of 31 /31
1 FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PRA PURNA KARYA DI DAMATEX SALATIGA Michael Arviano Tejasurya Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana ABSTRACT Normally, every proffesion that people posses will end with the retirement. In the period of pre-retirement, it is sure that several problems may rise up one of them is jobs stress. jobs stress during pre-retirement period is occurred because of several factors, like organization factor, social enviroment factor, and individual factor. The purpose of this research is to discover jobs stress factors on pre-retirement employees and its effect on employees' work performances. This research is objected to pre-retirement employees at Damatex Salatiga with saturation sampling method with 41 employees as research sample. The Result of the research from retirement program and reirement preparation program don’t affect the stress in employees at Damatex Salatiga. The social support don’t affect the stress. However individual factor also affect stress, where there is a type A personality. And the finding of stress impact into performance has positive effect or eustress in employee performance at Damatex Salatiga. Key Words : Jobs Stress, Performance, Pre-Retirement 1. Pendahuluan Manusia pada masa bekerja tidak semua berjalan dengan lancar, terkadang muncul stres dalam bekerja. Stres merupakan suatu kondisi dinamik (selalu berubah) pada individu yang diharapkan pada suatu peluang, kendala dengan tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang diinginkan serta hasilnya di persepsikan sebagai tidak pasti dan penting (Robbins, 2008). Menurut Handoko (2000) stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang.

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Stres Kerja dan ...repository.uksw.edu/bitstream/123456789/2304/4/T1_212008008_Full... · FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ... faktor

  • Author
    vuongtu

  • View
    225

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Stres Kerja dan...

  • 1

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP

    STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA

    KARYAWAN PRA PURNA KARYA DI DAMATEX SALATIGA

    Michael Arviano Tejasurya

    Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

    ABSTRACT

    Normally, every proffesion that people posses will end with the retirement. In the period of

    pre-retirement, it is sure that several problems may rise up one of them is jobs stress. jobs

    stress during pre-retirement period is occurred because of several factors, like

    organization factor, social enviroment factor, and individual factor.

    The purpose of this research is to discover jobs stress factors on pre-retirement employees

    and its effect on employees' work performances. This research is objected to pre-retirement

    employees at Damatex Salatiga with saturation sampling method with 41 employees as

    research sample.

    The Result of the research from retirement program and reirement preparation program

    dont affect the stress in employees at Damatex Salatiga. The social support dont affect the

    stress. However individual factor also affect stress, where there is a type A personality.

    And the finding of stress impact into performance has positive effect or eustress in

    employee performance at Damatex Salatiga.

    Key Words : Jobs Stress, Performance, Pre-Retirement

    1. Pendahuluan

    Manusia pada masa bekerja tidak semua berjalan dengan lancar, terkadang

    muncul stres dalam bekerja. Stres merupakan suatu kondisi dinamik (selalu

    berubah) pada individu yang diharapkan pada suatu peluang, kendala dengan

    tuntutan yang dikaitkan dengan apa yang diinginkan serta hasilnya di persepsikan

    sebagai tidak pasti dan penting (Robbins, 2008). Menurut Handoko (2000) stres

    merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir

    dan kondisi seseorang.

  • 2

    Stres kerja tidak datang dengan sendiriya, stres kerja muncul karena

    dipengaruhi oleh berbagai faktor. Robbins (2008) mengatakan bahwa timbulnya

    stres di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor organisasi, faktor lingkungan,

    dan faktor individu. Dalam faktor organisasi terdapat faktor-faktor yang

    berpengaruh pada tingkat stress karyawan, yaitu: tuntutan tugas, tuntutan peran,

    tuntutan antarpribadi, dan struktur organisasi (Robbins, 2008). Dan ada faktor lain

    dalam faktor organisasi menurut Palmore (2000) yaitu adanya program purna karya.

    Dimana ada tidaknya program purna karya yang diberikan pada karyawan dapat

    mempengaruhi tingkat stres kerja.

    Manusia dalam kehidupan sehari-hari tak lepas dari faktor lingkungan, salah

    satunya adalah lingkungan sosial, dimana manusia membutuhkan orang lain untuk

    dapat memenuhi kebutuhannya. Maka dari itu setiap manusia perlu adanya

    dukungan sosial. Pada hasil penelitian yang dilakukan Afina Murtiningrum (2006)

    mengemukakan dua alasan keberadaan dukugan sosial. Pertama, individu

    membutuhkan bantuan orang lain bilamana tujuan atau aktivitas pekerjaan

    demikian luas dan kompleks sehingga tidak dapat menyelesaikan sendiri. Kedua,

    hubungan antara karyawan itu mempunyai nilai sebagai tujuan yaitu pekerjaan yang

    menuntut hubungan saling membantu. Dukungan sosial menurut Robbins (2008)

    yaitu hubungan dengan kolega, rekan kerja atau atasan dapat menyangga dampak

    stress. Dimana dukungan sosial dapat berpengaruh terhadap stres pada karyawan,

    semakin banyak dukungan sosial maka tingkat stres akan rendah begitu pula

    sebaliknya (Atkinson, 2005).

  • 3

    Dalam faktor individu terdapat berbagai macam jenis kepribadian, salah

    satunya kepribadian yang mempunyai tingkat yang berbeda dalam menghadapi

    stres (Handoko, 2001). Dan dalam menghadapi stres tersebut Handoko

    membaginya menjadi 2 kepribadian yaitu : kepribadian tipe A dan kepribadian tipe

    B. Dimana kepribadian Tipe A merupakan kepribadian yang lebih rentan

    mengalami stres dibanding kepribadian tipe B (Kreitner dan Kinicki, 2005).

    Dikarenakan pada kepribadian tipe A merupakan kepribadian yang pola

    perilakunya sangat ambisius dan agresif, selalu bekerja untuk mencapai sesuatu,

    berlomba dengan waktu, dan terlibat penuh pada tugas-tugas pekerjaannya.

    Akibatnya, individu dengan pola perilaku tipe A selalu berada dalam keadaan

    tegang dan stres (Robbins, 2008).

    Stres kerja juga dapat berpengaruh terhadap kinerja seorang karyawan.

    Menurut Rosidah (2003) kinerja merupakan suatu hasil kerja yang dicapai

    seseorang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya berdasarkan

    kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan, serta waktu. Akibat pengaruh stres

    tersebut akan membuat kinerja mengalami perubahan. Menurut Kirkcaldy dalam

    Gita Pratiwi (2010) stres kerja dapat mempengaruhi penurunan kinerja karyawan.

