of 134/134
1 GAMBARAN SPASIAL KASUS DIARE PADA ANAK BALITA BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2013-2015 Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Oleh: Nadhira Khairani 1112101000081 PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2017

GAMBARAN SPASIAL KASUS DIARE PADA ANAK BALITA …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/35943/1/NADHIRA... · ... faktor yang memengaruhi tingginya kasus diare di

  • View
    237

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of GAMBARAN SPASIAL KASUS DIARE PADA ANAK BALITA...

  • 1

    GAMBARAN SPASIAL KASUS DIARE PADA ANAK BALITABERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KABUPATEN SERANG

    TAHUN 2013-2015

    Skripsi

    Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana KesehatanMasyarakat (SKM)

    Oleh:

    Nadhira Khairani

    1112101000081

    PEMINATAN KESEHATAN LINGKUNGANPROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA2017

  • i

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANPROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKATKESEHATAN LINGKUNGANSkripsi, Februari 2017

    Nadhira Khairani, NIM: 1112101000081Gambaran Spasial Kasus Diare pada Anak Balita Berdasarkan FaktorLingkungan di Kabupaten Serang Tahun 2013-2015xvi + 113 halaman, 9 tabel, 6 peta, 4 grafik, 2 bagan, 4 lampiran

    ABSTRAK

    ABSTRAK

    Diare pada balita menjadi masalah kesehatan di beberapa daerah tertentukarena angka morbiditas yang tinggi. Faktor lingkungan dicurigai sebagai faktoryang memengaruhi tingginya kasus diare di negara berkembang. Hasil Riskesdastahun 2013 menunjukkan bahwa Kabupaten Serang merupakan salah satu wilayahdengan kasus diare tertinggi dan kondisi sanitasi yang buruk di Provinsi Banten.Penelitian epidemiologi menggunakan pendekatan spasial dapat memberikanperanan dalam menggambarkan masalah kesehatan berbasis wilayah, namun masihjarang dilakukan di Kabupaten Serang.

    Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya gambaran spasial kasus diarepada anak balita berdasarkan faktor risiko lingkungan di Kabupaten Serang tahun2013-2015. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatanSistem Informasi Geografi (SIG). Data yang dikumpulkan bersumber dari DinasKesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan yang memiliki prevalensidiare balita tinggi (prevalensi >10%) hampir tersebar di seluruh bagian KabupatenSerang terutama di wilayah yang termasuk daerah aliran sungai. Pola sebaran diarebalita yang tinggi cenderung lebih banyak di kecamatan yang masyarakatnyamemiliki akses jamban sehat yang rendah (akses

  • ii

    FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCESPUBLIC HEALTH STUDY PROGRAMENVIRONMENTAL HEALTHSkripsi, February 2017

    Nadhira Khairani, NIM: 1112101000081Spatial Distribution of Under-five Childhood Diarrhea Based onEnvironmental Factors in Serang Regency Year 2013-2015xvi + 113 pages, 9 tables, 6 maps, 4 graphs, 4 attachments

    ABSTRCT

    ABSTRACT

    Diarrhea in children aged under five years still become a health problem incertain areas because of its high morbidity. Environmental factors suspected as afactor that contributing to the high incidence of childhood diarrhea in developingcountry. The result of National basic health research (Riskesdas) in 2013 showedthat Serang Regency is one of area with the highest prevalence of diarrhea and poorsanitary condition in Banten Province. Epidemiological research using spatialapproach can provide the role in describing the area-based health problems.However, this study approach is still rarely found in Serang Regency.

    The purpose of this study was to determine the spatial distribution of under-five childhood diarrhea based on environmental factors in Serang Regency year2013-2015. This research using an ecological study design with geographicalinformation system (GIS). Data was collected from Health Departement andDisaster Management Agency (BPBD) of Serang Regency.

