Click here to load reader

GAMBARAN STATUS GIZI IBU HAMIL BERDASARKAN UKURAN

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of GAMBARAN STATUS GIZI IBU HAMIL BERDASARKAN UKURAN

BERDASARKAN UKURAN LINGKAR LENGAN
KOTA DEPOK
Gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep)
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
SCHOOL OF NURSING
JAKARTA
(MUAC) in Sukamaju Depok Area
xx + 58 Pages + 7 Tables + 2 Charts + 2 Pictures + 4 Attachments
ABSTRACT
Basic Health Research in 2003 reported the less nutritional status aged pregnancy
women in 15-45 years with indicator Mid Upper Arm Circumference (MUAC) in
national standars 24,2%. Prevalence less nutritional status in West Java it’s about
20%. It is under national standard. Nutrition needed for mother and fetus. The aim
of this study was known the description maternal nutritional status by Mid Upper
Arm Circumference (MUAC) and known factors that influence in Sukamaju,
Depok. This study was a quantitative study with cross sectional design. Data
obtined through Mid Upper Arm Circumference (MUAC) measurement for 100
pregnacy women by purposive sampling. The results of study show 47% of
pregnant women have good nutritional status in second trimester of pregnancy and
7% less nutritional status in third trimester of pregnancy. Age, education and
family income was factors that influence the maternal nutritional status. Results of
this study can be used as a development of assesment instuments maternal
nutritional status and as a helath promotion development for improving maternal
nutritional status. It is important to do the other research about biochemical
assesment.
nutritional status
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Skripsi, Juli 2015
Gambaran Status Gizi Ibu Hamil berdasarkan Ukuran Lingkar Lengan Atas
(LILA) di Kelurahan Sukamaju Kota Depok
xx + 58 halaman + 7 tabel + 2 bagan + 2 gambar + 4 lampiran
ABSTRAK
Laporan status gizi Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 melaporkan status gizi
kurang pada ibu hamil berumur 15-49 tahun berdasarkan indikator Lingkar
Lengan Atas (LILA) secara nasional sebanyak 24,2%. Prevalensi KEK di Jawa
Barat di bawah nasional yaitu pada nilai 20%. Gizi pada ibu hamil diperlukan
untuk ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status
gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) dan diketahuinya faktor
yang mempengaruhi di Kelurahan Sukamaju, Kota Depok. Metode penelitian
kuantitatif dengan desain cross sectional. Data didapatkan melalui pengukuran
LILA pada 100 ibu hamil yang diperoleh dengan purposive sampling. Hasil
penelitian menunjukkan 47% ibu hamil memiliki status gizi baik pada trimester II
dan 7% status gizi kurang pada trimester III. Faktor yang mempengaruhi status
gizi ibu hamil meliputi umur, tingkat pendidikan, dan pendapatan keluarga. Hasil
penelitian dapat dijadikan untuk pengembangan instrumen pada pengkajian status
gizi ibu hamil dan sebagai pengmbangan promosi kesehatan untuk meningkatkan
status gizi ibu hamil. Perlu dilakukan penelitian tentang pengukuran biokimia.
Kata kunci: Status gizi ibu hamil, LILA, faktor yang mempengaruhi status gizi ibu
hamil
v
vi
vii
viii
Jenis Kelamin : Perempuan
Kecamatan Tapos, Kota Depok
3. SMP Islam PB Soedirman Jakarta Timur 2004-2007
4. SMAN 106 Jakarta Timur 2007-2010
5. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2011-sekarang
Pengalaman Organisasi
2. OSIS SMAN 106 Jakarta Timur 2007-2009
3. Tim Paduan Suara SMAN 106 Jakarta Timur 2007-2009
4. Sanggar Tari Bali Tunjung Putri Kota Depok 2007-2014
5. BEM Program Studi Ilmu Keperawatan UIN SH Jakarta 2012-2013
6. BEM FKIK UIN UIN SH Jakarta 2013-2014
Walau kadang terasa amat menyakitkan
Bersyukurlah atas segala nikmat yang selalu diberikanNya
Panjatkanlah doa kepadaNya dan bekerja keraslah
Jalananilah dengan kejujuran dan akhlak yang mulia
Percayalah Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuk setiap hambanya
Skripsi ini ku persembahakan untuk:
Mama tercinta. Terima kasih telah menjadi mama yang paling terbaik dalam hidup ku, yang menengangkan hatiku, memberi pengajaran yang paling mulia, kasih sayang, dan ilmu yang tidak hentinya terpancar dalam hidupku.
