GAGAL GINJAL KRONIK.doc

Embed Size (px)

Text of GAGAL GINJAL KRONIK.doc

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    1/21

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang

    Gagal ginjal kronik (GGK) adalah suatu penurunan fungsi ginjal yang cukup berat

    terjadi perlahan dalam waktu yang lama (menahun) disebabkan oleh berbagai penyakit

    ginjal bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih. !ada tahap awal gagal ginjal

    kronik sering kali tidak menunjukkan gejala sampai "# $ fungsi ginjal hilang (%yamsir

    &''").

    !enyakit Ginjal Kronik merupakan suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang

    beragam mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya

    berakhir dengan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yangirreersible pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap

    berupa dialisis atau transplantasi ginjal (%uwitra &'').

    Ginjal bertugas menyaring *at+*at buangan yang dibawa darah agar darah tetap bersih

    dan membuang sampah metabolisme tersebut agar sel+sel tubuh tidak menjadi lemah

    akibat keracunan. ,at+*at tersebut berasal dari proses normal pengolahan makanan yang

    dikonsumsi dan dari pemecahan jaringan otot setelah melakukan suatu kegiatan fisik.

    -ubuh akan memakai makanan sebagai protein dan perbaikan jaringan sel tubuh. %etelahtubuh mengambil secukupnya dari makanan tersebut sesuai dengan keperluan untuk

    mendukung kegiatan sisanya akan dikirim ke dalam saraf untuk kemudian disaring di

    ginjal (%yamsir &''").

    !realensi penyakit ginjal kronik atau disebut juga Chronic Kidney Disease (K/)

    meningkat setiap tahunnya. /alam kurun waktu 1000 hingga &'' terdapat 12 $ dari

    populasi penduduk usia di atas &' tahun mengalami !enyakit Ginjal Kronik. !ersentase ini

    meningkat bila dibandingkan data tahun sebelumnya yaitu 1#$ (/ &''").

    3nam negara dunia dengan penduduk melebihi #'$ penduduk dunia adalah ina

    4ndia 5%6 4ndonesia Bra*il dan 7usia tiga negara terakhir termasuk negara berkembang

    dimana penyakit ginjal kronik tentunya ada tapi tidak dapat ditanggulangi secara baik

    karena terbatasnya daya dan data. !rediksi menyebutkan bahwa pada tahun &'1# tiga juta

    penduduk dunia perlu menjalani pengobatan pengganti untuk gagal ginjal terminal atau

    End Stage Renal Disease (3%7/) dengan perkiraan peningkatan #$ per

    tahunnya(7oesma &''2).

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    2/21

    Gagal ginjal dapat menyerang siapa saja menyerang segala usia baik pria maupun

    wanita tidak memandang tingkat ekonomi. !ada anak gagal ginjal kronik banyak

    disebabkan karena kelainan ginjal bawaan dan tumor ginjal. Gejala gagal ginjal stadium

    awal sering tidak terasa semakin jelas bila sudah stadium akhir dimana keparahannya

    tidak dapat dipulihkan seperti sedia kala. 5ntuk itu perlu adanya upaya seperti penyuluhan

    untuk lebih mewaspadai kondisi ginjal kita dalam menjaga fungsi dan memelihara

    kesehatan ginjal yang kita miliki (7amdhani &'1').

    /i 4786 K7984% 686K 7%5! /7 : /;6:4L !6/68G sendiri terdapat kasus &

    orang anak yang telah terdiagnosa menderita gagal ginjal akut dengan masing+masing

    masa rawatan selama < bulan dengan rawatan ulang dan hari dengan perawatan ulang.

    Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada klien dengan gagal ginjal kronik

    didapatkan data bahwa anak dengan gagal ginjal lebih murung lebih malas berinteraksi

    dan terlihat cemas dengan perawatan yang didapatkan. Berdasarkan data+data diatas maka

    penulis memilih untuk mengangkat kasus Gagal Ginjal Kronik pada anak =.K di 7%5!

    /7 :. /;6:4L !6/68G &'1.

    &. -ujuan

    a. -ujuan 5mum

    5ntuk mendapat gambaran umum tentang asuhan keperawatan pada anak dengan gagal

    ginjal.

    b. -ujuan Khusus.

