33
GEOSTRATEGI INDONESIA DENGAN STUDI KASUS IMPOR KACANG KEDELAI TERHADAP KETAHANAN PANGAN NASIONAL MAKALAH Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Kriteria Penilaian Dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan OLEH : Nama : Sandy Muslim NIM : 0910611047 Jurusan : S1 Ilmu Hukum FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2010

Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

  • Upload
    sandmus

  • View
    5.027

  • Download
    5

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

GEOSTRATEGI INDONESIA DENGAN STUDI KASUS IMPOR KACANG KEDELAI

TERHADAP KETAHANAN PANGAN NASIONAL

MAKALAH

Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Kriteria Penilaian Dalam Mata Kuliah

Pendidikan Kewarganegaraan

OLEH :

Nama : Sandy Muslim

NIM : 0910611047

Jurusan : S1 Ilmu Hukum

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAKARTA

2010

Page 2: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga

penulisan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul dari makalah ini adalah

”Geosrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap

Ketahanan Pangan Nasional”. Penulisan makalah ini ditujukan intuk memenuhi salah

satu kriteria penilaian dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester genap

di Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.

Makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya

dukungan moril dan materiil dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Kedua orang tua, yang telah memberi dukungan dan membantu dalam

pembuatan makalah ini.

2. Dra. Aniek Irawatie, M.Si, selaku dosen Kewarganegaraan.

3. Serta semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan makalah

ini, yang namanya tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para

pembaca. Namun, makalah ini mungkin memiliki kekurangan. Karena itu, sangat

diperlukannya kritik dan saran yang dapat membangun makalah ini sehingga menjadi

lebih baik lagi. Akhir kata, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas

segala kesalahan yang mungkin ada didalam makalah ini.

Jakarta,Juli 2010

Penulis

Page 3: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................... i

DAFTAR ISI.................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang........................................................................................ 1

1.2. Rumusan Masalah.................................................................................. 3

1.3. Tujuan Penulisan..................................................................................... 4

1.4. Metode dan Teknik Penulisan................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Geostrategi Indonesia

2.1.1 Pengertian Geostrategi................................................................. 5

2.1.2. Sifat Geostrategi Indonesia.......................................................... 5

2.1.3. Ketahanan Nasional dan Ketahanan Pangan.............................. 6

2.2. Faktor Penurunan Ketahanan Pangan Indonesia................................... 10

2.3. Cara Mengurangi Ketergantungan Terhadap Impor Kedelai Serta

Mewujudkan Swasembada Kedelai Nasional.......................................... 14

BAB III PENUTUP......................................................................................................... 18

Daftar Pustaka.............................................................................................................. 22

Page 4: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu negara.

Banyak negara dengan sumber ekonomi yang cukup memadai tetapi mengalami

kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi

penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak

digunakan untuk menguasai pertahanan negara. Dengan adanya

ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari negara lain. Dengan

demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan

pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi profit ekonomi saja harus

disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus

dilindungi.

Di Indonesia kedelai merupakan komoditas pangan yang sangat strategis,

mengingat kultur konsumsi masyarakat indonesia yang menggunakan kacang

kedelai sebagai bahan baku produksi, sehingga usaha untuk memenuhi

swasembada tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan kedelai dalam

negeri melainkan juga sebagai pendukung agroindustri nasional dan menghemat

devisa yang dikeluarkan dalam rangka ketergantungan terhadap impor kacang

kedelai serta mengurangi ketergantungan terhadap impor itu sendiri.

Ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar negeri dalam jumlah yang

cukup besar, dapat melumpuhkan ketahanan nasional dan mengganggu

stabilitas sosial masyarakat, ekonomi serta politik. Ketahanan pangan dan

kedaulatan pangan berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan

masyarakat.

Sebagaimana di ketahui bahwa pemenuhan kebutuhan nasional terhadap

kacang kedelai belum tercapai, dimana jumlah kebutuhan masih relatif besar

dibandingkan kapasitas produksi dalam negeri yang hanya dapat memenuhi

sebagian kebutuhan kedelai nasional .

Page 5: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Ketahanan pangan merupakan konsep yang dinamis dalam arti dapat

digunakan mengukur secara langsung kualitas sumber daya manusia dengan

cara mengukur kecukupan pangan dan gizinya. Ketahanan pangan disuatu

negara sangat dipengaruhi tidak hanya dari produksi dan sistemnya melainkan

juga oleh kondisi sosial dan ekonomi negara tersebut.

