of 49 /49
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.K (UMUR 82 TAHUN) DENGAN GANGGUAN NYERI SENDI: REMATIK DI DUSUN SIRNARASA RT 06 RW 02 DESA BEBER A. PENGKAJIAN 1. Identitas Klien Nama : Ny.K Umur : 82 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Dsn.Sirnarasa RT 06 RW 02 Ds.Beber Kec.Cimaragas TTL : Ciamis, 19 mei 1933 Agama : Islam Suku/Bangsa : Sunda, Indonesia Bahasa : Sunda Pendidikan : SD Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Golongan Darah : A Status : Janda Tanggal Pengkajian: 24 Oklober 2015 2. Identitas Penanggung Jawab Nama : Ny.E Umur : 60 Tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Hubungan dengan Klien : Anak Alamat : Dsn.Pasirnangka RT 14 RW 04 Ds.Beber 1

gerontik askep

Embed Size (px)

DESCRIPTION

stikes bp

Citation preview

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.K (UMUR 82 TAHUN)

DENGAN GANGGUAN NYERI SENDI: REMATIK

DI DUSUN SIRNARASA RT 06 RW 02 DESA BEBER

A. PENGKAJIAN

1. Identitas Klien

Nama : Ny.K

Umur : 82 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Dsn.Sirnarasa RT 06 RW 02 Ds.Beber Kec.Cimaragas

TTL : Ciamis, 19 mei 1933

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Sunda, Indonesia

Bahasa : Sunda

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Golongan Darah : A

Status : Janda

Tanggal Pengkajian: 24 Oklober 2015

2. Identitas Penanggung Jawab

Nama : Ny.E

Umur : 60 Tahun

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Hubungan dengan Klien : Anak

Alamat : Dsn.Pasirnangka RT 14 RW 04 Ds.Beber

Kec.Cimaragas

No Tlp : 083812842122

3. Komposisi Anggota Keluarga

No Nama Umur L/P Agama Pendidikan Pekerjaan Tinggal

sendiri1 Ny.K 82 tahun P Islam SD IRT

1

4. Struktur Keluarga

Genogram (tiga generasi)

keterangan :

: Laki-laki : Hub. Pernikahan

: Perempuan : Hub. keluarga

: Meninggal : Klien

: Cerai : Tinggal satu rumah

5. Riwayat Pekerjaan

Ketika Ny. K masih muda, Ny. K bekerja sebagai petani dan sebagai ibu

rumah tangga. Saat ini Ny. K umurnya sudah sangat tua sehingga tidak kuat untuk

mencari nafkah sendiri. Sehari-hari Ny. K hanya mengurus rumah dan kebun

dekat rumahnya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Ny. K mendapatkan gaji

pensiun suaminya dan setiap bulannya Ny. K diberi uang oleh anak-anaknya yang

bekerja diluar kota.

6. Riwayat Lingkungan Hidup

a. Karakteristik Rumah

Karakteristik rumah Ny.K merupakan rumah milik pribadi dengan ukuran

kurang lebih 8x12 meter. Termasuk rumah permanent, berdinding tembok,

2

lantainya dari keramik dan atap rumah menggunakan genteng. Mempunyai 4

kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 1 ruang makan, 1 dapur, 1 kamar

mandi, dan 2 gudang. Dibelakang rumah terdapat kandang ayam. Penataan

rumah rapih dan bersih. Kebersihan lantai kamar mandi kurang bersih karena

tanpak licin dan basah, Penerangan rumah pada malam hari menggunakan

listrik. Ventilasi rumah mencukupi dari total bangunan.

Keluarga ini tergolong dalam tipe keluarga the Single family atau keluarga

janda yang ditinggal meninggal oleh suami dan anaknya sudah tidak hidup

bersama. Dalam satu rumah, hanya terdiri dari seorang ibu berusia 82 tahun yang

suaminya sudah meninggal dan anaknya sudah memisahkan diri.

Denah Rumah:

GD 1 GD 2 KA

RK DP

RM

RT KM ± 10 m

TC

KT 1 KT 2 KT 3 KT 4

Keterangan:

KT : Kamar mandi GD : Gudang

RT : Ruang tamu KA : Kandang ayam

RK : Ruang keluarga : Jendela

RM : Ruang makan : Sumur

DP : Dapur : Pintu

KM : Septic tank

1) Pembuangan Air Kotor

3

Air kotor dibuang ke got saluran air.

2) Pembuangan tinja

BAB dan BAK dibuang melalui saluran septic tank, jarak septic tank dengan

sumber air kira-kira ± 10 meter.

3) Pembuangan Sampah Keluarga

Sampah organik dibuang ke kebun tetapi sampah anorganik dibakar.

4) Sanitasi Lingkungan

Rumah Ny. K tampak bersih, pekarangan tidak dimanfaatkan secara maksimal

hanya ada beberapa tanaman saja.

5) Jamban Keluarga

Mempunyai jamban keluarga sendiri yang terletak di luar rumah.

