33
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY “ S” DI PANTI WERDA GAU MABAJI GOWA A. Pengkajian a. Identitas 1. Nama :Ny.S 2. Usia : 66 tahun 3. Tempat Asal: Pallangga GOWA . !elua"ga yang dapat dihu#ungi $ penanggung %a&a# : 'g.sunggu I. (isi) $ #i*l*gis a. Pandangan lansia teantang )esehatannya: Ny. S me"asa di"inya sa)it t sa)itnya tida) te"lalu #e"at+ )eluhannya lutut se"ing sa)it+ pandangan ) %elas. #.!egiatan yang mampu dila)u)an lansia : ,A! sendi"i+ -u-i pa)aian dan menyapu )ama" sendi"i dan "uang tamu+ )adang )adang Ny S hanya mampu mela)u)an pe)e"%aan yang "utin sepe"ti mandi. -. !e)uatan isi) lansia !e)uatan *t*t dan sendi: !e)uatan pada masing / masing angg*ta e)st"emitas #e"#eda / #eda+ 0 Tangan )anan dan )i"i )e)uatannya -u)up )uat. 0 !edua tangan+ #ila memegang sesuatu tangan )anan gemeta"an. 0 !a)i )anan dan )i"i )u"ang )uat untu) %alan te"lalu lama+ se"ing sa pada )edua lutut. Penglihatan Penglihatan pada %a"a) 2 mete" -u)up %elas namun pada %a"a) 3 mete" sudah tida) %elas+ mata tampa) -e)ung+ )el*pa) mata meleng)ung ada pt*sis senilis. Pendenga"an Pendenga"an )edua telinga -u)up %elas. 'engan sua"a "e)&ensi "endah )lien masih mendenga" dengan %elas. 1

Gerontik Egos

  • Upload
    angel

  • View
    235

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

komunitas

Citation preview

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY S

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY S

DI PANTI WERDA GAU MABAJI GOWAA. Pengkajian

a. Identitas

1. Nama

: Ny. S2. Usia

: 66 tahun

3. Tempat Asal: Pallangga GOWA4. Keluarga yang dapat dihubungi / penanggung jawab : Dg.sungguI. Fisik / biologis

a. Pandangan lansia teantang kesehatannya: Ny. S merasa dirinya sakit tetapi sakitnya tidak terlalu berat, keluhannya lutut sering sakit, pandangan kurang jelas.

b. Kegiatan yang mampu dilakukan lansia :

BAK sendiri, cuci pakaian dan menyapu kamar sendiri dan ruang tamu, kadang kadang Ny S hanya mampu melakukan pekerjaan yang rutin seperti mandi.

c. Kekuatan fisik lansia

Kekuatan otot dan sendi:

Kekuatan pada masing masing anggota ekstremitas berbeda beda,

Tangan kanan dan kiri kekuatannya cukup kuat.

Kedua tangan, bila memegang sesuatu tangan kanan gemetaran.

Kaki kanan dan kiri kurang kuat untuk jalan terlalu lama, sering sakit pada kedua lutut.

Penglihatan

Penglihatan pada jarak 2 meter cukup jelas namun pada jarak 3 meter sudah tidak jelas, mata tampak cekung, kelopak mata melengkung ada ptosis senilis.

Pendengaran

Pendengaran kedua telinga cukup jelas. Dengan suara frekwensi rendah klien masih mendengar dengan jelas.

d. Kebiasan lansia merawat diri pada Ny S masih baik dalam arti klien mampu merawat diri dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

e. Kebiasaan makan, minum, istirahat / tidur, buang air besar / kecil

Kebiasaan makan : Selera makan klien baik, makanan yang dikonsumsi nasi.

Kebiasaan minum : Minum klien setiap hari kurang lebih 2.500 cc per hari

Kebiasaan tidur : Cukup, pada siang hari dan pada malam hari tidur cukup mulai jam 21.00 05 .00, namun malam juga sering terbangun karena sering kencing .

Kebiasaan BAB : Klien mengatakan BAB teratur satu kali pada pagi hari. BAK frekwensinya 5 x sehari

Perubahan perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan

Klien mengatakan bahwa kemampuannya untuk berjalan sudah berkurang, sering terasa kaki pada kedua lututnya, sakit pada persendian bertambah pada saat dingin.

f. Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan minum obat

Ny S adalah lansia yang rajin berobat, minum obat teratur sesuai dengan dosis yang diberikan. Bila ada keluhan yang berarti klien berobat ke Poliklinik panti .

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan pandang, perabaan, ketok dan dengar pada system system :

a. Integumen

Terjadi perubahan pada kulit yaitu tampak keriput, perubahan pigmentasi, turgor dan tekstur cukup baik.

b. Muskuloskletal

Terjadi kekakuan pada lutut kaki, berjalan pelan, kekuatan otot berkurang, kelemahan ada.

c. Respirasi

Tidak ada keluhan yang berarti.

d. Kardiovaskuler

Tidak ada keluhan yang berarti

e. Perkemihan

Frekuensi BAB klien teratur dan BAK lancar

f. Persyarafan

Tangan kanan tampak tremor

g. Fungsi sensoris

Penglihatan, pandangan berkurang pada jarak 3 meter.

Pendengaran, agak berkurang dengan frekuensi yang rendah.

Pengecapan, sensitivitas pengecapan baik, tidak terjadi perubahan nafsu makan.

Penciuman, dapat membedakan bau dengan jelas.

