Click here to load reader

Frank Owen Gehry

  • View
    65

  • Download
    14

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Arsitek Postmoder

Text of Frank Owen Gehry

BAB IPENDAHULUAN

0. Latar BelakangIstilah post modern pertama kali digunakan oleh ahli sejarah Toynbee di tahun 1875. Toynbee memunculkan istilah post modern untuk menjelaskan berakhirnya dominasi barat, dan berkembangnya budaya non barat. Secara sederhana, definisi dari post modern adalah sebuah pemikiran yang mengkritik pandangan modernisme melalui cara pandang yang cenderung pada keanekaragaman, bukan homogenitas, pada kejenakaan bukan serius, cenderung pada berantakan daripada bersih, cenderung pada penggambaran walaupun terkadang juga memiliki keteraturan geometris.Ketidakpercayaan pada modernisme berangkat dari kekecewaan akibat berbagai bencana (perang dunia, perang vietnam, dan lain-lain) dan ketimpangan sosial ekonomi dan budaya internasional. Rasionalisme sebagai dasar utama dari modernisme dianggap tak mampu selesaikan berbagai permasalahan. Oleh karena itu muncul upaya menemukan alternatif pemikiran spiritual dan menghidupkan kembali nilai-nilai agama (revitalisasi) maupun kepercayaan yang bersifat positif maupun negatif.Pengaruh Post-modernisme ini merebak hampir di segenap aspek kehidupan manusia seperti seni, arsitektur, sastra, komunikasi, fashion, gaya hidup hingga teknologi. Awal lahir dan berkembangnya Post-modernisme dalam bidang arsitektur dilatar-belakangi oleh adanya kegagalan dari arsitektur modern, di mana muncul kebosanan dalam keseragaman, tiada identitas diri pada lokasi, belenggu efektivitas dan efisiensi dari produk massal, serta pengaruh kuat dari proses industrialisasi komponen bangunan.Masa arsitektur post modern lahir setelah masa modern berakhir. Arsitektur post modern yaitu arsitektur yang sudah melepaskan diri dari aturan-aturan modernisme. Aliran post modern merupakan oposisi dari aliran arsitektur modern. Di dalam dunia arsitektur, Post Modern menunjuk pada suatu proses atau kegiatan dan dapat dianggap sebagai sebuah langgam, yakni langgam Postmodern. Dalam kenyataan hasil karya arsitekturnya, langgam ini muncul dalam tiga versi/sub- langgam yakni Purna Modern, Neo Modern, dan Dekonstruksi. Dekonstruksi hadir pada tahun 1970an melengkapi berbagai langgam arsitektur yang masuk dalam postmodernism atau langgam post-modern adalah suatu pendekatan terhadap perancangan bangunan dengan mencoba melihat arsitektur dari segi bagian dan potongan. Bentuk dasar arsitektur dirombak semua. Bangunannya tidak memiliki unsur logis : bentuknya tidak berhubungan satu sama lain, tidak harmoni, abstrak. Arsitektur dekonstruksi memiliki karakter penting didalamnya, yaitu : bangunan bersifat plural dan beragam, serta merupakan hasil dari proyeksi geometri 3D bukan 2D. Bangunan dekonstruksi memiliki sifat khas, yaitu Fragmentation and Discontinuity. Maksudnya ialah bangunan bersifat terpecah-pecah dan tidak menyambung. Sehingga tampak bangunan terlihat miring dan abstrak serta tampak tidak teratur. Hal inilah yang menjadikan kelebihan langgam dekonstruksi dalam dunia arsitektur. Frank O Gehry adalah salah satu arsitek post modern yang dikenal dengan karya-karyanya yang imajinatif dengan bentuk-bentuk yang aneh dan memunculkan gagasan-gagasan baru. Frank O Gehry adalah arsitek yang konsep desainnya banyak dipengaruhi oleh seni patung dan lukis, baginya seni dan arsitektur merupakan hal yang datang dari sumber yang sama. Sehingga perwujudan bentuk-bentuk arsitektur menurutnya tidak bisa terlepas dari pengaruh-pengaruh seni tersebut. Karena banyak karya-karyanya yang imajinatif dengan bentukan aneh yang cenderung abstrak, banyak orang menyebutnya sebagai bagian dari gerakan dekonstruksi.

0. Tujuan Penulisan

Untuk memahami gagasan dan pemikiran dari arsitek Frank Owen Gehry. Untuk memahami konsep yang diterapkan arsitek Frank Owen Gehry terhadap karyanya pada Arsitektur Post-Modern. Untuk memahami pendekatan perancangan yang digunakan arsitek Frank Owen Gehry terhadap karyanya pada Arsitektur Post-Modern.

0. Manfaat Penulisan

Dengan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat khususnya bagi kami, dan secara umum bagi siapa pun yang membaca makalah ini. Dengan demikian makalah ini dapat memberikan manfaatnya yang memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan bagi kami dalam aspek-aspek yang ada dalam setiap pembahasan yang kami bahas.

