of 69/69
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA PENDEKATAN DRILL DAN PENDEKATAN BERMAIN FUTSAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2 JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI OLEH: DENY SOPHIA THINKER SURYO HARTONO K4603026 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010 i

F PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA F ... · perpustakaanjunjajid F digilibjunjajid F F F F F F F F F F F F F F F F F F F F 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

  • View
    2

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of F PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA F ... · perpustakaanjunjajid F digilibjunjajid F...

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA

    PENDEKATAN DRILL DAN PENDEKATAN BERMAIN FUTSAL

    PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2

    JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI

    TAHUN PELAJARAN 2009/2010

    SKRIPSI

    OLEH:DENY SOPHIA THINKER SURYO HARTONO

    K4603026

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    SURAKARTA

    2010

    i

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA

    PENDEKATAN DRILL DAN PENDEKATAN BERMAIN FUTSAL

    PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2

    JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI

    TAHUN PELAJARAN 2009/2010

    Oleh :DENY SOPHIA THINKER SURYO HARTONO

    K4603026

    Skripsi

    Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat mendapatkan gelar Sarjana

    Pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

    Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    S U R A K A R T A

    2010

    ii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PERSETUJUAN

    Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji

    Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

    Surakarta.

    Surakarta, Juli 2010

    Pembimbing I Pembimbing II

    Drs. Waluyo, M.Or. Fadilah Umar S.Pd., M.Or. NIP. 19660307 199403 1 002 NIP. 19720927 200212 1 001

    iii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PENGESAHAN

    Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas

    Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima

    untuk memenuhi sebagian persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

    Pada hari :

    Tanggal :

    Tim Penguji Skripsi :

    Nama Terang Tanda Tangan

    Ketua : ……………………………

    Sekretaris : ……………………………

    Anggota I : ……………………………

    Anggota II : ……………………………

    Disahkan oleh:

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

    Universitas Sebelas Maret

    Dekan,

    Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd.NIP. 19600727198702 1 001

    iv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    ABSTRAK

    Deny Sophia Thinker Suryo H. PENGARUH PEMBELAJARAN PASSING SEPAKBOLA ANTARA PENDEKATAN DRILL DAN PENDEKATAN BERMAIN FUTSAL PADA SISWA PUTRA KELAS VIII SMP NEGERI 2

    JATIROTO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2009/2010. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2010.

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Perbedaan pengaruh

    pendekatan drill dan pendekatan bermain futsal terhadap kemampuan passing

    dalam permainan sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto

    Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010. (2) Pembelajaran passing yang lebih baik

    pengaruhnya antara pendekatan drill dan pendekatan bermain futsal terhadap

    kemampuan passing dalam permainan sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP

    Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010.

    Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian

    ini siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri tahun

    pelajaran 2009/2010 berjumlah 80 orang yang terbagi dalam empat kelas. Teknik

    pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling

    dengan teknik undian. Jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian

    sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes

    ketepatan passing dalam permainan sepakbola Teknik analisis data yang

    digunakan dengan uji t pada taraf signifikansi 5%.

    Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Ada

    perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran passing sepakbola

    dengan pendekatan drill dan pendekatan bermain futsal terhadap kemampuan

    passing dalam permainan sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2

    Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010, dengan nilai perhitungan thit sebesar

    2.2082 dan ttabel sebesar 1,75 pada taraf signifikasi 5%. (2) Pembelajaran passing

    sepakbola dengan pendekatan drill lebih baik pengaruhnya daripada pendekatan

    bermain futsal terhadap kemampuan passing dalam permainan sepakbola pada

    v

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran

    2009/2010.

    Kelompok 1 (kelompok yang mendapat perlakuan pendekatan drill) memiliki

    peningkatan sebesar 60.8696%. Sedangkan kelompok 2 (kelompok yang

    mendapat perlakuan pendekatan bermain futsal ) memiliki peningkatan

    sebesar 50.7463%.

    vi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    MOTTO

    DENY

    Deny Shopia Thinker Suryo Hartono

    Anda tidak akan menemukan waktu untuk apa pun. Jika anda menginginkan

    waktu anda harus meluangkan.

