Click here to load reader

FrakTur tertutup dan terbuka

  • View
    85

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fraktur

Text of FrakTur tertutup dan terbuka

ASKEP KLIEN FRAKTUR TERBUKA TERTUTUP

ASKEP KLIEN FRAKTUR TERBUKA TERTUTUPDI SUSUN OLEH NUR AFIFAFRAKTUR1. DefinisiFraktur adalah diskontinuitas atau kepatahan pada tulang baik bersifat terbuka atau tertutup. Fraktur adalah putusnya hubungan normal suatu tulang atau tulang rawan yang disebabkan oleh kekerasan. (E. Oerswari, 1989 : 144).Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, 2000 : 347).

-Jenis frakturFraktur tertutup adalah bila tidak ada hubungan patah tulang dengan dunia luar. Fraktur terbuka adalah fragmen tulang meluas melewati otot dan kulit, dimana potensial untuk terjadi infeksi (Sjamsuhidajat, 1999 : 1138).Ada 5 utama klasifikasi fraktur:1. Fraktur Complete : Pemisahan komplit menjadi 2 fragmen2. Fraktur incomplete : Patah sebagian tanpa pemisahan3. Fraktur closed : Patah tulang, kulit masih utuh.4. Fraktur komlikata : Patah terlihat menusuk kulit5. Fraktur commuited : Tulang patah menjadi hancur

Proses penyembuhan fraktur:1. Hematom FormationDarah menumpuk dan mengerutkan ujung tulang patah.2. Pembentukan FibrinHematom terorganisir karena fibrolus masuk lokasi cedera membentuk gumpalan fibrin, berdinding sel darah putih.3. Inflasi OsteoblastOsteoblast masuk fibrolis mempertahankan sambungan tulang pembuluh darah mengalirkan nutrisi ----- kolagen ------ satu kalsium.4. Callus Formation- Osteobalst jala tulang Tulang mati dan membantu sintesa tulang baru.- Collagen kuat dan menyatukan kalsium.5. Remodelling

Callus yang berlebihan diabsobsi dan tulang pada garis cidera.

Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan fraktur:1. Usia2. Penyakit yang pernah diderita (DM, hipertensi, dsb).3. Stress4. Mobilisasi atau imobilisasi5. Penghambat callus, penyebab callus remuk, edema, infeksi, gizi kurang, tindakan koreksi (bedah).

Etiologi Menurut Sachdeva (1996), penyebab fraktur dapat dibagi menjadi tiga yaitu :a. Cedera traumatikCedera traumatik pada tulang dapat disebabkan oleh :1) Cedera langsung berarti pukulan langsung terhadap tulang sehingga tulang pata secara spontan. Pemukulan biasanya menyebabkan fraktur melintang dan kerusakan pada kulit diatasnya.2) Cedera tidak langsung berarti pukulan langsung berada jauh dari lokasi benturan, misalnya jatuh dengan tangan berjulur dan menyebabkan fraktur klavikula.3) Fraktur yang disebabkan kontraksi keras yang mendadak dari otot yang kuat.b. Fraktur PatologikDalam hal ini kerusakan tulang akibat proses penyakit dimana dengan trauma minor dapat mengakibatkan fraktur dapat juga terjadi pada berbagai keadaan berikut :1) Tumor tulang (jinak atau ganas) : pertumbuhan jaringan baru yang tidak terkendali dan progresif.2) Infeksi seperti osteomielitis : dapat terjadi sebagai akibat infeksi akut atau dapat timbul sebagai salah satu proses yang progresif, lambat dan sakit nyeri.3) Rakhitis : suatu penyakit tulang yang disebabkan oleh defisiensi Vitamin D yang mempengaruhi semua jaringan skelet lain, biasanya disebabkan oleh defisiensi diet, tetapi kadang-kadang dapat disebabkan kegagalan absorbsi Vitamin D atau oleh karena asupan kalsium atau fosfat yang rendah.c. Secara spontan : disebabkan oleh stress tulang yang terus menerus misalnya pada penyakit polio dan orang yang bertugas dikemiliteran.