Konsep ketahanan pangan dapat dilihat dari segi individu dan nasional.

Konsep ketahanan pangan di tingkat individu mengacu pada suatu keadaan

yang dapat menjamin setiap individu dimanapun, kapanpun untuk memperoleh

pangan agar dapat mempertahankan hidup sehat. Sedangkan konsep ketahanan

pangan nasional berarti adanya jaminan kecukupan pangan dan gizi di tingkat

nasional dari waktu ke waktu. Untuk menjamin ketahanan pangan nasional

sampai tingkat individu, ketersediaan pangan dan keterjangkauan aksesnya oleh

semua orang merupakan dua syarat penting. Ketidakseimbangan antara

ketersediaan akses dapat menyebabkan ancaman ketahanan pangan (food

insecurity). Bukti empiris menunjukkan bahwa rapuhnya ketahanan pangan

nasional suatu negara dapat memicu timbulnya goncangan ekonomi dan

meningkatnya kriminalitas.

Ketahanan pangan yang kokoh akan menciptakan suatu keadaan

lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. Tanpa adanya ketahanan pangan,

maka tidak mungkin tercipta sumber daya berkualitas tinggi yang diperlukan

sebagai faktor pendorong penggerak pembangunan. Ketahanan pangan

merupakan prasyarat bagi stabilitas sosial politik, sementara stabilitas sosial

politik merupakan syarat mutlak bagi adanya pembangunan. Kedelai merupakan

komoditas pangan yang terpenting ketiga setelah padi dan jagung yang

mempunyai posisi strategis dalam seluruh kebijakan pangan nasional karena

perannya yang sangat penting dalam menu pangan penduduk Indonesia. Hal

inilah yang melatar belakangi pemilihan judul ” GEOSTRATEGI INDONESIA

DENGAN STUDI KASUS IMPOR KACANG KEDELAI TERHADAP KETAHANAN

PANGAN NASIONAL”

1.2. Rumusan Masalah

Page 6: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Tingginya tingkat ketergantungan impor kacang kedelai Indonesia dan

semakin dominannya kacang kedelai impor di pasaran domestik menimbulkan

berbagai permasalahan. Pada tingkat petani, permasalahan timbul antara lain

diakibatkan oleh harga kacang kedelai impor yang relatif lebih murah

dibandingkan dengan harga kacang kedelai lokal. Akibatnya, dengan biaya

produksi yang masih tinggi para petani tidak sanggup menetapkan harga yang

sesuai agar dapat bersaing dengan kacang kedelai impor. Banyak diantaranya

mengalami kerugian dan akhirnya lebih memilih menanam komoditas lain yang

relatif dapat mendatangkan keuntungan.

Di tingkat produktifitas pangan nasional, Indonesia rentan menghadapi

permasalahan akibat krisis kacang kedelai yang dipicu oleh kelangkaan pasokan

dan tingginya harga kacang kedelai dunia. Tingginya permintaan kacang kedelai

dunia untuk pangan serta berkurangnya pasokan kacang kedelai dari negara-

negara produsen utama. Konsekuensinya adalah semakin besar devisa negara

yang harus dibelanjakan untuk membeli kacang kedelai dari luar negeri untuk

memenuhi kebutuhan nasional.

Dari uraian di atas, penulis dapat mengemukakan Beberapa

permasalahan sebagai berikut:

1. Apa yang dimaksud dengan geostrategi dan geostrategi indonesia?

2. Bagaimanakah sifat-sifat geostrategi?

3. Apakah ketahanan nasional dan ketahanan pangan itu?

4. Apakah yang menjadi faktor lemahnya ketahanan pangan, khususnya

terhadap kacang kedelai di Indonesia?

5. Bagaimana cara mengurangi ketergantungan terhadap impor kacang kedelai

serta mewujudkan swasembada kedelai nasional?

1.3. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui sejauh mana ketahanan pangan Indonesia, khususnya

komoditas pangan kedelai.

2. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum tercapainya swasembada

kedelai nasional.