    The result of this study showed that districts with high prevalence of under-five childhood diarhhea (prevalence >10%) almost distributed throughout SerangRegency, especially in area including watershed. The distribution pattern ofdistricts with high prevalence of under-five childhood diarhhea tend to be more inthe area with low access of improved sanitation facilities (access

  • iii

    PERNYATAAN PERSETUJUAN

    LEMBAR PERSETUJUAN

    Judul Skripsi:

    GAMBARAN SPASIAL KASUS DIARE PADA ANAK BALITA

    BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DI KABUPATEN SERANG

    TAHUN 2013-2015

    Telah disetujui, diperiksa dan dipertahankan di hadapan Tim Penguji Sidang

    Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu

    Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

    Jakarta, Maret 2017

    Nama: Nadhira KhairaniNIM: 1112101000081

    Mengetahui,

    Pembimbing I Pembimbing II

    Dr. Ela Laelasari, M.Kes Dewi Utami Iriani, M.Kes, Ph.DNIP: 19721002 200604 2 001 NIP: 19750316 200710 2 001

  • iv

    PANITIA SIDANG UJIAN SKRIPSI

    PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

    LEMBAR PENGESAHAN

    Disusun Oleh:

    Nama: Nadhira Khairani

    NIM: 1112101000081

    Jakarta, Maret 2017

    Penguji I,

    Catur Rosidati, M.KM

    NIP. 19750210 200801 2 018

    Penguji II,

    Siti Rahmah Lubis, M.KKK

    Penguji III,

    Andi Asnifatima, S.KM, M.Kes

  • v

    PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI

    LEMBAR PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa:

    1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi

    salah satu persyaratan memperoleh gelar strata satu di Fakultas Kedokteran

    dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

    Jakarta.

    2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya

    cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Fakultas Kedokteran

    dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah

    Jakarta.

    3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau

    merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima

    sanksi yang berlaku di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas

    Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Jakarta, Maret 2017

    Nadhira Khairani

  • vi

    DAFTAR RIWAYAT HIDUPDAFTAR RIWAYAT HIDUP

    DATA DIRI

    Nama : Nadhira Khairani

    Jenis Kelamin : Perempuan

    Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 16 Oktober 1994

    Usia : 22 tahun

    Agama : Islam

    No. Telepon : 085719610843

    Alamat : Jalan Pisangan Barat No. 47 RT 03 RW 05

    Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur,

    Kota Tangerang Selatan

    Email : [email protected]

    RIWAYAT PENDIDIKAN

    2012 Sekarang : Peminatan Kesehatan Lingkungan, Program Studi

    Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan

    Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah

    2009 2012 : MAN 4 Jakarta

    2006 2009 : MTs Sumur Bandung, Cililin

    2000 2006 : MI Pembangunan Jakarta

    RIWAYAT ORGANISASI

    2015 - 2016 : Staf Layout dan Multimedia Berkala Ilmiah

    Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia

    (BIMKMI)

    2014 Sekarang : Anggota Youth For Climate Change (YFCC)

    Indonesia

    2017 : Koordinator Layout dan Multimedia Berkala

    Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

    Indonesia (BIMKMI)

  • vii

    KATA PENGANTAR

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahirobbilalamin, dengan ridho Allah SWT laporan hasil

    penelitian ini dapat diselesaikan. Shalawat beriringkan salam senantiasa

    tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang senantiasa memberikan rahmat

    hingga akhir zaman. Laporan ini disusun untuk menunjang gelar Sarjana Kesehatan

    Masyarakat (SKM). Laporan skripsi dengan judul Gambaran Spasial Kasus Diare

    pada Anak Balita berdasarkan Faktor Lingkungan di Kabupaten Serang Tahun

    2013-2015 dapat selesai dengan baik berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh

    karena itu, ucapan terimakasih dituturkan secara ikhlas dan penuh kerendahan hati

    atas terselesaikannya skripsi ini kepada:

    1. Orang tua tercinta, Drs. Ikhwan M.Ag dan Dra. Najmi Ulya, M.Pd yang sudah

    memberikan dukungannya baik berupa doa, sarana dan prasarana, serta

    motivasi dan nasihat yang akan selalu saya ingat.

    2. Prof. Dr. Arif Sumantri, S.KM, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran dan

    Ilmu Kesehatan dan Ibu Fajar Ariyanti, SKM, M.Kes, Ph.D selaku Ketua

    Program Studi Kesehatan Masyarakat

    3. Ibu Dr. Ela Laelasari, M.Kes selaku pembimbing 1 yang telah meluangkan

    waktunya untuk membimbing, berdiskusi dan memberi nasihat yang akan selalu

    saya ingat.

    4. Ibu Dewi Utami Iriani, M.Kes, Ph.D selaku pembimbing 2 sekaligus dosen

    pembimbing akademik yang telah meluangkan waktu untuk membimbing,

    berdiskusi, dan memberikan semangat.

