of 21/21
1 GANGGUAN MOOD ( AFEKTIF) PPDGJ III F30-F39 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD (AFEKTIF)) F 30 : Episode Manik F 31 : Gangguan Afektif Bipolar F 32 : Episode Depresif F 33 : Gangguan Depresif Berulang F 34 : Gangguan Suasana Perasaan (mood(afektif)) Menetap F 38 : Gangguan Suasana Perasaan (mood(afektif)) Lainnya Manusia : Kesatuan badan dan jiwa Jiwa : Unsur non materi tetapi fungsi & manifestasinya terikat pada materi manifestasi : Kesadaran, proses pikir, emosi, persepsi, perilaku, ciri kepribadian Roh :kesatuan non materi yang berdiri sendiri dan dapat

GANGGUAN AFEKTIF

  • View
    16

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

vfiukgoilk

Text of GANGGUAN AFEKTIF

Manusia

7

GANGGUAN MOOD ( AFEKTIF)

PPDGJ III F30-F39

GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD (AFEKTIF))

F 30 : Episode Manik

F 31 : Gangguan Afektif Bipolar

F 32 : Episode Depresif

F 33 : Gangguan Depresif Berulang

F 34 : Gangguan Suasana Perasaan (mood(afektif)) Menetap

F 38 : Gangguan Suasana Perasaan (mood(afektif)) Lainnya

Manusia : Kesatuan badan dan jiwa

Jiwa

: Unsur non materi tetapi fungsi & manifestasinya terikat pada materi manifestasi : Kesadaran, proses pikir, emosi, persepsi, perilaku, ciri kepribadian

Roh :kesatuan non materi yang berdiri sendiri dan dapat

bereksistensi sendiri. Misal : setan, malaikat, sukma (roh

manusia)

Gangguan Jiwa :

Pola perilaku-psikologik seseorang yang secara klinik cukup bermakna, & secara khas berkaitan dengan gejala penderitaan (distress) atau hendaya didalam satu atau lebih fungsi penting dari seseorangDalam konsep gangguan jiwa didapatkan butir-butir :

Adanya gejala klinis yang bermakna berupa sindrom atau pola perilaku

Gejala klinis tersebut menimbulkan penderitaan (distress) dapat berupa nyeri, tidak nyaman, tidak tentram, dan disfungsi organ tubuh.

Gejala klinis tersebut menimbulkan disfungsi dalam kehidupan sehari-hari termasuk perawatan diri dan kelangsungan hidup.

simptomEtiologi patologi manifestasi klinis sign impairment disabiliy disfungsi

Gangguan psikotik : Semua kondisi yang memberikan indikasi terdapatnya hendaya berat di dalam kemampuan daya nilai realitas.

P S I K O A N A L I S I S

Gangguan psikotik adalah :

Gangguan mental organik

- Demensia

- Delirium

- Sindrom amnestik

- Halusinasi organik

- Sindrom waham organik

- Sindrom afektif organik

Gangguan afektif : depresi, gangguan afektif bipolar Gangguan skizofrenik

Gangguan paranoid

Gangguan psikotik non organik lainAFEKEMOSI

Berlangsung lama

Manifestasi kedalam

Komponen fisiologis >

Bersifat mudah berubah

AFEKTIF DAN EMOSIAfektif = mood = affective state = stimmung: corak perasaan yang sifatnya menetap dan berlangsung lama

Simptom afektif dapat berupa :

1. Hyperthimia : suasana perasaan meningkata. euphoriab. eksaltasi suasana gembira di luar batasc. ekstase : perasaan nyaman2. Hypothimia : hambatan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan3. Poikilothimia : keadaan afek yang mudah berubah4. Distimia : iritabel, egosentrik, tidak nyaman bergaulEMOSI : corak perasaan tidak menetap yang terjadi dalam waktu singkat. Terdiri atas :

Stabilitas : ketetapan dalam bereaksi hidup emosi yang cukup stabil

Pengendalian : keadaan seseorang dapat menguasai dirinya

Echt & unecht : emosi yang sungguh-sungguh (echt), tak sungguh-sungguh (unecht)

Empati : kemampuan merasakan hidup emosi orang lain Dalam-dangkal : dalam=mudah terbawa perasaan Skala diferensiasi : kemampuan mengarahkan diri secara kongkrit melalui pengenalan diri sendiri/ kecerdasan intrapersonal Arus emosi : emosi yang diekspresikan, secara spontan

