menggunakan bikarbonat ada tambahan Rp 75 ribu. 'Harga ini saya rasa yang termurah di Indonesia,' ujar Aguslemi. Harga itu dikenakan kepada pasien swasta. Para pemegang Asuransi Kesehatan (Askes) tak dikenakan biaya apa pun, kecuali bila mengganti cairan dialisis. YGDI menyadari biaya pengobatan HD sangat besar dan tak semua pasien sanggup memenuhinya. Yayasan ini didirikan tahun 1983 dengan tujuan memberikan pelayanan dialisis yang relatif terjangkau dan berkualitas. 'Setiap bulan dikeluarkan biaya subsidi untuk pasien sebesar Rp 40-50 juta,' ujar Aguslemi,'Walaupun pasien sudah tidak mampu, kita berusaha semaksimal mungkin sehingga mereka bisa tetap HD.' Untuk menekan pengeluaran, YGDI menggunakan berbagai jurus. Antara lain, konsep reusing atau penggunaan kembali dialyzer (ginjal buatan) yang digunakan pada proses cuci darah. Penggunaan kembali ini dilakukan maksimal lima kali. Dengan sistem ini, biaya operasional bisa ditekan sampai 40-50 persen. YDGI juga menerapkan sistem subsidi silang, efisiensi kerja, dan tertib administrasi keuangan.YGDI bergerak dengan sumber dana dari PT Askes Indonesia, sumbangan pemerintah maupun masyarakat swasta. Sumbangan tersebut tak selalu berbentuk uang. Ada kalanya berbentuk bangunan, kendaraan, alat kedokteran, obat-obatan, dan lain-lain. Secara umum, Aguslemi mengatakan, kontribusi pemerintah terhadap penderita GGK saat ini masih belum maksimal. Di Indonesia saat ini baru sekitar 1.000 buah mesin HD. Sementara itu, yang menjalani HD kurang dari 10 persen dari jumlah pasien di seluruh Indonesia. 'Pemerintah mungkin bisa membantu dengan mengurangi bea masuk mesin dialisis. Kalau bisa dihapuskan lebih bagus lagi,' ujar Aguslemi. Dengan pengurangan bea masuk otomatis dapat mengurangi biaya operasional, sehingga biaya yang dikenakan kepada pasien bisa ditekan. YGDI berencana memperbanyak unit dialisis. Di Jakarta saat ini sudah ada dua unit, yaitu di Halim Perdanakusumah dan Jatiwaringin. Unit yang kedua sempat lama dalam pengerjaannya karena keterbatasan dana. Ketika unit itu sedang dibangun sudah ada lebih dari 100 orang dalam daftar tunggu. Namun, setelah unit itu diresmikan 25 Mei lalu, pasien yang ada tinggal 30 orang. 'Sebagian dari pasien daftar tunggu meninggal dalam penantian,' ujar Lemi. [muhammad lapang]

Cegah Gagal Ginjal, Pencegahan dan PenanggulangannyaPosted by fhitria pada Januari 14, 2008 Diambil dari Sinar Harapan. Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar. Anatomi. Ginjal berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra. Fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah menyaring/membersihkan darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb: 1. Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang sampah. 2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh. 3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah. 4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. 5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang. Penyebab Penyakit Ginjal : 1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi Hyperuricemia Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal. 2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) Glomerulonephritis, Infeksi: kuman Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal Nephrolithiasis, Kista: di ginjal Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan Kanker Malignancy, Sumbatan: batu, tumor,

penyempitan/striktur. Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut: 1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal anjlok, tidak keluar urin. 2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin. 3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. 4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka kaki perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang. 6. Gangguan pada Tubulus ginjal. 7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala. 8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin. 9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik). Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal. Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis.

I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

Penanganan pasien.

Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG). 2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG. 3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan. 4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG. 5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber. 6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG. 7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal. Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut: I. Pada orang dengan Ginjal Normal : A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang 1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau 2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium. B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan. II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment) Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro Konsultan Ginjal-Hipertensi RS Mediros

Home Kesehatan Tips Ginjal Sehat: 9 Panduan Diet bagi Penderita Batu Ginjal

Tips Ginjal Sehat: 9 Panduan Diet bagi Penderita Batu Ginjaladmin | 0 Komentar

Seseorang yang memiliki batu ginjal perlu memperhatikan pola makan untuk menjaga kondisi mereka. Batu ginjal terbentuk karena terjadi pengapuran di sistem kemih. Seperti namanya, batu ginjal pertama terbentuk di ginjal, tetapi seiring waktu dapat berpindah ke sistem kemih bawah. Sekitar 4% populasi di AS mengalami batu ginjal. Disamping itu, sekitar 12% laki-laki akan memiliki batu ginjal saat berusia 70 tahun. Komposisi batu ginjal umumnya terdiri atas calsium oxylate (70-80%), asam urat (10%), struvite (9-17%), serta sistin (kurang dari 1%). Tanda-tanda dan gejala batu ginjal paling umum termasuk output urin rendah, pH urin yang tinggi (bersifat basa), serta kandungan urin dengan konsentrasi tinggi kalsium, oksalat, asam urat, atau kombinasi dari zat-zat ini. Pengobatan batu ginjal umumnya akan meliputi pengaturan diet. Berikut adalah beberapa panduan tentang diet batu ginjal: 1. Sesuaikan diet dengan gangguan metabolik spesifik yang mungkin dialami penderita batu ginjal 2. Tergantung kondisi dari pasien, tapi pembatasan asupan kalsium mungkin tidak perlu dilakukan 3. Asupan kalsium dan oksalat harus seimbang

4. Batasi asupan bayam, bit, kacang-kacangan, cokelat, dan stroberi 5. Jangan melebihi dosis harian yang direkomendasikan untuk vitamin C untuk meningkatkan ekskresi oksalat urin 6. Protein hewani harus dibatasi sebanyak 1 g/kg berat badan 7. Asupan garam harus dibatasi kurang dari 100 mEq/dl 8. Asupan kalium harus diperbanyak (lima atau lebih porsi buah dan sayuran setiap hari) 9. Minum cukup air untuk meningkatkan produski urin minimal 2 liter urin/hari (2-3 L asupan air/hari sangat dianjurkan) Kebanyakan batu ginjal akan luruh dengan melakukan pengaturan diet seperti sudah diulas diatas. Namun jika setelah melalui pemeriksaan rontgen ternyata masalah batu ginjal sudah lebih serius, prosedur invasif mungkin menjadi diperlukan.[]

Home Kesehatan Tips Ginjal Sehat: 7 Panduan Diet untuk Gagal Ginjal Akut

Tips Ginjal Sehat: 7 Panduan Diet untuk Gagal Ginjal Akutadmin | 0 Komentar

Pengobatan gagal ginjal akut sebagian besar didasarkan pada upaya mencegah dan mengobati efek yang merusak. Mempertahankan tingkat hidrasi (asupan cairan) yang memadai dan diuresis sangat penting untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa hal berkaitan dengan diet yang harus dilakukan dalan pengobatan gagal ginjal akut: 1. Kebutuhan nutrisi harus ditentukan dengan memperhatikan jenis perawatan gagal ginjal akut yang dijalani pasien. Jumlah dan jenis nutrisi juga harus disesuaikan dengan penyebab gagal ginjal akut seperti trauma, luka bakar, infeksi, dan penyebab lainnya. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan mungkin memengaruhi nafsu makan pasien sehingga kebutuhan akan gizi harus lebih diperhatikan. 2. Asupan energi yang cukup harus dipastikan pada pasien gagal ginjal akut. Energi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh karena pasien mungkin mengalami stres yang menguras energi. Dosis energi harian yang direkomendasikan adalah 30-40 kkal / kg berat badan. 3. Jangan lupa pula untuk menyertakan lemak, karbohidrat sederhana, dan protein untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh.

4. Dalam kasus dimana pasien tidak diharuskan melakukan cuci darah, asupan protein harus diatur menjadi sekitar 0,6 gram per kilogram berat badan. 5. Bila pasien diharuskan menjalani cuci darah, asupan protein harus ditingkatkan menjadi 1,0-1,4 gr / kg berat badan. 6. Selama tahap oliguria, asupan garam natrium harus dibatasi menjadi 1000 mg hingga 2000 mg dan potasium maksimal 1000 mg per hari. 7. Jumlah cairan tubuh juga harus dipantau secara ketat. Pasien mungkin mengalami muntah atau diare sehingga jumlah cairan tubuh harus dijaga pada evel optimal. Pengobatan gagal ginjal akut, sama seperti perawatan lainnya, membutuhkan kerjasama dan disiplin pasien yang dibantu oleh tim kesehatan dan anggota keluarga.[]

Penyakit Gagal Ginjal Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia. A. Penyebab Gagal Ginjal Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :

Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension) Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus) Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur) Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik Menderita penyakit kanker (cancer) Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease) Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis. Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik. B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain:

Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif. C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal. D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi. Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal. E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal Kita yang dalam kondisi "merasa sehat" setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih.