  • viii

    5. Bapak Fajar Nugraha, yang telah memberikan ilmu tentang Sistem Informasi

    Geografis dan selalu sedia meluangkan waktunya untuk berdiskusi memberikan

    masukan-masukan yang akan selalu saya ingat.

    6. Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Kepada Kepala Dinas Kesehatan

    Kabupaten Serang yang telah memberikan saya izin untuk melaksanakan

    penelitian ini. Kepada seluruh staff sub bidang Pengendalian Penyakit diare dan

    Kesehatan Lingkungan) yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk

    berdiskusi dan menyediakan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini.

    7. Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang.

    Kepada Kepala BPBD Kabupaten Serang yang telah memberikan izin untuk

    pelaksanaan penelitian ini. Terimakasih juga kepada Bapak Nanda, dari Bidang

    Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran yang telah meluangkan

    waktunya untuk berdiskusi dan memberikan data yang dibutuhkan untuk

    penelitian ini.

    8. Kakak dan adikku, M. Rian Fathany, S.T yang selalu mengingatkan penulis

    untuk mengerjakan skripsi dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan selama

    penulisan dan Ahmad Farhan yang selalu mendoakan dan memberikan

    semangat kepada penulis.

    9. Teman-temanku, Ainia, Yola, dan Bella, yang selalu meluangkan waktunya

    untuk membantu memberikan masukan dan menemani selama pengumpulan

    data hingga penulisan laporan ini. Terimakasih juga kepada Isnaeni Wahyu

    Saputri, SKM yang selalu menyediakan waktu untuk berdiskusi tentang analisis

    spasial dan memberikan masukan yang sangat berguna.

  • ix

    10. Teman-teman peminatan Kesehatan Lingkungan dan semua teman Jurusan

    Kesehatan Masyarakat angkatan 2012 yang selalu memberikan semangat.

    11. Semua civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang turut

    memberikan berbagai fasilitas yang mendukung penelitian ini, serta pihak-

    pihak lain yang yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah banyak

    memberikan kontribusi dalam proses penyusunan laporan skripsi ini.

    Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis sendiri,

    mahasiswa, peneliti lainnya, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, BPBD

    Kabupaten Serang, dan masyarakat pada umumnya. Laporan ini tentu tidak lepas

    dari segala kekurangan, sehingga kritik dan saran yang membangun sangat

    diharapkan demi kesempurnaan laporan ini.

    Ciputat, Maret 2017

    Penulis

  • x

    DAFTAR ISIDAFTAR ISI

    ABSTRAK ........................................................................................................... i

    ABSTRACT ........................................................................................................ii

    LEMBAR PERSETUJUAN................................................................................iii

    LEMBAR PENGESAHAN................................................................................. iv

    LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................. v

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP............................................................................ vi

    KATA PENGANTAR .......................................................................................vii

    DAFTAR ISI ....................................................................................................... x

    DAFTAR TABEL ............................................................................................xiii

    DAFTAR GRAFIK........................................................................................... xiv