DEPRESI

Afek depresif

Menurunnya minat dan kegembiraan Gejala utama

(Anhedonia) Menurunnya energi dan aktivitas

- Menurunnya konsentrasi dan perhatian

- Menurunnya harga diri dan kepercayaan diri

- Rasa bersalah dan tidak berguna

-Gagasan bunuh diri Gejala Penyerta

- Pandangan suram dan pesimis

- Gangguan pola tidur

- Penurunan nafsu makan

*ANHEDONIA

Penurunan minat berekreasi

Penurunan libido Penurunan kedekatan - rasa intim

Penurunan hubungan dengan teman sebaya

MANIK

Peningkatan afek

Peningkatan aktivitas dan energi

Bicara >> (Logorhoe) Insomnia

Grandiosity (harga diri melambung) Over optimistik

Ciri Psikotik- Waham

- Halusinasi Mood congruen

WHO & DEPKES RI Survey di 20 Puskesmas di 11 Kabupaten dan Kota November- Desember 2002, umur > 18-85 tahun

Episode depresi : 25,7%

Gangguan panik : 18,4%

Ketergantungan zat psikoaktif : 16%

Gangguan depresi berulang : 10,9%

Gangguan stress pasca trauma : 8.8%

Gangguan cemas menyeluruh : 7,77%

Dari seluruh responden : 51% mengalami satu atau lebih gangguan psikologikJenis-jenis gangguan AfektifI. Episode Manik

a. Hipomanik

Peningkatan mood menetap beberapa hari/lebih

Peningkatan aktivitas fisik dan mental

Hendaya pekerjaan (-)

Hendaya konsentrasi dan perhatian

Halusinasi dan waham (-)

b. Manik Tanpa Gejala Psikotik

Elasi+peningkatan aktivitas >> Bicara >>, grandiousitas,>>optimis

> 1 minggu, >> usia 15-30 tahun

Hendaya pekerjaan dan aktivitas sosial

c. Manik Dengan Gejala Psikotik

Manik >> berat

Waham dan halusinasi (+)

Agresi dan kekerasan (+)d. Episode Manik Lainnyae. Episode Manik YTT

II. GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR

> 2 episode manik atau depresi yang berulang

Remisi (+) antara 2 episode

a. Episode Kini Hipomanik

Kriteria hipomanik (+)

> 1 episode afektif lain di masa lampau

b. Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik

Kriteria manik tanpa gejala psikotik (+)

> 1 episode afektif lain di masa lampau

c. Episode Kini Manik Dengann Gejala Psikotik

Kriteria manik dengan gejala psikotik (+)

> 1 episode afektif lain di masa lampau

d. Episode Kini Depresif Ringan Atau Sedang

Kriteria episode depresif ringan/sedang (+)

> 1 episode afektif lain di masa lampau

1. Tanpa Gejala Somatik

2. Dengan Gejala Somatik

e. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik

Kriteria episode depresif berat dan gejala psikotik (-) > 1 episode afektif lain di masa lampau

f. Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik Kriteria episode depresif berat dengan gejala psikotik

> 1 episode afektif lain di masa lampau

g. Episode Kini Campuran

Manik+depresif (+), > 2 minggu

h. Episode Kini Dalam Remisi

Episode afektif bipolar pernah (+)

Beberapa bulan terakhir gangguam afektif (-)

i. Gangguan Afektif Bipolar Lainnya

j. Gangguan Afektif Bipolar YTT

III. EPISODE DEPRESI

a. Episode Depresif Ringan

2 gejala utama + 2 gejala penyerta > 2 minggu

Hendaya pekerjaan dan kegiatan sosial

1. Tanpa gejala somatik2. Dengan gejala somatikb. Episode Depresif Moderate 2 gejala utama + 3 atau 4 gejala penyerta > 2 minggu, kesulitan nyata dalam pekerjaan dan kegiatan sosial

1. Tanpa gejala somatik2. Dengan gejala somatikc. Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik

Semua gejala utama, depresi (+)

> 4 gejala penyerta > 2 minggu

Tidak bisa melakukan kegiatan sosial dan pekerjaan

d. Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik

Episode depresi berat memenuhi kriteria c

Waham, halusinasi, stupor depresi

e. Episode Depresif Lainnya

f. Episode Depresi YTT

IV. GANGGUAN DEPRESIF BERULANG

Gangguan berulang dari episode depresi ringan, sedang, dan berat Masing-masing episode 6 bulan

Remisi (+)a. Episode Kini Ringan

Kriteria gangguan depresi berulang (+), episode depresi ringan (+)