    (Charles Buxton)

    Cukup Kerja untuk dilakukan, dan cukup tenaga untuk bekerja.

    (Rudyard Kipling)

    vii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    PERSEMBAHAN

    Kusunting skripsi ini untuk:

    Bapak dan Almarhumah Ibu tercinta yang telah membesarkan dan

    mendidik Aku tanpa pamrih

    Someone yang telah menjadi bagian hidupku yang selalu memberi

    semangat dan mendampingi Aku

    Teman-teman ku Angkatan ’03 FKIP JPOK UNS dan Adik-Adik tingkat

    serta Alamamater

    viii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR ISI

    HalamanJUDUL ................................…………………………………………………

    PENGAJUAN ...............................………………………………………….

    PERSETUJUAN .........................…………………………………………..

    PENGESAHAN ..............................…………………………………………

    ABSTRAK .................……………………………………………………….

    MOTTO .....................……………………………………………………….

    PERSEMBAHAN .............................………………………………………..

    DAFTAR ISI ......................................……………………………………….

    KATA PENGANTAR ..................................………………………………..

    DAFTAR TABEL ...................………………………………………………

    DAFTAR GAMBAR ...................................………………………………..

    DAFTAR LAMPIRAN ..............................…………………………………

    BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………

    A. Latar Belakang Masalah

    ……………………………………….

    B. Identifikasi

    Masalah…………………………………………….

    C. Pembatasan

    Masalah……………………………………………

    D. Perumusan

    Masalah…………………………………………….

    E. Tujuan

    Penelitian………………………………………………

    F. Manfaat

    Penelitian………………………………………………

    BAB II KAJIAN PUSATAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS…….

    A. Kajian Pustaka ...………………………………………………..

    1. Permainan

    Sepakbola………………………………………..

    i

    ii

    iii

    iv

    v

    vii

    viii

    ix

    xii

    xiv

    xv

    xvi

    1

    1

    5

    5

    5

    7

    7

    8

    8

    8

    8

    9

    10

    10

    12

    13

    ix

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    a. Pengertian Permainan

    Sepakbola………………………..

    b. Pentingnya Menguasai Teknik Dasar

    Bermain

    Sepakbola…………………………………………………

    2. Teknik Dasar Menendang

    Bola………………………………

    a. Pengertian Menendang

    Bola……………………………..

    b. Jenis-Jenis tendangan dalam Permainan

    Sepakbola……..

    c. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang

    Bola……………

    3. Passing dalam Permainan

    Sepakbola………………………..

    a. Pengertian

    Passing……………………………………….

    b. Teknik Pelaksanaan Passing

    Sepakbola…………………

    c. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam

    Melakukan

    Passing Sepakbola……………………………………….

    4. Pendekatan Pembelajaran

    Keterampilan……………………..

    a. Hakikat Pendekatan Pembelajaran………………………

    b. Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran………………

    c. Pendekatan Drill…………………………………………

    d. Pendekatan Bermain……………………………………..

    5. Pembelajaran Passing Sepakbola dengan Pendekatan

    Drill…

    a. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Sepakbola dengan

    14

    14

    15

    17

    18

    18

    20

    21

    25

    26

    26

    27

    28

    28

    31

    32

    34

    35

    35

    35

    35

    36

    37

    37

    41

    x

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Pendekatan Drill…………………………………………

    b. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing

    Sepakbola dengan Pendekatan Drill…………………….