6) Sumber Air Minum

Ny.K memanfaatkan air sumur sendiri dengan kualitas air tidak berbau tidak

berwarna dan tidak berasa.

b. Karakteristik Tetangga, Komunitas RW,dan Lingkungan Pekerjaan

Tetangga sekitar rumah Ny. K lebih dominan asli daerah tersebut, namun ada

juga yang berasal dari luar daerah. Tetangga di sekitar rumah Ny. K ramah dan

hubungan sesama tetangga terjalin dengan baik. Jarak tempat tinggal Ny. K

dengan tetangga berdekatan. Bila ada masalah antara warga diselesaikan dengan

cara musyawarah. Tetangga keluarga Ny. K sebagian besar bermata pencaharian

sebagai buruh, pedagang, dan petani. Keadaan jalan tempat tinggal Ny. K sudah

di aspal sehingga memudahkan dalam transportasi.

7. Riwayat Rekreasi

a. Hobby/minat

Ny.K mempunyai hobby memasak

b. Keanggotaan organisasi:

Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat yang biasa dilakukan

Ny.K yaitu apabila sedang sehat suka mengikuti pengajian mingguan di mesjid

dekat rumahnya dan mengikuti perkumpulan PWRI.

c. Liburan:

4

Ny.K tidak mempunyai jadwal aktifitas rekreasi yang menentu. Hiburan

rekreasi yang biasa dilakukan Ny.K hanyalah menonton TV dan pergi ke

kebun dekat rumahnya.

8. Keluhan Utama

Ny. K mengatakan sering merasa linu dipersendian kaki serta terasa senut-senut

(nyeri).

9. Riwayat Kesehatan

a. Riwayat Penyakit Sekarang

Pada saat dilakukan pengkajian Ny. K mengeluh merasa linu dipersendian kaki

serta terasa senut-senut (nyeri) dengan skala nyeri 3, Terasa sangat kaku ketika

bangun pagi hari. Ny. K mengatakan sudah 2 tahun nyeri pada bagian sendi

lutut kanan. lutut kadang-kadang tampak merah dan tampak agak bengkak,

ketika berjalan terasa nyeri dan kaku sehingga mengganggu aktifitas.

b. Riwayat Penyakit Dahulu

Ny. K mengatakan tidak mempunyai penyakit menular maupun keturunan.

c. Riwayat Kesehatan Keluarga

Ny. K mengatakan, ibunya mempunyai riwayat penyakit rematik .

10. Pola Aktivitas Sehari-hari

1. Nutrisi

Makanan

Frekuensi makan : 3 kali sehari

Nafsu makan : sedikit

Jenis makanan : nasi dan bubur

Porsi makan : ¼ porsi sekali makan

Alergi terhadap makanan : -

Pantangan makan : -

Minuman

Jenis minuman : air putih dan teh

Porsi minuman : ± 6 gelas sehari

2. Eliminasi

BAK

Frekuensi BAK : ± 6 kali sehari

5

Jenis urin : kuning jernih

Kebiasaan BAK pada malam hari : ya

Keluhan yang berhubungan dengan BAK : tidak ada

BAB

Frekuensi BAB : 1 kali sehari

Jenis BAB : konsitensi lembek

Keluhan yang berhubungan dengan BAB : tidak ada

3. Personal Higene

Mandi

Frekeunsi mandi : 3 kali sehari

Pemakaian sabun (ya/ tidak) : ya

Oral Higiene

Frekuensi dan waktu gosok gigi : 3 kali sehari (pagi, siang, sore)

Penggunaan pasta gigi (ya/ tidak) : ya

Cuci rambut

Frekuensi : 3 hari sekali

Penggunaan shampoo (ya/ tidak) : ya

Kuku dan tangan

Frekuensi gunting kuku : 1 minggu sekali

Kebiasaan mencuci tangan : sebelum melakukan aktifitas

4. Istirahat dan tidur

Tidur malam : ± 4 jam

Tidur siang : kadang-kadang

Keluhan yang berhubungan dengan tidur : kadang-kadang sulit tidur

Gangguan tidur berupa : sering terbangun

5. Kebiasaan mengisi waktu luang

Olahraga : tidak

Nonton TV : ya

Berkebun/ memasak : ya

6. Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan

Merokok (ya/ tidak) : tidak

Minuman keras (ya/ tidak) : tidak

Ketergantungan terhadap obat (ya/ tidak) : tidak

7. Kebutuhan spiritual : sholat 5 waktu dan apabila

6

sedang sehat suka mengikuti

pengajian mingguan di mesjid

dekat rumahnya.

11. Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum Klien :

Kesadaran: Komposmentis

Tanda-tanda Vital :

TD : 140/ 90 mmHg

N : 80 x/menit

RR : 21 x/menit

S : 36˚C

Pemeriksaan head to toe :

1. Kepala

simetris, rambut panjang beruban, distribusi rambut merata, kulit kepala

bersih, rambut tipis, tidak ada benjolan dan tidak ada lesi

2. Mata

Simetris, Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, tidak ada

peradangan, fungsi penglihatan kurang baik

3. Telinga

Simetris, Bersih, tidak ada benjolan, tidak ada serumen, tidak ada tanda-

tanda peradangan, fungsi pendengaran baik.

4. Hidung

simetris, bersih, tidak ada sekret, tidak ada tanda-tanda peradangan, tidak

ada benjolan, penciuman baik .

