Click here to load reader

Fip 3 Landasan Penelaahan Ilmu

  • View
    39

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

filsafat

Text of Fip 3 Landasan Penelaahan Ilmu

  • LANDASAN PENELAAHAN ILMUThe value of what know can only be seen in what you do

    (Klas Mellander, Chief Designer, Celemi)

    How to manage all of the knowledge resources , and convert it into real action. , which will give real value ?

  • Kegiatan keilmuan dan pengembangan ilmu memerlukan 2 pertimbangan :Objektivitas yg tertuju kepada kebenaran merupakan landasan tetap yang menjadi pola dasarnya.Nilai-nilai hidup kemanusiaan merupakan pertimbangan pada tahap pra-ilmu dan pasca-ilmu.Nilai-nilai kemanusiaan merupakan dasar, latar belakang dan tujuan dari kegiatan keilmuan.

  • Hubungan Ilmu dengan Nilai-nilai HidupPertimbangan nilai-nilai sangat berpengaruh pada penentuan tujuan ilmu pengetahuan & kegiatan ilmiah pada umumnya.Berdasarkan pada pertimbangan nilai yang diperhatikannya, maka para ilmuan dapat dibedakan menjadi 2 golongan :Para ilmuwan yang hanya menggunakan satu pertimbangan nilai yaitu nilai kebenaran dan dengan mengesampingkan pertimbangan-pertimbangan nilai-nilai metafisik yang lain. Prinsip : ilmu pengetahuan harus bebas nilai.Para ilmuwan yang memandang sangat perlu dimasukkannya pertimbangan nilai-nilai etik, kesusilaan dan kegunaan untuk melengkapi pertimbangan nilai kebenaran, yg akhirnya sampai pada prinsip, bahwa ilmu pengetahuan harus taut (gayut) nilai.

  • Golongan 1Jacob Bronowski : The end of science is to discover what is true about the world. The activity of the science is directed to seek the truth, and it is judged by the criterion of being true to the factsVictor Reisskop : The primary aim of science is not in application. It is in gaining insights into the cause and laws governing natural processesCarl G. Hempel dan Paul Oppenheim : To explain the phenomena in the world of experience, to answer the question why? rather than only the question what?, is one of the foremost objectives of all rational inquiry, and especially, scientific research in its various branches shrives to go beyond a mere description of the phenomena it investigates.

  • Golongan 1d. Maurice Richter : The goal of science, as commonly recognized today, involves the acquisition of systematic, generalized knowledge concerning the natural world; knowledge which help man to understand nature, to predict natural events and to control natural forces.Para ilmuwan memang harus mentaati ciri-ciri dan langkah-langkah dari metode ilmiahnya, shg hasilnya dan tujuan yang ingin dicapainya juga tetap mencerminkan ciri-ciri pokoknya, yaitu bersifat empirik.Tujuan pokok ilmu pengetahuan : merupakan kaidah-kaidah baru penyempurnaan kaidah-kaidah lama ttg dunia kealaman.Peluang untuk memasukkan pertimbangan nilai-nilai lain di luar nilai kebenaran dlm kegiatan ilmiah memang tidak dimungkinkan.

  • Golongan 2Francis Bacon : ilmu pengetahuan adalah kekuasaan, lebih lanjut dijelaskan mengenai tujuan ilmu bahwa tujuan yg sah dan senyatanya dari ilmu-ilmu ialah sumbangan thd hidup manusia dg ciptaan-ciptaan dan kenyataan baruDaoed Yoesoef : ilmu pengetahuan memang merupakan suatu kebenaran tersendiri, tetapi otonomi ini tidak dpt diartikan bahwa ilmu pengetahuan itu bebas nilaiSoeroso H Prawirohardjo menunjukkan pandangan bberapa ilmuwan yg berdasar pada prinsip, bahwa ilmu pengetahuan harus taut nilai : Myrdal, dan Bacan

  • Golongan 2d. CA van Peursen : dalam meninjau perkembangan ilmu pengetahuan secara menyeluruh tdk lepas dari 3 pembahasan, yaitu teori pengetahuan, teknik, dan etik. Lebih lanjut, ketiga persoalan ini harus dibahas secara bersama, karena teori pengetahuan melahirkan teknik, dan teknik bersentuhan langsung dengan pertimbangan nilai etik.