Ayah, pemimpin keluarga yang sangat aku cintai, yang selalu mendampingiku, memberikan pelajaran hidup yang bermakna, seseorang yang mengingatkanku untuk berperilaku baik dan jujur dalam menjalani kehidupan ini dan menjadi motivator terbaik dalam hidupku. Terima kasih atas semua pengorbananmu.
Adik Boy, Saudara kandungku satu-satunya yang selelu mendampingiku, yang membantuku, memberikanku semangat, melindungiku, saudara terbaik dalam hidupku, semoga Alloh selalu memberikn keberkahan dalam hidupmu.
Guru dan Sahabat- sahabatku, kalian adalah orang yang berarti dalam hidupku, terima kasih telah menjadi bagian dalam hidup ku. Semoga Alloh memberikan keberkahan dalam hidup kalian.
Orang-orang yang selalu mendoakanku, memberikan cintanya, dan selalu menghiburku. Semoga Alloh melindungi kalian.
x
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karuniaNya serta sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga
penulis dapat menyelesaikan penyusunan proposal skripsi yang berjudul
“Gambaran Status Gizi Ibu Hamil Di Kelurahan Sukamaju Kota Depok”.
Alhamdulillah, penulis telah dapat menyusun karya tulis yang merupakan
syarat kelulusan Sarjana Keperawatan. Harapan penulis semoga karya tulis ini
dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan bisa bermanfaat bagi semua.
Penulis menyadari penyusunan skripsi ini belum sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran berguna untuk menyempurnakan skripsi ini.
Proses penulisan proposal skripsi ini tak luput dari banyak pihak yang
telah memberikan bantuan. Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr. H. Arif Sumantri, S.KM., M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Prof. DR. (hc). dr. Muhammad Kamil. Tadjuddin Sp. And selaku mantan
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
3. Ibu Maulina Handayani, S.Kp, M.Sc selaku Ketua Program Studi Ilmu
Keperawatan FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
memberikan informasi, motivasi, dan membimbing dalam penulisan
skripsi.
Pembimbing I yang telah bersedia memberikan kebaikannya dalam
membimbing dengan sabar dan memberikan arahan dalam menyelesaikan
penulisan skripsi ini.
yang telah bersedia memberikan kebaikan dalam membimbing dengan
sabar dan memberikan saran dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.
6. Ibu Uswatun Khasanah, MN selaku Dosen Penguji I skripsi atas motivasi,
saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini.
7. Ibu Yenita Agus, M.Kep.,Sp.Mat.,PhD dan Bapak Karyadi, M.Kep., PhD
selaku Dosen Penguji seminar proposal skripsi atas saran dan kritik demi
kesempurnaan skripsi ini.
xi
8. Ibu Nia Damiati, S.Kp, MSN selaku Dosen Pembimbing Akademik yang
selalu memberikan bimbingan dan motivasi dari awal perkuliahan sampai
saat ini.
9. Dinas Kesehatan Kota Depok, Puskesmas Villa Pertiwi, dan Posyandu
Kelurahan Sukamaju yang telah memberikan izin penelitian dan
memberikan arahan.
10. Bapak Andri Yunus dan Ibu Lia Amalia selaku orang tua terbaik yang
selalu mendoakan, memberikan motivasi, menenangkan, dan memberikan
bantuan moril maupun materiil, kepada penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
menghiburku, dan membantuku dalam menyelesaikan skripsi ini.