II. Psikologis

a. Daya ingat, cukup baik pada masalah jangka pendek dan jangka panjang kadang kadang ada yang terlupakan.

b. Proses fikir

Cukup baik

c. Alam perasa

Cukup baik

d. Orientasi

Cukup baik

III. Sosial Ekonomi

Kesibukan lansia mengisi waktu luang adalah mengurus ternak ayamnya, Sumber keuangan yakni dari bantuan anak-anaknya.

Organisasi yang diikuti klientidak ada.

Pandangan lansia terhadap lingkungan sekitarnya cukup baik dan dia merasa nyaman berserta dengan tetangganya.

Klien cukup sering untuk bersosialisai dengan tetangganya.

Yang sering mengunjungi klien ada tetangga yang dekat dengan klien juga anaknya.

IV Spritual

Klien adalah orang yang taat beribadah, menjalankan sholat lima waktu . Klien jarang mengikuti kegiatan keagamaan oleh karena kelemahan yang terjadi.

Dalam menyelesaikan masalah, ,klien hanya berdao dan sholat.

Manjalani kehidupannya kilien sangat optimis dan klien berharap diakhir hidupnya kilien tetap bahagia.

RIWAYAT KESEHATANA. Pengkajian

1. Riwayat Klien/ Data Biografis

N a m a :Ny S

Tempat dan tanggal lahir : 66 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Suku / Agama

: makassar/ Islam

Pendidikan : -

Status

: kawin

Alamat/ telepon : Panti Werda Gau Mabaji GOWA

Orang paling dekat : Dg.Sunggu.

2. Riwayat Keluarga

Pasangan hidup: Dg NassaUmur

:70 tahun

Pekerjaan

:Tani

Suku/ Agama

:Makassar/Islam

Status

:Kawin

Anak- anak yang hidup:Klien mempunyai 1 orang anak3. Riwayat pekerjaan

Status pekerjaan saat ini: Saat ini klien tidak bekerja

Pekerjaan sebelumnya

: IRT

Sumber-sumber pendapatan : Dari panti sosial dan dermawan.4. Riwayat Lingkungan Hidup

Tipe tempat tinggal

: Rumah batu

Jumlah kamar

: 4 kamar

Jumlah Orang yang tinggal di rumah : 8 orang.

Derajat privasi

: Baik

Alamat

: wisma XII Panti Werda Gau Mabaji GowaTetanggga terdekat

: tetangga kamar Dg.N5. Riwayat Rekreasi

Hobbi / minat

: Tidak ada yang specifik

6. Sumber / system pendukung yang digunakan

Dokter di poliklinik panti werda dan pekerja sosial panti werda7. Deskripsi hari khusus ( termasuk kebiasaan ritual waktu tidur )

Tidur siang : Setelah sholat Zduhur ( sebentar sebentar )

Tidur malam : Mulai jam 21.00 s/d jam 05.00. Klien mengatakan sering terbangun malam karena sering kencing.

8. Status kesehatan saai ini

Status kesehatan umum selama setahun yang lalu : sakit persendian dan demam

2 bulan yang lalu.

Status kesehatan selama 5 tahun yang lalu : Demam

Keluhan keluhan kesehatan utama : Klien mengatakan sekarang sering sakit persendian, kadang-kadang kalau sakit sampai tidak bias jalan dan pandangan semakin kabur.

Pengetahuan / pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan : baik

Penggunaan obat : Tidak ada

Alergi ( catatan agen dan reaksi sfecifik )

Obat obatan

: Tidak ada

Makanan

: Tidak ada

Nutrisi

Diet selama 24 jam termasuk cairan : Diet pagi : kue + teh manis

Makan siang dan malam

: Nasi dengan lauk pauk

Riwayat peningkatan / penurunan BB: Tidak ada

Pola konsumsi makanan : frekwensi 3 kali sehari, kadang-kadang klien puasa selama bulan puasa, klien taat puasa.

9. Status Kesehatan yang lalu

Penyakit masa kanak kanak: Panas

Penyakit serius kronik : Tidak pernah mengalami sakit yang serius

Trauma

: Tidak pernah terjadi trauma

Perawatan di RS

: Tidakpernah

Operasi

: Tidak pernah

Riwayat obstetri

: GI PI A0

10. Riwayat Keluarga

Keterangan :

: Laki - laki

: Perempuan

: Garis perkawinan

: Garis Keturunan

: Klien

11.Tinjauan system

a. Umum

Klien mengatakan selalu saja mengalami kelelahan yang dapat mengganggu aktivitas kehidupan sehari hari, tampak perubahan pada tekstur kulit, perubahan pigmentasi, kesulitan tidur dan terjadi perubahan rambut yaitu menjadi putih dan mudah rontok.

b. Kepala

Tidak ada keluhan yang berarti

c. Mata

Klien mengatakan terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur. Klien tidak menggunakan lensa kontak. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatas.

d. Telinga

Klien mengatakan dapat mendengar dengan jelas. Klien mengatakan giginya sudah tanggal semua sehingga susah untuk mengunyah makanan, kesulitan menelan kadang terjadi bila makanan yang dikonsumsi tidak lembut, terjadi juga perubahan pada suara klien yaitu nada yang cukup rendah/ pelan.

e. Hidung dan sinus

Tidak ada keluhan

f. Payudara

Tidak ada kelainan dan tampak sudah tidak kencang lagi.

g. Leher

Tidak ada keluhan yang serius hanya klien mengatakan sedikit agak terbatas gerakan lehernya / pelan.

h. Kardiovaskuler

Tidak ada kelainan bunyi jantung 1 dan 2 masih terdengar baik.

i. Pernafasan

Tidak ada keluhan yang serius hanya apabila klien terlalu banyak aktivitas tampak seperti kelelahan.