    :engerti dan memahami konsep dasar gagal ginjal.

    :elakukan pengkajian pada pasien dengan gagal ginjal.

    :enentukan diagnosa keperawatan dan merumuskan diagnosa prioritas gagal ginjal.

    :enyusun rencana keperawatan pada pasien dengan gagal ginjal

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    3/21

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Pengertian

    !enyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang

    beragam mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif dan pada umumnya

    berakhir dengan gagal ginjal. Gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai

    dengan penurunan fungsi ginjal yang irreersibel dan memerlukan terapi pengganti ginjal

    yang tetap berupa dialisis atau transplantasi ginjal (%ukandar &'').

    Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal untuk mempertahankan

    metabolisme serta keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang

    progresif dengan manifestasi penumpukan sisa metabolit (toksit uremik) di dalam darah.

    (6rif muta>in dkk &'11)

    Gagal ginjal ditandai oleh ketidakmampuan ginjal mempertahankan fungsi normalnya

    untuk mempertahankan olume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan

    makanan normal. Gagal ginjal kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit yang

    merusak massa nefron (handrasoma &'' ? !rice dan @ilson &'' ).

    Gagal ginjal kronik ditandai dengan gejala dan tanda uremia yang berkepanjangan

    adalah hasil akhir semua penyakit ginjal kronik (7obbins &''"A#"&). Gagal ginjal kronik

    disebabkan oleh hilangnya sejumlah besar nefron fungsional yang progresif dan

    ireersible (Guyton =all &''"A&).

    Gagal ginjal kronis (GGK) ditandai oleh kerusakan fungsi ginjal secara progresif dan

    irreersibel dalam berbagai periode waktu dan beberapa bulan hingga beberapa dekade.

    Gagal ginjal kronis terjadi karena sejumlah keadaan nefron tidak berfungsi secara

    permanen dan penurunan laju filtrasi glomerulus (GC7) (hang dkk &'1').

    B. Etiologi

    :enurut !rice dan @ilson (&''#) penyebab gagal ginjal kronik adalah sebagai berikutA

    1. !enyakit infeksi tubulointerstitialA !ielonefritis kronik atau refluks nefropati

    &. !enyakit peradanganA Glomerulonefritis

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    4/21

    #. Gangguan congenital dan herediterA !enyakit ginjal polikistik asidosis tubulus ginjal

    . !enyakit metabolikA /iabetes mellitus gout hiperparatiroidisme amiloidosis

    ". 8efropati toksikA !enyalahgunaan analgesi nefropati timah

    2. 8efropati obstruktifA -raktus urinarius bagian atas (batuDcalculi neoplasma fibrosis

    retroperitineal) traktus urinarius bawah (hipertropi prostat striktur uretra anomaly

    congenital leher esika urinaria dan uretra)

    C. Stadium Gagal Ginjal

    Gagal ginjal kronik selalu berkaitan dengan penurunan progresif GC7(Glomerular

    Filtration Rate). %tadium GGK didasarkan pada tingkat GC7 yang tersisa (!rice

    @ilson 100 ?orwin 100) mencakup A

    1. !enurunan cadangan ginjal?

    -erjadi bila GC7 turun #'$ dari normal (penurunan fungsi ginjal) tetapi tidak ada

    akumulasi sisa metabolic. 8efron yang sehat mengkompensasi nefron yang sudah

    rusak dan penurunan kemampuan mengkonsentrasi urin. !emeriksaan - & jam

    diperlukan untuk mendeteksi penurunan fungsi. %elama stadium ini kreatinin serum dan

    kadar B58 normal dan penderita asimtomatik. Gangguan fungsi ginjal mungkin hanya

    dapat diketahui dengan memberi beban kerja yang berat pada ginjal tersebut seperti tes

    pemekatan kemih yang lama atau dengan mengadakan tes GC7 yang teliti.

    &. 4nsufisiensi ginjal?

    -erjadi apabila GC7 turun menjadi &' E

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    5/21

    . !enyakit gagal ginjal stadium akhir?