5. Mulut, gigi dan bibir

Tidak ada stomatitis, gigi tidak lengkap (ompong) kekuningan, bibir

kering, terdapat caries gigi. keadaan mukosa lembab, pengecapan baik.

6. Leher

Tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid, tidak ada lesi.

7. Dada

Bentuk dada simetris, Pergerakan dada simetris, tidak ada kelainan bentuk,

tidak ada sesak nafas

8. Abdomen

tidak ada nyeri tekan,tidak ada benjolan

7

9. Kulit

Bersih, sawo matang, tidak ada luka, tampak kering

10. Ekstremitas

Bentuk simetris, pergerakan terbatas, linu pada persendian kaki serta

terasa senut-senut (nyeri) skala nyeri 3 , lutut kadang-kadang tampak

merah dan tampak agak bengkak .

B. Pengkajian Fungsional

Indeks Barthel (Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari) :

Aktifitas Skor

Makan

0 = Bantuan penuh

5 = Bantuan untuk memotong, mengoles mentega, modifikasi diet

10 = independent

    10  

Mandi

0 = Menbutuhkan bantuan

5 = independent (menggunakan shower)

5

Berdandan

0 = Perlu bantuan

5 = independent berbedak/menyisir/gosok gigi/mencukur

5

Mengenakan Pakaian

0 = Dengan bantuan

5 = Dengan bantuan 50%

10 = independent (mengancing baju, restleting)

10

Buang Air Besar

0 = incontinensia Alvy (menggunakan barium enema)

5 = Kadang tidak tertahan

10 = Dapat mengontrol

10

Buang Air Kecil 10

8

0 = Menggunakan kateter

5 = Kadang ngompol

10 = Bisa mengontrol

Ke Tolet

0 = Butuh Bantuan Penuh

5 = Butuh Bantuan 50%

10 = independent (menghidupkan, dressing, wiping)

10

Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur

0 = Bantuan penuh

5 = Saat berpindah membutuhkan 2 orang untuk membantu

10 = Bantuan minimal 1 orang

15 = independent

15

Berjalan di jalan yang datar

0 = immobilisasi

5 = Selalu menggunakan kursi roda

10 = Berjalan dengan bantuan 1 orang

15 = independent (but may use any aid; for example, stick) > 50

yards

15

Berjalan di tangga

0 = Bantuan penuh

5 = Dengan bantuan (verbal, physical, carrying aid)

10 = independent

5

TOTAL  (0 - 100) 95

Keterangan Penilaian : 0 – 20 : Ketergantungan penuh

21 – 61 : Ketergantungan berat/sangat tergantung

62 – 90 : Ketergantungan moderat

91 – 99 : Ketergantungan ringan

100 : Mandiri

9

Dari hasil penilaian Indeks Barthel yaitu menilai tentang Tingkat kemandirian

dalam kehidupan sehari-hari, di dapatkan hasil 95 itu artinya Ny. K memiliki tingkat

ketergantungan ringan.

C. Pengkajian Status Mental Gerontik

Identifikasi tingkat kerusakan intelektual dengan menggunakan Short Portable Mental

Status Quesioner (SPMSQ)

instruksi :

Ajukan pertanyaan 1-10 pada daftar dan catat semua jawaban :

catat jumlah kesalahan total berdasarkan 10 pertanyaan

Short Portable Mental Status Questionare ( SPMSQ )

Tanggal : 24 Oktober 2015

Nama klien : Ny. K

Jenis Kelamin : Perempuan

Pendidikan : SD

Suku : Sunda

Pertanyaan :

Benar Salah Nomor Pertanyaan Jawaban

√ 1 Tanggal berapa hari ini ? 24 Oktober 2015

√ 2 Hari apa sekarang ? Sabtu

√ 3 Apa nama tempat ini ? Rumah

√ 4 Dimana alamat anda ? Dsn. Sirnarasa

√ 5 Berapa umur anda ? 82 tahun

√ 6 Kapan anda lahir ? (minimal

tahun lahir)

Tahun 1933

√ 7 Siapa presiden Indonesia ? Jokowi

√ 8 Siapa presiden Indonesia

sebelumnya ?

SBY

√ 9 Siapa nama ibu anda ? Ibu Daswi

√ 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap

pengurangan 3 dari setiap

angka baru, secara menurun

17, 14, 11, 8, 5,

Jumlah Benar : 10

10

Salah : 0

Interpretasi :

Salah 0 – 3 : Fungsi intelektual utuh

Salah 4 – 5 : Fungsi intelektual kerusakan ringan

Salah 6 – 8 : Fungsi intelektual kerusakan sedang

Salah 9 – 10 : Fungsi intelektual kerusakan berat

Dari hasil Short Portable Mental Status Questionare ( SPMSQ ) di dapatkan hasil 10

jawaban benar dari semua pertanyaan menunjukkan bahwah fungsi intelektual Ny. K

masih Utuh.

11

D. Diagnosa Keperawatan

I. Analisa Data

No Data Penunjang Etiologi Masalah

1. DS:

Ny.K mengatakan sering merasa

linu dipersendian kaki serta terasa

senut-senut (nyeri).

Ny. K mengatakan terasa sangat

kaku ketika bangun pagi hari.

Ny. K mengatakan sudah 2 tahun

nyeri pada bagian sendi lutut

kanan.