Page 7: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

3. Untuk mengetahui bagaimana mencapai swasembada kedelai nasional.

1.4. Metode dan Teknik Penulisan

Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis

ini adalah metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan

data dan informasi yang bersifat teoritis yang kemudian data tersebut akan

dijadikan dasar atau pedoman untuk melihat adanya ketidaksesuaian antara teori

dengan kenyataan sebagai penyebab dari permasalahan yang dibahas dalam

karya tulis ini. Sumber – sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi

pustaka diperoleh dari berbagai sumber bacaan. Baik itu buku maupun situs –

situs yang ada di internet.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Geostrategi Indonesia

2.1.1. Pengertian Geostrategi

Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi

lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.

Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan

konstelasi geografi negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan

sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.

2.1.2. Sifat Geostrategi Indonesia

Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi

penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk

ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas,

eksistensi bangsa dan negara Indoesia.

Page 8: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi

kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan

dan keamanan sehingga tercapai kesejaheraan rakyat.

Geostrategi penunjang tugas Pemerintah :

- Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order)

- Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity)

- Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity)

- Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social

Justice)

- Tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the

Act)

2.1.3. Ketahanan Nasional dan Ketahanan Pangan

Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa

berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan

mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala

ancaman, gangguan, tantangan baik yang datang dari dalam maupun dari luar

yang langsung maupun tidak langsung, membahayakan integritas, identitas,

kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangn nasional.

Menurut RM Sunardi dalam Pengantar Teori Ketahanan Nasional,

konsepsi analitik tentang Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamik satu

Page 9: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan

untuk mengembangkan kekuatan nasional didalam mengatasi dan menghadapi

segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari luar maupun dari

dalam yang langsung maupun tidak langsung akan membahayakan integritas,

identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar

tujuan perjuangan nasional. Dalam implementasinya untuk mewujudkan

ketahanan nasional telah menggunakan pendekatan kesejahteraan dan

keamanan dalam upaya melindungi eksistensi dan nilai-nilai Bhineka Tunggal

Ika dalam wadah NKRI.

Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan

kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan

keamanan yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan

secara utuh dan menyeluruh dan terpadu berlandaskan pancasila, UUD 1945,

dan Wawasan nusantara.

Dengan kata lain, konsepsi ketahanan nasional Indonesia merupakan

sebuah pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bagi bangsa

yang mengandung nilai kemampuan mengembangkan serta menghimpun

kekuatan nasional dengan melakukansebuah pendekatan kesejahteraan dan

keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa

dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-

besarnya kemakmuran rakyat secara adil dan merata. Sedangkan keamanan

adalah kemampuan bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap

ancaman dari luar maupun dari dalam negeri.

Asas-asas Ketahanan Nasional Indonesia :

Asas ketahanan nasional Indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai-nilai

Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :

Page 10: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

a) Asas kesejahteraan dan keamanan

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat

dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan

sangat esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan

merupakan asas dalam system kehidupan nasional. Tanpa tercapainya

sebuah taraf kesejahteraan dan keamanan, system kehidupan nasional,

tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan

merupakannilai intrinsik yang ada pada system kehidupan nasional itu

sendiri. Kesejahteraan maupun keamanan harus selalu ada,

berdampingan pada kondisi apa pun.

kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional

yang dicapai merupakan tolak ukur ketahanan nasional.

b) Asas komprehensif integral atau menyeluruh terpadu

Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan

bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang

seimbang, serasi, dan selaras pada seluruh aspek kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, bernegara.

Ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek

kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh, dan terpadu (komprehensif

integral).

c) Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar

System kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek

kehidupan bangs yang saling berinteraksi. Disamping itu, system

kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelililngnya.

Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak, baik yang

Page 11: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke

dalam maupun ke luar.

Mawas ke dalam

Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan

kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai

kemandirianyang proporsional untuk meningkatkan kulitas derajat

kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal ini tidak berarti bahwa

Ketahanan Nasional mengandung sikap isolasi atau nasionalisme sempit.

Mawas ke luar

Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan

serta mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri dan menerima

kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia

internasional. Kehidupan nasional harus mampu mengembangkan

kekuatan nasional untuk memberikan dampak ke luar dalam bentuk daya

tangkal dan daya tawar. Interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam

bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

d) Asas kekeluargaan

Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan,

kesamaan, gotong royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam

kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Asas ini mengakui

adanya perbedaan . dan perbedaan tersebut harus dikembangkan secara

serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembang menjadi konflik

yang bersifat saling menghancurkan.

