of 30/30
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.DEFINISI Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulanghumerus yang terbagi atas : 1.Fraktur Collum Humerus 2.Fraktur Batang Humerus 3.Fraktur Suprakondiler Humerus 4.Fraktur Interkondiler Humerus B.ANATOMI Humerus atau tulang pangkal lengan ada sepasang dan berbentuk tulang panjang dan terletak pada brachium. Humerus berartikulasi dengan scapula di proksimal dan dengan radius ulna di distal. Humerus dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proksimal humeri, shaft humeri dan distal humeri.4 Proksimal humeri Pada proksimal humeri, terdapat caput humeri yang setengah bulat dandilapisi oleh tulang rawan. Caput humeri merupakan bagian humerus yang berartikulasi dengan kavitas glenoidalis yang merupakan bagian scapula. Arahcaput humeri serong mediosuperior dan sedikit posterior. Caput humeridipisahkan dengan struktur di bawahnya oleh collum anatomicum.4 Didapatkan dua tonjolan tulang yang disebut tuberculum majus dantuberculum minor. Tuberculum majus mengarah ke lateral dan melanjutkan dirike distal sebagai crista tuberculi majoris. Tuberculum minor mengarah ke anterior dan melanjutkan diri sebagai crista tuberculi minoris. Di antara kedua tuberculumserta crista tuberculi dibentuk sulcus intertubercularis yang dilapisi tulang rawandan dilalui tendon caput longum m. bicipitis.4 Shaft humeri Shaft humeri memiliki penampang melintang berbentuk segitiga.Permukaan shaft humeri dapat dibagi menjadi facies anterior medialis, facies anterior lateralis dan facies posterior. Pertemuan facies anterior medialis denganfacies posterior membentuk margo medialis. Margo medialis ke arah distal makinmenonjol dan tajam sebagai crista supracondilaris medialis. Pertemuan faciesanterior lateralis dengan facies posterior membentuk margo lateralis. Margolateralis ini juga ke arah distal makin menonjol dan tajam sebagai cristasupracondilaris lateralis.4 Dipertengahan sedikit proksimal facies anterior lateralis didapatkantuberositas deltoidea. Di posterior dari tuberositas

Fraktur Humerus II

  • View
    110

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fraktur

Text of Fraktur Humerus II

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.DEFINISIFraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulanghumerus yang terbagi atas :1.Fraktur Collum Humerus2.Fraktur Batang Humerus3.Fraktur Suprakondiler Humerus4.Fraktur Interkondiler Humerus