Ny. K mengatakan lututnya

kadang-kadang tampak merah

dan agak bengkak.

Ny. K mengatakan ketika berjalan

terasa nyeri dan kaku sehingga

mengganggu aktifitas

DO:

Tanda-tanda Vital :

TD : 140/ 90 mmHg

N : 80 x/menit

RR : 21 x/menit

S: 36˚C

Skala nyeri: 3

Ny. K terlihat menahan sakit

ketika berjalan jauh, bangun dari

duduk dan bangun dari tidur.

Penurunan fungsi

sendi, tulang dan

otot

Nyeri

Perubahan rasa

nyaman: Nyeri

2. DS :

Ny. K mengatakan kaku dan nyeri

pada persendian yaitu pada lutut

kanan

Ny. K mengatakan apabila sedang

Penurunan fungsi

tulang dan sendi

Kekakuan pada

Gangguan

mobilitas fisik

12

terasa nyeri maka geraknya

terbatas dan aktivitasnya

terganggu.

Ny. K mengatakan kaku sangat

terasa ketika pagi hari

DO :

Deformitas, skala nyeri 3, rentang

gerak terbatas

sendi

Rentang gerak

terbatas

Gangguan

mobilitas fisik

3. DO :

Ny. K mengatakan susah tidur

apabila terasa nyeri pada

persendian kaki.

Ny. K mengatakan tidurnya

sering terganggu karena sering

BAK saat malam hari.

Klien mengatakan BAK pada

malam hari yaitu lebih dari 3 kali.

Ny.K mengatakan apabila sudah

terbangun sulit untuk tidur

kembali.

DO :

Tidur malam : ± 4 jam

Tidur siang : kadang-kadang

Keluhan yang berhubungan

dengan tidur : kadang-kadang

sulit tidur

Gangguan tidur berupa : sering

terbangun

Kebiasaan BAK pada malam hari

: ya

Nyeri dan sering

BAK

Gangguan tidur

Gangguan

tidur secara

kualitas dan

kuantitas

4. DS:

Ny. K mengatakan ketika berjalan

Nyeri dan kaku

rentang gerak

Risiko cedera

13

terasa nyeri dan kaku sehingga

mengganggu aktifitas .

Ny. K mengatakan nyeri dan kaku

apabila berjalan jauh, bangun dari

duduk, bangun dari tidur.

Ny. K mengatakan hampir

terjatuh di kamar mandi

DO:

Ny. K terlihat kesulitan ketika

berjalan

Rentang gerak : Terbatas

Panjangnya langkah klien tidak

sama, karena kaki kiri melangkah

lebih panjang dibanding kaki

kanan.

Terlihat Kebersihan lantai kamar

mandi kurang bersih karena basah

dan licin

terbatas

Risiko cedera

5. Ds:

Ny. K mengatakan kurang

mengerti tentang penyakitnya.

DO:

Tingkat pendidikan klien: tamat

SD

Tingkat pendidikan

yang rendah

Defisit

pengetahuan

tentang penyakit

Defisit

pengetahuan

tentang

penyakit

II. Perioritas Diagnosa Keperawatan

1. Perubahan rasa nyaman: Nyeri b.d penurunan fungsi sendi ditandai dengan nyeri dan

kaku pada lutut kanan dan skala nyeri 3

2. Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri ditandai dengan nyeri, kaku dan keterbatasan

rentang gerak

3. Gangguan tidur secara kualitas dan kuantitas b.d nyeri dan sering BAK ditandai

dengan, gangguan tidur sering terbangun, dan BAK pada malam hari.

4. Risiko cedera b.d gangguan mobilitas fisik ditandai dengan nyeri dan kakuaan saat

berjalan dan beraktivitas.

14

5. Defisit pengetahuan b.d tingkat pendidikan yang rendah.

F. Prioritas Masalah Keperawatan Gerontik

1. Perubahan rasa nyaman: Nyeri b.d penurunan fungsi sendi ditandai dengan nyeri dan

kaku pada lutut kanan dan skala nyeri 3.

No Kriteria Skor Pembenaran

1. Sifat masalah

Bobot : 1

Skala :

Aktual : 3

Resiko : 2

Sejahrera : 1

3/3 x 1 = 1 Ny.K mengatakan sering

merasa linu dipersendian

kaki serta terasa senut-

senut (nyeri).

Ny. K mengatakan terasa

sangat kaku ketika

bangun pagi hari.

Ny. K mengatakan sudah

2 tahun nyeri pada bagian

sendi lutut kanan.

