Click here to load reader

Fraktur Femur Sinistra

  • View
    126

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedokteran

Text of Fraktur Femur Sinistra

FRAKTUR FEMUR SINISTRA

Ica Trianjani S.20100310010Preceptor : dr. Sunarto, Sp.B

FRAKTUR FEMUR SINISTRA

Identitas PasienNama: Riski Saifal ekti Jenis Kelamin: Laki-lakiUmur: 6 tahunAlamat: PurbalinggaAgama: IslamNomor RM: 609767Tanggal Masuk RS: 2 Oktober 2014Tanggal Keluar RS: 3 Oktober 2014

AnamnesisKeluhan UtamaNyeri pada paha kiri setelah kecelakaan lalu lintas.Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)Seorang anak 6 tahun datang ke IGD bersama kedua orang tuanya dengan keluhan nyeri pada paha kiri. Di IGD dilakukan pemasangan bida sebelum di masukkan ke ruang Bougenvil. 1 jam sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami kecelakaan motor bersama kedua orang tuanya. Motor yang ditumpangin pasien dan kedua orang tuanya terpelesat setelah menyalip mobil, motor yang ditumpangi menindih paha kiri pasien dari arah samping (lateral). Bagian tubuh lain tidak mengalami benturan. Saat kejadian pasien tidak pingsan, tidak mual dan muntah.

Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)Riwayat trauma sebelumnya disangkal. Pasien tidak pernah operasi sebelumnya. Mangaku baru pertama kali ini mengalami patah tulang. Tidak ada riwayat kelainan darah.Riwayat Penyakit Keluarga (RPK)Tidak ada anggota keluarga yang mengalami kejadian sama sebelumnya. Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat patah tulang dengan atau tanpa trauma.Riwayat Sosial dan Pribadi :Pasien anak ke 3 dari 3 bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya dan kedua kakaknya.

Anamnesis Sistem

Sistem serebrospinal: tidak pusing, tidak demam, tidak ada kelemahan anggota gerak.Sistem respirasi: tidak batuk, tidak pilek, tidak sesak nafas.Sistem kardiovaskuler: tidak nyeri dada, tidak berdebar-debar.Sistem digestivus: tidak ada nyeri telan, tidak ada mual, tidak ada muntah, bisa kentut, BAB kurang lancar, agak keras, tidak cair.Sistem urologi: BAK lancar, pencaran kuat, tidak nyeri, tidak terasa panas, tidak terputus-putus.Sistem muskuloskeletal: tidak nyeri, tidak ada keterbatasan gerak.Sistem integumentum: tidak ada peradangan, tidak ada luka-luka, tidak gatal.Kejiwaan: sadar penuh.

Resume AnamnesisSeorang anak laki-laki berumur 6 tahun datang ke IGD RSUD Setjonegoro Wonosobo dengan keluhan sakit pada paha kiri. 1 jam sebelumnya pasien mengalami kecelakaan bersama orang tuanya. Saat kejadian pasien tidak pingsan, tidak mual dan muntah. Di IGD dilakukan pemasangan bidai sebelum di masukkan ke ruang Bougenvil.

Pemeriksaan FisikKeadaan UmumBaikKesadaran: compos mentis, GCS : E4 V5 M6 = 15. Tanda-tanda Vital TD: 110/60 mmHg HR: 100 kali/menit, teraba kuat, isi cukup, ritmis RR: 24 kali/menit T: 37,1 C

Status Generalis

Kulit :Warna coklat sawo matang, tidak ikterik, tidak pucat, tidak hipopigmentasi maupun hiperpigmentasi, tidak tampak ada tanda peradangan. Tugor kuit baik.Kepala :Bentuk : mesocepal, simetris, tidak ada deformitas.Rambut: agak panjang warna hitam dan putih, distrusi merata, tidak mudah dicabut.Muka: tidak ada tanda peradangan, tidak ada deformitas.Mata: penglihatan normal, conjuntiva tidak enemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor 3mm, refleks cahaya positif, tidak ada edema palpebra.Hidung : tidak terdapat cuping hidung, tidak ada deformitas tulang hidung, tidak ada sekret hidung, tidak ada tanda-tanda peradangan.Telinga : pendengaran baik, tidak tinnitus, serumen minimal, tidak terdapat sekret, tidak mengeluarkan darah.Mulut : bibir tidak sianosis, mukosa bibir kering, tidak ada stomatitis, lidah tidak kotor dan tremor, faring tidak hiperemis dan tidak ada pembesaran tosil, ada gigi yang tanggal dan karies.