12. Kelurga besar Hj. Syamsudin Usman dan Mamit yang selalu mendoakan,
mengingatkanku dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi.
13. Sahabat-sahabatku yang selalu memberikan semangat, Fitri, Hasanah
Putri, Aretha, Selly, Imiet, Azizah, Opie, Muzdalifah, Sukma, Indah, Rini,
Tiara, Jessi, Ikna, Manda, Nadhia, Kakak Abdullah H T, Fahmi, Fery, dan
Eko yang senantiasa memberikan semangat dan bantuannya agar segera
menyelesaikan skripsi ini.
14. Teman-teman Kos Karima dan ronin NF 2010 yang menghiburku dan
mendoakanku selama proses pembuatan skripsi.
15. Teman-teman seangkatan PSIK 2011, DEMA FKIK 2013, teman-teman
FKIK 2010-2015 dan teman-teman Ronin NF 2010 yang memberikan
motivasi dan memberikan masukan selama proses pembuatan skripsi.
16. Staf karyawan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta atas bantuannya dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata, penulis berharap Allah SWT membalas semua kebaikan
kepada semua pihak yang telah membantu penulis. Semoga skripsi ini dapat
memberi manfaat.
A. Kerangka Konsep Penelitian........................................................31
B. Definisi Operasional Penelitian....................................................32
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN......................................................34
BB : Berat Badan
BMR : Basal Metabolic Rate
DJJ : Denyut Jantung Janin
KLB : Kejadian Luar Biasa
KMK : Kecil Masa Kehamilan
KMS : Kartu Menuju Sehat
KTI : Kawasan Timur Indonesia
LILA : Lingkar Lengan Atas
MDGs : Millenium Development Goals
SDM : Sumber Daya Manusia
SMA : Sekolah Menengah Atas
SPK : Standar Pelayanan Kebidanan
3.1 Definisi operasional 32
berdasarkan LILA
berdasarkan LILA
5.3 Distribusi frekuensi Tingkat Pendidikan
5.4 Distribusi frekuensi Pendapatan Keluarga
5.5 Distribusi Frekuensi Umur, Pendidikan dan
Pendapatan Berdasarkan Status Gizi Ibu Hamil
44
45
46
48
46
47
xvii
2.1 Garis Pertumbuhan Janin Tiga Periode Trimester
Kehamilan
2.1 Kerangka Teori 30
3.1 Kerangka Konsep 31
Angka Kematian Ibu (AKI) 99% terjadi di negara berkembang, pada
tahun 2013 adalah 230 per 100.000 kelahiran hidup dibanding 16 per 100.000
kelahiran hidup di negara-negara maju. Ibu meninggal akibat komplikasi
selama kehamilan dan setelah kehamilan. Lebih dari 60.000 kematian ibu di
115 negara menunjukkan ibu hamil sudah memiliki riwayat kesehatan yang
buruk (seperti diabetes, malaria, HIV, obesitas) yang menyebabkan 28% dari
kematian. Penyebab lain meliputi perdarahan parah 27%, tekanan darah tinggi
14%, infeksi 11%, melahirkan dan penyebab langsung lainnya 9%,
komplikasi aborsi 8% dan bekuan darah (emboli) 3% (World Health
Organization (WHO), 2014).
Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012,
AKI sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2014). Lima
penyebab kematian ibu terbesar adalah perdarahan (32%), hipertensi dalam
kehamilan 25%, infeksi (5%), partus lama (5%), dan abortus (1%).
Perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi adalah tiga penyebab
utama kematian ibu di Indonesia berdasarkan laporan Depkes 2013. Penyebab
kematian tersebut erat hubungannya dengan asupan gizi, misalnya perdarahan
merupakan salah satu akibat dari kekurangan zat besi, eklampsia disebabkan
oleh hipertensi yang juga ada hubungannya dengan asupan gizi (Nasir, 2013).