    -erjadi bila GC7 menjadi kurang dari #$ dari normal. =anya sedikit nefron fungsional

    yang tersisa. /i seluruh ginjal ditemukan jaringan parut dan atrofi tubulus. 6kumulasi

    sisa metabolic dalam jumlah banyak seperti ureum dan kreatinin dalam darah. Ginjal

    sudah tidak mampu mempertahankan homeostatis dan pengobatannya dengan dialisa

    atau penggantian ginjal.

    D. Patoi!iologi

    Cungsi renal menurun karena produk akhir metabolisme protein tertimbun dalam darah

    sehingga mengakibatkan terjadinya uremia dan mempengaruhi seluruh sistem tubuh.

    %emakin banyak timbunan produksi sampah maka gejala semakin berat.

    Gangguan clearance renal terjadi akibat penurunan jumlah glomerulus yang berfungsi

    penurunan laju filtrasi glomerulus dideteksi dengan memeriksa clearance kreatinin urine

    tampung & jam yang menunjukkan penurunan clearance kreatinin dan peningkatan kadar

    kreatinin serum.

    7etensi cairan dan natrium dapat mengakibat edema =C dan hipertensi. =ipotensi

    dapat terjadi karena aktiitas renin angiotensin dan kerja sama keduanya meningkatkan

    sekresi aldosteron. Kehilangan garam mengaki+ batkan resiko hipotensi dan hipoolemia.

    :untah dan diare menyebabkan perpisahan air dan natrium sehingga status uremik

    memburuk.

    6sidosis metabolic akibat ginjal tidak mampu mensekresi asam (= ) yang berlebihan.

    !enurunan sekresi asam akibat tubulus ginjal tidak mampu mensekresi ammonia (8=F)

    dan mengabsorpsi natrium bikarbonat (=9F). !enurunan ekskresi fosfat dan asam

    organik lain terjadi.

    6nemia terjadi akibat erirtropoietin yang tidak memadai memendeknya usia sel darah

    merah defisiensi nutrisi dan kecenderungan untuk mengalami perdarahan akibat status

    uremik pasien terutama dari saluran pencernaan. 3ritropoitein yang diproduksi oleh

    ginjal menstimulasi sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah merah dan produksi

    eritropoietin menurun sehingga mengakibatkan anemia berat yang disertai keletihan

    angina dan sesak nafas.

    Ketidakseimbangan kalsium dan fosfat merupakan gangguan metabolisme. Kadar

    serum kalsium dan fosfat tubuh memiliki hubungan timbal balik. ;ika salah satunya

    meningkat maka fungsi yang lain akan menurun. /engan menurunnya filtrasi melaluiglomerulus ginjal maka meningkatkan kadar fosfat serum dan sebaliknya kadar serum

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    6/21

    kalsium menurun. !enurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dari

    kelenjar paratiroid. -etapi gagal ginjal tubuh untuk merespon normal terhadap

    peningkatan sekresi parathormon sehingga kalsium ditulang menurun menyebabkan

    terjadinya perubahan tulang dan penyakit tulang. /emikian juga itamin / (1 dihidro+

    kolekalsiferol) yang dibentuk di ginjal menurun seiring perkembangan gagal ginjal.

    Berdasarkan proses perjalanan penyakit dari berbagai penyebab pada akhirnya akan

    terjadi kerusakan nefron. Bila nefron rusak maka akan terjadi penurunan laju filtrasi

    glomerolus dan terjadilah penyakit gagal ginjal kronik yang mana ginjal mengalami

    gangguan dalam fungsi eksresi dan dan fungsi non+eksresi. Gangguan fungsi non+eksresi

    diantaranya adalah gangguan metabolism itamin / yaitu tubuh mengalami defisiensi

    itamin / yang mana itamin / bergunan untuk menstimulasi usus dalam mengabsorpsi

    kalsium maka absorbs kalsium di usus menjadi berkurang akibatnya terjadi hipokalsemia

    dan menimbulkan demineralisasi ulang yang akhirnya tulang menjadi rusak. !enurunan

    sekresi eritropoetin sebagai factor penting dalam stimulasi produksi sel darah merah oleh

    sumsum tulang menyebabkan produk hemoglobin berkurang dan terjadi anemia sehingga

    peningkatan oksigen oleh hemoglobin (oksihemoglobin) berkurang maka tubuh akan

    mengalami keadaan lemas dan tidak bertenaga.

