FT3 KELOMPOK 5.pptx

  • View
    11

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of FT3 KELOMPOK 5.pptx

Slide 1

GNA (Gromerulonefritis Akut)Kelompok 5

Rama Mulyadi1111012030Abdel Tauffiqhy Shaffajra1111013051Putri Ramadhani1111012012Wella Afriani1111012041

2

PendahuluanGNA ialah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu .Yang sering terjadi ialah akibat infeksi2. tidak semua infeksi streptokokus akan menjadi glomerulonefritis, hanya beberapa tipe saja. Timbulnya GNA didahului oleh infeksi ekstra renal, terutama di traktus respirotorius bagian kulit oleh kuman streptokokus beta hemolitikus golongan A tipe 12, 4, 16, 25 dan 49. dari tipe tersebut diatas tipe 12 dan 25 lebih bersifat nefritogen dibanding yang lain.

3

ETIOLOGIStreptococcus beta hemoliticus gol A type 12Infeksi (poststreptococcal glomerulonephritis,bakteri)Multisystem dissease (SLE,vasculitis)Primary glomerular dissease (bergers dissease)Lain-lain (serum sickness)streptokokus beta hemolitikus grup A tipe 1, 3, 4, 12, 18, 25, 49. Sedang tipe 2, 49, 55, 56, 57 dan 60 menyebabkan infeksi kulit

Gejala KlinisGejala yang sering ditemukan berupa hematuria, kadang dijumpai edema pada daerah sekitar mata atau seluruh tubuh. Gambaran GNAPS yang paling sering ditemukan adalah: hematuria, oligouria, edema dan hipertensi. Gejala gejala umum yang berkaitan dengan permulaan penyakit seperti rasa lelah, anoreksia, demam, mual, muntah dan sakit kepala. Hipertensi dijumpai 60 70 % GNA pada hari pertama, dijumpai juga gejala gastrointestinal berupa muntah, tidak nafsu makan, konstipasi dan diare. ( Noer . 2002 )

PATOGENESIS

6

Penyakit Kompleks Imun & komplemenAg substansi dari luar GlomerulusAg kompleks imun dr MBG sendiriAb spesifikKompleks imun Ag-AbMasuk sirkulasi darahTerjebak di glomerulus mengendapINFLAMASIDibentuk Ab menyerang membran basal(anti-GBM antibody)Sel2 inflamasi (PMN&makrofag)Molekul adhesikemokinHal2 lain, sprti trombosit & aktivasi sist. komplemenKERUSAKAN GLOMERULUS

Patofisiologi

10

11

Diagnosa penunjangUrinalisisBJ , proteinuria ++, hematuria, leukosituria, sedimen urin eritrosit, ureum & kreatinin , kadar C3 , C4 N /Pem. HematologiHB & Ht , LED , leukositosis (shift to the left)Silinder leukosit, eritrosit, & hyalinUji serologis:Antistreptozim +, ASTO , AntiDNase B +Imaging : mengetahui letak kelainandan ukuran ginjalBiopsi : bila ada pe fungsi ginjal

Diagnosis Banding

GNAGNCSINDROM NEFRITIK AKUTDefinisiMerupakan penyakit yg ditandai dgn kelainan berupa peradangan glomeruli, bilateral, disertai proliferasi sel-sel epitel & endotel secara difus, sebenarnya penyakit otoimunKelainan berupa kerusakakan jar. Glomeruli yg menahun, merupakan kelainan akhir yg di jumpai pada berbagai penyakit ginjal yg berbeda beda etiologinya, kebanyakan timbul perlahanSindrom yg terjadi secara mendadak karena penurunan faal ginjal akut dgn etiologi primer pada ginjalInsidensiAnak > DewasaPria : Wanita = 2 : 1Semua umur terutama dewasaSemua umur

GNAGNCSINDROM NEFRITIK AKUTEtiologiReaksi terhadap infeksi beta streptococcus hemolyticus group A tipe 12 (infeksi pada traktus respiratorius 2 mgu kmudian GNAInfeksi staphylococcus, infeksi pneumococcusKelanjutan GNASindrom NefrotikPenyakit Ginjal ( Gagal ginjal kronik, Sindrom nefrotik )Gejala KlinikHematuria, hipertensi, oedem pretibial dan periorbital, oligouria, anorexia, mual, muntahPoliuria, Hematuria, oedem, hipertensi, anorexia, mual, muntahOligouria, oedem, hipertensi, peningkatan JVP, hematuria

GNAGNCSINDROM NEFRITIK AKUTLEDHb Normal /BJ Normal / Hematuria+++Proteinuria+++SilinderEritrosit, epitel, hilain, granulerSilinder, butir lemakeritrositUreumKreatinin

TERAPI FARMAKOLOGIAntibiotic untuk menjamin pembasmian streptococcus.Penicillin (Beepen-VK, Betapen-VK, Pen-Vee K, V-Cillin K)Erythromycin (E.E.S., E-Mycin, Eryc, Ery-Tab, Erythrocin) menghambat pertumbuhan bakteri

Antihipertensi menghilangkan gejala hipertensi Hydralazine (Apresoline) menurunkan sistemic resistance melalui vasodilatasi langsung arteriol

17

Nifedipine (adalat, procardia) relaksasi dan vasodilatasi dengan meningkatkan pengiriman oksigen ke otot jantung Diuretik untuk mengatasi retensi cairan Furosemid (lasix) meningkatkan ekskresi garam dan air

Terapi Non FarmakologiMengurangi konsumsi garam untuk mencegah atau mengurangi timbulnya gejala hipertensi.

Mengurangi konsumsi protein (diet rendah protein) untuk mencegah atau mengurangi timbulnya proteinuria

19

20