Masa kehamilan merupakan masa dimana ibu membutuhkan berbagai
unsur gizi yang lebih banyak daripada yang diperlukan dari keadaan tidak
2
diperlukan juga untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada dalam
kandungannya (Moehji, 2013). Asupan kebutuhan ibu hamil yang tidak
tercukupi, dapat berakibat buruk bagi ibu dan janin. Janin dapat mengalami
kecacatan atau lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), anemia pada
bayi, keguguran, dan kematian neonatal. Ibu hamil yang kekurangan gizi akan
menderita Kurang Energi Kronis (KEK), sehingga berdampak kelemahan
fisik, anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan
diabetes dalam kehamilan yang membahayakan jiwa ibu. Ibu hamil dengan
status gizi kurang akan berisiko melahirkan bayi berat badan rendah 2-3 kali
lebih besar dibandingkan yang berstatus gizi baik, disamping kemungkinan
bayi meninggal sebesar 1,5 kali (Arisman (2007) dalam Marlenywati (2010).
Laporan status gizi Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013
melaporkan status risiko Kurang Energi Kronis (KEK) ibu hamil berumur 15-
49 tahun berdasarkan indikator Lingkar Lengan Atas (LILA) secara nasional
sebanyak 24,2%. Prevalensi KEK di Jawa Barat di bawah nasional yaitu pada
nilai 20%. Ibu hamil KEK berumur 45-49 tahun naik menjadi 15,1% pada
tahun 2007 dan 2013. Ibu hamil berisiko tinggi yaitu ibu hamil dengan tinggi
badan <150 cm (WHO, 2007). Prevalensi nasional ibu hamil berisiko tinggi
sebesar 31,3%, di wilayah Jawa Barat 35%, angka tersebut diatas angka
nasional.
Kehamilan merupakan masa tumbuh kembang manusia yang normalnya
40 minggu atau 280 hari. Periode kehamilan dibagi menjadi tiga trimester.
3
Periode tersebut meliputi trimester pertama: 0-3 bulan, trimester kedua: 4-6
bulan dan trimester ketiga: 7-9 bulan (Sujiono, 2004).
Kehamilan pada trimester pertama merupakan masa pembentukan organ-
organ penting pada janin seperti otak, saraf, organ reproduksi, sepasang
tangan, jari-jari tangan, sepasang kaki, jari-jari kaki, rambut, dan gigi Ibu
hamil biasanya mengalami sindroma morning sickness, mual, muntah dan
nafsu makan berkurang. Bila asupan gizi tidak terpenuhi berdampak
kecacatan pada janin di antaranya bibir sumbing, jari-jari tidak lengkap dan
mengalami kelainan jantung bawaan. Trimester ini sebaiknya ibu hamil
memperbanyak konsumsi gizi penting seperti asam folat yang membantu
pertumbuhan sistem saraf janin (Sutomo, 2010 dan D’Adamo, 2006).
Kehamilan trimester kedua, nafsu makan sudah mulai menambah,
keluhan mual dan muntah berkurang. Kebutuhan gizi ibu hamil terus
meningkat untuk pertumbuhan janin terutama meningkatkan protein dan
kalori. Asupan kalori juga harus tercukupi. Protein dan kalori dibutuhkan
untuk pembentukan plasenta, ketuban, menambah volume darah dan dialirkan
ke seluruh tubuh (Sutomo, 2010).
Kehamilan trimester ketiga, nafsu makan sangat baik dan kebutuhan gizi
semakin meningkat terutama pada kebutuhan protein, kalori, vitamin dan
asupan zat besi. Mineral lain yang dibutuhkan adalah iodium yang berfungsi
membantu mengontrol metabolisme sel dan jika kekurangan iodium
menyebabkan bayi lahir kerdil dan pertumbuhannya terhambat (Sutomo,
2010). Masa trimester ini pertumbuhan janin intensif, perkembangan lebih
jauh pada paru-paru dan otak yang penting (D’Adamo, 2006).