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

Bobot : 2

Skala :

Mudah : 2

Sebagian : 1

Rendah : 0

1/2 x 2 = 1 Melalui pendidikan

kesehatan dan perawatan

terhadap kondisi Ny.K

masalah dapat diatasi

dengan salah satu cara

kompres hangat pada

daerah yang sakit/ nyeri

karena dapat meredakan

atau meringankan nyeri

dan pegal

3. Potensial masalah untuk dicegah

Bobot : 1

Skala :

Tinggi : 3

Cukup : 2

Rendah : 1

2/3 x 1 = 0,6 Msalah telah terjadi,

tetapi masih bisa dicegah

untuk anggota keluarga

yang lain yang belum

terkena penyakit

15

4. Menonjolkan masalah

Bobot : 1

Skala:

Masalah berat, harus segera

ditangani : 2

Ada masalah, tapi tidak perlu

segera ditangani : 1

Masalah tidak dirasakan : 0

2/2 x 1 = 1 Ny. K mengatakan ketika

berjalan terasa nyeri dan

kaku sehingga

mengganggu aktifitas

Total 3,6

2. Gangguan mobilitas fisik b.d nyeri ditandai dengan nyeri, kaku dan keterbatasan

rentang gerak

No Kriteria Skor Pembenaran

1. Sifat masalah

Bobot : 1

Skala :

Aktual : 3

Resiko : 2

Sejahrera : 1

3/3 x 1 = 1 Ny. K mengatakan kaku dan

nyeri pada persendian yaitu

pada lutut kanan

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

Bobot : 2

Skala :

Mudah : 2

Sebagian : 1

Rendah : 0

1/2 x 2 = 1 Ny. K menganggap keluhan

yang dirasakan karena fakor

usia yang semakin tua,

sehingga tidak mau diajak

kepelayanan kesehatan untuk

mengontrol penyakitnya.

3. Potensial masalah untuk dicegah

Bobot : 1

Skala :

Tinggi : 3

2/3 x 1 =

0,6

Karena nyeri terasa

menggangu aktifitas Ny.K

mengatakan mulai

mengurangi aktifitas yang

16

Cukup : 2

Rendah : 1

berat agar penyakitnya tidak

bertambah parah

4. Menonjolkan masalah

Bobot : 1

Skala:

Masalah berat, harus segera

ditangani : 2

Ada masalah, tapi tidak perlu

segera ditangani : 1

Masalah tidak dirasakan : 0

2/2 x 1 = 1 Ny. K mengatakan apabila

sedang terasa nyeri maka

geraknya terbatas dan

aktivitasnya terganggu.

Total 3,6

3. Gangguan tidur secara kualitas dan kuantitas b.d nyeri dan sering BAK ditandai

dengan, gangguan tidur sering terbangun, dan BAK pada malam hari.

No Kriteria Skor Pembenaran

1. Sifat masalah

Bobot : 1

Skala :

Aktual : 3

Resiko : 2

Sejahrera : 1

3/3 x 1 = 1 Ny. K mengatakan susah

tidur apabila terasa nyeri pada

persendian kaki.

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

Bobot : 2

Skala :

Mudah : 2

Sebagian : 1

Rendah : 0

1/2 x 2 = 1 Klien mengatakan apabila

sudah terbangun sulit untuk

tidur kembali. Dengan

lingkungan yang nyaman

dapat membuat klien bisa

tidur dengan tenang dan

tidak terganggu.

3. Potensial masalah untuk dicegah

Bobot : 1

2/3 x 1 =

0,6

Msalah telah terjadi, tetapi

masih bisa dicegah untuk

17

Skala :

Tinggi : 3

Cukup : 2

Rendah : 1

anggota keluarga yang lain

yang belum terkena penyakit

4. Menonjolkan masalah

Bobot : 1

Skala:

Masalah berat, harus segera

ditangani : 2

Ada masalah, tapi tidak perlu

segera ditangani : 1

Masalah tidak dirasakan : 0

1/2 x 1 =

0,5

Ny. K mengatakan tidurnya

sering terganggu karena

sering BAK saat malam hari.

Total 3,1

4. Risiko cedera b.d gangguan mobilitas fisik ditandai dengan nyeri dan kakuaan saat

berjalan dan beraktivitas.

No Kriteria Skor Pembenaran

1. Sifat masalah

Bobot : 1

Skala :

Aktual : 3

Resiko : 2

Sejahrera : 1

3/3 x 1 = 1 Ny. K mengatakan nyeri dan

kaku apabila berjalan jauh,

bangun dari duduk, bangun

dari tidur.

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

Bobot : 2

Skala :

Mudah : 2

Sebagian : 1

Rendah : 0

2/2 x 2 = 2 Kebersihan lantai kamar

mandi Ny. K kurang bersih

karena basah dan licin

sehingga memerlukan

penjelasan mengenai

lingkungan yang aman.

3. Potensial masalah untuk dicegah 2/3 x 1 = Ny. K mengatakan hampir

18

Bobot : 1

Skala :

Tinggi : 3

Cukup : 2

Rendah : 1

0,6 terjatuh di kamar mandi. Hal

tersebut dapat di cegah

dengan menciptakan

lingkungan ruangan yang

cukup : pencahayaannya,

lantai tidak licin/basah

4. Menonjolkan masalah

Bobot : 1

Skala:

Masalah berat, harus segera

ditangani : 2

Ada masalah, tapi tidak perlu

segera ditangani : 1

Masalah tidak dirasakan : 0

2/2 x 1 = 1 Ny. K mengatakan ketika

berjalan terasa nyeri dan kaku

sehingga mengganggu

aktifitas .

Total 4,6

5. Defisit pengetahuan b.d tingkat pendidikan yang rendah.

No Kriteria Skor Pembenaran

1. Sifat masalah

Bobot : 1

Skala :

Aktual : 3

Resiko : 2

Sejahrera : 1

2/3 x 1 =

0,6

Ny. K mengatakan kurang

mengerti tentang

penyakitnya.