0. Urgensi Pemilihan JudulDi dalam pemilihan judul untuk penulisan makalah ini, kami memiliki beberapa pertimbangan mengapa kami memilih arsitek Frank Owen Gehry yang berkebangsaan asli Kanada, Amerika sebagai objek untuk dikaji dalam pembahasan tentang arsitektur post-modern, yakni diantaranya: Frank Owen Gehry adalah seseorang yang menghargai masa lalu dan belajar darinya. Masa kecil gehry banyak mempengaruhi dan menginspirasi karya-karyanya. Seperti furniture hasil karyanya yang menjadi terkenal dan dimuat di majalah-majalah arsitektur. Gehry mendapatkan inspirasi membuat kursi dari kayu bekas, karena saat dia masih kecil, suatu hari gehry diajak neneknya bernama Caplan membangun kotak-kotak kecil dari potongan-potongan kayu bekas. Neneknya sangat mempengaruhi pembentukan pribadinya. Kebiasaan neneknya sering diamati. Setiap hari kamis neneknya memasukan ikan mas hidup ke dalam bak mandi, yang sebelum akhirnya ikan mas tersebut dimasak. Gerakan dan bentuk ikan sangat senang diperhatikan oleh gehry kecil, dan sering menjadi tema desain karyanya. Konsep desainnya banyak dipengaruhi oleh seni patung dan lukis, baginya seni dan arsitektur merupakan hal yang datang dari sumber yang sama. Sehingga perwujudan bentuk-bentuk arsitektur menurutnya tidak bisa terlepas dari pengaruh-pengaruh seni tersebut. Bagi Gehry, pekerjaan seniman maupun arsitek bukanlah hal yang sangat berbeda, dia selalu merasa bahwa pekerjaan seniman lukis yang bekerja dengan koas dan kanvas memberikan kebenaran yang tepat untuk seorang arsitek untuk menentukan bagaimana penggunaan warna, ukuran dan komposisi dalam desainnya. Pendekatan seni dalam penyelesaian karya arsitekturnya merupakan proses dari pencarian dia terhadap makna seni yang kemudian mengilhami gagasan-gagasannya. Frank O Gehry lebih mengedepankan pengaruh seni patung/sculptural dan aspek komposisi daripada fungsi atau program kebutuhan. Desainnya memperlihatkan kemampuan dia dalam menyeimbangkan antara daya imajinasi dan profesionalisme. Imajinasi yang dia aplikasikan dalam desainnya merupakan desain yang dinamis, hidup, dan energik baik pada bentuk, warna, ruang maupun tekstur. Frank O Gehry tidak terpaku pada sesuatu yang distandarkan, karya yang dia hadirkan benar-benar memberikan kebebasan kepada orang untuk mengapresiasi atau mempresepsi secara berbeda tergantung pada pemahaman masing-masing orang yang mengamati (tidak ada pemahanan tunggal). Frank O Gehry juga memiliki kemampuan dalam mengutak-atik bentuk geometri dan menyusunnya kembali dalam bentuk yang kompleks.Dari beberapa pertimbangan di atas mengenai Frank O Gehry kami memberikan alasan kami mengapa Frank O Gehry sangat penting untuk dikaji dalam pembahasan tentang arsitektur post-modern. Diantaranya:1. Frank O Gehry tidak memiliki pedoman atau kiblat pada arsitek manapun dalam menciptakan identitas atau karakteristik/style nya sendiri pada karya-karyanya. Masa kecilnya lah yang mendominasi dan memberikan inspirasi pada karya-karyanya, dia menciptakan stylenya sendiri. Hal ini menggambarkan karakteristik dari arsitektur post-modern, bahwasannya postmodernisme adalah pandangan dunia yang menyangkal semua pandangan dunia, contohnya dalam arsitektur adalah tidak ada kiblat dalam perancangan.2. Karena konsep desainnya banyak dipengaruhi oleh seni, gehry ingin membuka pandangan baru terhadap pendekatan dalam mendesain karya-karya arsitektur yakni, melalui pendekatan seni. 3. Frank O Gehry lebih mengedepankan pengaruh seni patung/sculptural dan aspek komposisi daripada fungsi atau program kebutuhan. Frank O Gehry juga tidak terpaku pada sesuatu yang distandarkan. Hal ini berarti bahwasannya gehry memutuskan untuk meninggalkan kultur yang ada pada aliran modern yang terkenal dengan istilah form follow function, menjadi function follow form atau form follow fun sesuai dengan pengertian dekonstruksi yakni merupakan suatugerakanyangingin melepaskan diri dari ketergantunganpada arsitektur modern, yang menjadi dekonstruksi menjadi salah satu langgam yang ada pada arsitektur post modern.4. Imajinasi yang dia aplikasikan dalam desainnya merupakan desain yang dinamis, hidup, dan energik baik pada bentuk, warna, ruang maupun tekstur. Berkaitan dengan pengertian arsitektur post modern sendiri yakni, post modern adalah sebuah pemikiran yang mengkritik pandangan modernisme melalui cara pandang yang cenderung pada keanekaragaman, bukan homogenitas, pada kejenakaan bukan serius, cenderung pada berantakan daripada bersih, cenderung pada penggambaran walaupun terkadang juga memiliki keteraturan geometris.5. Frank O Gehry memiliki kemampuan dalam mengutak-atik bentuk geometri dan menyusunnya kembali dalam bentuk yang kompleks. Hal ini berkenaan dengan istilah dekonstruksi. perancangan bangunan dengan mencoba melihat arsitektur dari segi bagian dan potongan. Bangunannya tidak memiliki unsur logis, bentuknya tidak berhubungan satu sama lain, tidak harmoni, abstrak.

BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Deskripsi

Frank Owen Gehry adalah arsitek yang berkebangsaan asli Kanada, Amerika. Gehry lahir lahir di Toronto, Kanada pada tanggal 28 Februari 1929. Istrinya bernama Berta dan memiliki dua orang anak yang bernama Alejandro dan Sami. Frank .O Gehry menjalani pendidikan formal dalam bidang arsitektur di University of Southern California, kemudian melanjutkan belajar Urban Planning di Harvard Universitys Graduate School of Design. Dia mendapat gelar Doktor kehormatan di bidang arsitektur dari beberapa institusi, dan diangkat menjadi profesor oleh Yale University.Gehry pernah bekerja di Victor Gruen Associates dan Pereira and Luckman Associates, dan pernah bekerja di Paris selama setahun pada Andre Renondet. Pada tahun 1962 gehry membuka kantor di Santa Monica, California. Pada tahun 1990 Gehry mulai menggunakan software komputer bernama CATIA untuk menyelesaikan konstruksi dan Engineering pada bentuk bangunan yang dirancangnya. Frank Gehry menerima beberapa penghargaan internasional atas prestasinya di bidang arsitektur, antara lain The Pritzker Prize Award tahun 1989 dan Imperiale Award in Architecture tahun 1992, sedangkan perhatiannya terhadap bidang seni mendapat penghargaan dari Lilian Gish Award for Lifetime Contribution to The Arts pada tahun 1994.

2.2 Gagasan, Pemikiran dan Konsep Pada tahun 1970-an Frank Gehry mulai mengaplikasikan gagasannya dengan mengeksplorasi kekuatan utama dari konstruksi yang belum terselesaikan dengan materialisasi yang murah, dengan penyelesaian teknologi modern, pada desain rumahnya sendiri di Santa Monica, yang memberikan kontribusi pada perkembangan gaya regional di Los Angeles, kota tempat ia bekerja sejak 1962.

Gambar 1.1 Rumah Tinggal Frank .O Gehry, Santa Monica, CaliforniaSumber: unikgaul2.blogspot.com

Penggunaan materi pada rumahnya dilakukan dengan membungkusnya dari material seng gelombang dan rantai, kemudian menembus pembungkus tersebut dengan kaca lebar yang diputar sehingga menimbulkan celah. Konsep desain gehry banyak dipengaruhi oleh seni patung dan lukis, imajinasinya di aplikasikan dalam desainnya yang dinamis, hidup dan energik, baik pada bentuk, warna, maupun tekstur. Karya yang gehry hadirkan memberikan kebebasan kepada orang untuk mengapresiasi atau mempresepsi secara berbeda tergantung pada pemahaman masing-masing orang. Karena konsep desainnya banyak dipengaruhi oleh seni, gehry memiliki gagasan baru yakni, ia ingin membuka pandangan baru terhadap pendekatan dalam mendesain karya-karya arsitektur yakni melalui pendekatan seni. Dalam pekerjaan desainnya gehry lebih mengedepankan pengaruh seni patung/sculptural dan aspek komposisi daripada fungsi atau program kebutuhan. Desainnya memperlihatkan kemampuan dia dalam menyeimbangkan antara daya imajinasi dan profesionalisme, dan Gehry memberikan kontribusi terhadap perkembangan arsitektur kontemporer. Frank Gehry memiliki kemampuan berimajinasi yang luar biasa dalam mengutak-atik bentuk geometri dan menyusunnya kembali dalam bentuk yang kompleks. Hal ini sebagai pelopor pembaharuan munculnya bentuk-bentuk baru pada arsitektur postmodern, dengan kebebasan desain yang imajinatif, inovasi dalam penggunaan material, maupun struktur dan konstruksinya. Konsep metafora merupakan salah satu konsep arsitektur yang digunakan Frank Gehry pada perancangannya. Konsep metafora pada bangunannya memiliki konsep awal sebagai metafor simbolik karena desain-desainnya tersebut memuat karakteristik konsep-konsep yang dapat menimbulkan persepsi berbeda dan bermakna konotatif disamping fungsi dari bangunannya itu sendiri. Salah satu karyanya yag menggunakan konsep metafora adalah Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol. Selain itu gehry juga menyukai pluralitas, baginya konsep pluralisme merupakan sesuatu yang indah, seperti pernyataannya: I think pluralism is wonderful. That is the American way. Individual expression. It hasnn hurt us in painting and sculpture. It hasnt hurt us in literature. And it wont hurt us in architecture (Jencks, 1991:120).Gehry merupakan yang pertama merefleksikan pemberontakan terhadap segala hal yang individual, uniform, tapi konsep pluarlismenya, dia mengakui keberadaan individu yang berbeda-beda. Desainnya menjadi suatu perwakilan yang sangat akurat dari kondisi urban modern yang bukan hanya dari kota ia sendiri, tapi juga termasuk kota lainnya di dunia. Contoh karyanya tentang urban desain misalnya adalah Layola Law School, Los Angeles, California. Gehry mensikapi perkembangan jaman dengan ekspresi latar belakang budayanya, yang menurutnya bahwa dunia ini semakin sibuk, waktu terasa makin cepat dan memburu sehingga karya arsitekturnya dengan konsep suasana sibuk, dinamis dan hiruk pikuk tersebut dianggap sebagai kontekstualitas terhadap kondisi masyarakat pada saat ini. Tidak heran jika karya-karya arsitekturnya penuh dengan imajinasi yang mencerminkan gerakan yang dinamis