    DAFTAR PETA ................................................................................................ xv

    DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xvi

    BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1

    1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 4

    1.3 Pertanyaan Penelitian............................................................................. 5

    1.4 Tujuan Penelitian................................................................................... 6

    1.4.1 Tujuan Umum ................................................................................ 6

    1.4.2 Tujuan Khusus................................................................................ 6

    1.5 Manfaat Penelitian................................................................................. 6

    1.6 Ruang Lingkup Penelitian...................................................................... 7

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 9

    2.1 Diare...................................................................................................... 9

    2.1.1 Pengertian....................................................................................... 9

    2.1.2 Etiologi........................................................................................... 9

    2.1.3 Gejala Klinis................................................................................. 10

    2.1.4 Komplikasi ................................................................................... 11

    2.1.5 Penularan...................................................................................... 13

    2.2 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada AnakBalita 13

    2.2.1 Faktor Lingkungan ....................................................................... 14

  • xi

    2.2.2 Faktor Perilaku Ibu ....................................................................... 25

    2.2.3 Faktor Balita................................................................................. 26

    2.2.4 Faktor Sosial Ekonomi.................................................................. 28

    2.3 Sistem Informasi Geografi ................................................................... 29

    2.4 Analisis Spasial ................................................................................... 30

    2.4.1 Metode Analisis Spasial................................................................ 33

    2.5 Kerangka Teori.................................................................................... 36

    BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ................. 38

    3.1 Kerangka Konsep ................................................................................ 38

    3.2 Definisi Operasional ............................................................................ 39

    BAB IV METODE PENELITIAN..................................................................... 41

    4.1 Desain Penelitian ................................................................................. 41

    4.2 Waktu dan Tempat Penelitian .............................................................. 41

    4.3 Populasi dan Sampel............................................................................ 41

    4.4 Pengumpulan Data............................................................................... 42

    4.4.1 Jenis dan Sumber Data.................................................................. 42

    4.4.2 Cara Pengumpulan Data ............................................................... 42

    4.5 Pengolahan Data .................................................................................. 43

    4.6 Analisis Data ....................................................................................... 44

    4.6.1 Analisis Univariat ......................................................................... 44

    4.6.2 Analisis Spasial ............................................................................ 44

    4.7 Penyajian Data..................................................................................... 47

    BAB V HASIL PENELITIAN........................................................................... 48

    5.1 Gambaran Umum Wilayah Penelitian .................................................. 48

    5.1.1 Letak Geografis ............................................................................ 48

    5.1.2 Luas Wilayah................................................................................ 49

    5.1.3 Keadaan Alam .............................................................................. 50

    5.1.4 Kependudukan.............................................................................. 53

    5.1.5 Sarana Kesehatan.......................................................................... 53

    5.2 Gambaran Kasus Diare Balita di Kabupaten Serang............................. 54

    5.3 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Akses Air Minum Layak... 60

    5.4 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Akses Jamban Sehat ......... 65

  • xii

    5.5 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Daerah Rawan Banjir........ 69

    BAB VI PEMBAHASAN.................................................................................. 73

    6.1 Keterbatasan Penelitian........................................................................ 73

    6.2 Gambaran Kasus Diare Balita di Kabupaten Serang............................. 74

    6.3 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Akses Air Minum Layak... 79

    6.4 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Akses Jamban Sehat ......... 84

    6.5 Gambaran Kasus Diare Balita Berdasarkan Daerah Rawan Banjir........ 91

    BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 98

    7.1 Simpulan ............................................................................................. 98

    7.2 Saran ................................................................................................... 99

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 102

    LAMPIRAN .................................................................................................... 107

  • xiii

    DAFTAR TABEL

    DAFTAR TABEL

    Tabel 2.1 Tingkatan Dehidrasi dan Gejalanya .................................................... 11

    Tabel 2.2 Kriteria Sumber Air Minum berdasarkan Joint Monitoring Programme

    WHO dan UNICEF ............................................................................ 16

    Tabel 2.3 Kriteria Sarana Sanitasi Berdasarkan Joint Monitoring Programme

    WHO dan UNICEF............................................................................ 19

    Tabel 3.1 Definisi Operasional........................................................................... 39

    Tabel 4.1 Jumlah Kecamatan di Kabupaten Serang ............................................ 42

    Tabel 4.2 Jenis Data Penelitian .......................................................................... 42

    Tabel 4.3 Cara Pengumpulan Data setiap Variabel ............................................. 43

    Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi Prevalensi Kasus Diare pada Anak Balita di

    Kabupaten Serang Tahun 2013-2015.................................................. 55

    Tabel 5.2 Distribusi Persentase Akses Air Minum pada Masyarakat di Kabupaten

    Serang Tahun 2013-2015 ................................................................... 60

    Tabel 5.3 Distribusi Persentase Akses Jamban Sehat pada Masyarakat di

    Kabupaten Serang Tahun 2013-2015.................................................. 66

  • xiv

    DAFTAR GRAFIK

    DAFTAR GRAFIK

    Grafik 5.1 Curah Hujan Rata-Rata di Kabupaten Serang Tahun 2013-2015........ 52

    Grafik 5.2 Jumlah Hari Hujan Setiap Bulan di Kabupaten Serang Tahun 2013-

    2015 ................................................................................................. 52

    Grafik 5.3 Jumlah Kasus Diare Balita Berdasarkan Bulan di Kabupaten Serang

    Tahun 2013-2015 ............................................................................. 55

    Grafik 5.4 Distribusi Jumlah Kecamatan di Kabupaten Serang Berdasarkan

    Prevalensi Kasus Diare Balita Tahun 2013-2015 .............................. 56

    Grafik 5.5 Distribusi Jumlah Kecamatan Berdasarkan Akses Air Minum di

    Kabupaten Serang Tahun 2013-2015 ................................................ 62