B.ANATOMIHumerus atau tulang pangkal lengan ada sepasang dan berbentuk tulangpanjang dan terletak pada brachium. Humerus berartikulasi dengan scapula diproksimal dan dengan radius ulna di distal. Humerus dapat dibagi menjadi 3bagian, yaitu proksimal humeri, shaft humeri dan distal humeri.4Proksimal humeriPada proksimal humeri, terdapat caput humeri yang setengah bulat dandilapisi oleh tulang rawan. Caput humeri merupakan bagian humerus yangberartikulasi dengan kavitas glenoidalis yang merupakan bagian scapula. Arahcaput humeri serong mediosuperior dan sedikit posterior. Caput humeridipisahkan dengan struktur di bawahnya oleh collum anatomicum.4Didapatkan dua tonjolan tulang yang disebut tuberculum majus dantuberculum minor. Tuberculum majus mengarah ke lateral dan melanjutkan dirike distal sebagai crista tuberculi majoris. Tuberculum minor mengarah ke anteriordan melanjutkan diri sebagai crista tuberculi minoris. Di antara kedua tuberculumserta crista tuberculi dibentuk sulcus intertubercularis yang dilapisi tulang rawandan dilalui tendon caput longum m. bicipitis.4Shaft humeriShaft humeri memiliki penampang melintang berbentuk segitiga.Permukaan shaft humeri dapat dibagi menjadi facies anterior medialis, facies anterior lateralis dan facies posterior. Pertemuan facies anterior medialis denganfacies posterior membentuk margo medialis. Margo medialis ke arah distal makinmenonjol dan tajam sebagai crista supracondilaris medialis. Pertemuan faciesanterior lateralis dengan facies posterior membentuk margo lateralis. Margolateralis ini juga ke arah distal makin menonjol dan tajam sebagai cristasupracondilaris lateralis.4Dipertengahan sedikit proksimal facies anterior lateralis didapatkantuberositas deltoidea. Di posterior dari tuberositas deltoidea dan di facies posteriorhumeri didapatkan sulcus nervi radialis (sulcus spiralis) yang berjalansuperomedial ke inferolateral. Foramen nutricium didapatkan dekat margomedialis dan merupakan lubang masuk ke canalis nutricium yang mengarah kedistal.4Distal humeriDistal humeri lebih tipis dan lebar dibandingkan dengan shaft humeri.Margo medialis yang melanjutkan diri sebagai crista supracondilaris medialisberakhir sebagai epicondilus medialis. Demikian pula margo lateralis yangmelanjutkan diri sebagai crista supracondilaris lateralis berakhir sebagaiepicondilus lateralis. Epicondilus medialis lebih menonjol dibandingkanepicondilus lateralis serta di permukaan posterior epicondilus medialis didapatkansulcus nervi ulnaris.4Diantara kedua epicondilus didapatkan struktur yang dilapisi tulang rawanuntuk artikulasi dengan tulang-tulang antebrachii. Struktur ini mempunyai sumbuyang sedikit serong terhadap sumbu panjang shaft humeri. Struktur ini disebuttrochlea humeri di medial dan capitulum humeri di lateral. Trochlea humeridilapisi oleh tulang rawan yang melingkar dari permukaan anterior sampaipermukaan posterior dan berartikulasi dengan ulna. Di proksimal trochlea baik dipermukaan anterior maupun di permukaan posterior didapatkan lekukan sehinggatulang menjadi sangat tipis. Dipermukaan anterior disebut fossa coronoidea dan dipermukaan posterior disebut fossa olecrani.4Capitulum humeri lebih kecil dibandingkan trochlea humeri, dilapisitulang rawan setengah bulatan dan tidak mencapai permukaan posterior. Capitulum humeri berartikulasi dengan radius. Di permukaan anterior capitulumhumeri didapatkan fossa radialis.4Otot-otot yang berhubungan dengan pergerakan dari tulang humerusmeliputi mm. biceps brachii, coracobrachialis, brachialis dan triceps brachii.Selain itu humerus juga sebagai tempat insersi mm. latissimus dorsi, deltoideus,pectoralis mayor, teres mayor, teres minor, subscapularis dan tendon insersio mm.supraspinatus dan infraspinatus4M. Latissimus DorsiOtot ini besar dan berbentuk segitia. Batas posterior trigonum lumbaledibentuk oleh m. latissimus dorsi. Bersama m. teres mayor, otot ini membentukplica axillaris posterior, serta ikut membentuk dinding posterior fossa axillaris.Otot ini berorigo pada processi spinosi vertebrae thoracales VII sacrales V dancrista iliaca. Dan berinsersi pada sulcus intertubercularis humeri. Otot iniberfungsi untuk ekstensi, adduksi dan endorotasi pada artikulasi humeri.4M. DeltoideusOtot yang tebal dan letaknya superficial ini berorigo di tepi anterior danpermukaan superior sepertiga bagian lateral clavicula, tepi lateral permukaansuperior acromion, serta tepi inferior spina scapulae. Insersi pada tuberositasdeltoidea humeri. Otot ini diinervasi oleh n. axillaris. Otot ini berfungsi untukabduksi artikulasi humeri, bagian anterior untuk fleksi dan endorotasi artikulasihumeri, sedang bagian posterior untuk ekstensi dan eksorotasi artikulasi humeri.4M. SupraspinatusBagian medial fossa supraspinatus merupakan origo otot ini dan insersinyadi tuberculum majus humeri. Otot ini mendapat inervasi dari n. suprascapularis.Otot ini berfungsi untuk abduksi artikulasi humeri. Otot ini bersama mm.infraspinatus, teres minor et subscapularis membentuk rotator cuff, yang berfungsimempertahankan caput humeri tetap pada tempatnya dan mencegahnya tertarikoleh m. deltoideus menuju acromion.4M. InfraspinatusMm. deltoideus et trapezius berada di superficial dari sebagian otot ini.Origonya di dua pertiga bagian medial fossa infraspinatus dan permukaan inferiorspina scapulae. Tendo insersinya juga menyatu dengan capsul artikulasi humeridan berinsersi pada tuberculum majus humeri. Otot ini diinervasi oleh n.suprascapularis. Otot ini berfungsi untuk eksorotasi artikulasi humeri. Bagiansuperior untuk abduksi dan bagian inferior untuk adduksi artikulasi humeri.4M. SubscapularisOtot ini membentuk dinding posterior fossa axillaris. Origonya di fossasubscapularis. Tendo insersinya berjalan di anterior dan melekat pada capsulaartikulasi humeri serta tuberculum minor humeri. Otot ini diinervasi oleh n.subscapularis. Otot ini berfungsi untuk endorotasi artikulasi humeri.4M. Teres MinorOtot ini mungkin sulit dipisahkan dengan m. infraspinatus. Otot iniberorigo pada tepi lateral fossa infraspinata dan tendo insersinya mula-mulamelekat pada capsula articularis humeri, kemudian melekat pada tuberculumminor humeri. Otot ini diinervasi oleh n. axillaris. Otot ini berfungsi untukeksorotasi artikulasi humeri.4M. Teres MayorOtot ini berorigo di facies dorsalis scapulae dekat angulus inferior.Berinsersi di labium medial sulcus intertubercularis humeri di inferior dari tempatinsersi m. subscapularis. Inervasi otot ini berasal dari n. subscapularis. Bersamam. latissimus dorsi, otot ini berfungsi untuk adduksi artikulasi.4M. Biceps BrachiiOtot yang berorigo di scapula ini, memiliki dua caput yaitu caput longumet brevis. Caput brevis berorigo bersama dengan m. coracobrachialis di processuscoracoideus. Sedang caput longum berorigo di tuberositas supraglenoidalis.Ketika melalui sulcus intertubercularis humeri, tendo origonya di fiksasi olehligamentum transversum humeri. Insersi otot ini pada tuberositas radii. Sebagiantendo insersinya, sebagai lacertus fibrous, berinsersi di fascia antebrachii danulna