2.3 Karya-karya Frank .O Gehry Museum Guggenheim, Basque, Bilbao, Spanyol UtaraGuggenheim Museum yang dibuka pada tahun 1997 adalah karya Gehry yang spektakuler terbuat dari titanium, kaca, dan limestone serta merupakan proyek yang most exciting baginya. Guggenheim Museum ini adalah pemenang sayembara senilai US$ 100 juta, yang diselenggarakan oleh Guggenheim Foundation dan Pemerintahan Basque untuk merevitalisasi Bilbao. Guggenheim Gehry adalah pusat seluruh upaya pembaruan urban yang telah membuat Bilbao sebagai sebuah tujuan ziarah bagi siapa pun yang tertarik akan arsitektur kontemporer. Bangunan ini menciptakan permainan ruang luar dan dalam yang bertujuan untuk memamerkan dirinya sendiri sebagai sebuah objek seni. Guggenheim Bilbao merepresentasikan ide massiveness juga thickness, melalui konteks cladding yang sangat tipis dan permukaan yang memantulkan cahaya.

Gambar 1.2 Guggenheim Museum Bilbao dari Sungai

Gambar 1.3 Guggenheim Museum Bilbao saat Pembangunan

Museum ini seperti sebuah tiang berkilau dengan pola yang terbentuk secara eksentrik dan nampak dalam keadaan hampir melayang. Sebuah bangunan yang muncul dari gagasan unik dan imajinatif dengan sentuhan tangan profesional seorang arsitek yang memiliki visi jauh ke depan. Bangunan museum tersebut berdiri di atas lahan seluas 32.700 m2, selatan tepi Sungai Nervion, Bilbao, Spanyol. Bangunan terdiri dari serangkaian massa yang memiliki sebuah pusat berupa atrium di bagian tengah bangunannya dengan skala monumental.

Gambar 1.5Eksterior Guggenheim Museum dengan bagian sculptural yang berlapis titanium dan limestone. Kehadirannya di Bilbao dianggap cocok karena daerah itu merupakan penghasil bijih besi dan spanyol terkenal dengan batu alamnya

Gambar 1.4Guggenheim Museum, Bilbao, Spain, 1997. Serangkaian massa bangunan dengan sebuah fokus berupa atrium di pusatnya dengan skala monumental

Imajinasi yang dinamis dengan konsep metafora ikan dan kesibukan manusia, dipadukan dengan intelektualitas dan profesionalisme Gehry dalam arsitektur dan seni, terlihat dari hasil karyanya ini yang menjadi perhatian dari berbagai kalangan. Untuk mengekspresikan idenya tentang gerakan ikan dan suasana sibuk manusia kontemporer, Gehry membutuhkan nuansa ruang yang dinamis, hidup dan energik sehingga menimbulkan kesan yang sama dengan suasana sibuknya kota Bilbao sebagai kota industri dan metropolis.

Gambar 1.7Guggenheim Museum dalam keadaan hampir melayang. Perpaduan antara daya imajinasi dan profesionalisme Gehry dalam arsitektur dan seni. Makna yang ditimbulkannya dipresepsi berbeda oleh pengamat, seperti konsep pluralitas yang tidak menginginkan makna tunggalGambar 1.6Lipatan-lipatan yang rumit, sebuah ide yang mengedepankan sculptur dan komposisi dibanding program ruang. Tekstur eksterior yang berlapis titanium yang menyerupai sisik ikan

Garis-garis lengkung, abstrak dan sudut-sudut yang bermunculan di setiap sisi bangunan yang dimunculkan Gehry dalam desain Guggenheim merupakan hasil ekspresi dari proses menginterpretasikan kesibukan manusia di kota Bilbao. Ekspresi tersebut merupakan pemindahan konsep hiruk-pikuk kota industri dan ikan ke dalam sebuah bangunan museum yang mengundang imajinasi orang terhadap desainnya. Gambar 1.8 Sketsa Tampak Guggenheim MuseumSumber: archdaily.com