2. Kemungkinan masalah dapat

diubah

Bobot : 2

Skala :

Mudah : 2

Sebagian : 1

Rendah : 0

1/2 x 2 = 1 Dengan pendidikan kesehatan

dan perawatan tentang diit

makanan untuk nyeri sendi

dapat menambah pengetahuan

klien

19

3. Potensial masalah untuk dicegah

Bobot : 1

Skala :

Tinggi : 3

Cukup : 2

Rendah : 1

2/3 x 1 =

0,6

memberikan pendidikan

kesehatan tentang penyakit

nyeri sendi karena kurangnya

pengetahuan tentang penyakit

dapat memperparah kondisi

penyakit

4. Menonjolkan masalah

Bobot : 1

Skala:

Masalah berat, harus segera

ditangani : 2

Ada masalah, tapi tidak perlu

segera ditangani : 1

Masalah tidak dirasakan : 0

2/2 x 1 = 1 Ny. K mengatakan kurang

mengerti tentang

penyakitnya. Karena tingkat

pendidikan Ny. K tamat SD

Total 3,2

20

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK

Nama Klien : Ny. K

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Kriteria/Hasil Intervensi Rasional

1. Perubahan rasa nyaman:

Nyeri b.d penurunan

fungsi sendi ditandai

dengan nyeri dan kaku

pada lutut kanan dan

skala nyeri 3

Tujuan:

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan nyeri dapat

teratasi dengan kriteria hasil:

1. Skala nyeri berkurang

2. Kaku pada lutut kanan

dapat berkurang

1. Kaji TTV

2. Kaji intensitas, lokasi,

radiasi, durasi dan faktor

penyebab nyeri muncul

dan hilang

3. Anjurkan klien

mengambil posisi yang

nyaman pada saat tidur

atau duduk di kursi,

tingkatkan istirahat di

tempat tidur sesuai

indikasi.

4. Berikan masase yang

lembut

5. Ajarkan teknik relaksasi

1. Mengetahui keadaan umum

klien

2. Membantu dalam

menentukan kebutuhan

managemen nyeri dan

keefektifan program.

3. Tirah baring mungkin

diperlukan untuk membatasi

nyeri atau cedera sendi

4. Meningkatkan

relaksasi/mengurangi

ketegangan otot.

5. Mengalihkan perhatian

klien dari rasa nyeri

21

dan distraksi

6. Anjurkan kompres

hangat pada daerah yang

sakit

7. Kolaborasi berikan obat

pereda nyeri

6. Kompres hangat dapat

meredakan/meringankan

nyeri dan pegal

7. Untuk meredakan nyeri

2. Gangguan mobilitas fisik

b.d nyeri ditandai dengan

nyeri, kaku dan

keterbatasan rentang

gerak

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan gangguan

mobilitas fisik dapat teratasi

Dengan kriteria hasil:

1. Kaku pada lutut kanan

berkurang

2. Rentang gerak optimal

1. Pantau tingkat nyeri dan

inflamasi pada sendi

2. Kaji kemampuan dan

kelemahan secara

fungsional.

3. Pertahankan istirahat

tirah baring duduk jika

diperlukan

4. Jelaskan pada klien

manfaat latihan rentang

1. Tingkat aktifitas atau latihan

tergantung dari

perkembangan atau resolusi

nyeri

2. Pengkajian kemampuan dan

kelemahan berguna untuk

pengambilan intervensi

selanjutnya

3. Istirahat sistemik dianjurkan

untuk mencegah kelelahan

dan mempertahankan

kekuatan

4. Dengan penjelasan akan

meningkatkan pengetahuan

22

gerak aktif dan rentang

gerak pasif

5. Ajarkan klien untuk

melakukan latihan

rentang gerak aktif dan

pasif

6. Bantu klien untuk

melakukan latihan

rentang gerak aktif dan

pasif

7. Ajarkan klien teknik

relaksasi dan distraksi

8. Buatkan rencana

aktivitas klien sehingga

istirahat klien tidak

terganggu

dan klien mau mengikuti

anjuran

5. Klien dapat mencontoh dan

melaksanakan latihan secra

mandiri

6. Untuk mengurangi kesalahan

dalam melakukan latihan dan

mengurangi beban latihan

7. Relaksasi akan mengurangi

nyeri yang dirasakan

sehingga klien tidak takut

melakukan latihan

8. Jadwal yang dibuatkan akan

membimbing klien dalam

melakukan aktivitas sehingga

klien dapat istirahat dan

meluangkan waktu untuk hal

lainnya

3. Gangguan tidur secara

kualitas dan kuantitas b.d

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan gangguan pola

1. Kaji pola tidur 1. Untuk mengetahui

23

nyeri dan sering BAK

ditandai dengan,

gangguan tidur sering

terbangun, dan BAK

pada malam hari.

tidur dapat teratasi dengan

kriteria hasil:

1. Jumlah waktu tidur dalam

batas normal

2. Tidak sering terbangun

3. Tidak sering BAK malam

hari

2. Kaji faktor penyebab

gangguan pola tidur

3. Anjurkan klien untuk

menyediakan waktu

untuk tidur dan tempat

tidur yang nyaman

4. Anjurkan klien untuk

menghindari minuman

yang merangsang

gangguan tidur salah

satunya kopi, coklat

hitam, alcohol dsb

5. Gunakan alat bantu

untuk tidur

6. Jelaskan tentang tidur

yang efektif bagi lansia

kemudahan dalam tidur.