    Grafik 5.6 Distribusi Jumlah Kecamatan Berdasarkan Akses Jamban Sehat di

    Kabupaten Serang Tahun 2013-2015 ................................................ 67

    Grafik 5.7 Distribusi Jumlah Kecamatan Berdasarkan Daerah Rawan Banjir di

    Kabupaten Serang Tahun 2013-2015 ................................................ 70

  • xv

    DAFTAR PETA

    DAFTAR PETA

    Peta 5.1 Letak dan Batas Administrasi Kabupaten Serang .................................. 48

    Peta 5.2 Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Serang............................... 51

    Peta 5.3 Perkembangan Spasial Prevalensi Diare Balita di Kabupaten Serang

    Tahun 2013-2015.................................................................................. 57

    Peta 5.4 Perkembangan Spasial Prevalensi Diare Balita Berdasarkan Akses Air

    Minum Layak di Kabupaten Serang Tahun 2013-2015.......................... 63

    Peta 5.5 Perkembangan Spasial Prevalensi Diare Balita Berdasarkan Akses

    Jamban Sehat di Kabupaten Serang Tahun 2013-2015 .......................... 68

    Peta 5.6 Perkembangan Spasial Prevalensi Diare Balita Berdasarkan Daerah

    Rawan Banjir di Kabupaten Serang Tahun 2013-2015 .......................... 71

  • xvi

    DAFTAR LAMPIRAN

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran 1 Data Prevalensi Diare Balita di Kabupaten Serang ........................ 108

    Lampiran 2 Data Akses Air Minul Layak di Kabupaten Serang........................ 113

    Lampiran 3 Data Akses Jamban Sehat di Kabupaten Serang ............................ 115

    Lampiran 4 Data Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Serang........................... 117

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1 BAB 1 PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Diare masih menjadi masalah kesehatan di dunia karena merupakan

    salah satu penyebab utama kematian pada anak-anak. Setiap tahun,

    diperkirakan terdapat 1,7 milyar kasus diare yang terjadi di dunia dan

    menyebabkan kematian pada 760.000 anak usia di bawah lima tahun (WHO,

    2013). Diare juga menjadi penyakit penyebab kematian terbanyak kedua

    (16%) setelah pneumonia (17%) pada anak-anak usia di bawah lima tahun

    (UNICEF, 2009). Meskipun dengan persentase yang menurun, kejadian diare

    khususnya pada anak balita masih terbilang tinggi dan tersebar luas terutama

    di negara-negara berkembang (WHO, 2016).

    Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang bermasalah

    dengan penyakit diare karena morbiditas dan mortalitasnya yang masih tinggi.

    Berdasarkan hasil survei oleh Kementerian Kesehatan, angka insidens rate

    (IR) diare cenderung meningkat sejak tahun 2000 (IR 301/1000 penduduk)

    hingga tahun 2010 (IR 411/1000 penduduk) (Kemenkes RI, 2011). Selain itu,

    diare juga perlu diwaspadai karena merupakan penyakit yang berpotensi

    mengalami kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia. Pada tahun 2015, terjadi

    18 kali KLB diare di Indonesia yang tersebar di 18 kabupaten/ kota dengan

    angka kematian (CFR) mencapai 2,74% sehingga dapat dikatakan sudah

    melebihi target CFR yang diharapkan yaitu

  • 2

    Kesehatan Provinsi Banten, Kabupaten Serang merupakan wilayah dengan

    jumlah kasus diare tertinggi di Provinsi Banten pada tahun 2011 dengan total

    36.030 kasus diare pada seluruh kelompok umur. Adapun menurut hasil

    Riskesdas pada tahun 2013, diketahui bahwa Kabupaten Serang merupakan

    wilayah dengan angka insidens diare tertinggi kedua pada seluruh kelompok

    umur yaitu sebesar 5,1% atau melebihi angka insidens provinsi Banten yaitu

    3,5%. Selain itu, insidens diare pada balita di Kabupaten Serang juga

    termasuk tinggi, yaitu 7,9% atau melebihi angka provinsi yang sebesar 6,4%

    (Kemenkes RI, 2013). Hingga tahun 2015, Kabupaten Serang masih menjadi

    salah satu kabupaten dengan kasus tertinggi di Provinsi Banten untuk seluruh

    kelompok umur (33.084 kasus) sehingga perlu adanya upaya pencegahan

    baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat.

