GALI POTENSI WIRAUSAHA UNTUK Juni...komputer, kerajinan tangan hingga pelatihan kewirausahaan. Contohnya

  • View
    226

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of GALI POTENSI WIRAUSAHA UNTUK Juni...komputer, kerajinan tangan hingga pelatihan kewirausahaan....

juni, 2015 1

>14>07 >11

jalur TransporTasi Mudik Bagi Wni

TiM judo pulang dengan kepala Tegak

penTingnya Menjaga iBu haMil TeTap Bahagia

GALI POTENSI WIRAUSAHA UNTUK BERDAYAKAN MASYARAKAT

MERAIH hidup layak tentulah menjadi sesuatu yang sangat diidamkan semua orang. Punya penghasilan yang memadai agar bisa membahagiakan keluarga.

Namun itu semua harus diraih dengan penuh keseriusan dan semangat kerja keras serta menjunjung tinggi norma-norma kehidupan yang berlaku.

Ditengah kehidupan yang semakin keras, dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin ketat, sebagian orang memperoleh peluang kerja tersebut, dan sebagian lagi belum beruntung untuk menempati posisi pada sejumlah bidang pekerjaan.

Terkait dengan itu, salah satu upaya pemberdayaan masyarakat adalah dengan menumbuhkan dan membangun sektor kewirausahaan bagi masyarakat Indonesia. Peluang tersebut terbuka luas mengingat potensi-potensi di dalam negeri baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia sangat mendukung.

Sebagai negara yang kaya akan hasil bumi, banyak bahan-bahan yang bisa dikelola untuk menjadi sebuah kegiatan kewirausahaan.

Pemerintah Indonesia sangat menyadari bahwa potensi kewirausahaan di dalam negeri sangatlah besar dan ini belum tergali dengan baik sehingga masih terbilang sedikit dibandingkan potensi yang ada. Padahal, bila bidang kewirausahaan sukses maka bisa menggerakan roda perekonomian di pedesaan, daerah dan akhirnya menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional.

Pelatihan untuk WNI di MalaysiaTerkait upaya mencetak wirausahawan baru,

sejumlah pengusaha Indonesia yang telah sukses menjalankan bisnisnya di Malaysia memberikan pelatihan kewirausahaan bagi WNI, terutama para tenaga kerja Indonesia.

Pelatihan kewirausahaan ini diselenggarakan oleh kelompok Edukasi Untuk Bangsa (EUB) bekerja sama dengan, Kantor Berita ANTARA, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, Indonesian Trade Association (ITA) serta sejumlah ekspatriat yang berada di negara ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak usahawan baru Indonesia terutama dari kalangan TKI yang sekembalinya ke Tanah Air sudah memiliki bekal atau rancangan untuk

berwirausaha katimbang kembali menjadi pekerja.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Herman Prayitno mengatakan, KBRI dalam hal ini senantiasa memfasilitasi setiap pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan TKI mulai dari pelatihan Bahasa Inggris, komputer, kerajinan tangan hingga pelatihan kewirausahaan.

Contohnya pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh sekelompok masyarakat Indonesia di Malaysia sangat baik untuk diikuti, katanya.

Ilmu yang diperoleh tersebut dapat digunakan saat bekerja di perkantoran ataupun saat berwirausaha agar mampu meningkatkan pendapatan sehingga tidak terfikirkan kembali menjadi TKI.

Direktur Eksekutif Sari Sihat Sdn Bhd, Kandi Rahayu yang menjadi salah satu motivator dalam pelatihan itu merasa senang bisa berbagi ilmu dan pengetahuan di bidang bisnis kepada para WNI termasuk TKI yang ada di negara ini.

Saya senang bisa berbagi dengan sesama WNI. Semoga melalui pelatihan ini dapat menumbuhkan usahawan baru Indonesia terutama dari para TKI, ucapnya.

Kandi Rahayu adalah pengusaha sukses yang pernah berdomisili di Amerika Serikat dan kini menjalankan usaha produk-produk kesehatan seperti jamu-jamuan dalam naungan perusahaan Sari Sihat Sdn Bhd.

Para peserta yang umumnya TKI yang bekerja di Kuala Lumpur dan sekitarnya juga sangat antusias mengikuti pelatihan ini.

Mereka tidak sungkan untuk langsung bertanya kepada para tutor terkait bidang usaha yang layak untuk mereka kembangkan di kemudian hari terutama setelah tidak menjadi pekerja di luar negeri.

Sementara Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengatakan TKI yang mengikuti pelatihan seperti ini diharapkan juga dapat melaporkan dirinya ketika ingin kembali ke Tanah Air agar pihak KBRI bisa memberikan surat pengantar kepada kepala daerah tempat para TKI itu berasal ataupun kepada pihak perbankan.

Surat pengantar itu agar mereka para TKI diberikan pelatihan lanjutan serta dimudahkan akses untuk mengembangkan kewirausahaan seperti pemberian modal kerja hingga pemasarannya.

juni, 2015edisi 74/15 GRATIS (TIDAK DIJUAL) www.kbrikualalumpur.org KDN: PP17256/04/2013(032330)

SAMBUNG DI HALAMAN >>04

Duta Besar RI untuk Malaysia Herman Prayitno mengunjungi salah satu stan dalam pameran Remarkable Indonesia di Kuala Lumpur.

juni, 2015 20 LAPORAN UTAMA : GALI POTENSI WIRAUSAHA

Penerbit :bagian Sirkulasi & Iklan

(Advertising)Cubic One Media Sdn Bhd

(882703-V)Tel: +60-3-7804 5501

Email: Info@c1.my

Alamat Penerbit:No. 10-2, Block A, Zenith Corporate Park, Jalan SS 7/26, 47301 Petaling Jaya, Selangor Darul Ehsan, Malaysia