    Hal ini didukung dari hasil penelitian Hidayati (2007) yang mengukur ada

    hubungan negatif yang signifikan antara stres kerja dengan kinerja. Semakin tinggi

    stres kerja maka semakin rendah kinerja. Namun Stres dapat juga berakibat positif

    dinamakan eustres, dimana stres ini dapat mendorong dan memotivasi kinerja

    seseorang untuk bertindak lebih cepat dan meningkatkan kemampuannya (Walker.

    J, 2002, dalam Indri Nasution (2007).

  • 4

    Karyawan merupakan seseorang atau sekumpulan orang yang bekerja pada

    suatu badan usaha atau perusahaan baik swasta maupun pemerintahan dan diberikan

    imbalan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku baik yang

    bersifat harian, mingguan, maupun bulanan yang biasanya imbalan tersebut

    diberikan secara mingguan (Tanjil Alamin, 2010). Setiap karyawan akan

    mengalami masa pra purna karya, dimana dialami setiap karyawan saat menginjak

    umur 50-55 tahun (Sedarmayanti, 2008). Karyawan yang menginjak pada masa

    tersebut adalah karyawan pra purna karya. Karyawan pra purna karya adalah

    seorang pekerja di suatu organisasi yang telah memasuki masa pensiun. Dimana

    masa pra pensiun ini dapat menimbulkan masalah karena tidak semua orang siap

    dalam menghadapinya. Ketidaksiapan ini pada umumnya timbul karena adanya

    kekhawatiran tidak dapat memenuhi kebutuhankebutuhan tertentu sehabis pensiun

    (Agustina, 2007).

    Damatex Salatiga adalah salah satu cabang perusahaan yang tergabung

    dalam Argo Manunggal Grup yang berkantor pusat di Jakarta. Dengan luas pabrik

    mencapai 349.725 m2 dan luas bangunan 79.194 m

    2, serta jumlah tenaga kerja

    mencapai 2.800 karyawan (januari 2009). Dengan jumlah tenaga kerja yang besar

    terdapat karyawan pra purna karya yang berumur 50 sampai 55 tahun sejumlah 41

    karyawan.

    Dengan melihat latar belakang penelitian diatas maka penulis mengangkat

    topik penelitian FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP

    STRES KERJA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN

    PRA PURNA KARYA DI DAMATEX SALATIGA.

  • 5

    Persoalan penelitian

    Berdasarkan masalah penelitian di atas, maka penulis rumuskan persoalan

    penelitian sebagai berikut:

    1. Apakah program purna karya dan program persiapan karyawan pra

    purna karya sebagai faktor organisasi berpengaruh terhadap stres kerja

    pada karyawan pra purna karya di Damatex Salatiga ?

    2. Apakah dukungan sosial sebagai faktor lingkungan berpengaruh

    terhadap stres kerja pada karyawan pra purna karya di Damatex

    Salatiga?

    3. Apakah kepribadian karyawan sebagai faktor individu berpengaruh

    terhadap stres kerja pada karyawan pra purna karya di Damatex

    Salatiga?

    4. Apakah stres kerja tersebut berdampak pada kinerja karyawan pra purna

    karya di Damatex Salatiga ?

    Tujuan Penelitian

    Penelitian ini bertujuan untuk : (i) Mengetahui program prurna karya dan

    persiapan pra purna karya, dukungan sosial, dan kepribadian karyawan berpengaruh

    terhadap stres kerja pada pra purna karya di Damatex Salatiga; (ii) Mengetahui

    dampak stres tersebut pada kinerja karyawan pra purna karya di Damatex Salatiga.

  • 6

    2. Landasan Teori, Hipotesis , dan Model Penelitian

    Stres Kerja

    Definisi tentang stres kerja yang dikemukakan oleh antara para ahli satu

    dengan lainnya berbeda-beda. Namun konsep penyertaannya tidaklah berbeda.

    Menurut Handoko (2000) stres kerja merupakan suatu kondisi ketegangan yang

    mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang dalam bekerja. Jika

    karyawan mengalami stres yang terlalu besar maka akan dapat menganggu

    kemampuan seseorang karyawan tersebut untuk menghadapi lingkungannya dan

    pekerjaan yang akan dilakukannya.

    Menurut Beehr dan Franz (2002) stres kerja sebagai suatu proses yang

    menyebabkan orang merasa sakit, tidak nyaman atau tegang karena pekerjaan,

    tempat kerja atau situasi kerja yang tertentu. Definisi lain dikemukakan

    Mangkunegara (2005) stres kerja adalah perasaan yang menekan atau merasa

    tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaannya.

    Persamaan stres kerja menurut ahli-ahli tersebut sama-sama menunjukan

    stres kerja sebagai suatu kondisi yang dirasakan manusia dan mempengaruhi

    kondisi seseorang dalam melakukan pekerjaan. Jadi stres kerja dapat di definisikan

    menurut penulis sebagai suatu kondisi atau reaksi terhadap situasi yang

    mempengaruhi seseorang dalam bekerja dimana kondisi tersebut akan membuat

    seseorang karyawan tertekan.

    Dampak Stres Kerja

    Dampak dari stres kerja dapat di kelompokan menjadi 3 kategori menurut

    Robbins (2008) sebagai berikut :

  • 7

    a. Gejala Fisiologis, bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam

    metabolisme, meningkatkan laju detak jantung, dan pernapasan,

    menimbulkan sakit kepala, dan menyebabkan serangan jantung.

    b. Gejala Psikologis, stres yang berkaitan dengan pekerjaan dapat

    menyebabkan ketidakpuasan dalam bekerja. Dan dalam bekerja muncul

    ketegangan, kecemasan, mudah marah, kebosanan, konsentrasi

    berkurang dan menunda-nunda pekerjaan.

    c. Gejala Perilaku, mencangkup perubahan dalam kebiasaan hidup, gelisah,

    merokok, nafsu makan berlebihan, dan gangguan tidur.

    Dampak stres menurut penulis akibat dari stres sendiri dapat

    mempengaruhi fisik, psikologi, dan perilaku manusia. Kebanyakan akibat tersebut

    mempengaruhi manusia secara negatif. Dimana stres tersebut akan berpengaruh

    terhadap aktivitas seseorang atau pekerjaan seseorang, sehingga akan mengalami

    tekanan yang di akibatkan dari stres tersebut.