    Pencegahan terhadap kejadian diare perlu disesuaikan dengan

    penyebab dan faktor risiko penularannya. Agen penyebab diare dapat berupa

    zat yang bersifat toksik, zat yang bersifat alergen, maupun infeksi dari

    mikroba seperti virus, bakteri dan parasit (Fitzwater, et al., 2011). WHO

    memperkirakan bahwa penyebab utama kejadian diare di negara-negara

    berkembang adalah Rotavirus dan bakteri Escherichia coli. Kedua agen

    penyakit tersebut sangat erat hubungannya dengan faktor lingkungan seperti

    hygiene sanitasi, kecukupan sarana air bersih dan air minum, serta kebersihan

    dan keamanan pangan (WHO, 2013).

    Lingkungan merupakan salah satu faktor yang berperan terhadap

    kejadian diare. Diperkirakan sekitar 94% kasus diare diakibatkan oleh

    lingkungan dan berhubungan dengan beberapa faktor risiko di antaranya

  • 3

    adalah air minum dan sanitasi higiene (Pruss-Ustun & Corvalan, 2006). WHO

    (2013) juga menyatakan bahwa diare merupakan penyakit yang pada

    dasarnya dapat dicegah dengan menggunakan sumber air minum yang aman,

    serta sanitasi dan hygiene yang mencukupi. Di beberapa daerah dengan

    karakteristik tertentu, faktor lingkungan lain juga dapat berpengaruh seperti

    curah hujan ataupun suhu udara yang tinggi. Selain itu, jenis topografi suatu

    daerah juga dapat berpengaruh terhadap tingginya angka kejadian diare,

    seperti wilayah yang rawan terhadap bencana banjir (Ohl & Tapsell, 2000).

    Kualitas sanitasi dan hygiene di Kabupaten Serang masih tergolong

    rendah. Hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa akses masyarakat

    terhadap air minum dan air bersih untuk keperluan rumah tangga di

    Kabupaten Serang sebesar 52,7%. Angka tersebut menunjukkan bahwa

    Kabupaten Serang menjadi salah satu kabupaten dengan akses air minum dan

    air bersih terendah di Provinsi Banten. Kabupaten Serang juga termasuk

    kabupaten dengan akses sanitasi layak (improved) dengan indikator

    kepemilikan jamban sehat dan tangki septik yang rendah di Provinsi Banten,

    yaitu sebesar 53,1%.

    Selain itu, faktor lingkungan lainnya adalah kondisi topografi pada

    beberapa wilayah di Kabupaten Serang yang sebagian besar merupakan

    dataran rendah sehingga terdapat beberapa daerah yang rawan terhadap

    bencana banjir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah

    (BPBD) Kabupaten Serang, terdapat 10 kecamatan dari 29 kecamatan yang

    menjadi daerah yang rawan terhadap banjir khususnya pada musim hujan

    (Rifat, 2016).

  • 4

    Hingga saat ini, sudah banyak dilakukan penelitian mengenai

    hubungan faktor risiko lingkungan terhadap kejadian diare, namun kejadian

    diare khususnya pada anak balita masih menjadi masalah penting. Oleh

    karena itu, perlu adanya pendekatan lain dalam menangani kasus diare pada

    balita salah satunya dengan pendekatan spasial menggunakan sistem

    informasi geografi. Penelitian dengan pendekatan spasial terhadap kasus

    diare hingga saat ini masih sedikit, khususnya di Kabupaten Serang yang

    belum pernah dilakukan pemetaan terhadap penyakit diare dan faktor

    lingkungannya.

    Aplikasi dari sistem informasi geografi dapat digunakan dalam kasus

    ini sehingga dengan adanya gambaran secara spasial dapat membantu

    pemangku kebijakan serta pemegang program terkait dalam perencanaan

    manajemen penyakit diare serta faktor risiko lingkungannya berdasarkan

    wilayah yang memang berisiko terhadap kasus diare pada anak balita. Oleh

    karena itu, penelitian ini ditujukan agar diketahuinya distribusi spasial kasus

    diare berdasarkan kondisi lingkungan di Kabupaten Serang tahun 2013-2015.

    1.2 Rumusan Masalah

    Diare khususnya pada anak balita merupakan masalah kesehatan yang

    perlu diperhatikan baik dari skala internasional, nasional, hingga di beberapa

    daerah tertentu. Selain jumlah kasus yang tinggi, diare pada anak balita juga

    dapat menyebabkan komplikasi lainnya seperti masalah gizi buruk, dehidrasi,

    hingga kematian. Penyakit diare dan faktor lingkungannya sudah cukup

    sering diteliti, namun untuk penggunaan sistem informasi geografis sebagai

    alat analisisnya masih jarang dilakukan khususnya di Kabupaten Serang yang

  • 5

    merupakan wilayah dengan kasus diare yang tinggi serta akses air bersih dan

    sanitasi yang rendah.