    6. Pembelajaran Passing Sepakbola dengan

    Pendekatan

    Bermain Futsal………………………………………………

    a. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Sepakbola dengan

    Pendekatan Bermain Futsal……………………………..

    b. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing

    Sepakbola dengan Pendekatan Bermain Futsal…………

    B. Kerangka Pemikiran .......…………………………………………

    C. Perumusan Hipotesis……………………………………………..

    BAB III METODE PENELITIAN .............………………………………

    A. Tempat dan Waktu Penelitian ....………………………………..

    B. Populasi dan Sampel…………………………………………….

    C. Teknik Pengumpulan Data……………………………………….

    D. Rancangan Penelitian……………………………………………

    E. Variabel Penelitian………………………………………………

    F. Teknik Analisis Data ............……………………………………

    BAB IV HASIL PENELITIAN ...................……………………………….

    A. Deskripsi Data ...............……………………………………….

    B. Mencari Reliabilitas…………………………………………….

    C. Pengujian Persyaratan Analisis…………………………………

    1. Uji Normalitas……………………………………………….

    2. Uji Homogenitas……………………………………………

    D. Hasil Analisis Data………………………………………………

    1. Uji Perbedaan Sebelum Diberi Perlakuan………………….

    2. Uji Perbedaan Setelah Diberi Perlakuan……………………

    E. Pengujian Hipotesis……………………………………………...

    BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN .........………. ………

    A. Simpulan..................……………………………………………

    41

    41

    42

    42

    43

    44

    44

    44

    47

    49

    49

    49

    50

    51

    54

    xi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    B. Implikasi ....................…………………………………………

    C. Saran .........................…………………………………………..

    DAFTAR PUSTAKA .............................……………………………………

    LAMPIRAN.........................…………………………………………………

    xii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    KATA PENGANTAR

    Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang

    telah melimpahkan rahmat dan hidayah Nya, sehingga dapat diselesaikan

    penulisan skripsi ini.

    Disadari bahwa penulisan skripsi ini banyak mengalami hambatan, tetapi

    berkat bantuan dari beberapa pihak maka hambatan tersebut dapat diatasi. Oleh

    karena itu dalam kesempatan ini disampaikan ucapan terima kasih kepada yang

    terhormat:

    1. Prof. Dr. H. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan

    dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

    2. Drs. H. Agus Margono, M.Kes., Ketua Jurusan Pendidikan Olahraga dan

    Kesehatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

    Surakarta.

    3. Drs.H. Sunardi, M.Kes., Ketua Program Pendidikan Jasmani Kesehatan

    dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas

    Maret Surakarta.

    4. Drs. Waluyo, M.Or., sebagai pembimbing I yang telah memberikan

    bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi.

    5. Fadilah Umar, S.Pd., M.Or., sebagai pembimbing II yang telah

    memberikan semangat dan dorongan serta pembimbingan skripsi, sehingga

    skripsi dapat tersusun dengan baik.

    6. Bapak dan Ibu Dosen FKIP JPOK Surakarta yang secara tulus

    memberikan ilmu dan masukan-masukan kepada penulis.

    7. Kepala SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri yang telah memberikan ijin untuk

    mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpinya.

    8. Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran

    2009/2010 yang telah bersedia menjadi sampel penelitian.

    9. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini.

    xiii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Peneliti menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu,

    saran dan kritik yang membangun penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap

    semogra skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan

    bagi para pembaca, khususnya permainan sepakbola.

    Surakarta, Agustus 2010

    Penulis

    xiv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR TABEL

    Halaman

    Tabel 1. Deskripsi Data Tes Awal dan Tes Akhir Kemampuan

    Passing dalam Permainan Sepakbola pada Kelompok 1 dan

    Kelompok 2…………………………………………………..

    Tabel 2. Ringkasan Hasil Uji Reliabilitas Data Tes Awal dan Tes

    Akhir…………………………………………………………

    Tabel 3. Range Kategori Reliabilitas…………………………………..

    Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Normalitas Data……………………….

    Tabel 5. Rangkuman Hasil Uji HomogenitasData…………………….

