GAMBARAN KELISTRIKAN JANTUNG ANAK BABI (Sus scrofa) .penelitian adalah “Gambaran Kelistrikan Jantung

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of GAMBARAN KELISTRIKAN JANTUNG ANAK BABI (Sus scrofa) .penelitian adalah “Gambaran...

GAMBARAN KELISTRIKAN JANTUNG ANAK BABI (Sus

scrofa) PADA KONDISI RENJATAN DENGAN RESUSITASI HIPERVOLEMIK MENGGUNAKAN CAIRAN KRISTALOID

(NaCl 0.9%)

GALIH SATRIA KUSUMANTO

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2018

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini Saya menyatakan bahwa skripsi Gambaran Kelistrikan Jantung Anak Babi (Sus scrofa) Pada Kondisi Renjatan dengan Resusitasi Hipervolemik menggunakan Cairan Kristaloid (NaCl 0.9%) adalah benar karya Saya dengan arahan dari Komisi Pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal dari atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari Penulis lain telah disebutkan dalam teks dan di cantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini. Dengan ini Saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis Saya kepada Institut Pertanian Bogor

Bogor, Agustus 2018

Galih Satria Kusumanto NIM B04140135

ABSTRAK

GALIH SATRIA KUSUMANTO. Gambaran Kelistrikan Jantung Anak Babi (Sus scrofa) Pada Kondisi Renjatan dengan Resusitasi Hipervolemik menggunakan Cairan Kristaloid (NaCl 0.9%). Di bawah bimbingan SOESATYORATIH dan GUNANTI.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari resusitasi dan kondisi hipervolemik terhadap sistem kelistrikan jantung Sus scrofa yang telah mengalami renjatan. Bahan yang digunakan adalah 5 ekor anak babi (Sus scrofa) dengan jenis kelamin jantan kastrasi dalam keadaan klinis sehat. Anak babi diberi tindakan operatif berupa pengeluaran darah untuk membuat kondisi renjatan hipovolemik hingga mean arterial pressure turun sekitar 20 % dari keadaan baseline. Saat renjatan terjadi, dilakukan resusitasi cairan menggunakan cairan kristaloid (NaCl 0.9 %) sejumlah 40 ml/KgBB menggunakan syringe 50 ml melalui vena jugularis. Pemeriksaan EKG dilakukan sebelum tindakan bedah dan setelah resusitasi cairan hingga kondisi hipervolemik. Hasil EKG mengindikasikan tidak adanya perubahan nyata pada kinerja jantung karena tidak adanya perubahan bentuk gelombang EKG dari bentuk gelombang pada saat kondisi normal. Hal ini memberi kesimpulan resusitasi cairan kristaloid (NaCl 0.9 %) hingga kondisi hipervolemik tidak mengganggu kinerja jantung. Kata kunci : elektrokardiografi, hipervolemik, kristaloid (NaCl 0.9 %), renjatan

ABSTRACT

GALIH SATRIA KUSUMANTO. Representation of Piglets (Sus scrofa) Heart Electricity on the Shock Condition with Hypervolemic Resuscitation using Crystalloid fluid (NaCl 0.9%). Under Supervision of SOESATYORATIH and GUNANTI. This study aimed to determine the effect of resuscitation and hypervolemic conditions on shocked piglet's heart electrical system. Animal models that were used in this study are 5 healthy castrated piglets. The piglets blood were withdrawn until the mean arterial pressure dropped about 20 % from the baseline condition to make a hypovolemic shock condition. When the piglets reached the hypovolemic shock state, fluid resuscitation using crystalloid (NaCl 0.9 %) as much as 40 ml/kg were given using a 50 ml syringe through the jugular vein. ECG examination were performed before surgery and when it reached the hypervolemic state after being resuscitated. The ECG results indicate no apparent change in cardiac performance due to the absence of ECG waveform changes from waveforms during normal conditions. In conclusion, crystalloid fluid resuscitation (NaCl 0.9 %) until hypervolemic condition does not interfere with cardiac performance. Keywords : Crystalloid (NaCl 0.9 %), Electrocardiograph, Hypervolemic, Shock.

GAMBARAN KELISTRIKAN JANTUNG ANAK BABI (Sus scrofa) PADA KONDISI RENJATAN DENGAN RESUSITASI

HIPERVOLEMIK MENGGUNAKAN CAIRAN KRISTALOID (NaCl 0.9%)