    Jenis-jenis stres

    Selye dalam Jaza Anil Chusna (2010) mengatakan bahwa terdapat dua

    jenis stres, yaitu eustres dan distres. Eustres, yaitu hasil dari respon terhadap stres

    yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif (bersifat membangun). Ini adalah semua

    bentuk stres yang mendorong tubuh untuk beradaptasi dan meningkatkan

    kemampuan untuk beradaptasi. Ketika tubuh mampu menggunakan stres yang

    dialami untuk membantu melewati sebuah hambatan dan meningkatkan performa,

    stres tersebut bersifat positif, sehat, dan menantang (Walker.J 2002).

  • 8

    Di sisi lain, distres, yaitu hasil dari respon terhadap stres yang bersifat tidak

    sehat, negatif, dan destruktif (bersifat merusak). Distres adalah semua bentuk stres

    yang melebihi kemampuan untuk mengatasinya, membebani tubuh, dan

    menyebabkan masalah fisik atau psikologis. Ketika seseorang mengalami distres,

    orang tersebut akan cenderung bereaksi secara berlebihan, bingung, dan tidak dapat

    berperforma secara maksimal (Walker.J 2002).

    Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja

    Menurut Robbins (2008) mengatakan timbulnya stres di pengaruhi oleh

    beberapa faktor-faktor :

    1. Faktor Organisasi

    Dalam faktor organisasi berpengaruh juga terhadap stres kerja karyawan

    dimana semua aktivitas di dalam perusahaan berhubungan dengan

    karyawan. Seperti Tuntutan kerja atau beban kerja yang terlalu berat, Kerja

    yang membutuhkan tanggung jawab tinggi sangat cenderung mengakibatkan

    stres tinggi.

    2. Faktor Lingkungan

    Adanya lingkungan sosial turut berpengaruh terhadap stres kerja pada

    karyawan. Dimana adanya dukungan sosial berperan dalam mendorong

    seseorang dalam pekerjaannya, apabila tidak adanya faktor lingkungan

    sosial yang mendukung maka tingkat stres karyawan akan tinggi.

    3. Faktor Individu

    Adanya faktor individu berperan juga dalam mempengaruhi stres

    karyawan. dalam faktor individu kepribadian seseorang lebih berpengaruh

  • 9

    terhadap stres pada karyawan. Dimana kepribadian seseorang akan

    menentukan seseorang tersebut mudah mengalami stres atau tidak.

    Kinerja

    Definisi kinerja yang dikemukakan para ahli pun berbeda-beda, menurut

    Mangkunegara (2001) kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas

    yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan

    tanggung jawabnya. Namun Menurut Rosidah (2003) kinerja adalah suatu hasil

    kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan

    kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan, serta

    waktu.

    Menurut Penulis kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang

    karyawan dalam kemampuan melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan tanggung

    jawab yang diberikan oleh atasan kepada karyawan di suatu perusahaan. Kinerja

    juga digunakan sebagai tolak ukur pencapaian hasil kerja karyawan dalam

    melaksanakan tanggung jawabnya dalam bekerja di suatu perusahaan.

    Pengaruh Antar Variabel

    Dimana menjelaskan hubungan antar variabel pada faktor-faktor yang

    berpengaruh terhadap stres kerja dan dampaknya terhadap kinerja karyawan pra

    purna karya di Damatex Salatiga.

    1. Program- program purna karya berpengaruh terhadap stres

    Dimana program yang dijalankan perusahaan dalam menunjang

    karyawan pada masa purna karya, di perlukan adanya program seperti

  • 10

    program purna karya seperti adanya pesangon dan jamsostek (Palmore,

    2000). Adanya program-program purna karya tersebut dapat memberikan

    kepuasan kepada karyawan pra pensiun, Sebaliknya semakin sedikit

    program pesangon atau tidak mendapatkan dana pensiun akan membuat

    karyawan tersebut stres (Martins Femi Dada & AI Idowu, 2004).

    Selain program purna karya ada program persiapan pra purna karya

    dimana dalam mempersiapakan pensiun, karyawan pra pensiun seharusnya

    sudah mempersiapkan diri setelah pensiun nanti (Palmore.2000). Dengan

    memikirkan kedepannya karyawan pra purna karya akan melakukan

    kegiatan setelah pensiun, seperti berwirausaha. Upaya ini di dukung oleh

    perusahaan dalam memberikan fasilitas berupa seminar dan latihan berusaha

    guna meringankan beban karyawan dalam mempersiapkan pensiun. Dengan

    diberikannya program tersebut maka karyawan akan mendapatkan berbagai

    motivasi setelah pensiun, ketrampilan berwirausaha, cara menghadapi post

    power sindrome, dan cara menghadapi stres kerja (Tavip Sunandar, 2002).

    Tapi tidak semua karyawan siap dalam menjalankan perisapan sebelum

    pensiun, masih banyak yang tidak mempersiapkan sehingga begitu mereka

    pensiun akan banyak karyawan yang tertekan atau stres.

    H1 = Program pensiun dan program persiapan pensiun berpengaruh

    terhadap stres karyawan pra purna karya.

    2. Dukungan Sosial Berpengaruh Terhadap Stres

    Dukungan sangat dibutuhkan semua orang, terutama pada karyawan

    pra pensiun. Menurut Pierce (2000) dukungan sosial merupakan sumber

  • 11

    emosional, informasional atau pendampingan yang diberikan oleh orang-

    orang disekitar individu untuk menghadapi setiap permasalahan dan krisis

    yang terjadi sehari- hari dalam kehidupan. Dukungan-dukungan tersebut

    dapat berasal dari keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja (Saranson,

    2009), seperti karyawan yang akan pensiun mendapat dukungan dari

    kelurga dan rekannya sehingga setelah pensiun karyawan tersebut tidak

    mengalami tekanan setelah. Dimana karyawan yang tidak mendapatkan

    dukungan akan tertekan atau stres ketika menghadapi masa pensiun. Jadi

    dukungan untuk karyawan pra pensiun dapat mempengaruhi tingkat stres

    karyawan. Pendapat ini didukung oleh Atkinson (2005) dan hasil penelitian

    Ajeng Ryzkanevi (2009) menyatakan bahwa stres akan rendah apabila

    individu memiliki dukungan sosial begitu pula sebaliknya stres akan tinggi

    apabila rendahnya dukungan sosial yang diberikan.