    Tabel 6. Rangkuman Hasil Uji Perbedaan Tes Awal pada Kelompok 1

    dan Kelompok 2……………………………………………….

    Tabel 7. Rangkuman Hasil Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir

    pada Kelompok 1………………………………………………

    Tabel 8. Rangkuman Hasil Uji Perbedaan Tes Awal dan Tes Akhir

    pada Kelompok 2……………………………………………..

    Tabel 9. Rangkuman Hasil Uji Perbedaan Tes Akhir antara Kelompok

    1 dan Kelompok 2……………………………………………..

    Tabel 10. Rangkuman Hasil Penghitungan Nilai Perbedaan

    Peningkatan Kemampuan Passing dalam Permainan Sepak

    Bola antara Kelompok 1 dan Kelompok 2……………………

    41

    41

    42

    42

    43

    44

    45

    45

    46

    46

    xv

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR GAMBAR

    HalamanGambar 1. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang Bola……………….

    Gambar 2. Gerakan Passing Sepakbola dengan Kaki Bagian Dalam…..

    Gambar 3. Tes Kemampuan Passing Sepakbola………………………..

    14

    17

    72

    xvi

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    DAFTAR LAMPIRAN

    Halaman

    Lampiran 1. Data Tes Awal Kemampuan Passing Sepakbola………….

    Lampiran 2. Uji Reliabilitas Data Tes Awal……………………………

    Lampiran 3. Kelompok Sampel Penelitian…………………………….

    Lampiran 4. Uji Normalitas Kelompok 1 (A)………………………….

    Lampiran 5. Uji Normalitas Kelompok 2 (B)………………………….

    Lampiran 6. Uji Homogenitas Data Tes Awal…………………………

    Lampiran 7. Data Tes Akhir Kemampuan Passing Sepakbola………...

    Lampiran 8. Uji Reliabilitas Data Tes Akhir…………………………..

    Lampiran 9. Rekapitulasi Data Tes Kemampuan Passing dalam

    Sepakbola…………………………………………………

    Lampiran 10 Uji Perbedaan Data Tes Awal Kelompok 1 dan 2………..

    Lampiran 11 Uji Perbedaan Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok

    1 (A)………………………………………………………

    Lampiran 12 Uji Perbedaan Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok

    2 (B)……………………………………………………..

    Lampiran 13 Uji Perbedaan Data Tes Akhir pada Kelompok 1 dan

    Kelompok 2………………………………………………

    Lampiran 14 Menghitung Peningkatan Kemampuan Passing dalam

    Persen pada Kelompok 1 dan Kelompok 2………………

    Lampiran 15 Petunjuk Pelaksanaan Tes Kemampuan Passing Sepak

    Bola………………………………………………………

    Lampiran 16 Program Latihan Passing Sepakbola dengan

    Pendekatan Drill dan Bermain Futsal……………………

    Lampiran 17 Dokumentasi Pelaksanaan Penelitian……………………..

    Lampiran 18 Surat Ijin Penelitian dari Universitas Sebelas Maret

    Surakarta…………………………………………………

    Lampiran 19 Surat Keterangan Penelitian SMP Negeri 2 Jatiroto

    Kabupaten Wonogiri……………………………………..

    55

    56

    58

    59

    60

    61

    62

    63

    65

    66

    67

    68

    69

    70

    71

    73

    78

    80

    86

    xvii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xviii

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    xix

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Sepakbola merupakan olahraga permainan yang cukup digemari hampir di

    seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Permainan sepakbola dikenal di

    Indonesia sejak tahun 1600. Pada tahun 1600 di daerah Sulawesi dan Maluku

    sudah ada orang bermain sepakbola dengan nama “sepak raga”.