j. Gastrointestinal

Klien mengatakan tidak bisa mengunyah makanan oleh karena gigi sudah tanggal, pola defekasi masih normal k. Genitoreproduksi wanita

Tidak ada keluhan. Klien melahirkan 1 kalil. Muskuloskletal

Klien mengatakan kaku pada persendian terutama pada lutut, kadang- kadang tidak bisa bergerak apabila bengkak. Terjadi kekakuan pada gerakan tubuh, perubahan poster tubuh agak sedikit membungkuk, kelemahan, dan klien tidak pernah melakukan aktivitas seperti latihan gerak sendi . Keluhan tersubut diatas sangat berpengaruh terhadap kegiatan sehari hari klien.

m. Sistem syaraf pusat

Klien mengatakan tangan kanan bila memegang sesuatu terasa bergetar / tremor

n. Sistem Endokrin

Terjadi perubahan pigmentasi kulit, perubahan rambut dan kadang kadang klien sering kencing.

o. Psikososial

Klien mengatakan bahwa keadaannya sekarang biasa biasa saja, bila ada sesuatu yang membuat klien sedih klien hanya bisa berdoa, Kesulitan dalam konsentrasi juga terjadi, stress saat ini tidak ada, bila berbicara tentang kematian dan masa depan. Klien menyatakan ingin meninggal dalam keadaan bahagia dan tampak klien merasa optimis sehingga dalam kehidupan sehari harinya dapat melaksanakan kegiatan dengan baik.

B. Analisa Data

NODATA SUBJEKTI/OBJEKTIFETIOLOGIMASALAH

1

2

3

Data Subjektif :

Klien mengatakan kaku pada persendian terutama pada lutut, kadang- kadang tidak bisa bergerak apabila bengkak.

Data Objektif :

Terjadi kekakuan pada gerakan tubuh,perubahan poster tubuh agak sedikit membungkuk,kelemahan, dan klien tidak pernah melakukan aktivitas seperti latihan gerak sendi . Keluhan tersubut diatas sangat berpengaruh terhadap kegiatan sehari hari klien.

Data subjektif :

Klien mengatakan terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya bila memegang sesuatau terasa bergetar / tremor

Data Objektif :

Klien tidak menggunakan lensa kontak. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatas

Data subjektif :

Klien mengatakan kalau tidur siang hanya sebentar sebentar saja, sering terbangun malam karena sering kencing.

Jadawal tidur siang

Tidur siang : Setelah sholat Zduhur Tidur malam : Mulai jam 20.00 s/d jam 05.00

Proses penuaan

Penurunan fungsi tubuh

Terganggu system muskuloskletal

Berkurangnya masa otot

Perubahan degeneratif jar. Connective

Kekuatan otot menurun

Endurance dan koordinasi menurun.

ROM terbatas

Gangguan mobilitas fisik

Proses penuaan

Penurunan fungsi tubuh

Gg.sist Gg. Sist.

Penglihatan Persyarafan

Penurunan Kurang

Sensitivitas koordinasi

Pada cahaya.

Respon me gerakan

lambat. tubuh

Lap. Pandang Tremor

Menyempit

Resiko cedera

Proses penuaan

Perubahan fisiologis secara degeneratif pada RAS

Mudah terjaga

Stress baru

Gangguan pola tidur

Gangguan mobilitas fisik

Risiko cedera fisik

Gangguan pola tidur

C. Masalah Keperawatan / Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan fungsi system muskuloskletal.

2. Risiko cedera fisik berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan / persayarafan.

3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis

C. Rencana Tindakan keperawatan

DIAGNOSA KEPERAWATANTUJUANINTERVENSIRASIONALISASIIMPLEMENTASIEVALUASI

Tanggal 17 Des 2003Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan fungsi sist. Muskuloskletal ditandai dengan :

Data Subjektif :

Klien mengatakan kaku pada persendian terutama pada lutut, kadang- kadang tidak bisa bergerak apabila bengkak.

Data Objektif :

Terjadi kekakuan pada gerakan tubuh,perubahan poster tubuh agak sedikit membungkuk dan jalan sedikit agak miring,terjadi defotmitas pada kaki kanan, kelemahan, dan klien tidak pernah melakukan aktivitas seperti latihan gerak sendi . Keluhan tersubut diatas sangat berpengaruh terhadap kegiatan sehari hari klien.

Tanggal : 17 des 2003Risiko cedera fisik berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan dan persyarafan ditandai dengan

Data subjektif :

Klien mengatakan terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya bila memegang sesuatau terasa bergetar / tremor

Data Objektif :

Tampak klien mengugunakan lensa kontak. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut

Tanggal : 17 des 2003Gangguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis ditandai denganData subjektif :

Klien mengatakan kalau tidur siang hanya sebentar sebentar saja, sering terbangun malam karena sering kencing.

Jadawal tidur siang

Tidur siang : Setelah sholat Zduhur Tidur malam : Mulai jam 20.00 s/d jam 05.00

Gangguan mobilitas fisik dapat berkurang dengan criteria :

Keluhan klien berkurang.

Tidak terjadi kekakuan gerakan lagi.

Kelemahan berkurang.

Bisa melakukan aktivitas latihan yang ringan.

Aktivitas sehari hari tidak terganggu lagi.

Cedera fisik dapat diatasi dengan kriteria :

Keluhan penglihatan kabur tidak lagi, air mata berlebihan jadi berkurang dan gemetaran tidak lagi.

Pemakaian lensa kontak kadang-kadang saja bila sangat diperlukan.