4
seperti: pendapatan, pendidikan, lingkungan yang buruk, kebiasaan makan
yang kurang baik dan kondisi kesehatan yang buruk berpengaruh pada status
gizi dan pertumbuhan serta perkembangan janin (Boyne dalam Bobak, 2004).
Penelitian Muliawati tahun 2013 di Puskesmas Sambi Kabupaten Boyolali,
menyatakan bahwa 79% ibu hamil menderita gizi kurang, karena
berpendapatan sedang (Rp.450.000- Rp.850.000).
Dewasa ini mitos-mitos kehamilan yang baik sadar atau tidak disadari
selalu dipercaya secara turun temurun dalam masyarakat, di Jawa Tengah ibu
hamil pantang makan telur karena mempersulit persalinan dan pantang makan
daging karena menyebabkan perdarahan yang banyak. Sementara di Jawa
Barat, ibu yang kehamilannya memasuki bulan kedelapan sampai kesembilan
sengaja mengurangi makannya agar bayi yang dikandungnya kecil agar
mudah dilahirkan. Budaya pantang pada ibu hamil sebenarnya merugikan
kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya, ibu hamil dilarang makan
telur dan daging, padahal telur dan daging sangat dibutuhkan untuk
pemenuhan gizi ibu hamil dan janin. Akhirnya ibu hamil menderita
kekurangan gizi seperti anemia dan KEK, pendarahan pada saat persalinan
serta bayi yang dilahirkan mengalami BBLR (Tino, 2009 dan Khasanah,
2011).
menurunkan AKI sebesar tiga perempatnya dari angka tahun 1990 dengan
asumsi bahwa rasio saat itu adalah sekitar 450 menjadi 110 (Stalker, 2007).
5
Program pemerintah di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berusaha
memantau status gizi ibu hamil dengan kunjungan antenatal minimal 4 kali
selama kehamilan, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) ibu hamil dan
pemberian tablet besi (Nasir, 2013). Pelayanan Antenatal dilaksanakan sesuai
Standar Pelayanan Kebidanan (SPK) dalam penerapannya meliputi 7T dan
meningkat menjadi 10T, yaitu timbang BB dan ukur TB, ukur tekanan darah,
ukur LILA (nilai status gizi), ukur Tinggi Fundus Uteri (TFU), tentukan
presentasi janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ), skrining status imunisasi
tetanus dan pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bila diperlukan,
pemberian tablet zat Fe minimal 90 tablet selama kehamilan, tes
laboratorium, tatalaksana kasus, temu wicara (konseling) termasuk
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) serta KB pasca
persalinan (Depkes RI, 2010 dalam Novita 2013).
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan dari delapan orang ibu hamil
yang berkunjung ke Puskesmas Villa Pertiwi Kota Depok, didapatkan data
dari delapan ibu hamil yaitu empat ibu hamil termasuk dalam kategori gizi
kurang dengan indikator LILA <23,5 cm dan enam ibu hamil kelompok umur
antara 20-35 tahun dan dari hasil wawancara dengan petugas gizi Puskesmas
Villa Pertiwi belum ada data penelitian penilaian serta pemantauan status gizi
ibu hamil yang berkelanjutan di wilayah Sukamaju Kota Depok.
Perawat berperan penting dalam memberi perawatan individual dengan
mengkaji pasien, berkonsultasi dengan anggota tim kesehatan lain dan
merujuk pasien sesuai kebutuhannya. Ibu hamil yang mengalami status gizi
kurang perlu mendapatkan perawatan khusus (Boyne dalam Bobak, 2005).
6
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang
gambaran status gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) di
Kelurahan Sukamaju Kota Depok.
yang mempunyai risiko KEK atau kekurangan gizi berdasarkan LILA sebesar
34%, paling banyak dijumpai pada kelompok umur <20 tahun (68%), di
daerah pedesaan (40%) dibandingkan di daerah perkotaan (26%) dan ibu
hamil yang berdomisili di kawasan Jawa Bali mempunyai risiko KEK
tertinggi (38%), diikuti Kawasan Timur Indonesia (33%) serta Sumatera
(21%). KEK juga merupakan masalah kesehatan yang menjadi perhatian di
Kota Depok (Nurmadinisia, 2012). Prevalensi ibu hamil KEK 27,4% dan
masih menjadi masalah kesehatan yang mempunyai ambang batas 20%
(Sumarno, 2005). Taffel (1986) menganalisis data dari tahun 1980 kelahiran
nasional dan kematian janin, survei yang terkait antara gizi dan kehamilan.