Pencegahan Penderita Gagal GinjalLain lagi pada penderita gagal ginjal yang sudah lama alias menahun atau kronis. Penderita gagal ginjal kronis harus menjalani diet ketat dengan beberapa tujuan yaitu untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan untuk menjaga agar penderita dapat beraktivitas seperti orang normal. Prinsip diet penderita gagal ginjal kronis. 1. 2. 3. 4. Diet lunak atau biasa Sebagai sumber karbohidrat: gula pasir, selai, sirup, dan permen. Cukup energi dan rendah protein Sebagai sumber protein, diutamakan protein hewani, misalnya: susu, sapi, daging, dan ikan. Banyaknya sesuai dengan kegagalan fungsi ginjal penderita. 5. Sebagai sumber lemak, diutamakan lemak tidak jenuh, dengan kebutuhan sekitar 25 persen dari total energi yang diperlukan. 6. Untuk kebutuhan air, dianjurkan sesuai dengan jumlah urine 24 jam; sekitar 500 mililiter melalui minuman dan makanan. 7. Untuk kebutuhan kalium dan natrium dengan keadaan penderita. 8. Untuk kebutuhan kalori, sekitar 35 Kkal/Kg berat badan/hari. 9. Membatasi asupan garam dapur jika ada hipertensi(darah tinggi) atau edema (bengkak). 10. Dianjurkan juga mengonsumsi agar-agar karena selain mengandung sumber energi juga mengandung serat yang larut. Makanan yang sebaiknya dibatasi

Sumber karbohidrat seperti: nasi, jagung, kentang, makaroni, pasta, hevermout, ubi. Protein hewani, seperti: daging kambing, ayam, ikan, hati, keju, udang, telur. Sayuran dan buah-buahan tinggi kalium, seperti: apel, alpukat, jeruk, pisang, pepaya dan daun pepaya, seledri, kembang kol, peterseli, buncis.

Seseorang yang sudah mengalami gagal ginjal harus menjaga pola makannya karena banyak makanan yang justru bisa memperparah kondisi penyakitnya. Penderita sakit ginjal tidak bisa mengonsumsi buah dan sayur sesukanya, dengan jumlah yang sama seperti orang sehat. untuk pemesanan cara diet untuk penderita gagal ginjal klik cara pemesanan Harus dipahami bahwa ada sayur dan buah yang berpotensi memperparah kondisi kesehatan penderita. Oleh karena itu, penderita gagal ginjal harus benar-benar mengetahui kandungan buah dan sayur yang mereka konsumsi. Penderita gagal ginjal sebaiknya mengurangi konsumsi buah-buahan karena sebagian buahbuahan berkadar Kalium (potassium) tinggi, ujar dokter Dian Novita Chandra, M.Gizi, Staf Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia kepada Warta Kota belum lama mi. Kadar kalium yang sangat tinggi (hiperkalemia) dapat menyebabkan irama jantung terganggu. Penderita harus bisa membatasi jumlah konsumsi buah setiap harinya. Misalnya buah apel, penderita ginjal hanya bisa mengonsumsi setengahnya saja. Namun yang juga harus diingat, jika kondisi penderita ginjal sudah tidak bisa lagi berkermh, maka sebaiknya hentikan konsumsi buah dan sayur hingga lancar berkemih. Sementara itu, bagi penderita yang belum menjalani cuci darah. dianjurkan untuk melakukan diet rendah protein 40-45 gram/hari. Hal ini tentunya tergantung fungsi ginjal penderita yang dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Jika fungsi ginjal kurang dari 15 persen,

maka pertu melakukan cuci darah. untuk pemesanan pencegahan makanan bagi penderita gagal ginjal klik cara pemesanan