Aktivitas sehari hari tidak terganggu lagi.

Gangguan pola tidur klien dapat teratasi dengan kriteria :

Klien tidur dengan tenang, tidak sering terjaga

1. Bina hubungan saling percaya

2. Kaji kemampuan dan kelemahan secara fungsional .

3. Kaji derajat mobilisasi klien dengan menggunakan skala ketergantungan ( 0-4) atau dengan skala tingkat kemandirian.( 0-5 ) atau ( A- E )

4. Jelaskan pada klien tentang proses penuaan dan mamfaat latihan bagi tubuh.

5. Ajarkan dan demonstrasikan laithan ROM aktif/pasif

6. Bantu untuk melakukan latihan rentang gerak ( ROM aktif atau fasif )

7. Anjurkan klien untuk latihan menggunakan ektrimitas yang tidak sakit.

8. Ajarkan klien teknik relaksasi.

9. Buatkan rencana aktivitas klien sehingga istirahat klien tidak terganggu

10 Beri kesempatan klien untuk melakukan aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.

11.Bantu klien dalam aktivitas sehari hari yang dirasa berat bagi klien.

12.Libatkan keluarga/teman/pembina dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari hari.

13. Lakukan kolaborasi dengan tiem kesehatan lain bila ada keluhan.

1. Kaji tingkat penurunan penglihatan mata klien dan penurunan fungsi persyarafan klien.

2. Jelaskan pada klein tentang proses penuaan dan dampaknya pada mata dan syaraf.

3. Jelaskan kebutuhan klien akan keamanan dan keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.

4. Ciptakan lingkungan ruangan yang cukup : pencahayaannya, lantai tidak licin/basah dan ada pagar untuk berpegang tangan.

5. Hindari lantai kamar mandi dan WC yang licin serta beri pegangan.

6. Dekatkan barang barang keperluan klien.

7. Kolaborasi dengan tiem kesehatan lain dalam hal pengobatan atau tindakan lainnya.

1. Kaji pola tidur klien.

2. Jelaskan tentang proses penuaan denga peurbahan pola tidur pada klien.

3. Anjurkan pada lansia untuk menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih.

4. Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat dan minum segelas susu hangat sebelum tidur.

5. Anjurkan lansia untuk berkemih sebelum tidur.

6. Anjurkan berdoa sebelum tidur.

7. Kolaborasi bila terjadi gangguanHubungan saling percaya sebagai dasar keterbukaan klien pada perawat daan sebagai dasar untuk interaksi selanjutnya.

mengetahui kemempuan kekuatan klien membantu dalam menentukan intervensi.

Untuk mengetahui tingkat ketergantungan dan tingkat kemandirian sebagai dasar menentukan intervensi.

Menambah pengetahuan klien dan menyadari penting latihan tubuh.

Dengan demontrasi klien lebih mudah mengerti dan mengikutinya.

mengurangi gerak yang tidak terkendali yang dapat menyebabkan kelelahan.

untuk menghindari rasa nyeri akibat latihan.

Tehik relaksasi dapat menyebabkan otot kendor dan menguragi penggunaan energi yaang berlebihan.

Dengan aktifitas secara rutin membuat kelelahan dan memudahkan untuk istirahat.

Melakukan aktivitas secara optimal sesuai dengan kemampuannya untuk menghindari kekakuan pada sendi dan otot.

Tidak memaksakan klien beraktifitas yang berat yang dapat menyebabkan cedera.

Keterlibatan keluarga dapat memotivasi klien dalam latihan dan aktivitas.

Mengurangi/mengatasi keluhan yang dirasakan.

Menentukan tingkat visual klien membantu dalam menentukan intervensi selanjutnya.

Menambah pengetahuan klien hubungan penuaan dan dampaknya pada mata dan syaraf.

Dengan mengetahui akibat penurunan fungsi penglihatan klien lebih waspada .

Lingkungaan sangat mendukung untuk terhindar dari cedera.

Lantai yang licin dapat menyebabkan klien cedera.

Keperluan klien yang dekat dan dapat dijangkau.

Pemeriksaan secara teratur dapat membantu klien mencegah atau mengatasi masalah yang dialami klien.

Memudahkan dalam menentukan intervensi selanjutnya.

Memberi penjelasan tentang proses penuaan dengan gangguan pola tidur akan membantu klien menyadari gangguan pola tidur yang dialami.

Tempat tidur yang nyaman dan bersih dapat membantu klien tidur dengan maksimal.

Mandi hangat sebelum tidur menyebabkan relaksasi yang dapat merangsang rasa tidur.

Kandung kemih yang penuh menyebabkan gelisah dan susah untuk tidur

Melakukan doa akan memberikan ketenangan.

Obat penenang dapat membantu untuk tidur.Jam : 09.00

1. Membina hubungan saling percaya

Memperkenalkan diri, tujuan interaksi,dll

Hasil : Hubungan saling percaya terbina.

Jam ; 09.05

2 .Mengkaji kemampuan dan kelemahan secara fungsional .

Hasil : Kemapuan klien hanya mampu mandi, makan,BAB,BAK, dan cuci pakaian sendiri.

Jam : 09.10

3 Mengkaji derajat mobilisasi klien dengan menggunakan skala ketergantungan ( 0-4) atau dengan skala tingkat kemandirian.

Hasil : Derajat kemandirian klien 5/A

Jam : 09.15

4 Menjelaskan pada klien tentang proses penuaan dan mamfaat latihan bagi tubuh.

Hasil : Klien memahami

Jam : 09.20

5. Mengajarkan dan demonstrasikan laithan ROM aktif/pasif melalui latihan okopasi.

Hasil : Klien bisa melakukan latihan gerakan yang ringan saja.