    Gangguan clerence renal terjadi akibat penurunan jumlah glomerulus yang

    berfungsi.penurunan laju filtrasi glomerulus di deteksi dengan memeriksa clerence

    kretinin urine tamping & jam yang menunjukkan penurunan clerence kreatinin dan

    peningkatan kadar kreatinin serum. 7etensi cairan dan natrium dapat megakibatkan

    edema =C dan hipertensi. =ipotensi dapat terjadi karena aktiitasbaksis rennin

    angiostenin dan kerjasama keduanya meningkatkan sekresi aldosteron. Kehilangan garam

    mengakibatkan resiko hipotensi dan hipoolemia. :untah dan diare &' menyebabkan

    perpisahan air dan natrium sehingga status uremik memburuk. 6sidosis metabolic akibat

    ginjal tidak mampu menyekresi asam (=) yang berlebihan. !enurunan sekrsi asam akibat

    tubulus ginjal tidak mampu menyekresi ammonia (8=

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    7/21

    Ketidakseimbangan kalsium dan fosfat merupakan gangguan metabolism. Kadar

    kalsium dan fosfat tubuh memiliki hubungan timbal balik. ;ika salah satunya meningkat

    maka fungsi yang lain akan menurun. /engan menurunnya filtrasi melaui glomerulus

    ginjal maka meningkatkan kadar fosfat serum dan sebaliknya kadar serum kalsium

    menurun. !enurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parahhormon dari

    kelenjar paratiroid tetapi gagal ginjal tubuh tidak dapat merspons normal terhadap

    peningkatan sekresi parathormon sehingga kalsium ditulang menurun menyebabkan

    terjadinya perubahan tulang dan penyakit tulang. (8urlasam &''").

    E. "#C

    (terlampir)

    $. %anie!ta!i Klini&

    :eskipun gejala yang dialami anak berariasi berdasarkan proses penyakit yang

    berbeda E beda penyakit paling umum yang berhubungan dengan GGK adalah sebagai

    berikut A

    1. Ketidakseimbangan cairan

    a. Kelebihan cairan A edema oliguri hipertensi gagal jantung kongestif

    b. !enipisan olume askuler A poliuria penurunan asupan cairan dehidrasi

    &. Ketidakseimbangan elektrolit

    a. =iperkalemia A gangguan irama jantung disfungsi miokardial

    b. =ipernatremia A haus stupor takikardia membran kering peningkatan refleks

    tendon profunda penurunan tingkat kesadaran

    c. =ipokalemia dan hiperfosfatemia A iritabilitas depresi kram otot parastesia

    psikosis tetani

    d. =ipokalemia A penurunan reflek tendon profunda hipotonia perubahan 3KG

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    8/21

    g. -anda tanda peningkatan tekanan intrakranial

    h. Koma

    i. Kejang

    . 6sidosis A takipnea

    #. 6nemia dan disfungsi sel darah

    a. !ucat

    b. Kelemahan

    c. !erdarahan ( stomatitis feses berdarah )

    . /isfungsi pertumbuhan

    a. !ertumbuhan tulang yang abnormal

    b. !erkembangan seksual yang terhambat

    c. :alnutrisi dan pelisutan otot

    d. %elera makan buruk

    e. 8yeri tulang

    G. Pemeri&!aan Diagno!ti&

    a) 5rin

    @arnaA secara abnormal warna urin keruh kemungkinan disebabkan oleh pus

    bakteri lemak fosfat atau [email protected] urine kotor kecoklatan menunjukkan

    adanya darah =b mioglobin porfirin

    Holume urineA biasanya kurang dari '' mlD& jam bahkan tidak ada urine (anuria)

    Berat jenisA kurang dari 1'1' menunjukkn kerusakan ginjal berat

    9smolalitasA kurang dari DL karena ginjal tidak mampu mereabsorbsi

    natrium

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    9/21

    b) /arah

    =t A menurun karena adanya anemia. =b biasanya kurang dari "+2 grDdl

    B58D kreatininA meningkat kadar kreatinin 1' mgDdl diduga tahap akhir

    %/:A menurun defisiensi eritropoitin

    G/6A asidosis metabolik p= kurang dari "