    Dukungan sosial sendiri menurut penulis merupakan bentuk

    pertolongan yang dapat berupa materi, emosi, dan informasi yang diberikan

    oleh orang-orang yang memiliki arti seperti keluarga, teman, saudara, rekan

    kerja atupun atasan atau orang yang dicintai oleh individu yang

    bersangkutan

    H2 = Dukungan Sosial berpengaruh terhadap stres karyawan pra purna

    karya

    3. Kepribadian karyawan Berpengaruh Terhadap Stres

    Menurut Robbin (2001:142) dalam diri seseorang terbagi menjadi 2

    kepribadian yaitu Kepribadian tipe A dan kepribadian tipe B, tapi

  • 12

    kepribadian tersebut yang mempengaruhi pada stres kerja adalah tipe A.

    Kepribadaian tipe A adalah kepribadian yang melibatkan secara agresif

    dalam perjuangan terus menerus untuk mencapai lebih banyak waktu yang

    lebih sedikit dan melawan upaya-upaya yang menentang dari orang atau hal

    lain, Pada tipe ini adalah kepribadian yang mudah mengalami stres karena

    tipe ini lebih condong agresif , mudah panik, selalu berhati-hati, dan suka

    pada tantangan Robbin (2001). Hal ini didukung hasil penelitian

    Sutarto(2008) dimana kepribadian tipe A adalah kepribadian yang mudah

    mengalami stres, selalu berhati-hati, agresif, dan menjunjung tinggi

    tanggung jawab.

    H3 = Kepribadian karyawan berpengaruh terhadap stres karyawan pra

    purna karya

    4. Dampak Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pra Purna Karya

    Stres merupakan hal yang melekat pada kehidupan manusia dalam

    bentuk tertentu. Tak seorangpun dapat terhindar dari stres. Stres kerja perlu

    perhatian khusus dari Damatex Salatiga agar tidak mengganggu kinerja para

    karyawan pra purna karya dan merugikan perusahaan. Meskipun dampak

    stres terbagi menjadi 2 yaitu distres (stres negarif) dan uestres (stres positif).

    Menurut Gitosudarmo dan Sudita (1997) dampak stres yang rendah akan

    berperan sebagai pendorong peningkatan kinerja karyawan. Sedangkan

    dampak stres yang tinggi akan menurunkan kinerja karyawan, seperti

    Sering bosan, tidak

  • 13

    ada gairah dalam bekerja atau bekerja menjadi asal-asalan, Sering bolos

    bekerja dan datang selalu terlambat. Hal ini didukung dari hasil penelitian

    Arif (2011) dimana stres yang tinggi dapat berpengaruh pada kinerja

    karyawan.

    H4 = Stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan Pra Purna

    Karya

    Model Penelitian

    Bagan 2.1

    3. Metode Penelitian

    Jenis Penelitian dan Sumber Data Penelitian

    Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang digunakan

    adalah penelitian kuantitaif, dimana penelitian ini akan di proses dengan data

    staistika. Sedangkan sumber data pada data primer dan sekunder. Untuk

    memperoleh data dan informasi yang valid, akurat serta meyakinkan yang berkaitan

    Faktor Organisasi

    (Program Purna Karya

    &Persiapan Pra Purna

    Karya)

    Faktor Lingkungan

    (Dukungan Sosial)

    Faktor Individu

    (Kepribadian

    karyawan)

    STRES KERJA

    Kinerja

    Karyawan Pra

    Purna Karya

  • 14

    dengan penelitian ini. Dimana penelitian ini akan bersumber pada subyek-subyek

    dari karyawan-karyawan pra purna karya yang berada di Damatex Salatiga.

    Populasi dan Sampel

    Dalam populasi penelitian ini adalah 41 karyawan pra purna karya yang

    memasuki masa pensiun dalam kurun waktu 1-5 tahun di Damatex Salatiga dengan

    obyek karyawan

    berumur minimal 50 tahun sampai dengan 55 tahun. Semuanya dijadikan sampel

    dalam penelitian ini Dengan menggunakan metode samplingnya Saturation

    Sampling, dimana peneliti menggunakan keseluruhan populasi untuk

    mempermudah penelitian.

    Metode Pengumpulan Data

    Metode yang digunakan dalam mengunpulkan data yang berkaitan dengan

    penyusunan laporan dan pembuatan aplikasi ini adalah Teknik Kuisioner, yaitu

    penulis melakukan pengumpulan data dengan cara memberikan kuisioner kepada

    para karyawan pra purna karya guna mendapatkan informasi-informasi tambahan

    dalam penelitian. Metode yang digunakan adalah model likert. Dengan

    menggunakan skala likert dimana memiliki lima macam pilihan yaitu : (SS) Sangat

    Setuju, (S) Setuju, (TS), Ragu Ragu (RR), Tidak Setuju, (STS) Sangat Tidak

    Setuju..

    Dimana penelitian ini akan di uji dengan uji asumsi klasik guna untuk

    mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang diperlukan benar-benar bebas dari

    adanya Multikolinearitas, Heteroskedastisitas, Autokorelasi, dan Normalitas

  • 15

    (Ghozali,2005), selain uji asumsi klasik akan di uji pula menggunakan uji reabilitas

    dan uji validitas.

    Sedangkan untuk mengetahui seberapa jauh hubungan antar variabel yang

    dianalisis tersebut digunakan regresi linear berganda. Unuk mengetahui faktor-

    faktor yang berpengaruh terhadapstres kerja dengan rumus sebagai berikut :

    Y1 = A+B1x1+B2x2+B3x3

    Dimana :

    Y = Stres kerja

    A = Konstanta

    B1x1 = Program purna karya dan persiapan pra purna karya

    B2x2 = Dukungan sosial

    B3x3 = Kepribadian karyawan

    Sedangkan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja

    karyawan pra purna karya, dapat dilakukan dengan teknik regresi linear sederhana.

    Dengan rumus sebagai berikut :

    Y2 = A+ Bx4

    Y2 = Kinerja

    Bx4 = Stres Kerja

    4. Hasil Penelitian dan Pembahasan

    Profil perusahaan

    PT. Daya Manunggal didirikan pada hari jumat 17 Februari 1961 Dengan akte

    notaris No 31Tahun 1961, berlokasi di Jl. Argobusono No 1 Kelurahan Ledok

  • 16

    Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Dengan di prakasai oleh Bapak Musa dan

    Bapak The Nien King. Dimana merupakan salah satu cabang perusahaan yang

    tergabung dalam Argo Manunggal Grup yang berkantor pusat di Jakarta. Dengan

    Adanya perkembangan dan perluasan pabrik sehingga mencapai luas pabrik

    mencapai 349.725 m2 dan luas bangunan 79.194 m2 dengan jumlah tenaga kerja

    mencapai 2.800 karyawan (january 2009).