Jam : 09.20

6. Membantu untuk melakukan latihan rentang gerak ( ROM aktif atau fasif )

Hasil : Klien merasakan mudah setelah dibantu melakukan latihan

Jam : 09.25

7. Mengnjurkan klien untuk latihan menggunakan ektrimitas yang tidak sakit.

Hasil : memahami anjuran.

Jam : 09.30

8. Mengajarkan klien teknik relaksasi.

Hasil : klien mengikuti apa yang diajarkan dan mengatakan merasa enak.

Jam:

9. Membuatkan rencana aktivitas klien sehingga istirahat klien tidak terganggu.

Hasil : TAK ( latihan Okupasi ) bisa dilakukan tiap pagi setelah makan pagi

jam:

10. Memberi kesempatan klien untuk melakukan aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.

Hasil : klien tetap melakukan

aktivitas yang bisa dilakukan sendiri

Jam :

11. Membantu klien dalam aktivitas sehari hari yang dirasa berat bagi klien.

Hasil : Aktivitas dapat dilaksanakan dengan baik.

Jam :

12.Melibatkankeluarga/teman/pembina dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari - hari

Hasil : Peran serta teman dan pembina selalu ada.

Jam :09.30

1. Kaji tingkat penurunan penglihatan mata klien dan penurunan fungsi persyarafan klien.

Hasil : Penurunan penglihatan pada jarak meter klien masih bisa lihat tapi kurang jelas.Dan tremor terjadi bila tangan kiri memegang sesuatu.

Jam :

2. Jelaskan pada klein tentang proses penuaan dan dampaknya pada mata dan syaraf.

Hasil : Klien mamahami penjelasan yang diberikan.

Jam :

3. Jelaskan kebutuhan klien akan keamanan dan keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.

Hasil : Klien mengerti dan mampu menyebutkan ulang yang dijelaskan walaupun dengan bantuan.

Jam :

4. Ciptakan lingkungan ruangan yang cukup : pencahayaannya, lantai tidak licin/basah dan ada pagar untuk berpegang tangan.

Hasil : lingkungan cukup pencahayaannya dengan lampu, lantai tidak licin dan basah serta

diruangan disiapkan pegangan.

Jam :

5. Hindari lantai kamar mandi dan WC yang licin serta beri pegangan.

Hasil: Daerah sekitar WC dan Kamar mandi tidak licin ( Kering )

Jam :

6. Dekatkan barang barang keperluan klien.

Hasil : Barang barang yang diperlukan klien dekat dengan klien yaitu disamping tempat tidur.

Jam :

7. Kolaborasi dengan tiem kesehatan lain daalm hal pengobatan atau tindakan lainnya.

Jam : 09 .40

1. Kaji pola tidur klien.

Hasil : klien mengatakan kalau tidur siang sebentar-sebentar saja dan malam sering terbangun

Jam :

2. Jelaskan tyentang proses penuaan denga peurbahan pola tidur pada klien.

Hasil : klien mengerti penjelasan yang diberikan.

Jam :

3. Anjurkan pada lansia untuk menyediakan temapat tidur yang nyaman dan bersih.

Hasil : Tempat tidur klien rapi

dan bersih

Jam :

4. Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat dan minum segelas susu hangat sebelum tidur.

Hasil : Klien minum susu yang telah dibuat.

Jam :

5. Anjurkan lansia untuk kosongkan KK sebelum tidur.

Hasil : Klien memahami anjuran

untuk mengosongkan KK

Jam :

6. Anjurkan berdoa sebelum tidur.

Hasil : kilien mengatakan selalu berdoa sebelum tidur.

Jam :

7. Kolaborasi bila terjadi gangguanTgl 17 Des 2003Jam :

S : Kelin mengatakan

Masih merasakan kaku pada persndiannya.

O : Masih terjadi kekakuan gerakan , Kelemahan masih ada. Kekuatan otot masih kurang.

Bisa melakukan aktivitas latihan yang ringan. Dan masih mendapat bantuan dari teman di wisma untuk kegiatan yang berat.

A : Gangguan mobilitas fisik masih terjadi

P; pertahankan intervensi

Jam :

S :

Klien mengatakan masih terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya juga masih gemetaran bila memegang sesuatau

O :

Tampak klien mengugunakan lensa kontak. Pandangan pada jarak meter masih bisa dilihat klien, tremor masih terjadi. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatasA:

Risiko cedera masih persisten.

P :

Pertahannkan intervensi

Tgl 17 Ders 2003Jam :

S :

Klien mengatakan tidur siang masih sebentar sebentar saja, tapi malam mulai enak, jarang terbangun.

O :

Tampak klien segar

A ; Pola tidur mulai berubah baik

P ;

Pertahankan intervensi.

D. Rencana Tindakan keperawatanDIAGNOSA KEPERAWATANTUJUANINTERVENSIRASIONALISASIIMPLEMENTASIEVALUASI

Tanggal : 19 des 2003Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan fungsi sist. Muskuloskletal ditandai dengan :

Data Subjektif :

Klien mengatakan kaku pada persendian terutama pada lutut, kadang- kadang tidak bisa bergerak apabila bengkak.

Data Objektif :

Terjadi kekakuan pada gerakan tubuh,perubahan poster tubuh agak sedikit membungkuk dan jalan sedikit agak miring,terjadi defotmitas pada kaki kanan, kelemahan, dan klien tidak pernah melakukan aktivitas seperti latihan gerak sendi . Keluhan tersubut diatas sangat berpengaruh terhadap kegiatan sehari hari klien.