    !rotein (albumin) A menurun

    8atrium serum A rendah

    KaliumA meningkat

    :agnesiumA meningkat

    Kalsium ? menurun

    c) 9smolalitas serumA

    Lebih dari &2# m9smDkg

    d) !elogram 7etrogradA

    6bnormalitas pelis ginjal dan ureter

    e) 5ltrasonografi Ginjal A

    5ntuk menentukan ukuran ginjal dan adanya masa kista obstruksi pada saluran

    perkemihan bagian atas

    f) 3ndoskopi Ginjal 8efroskopiA

    5ntuk menentukan pelis ginjal keluar batu hematuria dan pengangkatan tumor

    selektif

    g) 6rteriogram GinjalA

    :engkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstraaskular masa

    h) 3KGA

    Ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa

    H. Penatala&!anaan

    1. %tabilkan keseimbangan cairan dan elektrolit

    &. /ukung fungsi kardioaskuler

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    10/21

    . Lakukan dialisis

    ". -ransplantasi ginjal

    I. Kom'li&a!i

    Komplikasi yang mungkin timbul akibat GGK antara lain(%melt*er Bare &''1)A

    1. =iperkalemia

    &. !erikarditis

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    11/21

    o /iabetes melitus

    o 4nfeksi kronik

    o 7iwayat medikasi (obat antibiotik) dosis tinggi dalam waktu lama

    o Kebiasaan kurang minum

    o Glomerulonefritis

    o Gagal ginjal akut

    o !enyakit kolagen (lupus eritematosus)

    o :asalah jantung

    7iwayat Kesehatan Keluarga

    o !enyakit !olikistik 7enal

    o 7iwayat keluarga dengan /:

    7iwayat Ke+sehatan %ekarang A

    o 6noreksia nausea omiting nyeri ulu hati konstipasi diare perdarahan

    saluran cerna

    o Kelemahan keletihan yang ekstrim malaise sakit kepala penglihatan kabur

    o Gangguan tidur (insomniaDgelisah) konfusi.

    o 7asa panas pd telapak kaki (kebas) Kulit gatal+gatal (pruritus)

    o %putum kental dan liat

    o =ipertensi !enurunan BB (malnutrisi)

    o 8afas pendek !enurunan gairah seI amenorhoe infertilitas

    o 9liguria anuria

    &. !emeriksaan Cisik

    a. Kulit rambut dan kuku1) 4nspeksi warna kulit jaringan parut lesi dan askularisasi

    &) 4nspeksi dan palpasi kuku tentang warna bentuk dan catat adanya abnormalitas

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    12/21

    c. :ata

    1) 4nspeksi kelopak mata perhatikan bentuk dan kesimetrisannya

    &) 4nspeksi daerah orbital adanya edema kemerahan atau jaringan lunak dibawah

    bidang orbital.

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    13/21

    #) -arik daun teinga secara perlahan ke atas dan ke belakang. !ada anak+anak daun

    telinga ditarik ke bawah kemudian amati liang telinga adanya kotoran serumen

    cairan dan peradangan.

    ) 5ji fungsi pendengaran dengan menggunakan arloji suaraD bisikan dan garpu tala

    (tes @ebber 7inne %wabacch). (nerus auditorius).

    f. :ulut dan faring

    1) 4nspeksi warna dan mukosa bibir lesi dan kelainan koninetal

    &) :inta pasien membuka mulut jika pasien tidak sadar bantu dengan sudup lidah.

    4npeksi keberihan jumlah dan adanya caries.

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    14/21

    Iifoideus dan minta pasien bernapas panjang. 5kur pergeseran kedua ibu jari.

    ) !erkusi dari puncak paru ke bawah (supraskapularisD

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    15/21

    &) !alpasiA tonus otot kekuatan otot

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    16/21

    J. Anali!a Data

    8o /ata !atofisiologi :asalah

    1 /%A

    M Klien mengatakan urin sedikitbahkan tidak ada

    M Klien mengatakan mata kaki

    tangan bengkak

    M Klien mengatakan perut

    bengkak

    /9A

    M Holume urinA '' mlD& jam

    M B; urin A 1'# (menunjukan

    kerusakan ginjal berat)

    M 8atrium urinA ' m3>Dliter

    M 8a serumA rendah (ginjal

    kehabisan natrium)

    M !erbesaran ena yugularis (;H!)

