Click here to load reader

Gigi Tiruan

  • View
    188

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of Gigi Tiruan

GIGI TIRUAN

MAKALAH

Digunakan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Skill lab Mata Kuliah Kedokteran Gigi Pencegahan Pada Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Disusun oleh :

Gacelia Weny M Kelompok A

111610101015

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala bimbingan dan petunjukNya, serta berkat rahmat, nikmat, dan karuniaNya sehingga saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah yang berjudul Gigi Tiruan. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Tim pengajar blok Kedokteran Gigi Pencegahan 2. Drg. Zahara. M, M.Kes dan Drg. Kiswaluyo, M.Kes yang telah memberi saya kesempatan untuk lebih mendalami materi dengan pembuatan makalah ini. 3. Semua pihak yang membantu dalam penyelesaian makalah ini Saya menyadari bahwa makalah ini mengandung banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun sistematika. Oleh karena itu, saya mohon maaf jika ada kesalahan karena saya masih dalam proses pembelajaran. Saya juga berharap makalah yang telah saya buat ini dapat bermanfaat untuk pendalaman pada blok Kedokteran Gigi Pencegahan ini.

Jember, Oktober 2012

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ....................................................................................... i Daftar Isi ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 3 BAB III PENUTUP ..................................................................................... 19 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah gigi perlu mendapat perhatian serius, apalagi kalau berisiko ompong. Seiring bertambahnya usia, semakin besar pula kerentanan seseorang untuk kehilangan gigi. Gigi mempunyai banyak peran pada seseorang. Jika seseorang kehilangan gigi atau Gigi yang sudah dicabut dan tidak diganti dengan gigi tiruan dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuh, khususnya kesehatan gigi dan mulut. Berat ringannya masalah yang ditimbulkan bervariasi antara satu orang dengan orang yang lain, namun bisa menjadi sangat mengganggu pada kasus-kasus yang cukup berat. Hal ini bila dibiarkan lama kelamaan dapat mengganggu kenyamanan saat pengunyahan makanan. Lebih lanjut lagi, bila ada hambatan dalam pengunyahan karena adanya posisi gigi yang tidak normal, gigi dan rahang akan mencari gigitan baru yang nyaman untuk mengunyah. Hal ini pada sebagian besar kasus akan mengarah kepada kelainan pada sendi rahang pasien. Pada kasus yang cukup berat, kondisi ini menyebabkan sakit kepala yang cukup berat di daerah sendi rahang. Untuk itu, beberapa orang ada yang mengatasinya dengan menggunakan gigi tiruan agar dapat mengembalikan fungsi gigi dalam menghancurkan atau mengunyah makanan. Namun tidak semua orang mau menggunakan gigi palsu, untuk mereka yang tidak mau ataupun tidak mampu untuk membeli gigi palsu, sudah pasti akan pasrah dengan keadaan walaupun secara keindahan tidak sedap dipandang mata. Gigi tiruan atau gigi palsu yang dikenal secara umum di masyarakat kita adalah gigi tiruan yaang termasuk jenis konvensional, yang diantaranya adalah gigi tiruan sebagian dan gigi tiruan penuh. Sebenarnya ada banyak jenis gigi tiruan. Kemajuan di bidang kedokteran gigiselama bertahun-tahun jauh lebih

baik menerapkan metode total perawatan kesehatan melalui bantuan gigi tiruan. Kedokteran gigi modern selalu berusaha menciptakan inovasi terbaru yang berusaha untuk menyamai bentuk, fungsi dan karakter gigi alami (gigi asli) walaupun hal itu memang sulit. Gigi tiruan menjadi andalan para orang tua yang berusia lanjut untuk megembalikan tampak estetik mereka yang telah hilang. Tidak sedikit dari mereka yang merasa meningkat kepercayaan dirinya setelah menggunaka gigi tiruan (gigi palsu). Hal ini dikarenakan mereka melihat diri di cermin dalam keadaan tidak dengan wajah yang penuh guratan disekitar bibi, dan tidak kempot lagi.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian gigi tiruan? 2. Apakah tujuan pemakaian gigi tiruan? 3. Apa saja macam-macam dari gigi tiruan? 4. Apakah dampak pemakaian gigi tiruan? 5. Bagaimana perawatan dan penggunaan gigi tiruan yang baik?

1. 3 Tujuan 1. Mengetahui pengertian dari gigi tiruan 2. Mengetahui tujuan pemakaian dari gigi tiruan 3. Mengetahui macam-macam dari gigi tiruan 4. Mengetahui dampak pemakaian gigi tiruan 5. Mengetahui perawatan dan penggunaan gigi tiruan yang baik

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Gigi Tiruan Gigi tiruan adalah suatu alat tiruan (protesa, prostesis, restorasi) yang dibuat untuk menggantikan gigi yang hilang atau jaringan sekitarnya. Gigi tiruan banyak dipelajari dalam bidang ilmu kedokteran gigi, khususnya dalam bidang prostodonsia (Gunadi, 1991). Replika gigi (gigi tiruan) adalah gigi tiruan yang dibuat dari bahan

tertentu untuk menggantikan gigi asli yang telah hilang (Husdiari, 2008). Menurut Academy of Prosthodontic (1995), prostodonsia adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang dimaksudkan untuk merestorasi dan

mempertahankan fungsi rongga mulut, kenyamanan, estetika dan kesehatan pasien dengan cara merestorasi gigi geligi asli dan atau mengganti gigi-gigi yang sudah tanggal dan jaringan rongga mulut serta maksilofasial yang sudah rusak dengan pengganti tiruan.