Pencegahan Gagal GinjalGagal ginjal merupakan gangguan pada ginjal yang bisa didefinisikan sebagai menurunnya kualitas kerja fungsi ginjal. Gangguan ini jelas berhubungan langsung dengan terhambatnya kelancaran proses cuci darah dalam tubuh. Oleh sebab itu, pasien gagal ginjal biasanya melakukan cuci darah tiap beberapa waktu sekali.Penyakit ini dapat pula menyerang siapa saja. Hal ini disebabkan fungsi organ ginjal mendapati penurunan sampai akhirnya ginjal tidak lagi mampu untuk bekerja menyaring pembuangan elektrolit pada tubuh seperti menjaga keseimbangan cairan zat kimia yaitu sodium dan kalium di dalam darah/ produksi urine. Dalam dunia kedokteran dikenal dua macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik. Gagal ginjal memang berbahaya namun bukan berarti tidak bisa dicegah.Pada intinya pencegahan berbagai penyakit dilakukan dengan menperbaikipla hidup yang salah.Karena disadari ataupun tidak berbagai kebiasaan yang salah dapat menyebabkan menurunnya kesehatan.Untuk masalah gagal ginjal ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah penyakit gagal ginjal:

Mengontrol tekanan darah.Tekanan darah tinggi kronis merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya gagal ginjal akut pada laki-laki dan perempuan dewasa. Berhenti merokok.Asap rokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal.Gagal ginjal merupakan stadium akhir dari penyakit ginjal. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak lagi dapat memproses darah secara normal.Bila gagal ginjal terjadi, maka seseorang harus menjalani perawatan dialisis, dimana mesin menggantikan fungsi normal ginjal.Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah atau minimal menunda terjadinya gagal ginjal: Pemeriksaan x-ray.Bicaralah dengan dokter mengenai penyakit ginjal yang diderita sebelum melakukan berbagai jenis pemeriksaan x-ray.Mungkin Anda perlu minum obat khusus sebelum melakukan pemeriksaan x-ray untuk mencegah x-ray merusak ginjal. Berhenti minum alkohol.Menghindari atau berhenti minum alkohol dapat mengurangi ketegangan pada ginjal.Minuman alkohol memaksa ginjal bekerja keras, sehingga menghindari alkohol dapat mencegah terjadinya gagal ginjal. Pemeriksaan darah dan urin.Kunjungi dokter dan lakukan pemeriksaan darah dan urin secara rutin. Pemeriksaan ini akan melihat adanya masalah pada ginjal yang muncul meskipun tanda dan gejalanya belum nampak atau dirasakan Olah Raga. Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang teratur -tidak terlalu berat- akan lebih berdampak positif bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu. Kurangi Makanan Berlemak.Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol dalam darah Anda meningkat. Konsumsi Air Putih. Air membantu dalam proses menghilangkan dan memangkas racun dan bakteri dalam tubuh. Ini adalah salah satu yang paling penting dalam manfaat air itu sendiri.

Detoksifikasi dapat membantu tubuh melawan penyakit dan menyingkirkan bahan kimia yang dapat merusak sistem organ tubuh manusia.Bahkan beberapa jenis penyakit kronis sekalipun.

General Checkup. Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical checkup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mecegah munculnya gagal ginjal. Tidak sembarangan mengkonsumsi obat-obatan.Obat-obatan yang berbahaya akan merusak fungsi dari ginjal.Selain itu konsumsi obat yang berlebihan juga bisa menggangu kesehatan ginjal dan organlainnya. Suplemen bawang putih.Tanyakan pada dokter mengenai kemungkinan untuk mengambil suplemen bawang putih. Suplemen ini dapat membantu mengurangi tekanan darah dengan cepat.Namun, pada saat yang sama, suplemen bawang putih dapat menghambat kemampuan penggumpalan darah, sehingga harus diminum di bawah pengawasan dokter.

Upaya pencegahan walaupun terasa sulit tapi itu jauh lebih baik daripada pengobatan.Untuk mendapatkan kesehatan memang tidak mudah apalagi untuk mempertahankannya.Pola hidup yang tidak sehat merupakan akar permasalahan dari timbulnya penyakit pada tubuh kita.Karena itulah mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat merupakan cara untuk menghindari ataupun mengobatinya.Selain itu konsumsi anti oksidan yang baik jua akan membantu menghindari dampak negatif radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.Untuk anti oksidan terbaik bisa anda dapatkan pada xamthone plus.Xamthone plus adalah jus yang terbuat dari kulit manggis yang berdasarkan penelitian merupakan sumber antioksidan terbanyak. Bila anda atau orang disekitar anda mengalami masalah gagal ginjal anda tidak perlu khawatir karena kami juga memiliki tips untuk mengatasinya.Silakan klik Obat herbal gagal ginjal.

