Click here to load reader

Fraktur Femur

  • View
    163

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Fraktur Femur

Fraktur FemurOleh: Jessieca Liusen Click to edit Master subtitle style Pembimbing: dr. Syafruddin, SpOT

7/5/12

Pendahuluan

Fraktur femur sering terjadi. Insiden fraktur femur di USA diperkirakan 1 orang setiap 10.000 penduduk setiap tahunnya. Data dari UPTD Imunoendokrinologi FKUI pada tahun 2006 di Indonesia dari 1.690 kasus kecelakaan lalu lintas, 249 kasus atau 14,7% mengalami fraktur femur.17/5/12

Definisi Fraktur

Hilangnya atau terputusnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik bersifat total maupun parsial

7/5/12

Proses Terjadinya Fraktur

Trauma langsung Trauma tidak langsung

7/5/12

Klasifikasi Fraktur Femur

Fraktur leher femur Fraktur intertrokanter Fraktur diafisis femur Fraktur suprakondiler femur Fraktur subtrokanter

7/5/12

Fraktur Leher Femur

Terjadi pada proksimal hingga garis intertrokanter regio intrakapsular tulang panggul Sering terjadi pada wanita usia >60 tahun ; osteoporosis

7/5/12

Klasifikasi Garden

Stadium I tak sepenuhnya terimpaksi. Stadium II fraktur lengkap tetapi tidak bergeser. Stadium III fraktur lengkap dengan pergeseran sedang. Stadium IV fraktur bergeser secara hebat.

7/5/12

Fraktur leher femur

Anamnesis:

Riwayat jatuh dari ketinggian disertai nyeri panggul terutama daerah inguinal depan Tungkai dalam posisi rotasi lateral dan anggota gerak bawah tampak pendek

7/5/12

Fraktur leher femur

Tatalaksana:Pemasangan pin, Pemasangan plate dan screw, Artroplasti

7/5/12

Fraktur Intertrokanter

trauma lansung pada trokanter mayor atau pada trauma yang bersifat memuntir Gambaran klinis:

Pasien tua dan tak sehat. Setelah jatuh pasien tidak dapat berdiri. Pemendekkan anggota gerak bawah dan berotasi keluar

7/5/12

Tatalaksana fraktur intertrokanter

Fraktur tanpa pergeseran terapi konservatif dengan traksi. Fraktur dengan pergeseran fiksasi interna

7/5/12

Fraktur diafisis femur

Pada orang dewasa muda Pasien manula anggap patologis sebelum terbukti tidak Fraktur spiral jatuh dengan posisi kaki tertambat sementara daya pemuntir ditransmisikan ke femur. Fraktur melintang dan oblik akibat angulasi atau benturan lansung.7/5/12

Pada benturan keras kominutif

Fraktur diafisis femur

Deformitas pada tungkai atas berupa rotasi eksterna dan pemendekkan tungkai. Paha membengkak dan memar Pada foto polos yang paling sering terjadi adalah sepertiga bagian tengah.

7/5/12

Fraktur diafisis femur

Tatalaksana

Konservatif: traksi kulit, traksi tulang Operatif: fiksasi interna maupun fiksasi eksterna

7/5/12

Fraktur suprakondiler femur

Terjadi karena tekanan varus atau valgus disertai kekuatan aksial dan putaran.

7/5/12

Fraktur suprakondiler femur

Riwayat trauma + pembengkakan dan deformitas pada daerah suprakondiler. Krepitasi mungkin ditemukan. Tatalaksana:

Konservatif: traksi kulit, tulang Terapi operatif : fraktur terbuka atau adanya pergeseran fraktur yang tidak dapat direduksi secara konservatif.

7/5/12

Fraktur subtrokanter

Gambaran klinis:

Anggota gerak bawah keadaan rotasi eksterna, Memendek, Pembengkakan proksimal femur Nyeri pada pergerakan.

7/5/12

Fraktur subtrokanter

Pemeriksaan radiologis di bawah trokanter minor.