Ketahanan pangan nasional merupakan suatu sistem pertahanan

ideal yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi.

Page 12: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Subsistem ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan

untuk memenuhi kebutuhan terhadap pangan seluruh penduduk Negara ,

baik dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dan keamanannya.

Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem distribusi yang

efektif dan efisien untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat

memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang

waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan subsistem konsumsi

berfungsi mengarahkan agar pola pemanfaatan pangan secara nasional

memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan gizi, kemananan dan

kehalalannya serta pemanfaatan bahan pangan secara efektif dan

efisien..

2.2. Faktor Penurunan Ketahanan Pangan Nasional

1. Potret Kebijakan Pertanian Indonesia

Sangat disayangkan, Indonesia sebagai negara agraris (sebagian besar

penduduknya hidup sebagai petani) dengan tanah vulkanik yang sangat subur

dan sebagai negara maritim dengan laut yang luas dan garis pantai terpanjang di

dunia, belum mempunyai tekad seperti ditunjukkan oleh Cina, India, Thailand

ataupun Malaysia. Sebagai negara yang dianugerahi kekayaan sumberdaya

hayati terbesar di dunia, laut yang begitu luas, cahaya matahari yang berlimpah,

tanah vulkanik yang sangat subur, sesungguhnya jika dikelola dengan baik tidak

mungkin Indonesia kurang pangan, bahkan sangatlah layak menjadi lumbung

pangan dunia.

Membangun pertanian merupakan bagian penting dari pembangunan

nasional. Pembangunan di sektor ini kenyataannya sangat memprihatinkan.

Sistem yang diciptakan lebih berpihak kepada para konglomerat dan

memberikan keuntungan kepada produsen benih, pupuk dan pestisida

(perusahaan raksasa negara maju bukan industri Nasional).

Page 13: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Sebaliknya, kegiatan ini secara nyata telah memberikan kontribusi

terhadap kerusakan alam pengkerdilan sistem dan budaya tradisional yang

dikembangkan berdasarkan kearifan masyarakat tani secara turun menurun

selama berabad-abad. Pertanian yang seharusnya menjadi sarana

mensejahterakan rakyat, justru menjadi objek segelintir orang untuk mengeruk

keuntungan. Kehidupan dan kesejahteraan hidup petani merosot dan selalu

bertambah miskin.

Petani kehilangan gairahnya untuk bertani dengan rumitnya prosedur

tataniaga, akses permodalan dan sulitnya mendapatkan fasilitas pertanian.

Akibatnya, impor pangan tidak dapat dihindarkan. Setiap tahun devisa negara

hilang. Pengangguran tidak dapat diserap oleh sektor pertanian karena tidak ada

dukungan kebijakan modal atau bank yang berpihak kepada petani untuk dapat

membesarkan skala usaha dan pengembangan produksinya. Di sisi lain

kebijakan harga dalam satu periode telah membunuh pasar petani dan petani

selalu mendapatkan harga pasar produknya yang terus merugi sehingga

berdampak nyata menurunnya minat petani untuk bertanam komoditas pangan.

2. Pergeseran Kultur Budaya Pangan Indonesia

Bangsa Indonesia terdiri atas segala macam etnis, suku bangsa. Indonesia

sangat kaya dengan adat istiadatnya termasuk adat istiadat makan dan cara

membuat makanan. Jenis makanan mulai dari Sabang hingga Marauke

sangatlah beragam. Setiap daerah mempunyai keunikan resep memasaknya

sehingga jenis masakan dari daerah ke daerah di seluruh nusantara ini sangat

bervariasi. Jika kita berkeinginan agar kearifan masyarakat lokal tentang

makanan khas dan asli Indonesia dengan segala jenis resep dan tata cara

mengolah, memasak termasuk cara menyajikannya tidak terlindas lebih jauh

oleh makanan asing, bangsa ini masih harus bekerja keras. Salah satu upaya

adalah dengan cara mengawinkan budaya dan kearifan leluhur bangsa ini

dengan ilmu pengetahuan modern.