GAGAL GINJAL AKUT (GGA) PERI-OPERATIF: DIAGNOSIS, PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN Written by Administrator Tuesday, 27 January 2009 07:03 Rully Roesli dan Abdul Hadi Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung ABSTRAK Walaupun telah banyak kemajuan dalam perawatan intensif ketersedian berbagai modalitas terapi pengganti ginjal namun mortalitas akibat gagal ginjal akut yang terjadi pada fase perioperatif dan pada penderita yang sakit berat masih tetap tinggi. Mengingat sampai sekarang belum ada pengobatan yang memuaskan , upaya pencegahan gagal ginjal akut perioperatif adalah hal yang paling penting yang harus dilakukan. Dalam makalah ini akan dibicarakan kriteria terbaru dari Gagal Ginjal Akut (GGA) juga penyebab GGA pada masa perioperatif dan akan dikemukakan upaya yang harus kita lakukan untuk menegakkan diagnosis, pencegahan dan pengelolaan GGA tersebut. Penyebab GGA yang berhubungan dengan pembedahan adalah multifaktorial namun berdasarkan saat terjadinya dapat kita bagi ke dalam tiga fase yaitu pra-operasi, selama operasi dan pascaoperasi. Di antara ketiga fase tersebut angka kematian paling tinggi terjadi pada GGA pascaoperasi. Strategi dalam upaya mencegah GGA perioperatif meliputi pengenalan penderita yang berisiko tinggi untuk mengalami gagal ginjal, optimasi pemantauan cairan dan fungsi ginjal dengan cara pemantauan yang ketat hemodinamika selama operasi dan menghindari zat-zat yang nefrotoksik. Pemberian obat- obatan yang dapat mengatasi GGA perioperatif, tidak memberikan hasil yang memuaskan. Pemberian dopamine dosis renal maupun mannitol tidak memberikan efek terapeutik yang bermakna. Mengenal faktor risiko dan melakukan tindakan untuk mencegah lebih berguna dalam mengatasi GGA peri-operatif khususnya pada fase pascaoperasi penyakit berat. Kata Kunci : GGA periopertif, diagnosis, pencegahan, pengelolaan

Obat alami Penyakit gagal ginjalPosted on January 26, 2011 by xamthoneplus

Pengobatan penyakit gagal ginjal dengan obat herbal juice kulit manggis XAMthone plus yang merupakan obat tradisional Indonesia yang sudah dikenal ratusan tahun yang lalu sekaligus merupakan cara yang aman dan tanpa efek samping dan menjadi obat alternatif untuk penderitanya. Penyakit gagal ginjal Penyakit gagal ginjal kronik adalah penyakit yang terjadi akibat penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah sampai stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal. Dan sampai saat ini penyakit ini merupakan penyakit yang menakutkan dan sulit untuk di atasi. Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menimbulkan kematian dan dibutuhkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis. Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai merasakan keluhan. Pasien sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah. Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjalmengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam halpenyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimiatubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia. Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapunbeberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya : Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension) Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus) Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur) Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik Menderita penyakit kanker (cancer) Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itusendiri (polycystic kidney disease) Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Sekilas Informasi Mengenai Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal tersebut dapat berakibat pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih banyak dialami oleh orang yang berusia dewasa dan kaum usia lanjut. Penyakit gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Ada banyak hal yang bisa merusak fungsi ginjal, antara lain penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, mengerasnya pembuluh darah, radang ginjal, hingga overdosis obat-obatan tertentu. Ada beberapa gejala yang perlu anda waspadai untuk mendeteksi penyakit gagal ginjal, diantaranya :

Terlalu sering buang air kecil atau sebaliknya Jarang buang air Hilangnya nafsu makan Kehausan Mual dan muntah Kehilangan berat badan Pusing Adanya pembengkakan pada area mata, kaki, dan tangan Kulit gatal Kulit jadi kekuning-kuningan/coklat Urin keruh atau berubah warna menjadi seperti teh

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi. Untuk informasi pemesanan obat herbal gagal ginjal dengan jus kulit manggis xamthone plus, klik cara pembelian jus kulit manggis.