    Penggunaan sistem informasi geografi ini dapat menjadi referensi

    dalam manajemen penyakit berbasis wilayah, karena dapat diketahui wilayah

    dengan kasus dan faktor risiko diare dengan dilakukan pemetaan secara

    spasial. Oleh karena itu, dalam studi ini peneliti bertujuan agar diketahuinya

    distribusi spasial kasus diare pada anak balita berdasarkan faktor risiko

    lingkungan di Kabupaten Serang periode tahun 2013-2015.

    1.3 Pertanyaan Penelitian

    1. Bagaimana gambaran spasial kasus diare pada anak balita di Kabupaten

    Serang tahun 2013-2015?

    2. Bagaimana gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan akses sumber air minum di Kabupaten Serang tahun 2013-2015?

    3. Bagaimana gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan akses jamban sehat di Kabupaten Serang periode tahun 2013-

    2015?

    4. Bagaimana gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan daerah rawan banjir di Kabupaten Serang periode tahun 2013-

    2015?

  • 6

    1.4 Tujuan Penelitian

    1.4.1 Tujuan Umum

    Diketahuinya gambaran spasial kasus diare pada anak balita

    berdasarkan faktor risiko lingkungan di Kabupaten Serang periode tahun

    2013-2015.

    1.4.2 Tujuan Khusus

    1. Diketahuinya gambaran spasial kasus diare pada anak balita di Kabupaten

    Serang tahun 2013-2015.

    2. Diketahuinya gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan akses sumber air minum di Kabupaten Serang tahun 2013-2015.

    3. Diketahuinya gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan akses jamban sehat di Kabupaten Serang periode tahun 2013-

    2015.

    4. Diketahuinya gambaran spasial distribusi kasus diare pada anak balita

    berdasarkan daerah rawan banjir di Kabupaten Serang periode tahun 2013-

    2015.

    1.5 Manfaat Penelitian

    Penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

    a. Bagi Peneliti Selanjutnya

    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber

    referensi ataupun studi pendahuluan bagi peneliti yang akan melakukan

    penelitian terkait kejadian diare pada anak balita, serta faktor-faktor

    lingkungannya baik secara teoritis maupun metodologis. Hasil penelitian

  • 7

    ini juga dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan untuk penelitian

    sejenis yang terkait dengan analisis spasial maupun penyakit diare dan

    faktor risikonya.

    b. Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Serang

    Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran spasial faktor

    lingkungan terhadap kejadian diare dalam bentuk peta sehingga dapat

    digunakan sebagai landasan untuk menyusun kebijakan mengenai

    program pengendalian penyakit diare pada balita berbasis wilayah di

    Kabupaten Serang.

    c. Bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang

    Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi tambahan terhadap

    BPBD Kabupaten Serang terkait salah satu masalah kesehatan akibat

    banjir sehingga dapat digunakan sebagai landasan dalam menyusun

    rencana mitigasi dan upaya pengendalian wilayah rawan banjir di

    Kabupaten Serang.

    1.6 Ruang Lingkup Penelitian

    Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui distribusi spasial kasus

    diare pada anak balita berdasarkan faktor risiko lingkungannya di Kabupaten

    Serang pada periode tahun 2013-2015. Pelaksanaan penelitian berlokasi di

    Kabupaten Serang pada bulan Oktober-Desember tahun 2016. Pendekatan

    dalam penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain studi ekologi

    dengan data populasi sebagai unit analisis. Data yang digunakan dalam

    penelitian ini adalah data sekunder yang didapat dari institusi-institusi terkait.

    Data mengenai kasus diare, akses air minum dan akses jamban sehat

  • 8

    didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang sementara data daerah

    rawan banjir diperoleh dari BPBD Kabupaten Serang. Semua data yang

    digunakan merupakan data yang tercatat selama periode tahun 2013-2015.

    Adapun analisis data yang digunakan adalah analisis statistik univariat dan

    analisis secara spasial untuk melihat kecenderungan antar variabel

    berdasarkan wilayah (Spasial).