Interior museum memiliki tiga lantai ruang peragaan termasuk galeri monumental setinggi 50 meter beratap skylight pada atriumnya khusus untuk karya seni berukuran besar. Selain itu museum ini memiliki galeri memanjang, seluas 10.400 m2, yang menjangkau kedua sisi bawah jembatan Puente de la Salve dan berakhir pada menara. Pencahayaan alami melalui skylight dan sistem pantulan pada atap menerangi penampilan interiornya. Karakteristik ruang dalam Guggenheim Museum antara lain:1) Bentuk-bentuk tidak stabil, tekstur permukaan dan kombinasi warna melalui komposisi lengkungan dan putaran ke kiri, kanan, atas dan bawah. Pemakaian bahan titanium serta limestone, warna metal dikombinasikan dengan warna kecoklatan batu alam2) Bentuk tegas, bidang bersudut, diagonal yang dapat dilihat dari ruang-ruang interior maupun bentuk secara keseluruhan yang sculptural3) Material solid berupa batu, logam dan kayu (pada interiornya) dengan tekstur kasar alami bahan terlihat jelas mendominasi penampilan bangunan yang menampilkan kesan dinamisnya suasana

Gambar 1.9 Sketsa Tampak Guggenheim MuseumSumber: archdaily.com

Desain berbentuk kurva berlapis titanium yang memutarkan volum persegi panjang yang berlapis batu, bangunan tersebut merupakan hasil dari kemampuan/kekuatan imajinasi Gehry dalam desainnya. Eksterior Guggenheim dilapisi panel titanium yang begitu tipis dan dapat berkibar-kibar apabila ada angin kencang. Permukaan museum yang berkilau dan berdesir bertujuan untuk menggantikan cahaya dan mengtransformasi bangunan menjadi suatu seni ukir raksasa yang bercahaya. Imajinasi yang hidup, tentu saja tidak dengan mudah direalisasikan dalam bentuk desain nyata tanpa alat bantu computer. Dalam hal ini program software CATIA ikut mengambil peran dalam proses tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Jim Glymph, salah satu rekan kerja Gehry yang bertanggung jawab dalam menyesuaikan CATIA untuk penggunaan arsitektural, CATIA sangat berpengaruh sebagai alat desain. Gambar 1.10 Potongan Guggenheim MuseumSumber: archdaily.com

Gambar 1.11 Guggenheim MuseumSumber: archdaily.com

Dengan mengobservasi perilaku Gehry dalam menggambar, kita dapat memperoleh bagian dari caranya berpikir. Sketsa-sketsa yang Gehry gunakan untuk mengawali proses perancangannya memiliki karakter fluid dan ekspresif. Banyak ekspresi awal dari bangunan merepresentasikan pencarian bentuk dan volum seperti yang terlihat dalam sketsa untuk Guggenheim Museum ini. Sketsa-sketsanya yang terbentuk dari garis-garis yang begitu mengalir, menerus, hampir jarang terputus ini, dapat dikatakan mampu memberi kesan pada Guggenheim Museum Bilbao sebagai ruang tanpa akhir.

Gambar 1.12 Sketsa Guggenheim Museum Frank GehrySumber: Architects Drawings

Gambar 1.13 Foto Udara Guggenheim Museum BilbaoSumber: greatbuildings.com

Nationale-Nederlanden Building (1992-1996), PragueBangunan terletak di sepanjang Sungai Vltava, yang memberikan latar belakang kontekstual yang kaya untuk Gehry olah. Ia menghabiskan sepuluh hari di Prague sebelum mulai merancang, dan dengan bantuan Vladimir Milunic (arsitek lokal yang berkolaborasi dengannya) beberapa observasi dilakukan terhadap arsitektur eksisting. Di Prague, bangunan-bangunan tua dari abad 19 itu dirancang dengan menara tersirat dan kebanyakan bangunan juga memiliki topi di bagian atasnya. Selain itu Gehry mencatat pula bahwa pada abad 19 jendela dan elemen-elemen lain dengan detail-detailnya itu turut memberi tekstur tertentu pada bangunan yang kebanyakan menggunakan material batu dan lapisan permukaan plester berwarna. Gehry dan Milunic mengambil ide ini untuk menciptakan konsep bagi National-Nederlanden Building, walaupun ini akan menempuh banyak transformasi bentuk selama perjalanan desainnya.

Gambar 1.14 Foto Nationale-Nederlanden Building yang diambil dalam konteksnya dengan bangunan lain di sepanjang sungaiSumber: galinsky.com

Dibantu oleh Milunic, Gehry berusaha tetap mempertimbangkan isu-isu urban di kota tersebut ketika itu. Masterplan kota Prague memiliki rencana untuk mengarahkan semua jalan ke jembatan dan meminta Gehry untuk melakukan sesuatu terhadap bangunan agar menonjol keluar sehingga ada semacam bahasa tubuh yang mengarahkan jalan ke jembatan. Gehry kemudian memikirkan ide untuk mewujudkannya yakni dengan membuat satu menara yang memutar di bagian sudut dan menara lain yang menghadap plaza yang juga mendorong jalan ke luar. Dua menara pada bangunan ini menciptakan vokal point visual yang kuat dalam transisi yang halus ke bangunan yang berbatasan dengannya. Kedua menara ini juga telah menciptakan dialog sculptural yang cocok dengan konteksnya untuk lingkungan urban di sekitarnya. Pada rancangan awal bangunan memiliki dua menara berbentuk kotak. Kemudian Gehry membaurkannya dan memutuskan untuk membuat sebuah menara kaca. Hasil dari rancangan awal ini tampak seperti gaun wanita.