2. Untuk mengidentifikasi

penyebab aktual dari

gangguan tidur.

3. Dengan lingkungan yang

nyaman dapat membuat klien

bisa tidur dengan tenang dan

tidak terganggu

4. Hindari minuman yang

mengandung Kafein, alcohol

dsb karena dapat

menyebabkan sulit tidur

5. Dengan alat bantu dapat

membantu mendukung untuk

tidur

4. Risiko cedera b.d

gangguan mobilitas fisik

ditandai dengan nyeri

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan risiko cedera

tidak terjadi/ bisa diatasi

1. Kaji adanya agen

penyebab cedera

2. Kaji pengetahuan klien

1. Untuk mengetahui terjadinya

resiko cedera

2. Pengetahuan yang kurang

24

dan kakuaan saat berjalan

dan beraktivitas.

Dengan kriteria hasil:

Nyeri dan kaku dapat

berkurang sehingga aktivitas

sehari-hari tidak terganggu

lagi.

tentang lingkungan

rumah yang aman

3. Memberikan penjelasan

mengenai lingkungan

yang aman

4. Ciptakan lingkungan

ruangan yang cukup :

pencahayaannya, lantai

tidak licin/basah

5. Gunakan alat bantu

untuk beraktivitas jika

memang diperlukan

6. Anjurkan klien untuk

tetap menggerakan sendi

untuk meghindari

kekakuan

7. Anjurkan klien tidak

mengangkat beban berat

dapat mempengaruhi dalam

resiko cedera

3. Lingkungan yang aman dapat

meminimalkan terjadinya

resiko cedera

4. Mencegah terjadinya terjatuh

5. Dengan alat bantu dapat

meminimalisir cidera

6. Dengan menggerakan sendi

secara berkala maka dapat

mengurangi kekakuan

7. Dengan mengangkat beban

berat kaki akan menahan

lebih kuat sehingga

mengakibatkan nyeri dan

mudah terjatuh

25

5. Defisit pengetahuan b.d

tingkat pendidikan yang

rendah

Setelah diberi tindakan

keperawatan defisit

pengetahuan dapat teratasi

dengan kriteria hasil:

1. Mengerti dan tahu tentang

penyakit yang dideritanya

(nyeri sendi)

2. Mengerti tentang diit nyeri

sendi

3. Mengerti tentang

mobilitas fisik

1. Kaji pengetahuan klien

tentang penyakit nyeri

sendi (rematik)

2. Berikan pendidikan

tentang penyakit nyeri

sendi

3. Berikan pendidikan

tentang diit makanan

untuk nyeri sendi

4. Berikan pendidikan

tentang mobilitas fisik

1. Untuk mengetahui tingkat

pengetahuan klien

2. Kurangnya pengetahuan

tentang penyakit dapat

memperparah kondisi

penyakit

3. Kurangnya pengetahuan

tentang diit makanan untuk

nyeri sendi maka bisa

menyebabkan nyeri semakin

parah

4. Kurang pengetahuan tentang

mobilitas fisik maka bisa

menyebabkan kekakuan

sendi dan memperparah

kondisi penyakit

CATATAN PERKEMBANGAN

26

No Tanggal/Jam Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Ttd

1. 24 Oktober 2015 Perubahan rasa nyaman:

Nyeri b.d penurunan fungsi

sendi ditandai dengan nyeri

dan kaku pada lutut kanan

dan skala nyeri 3

1. Mengkaji TTV

TD : 140/ 90 mmHg

N : 80 x/menit

RR : 21 x/menit

S : 36˚C

2. Mengkaji tingkat nyeri:

P (faktor) : penurunan fungsi tulang,

sendi dan otot

Q (quality) : nyeri terasa nyut-nyutan

R (region) : lutut kanan

S (severity) : nyeri terasa

mengganggu

T (time) :nyeri kadang tersa

sepanjang hari, tapi terasa sangat

kaku saat bangun tidur

3. Menganjurkan klien untuk

mengambil posisi yang nyaman pada

saat tidur atau duduk di kursi dan

meningkatkan istirahat di tempat

tidur sesuai indikasi.

S: klien mengatakan

nyeri berkurang

O: klien sudah terlihat

tampak tenang dan

nyaman

A: nyeri masih terasa

masalah teratasi

sebagian

P: lanjutkan intervensi

I :

Anjurkan klien

mengambil posisi

yang nyaman pada

saat tidur atau duduk

di kursi, tingkatkan

istirahat di tempat

tidur sesuai indikasi.