GALIH SATRIA KUSUMANTO

Skripsi Sebagai salah satu syarat memperoleh gelar

Sarjana Kedokteran Hewan Pada

Fakultas Kedokteran Hewan

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2018

PRAKATA

Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyusun skripsi ini. Judul yang dipilih dalam penelitian adalah Gambaran Kelistrikan Jantung Anak Babi (Sus scrofa) Pada Kondisi Renjatan dengan Resusitasi Hipervolemik menggunakan Cairan Kristaloid (NaCl 0.9%). Penyusunan skripsi ini dilakukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan pada Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor. Bimbingan dan arahan serta dukungan turut membantu agar penelitian yang dilakukan mendapatkan hasil yang baik. Penulis ucapkan terima kasih kepada Drh. RR Soesatyoratih, MSi. selaku Pembimbing I, Dr. Drh. Gunanti, MS. selaku pembimbing II, Drh. Dwi Utari Rahmiati, MSi. selaku pengarah Penulis dalam menyelesaikan skripsi dan memberi dukungan moral, serta Najma Hayati, Nadya Violetha, Fitri Noraini, Mahardhiko widodo, Ang guang min dan Lee Perng yang sudah berjuang bersama dalam penelitian kali ini. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada Ayah (Agus Yulianto), Ibu (Drh. Sri Bintang), Kakak (dr. Dendri Kusuma dan Lely Kusuma) dan Adik (Rosalinda Dyah) atas segala doa yang dipanjatkan dan dukungan kepada Penulis sehingga Penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik. Tidak lupa juga terima kasih kepada saudari Ainul Khadija yang selalu menemani Penulis dalam penulisan skripsi, teman-teman angkatan 51 yang selalu bertanya kapan Penulis menyelesaikan skripsi sehingga Penulis terpacu untuk menyelesaikan skripsi dengan sebaik-baiknya, Keluarga Fakin dan teman-teman US Army yang selalu menyemangati Penulis. Semoga Penulis dapat menghasilkan dan memberikan sesuatu yang bermanfaat khususnya bagi Penulis dan Pembaca.

Bogor, Agustus 2018

Galih Satria Kusumanto

xi

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR xii DAFTAR TABEL xii DAFTAR LAMPIRAN xii PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1 Tujuan Penelitian 2 Manfaat Penelitian 2

TINJAUAN PUSTAKA 2 Elektrokardiograf (EKG) 2 Renjatan dan Resusitasi Cairan 3 Hipervolemik 4 Babi sebagai Hewan Model 4 Cairan Kristaloid 5

METODE PENELITIAN 5 Waktu dan Tempat 5 Bahan 5 Alat 6 Prosedur Penelitian 6

Aklimatisasi Hewan 6 Pemasangan PiCCO 6 Pembuatan Shock Hipovolemik 7 Resusitasi Cairan Kristaloid Hipervolemik 7 Pengambilan Data 7 Analisis Data 7

HASIL DAN PEMBAHASAN 8 Durasi P 8 Amplitudo P 9 Interval PR 9 Amplitudo R 10 Interval QRS 11 Interval QT 11 Segmen ST 12 Gelombang T 13 Pembahasan Umum 14

SIMPULAN DAN SARAN 16 Simpulan 16 Saran 16

DAFTAR PUSTAKA 16 RIWAYAT HIDUP 20

xii

DAFTAR GAMBAR

1 Gelombang-gelombang pada EKG 3 2 Babi lokal Indonesia 4 3 Gelombang P 8 4 Interval PR 10 5 Amplitudo R 10 6 Interval QRS 11 7 Interval QT 12 8 Segmen ST 13 9 Gelombang T 13

DAFTAR TABEL

1 Rata-rata durasi P sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

2 Rata-rata amplitudo P sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

3 Rata-rata interval PR sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

4 Rata-rata amplitudo R sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

5 Rata-rata interval QRS sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

6 Rata-rata interval QT sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

7 Rata-rata segmen ST sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

8 Rata-rata gelombang T sebelum dan sesudah resusitasi hipervolemik pada hewan coba babi

8 9 9 10 11 12 12 13

DAFTAR LAMPIRAN

1 Sertifikat Persetujuan Etik Hewan 19

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kecelakaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 naik 7,23 % dibanding tahun sebelumnya dan mengakibatkan 170 293 korban (BPS 2016). Menurut WHO (2007), cedera akibat kecelakaan setiap tahunnya menyebabkan terjadinya 5 juta kematian di seluruh dunia. Angka kematian pada pasien trauma yang mengalami renjatan hipovolemik di rumah sakit dengan tingkat pelayanan yang lengkap mencapai 6 %. Sedangkan angka kematian akibat trauma yang mengalami renjatan hipovolemik di rumah sakit dengan peralatan yang kurang memadai mencapai 36 %.

Renjatan hipovolemik diartikan sebagai penurunan perfusi ataupun oksigenasi jaringan yang disertai dengan kolaps sirkulasi yang disebabkan adanya kehilangan volume intravaskular secara akut akibat segala keadaan bedah ataupun medis (Greenberg 2005). Kejadian renjatan hipovolemik sering terjadi saat pembedahan karena kehilangan darah, kehilangan plasma, serta kehilangan cairan interstisial (Sudoyo et al. 2009).

Penanganan kasus renjatan pada berbagai penelitian dilakukan dengan terapi cairan. Penanganan renjatan dengan cairan disebut resusitasi cairan. Resusitasi cairan ditujukan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang secara akut pada tubuh, penggantian secara cepat cairan intravaskuler dan untuk memperbaiki perfusi jaringan yang ada (Graber 2003). Penanganan kasus renjatan dengan metode terapi cairan juga sudah menjadi Standart Operational Procedure (SOP) di berbagai rumah sakit (Guyton dan Hall 2014). Terapi cairan dapat dilakukan dengan memasukkan cairan koloid ataupun kristaloid secara intravena. Cairan kristaloid merupakan cairan yang karakteristiknya hampir menyerupai cairan ekstraseluler sehingga cairan ini lebih banyak menyebar ke interstisial (Perdatin 2000). Namun resusitasi dengan cairan kristaloid dalam jumlah besar sering dihubungkan dengan kejadian edema jaringan, peningkata