    Tujuan didirikannya Damatex adalah:

    a. Mendapatkan keuntungan

    b. Membantu pemerintahan dalam menyediakan lapangan pekerjaan

    c. Membantu pemerintah dalam menyediakan bahan sandang bagi

    masyarakat

    d. Membantu pemerintah dalam peningkatan eksport non migas.

    Profil Responden

    Gambaran umum responden dalam penelitian ini terbagi menjadi 4 variabel

    dengan 41 responden. Berdasarkan jenis kelamin responden dimana jenis kelamin

    pria sebesar 76% dan wanita 24%. Berdasarkan umur responden dimana umur

    responden terdiri dari 50-54 tahun dan umur terbanyak 29% pada umur 54 tahun

    dan di susul 24% pada umur 50 tahun.. Berdasarkan jumlah tanggungan responden

    dimana jumlah tanggungan terbanyak 54% pada jumlah tanggungan 3 orang dan di

    susul 24% pada jumlah tanggungan 1 orang. Dan berdasarkan status kerja pasangan

    responden yang tertinggi 76% dimana pasangan kerja responden tidak

    bekerja.(Lihat Lampiran hal 1).

  • 17

    Tabel 4.1 frekuensi responden

    Keterangan

    jumlah % Variabel Kategori

    Jenis Kelamin Pria 31 76%

    Wanita 10 24%

    Umur 50th 10 24%

    51th 8 20%

    52th 5 12%

    53th 6 15%

    54th 12 29%

    jumlah

    tanggungan 1 10 24%

    2 6 15%

    3 22 54%

    4 3 7%

    Status kerja Bekerja 10 24%

    Pasangan tidak bekerja 31 76%

    1. Uji Asumsi Klasik

    Dalam penelitian ini perlu di dilakukan uji asumsi klasik, dimana terdiri dari

    uji normalitas, uji multikoleniaritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi.

    Pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stres kerja akan di uji dimana

    dari uji multikolinearitas menunjukan hasil perhitungan VIF tidak ada variabel

    independen yang memiliki nilai VIF lebih besar dari 10 yaitu Program pensiun dan

    program persiapan pra pensiun sebesar 1.144, Dukungan sosial sebesar 1.126, dan

    Kepribadian sebesar 1.085 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada

    multikoleniaritas antar variabel dalam model regresi. Dari uji heteroskedastisitas

    (Glejser) menunjukan signifikan Program pensiun dan program persiapan pra

    pensiun sebesar 0.447, Dukungan sosial sebesar 0.964, dan Kepribadian sebesar

    0.929 hal ini terlihat dari probabilitas signifikannya diatas 5%, sehingga dapat

    disimpulkan tidak mengandung adanya heteroskedastisitas dalam model regresi.

    Dari uji autokorelasi

  • 18

    menunjukan durbin-watson test =1.960 dan data dl = 1.348 dan du= 1.6603 dengan

    k=3 variabel.dimana nilai DW berada di antara nilai du sampai nilai 4-du maka

    koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi. Dari uji

    normalitas menunjukan Kolmogorov-Smirnov pada program pensiun dan program

    persiapan pra pensiun sebesar 0.797, dukungan sosial sebesar 1.105, kepribadian

    sebesar 0.932, dan stres karyawan sebesar 0.846.Sedangkan pada signifikan pada

    program pensiun dan program persiapan pra pensiun sebesar 0.548, dukungan sosial

    sebesar 0.174, kepribadian sebesar 0.350, dan stres karyawan sebesar 0.471 hal ini

    berarti data pada uji normalitas tersebut normal karena diatas signifikan 5%.( untuk

    lebih jelas dapat dilihat di lampiran).

    Untuk mengetahui apakah stres kerja berdampak pada kinerja maka akan

    dilakukan uji asumsi klasik. Pertama digunakan uji multikolinearitas menunjukan

    hasil perhitungan VIF tidak ada variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih

    besar dari 10 yaitu Stres kerja sebesar 1.00 sehingga dapat disimpulkan bahwa

    tidak ada multikoleniaritas antar variabel dalam model regresi. Dari uji

    heteroskedastisitas (Glejser) menunjukan signifikan Stres kerja sebesar 0.190 hal

    ini terlihat dari probabilitas signifikannya diatas 5%, sehingga dapat disimpulkan

    tidak mengandung adanya heteroskedastisitas dalam model regresi. Dari uji

    autokorelasi menunjukan durbin-watson test =1.640 dan data dl = 1.594 dan du=

    1.4493 dengan k=1 variabel.dimana nilai DW berada di antara nilai du sampai nilai

    4-du maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi.

    Dari uji normalitas menunjukan Kolmogorov-Smirnov kinerja sebesar 0.642 dan

  • 19

    signifikan sebesar 0.804 hal ini berarti data tersebut normal karena diatas

    signifikan 5%..

    2. Uji Validitas dan Reabilitas

    Untuk menguji validitas dimana dengan jumlah N sebesar 41. Dimana

    harus menemukan nilai df terlebih dahulu dengan rumus df=N-2 dengan tingkat

    signifikan 5%, jadi ditemukan r tabel sebesar 0.20195. dan untuk menguji validnya

    data dengan membandingkan dengan r hasil > r tabel. Apabila hasil < dari makan

    data tersebut tdak valid.

    Program pensiun dan persiapan pensiun

    Tabel 4.2 Uji Validitas

    Item-Total Statistics

    Scale Mean if

    Item Deleted

    Scale Variance if

    Item Deleted

    Corrected Item-

    Total Correlation Valid /tidak valid

    VAR00001 13.7805 5.726 .661 Valid

    VAR00002 14.0976 8.440 .316 Valid

    VAR00003 15.0244 11.374 .368 Valid

    VAR00004 15.0488 11.298 .440 Valid

    VAR00005 14.8537 11.278 .323 Valid

    VAR00006 14.8537 11.328 .310 Valid

    VAR00007 14.8537 11.678 .214 Valid

    VAR00008 14.9512 11.698 .224 Valid

    Pada uji validitas tidak terdapat item yang tidak valid dengan kurang dari

    0.20195. Sehingga semua item yang valid akan digunakan dalam analsis

    selanjutnya.

    Pada uji reabilitas dimana hasil cronbachs alpha harus lebih besar dari

    0,6.pada variabel program pensiun dan persiapan pensiun ditemukan sebesar 0.615,

  • 20

    jadi dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6 (untuk lebih lengkap dapat

    dilihat di lampiran).