Berikan masase yang

lembut

Ajarkan teknik

27

4. Memberikan masase yang lembut

pada daerah ekstremitas bawah

5. Mengajarkan klien teknik relaksasi

dan distraksi deep breathing

exercise atau bernafas ritmik dan

memassase daerah yang sakit

6. Menganjurkan klien untuk

melakukan kompres hangat pada

daerah yang sakit

7. Berkolaborasi memberikan obat

pereda nyeri

relaksasi dan

distraksi seperti deep

breathing exercise

Anjurkan kompres

hangat pada daerah

yang sakit

Kolaborasi

memberikan obat

pereda nyeri

E: nyeri masih terasa

namun berkurang

2. 24 Oktober 2015 Gangguan mobilitas fisik b.d

nyeri ditandai dengan nyeri,

kaku dan keterbatasan

rentang gerak

1. Memantau tingkat nyeri dan

inflamasi pada sendi

2. Mengkaji kemampuan/kemandirian

dan kelemahan klien secara

fungsional dalam melakukan

aktivitas kehidupan sehari-hari.

3. Mempertahankan istirahat tirah

baring duduk jika diperlukan

4. Menjelaskan pada klien manfaat

latihan rentang gerak aktif dan

rentang gerak pasif

S: klien mengatakan

nyeri berkurang, kaku

berkurang, aktivitas

fisik tidak terlalu

terganggu

O: klien tampak nyaman

A: masalah teratasi

sebagian

P: lanjutkan intervensi

I:

Ajarkan klien untuk

28

5. Mengajarkan klien untuk melakukan

latihan rentang gerak aktif

ekstremitas yang sehat.

Menganjurkan klien untuk

melakukan rentang gerak aktif

sedikitnya empat kali sehari, jika

memungkinkan.

6. Mengajarkan klien untuk melakukan

latihan rentang gerak pasif pada

ekstremitas yang sakit. Melakukan

latihan secara perlahan guna

memberi kesempatan otot.

Melakukan latihan sokong

ekstremitas yang berada di atas dan

dibawah persendian untuk mencegah

ketegangan pada persendian dan

jaringan

7. Menganjurkan klien untuk

melakukan latihan rentang gerak

setiap hari

8. Mengajarkan klien teknik relaksasi

dan distraksi nafas dalam sambil

melakukan latihan

rentang gerak aktif

dan pasif

Bantu klien untuk

melakukan latihan

rentang gerak aktif

dan pasif

E: kaku masih terasa

namun ketika pagi

saja

29

berbaring

9. Membuatkan rencana aktivitas klien

sehingga istirahat klien tidak

terganggu

3. 25 Oktober 2015 Gangguan tidur secara

kualitas dan kuantitas b.d

nyeri dan sering BAK

ditandai dengan, gangguan

tidur sering terbangun, dan

BAK pada malam hari.

1. Mengkaji pola tidur

2. Kaji faktor penyebab gangguan pola

tidur

3. Menganjurkan klien untuk

menyediakan waktu dan tempat tidur

yang nyaman terhindar dari resiko

terjatuh

4. Menganjurkan klien untuk

menghindari minuman yang

merangsang gangguan tidur seperti

kopi, alcohol dsb

5. Menginstruksikan klien untuk

menggunakan alat bantu tidur

(misal; air hangat untuk kompres

relaksasi otot, dan pijatan di

ekstremitas bawah)

S: klien mengatakan

tidak sering terbangun

saat tidur, bisa tidur

selama 6 jam

O: klien terlihat segar

A: masalah teratasi

P: hentikan intervensi

4. 25 Oktober 2015 Risiko cedera b.d gangguan

mobilitas fisik ditandai

1. Menciptakan lingkungan ruangan

yang cukup : pencahayaannya, lantai

S:klien mengatakan

sekarang sangat

30

dengan nyeri dan kakuaan

saat berjalan dan beraktivitas.

tidak licin/basah

2. Menginstruksikan klien untuk tetap

melakukan aktivitas agar tidak

terjadi stress baru pada sendi namun

jangan melakukan aktivas berat

3. Menginstruksikan klien untuk selalu

menjaga kebersihan lantai rumah,

WC agar tidak licin

4. Menganjurkan gunakan alat bantu

untuk beraktivitas jika memang

diperlukan (seperti tongkat)

5. Menganjurkan klien untuk tetap

menggerakan sendi untuk

meghindari kekakuan

6. Menganjurkan klien tidak

mengangkat beban berat

berhati-hati saat

beraktivitas dan tidak

mengangkat beban

berat ketika

beraktivitas

O:lingkungan rumah

klien terlihat rapih,

lantai tidak licin

A:masalah teratasi resiko

cedera tidak terjadi

P: hentikan intervensi

5. 26 Oktober 2015 Defisit pengetahuan b.d

tingkat pendidikan yang

rendah

1. Memberikan pendidikan tentang

penyakit nyeri sendi

a. Pengertian nyeri sendi

b. Penyebab nyeri sendi

c. Tanda dan gejala nyeri sendi

S:klien mengatakan

sekarang sudah

paham tentang

penyakitnya, diit yang

harus dilakukan dan

31

d. Cara mengatasi saat terasa nyeri

e. Komplikasi penyakit

2. Memberikan pendidikan tentang diit

nyeri sendi

a. Makanan yang harus di

konsumsi

b. Makanan yang harus dihindari

c. Makanan yang harus dikurangi

3. Memberikan pendidikan tentang

mobilitas fisik: rentang gerak aktif

dan pasif pada kaki

cara mobilitas fisik

O: klien tidak banyak

bertanya

A: masalah teratasi

P: hentikan intervensi

32

33