Fungsi caput longum m. biceps brachii untuk fleksi artikulasi humeri et cubiti,sedangkan caput brevisnya untuk supinasi artikulasi radioulnaris.4M. CoracobrachialisOtot ini berorigo di processus coracoideus. Otot ini ditembuw oleh n.musculocutaneus dan insersi di sepertiga distal medial humeri. Otot ini berfungsiuntuk fleksi dan adduksi artikulasi humeri.4M. BrachialisOtot ini berorigo di dua pertiga distal fascia anteromedial et anterolateralhumeri dan insersi pada capsula artikulasi cubiti, processus coronoideus ettuberositas ulna. Otot ini berfungsi untuk fleksi artikulasi cubiti.4M. Triceps BrachiiOtot ini berada di regio brachii dorsalis. Otot ini memiliki tiga caput dantersusun dalam dua lapisan. Caput longum et lateralis menempati lapisansuperficial, sedang caput medial menempati lapisan profundus. Caput longumnyaberorigo pada tuberositas infraglenoidalis. Dalam perjalanannya ke inferior, caputini memisahkan hiatus axillaris medialis dari hiatus axillaris lateralis. Origo lateralet medial dipisahkan oleh sulcus n. radialis humeri. Caput lateral berorigo difacies posterior humeri di superior dari sulcus ini, sedang caput medial berorigo diinferiornya. Insersinya di bagian posterior permukaan superior olecranon, fasciaantebrachii dan capsula articularis cubiti. Inervasi otot ini berasal dari n. radialis.Fungsi dari caput longum m. triceps brachii untuk ekstensi dan adduksiartikulasi humeri, sedangkan caput lateral et medial untuk ekstensi artikulasicubiti.4

Persarafan yang berjalan pada regio brachii adalah saraf axillaris, medianus dan ulnaris