LeherTidak tampak deviasi trachea, trache tampak simetris.Tidak tampak benjolan, tidak tampak adanya tanda peradangan, tidak nyeri tekan. Kelenjar getah bening daerah leher tidak membesar.Tidak ada pembesaran kelenjar tiroidJVP tidak meningkat.

Thorax Paru-paru :1. Inspeksi Simetris kanan kiri, tidak ada tanda deformitas, tidak ada ketinggalan gerak, tidak ada tanda retraksi dinding dada, sifat pernafasan thorakoabdominal, irama nafas reguler, tidak tampak ada jejas maupun peradangan.2. PalpasiFokal fremitus seimbang antara paru-paru kanan dan kiri, tidak ada pembesaran limfonodi axillaries, tidak teraba massa pada region thorax, tidak ditemukan krepitasi pada costovertebrae.3. Perkusi Seluruh lapang paru sonor, batas atas hepar SIC VI midclavicula kanan.4. Auskultasi Suara dasar paru vesikuler, tidak ada suara tambahan di semua lapang paru.

Jantung :1. Inspeksi : ictus cordis tak terlihat.2. Palpasi: ictus cordis teraba pada SIC V LMC sinistra.3. Perkusi: Batas JantungKanan atas: SIC II LPS dextraKanan bawah: SIC IV LPS dextraKiri atas: SIC II LMC sinistraKiri bawah: SIC IV LMC sinistra4. AuskultasiSI>SII, tunggal, irama reguler, tidak terdapat bising jantung, murmur maupun gallop.

Abdomen 1. Inspeksi: datar, dinding perut sejajar dengan dinding dada. tampak jejas dibagian kanan bawah, tidak ada tanda peradangan, tidak distensi.2. Auskultasi : terdengan bising usus dalam batas normal.3. Perkusi: timpani, tidak ada suara pekak beralih, pekak hepar positif.4. Palpasi: supel, tidak ada nyeri tekan, tidak ada defense muscular, hepar dan lien tidak teraba.Anogenital: tidak ada kelainan.Ekstermitas: status lokalisStatus Lokalis Ekstermitas inferior sinistraLook: ada pemendekan dengan ukuran 2 cm , ada bengkak, ada deformitas, ada angulasi, tidak ada luka robek.Feel: teraba hangat, terdapat nyeri tekan, ada pulsasi distal, ada sensibilitas, ada nyeri sumbu, tidak ada krepitasi, ada gerak abnormal.Movement: ada nyeri gerak aktif dan nyeri gerak pasif.

Laboratorium darah

Hemoglobin: 12,7 g/dl (11,7-15,5)Leukosit: 18,3 10*3/ul ( 3,6-11,0 )Eosinofil: 5,60 % ( 2-4 ) Basofil: 0,10 % ( 0-1 )Netrofil: 49,00 % ( 50-70 )Limfosit: 38,80 % ( 25-40 ) Monosit: 5,70% ( 2-8 )Hematokrit: 37 % ( 40-52 ) Eritrosit: 4,6 10^6/ul ( 3,80-5,20 ) Trombosit: 454 10^3 /uL ( 150-400 )MCV: 80 fl ( 80-100 ) MCH: 28 pg ( 26-34 ) MCHC: 35 g/dl ( 32-36 )Golongan darah: O

Pemeriksaan Penunjang

Radiologi

Kesan : Foto Fraktur femur sinistra complete, aligment kurang

Diagnosis BandingOsteitis pubisSlipped capital femoral epiphysisSnapping hip syndromDislokasi fraktur femurDiagnosisFraktur Tertutup Os. Femur Sinistra 1/3 proksimaldisplace komplit inkomplikata.

TINJAUAN PUSTAKADEFINISIFraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.Fraktur Femur adalah rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma langsung, kelelahan otot , kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang/osteoporosis

ANATOMIFemur atau tulang paha adalah tulang terpanjang dari tubuh. Tulang itu bersendi dengan asetabulum dalam formasi persendian panggul dan dari sini menjulur medial ke lutut dan membuat sendi dengan tibia. Tulangnya berupa tulang pipa dan mempunyai sebuah batang dan dua ujung yaitu ujung atas, batang femur dan ujung bawah.

JENIS-JENIS FRAKTURFraktur komplit: garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang. Fraktur tidak komplit: garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang. Fraktur terbuka: bila terdapat luka yang menghubungkan tulang yang fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit. Fraktur tertutup: bilamana tidak ada luka yang menghubungkan fraktur dengan udara luar atau permukaan kulit.

ETIOLOGIPenyebab fraktur adalah trauma yang mengenaitulang, dimana trauma tersebut kekuatannya melebihikekuatan tulang, dan mayoritas fraktur akibatkecelakaan lalu lintas. Penyebab fraktur ada 3 yaitu:Cedera traumaCedera langsungCedera tak langungFraktur yg disebabkan adanya kontraksi kuat yang mendadak.

2. Fraktur PatologisTumor tulang(jinak atau ganas)Infeksi seperti osteomielitisRakhitis3. secara spontanLanjutanPATOFISIOLOGITulang yang mengalami fraktur biasanya diikuti kerusakanjaringan disekitarnya, seperti di ligamen, otot tendon,persyarafan dan pembuluh darah, oleh karena itu padakasus fraktur harus ditangani cepat, dan perlu dilakukantindakan operasi.Tanda dan Gejala : Nyeri hebat ditempat fraktur Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak, sepsis pada fraktur terbuka dan deformitas

DIAGNOSISAnamnesis Pertama kali ditanyakan adalah mekanisme cedera,apakah ada riwayat cedera atau patah tulangSebelumnya.Pemeriksaan fisikPemeriksaan fisik yang dibutuhkan ada 3 kelompok : look,feel, dan move. Feel atau inspeksi penampakan dari cedera, apakahfraktur terbuka atau tertututp, apakah deformitas,hematoma, pembengkakan dan lain-lain.

Feel atau palpasi mempalpasi seluruh ekstermitas dari proksimal hingga distal untuk menilai area rasa sakit, efusi maupun krepitasi.Move harus mengetahui ROM (range of motion)Pemeriksaan ekstrimitas juga harus melingkupivaskularitas dari ekstrimitas termasuk warna, suhu,perfusi, perabaan denyut nadi, capillary return(normalnya < 3 detik) dan pulse oximetry.Pemeriksaan neurologi yang detail juga harusmendokumentasikan fungsi sensoris dan motoris.

LanjutanPemeriksaan foto thoraxDalam pemeriksaaan radiologi untuk cedera danfraktur diberlakukan rule of two yaitu:Dua sudut pandang Dua Sendi Dua ekstrimitas Dua waktu

LanjutanPENATALAKSANAANFraktur biasanya diakibatkan trauma pemeriksaan ABC. Bila sudah dinyatakan tidak ada masalah, baru lakukan anamnesis dan pemeriksaan terperinci. Waktu terjadi kecelakaan penting ditanyakan Golden period 1-6 jam.Bila > 6 jam komplikasi infeksi semakin besar. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara cepat, singkat dan lengkap. Kemudian lakukan foto radiologis. Pemasangan bidai dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada jaringan lunak selain memudahkan proses pembuatan foto.

Peatalaksanaan fraktur dapat dilakukan secara konservatif dan op