Tanggal : 19 des 2003Risiko cedera fisik berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan dan persyarafan ditandai dengan

Data subjektif :

Klien mengatakan terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya bila memegang sesuatau terasa bergetar / tremor

Data Objektif :

Tampak klien mengugunakan lensa kontak. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut

Tanggal : 16 Des 2003Gangguan pola tidur berhubungan dengan stress psikologis ditandai denganData subjektif :

Klien mengatakan kalau tidur siang hanya sebentar sebentar saja, sering terbangun malam karena sering kencing.

Jadawal tidur siang

Tidur siang : Setelah sholat Zduhur Tidur malam : Mulai jam 20.00 s/d jam 05.00

Gangguan mobilitas fisik dapat berkurang dengan criteria :

Keluhan klien berkurang.

Tidak terjadi kekakuan gerakan lagi.

Kelemahan berkurang.

Bisa melakukan aktivitas latihan yang ringan.

Aktivitas sehari hari tidak terganggu lagi.

Cedera fisik dapat diatasi dengan kriteria :

Keluhan penglihatan kabur tidak lagi, air mata berlebihan jadi berkurang dan gemetaran tidak lagi.

Pemakaian lensa kontak kadang-kadang saja bila sangat diperlukan.

Aktivitas sehari hari tidak terganggu lagi.

Gangguan pola tidur klien dapat teratasi dengan kriteria :

Klien tidur dengan tenang, tidak sering terjaga

10. Kaji kemampuan dan kelemahan secara fungsional .

11. Kaji derajat mobilisasi klien dengan menggunakan skala ketergantungan ( 0-4) atau dengan skala tingkat kemandirian.( 0-5 ) atau ( A- E )

12. Jelaskan pada klien tentang proses penuaan dan mamfaat latihan bagi tubuh.

13. Bantu untuk melakukan latihan rentang gerak ( ROM aktif atau fasif )

14. Anjurkan klien untuk latihan menggunakan ektrimitas yang tidak sakit.

15. Ajarkan klien teknik relaksasi.

16. Buatkan rencana aktivitas klien sehingga istirahat klien tidak terganggu

10 Beri kesempatan klien untuk melakukan aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.

12.Libatkan keluarga/teman/pembina dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari hari.

13. Lakukan kolaborasi dengan tiem kesehatan lain bila ada keluhan.

8. Kaji tingkat penurunan penglihatan mata klien dan penurunan fungsi persyarafan klien.

9. Jelaskan kebutuhan klien akan keamanan dan keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.

10. Ciptakan lingkungan ruangan yang cukup : pencahayaannya, lantai tidak licin/basah dan ada pagar untuk berpegang tangan.

11. Dekatkan barang barang keperluan klien.

12. Kolaborasi dengan tiem kesehatan lain dalam hal pengobatan atau tindakan lainnya.

1. Kaji pola tidur klien.

2. Jelaskan tentang proses penuaan denga peurbahan pola tidur pada klien.

3. Anjurkan pada lansia untuk menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih.

4. Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat dan minum segelas susu hangat sebelum tidur.

5. Anjurkan lansia untuk berkemih sebelum tidur.

6. Anjurkan berdoa sebelum tidur.

7. Kolaborasi bila terjadi gangguanmengetahui kemempuan kekuatan klien membantu dalam menentukan intervensi.

Untuk mengetahui tingkat ketergantungan dan tingkat kemandirian sebagai dasar menentukan intervensi.

Menambah pengetahuan klien dan menyadari penting latihan tubuh.

mengurangi gerak yang tidak terkendali yang dapat menyebabkan kelelahan.

untuk menghindari rasa nyeri akibat latihan.

Tehik relaksasi dapat menyebabkan otot kendor dan menguragi penggunaan energi yaang berlebihan.

Dengan aktifitas secara rutin membuat kelelahan dan memudahkan untuk istirahat.

Melakukan aktivitas secara optimal sesuai dengan kemampuannya untuk menghindari kekakuan pada sendi dan otot.

Keterlibatan keluarga dapat memotivasi klien dalam latihan dan aktivitas.

Mengurangi/mengatasi keluhan yang dirasakan.

Menentukan tingkat visual klien membantu dalam menentukan intervensi selanjutnya.

Dengan mengetahui akibat penurunan fungsi penglihatan klien lebih waspada .

Lingkungaan sangat mendukung untuk terhindar dari cedera.

Keperluan klien yang dekat dan dapat dijangkau.

Pemeriksaan secara teratur dapat membantu klien mencegah atau mengatasi masalah yang dialami klien.

Memudahkan dalam menentukan intervensi selanjutnya.

Memberi penjelasan tentang proses penuaan dengan gangguan pola tidur akan membantu klien menyadari gangguan pola tidur yang dialami.

Tempat tidur yang nyaman dan bersih dapat membantu klien tidur dengan maksimal.

Mandi hangat sebelum tidur menyebabkan relaksasi yang dapat merangsang rasa tidur.

Kandung kemih yang penuh menyebabkan gelisah dan susah untuk tidur

Melakukan doa akan memberikan ketenangan.

Obat penenang dapat membantu untuk tidur.Jam ; 09.05

2 .Mengkaji kemampuan dan kelemahan secara fungsional .

Hasil : Kemapuan klien hanya mampu mandi, makan,BAB,BAK, dan cuci pakaian sendiri.