    M 3dema periorbita

    M !itting edema (kaki tangan

    sakrum)

    M /istensi 6bdomenD 6sites

    7esiko

    ketidakseimbangan cairan dan

    elektrolit

    & /%A

    Klien mengatakan urin sedikit

    bahkan tidak ada

    Klien mual muntah Klien mengatakan badannya

    bengkak

    /9A

    !alpitasi

    Kulit pucat membran

    mukosa

    Kering kuku dan rambut

    rapuh ekstremitas dingin

    !enurunan haluaran urine

    :ual muntah distensiabdomen

    !erubahan -/ pengisian

    kapiler lambat

    !erfusi jaringan

    perifer tidak

    efektif

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    17/21

    < /%A

    1. Klien mengatakan tidak mau

    makan sering mual dan muntah.

    &. Klien mengatakan BB menurun

    /9A

    1. /istensi abdomen perbesaranhati (tahap akhir)

    &. @arna kulit abu+abu kering

    bersisik pruritus ekimosis

    kuku tipis dan rapuh rambut

    tipis dan kasar perubahan turgor

    kulit

    Dliter !roteinuria (

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    18/21

    ekimosis kuku tipis dan rapuh

    rambut tipis dan kasar serta

    perubahan turgor kulit

    K. A!u(an Ke'era)atan

    8o 8anda 89 84

    1 7esiko

    ketidakseimbangan

    cairan dan elektrolit

    Keseimbangan airan

    -ekanan darah A /B=

    -ekanan arteri rata+rata A/B8

    -ekanan ena sentral A

    /B=

    -ekanan hambatan

    pulmonal A /B=

    !alpasi nadi perifer

    =ipotensi 9rtostatik (+)

    Kesimbangan intake

    output (&jam)

    !erubahan suara napas(+)

    Kestabilan berat badan

    6sites (+)

    /istensi ena leher (+)

    3dema !erifer (+)

    :ata yang cekung (+)

    Konfusi yang tidak

    tampak

    7asa haus abnormal (+)

    =idrasi kulitKelembaban mukosa kulit

    3lektrolit serum A /B8

    =ematokrit A /B8

    Berat jenis 5rin /B8

    :686;3:38 64768D

    3L3K-79L4-

    :onitor keabnormalan leel untukserum

    /apatkan specimen lab untuk

    memonitor leel cairanD elektrolit

    -imbang berat badan tiap hari

    Beri cairan

    !romosikan intake oral

    Beri terapi nasogastrik untuk

    menggantikan output

    !asang infuse 4H

    :onitor hasil lab yang releandengan retensi cairan

    :onitoring status hemodinamik

    termasuk :6! [email protected]!

    !ertahankan keakuratan catatan

    intake dan output

    :onitor tanda+ tanda ital

    :onitor manifestasi dari

    kekurangan keseimbangan elektrolit

    Beri diet yang dianjurkan untuk

    ketidakseimbangan cairan atau

    elektrolit yang spesifik ( seperti

    sodium menurun )

    Kaji sclerakulit untuk mencari

    indikasi kekurangan keseimbangan

    cairan dan elektrolit

    & !erfusi jaringan

    perifer tidak efektif

    !erfusi jaringan Aperifer

    Kecepatan pengisian

    kapiler

    Kekuatan denyut nadi

    perifer bawah

    %imetris denyut nadiperifer distal

    :anajemen sensasi perifer

    !antau ketajamanD ketumpulan atau

    panas D dingin bagian perifer pasien

    ( kulit )