Berat badan ibu yang rendah dikaitkan: berat badan sebelum kehamilan yang
tinggi, budaya, berusia 35 tahun atau lebih, anak remaja, pendidikan kurang
dari sembilan tahun, pendapatan rendah, dan merokok (Walker, 1991).
Sementara itu, belum ada data status gizi ibu hamil di Kelurahan Sukamaju,
Kota Depok. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti terkait gambaran status
gizi ibu hamil berdasarkan lingkar lengan atas (LILA) di Kelurahan
Sukamaju Kota Depok.
Kota Depok.
a. Diketahuinya status gizi ibu hamil berdasarkan LILA di Kelurahan
Sukamaju Kota Depok.
tingkat pedidikan, dan pendapatan keluarga di Kelurahan Sukamaju
Kota Depok.
pendidikan keperawatan, pelayanan kesehatan, dan peneliti.
1. Bagi Institusi Pendidikan Keperawatan
Hasil penelitian dapat dijadikan pengembangan dari instrumen
pengkajian status gizi ibu hamil di keperawatan maternitas.
2. Bagi Pelayanan Kesehatan
terhadap status gizi ibu hamil di wilayah Kelurahan Sukamaju Kota
Depok
8
b. Sebagai data dasar dalam pengembangan promosi kesehatan gizi ibu
hamil dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil.
c. Sebagai landasan dalam mengembangkan intervensi keperawatan
untuk meningkatkan status gizi ibu hamil.
3. Bagi Peneliti
sebagai dasar untuk promosi kesehatan (penyuluhan) melakukan
penelitian selanjutnya.
sebelumnya sampai persalinan yang normalnya 40 minggu atau 280 hari
dan dibagi menjadi tiga periode atau trimester yang masing-masing
berlangsung tiga bulan (Brooker, 2008). Kehamilan dibagi menjadi tiga
periode tiga bulanan atau trimester. Trimester pertama apabila kehamilan
berumur 0-12 minggu. Trimester kedua apabila umur kehamilan 13-28
minggu, sedangkan trimester ketiga apabila umur kehamilan 29-40
minggu (Hersianna, 2012).
2. Tanda Kehamilan
kemungkinan dan pasti. Tanda presumsi yaitu perubahan yang dirasakan
ibu meliputi amenore (tidak haid), keletihan, perubahan payudara, mual,
muntah, pusing, serta quickening dan tidak mau makan. Tanda
kemungkinan kehamilan yaitu perubahan yang diobservasi oleh
pemeriksa meliputi tanda hegar, ballottement dan tes kehamilan. Tanda
pasti kehamilan meliputi sonografi dan (Klein dalam Bobak, 2004 dan
Siswosuharjo, 2010).
Kehamilan dapat memicu sekaligus memacu terjadinya perubahan
tubuh, baik secara anatomis, fisiologis maupun biokimiawi. Perubahan
ini dapat terjadi sistemik atau lokal. Tujuannya untuk menyejahterakan
janin, meskipun kerap mengabaikan kesehatan ibu.
a. Sistem Kardiovaskular
rongga panggul dan paha. Jika wanita tidur terlentang uterus yang
besar ini juga menekan vena cava. Keadaan yang pertama
menyebabkan aliran balik terganggu sehingga darah mengumpul
pada tungkai bawah. Kondisi yang kedua menyusutkan aliran darah
ke atrium kanan. Dampak kedua kondisi tersebut yaitu hipotensi.