Page 14: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Dengan melakukan cara ini, tidak mustahil bangsa ini dapat

mengembangkan sebuah inovasi untuk mengantarkan berbagai jenis makanan

asli Indonesia menjadi makanan yang dibanggakan oleh bangsanya sendiri dan

tidak terus menerus terpinggirkan seperti saat ini tengah terjadi. Tidaklah

mustahil, melalui kerja keras dan saling percaya, bangsa ini dapat menyodorkan

berbagai jenis pangan yang mampu bersaing dengan produk impor. Melalui

inovasi dan sentuhan teknologi, berbagai jenis makanan lokal dapat

dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan generasi kedua, ketiga dan

seterusnya.

Pada saat ini, bangsa Indonesia sedang mengalami krisis kultural di bidang

pangan. Kita cenderung lebih menghargai jenis makanan asing. Membeli dan

mengkonsumsi makanan asing sekalipun belum tentu gizinya baik sudah

merasakan lebih bergengsi dibandingkan mengkonsumsi makanan lokal.

Sebagai akibat dari krisis ini, tercatat ada dua kelompok besar masyarakat

Indonesia. Kelompok pertama adalah kelompok kekurangan gizi dan kelompok

yang kedua adalah kelompok kelebihan gizi. Sementara itu kelompok dengan

gizi seimbang adalah kelompok minoritas. Jika hal ini dibiarkan, maka tidak

mustahil, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang

tidak produktif. Indikasi ini sudah dijelaskan oleh FAO bahwa kualitas sumber

daya manusia balita Indonesia tercatat paling rendah di ASEAN.

3. Pengalihan Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri

Pengalihfungsian lahan pertanian menjadi lahan industri berdampak

secara langsung mengurangi kapasitas produksi komoditas pangan khususnya

kedelai. Dengan berkurangnya kapasitas produksi yang berbanding terbalik

dengan kapasitas kosumsi kedelai yang semakin meningkat, mengingat kultur

atau pola konsumsi pangan masyarakat indonesia yang masih menempatkan

kedelai salah satu bahan pangan utama. Hal ini tentunya mempengaruhi tungkat

impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional yang belum dapat

dipenuhi oleh produsen lokal.

Page 15: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

4. Pembenihan Pangan yang Kurang Dikembangkan

Sentra perbenihan pangan kurang di kembangkan sebagai industri benih

Nasional yang utama dan berkelanjutan. Para produsen benih baik swasta

maupun petani penangkar kuang mampu menghasilkan benih yang unggul dan

berdaya hasil tinggi dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu perlu perhatian

yang serius terhadap jaminan ketersediaan benih, pemberian insentif produsen

benih, teknologi produksi, keterjaminan akan konsumsi benih dan tata

perbenihan komoditi pangan yang bermutu (pengadaan, persebaran dan

ketersediaan, dll.) merupakan titik awal untuk memulai bangkit Pangan.

5. Lemahnya Permodalan Petani

lemahnya permodalan petani untuk menanam dalam lahan yang lebih

luas. Kredit yang dapat menjamin usaha di sektor ini tidak ada. Kalaupun ada

hanya sebatas diwacanakan. Lemahnya modal untuk membiayai usaha tani

kedelai berdampak langsung pada rendahnya produktivitas dimana ketiadaan

modal petani tidak melakukan budidaya dengan tepat seperti tidak dipupuk

(tidak mampu beli benih unggul, pupuk dan pestisida), tidak diurus atau diberi air

irigasi, tidak mampu menahan saat harga turun (stok gudang), bahkan petani

terbelit sistem penjualan ijon (tanaman dijual atau digadai sebelum panen)

dengan harga murah.

2.3. Cara Mengurangi Ketergantungan Terhadap Impor Kedelai Serta

Mewujudkan Swasembada Kedelai Nasional

Pembangunan pertanian Pangan harus dipandang dari sisi strategis dan

politis yang menjadi bagian mendasar dari ketahanan dan kemandirian pangan

nasional sebagai bagian dari Ketahanan Nasional dan jangan hanya dipandang

dari sisi untung rugi ekonomi saja. Belajar dari sukses negara-negara yang

swasembada pangan yang pada umumnya memprioritaskan kebijakan perluasan

lahan pertanian dan penerapan teknologi serta insentif sektor pertanian, maka

dengan paradigma baru program transmigrasi yang salah prioritasnya adalah

mendukung revitalisasi ketahanan pangan, dengan pembukaan lahan pertanian

baru (ekstensifikasi), penempatan tenaga kerja pertanian (lapangan kerja) dan

Page 16: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

penerapan teknologi pertanian (intensifikasi) sangatlah tepat.