    Dibandingkan dengan cabang olahraga permainan lainnya, permainan

    sepakbola cukup populer jika dibandingkan dengan olahraga lainnya. Seperti

    dikemukakan Timo Scheunemann (2005: 15) bahwa, “Sepakbola pada saat ini

    adalah olahraga yang paling populer di dunia, jauh lebih populer dibandingkan

    olahraga populer lainnya seperti basket, volleyball, dan tenis”. Sedangkan Beltasar

    Tarigan (2001: 1) menyatakan, “Sepakbola merupakan permainan beregu yang

    paling populer di dunia dan bahkan telah menjadi permainan Nasional bagi setiap

    negara di Eropa, Amerika Selatan, Asia, Afrika dan bahkan pada saat ini

    permainan itu digemari di Amerika Serikat”.

    Seiring dengan perkembangan sepakbola di Indonesia, saat ini mengalami

    perkembangan dan kemajuan yang cukup pesat. Munculnya klub-klub sepakbola

    atau Lembaga Pendidikan Sepakbola merupakan wujud dari perkembangan

    sepakbola di Indonesia. Bahkan sekarang ini telah membudaya permainan

    sepakbola dalam bentuk yang sederhana yang dapat dimainkan di dalam gedung

    dengan nama futsal.

    Dalam dunia pendidikan (sekolah), sepakbola merupakan salah satu

    cabang olahraga permainan yang diajarkan di sekolah yang terangkum dalam

    kurikulum pendidikan jasmani. Upaya meningkatkan keterampilan bermain

    sepakbola para siswa sekolah harus menguasai macam-macam teknik dasar

    bermain sepakbola. Kemampuan siswa menguasai teknik dasar bermain sepakbola

    dapat mendukung penampilannya dalam bermain sepakbola baik secara individu

    maupun secara kolektif. Pentingnya peranan penguasaan teknik dasar bermain

    1

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    sepakbola, maka bagi para pemain pemula (siswa sekolah) harus dilatih secara

    baik dan benar.

    Menendang bola merupakan salah satu teknik dasar bermain sepakbola

    yang memiliki konstribusi besar dalam permainan sepakbola. Hampir seluruh

    permainan sepakbola dilakukan dengan menendang bola. Besarnya konstribusi

    menendang bola dalam permainan sepakbola, maka perlu diajarkan kepada siswa

    sekolah. Menurut Wahjoedi (1999: 120) bahwa, “Menendang bola merupakan

    keterampilan paling penting dan mendasar yang harus dikuasai dalam permainan

    sepakbola. Oleh karena itu, pertama kali harus dikuasai oleh setiap pemain adalah

    teknik dasar menendang bola”.

    Berdasarkan fungsi dan tujuannya, menendang bola berfungsi sebagai

    operan untuk menghubungkan pemain satu dengan pemain lainnya dalam satu tim

    atau mencetak gol ke gawang lawan. Menghubungkan pemain satu dengan

    lainnya dalam satu tim merupakan salah satu jalan vital untuk menjalin kerjasama

    dalam upaya menyerang pertahanan lawan untuk mencetak gol. Pada umumnya,

    menghubungan pemain satu dengan lainnya dalam satu tim pada jarak dekat

    dilakukan dengan operan-operan rendah menyusur tanah (passing). Melalui

    operan-operan rendah yang tepat dapat mencerminkan kerjasama tim yang

    kompak dalam satu tim. Melalui operan-operan rendah yang tepat dan penerapan

    taktik dan strategi yang baik dapat mengecoh atau membuka pertahanan lawan.

    Pentingnya peranan menendang bola dalam sepakbola, maka menendang bola

    harus diajarkan pada tahap awal bagi siswa pemula yang belajar bermain

    sepakbola.