N. Axillaris (C5-C6)Awalnya saraf ini berjalan sejajar dengan n. radialis. Setinggi inferior m.subscapularis memisahkan diri dari n. radialis dan berada di lateralnya, kemudian teres minor dan menginervasinya. Ketika mencapai sisi posteromedial collumchirurgicum humeri, n axillaris member cabang n. cutaneus brachii lateralis untukmenginervasi kulit di superficial m. deltoideus. Akhirnya melanjutkan diri keanterior sekeliling sisi lateral collum chirurgicum humeri untuk menginervasi m.deltoideus.4N. Musculocutaneus (C5-C7)Merupakan cabang fasciculus lateralis pleksus brachialis. M.coracobrachialis ditembus oleh saraf ini. N. musculocutaneus menginervasi otot-otot fleksor regio brachii (mm. biceps brachii et brachialis), kulit sisi lateral regioantebrachii dan arilkulasi cubiti. Selanjutnya saraf ini muncul di lateral dari m.biceps brachii sebagai n. cutaneus antebrachii lateralis.4N. Medianus (C5-T1)Di sisi anterolateral dari a. axillaris, saraf ini terbentuk dari pertemuanradiks lateralisnya yang merupakan cabang fasciculus lateralis plexus brachialisdan radiks medialis, yang merupakan cabang fasciculus medialis plexusbrachialis. Selanjutnya berjalan bersama a. axillaris dan lanjutannya, yaitu a.brachialis. Saraf ini menyilang di anterior a. brachialis untuk berada di medial dariarteri ini di dalam fossa cubiti. N. medianus bersama a. brachialis berjalan dipermukaan anterior m. brachialis menuju fossa cubiti.4N. Radialis (C5-T1)Cabang terbesar dari pleksus brachialis ini awalnya berjalan di posteriordari a. axillaris dan di anterior dari m. subscapularis. Saraf ini menginervasi kulitdi sisi posterior regio brachii, antebrachii et manus, otot-otot ekstensor regiobrachii et antebrachii, artikulasi cubiti dan beberapa artikulasi di regio manus.4N. Ulnaris (C7-T1)Saraf ini berjalan ke inferior di posteromedial dari a. brachialis, jadi sejajardengan n. medianus. Kira-kira di pertengahan region brachii, n. ulnaris menjauhia. brachialis dan n. medianus untuk berjalan ke poter oinferior menembus septumintermusculare medial bersama a. collateralis ulnaris proksimal menuju sisimedial m. triceps brachii. Akhirnya berada di sisi posterior epicondylus medialishumeri.4

Vaskularisasi regio brachii dijelaskan pada bagian berikut:

Arteri brachialis merupakan lanjutan a. axillaris, dimulai dari tepi inferiorm. teres mayor. Arteri ini melanjutkan diri ke fossa cubiti dan di sini berakhirsebagai dua cabang terminal, yaitu aa. Ulnaris et radialis. Cabang-cabangnya yangberada di regio ini adalah aa. Profunda brachii, collaterales ulnares proksimal etdistalis.4Arteri profunda brachii berjalan ke posterior bersama n. radialis. Di sinilateral regio brachii arteri ini berakhir sebagai dua cabang terminalnya, yaitu a.collateralis radialis, yang berjalan ke anterior bersama n. radialis dan a.collateralis media, yang menuju sisi posterior epicondylus lateralis humeri.4Arteri collateralis ulnaris proksimalis berawal dipertengahan regio brachiidan berjalan bersama n. ulnaris menuju sisi posterior epicondylus medialishumeri.4Arteri collateralis ulnaris distalis awalnya sedikit di superior dari artikulasicubiti dan berjalan di posterior dari n. medianus, kemudian cabang-cabangnyamenuju sisi anterior dan posterior epicondylus medialis humeri.4 Vena brachialismengikuti arterinya dan kira-kira di dua pertiga proksimal regio ini v. basilicaberjalan superficial terhadap a. brachialis.4

Gambar 2.1.. (a) Anterior and (b) Posterior Humerus. (c) Humerus dengan tiga saraf utama yaitun. axillaris, n. radialis and n. ulnaris.11

Gambar 2.2. Anterior dan Posterior Humerus. Tempat insersi otot-otot berhubungan denganpergerakan humerus.11-12

