Fraktur Femur Ifat

  • View
    38

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

refarat ortopedi

Text of Fraktur Femur Ifat

FRAKTUR FEMUR NON UNIONI. Pendahuluan Saat ini penyakit musculoskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Dengan makin pesatnya kemajuan lalu lintas dari segi jumlah pemakai jalan, jumlah kendaraan, jumlah pemakai jasa angkutan dan bertambahnya jaringan jalan dan kecepatan kendaraan maka mayoritas kemungkinan terjadinya fraktur adalah akibat kecelakaan lalu lintas. Sementara trauma-trauma lain yang dapat mengakibatkan fraktur adalah jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja dan cedera olahraga.1Sebagian besar fraktur disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa benturan, pemukulan, penghancuran, penekukan atau terjatuh dengan posisi miring, pemuntiran, atau penarikan. Akibat trauma bergantung pada jenis trauma, kekuatan dan arahnya. Kita harus dapat membayangkan rekonstruksi terjadinya kecelakaan agar dapat menduga fraktur yang dapat terjadi. Setiap trauma dapat mengakibatkan fraktur juga dapat sekaligus merusak jaringan lunak di sekitar fraktur mulai dari otot, fascia, kulit, tulang sampai struktur neurovascular atau organ-organ penting lainnya.Fraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian) dan biasanya lebih banyak dialami laki-laki dewasa. Femur merupakan tulang terkeras dan terpanjang pada tubuh, oleh karena itu butuh kekuatan benturan yang besar untuk menyebabkan fraktur pada femur. Insiden fraktur femur sebesar 1-2 kejadian pada per 10.000 jiwa penduduk setiap tahunnya. Kebanyakan penderita berusia produktif antara 25-65 tahun, laki-laki lebih banyak menderita terutama pada usia 30 tahun. Penyebab fraktur sangat bervariasi, baik akibat kecelakaan ketika mngendarai mobil, sepeda motor dan kecelakaan ketika rekreasi.Fraktur femur bisa menyebabkan pasien jatuh ke dalam syok. Oleh karena itu insiden fraktur femur harus segera ditangani sebagai suatu kegawatdaruratan.1II. Anatomi FemurFemur merupakan tulang terpanjang dan terkeras yang ada pada tubuh dan di kelompokkan kedalam ekstremitas bagian bawah. Di sebelah atas, bersendi dengan acetabulum untuk membentuk artuculatio coxae dan di bawah dengan tibia dan patella untuk membentuk articulation genu. Ujung atas femur memiliki caput, collum, trochanter major dan trochanter minor. 2

Gambar 2.1 Anatomi FemurCaput membentuk dua pertiga dari bulatan dan bersendi dengan acetabulum os coxae. Pada pusat caput terdapat lekukan kecil yang disebut fovea capitis, yang berguna sebagai tempat melekatnya ligamentum capitis femoris. Sebagian suplai darah untuk caput femoris dari arteri obturatoria dihantarkan melalui ligamentum ini dan memasuki tulang melalui fovea capitis.Collum yang menghubungkan caput dengan corpus berjalan ke bawah, belakang dan lateral serta membentuk sudut 1250 dan lebih kecil pada perempuan dengan sumbu panjang corpus femoris. Besarnya sudut ini dapat berubah karena adanya penyakit.Trochanter mayor dan minor merupakan tonjolan yang besar pada taut antara collum dan corpus. Linea intertrochanterica menghubungkan kedua trochanter ini dibagian anterior, tempat melekatnya ligamentum iliofemorale dan dibagian posterior oleh crista intertrochanterica yang menonjol, pada crista ini terdapat tuberculum quadratum.2Corpus femoris permukaan anteriornya lebih licin dan bulat, sedangkan permukaan posterior mempunyai rigi yang disebut linea asorea. Pada linea ini melekat otot-otot dan septa intermuskularis. Garis tepi linea melebar ke atas dan ke bawah. Tepi medial berlajut ke distal sebagai crista supracondylaris medialis yang menuju ke tuberculum adductorum pada codylus medial. Tepi lateral melanjutkan diri ke distal sebagai crista supracondylaris lateralis. Permukaan posterior corpus, tepatnya dibawah trochanter major terdapat tuberositas glutea sebagai tempat melekatnya musculus gluteus maximus. Corpus melebar kearah ujung distalnya dan membentuk daerah segitiga datar pada permukaan posteriornya yang disebut facies poplitea.Ujung bawah femur memiliki condyli medialis dan lateralis yang bagian posteriornya dipisahkan oleh incisura intercondylaris. Permukaan anterior condylus ikut serta dalam pembentukan articulation genus. Diatas condyli terdapat epicondylus lateralis dan medialis. Tuberkulum adductorum dilanjutkan oleh epcondylus medialis.2Ruang fascia anterior tungkai atas diisi oleh musculus Sartorius, musculus iliacus, musculus psoas, musculus cuadriceps femoris. Dipersarafi oleh nervus femoralis ruang anterior fascia tungkai atas dialiri pembuluh darah arteri femoralis. Ruang fascia medial tungkai atas dialiri musculus gracilis, musculus adductor longus, musculus adductor magnus, musculus abturatorius externus dengan dipersarafi oleh nervus abturatorius ruang fascial medial diperdarahi oleh arteri profunda femoris dan arteri obturatoria. Ruang fascia posterior tungkai atas diisi oleh musculus biceps femoris, musculus semitendinosus, musculus semimembranosus, dan sebagian kecil musculus adductor magnus (otot-otot hamstring) dipersarafi oleh nervus ischiadicus ruang fascia posterior tungkai atas diperdarahi oleh cabang-cabang arteri profunda femoris.2III. Definisi fraktur femurFraktur femur adalah terputusnya kontinuitas batang femur yang bisa terjadi akibat trauma langsung (kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian), dan biasanya, lebih banyak dialami oleh laki-laki dewasa. Femur merupakan tulang terkeras dan terpanjang pada tubuh, oleh karena itu butuh kekuatan benturan yang besar untuk menyebabkan fraktur pada femur. Patah pada daerah ini dapat disertai perdarahan hebat karena femur dialiri oleh arteri besar (arteri femoralis). Pemeriksaan tanda-tanda perdarahan wajib dilakukan pada fraktur tertutup (perabaan pulsasi arteri). Pada fraktur terbuka, bebat tekan merupakan pilihan utama untuk membantu mengurangi perdarahan. Perdarahan yang cukup banyak dapat mengakibatkan penderita jatuh ke dalam syok.3,4IV. Etiologi Penyebab fraktur femur adalah trauma yang mengenai tulang, dimana trauma tersebut kekuatannya melebihi kekuatan tulang, dan mayoritas fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Trauma-trauma lain adalah jauh dari ketinggian, kecelakaan kerja, cedera olahraga. Trauma bisa terjadi secara langsung dan tidak mengakibatkan fraktur di tempat itu, dan secara tidak langsung apabila titik tumpu benturan dengan terjadinya fraktur berjauhan.41) Klasifikasi dan gejala klinisSecara umum, klasifikasi fraktur dibagi menjadi:4,5a. Menurut ada tidaknya hubungan antara tulang dengan dunia luar Fraktur tertutupFraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar Fraktur terbukaFraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak. Tabel 1. Derajat fraktur terbuka5DerajatLukaKerusakan JaringanFraktur