KLASIFIKASI FRAKTUR 1) Derajat I- luka kurang dari 1 cm- kerusakan jaringan lunak sedikit tidak ada tanda luka remuk.- fraktur sederhana, tranversal, obliq atau kumulatif ringan.- Kontaminasi ringan.2) Derajat II- Laserasi lebih dari 1 cm- Kerusakan jaringan lunak, tidak luas, avulse- Fraktur komuniti sedang.3) Derajat IIITerjadi kerusakan jaringan lunak yang luas meliputi struktur kulit, otot dan neurovaskuler serta kontaminasi derajat tinggi.. PATOFISIOLOGITulang dipegang secara relatif kuat pada posisi anatomis yang normal oleh bentuknya, penonjolan dan prosesusnya seta ligament dan tendonnya yang kuat memegang ke persendian. Otot otot yang mengelilingi tulang sepanjang batangnya juga menciptakan perlindungan. Tetapi jika suatu daya yang kekuatannya lebih superior dari pada tulang, otot, tendon atau ligament diterapkan secara langsung maupun tidak langsung, maka daya tersebut akan menyebabkan jaringan melawan atau menentangnya dan tulang akan patah jika mampu melawan kekuatan.Tulang yang mengalami fraktur tidak dapat lagi memelihara panjangnya yang normal kecuali kedua pragmennya bertubrukan satu sama lain. Biasanya terjadi pemendekan, kontraksi otot dan spasme sebagai respon terhadap stimulus dari trauma tersebut.

. MANIFESTASI KLINIK- Nyeri tekan- Bengkak- Kerusakan fungsi- Gerakan terbatas- Ekmosis disekitr lokasi- Krepitus disisi frakture- Status neurovaskuler pada daerah distal dari tempat frakture mengalami penurunan.- Atropi distalr- Perubahan warna- Pemendekan ekstremitas

KOMPLIKASI-KOMPLIKASI FRAKTURa. SyockSyock hypovolemik atau traumatik yang terjadi karena hemoragi dan hilangnya cairan ekstra celluler ke dalam jaringan yang rusak.b. Embolisme lemak.Globulin lemak dalam jumlah besar dapat bergerak menuju darah karena tekanan pada sum-sum lebih besar dari pada tekanan pada kapiler atau kenaikan katekolamin karena stress klien dapat menyebabkan mobilisasi asam lemak terbentuk dalam darah berkombinasi dengan platetet akan membentuk emboli, yang dapat menyumbat pembuluh darah yang mensuplai keotak.c. Syndrom Kompartemen.Kontraktur ischimia volkman terjadi karena kompresi atau kerusakan pada arteri brachiale.d. Nekrosis TulangKehilangan suplai darah dan jaringan tulang mati.

Tanda dan gejala:- Kelainan setempat- Edema atau adanya masa- Jaringan distal terletak pada posisi atau sudut yang abnormal- Pembatasan penggunaan bagian tersebut- Crepitasi- Nyeri atau melunaknya bagian tersebut- Kelemahan atau ketidakmampuan menggunakan bagian tersebut secara normal.- Kulit di atas bagian terinjuri terbuka atau utuh- Hasil roentgen menanpakkan trauma atau kepatahan pada tulang.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK- Tidak ada test laboratorium yang khusus untuk klien dengan frakture yang diperlu di ketahui hemoglobin,hematorik,sering mudah di sebabksn perdarahan laju endap darah meningkat bila kerusakan jaringan lunak sangat luas.- Pada masa penyembuhan Ca dan P meningkat didalam darah- Hasil radiografi melelui X Ray akan dapat dilihat gambaran frakturedeformitas- Senogram / anterogram menggambarkan arus vaskularisasi- Ct scan untuk mendeteksi struktur fraktur yang komplit.