Jam : 09.10

3 Mengkaji derajat mobilisasi klien dengan menggunakan skala ketergantungan ( 0-4) atau dengan skala tingkat kemandirian.

Hasil : Derajat kemandirian klien 5/A

Jam : 09.15

4 Menjelaskan pada klien tentang proses penuaan dan mamfaat latihan bagi tubuh.

Hasil : Klien memahami

Jam : 09.20

6. Membantu untuk melakukan latihan rentang gerak ( ROM aktif atau fasif )

Hasil : Klien merasakan mudah setelah dibantu melakukan latihan

Jam : 09.25

7. Mengnjurkan klien untuk latihan menggunakan ektrimitas yang tidak sakit.

Hasil : memahami anjuran.

Jam : 09.30

8. Mengajarkan klien teknik relaksasi.

Hasil : klien mengikuti apa yang diajarkan dan mengatakan merasa enak.

Jam:

9. Membuatkan rencana aktivitas klien sehingga istirahat klien tidak terganggu.

Hasil : TAK ( latihan Okupasi ) bisa dilakukan tiap pagi setelah makan pagi

jam:

10. Memberi kesempatan klien untuk melakukan aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.

Hasil : klien tetap melakukan

aktivitas yang bisa dilakukan sendiri

Jam :

12.Melibatkankeluarga/teman/pembina dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari - hari

Hasil : Peran serta teman dan pembina selalu ada.

Jam :09.30

8. Kaji tingkat penurunan penglihatan mata klien dan penurunan fungsi persyarafan klien.

Hasil : Penurunan penglihatan pada jarak meter klien masih bisa lihat tapi kurang jelas.Dan tremor terjadi bila tangan kiri memegang sesuatu.

Jam :

9. Jelaskan kebutuhan klien akan keamanan dan keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.

Hasil : Klien mengerti dan mampu menyebutkan ulang yang dijelaskan walaupun dengan bantuan.

Jam :

10. Ciptakan lingkungan ruangan yang cukup : pencahayaannya, lantai tidak licin/basah dan ada pagar untuk berpegang tangan.

Hasil : lingkungan cukup pencahayaannya dengan lampu, lantai tidak licin dan basah serta

diruangan disiapkan pegangan.

Jam :

11. Dekatkan barang barang keperluan klien.

Hasil : Barang barang yang diperlukan klien dekat dengan klien yaitu disamping tempat tidur.

Jam :

12. Kolaborasi dengan tiem kesehatan lain daalm hal pengobatan atau tindakan lainnya.

Jam : 09 .40

8. Kaji pola tidur klien.

Hasil : klien mengatakan kalau tidur siang sebentar-sebentar saja dan malam sering terbangun

Jam :

9. Jelaskan tyentang proses penuaan denga peurbahan pola tidur pada klien.

Hasil : klien mengerti penjelasan yang diberikan.

Jam :

10. Anjurkan pada lansia untuk menyediakan temapat tidur yang nyaman dan bersih.

Hasil : Tempat tidur klien rapi

dan bersih

Jam :

11. Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat dan minum segelas susu hangat sebelum tidur.

Hasil : Klien minum susu yang telah dibuat.

Jam :

12. Anjurkan lansia untuk kosongkan KK sebelum tidur.

Hasil : Klien memahami anjuran

untuk mengosongkan KK

Jam :

13. Anjurkan berdoa sebelum tidur.

Hasil : kilien mengatakan selalu berdoa sebelum tidur.

Jam :

14. Kolaborasi bila terjadi gangguanTgl 19 des 2003Jam :

S : Kelin mengatakan

Masih merasakan kaku pada persndiannya.

O : Masih terjadi kekakuan gerakan , Kelemahan masih ada. Kekuatan otot masih kurang.

Bisa melakukan aktivitas latihan yang ringan. Dan masih mendapat bantuan dari teman di wisma untuk kegiatan yang berat.

A : Gangguan mobilitas fisik masih terjadi

P; pertahankan intervensi

Tgl 19 des 2003Jam :

S :

Klien mengatakan masih terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya juga masih gemetaran bila memegang sesuatau

O :

Tampak klien mengugunakan lensa kontak. Pandangan pada jarak meter masih bisa dilihat klien, tremor masih terjadi. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatasA:

Risiko cedera masih persisten.

P :

Pertahannkan intervensi

Tgl 19 des 2003Jam :

S :

Klien mengatakan tidur siang masih sebentar sebentar saja, tapi malam mulai enak, jarang terbangun.

O :

Tampak klien segar

A ; Pola tidur mulai berubah baik

P ;

Pertahankan intervensi.

CATATAN PERKEMBANGAN

NODXHARI/TGLIMPLEMENTASIEVALUASI

1

2

3

I

II

III

Sabtu,14 sept 03Jam ; 09.00

1. Mengkaji kemampuan dan kelemahan secara fungsional .

Hasil : Kemapuan klien hanya mampu mandi, makan,BAB,BAK, dan cuci pakaian sendiri.

Jam : 09.30

2. Mengkaji derajat mobilisasi klien dengan menggunakan skala ketergantungan ( 0-4) atau dengan skala tingkat kemandirian.

Hasil : Derajat kemandirian klien 5/A

Jam; 09. 45

3. Mengulangi kembali penjelasan pada klien tentang proses penuan dan mamfaat latihan bagi tubuh.

Hasil : Klien memahami

Jam 09.55

4. Melanjutkan kembali laithan ROM aktif/pasif melalui latihan okopasi.

Hasil : Klien bisa melakukan latihan gerakan yang ringan saja.