    !antau adanya !arasthesia A kebas

    kesemutan hiperparasthesia danhipoparasthesi

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    19/21

    Kenormalan tingkat

    perasa

    Kenormalan warna kulit

    Kehangatan ekstermitas

    5dem perifer tidak ada

    4nstruksikan kepda pasien D

    keluarga untuk selalu memeriksa D

    memantau integritas kulit yang

    mengalami cedera D gangguan

    sensasi setiap hari

    /iskusikan dan identifikasi dengan

    tenaga medis lainnya penyebab dari

    aanya perubahan sensasi atau

    sensasi yang abnormal pada pasien

    < Ketidakseimbangan

    nutrisi kurang dari

    kebutuhan tubuh

    %tatus 8utrisiA 4ntake

    makanan dan cairan

    4ntake makanan di mulut

    4ntake di saluran makanan

    4ntake cairan di mulut

    4ntake cairan 4ntake -!8N

    !engelolaan 8utrisi

    :engetahui makanan yang

    disukai oleh pasien

    :enentukan kebutuhan

    nutrisi dari pasien

    /iskusikan dengan indiiduhubungan antara asupan makanan

    olahraga berat badan dan

    penurunan berat badan

    -entukan berat badan ideal

    indiidu

    :engontrol nutrisi sesuai

    kebutuhan kandungan dan kalorinya

    :emberikan makanan yang

    telah diseleksi

    :erencanakan berat badan

    mingguan

    4ntoleransi aktiitas 4ntoleransi aktiitas

    7espon saturasi oksigen

    terhadap aktiitas normal

    7espon denyut jantung

    terhadap aktiitas normal

    -ingkat pernapasan

    terhadap aktiitas normal

    -ekanan darah sistol

    terhadap aktiitas normal

    -ekanan darah diastol

    terhadap aktiitas ang

    normal

    @arna kulit normal

    3kg normal

    :686;3:38 3837G4

    -entukan pembatasan aktiitas

    fisik pasien

    ;elaskan tanda yang menyebabkan

    kelemahan

    ;elaskan penyebab kelemahan

    ;elaskan apa dan bagaimana

    aktiitas yang dibutuhkan untuk

    membangun energi

    :onitor intake nutrisi yang

    adekuat

    :onitor pola tidur

    :onitor lokasi

    ketidaknyamananDnyeri

    # Kerusakan

    integritas kulit

    4ntegritas ;aringanA Kulit

    :embran :ukosa

    -emperatur jaringan 437N

    %ensasi 437

    3lestisita 437

    =idrasi 437

    :68/4

    :embantu dengan kursi mandi

    tong mandi mandi tegak atau

    mandi duduk yang cocok dan

    sesuai keinginan.

    :encuci rambut sesuai dengan

    kebutuhan dan keinginan

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    20/21

    !igmentasi 437

    !erspirasi 437

    @arna 437

    -ekstur 437

    Ketebalan 437 ;aringan bebas lesi

    !erfusi jaringan

    !ertumbuhan rambut pada

    kulit 437

    :emandikan dengan suhu air

    yang nyaman.

    :embantu perawatan perineal

    sesuai kebutuhan.

    :embantu dengan melakukan

    tindakan kebersihan seperti

    menggunakan deodorant atau

    perfume.

    :erendam kaki sesuai kebutuhan

    :encukur pasien sesuai indikasi.

    :anggunakan pelicin seperti salep

    dan krim untuk daerah yang

    kering.

    :enawarkan bantuan mencuci

    setelah selesai dari toilet dan

    sebelum makan.

    :enggunakan bedak pengering

    untuk daerah lipatan+lipatan kulit

    yang lebih dalam.

    :emantau kondisi kulit ketika

    mandi.

    :emantau kemampuan fungsional

    ketika mandi

    !encegahan /ekubitus

    resiko pasien misalnya skalaBraden

    :endokumentasikan status kulit

    pada admisi dan harian

    :emindahkan kelebihan air

    malalui kulit melalui keringat

    drainase luka dan kekurangan

    tenaga fekal dan urinaria

    :enggunakan pelindung seperti

    krim atau bantal penyerap air

    untuk memindahkan kelebihan airsesuai kebutuhan

    :enggunakan pakaian occulsif

    transparen film untuk melindungi

    area yang beresiko dari keabsahan

    memutar pasien setiap 1+& jam

    secara secara berkesinambungan

    menghindari pijatan pada daerah

    yang tertekan

    menjaga kekeringan air

    ketidakrusakan kulit

    menjamin nutrisi yang adekuat

  • 5/19/2018 GAGAL GINJAL KRONIK.doc

    21/21

    khususnya protein itamin B dan

    *at besi dan kalori

    menggunakan suplemen yang

    sesuai

    /6C-67 !5%-6K6

    1. hang dkk. (&'1'). !atofisiologi 6plikasi pada !raktik Keperawatan. ;akartaA 3G.