Melihat kondisi saat ini dan kecenderungan produksi pangan yang semakin

menggantungkan diri kepada impor, maka yang perlu ditekankan adalah:

perluasan areal pertanian pangan dan optimalisasi pemberdayaan sumber daya

pendukung lokalnya, kebijakan tataniaga kedelai dan pembatasan impor kedelai,

pemberian kredit produksi dan subsidi bagi petani Kedelai, pemacuan kawasan

sentra produksi dan fasilitas pasca panen serta ketersediaan stok pangan

sampai tingkat terkecil. Untuk mewujudkan usaha ini, setiap daerah di Indonesia

yang memungkinkan harus turut mendukung dan memfasilitasi pembukaan

lahan pertanian melalui transmigrasi dengan kemudahan kebijakan di daerah.

Untuk itu pemacuan peningkatan produksi pangan nasional harus ditunjang

dengan kesiapan dana, penyediaan lahan, teknologi, masyarakat (petani) dan

infrastrukturnya yang dijadikan sebagai kebijakan ketahanan dan kemandirian

pangan nasional.

Kebijakan Makro Tata Niaga Pangan Nasional

Fasilitasi kebijakan yang memberikan kemudahan patani pangan

untuk mendapatkan subsidi teknologi, mekanisasi dan fasilitas penunjang

budidaya (seperti infrastruktur untuk pertanian seperti irigasi, transportasi, dan

kredit produksi), perlindungan pasar serta kebijakan impor terbatas diperlukan

untuk kembali menggairahkan pertanian pangan. Dalam hal ini perlu adanya

rencana dan program yang jelas dan sistematis serta komitmen terhadapnya

yang mengikat pihak-pihak yang berwenang khususnya dari pemerintah melalui

Departemen Pertanian dan departemen terkait dalam mewujudkan kemandirian

pangan nasional yang tangguh sebagai keputusan nasional (presiden) yang

didukung oleh pemerintah daerah sebagai pelaksana di lapangan.

Hadirnya kelembagaan seperti Assosiasi pengembang dan

kelembagaan pertanian lain seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)

dan lain-lain yang turut serta memperjuangkan dan mengawal program kedelai

Page 17: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

memegang peranan yang penting. Kebijakan tataniaga khususnya penerapan

tarif bea masuk, pembatasan kuota impor, kebijakan harga panen di tingkat

petani melalui mekanisme penyerapan program dan insentif harga panen di

konsumen dalam negeri perlu di atur sedemikian rupa untuk melindungi petani.

Pencanangan Target Produksi Nasional Menuju Swasembada

Menempatkan pangan sebagai bagian menempatkan kepentingan rakyat,

bangsa dan negara serta rasa nasionalisme untuk melindungi, mencintai dan

memperbaiki produksi pangan lokal harus terus dikembangkan menuju arah

kemajuan. Pertanian pangan hendaknya jangan dipandang sebagai lahan untuk

menyerap tenaga kerja atau petani dikondisikan untuk terus memberikan

subsidia atau penopang bagi pertumbuhan ekonomi sektor lain. Seperti dengan

kenyataan nilai jual hasil panen harus rendah dan biaya sarana produksi untuk

tanam terus melambung. Tetapi seharusnya petani pangan juga mendapatkan

beberapa prioritas perlindungan oleh pemerintah melalui harga jual yang layak

dan mendapat subsidi produksi karena petani membawa kepercayaan dari

masyarakat dan negara bagi ketahanan pangan, serta petani perlu mendapatkan

kesejahteraan yang layak.

Dalam hal ini adalah wajar jika pemerintah berpihak kepada petani dan

pelaku produksi pertanian pangan karena merupakan golongan terbesar dari

masyarakat Indonesia, penyerap 45% lapangan kerja di Indonesia.

Impor yang sangat menonjol sebagai solusi termudah untuk mengatasi

kekurangan produksi pangan, justru membuat petani semakin terpuruk dalam

produksi pangan dan tidak berdaya atas sistem pembangunan ketahanan

pangan yang tidak tegas. Akibat kelebihan cadangan pangan dari impor

seringkali memaksa harga jual hasil panen petani menjadi rendah tidak

sebanding dengan biaya produksinya sehingga petani terus menanggung

kerugian. Oleh karena itu dalam kurun waktu satu dasa warsa ke depan

Indonesia harus mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi

masyarakatnya.