    Know ScienceCreate TechnologyDevelop business

  • Ilmu-Ideologi-etikHanya dg menjaga jarak antara ilmu dan ideologi, maka pertimbangan etik bagi ilmu pengetahuan menjadi mungkin untuk dilaksanakan yaitu demi kepentingan masyarakat.Dalam lingkungan budaya dan konstelasi sospol ttt, pertimbangan ilmu dpt saja berubah, tetapi tdk pada sistem ilmu itu sendiri shg harus ada pembatasan pada saat mana ilmu bebas nilai dan saat bagaimana taut nilaiJadi pengembangan ilmu pengetahuan memerlukan 2 pertimbangan : dari segi ilmu yg statik (metode ilmiah), dan segi ilmu yang dinamik (pedoman, asas-asas).

  • Metode-NilaiMetode ilmiah merupakan landasan tetap yg menjadi kerangka pokok atau pola dasarnya, sedangkanPertimbangan nilai-nilai yang menjadi latar belakang kegiatan ilmiah merupakan segi pertimbangan metafisik.Pertimbangan metafisik :Nilai kebenaran yg menjadi ukuran pokok dan tetap bagi ilmu pengetahuanNilai kebaikan, danNilai keindahan

  • 3 Landasan pengetahuan (Jujun Suriasumantri)Ontologi membahas ttg apa yg ingin diketahui atau dg kata lain merupakan suatu pengkajian mengenai teori ttg ada.Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yg terlihat dlm usaha untuk memperoleh pengetahuan (teori pengetahuan) metode ilmiahDasar Aksiologis ilmu membahas ttg manfaat yg diperoleh manusia dari pengetahuan yg didapatkannya.

  • Jika menyelami hal tsb, maka masalahnya terletak pada hakikat ilmu itu sendiriSebenarnya ilmu bersifat netral, tdk mengenal sifat baik dan buruk, manusialah yg menjadi penentu, dng kata lain netralitas ilmu hanya terletak pada dasar epistemologisnya saja.Secara ontologis & aksiologis, ilmuwan harus mampu menilai antara yg baik & buruk, yg pd hakikatnya mengharuskan dia menentukan sikap.Dalam hal ini seorang ilmuwan harus memiliki moral yg kuat, agar supaya tdk menjadi (merupakan) momok bagi kemanusiaan.

  • Dari landasan ontologi, ilmu akan berlainan dgn bentuk-bentuk pengetahuan lainnyaIlmu mengkaji problem-problem yg telah diketahui atau yg ingin diketahui yg tdk terselesaikan dlm pengetahuan sehari-hari.Masalah yg dihadapi adalah masalah nyata. Ilmu menjelaskan berbagai fenomena yg memungkinkan manusia melakukan tindakan untuk menguasai fenomena tsb berdasarkan penjelasan yg ada.

  • Ilmu dimulai dari kesangsian atau keragu-raguan bukan dimulai dari kepastian, shg berbeda dg agama yg dimulai dari kepastian.Ilmu memulai dari keragu-raguan akan objek yg berada dlm jangkauan pengalaman manusia. Objek penelaahan ilmu mencakup kejadian-kejadian atau seluruh aspek kehidupan yg dpt diuji oleh pengalaman manusia.William H. Harrie dan Judith S. Levey : For many the term science referee to the organized body of knowledge concerning the physical world, both animate and inanimate (Bagi banyak orang istilah ilmu menunjuk pada kumpulan yg teratur dari pengetahuan ttg alam kodrat, baik yg hidup maupun yg tdk hidup)

  • Beberapa pendapat ttg hal iniRobert Lindsay : Science is a method for the description, creation and understanding of human experience (ilmu adalah suatu metode untuk penggambaran, penciptaan, dam pemahaman thd pengalaman manusia).Bliss : science is verified and organized knowledge, rationality and methodology proceeding from empirical and experimental data, simple concepts, and perceptual relation to generalization, theories, laws (ilmu adalah pengetahuan yg teratur dan teruji, terproses secara metodik dan rasional dari data eksperimental dan empirik, konsep-konsep sederhana, dan hubungan preseptual menjadi generalisasi-generalisasi, teori-teori, kaidah-kaidah)

  • Pra pengalaman atau pasca pengalaman bukan merupakan telaah ilmu pengetahuan, tetapi merupakan telaah ontologi.Aspek lain landasan ontologi keilmuan adalah penafsiran ttg hakikat terdalam dari objek keilmuan.Penafsiran ontologik thd objek keilmuan harus didasarkan pada karakteristik objek ilmu sebagaimana adanya, yg berarti secara ontologik ilmu yg mendasarkan diri pada kenyataan sebagaimana adanya, terbebas dari nilai-nilai yg bersifat dogmatik.Suatu pernyataan akan diterima sgb premis dlm argumentasi ilmiah jika telah melampaui pengkajian secara ontologik.