> 2 episode - > 2 minggu dengan gangguan afektif beberapa bulan

1. Tanpa gejala somatik

2. Dengan gejala somatik

b. Episode Kini Sedang

Kriteria untuk gangguan depresi berulang (+), episode depresi sedang (+)

> 2 episode - > 2 minggu dengan gangguan afektif beberapa bulan

1. Tanpa gejala somatik

2. Dengan gejala somatik

c. Episode Kini Berat Tanpa Gejala Psikotik

Kriteria : gangguan depresi berulang (+), episode depresi berat (+), ciri psikotik (-)

> 2 episode - > 2 minggu dengan gangguan afektif beberapa buland. Episode Kini Berat Dengan Gejala Psikotik

Kriteria : gangguan depresi berulang (+), episode depresi berat (+), ciri psikotik (+)

> 2 episode - > 2 minggu dengan gangguan afektif beberapa bulan

e. Episode Kini Dalam Remisi

Kriteria : Gangguan depresi berulang (+) di masa lampau, episode depresif/gangguan lain (-) di masa sekarang

> 2 episode - > 2 minggu dengan gangguan afektif beberapa bulan

f. Gangguan Depresi Berulang Lainnya

g. Gangguan Depresi Berulang YTT

V. GANGGUAN MOOD (AFEKTIF) MENETAP

Merupakan gangguan mood menetap, berfluktuasi

Masing-masing episodenya jarang/ tidak pernah cukup parah untuk disebut episode hipomanik/ depresi ringan

a. Siklotimia

Ciri esensial ialah ketidakstabilan menetap dari afek (suasana perasaan)

Meliputi banyak periode depresi ringan dan hipomania ringan, diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar (F31-) atau gangguan depresif berulang (F.33-)

Setiap episode alunan afektif (mood swings) tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun yang disebut dalam episode manik (F.30-) atau episode depresif (F.32-)

b. Distimia

Afek depresif yang berlangsung sangat lama, jarang sekali cukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang.

Berlangsung sekurang-kurangnya 2 tahun, kadang-kadang untuk jangka waktu tidak terbatas.

c. Gangguan mood (afektif) menetap lainnya

d. Gangguan mood (afektif) YTT

Gangguan Depresif Singkat Berulang

Episode depresi singkat yang berulang, kira-kira sekali sebulan selama 1 tahun yang lampau

Selama episode depresif masing-masing berlangsung kurang dari 2 minggu (yang khas ialah 2-3 hari, dengan pemulihan sempurna), tetapi memenuhi kriteria simptomatik untuk episode depresif ringan, sedang, atau berat.

DEPRESI TERSELUBUNG

1912 Boenhoeffer : Neurasthenia

Menghindar dengan masalah kejiwaan

Kepala berat seperti tertekan

Tak enak di ulu hati : sembelit

Nafsu makan

Sakit perut, daerah kandung kemih

Tahapan Depresi Terselubung

Menonjol keluhan otonom (vegetatif imbalance, distonia vegetatif)

Sakit kepala, pusing, sakit badan ( rasa panas dan tertekan)

Sangat perasa, gampang marah, gampang lelah

Tidur

Penurunan libido, gangguan menstruasi, flour albus, keringat >>

Nyeri muka dan kuduk

Sakit perut, daerah kandung kemih

PENDEKATAN KLINIS DEPRESI

A. Faktor predisposisi

- Faktor genetik

- Faktor personalitasB. Faktor etiologi

1. Depresi Reaktif

2. Depresi EndogenC. Gejala KlinisI. Disforia, anhedonia, HipoaktivitiII. Gangguan Pola tidur = Insomnia

- Sulit masuk tidur (sleep latensi memanjang)

- Tidur dangkal (fragmented)

- Banyak mimpi

- Bangun dinihari

- Lesu saat bangun pagiIV.Gejala lain

- Menurunnya energi dan aktivitas

- Menurunnya konsentrasi dan perhatian

- Menurunnya harga diri dan kepercayaan diri

- Rasa bersalah dan tidak berguna

- Pandangan suram dan pesimis

- Penurunan nafsu makan - Gagasan bunuh diri Neurotransmitter yang berperan dalam kelainan afektif :

Noradrenalin (NA)

Dopamin (DA) Monoamine

Serotonin (5-HT)

Acetylcholine

Keluhan Somatik

1. Sistem Kardiovaskular : palpitasi, sesak, nyeri dada

2. Sistem Pencernaan : sulit menelan, mual, muntah

3. Sistem Urogenital : ejakulasi prematur, frigiditas, gangguan haid

4. Sistem lain : nyeri kepala, mata kabur