Gambar 1.16Foto Ginger Rogers dan Fred AstaireSumber: Frank O. Gehry: The Complete Works

Gambar 1.15Sketsa Frank Gehry: Studi Tower Nationale-NederlandenSumber: Frank O. Gehry: The Complete Works

Setelah dibangun, Nationale-Nederlanden Building ini pun dikenal dengan sebutan Ginger and Fred, berasal dari nama pasangan penari Fred Astaire dan Ginger Rogers. Nama ini diambil karena wujud bangunan tersebut menstimulir efek visual dari pasangan tari Fred yang dirancang sebagai sebuah menara silinder bervolum solid dan seperti halnya seorang penari, tampak memeluk Ginger, menara berkelok dari jendela kaca clear tempered flat setebal 10 mm. Untuk menyelesaikan proyek sulit ini, seperti karya Gehry lainnya, banyak pekerjaan teknik bangunan ini yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak tiga dimensi yang canggih. Rancangan Nationale-Nederlanden Building ini juga merupakan salah satu bentuk Gehry untuk menunjukkan kepiawaiannya sebagai koreografer, di mana ia mengatur tubuh bangunannya dalam suatu gerakan seperti halnya yang dilakukan seorang koreografer terhadap para penarinya. Gambar di bawah ini tampak seperti sketsa abstraksi manusia yang jika kita kaitkan dengan sosok Ginger dan Fred, sebagai figur sepasang penari. Gehry seperti memberi kesan pada figur penari ini dengan mendominasi garis-garis vertikal yang menerus pada bangunan ini. Walaupun mungkin Gehry sendiri sebenarnya tidak mengambil ide dari penari ini untuk rancangannya, karena ia hanya mencoba untuk membuat wujud bangunan yang memenuhi konteks dan isu urban yang ada.

Gambar 1.17Sketsa Frank Gehry: Eksplorasi Desain Nationale-Nederlanden BuildingSumber: arcspace.com

Kedua sketsa di atas merupakan sketsa perubahan yang sangat berbeda terhadap menara Ginger, yang mana Gehry mungkin mencoba mentransformasi sketsa abstraksi ke dalam rancangan bangunan. Sketsa kiri memperlihatkan Ginger berupa dua blok atau kotak bertumpuk yang mewakilkan bagian tubuh atas dan bawah, serta garis-garis vertikal yang menggambarkan tiang struktur di bawahnya sebagai kaki. Berbeda dengan sketsa kanan, Ginger dibuat dalam wujud berkelok yang lebih dinamis dan lebih merepresentasikan gerakan meliuk penari.

Gambar 1.18Maket Studi atau Eksplorasi untuk Menara GingerSumber: Gehry.Talks

Dari analisa terhadap sketsa-sketsa dalam berbagai proyek perancangan Frank Gehry di atas, dapat dilihat bahwa Gehry adalah tipe yang ekspresif dan percaya diri dalam menggoreskan garis-garis idenya di atas kertas. Gehry menggunakan media pena dan tinta dalam membuat sketsa, di mana media seperti ini akan memberi efek garis yang lebih presisi, tegas, dan halus daripada media lain seperti pensil. Gehry membuat sketsa dengan cepat, menggoreskan garis-garis fluid dengan ringan dan mengalir. Untuk mendapatkan sebuah ide konsep, Gehry membiarkan otaknya mengalir dan mendapatkan gagasannya sendiri, mengevaluasi bentuk-bentuk yang memungkinkan seperti halnya ia bekerja pada tiap sketsa. Kekayaan gayanya dan cara cepatnya mengeksplorasi bentuk adalah indikator dari arsitekturnya yang segar dan ekspresif. Hal ini juga berkaitan dengan karakter Gehry sebagai orang yang bekerja dengan cepat. Mengutip ucapan Gehry, Ideas can be realized very quickly. I like to do things quick. Bagaimanapun, sketsa-sketsa Gehry tidak hanya bicara tentang bentuk namun juga pergerakan. Sketsa-sketsa tersebut juga menunjukkan perkembangan rancangan Gehry, di mana pada awal-awal proyeknya ia masih menggunakan bentuk-bentuk yang normal dan mulai pada tahun 1980-an bangunan-bangunannya lebih dinamis dan fluid. Gehry tetap berpegang pada sketsa-sketsanya sebagai acuan dalam tahap-tahap proses desain selanjutnya. Jika karya-karya Gehry dikaitkan dengan karya arsitektur postmodern, maka dapat disimpulkan bahwa karya Gehry termasuk dalam arsitektur postmodern. Seperti yang kita ketahui, arsitektur postmodern memiliki ciri-ciri ruang yang dinamis dan penuh dengan kejutan, bentuk bangunan yang abstrak, memiliki nilai estetika yang fleksibel, pro metafor, simbol dan historis. Karya-karya Gehry yang bermula dari ketertarikannya terhadap ikan yang kemudian dijadikan sebagai ide awalnya dalam mendesain dengan mengunakan metode metafor. Bangunan Gehry juga selalu memiliki bentuk yang abstrak dan dinamis sehingga membuat bangunan tersebut memiliki kejutan menarik di sekitar bangunannya. Seperti yang disebutkan di atas, maka ciri-ciri bangunan karya Gehry juga termasuk ke dalam prinsip-prinsip arsitektur postmodern.Semasa hidupnya, Alvar Aalto tidak hanya mendisain rumah dan bangunan, tapi ia juga mendisain berbagai bentuk furniture seperti kursi dan lampu. Frank Owen Gehry adalah seseorang yang menghargai masa lalu dan belajar darinya. Masa kecil gehry banyak mempengaruhi dan menginspirasi karya-karyanya. Seperti furniture hasil karyanya yang menjadi terkenal dan dimuat di majalah-majalah arsitektur. Gehry mendapatkan inspirasi membuat kursi dari kayu bekas dan kardus bekas, karena saat dia masih kecil, suatu hari gehry diajak neneknya bernama Caplan membangun kotak-kotak kecil dari potongan-potongan kayu bekas dan kardus bekas.