ILuka akibat tusukan fragmen tulang bersih, ukuran < 1 cmSedikit kerusakan jaringan, tidak terdapat tanda trauma yang hebatFraktur simple, transversal, oblik pendek atau seeikit kominutif

IILuka > 1 cm, sedikit terkontaminasiKerusakan jaringan sedang, tidak ada avulse kulitDislokasi fragmen tulang jelas

IIILuka lebar, rusak hebat, kontaminasi hebatKerusakan jaringan hebat termasuk otot, kulit, dan struktur neurovaskularKominutif, segmental, fragmen tualng ada yang hilang

IIIaLuka lebar dan rusak hebatJaringan lunak cukup menutup tulangKominutif atau segmental yang hebat

IIIbLuka lebar dan rusak hebat, kontaminasi hebatKerusakan hebat dan kehilangan jaringan, terdapat pendorong periosteum, tulang terbukaKominutif yang hebat

IIIcLuka lebar dan rusak hebat, kontaminasi hebatMemerlukan perbaikan tanpa memperhatikan tingkat kerusakan jaringan lunakKominutif hebat

Fraktur dengan komplikasiFraktur yang disertai dengan komplikasi seperti malunion, delayed union, nonunion dan infeksi tulang.b. Menurut etiologis Fraktur traumatikTerjadi karena trauma yang tiba-tiba Fraktur patologisTerjadi karena kelemahan tulang sebelumnya akibat kelainan patologis pada tulang maupun diluar tulang, misalnya tumor, infeksi atau osteoporosis. Fraktur stressTerjadi karena beban lama atau trauma ringan yang terus-menerus pada suatu tempat tertentu, misalnya fraktur pada tulang tibia atau metatarsal pada tentara atau olahragawan yang sering berlari atau baris-berbaris.5,6c. Menurut gambaran radiologisKlasifikasi ini berdasarkan atas: Lokalisasi Diafisal Metafisial Intraartikuler Fraktur dengan dislokasi Konfigurasi Fraktur transversal Fraktur oblik Fraktur Z Fraktur segmental Fraktur kominutif Fraktur impaksi Fraktur pecah (burst) Fraktur epifisis Ekstensi Apabila garis patah yang melalui seluruh penampang tulang atau melalui kedua korteks tulang. Fraktur inkomplitApabila garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang, seperti buckle fracture, hairline fraktur, dan green stick fracture. Hubungan antar fragmen tulang Tidak bergeser (undisplaced) Begeser (displaced), dapat terjadi dalam 6 cara yaitu: bersampingan, angulasi, rotasi, distraksi, impaksi dan over riding. Nyeri Ketidakmampuan untuk menggerakkan kaki BengkakDampak dari fraktur femur menyebabkan adanya gangguan pada aktivitas individu dimana rata-rata individu tidak bekerja atau tidak sekolah selama 30 hari, dan mengalami keterbatasan aktivitas selama 107 hari.3,5,6V. Klasifikasi fraktur femurFraktur femur dapat terjadi mulai dari proksimal sampai ke distal tulang. Berdasarkan letak patahannya, fraktur femur dikategorikan sebagai:3,5 Fraktur leher femur Fraktur trochanterik Fraktur subtrochanterik Fraktur diafisis Fraktur suprakondiler Fraktur kondiler

a. Fraktur leher femurFraktur leher femur merupakan jenis fraktur yang sering ditemukan pada orang tua terutama wanita umur 60 tahun ke atas disertai tulang yang osteoporosis. Mekanisme traumaJatuh pada daerah trokanter baik karena kecelakaan lalu lintas atau jatuh dari tempat tidak terlalu tinggi seperti terpeleset di kamar mandi dimana panggul dalam keadaan fleksi dan rotasi. Klas