Tranversal, oblik, atau spiral dan sering bersifat kominutif. Fragmen proksimal fleksi sedangkan distal abduksi dan bergeser ke proksimal.

Pengobatan dengan reduksi terbuka dan fiksasi interna dengan menggunakan plate dan screw. 7/5/12

Identitas Pasien

Nama : R D Jenis Kelamin: Lakilaki Umur : 23 tahun No. RM : 49 57 35

7/5/12

Anamnesis

Keluhan utama Tidak dapat menggerakkan kaki kanan sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit

7/5/12

Primary Survey

Airway:

Pasien dapat berbicara lancar, (-) stridor, (-) gargling Gerakan dada simetris, Auskultasi vesikuler seluruh lapangan paru

Breathing:

Circulation: tanda syok 7/5/12

tidak

dijumpai

tanda-

Primary Survey

Disability:

GCS 15 E4M6V5, reaksi pupil +/+ Buka baju pasien

Exposure:

7/5/12

Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien mengalami KLL 8 jam SMRS

Mengendarai motor 80 km/jam, helm (+) Diserempet mobil puso dari kanan Terjatuh ke kanan ke aspal, helm (+) Motor jatuh menimpa paha kanan

7/5/12

Riwayat Penyakit Sekarang

Setelah kejadian, pasien pingsan 10 menit Ketika sadar:

Paha kanan tidak bisa digerakkan

Nyeri bila digerakkan Pada 1/3 tengah terdapat bengkak sewarna kulit Kaki kanan lebih pendek dari kiri

7/5/12

Dibawa ke klinik setempat

Riwayat Penyakit Sekarang

Di klinik setempat:

Primary survey dilakukan Setelah stabil observasi selama 1 jam

Pingsan kembali (-) Muntah (-) Keluar darah dari telinga, hidung mulut (-)

Pasien dirujuk ke RS Azhara

7/5/12

Riwayat Penyakit Sekarang

Di RS Azhara:

Dilakukan rontgen pada paha kanan Dirujuk ke RSUD AA

7/5/12

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Composmentis GCS 15 Keadaan gizi

: Baik

Vital Sign :Tekanan darah : 110/80 mmHg : 24x/menit

Napas 7/5/12

Kepala Leher

Kepala: Tidak ada kelainan Mata : Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik.

7/5/12

Pemeriksaan Fisik

Thorax Abdomen

: Dalam Batas Normal : Dalam Batas Normal :Status lokalis : Dalam Batas

Ekstremitas Genitourinaria Normal

7/5/12

Regio Femoralis Dextra

Look:

Deformitas (+) pada sepertiga tengah Tampak pemendekan dibandingkan dengan ekstremitas inferior sinistra, Sianosis pada bagian distal (-) Bagian distal tampak edem.

7/5/12

Regio Femoralis Dextra

Feel:

Nyeri tekan (+), Suhu rabaan hangat, A dorsalis pedis teraba, Krepitasi (-)

Move:terdapat keterbatasan gerak aktif dan pasif7/5/12

7/5/12

Ekstremitas

True length

Dextra: 82 cm Sinistra: 85 cm Dextra 89 cm Sinistra 93 cm

Apparent length

7/5/12

Diagnosis Kerja Closed fraktur femur dextra 1/3 tengah

7/5/12

Pemeriksaan Penunjang

Darah rutin Foto Rontgen femur dextra AP lateral Foto Rontgen thorax

7/5/12

Darah Rutin

Hb : 12,6 g/dl HT : 37,5 % RBC: 3,99. 106 /uL PLT : 244.000/uL

7/5/12

Rontgen Lateral femur dextra

Fraktur kominutif pada 1/3 tengah femur dextra

7/5/12

Diagnosis Akhir Fraktur femur kominutif 1/3 tengah dextra tertutup

7/5/12

Penatalaksanaan ORIF (open reduction internal fixation)

7/5/12

Terima kasih

7/5/12