. PENATALAKSANAAN1. Pembedahan- Reduksi fraktur terbuka atau tertutup dengan fiksasi internal pada fragmen fraktur seperti Pin, nail screw, staples dan plate wire.- Artroplasti sendi atau penggunaan total- Pemasangan Brache (alat penyokong / pelurus), traksi, bebat, atau sling.2. KemoterapiutikAnalgetik, narkotik, sedatif, antibiotik, relaksan otot.3. Suportif- Pemberian kompres es- Tirah baring dalam posisi khusus- Diet TKTP, aktivitas, istirahat, pembatasan mobilitas.- Terapi fisik atau physiotherapy

ASUHAN KEPERAWATAN

1. PengkajianPengkajian adalah langkah awal dan dasar dalam proses keperawatan di mana suatu data dan informasi dikumpulkan untuk menentukan masalah kesehatan atau keperawatan baik aktual ataupun potensial.Pada langkah ini data yang diperlukan pada klien tersebut adalah:a. Identitas klien meliputi, Nama, umur, pekerjaan, agama, alamat, pendidikan terakhir, No. Register dan diagnosa medis.b. Identitas penanggung jawab meliputi; Nama, umur, pekerjaan, agama, alamat dan hubungan dengan klien.

c. Riwayat penyakit.1) Keluhan utama: Biasanya klien mengalami fraktur terbuka atau tertutup akan mengeluh rasa nyeri atau sakit terlebih saat digerakkan.2) Riwayat penyakit sekarang; biasanya klien mengalami suatu trauma seperti kecelakaan lalu lintas, jatuh terpukul dan sebagainya di samping itu perlu ditanyakan beberapa lama sudah terjadi.3) Riwayat penyakit dahulu; ditanya penyakit penyerta dan kondisi yang memberatkan seperti: DM, jantung, hipertensi, kerapuhan tulang dan sebagainya.4) Riwayat penyakit keluarga: hal ini tidak terlalu berhubungan dengan keadaan klien yang, mengalami fraktur.5) Pengkajian fisik.- Inspeksi: Meliputi data tingkat kesadaran klien, keadaan umum, dan pada daerah yang terinjuri atau mengalami fraktur misalnya odema, adanya peradangan, luka, sianosis dan apakah terdapat dislokasi dan klien tampak gelisah.- Palpasi: untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh, turgor kulit dan pembengkakan pada ekstremitas yang mengalami fraktur apakah ada terdapat rasa nyeri.- Auskultasi: untuk mendengarkan peristaltik pada abdomen, bunyi pernafasan dan bunyi jantung.- Prosedur diagnostik: Pada pemeriksaan laboratorium yang perlu dikaji adalah darah lengkap (Hb, leukosit, eritrosit, Led, dll).- Perkusi: untuk mengetahui bunyi tympani apabila terdapat kembung pada abdomen.2. Diagnosa keperawatanDiagnosa keperawatan merupakan kesimpulan yang dibuat oleh perawat berdasarkan data yang telah dikumpulkan mengenai respon klien terhadap penyakitnya, baik perawatan yang aktual maupun potensial. Pada klien yang mengalami fraktur terbuka atau tertutup pada radius atau ulna adalah dilakukan immobilisasi, maka diagnosa yang ditegakkan adalah sebagai berikut: Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan. Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi Potensial terjadinya infeksi b/d adanya luka trbuka. Cemas b/dkurangnya pengetahuan tentang penyakitnya.

3. Intervensi / implementasi1.Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan.Tujuan : nyeri dapat berkurang atau teratasiIntervensi : 1.Observasi tanda tanda vitalRasional : untuk mengetahui keadaan klien2.Kaji tingkat nyeri klien dengan skala nyeriRasional : untuk megetahui sejauh mana tingkat nyeri yang di rasakan3.Atur posisi klien dengan menyokong ekstremitasyang berlukaRasional : untuk memberikan kenyamanan pada klien4.Beri obat analgetik sesuai programRasional : untuk mengurangi atau menghilangkan ras nyeri

2.Gangguan pemenuhan ADL / immobilisasiTuju