Akibat kehilangan gigi tanpa pergantian adalah : a) Migrasi dan Rotasi Gigi Hilangnya kesinambungan pada lengkung gigi dapat menyebabkan pergeseran, miring atau berputarnya gigi. Karena gigi ini tidak lagi menempati posisi yang normal untuk menerima beban yang terjadi pada saat pengunyahan, maka akan mengakibatkan kerusakan struktur

periodontal. Gigi yang miring lebih sulit dibersihkan, sehingga ktivitas karies dapat meningkat. (Aryanto, 1991:31) b) Erupsi berlebih Bila gigi sudah tidak memiliki antagonis lagi, maka akan terjadi erupsi berlebih (over eruption). Erupsi berlebih dapat terjadi tanpa disertai pertumbuhan tulang alveolar. Bila hal ini terjadi tanpaa disertai pertumbuhan tulang alveolar, maka struktur periodontal akan mengalami kemunduran sehingga gigi mulai extrusi. Bila terjadinya hal ini disertai pertumbuhan tulang alveolar berlebih, maka akan menimbulkan kesulitan jika suatu hari pasien perlu dibuatkan gigi tiruan lengkap. (Aryanto, 1991:31) c) Penurunan efisiensi kunyah Mereka yang sudah kehilangan banyak gigi, apalagi gigi posteriorakan merasakan betapa efisiensi kunyahnya menurun. Pada kelompok orang yang dietnya cukup lunak, hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh, maklum pada masa kini banyak jenis makanan yang dapat dicerna hanya dengan sedikit pengunyahan saja. (Aryanto, 1991:31) d) Gangguan pada Sendi Temporo-mandibula Kebiasaan mengunyah yang buruk, penutupan berlebih

(overclosure), hubungan rahang yang eksentrik akibat kehilangan gigi, dapat menyebabkan gangguan pada struktur sendi rahang. (Aryanto, 1991:32) e) Beban Berlebih pada Jaringan Pendukung Bila ada penderita sudah kehilangan sebagian gigi aslinya, maka gigi yang masih ada akan menerima tekanan mastikasi lebih besar sehingga terjadi pembebanan berlebih. Hal ini mengakibatkan kerusakan membran periodontal dan lama kelamaan gigi tadi menjadi goyang dan akhirnya terpaksa di cabut. (Aryanto 1991:32) f) Kelainan bicara

Kehilangan gigi depan atas dan bbawah seringkali menyebabkan kelainan bicara, karena gigi-khususnya yang depan- termasuk bagiian organ fonetik. (Aryanto 1991:32) g) Memburuknya penampilan Menjadi buruknya penampilan karena kehilangan gigi depan akan mengurangi daya tarik wajah seseoran, apalagi dari segi pandang manusia modern. (Aryanto 1991:32) h) Terganggunya Kebersihan Mulut Migrasi dan rotasi gigi menyebabkan gigi kehilangan kontak dengan tetangganya, demikian pula gigi yang kehilangan lawan gigitnya. Adanya ruang interproksimal tidak wajar ini, megakibatkan celah antar gigi mudah disisipi makanan. Dengan sendirinya kebersihan mulut jadi terganggu dan mudah terjadi plak. Tahap berikutnya terjadi karies gigi. Pada tahap berikutnya karies gigi menjadi meningkat. (Aryanto 1991:32) i) Atrisi Pada kasus tertentu dimana periodontal gigi asli masih menrima beban berlebihan, tidak mengalami kerusakan, tetapi tetap sehat. Toleransi terhadap beban ini bisa berwujud atrisi pada gigi-gigi tadi, sehingga dalam waktu panjang akan terjadi pengurangan dimensi vertikal wajah pada saat keadaan gigi beroklusi sentrik. (Aryanto 1991:32) j) Efek terhadap Jaringan Lunak Mulut Bila ada gigi yang hilang, ruang yang ditinggalkannya akan ditempati jaringan lunak pipi dan lidah. Jika berlangsung lama, hal ini akan menyebabkan kesukaran adaptasi terhadap geligi tiruan yang kemudian dibuat, karena terdesaknya kembali jaringan lunak tadi dari tempat yang ditempati protesa. Dalam hal ini, pemakaian geligi tiruan akan dirasakan sebagai suatu benda asing yang cukup mengganggu.

2.2 Tujuan Pemakaian Gigi Tiruan

Dengan maksud menghindari akibat-akibat yang tidak diinginkan seprti tersebut diatas, biasanya dibuat gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang sudah hilang, antara lain sebagai berikut : 1) Pemulihan fungsi estetik Alasan utama seorang pasien mencari perawatan prostodontik biasanya karena masalah estetik, baik yang disebabkan hilangnya berubah bentuk, susunan, warna maupun berjejalnya gigi geligi. Nampaknya banyak sekali pasien yang dapat menerima kenyataan hilangnya gigi, dalam jumlah besar sekalipun, sepanjang penampilan wajahnya tidak terganggu. Mereka yang kehilangan gigi depan, biasanya emperlihatkan wajah dengan bibir masuk ke dalam, sehingga wajah menjadi depresi pada dasar hidung dan dagu menjadi tampak lebih kedepan. Sel