C.ETIOLOGIUmumnya fraktur yang terjadi, dapat disebabkan beberapa keadaan berikut:1.Cedera dan benturan seperti pukulan langsung, gaya meremuk, gerakanpuntir mendadak, kontraksi otot ekstrim.2.Letih karena otot tidak dapat mengabsorbsi energi seperti berjalan kakiterlalu jauh.3.Kelemahan tulang akibat penyakit kanker atau osteoporosis pada frakturpatologis.5

Penyebab Fraktur adalah :51.Kekerasan langsung; Kekerasan langsung menyebabkan patahtulang pada titik terjadinya kekerasan. Fraktur demikian sering bersifatfraktur terbuka dengan garis patah melintang atau miring.2.Kekerasan tidak langsung: Kekerasan tidak langsungmenyebabkan patah tulang ditempat yang jauh dari tempat terjadinyakekerasan. Yang patah biasanya adalah bagian yang paling lemah dalamjalur hantaran vektor kekerasan.3.Kekerasan akibat tarikan otot: Patah tulang akibat tarikan ototsangat jarang terjadi. Kekuatan dapat berupa twisting,bendingdanpenekanan, kombinasi dari ketiganya, dan penarikan.

Kebanyakan fraktur shaft humerus terjadi akibat trauma langsung, meskipunfraktur spiral sepertiga tengah dari shaft kadang-kadang dihasilkan dari aktifitasotot-otot yang kuat seperti melempar bola. Pada fraktur humerus kontraksi otot,seperti otot-otot rotator cuff, deltoideus, pectoralis mayor, teres mayor, latissimusdorsi, biceps, korakobrakialis dan triceps akan mempengaruhi posisi fragmenpatahan tulang yang mengakibatkan fraktur mengalami angulasi maupun rotasi.Di bagian posterior tengah melintas nervus Radialis langsung melingkariperiostum diafisis humerus dari proksimal ke distal sehingga mudah tergangguakibat patah tulang humerus bagian tengah. 9

D.PATOFISIOLOGITulang bersifat rapuh namun cukup mempunyai kekuatan dan gaya pegasuntuk menahan tekanan. Tapi apabila tekanan eksternal yang datang lebih besardari yang dapat diserap tulang, maka terjadilah trauma pada tulang yangmengakibatkan rusaknya atau terputusnya kontinuitas tulang. Setelah terjadifraktur, periosteum dan pembuluh darah serta saraf dalam korteks, marrow, danjaringan lunak yang membungkus tulang rusak. Perdarahan terjadi karenakerusakan tersebut dan terbentuklah hematoma di rongga medula tulang. Jaringantulang segera berdekatan ke bagian tulang yang patah. Jaringan yang mengalaminekrosis ini menstimulasi terjadinya respon inflamasi yang ditandai denagnvasodilatasi, eksudasi plasma dan leukosit, dan infiltrasi sel darah putih. Kejadianinilah yang merupakan dasar dari proses penyembuhan tulang nantinya.5Faktor-faktor yang mempengaruhi fraktur penyembuhan tulang:1.Faktor intrinsikBeberapa sifat yang terpenting dari tulang yang menentukan daya tahanuntuk timbulnya fraktur seperti kapasitas absorbsi dari tekanan, elastisitas,kelelahan (fatigue fracture), dan kepadatan atau kekerasan tulang.2.Faktor ektrinsikAdanya tekanan dari luar yang bereaksi pada tulang yang tergantungterhadap besar, waktu, dan arah tekanan yang dapat menyebabkan fraktur.

Jenis fraktur berdasarkan kekuatan yang mengenainya: Kompresif: fraktur proksimal dan distal humerus Bending: fraktur transversa shaft humerus Torsional: fraktur spiral shaft humerus Torsional dan bending: fraktur oblik, kadang diikuti dengan fragmen butterfly.7,9

E.KLASIFIKASI Berikut klasifikasi fraktur diafisis humerus menurut Ortopaedics TraumaAssociation (OTA);9,12 Tipe A: fraktur sederhana (simple fracture) A1: spiral A2: oblik (>30) A3: transversa (