Pelindung :Herman Prayitno

Duta Besar RI

Penasehat : HermonoWakeppri

Redaktur :Trigustono Supriyanto

Redaktur Pelaksana :Aulia Badar

Wakil Redaktur :Indri Yanuarti

Sekretaris Redaktur :Jasliza Johor

Staf Redaksi :Djalisah A. Isnawi. Suci Ilhami,

Raja Lily Olivia, Astrid Eliza, Sri Edith Akilie, Anis Setyorini, Dery Yulian Sarean,

Turja Sugiman, Sari Damayanti, Maulida Madun, Reza Maulida, Rizal Mahrizal, Endang Salashinta, Doni Nursuciadi, Sofyan Iskandar

Fotografer/Dokumentasi :Fandhyta I. Kusumah

Desain Grafik :Slamet Muji Tamrin

Website :www.kbrikualalumpur.org

Email :caraka@kbrikualalumpur.org

Alamat Redaksi :233, Jalan Tun Razak, 50400 Kuala Lumpur

Tel : +60-3-2116 4000 Faxs : +60-3-2141 7908

Pendukung Redaksi :Biro Antara Kuala Lumpur

Semua berita dalam caraka disediakan Oleh

Pencetak :Thumbprints Utd Sdn Bhd (568252-T)Lot 24, Jalan RP3, Rawang Perdana Industrial Estate, 48000 Rawang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.

PESAN DUBES HERMAN PRAYITNO

WNI MERANTAU HARUS MAMPU RAIH HIDUP LAYAK

WARGA negara Indonesia (WNI) yang merantau bekerja ke luar negeri punya kesempatan meraih hidup layak asalkan mau kerja keras dan mematuhi aturan yang berlaku di negara tempatnya menetap.

Selama punya tangan dan kaki tentulah besar harapan kita untuk dapat bekerja keras sehingga dapat meraih kesuksesan.

Orang yang secara fisik kurang memadai saja dapat bekerja dengan baik. Jadi tidak ada alasan bagi kita yang secara fisik lengkap tapi tak bisa meraih kesuksesan tersebut.

Kita harus mencontoh bagaimana orang-orang Tiongkok bisa berhasil dan sukses di banyak negara. Padahal mereka dahulunya juga sebagai pendatang.

Tentulah untuk mencapai semua itu dimulai dengan kerja keras, rajin dan hemat.

Ada pepatah yang menyebutkan bahwa

rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya. Oleh karenanya, kita harus rajin dan hemat agar bisa sukses dan meraih kehidupan layak, ucapnya.

Saya ingin WNI di perantauan saat pulang ke Tanah Air membawa keberhasilan. Sukses yang diraih itu setidaknya untuk individu masing-masing. Namun bila kesuksesan itu turut mampu membuka lapangan kerja buat sesama WNI maka tentulah lebih baik.

Sedangkan kepada para TKI di Malaysia, saya berpesan agar menunjukkan sebagai orang Indonesia yang tekun, rajin, dan mampu bekerja keras sehingga kelak menghasilkan pendapatan yang memadai.

Selain itu, selama di negara ini diharapkan para TKI ini bisa meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya serta rajin menabung. Dengan menyisihkan pendapatannya maka

setelah 2-3 tahun bekerja dan ingin balik ke Tanah Air sudah punya tabungan yang dapat pula digunakan sebagai modal kerja.

KBRI dalam hal ini senantiasa untuk bisa memfasilitasi pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan TKI mulai dari Pelatihan Bahasa Inggris, Komputer, kerajinan tangan hingga pelatihan kewirausahaan.

Contohnya pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh sekelompok masyarakat Indonesia di Malaysia sangat baik untuk diikuti.

Ilmu yang diperoleh tersebut dapat digunakan saat bekerja di perkantoran ataupun saat berwirausaha agar mampu meningkatkan pendapatannya sehingga tidak terfikirkan kembali menjadi TKI.

Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak para usahawan baru Indonesia terutama dari kalangan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang

sekembalinya ke Tanah Air sudah memiliki bekal ataupun rancangan untuk berwirausaha.

Untuk itu, saya berpesan kepada WNI yang ada di negara ini agar tetap bersemangat meningkatkan kapasitasnya dengan menunjukkan diri sebagai pekerja keras, rajin dan senantiasa tetap menghormati aturan yang berlaku di negara yang ditinggalinya dengan berpedoman Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung. (AB)

Profil AtAse PerhubungAn Kbri KuAlA lumPur

CAPT. Mochamad Abduh, MM.Tr, menjabat sebagai Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur sejak Maret 2015 menggantikan Atase Perhubungan sebelumnya Bambang Sudaryono yang telah usai masa jabatannya selama 3,5 tahun.

Pria kelahiran 14 Maret 1971 itu resmi diangkat menjadi PNS di Kementerian Perhubungan pada 1 Agustus 2000 setelah sebelumnya berlayar di perusahaan Malaysia International Shipping Corporation (MISC) Berhad. Pendidikan terakhirnya adalah S2 Manajemen Tranportasi Laut di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti Jakarta.

Sebelum menempati jabatannya sekarang Mochamad Abduh merupakan dosen dan merangkap sebagai Kepala Divisi Pengembangan Usaha di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta.

Sebagai negara tetangga dan sesama anggota ASEAN, pertukaran informasi mengenai kemajuan di bidang transportasi antara dua negara yakni Malaysia dan Indonesia harus dapat dijembatani dan diharapkan dapat berjalan bersama. Namun pada kenyataannya In