Page 18: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Hanya dengan regulasi dan kebijakan yang tegas dan berani dari

pemerintah dalam mengatur dorongan budidaya dan tataniaga kedelai,

Indonesia dapat kecukupan pangan dan tidak perlu lagi Impor mengingat

teknologi produktivitas yang tepat telah ada, ketersediaan lahan pengembangan

dan pasar di dalam negeri berpotensi mendukung.

BAB III

PENUTUP

ketergantungan indonesia pada impor kedelai, yang meningkat baik volume

mampu nilainya sangat membahayakan terhadap ketahanan pangan nasional. adanya

kebijakan impor kedelai yang sebenarnya dapat diproduksi petani dalam negeri,

membuat turunnya semangat petani untuk meningkatkan produksi. dalam hal ini

pemerintah harus memiliki keberanian dan mampu memberikan perlindungan harga

kepada petani, sehingga petani akan terdorong untuk meningkatkan produksi kedelai

dalam negeri.

Page 19: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

peningkatan produksi kedelai dalam negeri menjadi amat penting guna

memperkuat ketahanan pangan. terus menurunnya produksi kedelai dalam negeri

dengan konsekuensi mengimpor kedelai dalam jumlah yang sangat besar telah

mengancam ketahanan pangan nasional. diperlukan perluasan areal pertanian yang

disertai peningkatan produktivitas, stabilitas hasil, pengurangan kehilangan hasil panen

dan pasca panen. upaya lain yang perlu mendapat prioritas adalah perbaikan

infrastruktur (fisik dan kelembagaan) dan mengefektifkan kerja penyuluahn yang

dikaitkan dengan penelitian serta melibatkan pihak swasta untuk menjalin kemitraan

dengan petani atau kelompok tani yang didukung kebijakan makro yang kondusif.

langkah konkrit yang sangat penting dilakukan adalah penekanan terhadap tingkat

pertumbuhan penduduk dengan menggencarkan kembali program keluarga berencana.

terjadinya lonjakan harga kedelai akhir-akhir ini memunculkan peluang untuk

dihidupakannya kembali sebuah sistem tata niagayang ideal dan dikembalikannya

fungsi bulog seperti masa lalu. pemulihan peran bulog tersebut hendaknya disertai

dengan transparansi dan mekanisme kontrol yang ketat terhadap bulog. pemberian izin

impor kepada swasta (importir umum) perlu dikaji ulang. impor kedelai hanya dilakukan

pemerintah saja lewat bulog. denga kata lain dalam persoalan kedelai yang sangat

strategis ini pemerintah harus melakukan pengendalaian agar masyarakat tidak menjadi

objek mencari keuntungan.

ditinjau dari semangat untuk membangun perekonomian Indonesia dengan

kekuatan sendiri, terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri, hal ini sangat

sejalan dengan catatan historis keberadaan dan kelangsungan hidup masyarakat

Indonesia bukan semata-mata sebagai komoditas bernilai ekonomi juga sekaligus

mengandung nilai sosial., psikologis, dan politik. dalam hal ini Indonesia tidak perlu

memperluas dan memperdalam liberalisasi perdagangan pangan dunia, terutama untuk

melindungi petani dari persaingan yang tidak adil dalam perdagangan kedelai dunia.

Berikut ini adalah Ancaman, Tantangan, Hambatan, serta Gangguan terhadap

ketahanan pangan nasional.

Ancaman

Page 20: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Liberalisasi perdagangan pangan dunia yang dapat menyebabkan

harga jual hasil panen petani menjadi rendah, maka tidak sebanding

dengan biaya produksinya sehingga petani terus menanggung kerugian.

Hal ini tentunya akan menimbulkan sebuah kondisi dimana komoditas lokal

semakin terpuruk, sebagai akibat liberalisasi perdagangan pangan, dalam

hal ini impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang berbanding

terbalik dengan jumlah produksi dalam negeri.