Jam ; 10.10

5. Membantu untuk melakukan latihan rentang gerak ( ROM aktif atau fasif )

Hasil : Klien merasakan mudah setelah dibantu melakukan latihan

Jam : 10. 15

7. Mengajarkan klien teknik relaksasi.

Hasil : klien mengikuti apa yang diajarkan dan mengatakan merasa enak.

jam: 10.30

9.Memberi kesempatan klien untuk melakukan aktivitas secara optimal sesuai kemampuan.

Hasil : klien tetap melakukan aktivitas yang bisa dilakukan sendiri

Jam : 10.35

10. Membantu klien dalam aktivitas sehari hari yang dirasa berat bagi klien.

Hasil : Aktivitas dapat dilaksanakan dengan baik.

Jam :11.00

11.Melibatkankeluarga/teman/pembina dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari - hari

Hasil : Peran serta teman dan pembina selalu ada.

Jam :

1. peng tingkat penurunan penglihatan mata klien dan penurunan fungsi persyarafan klien.

Hasil : Penurunan penglihatan pada jarak 3 meter klien masih bisa lihat tapi kurang jelas.Dan tremor terjadi bila tangan kiri memegang sesuatu.

Jam :

2. Jelaskan pada klein tentang proses penuaan dan dampaknya pada mata dan syaraf.

Hasil : Klien mamahami penjelasan yang diberikan.

Jam :

3.Jelaskan kebutuhan klien akan keamanan dan keselamatan akibat penurunan fungsi tersebut.

Hasil : Klien mengerti dan mampu menyebutkan ulang yang dijelaskan walaupun dengan bantuan.

Jam :

4. Hindari lantai kamar mandi dan WC yang licin serta beri pegangan.

Hasil: Daerah sekitar WC dan Kamar mandi tidak licin ( Kering )

Jam :

5. Ajarkan cara menggunakan alat abntu pindah ( turun dari tempat tidur, bangun pada malam hari untuk BAB/BAK.

Hasil : klien bisa mengerti dan melaksanakan hal hal yang telah dianjurkan.

Jam :

7.Libatkan keluarga/teman se wisma untuk saling tolong menolong.

Hasil : Semua klien yang ada di wisma 3 saling tolong menolong.

Jam :

1. Kaji pola tidur klien.

Hasil : klien mengatakan kalau tidur siang sebentar-sebentar saja dan malam sering terbangun.

Jam ;

2. Anjurkan pada lansia untuk menyediakan temapat tidur yang nyaman dan bersih.

Hasil : Tempat tidur klien rapi dan bersih

Jam :

3. Latih lansia untuk latihan fisik yang ringan ( sesuai hobi dan kemampuan ) pada siang hari beberapa jam sebelum klien tidur.

Hasil : Klien melakukan aktivitas latihan gerak sebelum tidur.

Jam :

4. Tingkatkan regimen kenyamanan waktu tidur mis : mandi hangat dan minum segelas susu hangat sebelum tidur.

Hasil : Klien minum susu yang telah dibuat.

Jam :

5. Anjurkan lansia untuk kosongkan KK sebelum tidur.

Hasil : Klien memahami anjuran untuk mengosongkan KK

Jam :

6. Anjurkan berdoa sebelum tidur.

Hasil : kilien mengatakan selalu berdoa sebelum tidur.

Jam :12.00

S : Kelin mengatakan

Masih merasakan kaku pada persndiannya.

O : Masih terjadi kekakuan gerakan , Kelemahan masih ada. Kekuatan otot masih kurang.

Bisa melakukan aktivitas latihan yang ringan. Dan masih mendapat bantuan dari teman di wisma untuk kegiatan yang berat.

A : Gangguan mobilitas fisik masih terjadi

P; Pertahan kan intervensi

Jam : 12.00

S :

Klien mengatakan masih terjadi perubahan pada penglihtannya yaitu pandangan jadi kabur, air mata sering keluar.

Klien mengatakan tangan kirinya juga masih gemetaran bila memegang sesuatau

O :

Tampak klien mengugunakan lensa kontak. Pandangan pada jarak 3s meter masih bisa dilihat klien, tremor masih terjadi. Dampak terhadap aktivitas sehari hari terjadi akibat keluhan tersebut diatasA:

Risiko cedera masih persisten.

P :

Pertahannkan intervensi

Jam : 12.00

S :

Klien mengatakan tidur siang masih sebentar sebentar saja, tapi malam mulai enak, jarang terbangun.

O :

Tampak klien segar

A ; Pola tidur mulai berubah baik

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA H

DI DUSUN BONTOJAI DESA PARASANGAN BERU

KABUPATEN TAKALAR

MAKASSAR

DOSEN PEMBIMBING : AMBO DALLE,S.Kp,NS.

OLEH :MATHIUS RANTE SALU

NIM : C.120 01 028

Program pendidikan profesi Ners

Fakultas Kedokteran Uivesiatas Hasanuddin

Makassar 2003

LAPORAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

DI DUSUN BONTOJAI DESA PARASANGAN BERU

KECAMATAN GALESONG UTARA

KABUPATEN TAKALAR

OLEH :

ROSAMEY LANGITAN

STB : C 120 00 034

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2003

DAFTAR ISI

1. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

2. RESUME KEPERAWATAN KELUARGA

3. ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIKLEMBARAN PENGESAHAN

Bontojai,Tgl 5 desember 2003

Mengetahui

Pembimbing Akademik

Koordinator

Keperawatan Komunitas

Bpk. Ambo Dalle,S.Kp,NS

Bpk.Abd.Haris.M,S.KpX

X

X

X

X

X

X

o

X

o

X

PAGE 13