Wiggle Side Chair, Frank O. Gehry (1972)Desain: 1972Produksi: 1972Produsen: Easy Edges, Inc, New YorkUkuran: 85 x 42,5 x 60, kursi tinggi 45,5 cmBahan: karton bergelombang, fiberboard, kayu bulat

Gambar 1.19 Sketsa Wiggle Side ChairSumber: nkyusuf.blogspot.com

Kursi ini merupakan perwujudan dari eksplorasi material. Kursi tekesan rapuh sekaligus kuat karena Gehry menggunakan materialcardboardyang dilengkungkan. Material ini belum lazim digunakan pada saat itu. Bagian melengkung bisa jadi menghalangi kaki, namun bisa juga digunakan sebagai pijakan kaki. Jika ditidurkan, kursi dapat menjadi sarana duduk untuk di lantai.Gambar 1.20 Wiggle Side Chair by Frank GehrySumber: bluehen.com

Gehry menciptakan koleksi furnitur bentwood nya untuk Knoll pada tahun 1992. Terinspirasi oleh kekuatan yang mengejutkan dari keranjang gantang kayu, ia berusaha untuk sepenuhnya mengintegrasikan materi dan desain untuk membuat sebuah karya struktural dan estetis ringan.Gambar 1.22 Hat Trick CheckTM Chair (1992)Sumber: www.knoll.com

Gambar 1.21 Cross CheckTM Chair (1992)Sumber: www.knoll.com

Gambar 1.23 Gehry High StickingTM ChairSumber: contemporisticon.com

Gambar 1.24 Gehry Power PlayTM Club ChairSumber: liveauctioneers.com

Gambar 1.26 Cloud Pendant Lights Design by Frank GehrySumber: cococozy.com

Gambar 1.25 Furniture Design by Frank GehrySumber: unisonworkspaces.com

BAB IIIANALISIS EKSPLORATIF

3.1 Analisis Gagasan dan Pemikiran ArsitekFrank Gehry terlahir dengan nama Ephraim Owen Goldberg di Toronto, Kanada. Namanya berganti menjadi Frank Owen Gehry pada saat dia berusia 20 tahun, gagasan dan pemikirannya berawal dari masa kecilnya yang banyak menginspirasinya. Gehry adalah seorang arsitek yang jarang mengeluarkan idenya dengan menulis, tetapi ia seringkali mengaplikasikan gagasannya langsung ke dalam bentuk desain. Pada awal tahun 70-an ia memulai mengaplikasikan gagasannya dengan mengeksplorasi kekuatan utama dari konstruksi yang belum terselesaikan, dengan materialisasi yang murah, tetapi penyelesaian dengan teknologi modern. Gagasannya tersebut ia aplikasikan pada desain rumahnya sendiri di Santa Monica, 1978 yang memberikan kontribusi pada perkembangan gaya regional di Los Angeles, kota tempat ia bekerja sejak 1962.Gehry menganggap bahwa arsitektur harus memikirkan masa depan generasi (anak-anak) kita dan harus berguna bagi kehidupan mereka dengan menghadirkan sesuatu yang baru sesuai perkembangan jaman. Dia tidak terpaku pada sesuatu yang distandarkan, karya yang dia hadirkan benar-benar memberikan kebebasan kepada orang untuk mengapresiasi atau mempresepsi secara berbeda tergantung pada pemahaman masing-masing orang yang mengamati (tidak ada pemahanan tunggal).

3.2 Analisis Konsep Rancangan Arsitek Dalam perancangannya Gehry menggunakan konsep desain yang banyak dipengaruhi oleh seni patung dan lukis, imajinasinya di aplikasikan dalam desainnya yang dinamis, hidup dan energik, baik pada bentuk, warna, maupun tekstur. Desainnya memperlihatkan kemampuan dia dalam menyeimbangkan antara daya imajinasi dan profesionalisme, dan Gehry memberikan kontribusi terhadap perkembangan arsitektur kontemporer.Frank Gehry juga menggunakan konsep metafora pada bangunannya. Awalnya sebagai metafor simbolik karena desain-desainnya tersebut memuat karakteristik konsep-konsep yang dapat menimbulkan persepsi berbeda dan bermakna konotatif disamping fungsi dari bangunannya itu sendiri. Konsep metaforanya juga mengandung makna yang dapat diidentifikasi, dapat didefinisikan secara logis, dari ide awal ke dalam hasil akhir akspresi karya arsitekturnya.