Selain untuk pengobatan gagal ginjal, jus kulit manggis xamthone plus juga sangat berkhasiat dalam berbagai macam penyembuhan sejumlah penyakit seperti :

obat herbal hiv aids obat herbal keputihan obat herbal wasir

Cara Mencegah Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit yang cukup berbahya sekali bahkan bisa menyebabkan kematian kalau tidak mendapatkan penanganan secara serius. Penyakit gagal ginjal dapat menyerang siapa saja tetapi lebih sering dialami orang yang berusia dewasa terlebih pada orang yang lanjut usia. Karena ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting sekali jadi kita harus bisa menjaganya, dengan cara menjaga pola hidup yang sehat. Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak perlu khawatir. Kehidupan normal masih tetap dapat dijalani dengan baik. Bahkan dianjurkan untuk tetap berolah raga dengan teratur dan makan dengan makanan yang wajar. Untuk menghindari rusaknya ginjal, Anda bisa ikuti cara mencegah penyakit gagal ginjal diantaranya dengan melakukan hal-hal berikut ini:

Olah Raga. Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang teratur -tidak terlalu berat- akan lebih berdampak positif bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu. Berhenti Merokok. Dilihat dari sudah pandang manapun merokok akan selalu merugikan tubuh Anda.Karena rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka waktu lama akan merusak organ-organ penting tubuh Anda, baik paru-paru, kulit, jantung maupun ginjal. Kurangi Makanan Berlemak. Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolesterol dalam darah Anda meningkat. Berat Badan. Perhatikan berat badan sehingga Anda dapat terhindar dari obesitas. Konsumsi Air Putih. Mengonsumsi air putih yang cukup, menghidari konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghidari konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi potensi munculnya penyakit ginjal. General Checkup. Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan kesehatan (medical checkup) secara rutin, termasuk pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mecegah munculnya gagal ginjal. Mengontrol tekanan darah.Tekanan darah tinggi kronis merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya gagal ginjal akut pada laki-laki dan perempuan dewasa.

Seperti itulah cara mencegah penyakit gagal ginjal yang dianjurkan dan merupakan penting sekali supaya kita lebih mewaspadai dalam menjaga kesehatan dan tidak mengalami penyakit yang ditakuti itu. Walaupun dengan upaya pencegahan terasa sulit di lakukan tetapi seperti kata pepatah bilang lebih baik mencegah daripada mengobati itu memang benar sekali. Selain hal-hal diatas cara mencegah penyakit gagal ginjal atau anda yang mempunyai masalah penyakit gagal ginjal kami sarankan dengan meminum jus kulit manggis xamthone

plus sebagai obat herbal gagal ginjal atau pengobatan gagal ginjal yang aman tanpa efek samping, karena terbuat dari bahan-bahan alami yang berkualitas dan efektif sekali serta sudah terbukti ampuh khasoatnya dalam mengatasi penyakit gagal ginjal. Dilihat dari penyebab utama gagal ginjal, xanthone mampu mengatasi masalah-masalah diatas tadi sebagaimana di uraikan dari hasil penelitian berikut: Journal of pharmacology, mempublikasikan bahwa xanthone memilik efek anti kanker seperti kanker payudara , kanker darah (leukeumia) dan kanker hati . Selain itu juga xanthone memiliki banyak manfaat kesehatan terutama kesehatan kardiovaskuler seperti mengatasi sakit jantung, aterosklerosis, hipertensi dan trombosit. Xanthone juga memperlebar pembuluh darah dan memeperlancar peredaran darah. Maka dengan mengkonsumsi jus kulit manggis xamthone plus sebagai obat herbal gagal ginjal sangat baik sekali buat kesehatan ginjal anda. Maka dari itu untuk anda yang menderita atau mempunyai masalah penyakit gagal ginjal ada baiknya segera atasi dengan obat herbal gagal ginjal. Untuk pembelian Obat Herbal Gagal Ginjal silahkan klik Cara Pembelian Jus Kulit Manggis Xamthone Artikel yang terkait tentang:

obat herbal kanker usus obat herbal kanker kelenjar getah bening obat herbal gondok obat herbal kanker serviks obat herbal glukoma

Posted by obat herbal gagal ginjal & kulit manggis