    Dukungan Sosial

    Tabel 4.3 Uji Validitas

    Item-Total Statistics

    Scale Mean if

    Item Deleted

    Scale Variance if

    Item Deleted

    Corrected Item-

    Total Correlation Valid /tidak valid

    VAR00001 13.4390 5.102 -.143 Tidak valid

    VAR00002 13.2439 3.689 .304 Valid

    VAR00003 13.3171 3.772 .430 Valid

    VAR00004 13.3415 4.330 .286 Valid

    VAR00005 13.2927 3.862 .405 Valid

    VAR00006 13.1463 3.778 .386 Valid

    VAR00007 13.2683 4.001 .422 Valid

    VAR00008 13.3171 3.872 .379 Valid

    Terdapat item yang tidak valid dimana di bawah r tabel terdapat pada item

    nomor 1, sehingga item tersebut akan di keluarkan dan tidak digunakan dalam

    analisis berikutnya.

    Pada uji reabilitas dimana hasil cronbachs alpha harus lebih besar dari

    0,6.pada variabel dukungan sosial ditemukan sebesar 0.675, jadi dinyatakan

    reliabel karena lebih besar dari 0,6 (untuk lebih lengkap dapat dilihat di lampiran).

    Kepribadian karyawan

    Tabel 4.4 Uji Validitas

    Item-Total Statistics

    Scale Mean if

    Item Deleted

    Scale Variance

    if Item Deleted

    Corrected Item-

    Total

    Correlation

    Valid/tidak

    valid

    VAR00001 30.4390 5.902 .309 Valid

    VAR00002 30.4390 5.902 .309 Valid

    VAR00003 31.9024 7.440 -.170 Tidak valid

  • 21

    Terdapat item yang tidak valid dimana berada di bawah r tabel pada item

    nomor 3,4,6,9, dan 10. Sehingga item tersebut akan dikeluarkan dan tidak

    digunakan dalam analisis berikutnya.

    Pada uji reabilitas dimana hasil cronbachs alpha harus lebih besar dari

    0,6.pada variabel kepribadian karyawan ditemukan sebesar 0.764, jadi dinyatakan

    reliabel karena lebih besar dari 0,6 (untuk lebih lengkap dapat dilihat di lampiran).

    Stres kerja

    Tabel 4.5 Uji Validitas

    Item-Total Statistics

    Scale Mean if

    Item Deleted

    Scale Variance if

    Item Deleted

    Corrected Item-

    Total Correlation

    Valid / tidak

    valid

    VAR00002 25.9756 16.824 .436 Valid

    VAR00003 26.6829 17.972 .271 Valid

    VAR00004 26.3171 16.772 .427 Valid

    VAR00005 26.5366 16.555 .510 Valid

    VAR00006 26.2195 18.226 .220 Valid

    VAR00007 25.9024 16.090 .514 Valid

    VAR00008 26.4878 17.806 .321 Valid

    VAR00001 26.0488 17.048 .453 Valid

    VAR00009 25.8780 14.860 .506 Valid

    VAR00010 26.7073 15.562 .347 Valid

    VAR00004 32.0732 7.320 -.157 Tidak valid

    VAR00005 31.0732 6.220 .290 Valid

    VAR00006 31.7073 5.962 .128 Tidak valid

    VAR00007 30.4146 6.149 .263 Valid

    VAR00008 29.9756 6.024 .316 Valid

    VAR00009 30.0976 6.440 .106 Tidak valid

    VAR00010 32.0488 7.048 -.121 Tidak valid

  • 22

    Pada uji validitas tidak terdapat item yang tidak valid dengan kurang dari

    0.20195. Sehingga semua item yang valid akan digunakan dalam analsis

    selanjutnya

    Pada uji reabilitas dimana hasil cronbachs alpha harus lebih besar dari

    0,6.pada variabel stres kerja karyawan ditemukan sebesar 0.736, jadi dinyatakan

    reliabel karena lebih besar dari 0,6 (untuk lebih lengkap dapat dilihat di lampiran).

    Kinerja

    Tabel 4.6 Uji Validitas

    Item-Total Statistics

    Scale Mean if

    Item Deleted

    Scale Variance

    if Item Deleted

    Corrected Item-

    Total

    Correlation

    Valid /tidak

    valid

    VAR00001 14.0976 9.190 .506 Valid

    VAR00002 14.0000 8.200 .644 Valid

    VAR00003 15.2195 11.226 .184 Tidak valid

    VAR00004 14.8780 9.260 .438 Valid

    VAR00005 14.1463 7.828 .696 Valid

    VAR00006 14.0000 7.950 .571 Valid

    Terdapat item yang tidak valid dimana di bawah r tabel terdapat pada item

    nomor 3, sehingga item tersebut akan di keluarkan dan tidak digunakan dalam

    analisis berikutnya.

    Pada uji reabilitas dimana hasil cronbachs alpha harus lebih besar dari

    0,6.pada variabel Dampak stres terhadap kinerja karyawan ditemukan sebesar

    0.793, jadi dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6 (untuk lebih lengkap

    dapat dilihat di lampiran).

  • 23

    3. Uji Hipotesis

    Dalam penelitian ini akan di akhiri uji hipotesis dimana uji ini akan

    mengetahui hipotesis penelitian ini berpengaruh atau tidaknya dengan

    menggunakan uji regresi.

    Tabel 4.7 Ringkasan Hasil Uji Regresi faktor-faktor yang berpengaruh

    terhadap stres kerja karyawan pra purna karya

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized

    Coefficients

    Standardize

    d

    Coefficients

    t Sig.

    Collinearity

    Statistics

    B Std. Error Beta Tolerance VIF

    1 (Constant) 2.084 1.017 2.049 .048

    Program Pensiun -.035 .151 -.035 -.228 .821 .874 1.144

    Dukungan Sosial -.474 .240 -.296 -1.970 .056 .888 1.126

    Kepribadian

    Karyawan

    .534 .229 .343 2.331 .025 .922 1.085

    a. Dependent Variable: Stres Karyawan

    Berdasarkan hasil uji hipotesis diatas diketahui pada program pensiun dan

    persiapan pensiun ditemukan sebesar 0.821 dengan tingkat signifikan sebesar 5%,

    maka dapat disimpulkan hipotesis pertama ditolak dikarenakan faktor program

    pensiun dan persiapan pensiun tidak berpengaruh terhadap stres karyawan pra purna

    karya di Damatex Salatiga. Dimana program yang diberikan kepada karyawan pra

    purna karya sudah berjalan dengan baik sesuai dengan undang-undang no 13 tahun

    2003 tentang ketenagakerjaan dengan tidak menunda-nunda pemberian program

    tersebut dan dapat memberikan kepuasan pada karyawan. Dari hasil penelitian ini

    tidak sejalan dengan Martins Femi Dada & AI Idowu (2004) dimana faktor

    organisasi berpengaruh terhadap stres kerja karyawan. Tapi penelitian ini didukung

    oleh hasil penelitian dari Bambang Setiawan, dkk (2002) dimana perusahan

  • 24

    mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan.