  • Ilmu berdasar landasan ontologik berarti mendasarkan diri pada kenyataan sebagaimana adanya dpt membantu dlm menjelaskan, meramalkan dan mengontrol gejala yg ada untuk menuju ke ciri-ciri substasial dari alam (objek ilmu pengetahuan)Jadi ontologi ilmu adalah ciri-ciri yg essensial dari objek ilmu yg berlaku umum, artinya dapat berlaku juga bagi cabang-cabang ilmu yg lain.Ilmu berdasar beberapa asumsi dasar untuk mendapatkan pengetahuan ttg fenomena yg menampak.Asumsi dasar ialah anggapan yg merupakan dasar dan titik tolak bagi kegiatan setiap cabang ilmu pengetahuan.

  • Sumber asumsi dasar (Endang Saifudin) :Mengambil dari postulat, yaitu kebenaran-kebenaran apriori, yaitu dalil yg dianggap benar walaupun kebenarannya tidak dibuktikan; kebenarannya yg sudah diterima sebelumnya secara mutlak.Mengambil dari teori sarjana/ahli yg lain terdahulu, yg kebenarannya tidak disangsikan lagi oleh masyarakat, terutama oleh si penyelidik itu sendiri.

  • Macam asumsi dasar dlm keilmuan (Harsoyo)Dunia itu ada, dan kita dapat mengetahui bahwa dunia itu benar adaDunia empiris itu dapat diketahui oleh manusia melalui pancaindera.Fenomena-fenomena yg terdapat di dunia ini berhubungan satu sama lain secara kausal (dicari dg metode ilmiah)Ontologi merupakan kawasan yg tidak termasuk ilmu yg bersifat otonom, tetapi ontologi berperan dlm perbincangan mengenai pengembangan ilmu, asumsi dasar ilmu, dan konsekuensinya juga berpengaruh pada penerapan ilmu.

  • KesimpulanPandangan para ilmuwan ttg pentingnya pertimbangan nilai memang dpt dibedakan menjadi 2 kelompok, namun keduanya tdk saling bertentangan. Pertimbangan nilai etik dan kemanfaatan tdk dimaksudkan untuk mengubah ciri-ciri metode ilmiah, melainkan untuk menjamin kepentingan masyarakat.Landasan ontologis dari ilpeng :analisis ttg objek materi ilmu pengetahuan. Objek materi ilmu pengetahuan : hal-hal atau benda-benda empiris.Landasan epistemologis ilpeng :analisis ttg proses tersusunnya ilpeng. Ilpeng disusun melalui proses yg disebut metode ilmiah (keilmuan)Landasan aksiologis dari ilpeng : analisis ttg penerapan hasil-hasil temuan ilpeng. Penerapan ilpeng dimaksudkan untuk memudahkan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dan keluhuran hidup manusia.

  • IPTEK SEBAGAI LANDASAN KEBIJAKAN NAS.LANDASAN ETIKASISTEM INOVASI NASIONALJARINGAN PELAKSANADAN KEWIRAUSAHAAN SDM KOMPETITIFKNOWLEDGE BASED SOCIETY

  • Filsafat Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)Etika (Filsafat Moral)Estetika (Filsafat Seni)MetafisikaPolitik (Filsafat Pemerintahan)Filsafat AgamaFilsafat IlmuFilsafat PendidikanFilsafat HukumFilsafat SejarahFilsafat Matematika

  • Filsafat Ilmu : menjawab hakikat ilmuOntologis : apa yg dikaji Objek apa yang ditelaah ?Bagaimana ujud yang hakiki obyek tsb ?Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (berfikir, merasa, dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan ?

  • Epistemologis : bagaimana cara mendapatkan ilmuBagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu ?Bagaimana prosedurnya?Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar ?Apa yang disebut kebenaran itu sendiri ?Apakah kriterianya ?Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan berupa ilmu ?

  • Aksiologis : untuk apa ilmu dipergunakan Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan ?Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tsb dengan kaidah-kaidah moral ?Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral?Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/ profesional ?