3.3 Analisis Karya Arsitek Dalam karya-karya nya gehry menerapkan konsep, gagasan dan pemikirannya ke dalam bangunan rancangannya. Menurut Frank Gehry karya karyanya adalah sebagai suatu media yang sensitif terhadap keadaan disekitarnya, yang bersifat temporal, terpisah-pisah, dan yang menjalani perubahan yang konstan. Gehry mengakui keberadaan individu yang berbeda-beda. Desainnya menjadi suatu perwakilan yang sangat akurat dari kondisi urban modern yang bukan hanya dari kota ia sendiri, tapi juga termasuk kota lainnya di dunia. Contoh karyanya tentang urban desain misalnya adalah Layola Law School, Los Angeles, California.

3.4 Analisis Kontribusi Arsitek dalam Dunia Arsitektur Post-Modern Gehry mensikapi perkembangan jaman dengan ekspresi latar belakang budayanya, yang menurutnya bahwa dunia ini semakin sibuk, waktu terasa makin cepat dan memburu sehingga karya arsitekturnya dengan konsep suasana sibuk, dinamis dan hiruk pikuk tersebut dianggap sebagai kontekstualitas terhadap kondisi masyarakat pada saat ini. Tidak heran jika karya-karya arsitekturnya penuh dengan imajinasi yang mencerminkan gerakan yang dinamis.

BAB IVPENUTUP

4.1 Kesimpulan Frank O. Gehry adalah salah satu tokoh arsitektur post-modern. Hal ini berkaitan dengan gagasan dan pemikirannya serta konsep-konsep perancangan yang ada pada bangunan hasil rancangannya. Gehry memiliki pandangan baru terhadap pendekatan yang dapat digunakan dalam perancangan arsitektur, yakni melalui pendekatan seni. Gehry berpendapat bahwa baginya seni dan arsitektur merupakan hal yang datang dari sumber yang sama. Sehingga perwujudan bentuk-bentuk arsitektur menurutnya tidak bisa terlepas dari pengaruh-pengaruh seni tersebut. Bagi Gehry, pekerjaan seniman maupun arsitek bukanlah hal yang sangat berbeda, dia selalu merasa bahwa pekerjaan seniman lukis yang bekerja dengan koas dan kanvas memberikan kebenaran yang tepat untuk seorang arsitek untuk menentukan bagaimana penggunaan warna, ukuran dan komposisi dalam desainnya. Pendekatan seni dalam penyelesaian karya arsitekturnya merupakan proses dari pencarian dia terhadap makna seni yang kemudian mengilhami gagasan-gagasannya. Neneknya sangat mempengaruhi pembentukan pribadinya, melalui pengalaman masa kecilnya lah gehry banyak belajar dan banyak menerapkannya menjadi inspirasinya di dalam merancang bangunan hasil karyanya, salah satunya adalah kesenangannya dengan ikan dan pergerakan yang diciptakannya, menjadi salah satu inspirasi di setiap rancangannya. Imajinasinya yang tinggi, jiwa seninya yang luar biasa didukung kekayaan intelektualitas Gehry sebagai arsitek, karya arsitektur Gehry telah memberikan nuansa yang berbeda dalam perkembangan arsitektur masa kini. Perpaduan antara kekayaan imajinasi dan profesionalisme sebagai arsitek telah menempatkan Gehry sebagai tokoh arsitek post-modernisme dekonstruksi yang banyak menginspirasi banyak orang.

DAFTAR PUSTAKA

Pawitro, Udjianto. 2010. Fenomena Post-Modernisme dalam Arsitektur Abad ke-21. Bandung, Jurnal Rekayasa. Siskawati, Novi. Perkembangan Ilmu pada Masa Post-Modern Umanailo, Chairul Basrun. Postmodernisme dalam Pandangan Jean Francois Lyotard Saragih, Bobby. 2009. Pengertian Arsitektur, Modern, Postmodern, Dekonstruksi. 1301313y.wordpress.com Mochsen, Mohammad. 2005. Tipologi Geometri Telaah Beberapa Karya Frank L Wright dan Frank O. Gehry (bangunan rumah tinggal sebagai objek telaah) Widaningsih, Lilis. Post Modernisme dalam Karya Arsitektur Frank O. Gehry: Antara Imajinasi dan Profesionalisme Devanny, Sandra. Peran Sketsa Tangan dalam Profesi Arsitek menurut Perspektif Sejarah. Lontar.ui.ac.id Bayu, Ichlas. Peranan Model sebagai Media Berfikir Arsitek dalam Proses Desain. Lib.ui.ac.id http://www.knoll.com/shop/by-designer/frank-gehry http://www.dwr.com/category/designers/d-g/frank-o-gehry.do Ardista, Aulia. 2012. Perpaduan Aspek Ergonomi dan Semantik pada Desain Kursi Ikonik Masa Postmodern. Bandung. Auliaardista.blogspot.com Works of Frank Gehry. www.forestedqepta.com

Mei Adilah 1105155 - Hanifah 1106425 | Frank .O Gehry Tokoh Arsitektur Postmodern 27