  • 9

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Diare

    2.1.1 Pengertian

    Diare adalah keluarnya tinja yang berbentuk lebih cair dengan

    frekuensi lebih dari tiga kali sehari atau terjadi lebih sering dari biasanya

    pada seseorang, yang umumnya merupakan gejala infeksi saluran cerna

    yang disebabkan oleh mikroorganisme akibat kontaminasi makanan, air

    minum, ataupun langsung dari orang ke orang akibat dari kurangnya sanitasi

    (WHO, 2016). Hippocrates mendefinisikan diare sebagai buang air besar

    dengan frekuensi yang tidak normal atau cenderung meningkat diikuti

    dengan konsentrasi tinja yang lebih lembek atau cair (Suharyono, 2008).

    Diare juga diartikan sebagai kondisi hilangnya cairan dan elektrolit dalam

    jumlah banyak melalui feses pada tubuh yang umumnya dikarenakan

    adanya kelainan penyerapan di usus halus (Sodikin, 2011).

    2.1.2 Etiologi

    Etiologi atau agen penyebab kejadian diare dapat berupa agen biologis

    seperti mikroorganisme maupun agen kimia. Pada dasarnya, diare secara

    klinis dapat disebabkan oleh infeksi, malabsorbsi, alergi, keracunan,

    defisiensi imunisasi dan sebab lainnya, namun penyebab yang paling umum

    ditemukan adalah diare yang disebabkan oleh infeksi atau diare infeksius

    dan keracunan akibat bahan kimia tertentu (Koletzko & Osterrieder, 2009).

  • 10

    Diare infeksius merupakan suatu gejala akibat adanya infeksi pada

    saluran pencernaan yang disebabkan oleh berbagai macam organisme

    seperti bakteri, virus, maupun parasit (WHO, 2013). Jenis virus yang paling

    sering menjadi penyebab diare pada bayi dan anak khususnya di daerah

    berkembang adalah rotavirus (Gillespie & Bamford, 2009). Rotavirus di

    lingkungan dapat ditemukan pada tangan, permukaan benda, makanan, dan

    air yang terkontaminasi. Bayi dan anak-anak merupakan kelompok yang

    paling rentan terhadap pajanan dari rotavirus (CDC, 2014). Adapun bakteri

    yang paling umum menjadi penyebab penyakit diare pada anak-anak adalah

    bakteri Eschericia coli (E.coli) yang dapat ditransmsikan melalui makanan

    atau air yang terkontaminasi tinja (CDC, 2016)

    2.1.3 Gejala Klinis

    Gejala klinis dan tanda diare terbagi menjadi dua, yaitu gejala umum

    dan gejala spesifik. Sebagian besar kasus diare pada dasarnya memang

    memiliki gejala yang umum, namun terdapat beberapa kasus memiliki

    gejala yang khas akibat infeksi patogen tertentu. Adapun gejala umum diare

    di antaranya adalah berak cair atau lembek yang terkadang tercampur

    dengan darag dan diikuti dengan muntah, demam, dan dehidrasi (Koletzko

    & Osterrieder, 2009).

    Gejala dan tanda spesifik diare terjadi pada infeksi akibat patogen

    tertentu. Contohnya adalah gejala akibat infeksi Vibrio cholera yang berupa

    diare hebat (masif) dengan warna tinja seperti cucian beras dan berbau amis

    hingga mencapai 20 liter perhari (Widoyono, 2011; Gillespie & Bamford,

    2009). Pada infeksi Shigella, gejala khas di antaranya adalah tinja yang

  • 11

    mengandung darah dan berlendir (CDC, 2015). Gejala yang hampir sama

    juga terjadi pada beberapa kasus infeksi akibat patogen E.coli

    enterohemoragik yang menyebabkan diare berdarah atau haemorrhagic

    colitis (WHO, 2011).

    2.1.4 Komplikasi

    Diare berkepanjangan dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

    Beberapa komplikasi akibat diare yang berkepanjangan adalah sebagai

    berikut:

    1) Dehidrasi

    Diare dapat mengakibatkan kehilangan air dan elektrolit melalui

    tinja yang tidak diganti secara seimbang sehingga dapat menyebabkan

    kematian. Adapun derajat dehidrasi dapat dibagi menjadi tiga, yaitu

    dehidrasi sangat ringan atau tanpa dehidrasi (kehilangan

  • 12

    Dehidrasi sangat ringan/ tidak dehidrasi

    (Kekurangan cairan