    Kewajiban moral tersebut diwujudkan dengan memberikan jaminan ketenangan

    atas masa depan para karyawannya. Karena karyawan tetap memiliki penghasilan

    pada saat mereka mencapai usia pensiun sehingga karyawan tidak akan mengalami

    tekanan.

    Berdasarkan hasil uji hipotesis diatas diketahui pada dukungan sosial

    ditemukan sebesar 0.056 dengan tingkat signifikan 5%, maka dapat disimpulkan

    hipotesis kedua ditolak dikarenakan dukungan sosial tidak berpengaruh terhadap

    tingkat stres karyawan pra purna karya di Damatex Salatiga. Apabila karyawan pra

    purna karya mendapat dukungan sosial baik dari keluarga dan rekan kerja maka

    tingkat stres akan lebih rendah dibandingkan karyawan yang tidak mendapat

    dukungan sosial. Hasil penelitian ini didukung oleh Atkinson (2005) menyatakan

    bahwa stres akan rendah apabila adanya dukungan sosial

    yang diberikan. Dimana dukungan sosial yang tinggi seperti adanya dorongan

    dalam memasuki masa purna karya akan berdampak pada stres yang rendah pada

    karyawan pra purna karya.

    Berdasarkan hasil uji hipotesis diketahui pada kepribadian karyawan sebesar

    0.025 dengan tingkat signifikan sebesar 5%, maka dapat di simpulkan bahwa

    hipotesis ketiga diterima dikarenakan kepribadian karyawan pra purna karya di

    Damatex ini berpengaruh terhadap stres kerja, dimana kepribadian yang

    berpengaruh terhadap stres adalah kepribadian tipe A sedangkan kepribadian tipe B

    adalah kepribadian yang tidak mudah mengalami stres. Dan dalam penelitian ini

    kepribadian karyawan pra purna karya di Damatex Salatiga ini lebih condong pada

  • 25

    kepribadian tipe A dengan ciri-ciri mudah panik, suka tantangan, selalu berhati-hati

    dalam beraktivitas, selalu terburu-buru dalam bekerja, dll. Hasil penelitian ini

    sejalan dengan Robbins (2001) dimana kepribadian karyawan terbagi menjadi 2

    yaitu tipe A yang lebih mudah mengalami stres dan tipe B yang tidak mudah

    mengalami stres, dan pada penelitian karyawan pra purna karya di Damatex

    Salatiga ini adalah kepribadian yang mudah mengalami stres yaitu kepribadian

    manusia tipe A.

    Dimana pada faktor program purna karya dan program persiapan pra purna

    karya, faktor dukungan sosial, dan faktor kepribadian terhadap stres dapat dilihat

    pada r square nya sebesar 0.26, jadi faktor organisasi,faktor lingkungan , dan faktor

    individu yang mempengaruhi stres pada karyawan pra purna karya berpengaruh

    sejumlah 26% dan sisanya 74% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan pada persamaan

    pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stres kerja.

    Y = 2.084 + (-0.035) 0.821 + (-0.474) 0.056 + (0.534) 0.025

    Hasil dari persamaan tersebut adalah Y= 2.041, jadi stres kerja dipengaruhi

    oleh faktor-faktor tersebut, dari faktor organisasi, faktor lingkungan,dan faktor

    indvidu.

    Tabel 4.8 Ringkasan Hasil Uji Regresi Dampak stres kerja terhadap

    kinerja karyawan pra purna karya

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized

    Coefficients

    Standardized

    Coefficients

    t Sig.

    Collinearity

    Statistics

    B Std. Error Beta Tolerance VIF

    1 (Constant) 1.548 .577 2.681 .011

  • 26

    Stres

    Karyawan

    .456 .196 .349 2.329 .025 1.000 1.000

    a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

    Berdasarkan hasil uji hipotesis diatas diketahui pada stres karyawan

    sebesar 0.025 dengan tingkat signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa

    hipotesis keempat diterima dikarenakan stres kerja karyawan berpengaruh terhadap

    kinerja karyawan pra purna karya di Damatex Salatiga. Dimana dampak stres kerja

    terhadap kinerja karyawan bersifat positif atau disebut eustress, karyawan yang

    mengalami stres kerja positif terhadap kinerja karyawan akan mengalami

    peningkatan dalam kinerja. Hal ini stres menjadi pendorong kinerja karyawan

    sehingga kinerja mengalami peningkatan (Walker.J, 2002).

    Dimana pada stres kerja terhadap kinerja karyawan r square sebesar 0.122,

    jadi stres kerja berpengaruh pada kinerja karyawan sejumlah 12% dan sisanya

    sebesar 87.8% dipengaruhi oleh faktor lain. Dan pada persamaan stres kerja

    berpengaruh terhadap kinerja.

    Y = 1.548 + ( 0.456)0.025

    Hasil persamaan stres kerja berdampak pada kinerja adalah Y= 1.559,

    dimana stres kerja tersebut berdampak positif bagi kinerja.

    Kesimpulan dan saran

    Dari hasil uji regresi yang telah dilakukan pada hipotesis pertama, dapat

    disimpulkan bahwa faktor organisasi seperti program purna karya dan program

    persiapan purna karya tidak mempengaruhi stres kerja pada karyawan pra purna

    karya dalam studi kasus di PT Damatex Salatiga. Hal ini didukung oleh Bambang

  • 27

    Setiawan, dkk (2002) dimana perusahan mempunyai kewajiban moral untuk

    memberikan rasa aman kepada karyawan. Kewajiban moral tersebut diwujudkan

    dengan memberikan jaminan ketenangan atas masa depan para karyawannya.

    Sehingga adanya program tersebut karyawan lebih siap terhadap pensiun dan tidak

    mudah stres.

    Dari hasil uji regresi pada hipotesis kedua, dapat disimpulkan bahwa faktor

    lingkungan sosial seperti dukungan sosial akan tidak berpengaruh pada tingkat stres

    karyawan karyawan pra purna karya dalam studi kasus di PT Damatex Salatiga.

    Dan hasil penelitian ini didukung oleh Atkinson (2005) menyatakan bahwa stres

    akan rendah apabila adanya dukungan sosial yang diberikan. Dimana dukungan

    sosial yang tinggi seperti adanya dorongan dalam memasuki masa purna karya akan

    berdampak pada stres yang rendah pada karyawan pra purna karya.