Tantangan

Peran serta pemerintah dalam membatasi regulasi serta

menerapkan kuota terhadap impor kacang kedelai. Dan memberikan

kemudahan petani pangan untuk mendapatkan subsidi teknologi,

mekanisasi dan fasilitas penunjang budidaya (seperti infrastruktur untuk

pertanian seperti irigasi, transportasi, dan kredit produksi), perlindungan

pasar serta kebijakan terhadap impor terbatas diperlukan untuk kembali

meningkatkan pertanian pangan. Dalam hal ini perlu adanya sebuah

rencana dan program yang jelas, sistematis dan juga menyeluruh serta

komitmen terhadapnya yang mengikat pihak berwenang yang terkait

khususnya dari pemerintah melalui Departemen Pertanian dan

departemen-departemen terkait dalam rangka mewujudkan kemandirian

pangan nasional yang tangguh sebagai keputusan nasional yang didukung

oleh pemerintah daerah sebagai pelaksana di lapangan.

Hambatan

Pembenihan pangan kurang di kembangkan sebagai industri benih

Nasional yang utama dan berkelanjutan. Para produsen benih baik swasta

maupun petani penangkar kurang mampu menghasilkan benih yang unggul

dan berdaya hasil tinggi dalam jumlah yang cukup. Serta lemahnya

permodalan petani untuk menanam dalam lahan yang lebih luas.

Gangguan

Semakin gencarnya invasi produk-produk pangan dari luar negeri yang

Page 21: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

menyebabkan pergeseran kultur budaya pangan Indonesia yang lebih

menghargai jenis makanan asing. Membeli dan mengkonsumsi makanan

asing sekalipun belum tentu gizinya baik sudah merasakan lebih bergengsi

dibandingkan mengkonsumsi makanan lokal. Sebagai akibat dari krisis ini,

tercatat ada dua kelompok besar masyarakat Indonesia. Kelompok

pertama adalah kelompok kekurangan gizi dan kelompok yang kedua

adalah kelompok kelebihan gizi. Sementara itu kelompok dengan gizi

seimbang adalah kelompok minoritas. Jika hal ini dibiarkan begitu saja,

maka tidak mustahil, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lemah,

bangsa yang tidak produktif. Indikasi ini sudah dijelaskan oleh FAO bahwa

kualitas sumber daya manusia balita Indonesia tercatat paling rendah di

ASEAN.

Page 22: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Daftar Pustaka

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/03/02/pemerintah-impor-1-juta-ton-kedelai

http://www.kabarbisnis.com/aneka-bisnis/perdagangan/289769

Pemerintah_Impor_kedelai_1_juta_ton_.html

Irawatie,aniek.2010.Handout dan Evaluasi.Pendidikan kewarganegaraan.jakarta.

Sumarmo.s,dkk.2008.PENDIDIKANKEWARGANEGARAAN.Gramedia.Jakarta.

Page 23: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah Impor 1 Juta Ton Kedelai

JAKARTA (Pos Kota) -Tingginya tingkat konsumsi rakyat  Indonesia terhadap kedelai seperti untuk pembuatan tahu dan tempe membuat produksi dalam negeri tidak mencukupi. Karenanya, pemerintah pada 2010 berencana mengimpor  sekitar satu juta ton kedelai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Sampai saat ini petani kita baru mampu memproduksi kedelai sekitar 1 juta ton. Padahal  kebutuhan rata-rata per tahun sekitar 2 juta ton,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Soetarto Alimoeso, kemarin.

Diakui untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang cukup besar pemerintah tidak bisa menghindari impor kedelai. Hal ini diperlukan agar keseimbangan harga tetap terjaga dan kebutuhan rakyat tetap terpenuhi.

Impor juga tidak akan dilakukan secara berlebihan sehingga harga kedelai dalam negeri tidak jatuh. Dengan cara ini diharapkan stabilitas harga terjaga dan petani tetap bergairah menanam komoditas ini.

Negara yang menjadi asal impor kedelai selama ini antara lain China dan Amerika Serikat. Namun jumlah terbanyak tetap berasal dari Amerika Serikat.

Ke depan pemerintah akan terus mendorong petani agar lebih tertarik menanam

kedelai. Dengan cara ini diharapkan Indonesia tidak akan lagi tergantung dari kedelai

impor. (faisal/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/03/02/pemerintah-impor-1-juta-ton-kedelai

Page 24: Geostrategi Indonesia Dengan Studi Kasus Impor Kacang Kedelai Terhadap Ketahanan Pangan Nasional