Hipotensi postural dicetuskan oleh terganggunya aliran darah
melalui rongga panggul, sementara supine hypotensive syndrome
atau vena cava syndrome dipicu oleh tekanan pada vena cava
(Arisman, 2009). Selama pertengahan pertama masa hamil, tekanan
sistolik dan diastolik menurun 5 sampai 10 mmHg yang disebabkan
oleh vasodilatasi perifer akibat perubahan hormonal selama masa
kehamilan (Klein dalam Bobak, 2004).
b. Sistem Pernafasan
kerangka iga berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat.
Rahim membesar menyebabkan panjang paru-paru berkurang.
11
tuanya kehamilan dan seiring pembesaran uterus ke rongga
abdomen, pernapasan dada menggantikan pernapasan perut dan
penurunan diafragma saat inspirasi menjadi semakin sulit (Klein
dalam Bobak, 2004).
Perubahan struktur ginjal merupakan akibat aktivitas hormonal
(esterogen dan progesteron), tekanan yang timbul akibat pembesaran
uterus dan peningkatan volume darah (Klein dalam Bobak, 2004).
Panjang ginjal bertambah antara 1-1,5 cm. Piala ginjal melebar
sampai 60 cc (jika tidak hamil: 10 cc). Ureter diatas pintu atas
panggul melebar, memanjang dan berkelok. Statis terjadi
menyisakan banyak urin di dalam saluran pengumpul (dapat
mencapai 200 cc). Perubahan fungsi ginjal diduga akibat
peningkatan hormon ibu, hormon plasenta (adreno corticotropic
hormone/ ACTH), antidiuretic hormone/ ADH, aldosteron, kortisol,
human chronic somato-mammotropin), hormon tiroid serta faktor
lain, seperti penigkatan volume plasma. Glomerular Filtration Rate
(GFR) meningkat sampai 50% (Arisman, 2009).
d. Sistem Endokrin
suatu refleksi peningkatan kebutuhan kalsium dan vitamin D. Janin
12
pertumbuhan dan perkembangannya sehingga menghabiskan
simpanan glukosa ibu dan menurunkan kemampuan ibu mensintesis
glukosa dengan menghabiskan asam amino ibu sehingga kadar
glukosa darah ibu menurun. Akibatnya pada awal kehamilan
pankreas menurunkan produksi insulinnya. Progesteron
menyebabkan lemak disimpan dalam jaringan subkutan di abdomen,
punggung dan paha atas yang berfungsi sebagai cadangan energi
baik masa hamil dan menyusui. Aldosteron mempertahankan
natrium. Tiroksin mengatur metabolisme. Hormon paratiroid
mengontrol metabolisme kalsium dan magnesium. Human Placental
Lactogen (hPL) berperan sebagai hormon pertumbuhan. Human
Chorionic Gonadotropin (hCG) menginduksi mual dan muntah pada
beberapa ibu selama awal kehamilan (Klein dalam Bobak 2004).
e. Sistem Pencernaan
nafsu makan meningkat, muncul rasa mual dan muntah, perubahan
terhadap sensasi rasa dan peningkatan absorbsi zat gizi (Nasir,
2013). Pertumbuhan esterogen memperbanyak sekresi air ludah dan
sifatnya menjadi lebih asam. Kondisi ini memudahkan terjadinya
gigi berlubang dan sekaligus menjelaskan bahwa lubang gigi tidak
disebabkan oleh kekurangan kalsium karena kalsium gigi bersifat
stabil (Arisman, 2009).
Penurunan tonus dinding otot polos menyebabkan fungsi
kandung empedu berubah. Waktu pengosongan memendek dan
sering tidak tuntas. Cairan empedu mengental dan sering terjadi
statis yang memudahkan terbentuknya batu empedu.
Fungsi hati berubah meskipun morfologinya tidak berubah.
Kegiatan alkalin fosfatase dalam serum menigkat dua kali lipat,
diduga akibat dari penambahan isoenzim alkalin fosfatase plasenta.
Kadar albumin dan globulin plasma menurun, penurunan ini
terbilang…