    Dari hasil uji regresi pada hipotesis ketiga, dapat disimpulkan bahwa

    Kepribadian karyawan berpengaruh pada tingkat stres dimana kepribadian yang

    didapati pada studi kasus di PT. Damatex Salatiga adalah kepribadian tipe A,

    dimana kepribadian ini lebih rentan mengalami stres kerja sehingga kepribadian ini

    akan berpengaruh pada tingkat stres karyawan pra purna karya.

    Berdasarkan hasil uji regresi pada hipotesis keempat, dapat disimpulkan

    bahwa stres kerja akan berpengaruh pada kinerja karyawan, hasil penelitian ini

    sejalan dengan Gitosudarmo dan sudita (1997) dimana stres akan berpengaruh

    positif pada kinerja

    karyawan. Dimana stres yang bersifat positif akan memotivasi diri,

    rangsangan untuk bekerja lebih keras, dan meningkatnya inspirasi hidup yang lebih

  • 28

    baik sehingga dapat meningkatakan kinerja karyawan. Dimana hal ini juga dapat

    dipengaruhi oleh program purna karya yang sudah berjalan dengan baik, sehingga

    dapat mendorong karyawan lebih meningkat kinerjanya. Menurut Price (2003) stres

    kerja dapat berhubungan positif terhadap kinerja sehingga dapat mendorong kinerja

    karyawan

    Saran

    Untuk penelitian mendatang disarankan untuk melakukan penelitian tentang

    stres manakah yang terbesar dari faktor organisasi, faktor lingkungan, dan faktor

    kepribadian. di PT.Damatex Salatiga.

    Untuk PT.Damatex disarankan untuk meningkatkan dukungan sosial pada

    karyawan, dimana dukungan sosial yang tinggi dapat mengurangi stres pada

    karyawan seperti memberikan motivasi, dukungan moral, bantuan, dan nasihat. Dan

    Perusahaan lebih mendorong karyawan dimana karyawan pra purna karya di

    PT.Damatex ini lebih dominan kepribadian tipe A, dimana kepribadian tipe ini

    lebih rentan mengalami stres. Jadi perusahaan perlu adanya rotasi jabatan agar

    tingkat kejenuhan rendah, menghargai kinerja karyawan, dan dalam proses

    rekrutmen perlunya tes psikologi untuk mengetahui kepribadian calon karyawan

    termasuk kepribadian rentan stres atau tidak.

  • 1

    Referensi

    Adiniggar. 2005. Hubungan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Administrasi

    PT Tunas Bahana Sparta Cirebon. Skripsi (Tidak Diterbitkan)

    Anoraga, Pandji. 1992. Psikologi Kerja. Jakarta: Anggota IKAPI

    Atkinson, R. L., Atkinson, K. C., dan Benn, D. J. 1996 Pengantar Psikologi Jilid II. Edisi

    kesebelas. Terjemahan Kusuma, W. Jakarta :Erlangga

    Boediono dan Drs Wayan Koster. 2001. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas.

    Bandung: Remaja Rosdakarya.

    Chaidir, Abdillah Arief, 2011. Pengaruh Kepemimpinan, Stres Kerja, Disiplin Kerja, dan

    Kompensasi Dengan Kinerja Pegawai Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama

    Boyolali. Skripsi

    Chusna, Jaza Anil,2010, Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Stres Kerja Di Instalasi

    Rawat Inap RSU IslamSurakarta. Skripsi

    Eliana, Rika, 2003. Konsep Diri Pensiunan.Skripsi

    Fabella, Armand..T. 1993.Anda Sanggup Mengatasi Stres.Jakarta: Publishing House

    Ghozali, Imam, 2005, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS Edisi

    Ketiga, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

    Handoko, T.Hani, 1987, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua.

    Yogyakarta: Penerbit BPFE

    Hasibuan,Malayu S.P,1994,Manajemen Sumber Daya Manusia dasar dan Kunci

    keberhasilan. Jakarta: Penerbit Haji Masagung

    Indriyani, Azazah, 2009, Pengaruh Konflik Peran Ganda Dan Stress Kerja Terhadap

    Kinerja Perawat Wanita Rumah Sakit.Skripsi

  • 2

    Kreitner dan Kinicki, 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta : Salemba empat

    Mangkunegara, A . P. 2005. Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung: Refika Aditama

    Martins Femi dada dan AI Idowu,2004, Strategi Konseling untuk Mengelola Karyawan

    Pra Pensiun.

    Martoyo ,Susilo SE, 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia dasar Edisi ke-4.

    Jogjakarta: Anggota IKAPI

    Murtiningrum, Afina, 2005, Analisis Pengaruh Konflik Pekerjaan Keluarga Terhadap

    Stress Kerja dengan Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi. Skripsi

    Nasution, Indri Kemala, 2007, Stres Pada Remaja. Jurnal

    Piping ,Agustina, 2008, Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja karyawan Tenaga

    Penjualan PT.Bayer Indonesia Cab.Pemalang. Skripsi

    Pratiwi, Gita Kristiana, 2010. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian

    Produksi Pada PT. MHE Demag Surabaya.Skripsi

    Putri, Ajeng Ryzkanevi, 2009, Hubungan Antara Persepsi Terhadap Dukungan Sosial

    Orangtua Dengan Penyesuaian Diri Dalam Penyusunan Skripsi Pada Mahasiswa

    Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Skripsi

    Robbins, Stephen.P dan Judge, Timothy. A, 2008, Perilaku Organisasi. Jakarta :Salemba

    Empat

    Sekaran, Uma, 2006, Metodologi penelitian untuk bisnis edisi 4/buku 2. Jakarta: Penerbit

    Salemba Empat

    Setyadharma, Andriyan. 2010.Uji Asumsi Klasik Dengan SPSS 16.0.Fakultas Ekonomi

    Universitas Negri Semarang.

    Simamora, Henry, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi ke-3. Yogyakarta

  • 3

    Sriyati, Aat,2008,Tinjauan Tentang Stres.Jatinagor.

    Sri, Wahyuni, tanpa tahun.,Analisa Faktor faktor yang berhubungan dengan

    terjadinya stress kerja pada Sopir Truk di asosiasi truk KBT di Kecamatan

    Tenggarong. Jurnal

    Wijono, Sutarto, 2008, Pengaruh Kepribadian Tipe A dan Peran Stres Kerja Manajer

    Madya. Jurnal