    Melakukan passing dengan baik dan tepat pada sasaran bagi siswa sekolah

    bukan merupakan hal yang mudah. Bagi siswa pemula sering kali dalam

    melakukan passing tidak tepat pada sasaran yang diinginkan, bahkan tidak

    menutup kemungkinan bolanya melambung rendah. Kondisi yang demikian akan

    merugikan timnya, karena bola mudah dikuasai oleh lawan. Kesalahan-kesalahan

    yang sering terjadi saat melakukan passing, salah satu faktor penyebabnya adalah

    belum menguasai teknik menendang bola yang benar. Agar para siswa dapat

    menguasai teknik menendang yang benar dibutuhkan cara belajar yang baik dan

    2

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    tepat. Dalam pelaksanaan pembelajaran passing dalam permainan sepakbola perlu

    diterapkan cara belajar yang tepat agar dipoeroleh kemampuan passing yang baik.

    Menurut Depdiknas (2004: 27-28) dalam Kurikulum Pendidikan Jasmani SMP

    dijelaskan, “Pembelajaran pendidikan jasmani dapat dilakukan dengan beberapa

    macam di antaranya dengan pendekatan latihan (drill) dan pendekatan permainan

    (taktis)”.

    Pendekatan drill (latihan) merupakan bentuk pembelajaran sutau teknik

    cabang olahraga yang dilakukan dengan mengulang-ulang gerakan secara

    sistematis dan kontinyu. Sedangkan pendekatan bermain yang dimaksud dalam

    penelitian ini yaitu pendekatan bermain futsal. Futsal merupakan olahraga

    permainan sepakbola yang pada umumnya dilakukan di dalam gedung. Permainan

    futsal berbeda dengan permainan sepakbola standart. Lapangan permainan futsal

    lebih kecil dan berbentuk bujur sangkar. Aturan permainannya berbeda dengan

    peraturan permainan sepakbola standart. Ditinjau dari permainan futsal, passing

    merupakan teknik yang paling sering digunakan dalam permainan dibandingkan

    dengan teknik lainnya. Hal ini karena lapangan permainan yang kecil, sehingga

    permainannya sering dilakukan dengan melakukan passing. Melalui passing yang

    baik dan akurat maka akan mampu menjalin kerjasama tim yang kompak.

    Berkaitan dengan permasalahan penelitian, pendekatan bermain futsal disini

    dimaksudkan membelajarkan passing dengan bentuk permainan futsal (bermain

    futsal dengan teknik khusus passing).

    Dari pendekatan pembelajaran drill dan bermain futsal tersebut, masing-

    masing memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga belum diketahui pendekatan

    mana yang lebih efektif terhadap peningkatan kemampuan passing dalam

    permainan sepakbola. Untuk mengetahui pendekatan pembelajaran mana yang

    lebih efektif antara pendekatan drill dan bermain futsal terhadap peningkatan

    kemampuan passing dalam permainan sepakbola, maka perlu dikaji dan diteliti

    melalui penelitian eksperimen.

    Upaya mengetahui dan menjawab permasalahan yang muncul dalam

    penelitian, pembelajaran passing dengan pendekatan drill dan bermain futsal ini

    dieksperimenkan pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri

    3

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    tahun pelajaran 2009/2010. Sejauh ini pembelajaran pendidikan jasmani di SMP

    Negeri 2 Jatiroto Wonogiri khususnya permainan sepakbola (teknik dasar

    passing) belum menunjukkan hasil yang maksimal, sehingga perlu ditingkatkan.

    Seringkali siswa melakukan kesalahan, passing-nya kurang tepat pada sasaran,

    sulit dikontrol oleh teman seregunya, bolanya sering melambung rendah dan lain

    sebagainya. Kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan siswa perlu ditelusuri

    faktor penyebabnya, apakah faktor teknik yang masih rendah, apakah disebabkan

    faktor kelelahan, atau faktor kemampuan fisik dan lain sebagainya.

    Melalui penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan teknik

    passing yang benar, sehingga dapat mendukung keterampilan teknik bermain

    sepakbola menjadi lebih baik. Melalui pendekatan drill siswa diharapkan

    melakukan gerakan passing secara berulang-ulang, sehingga dapat

    mengotomatisasikan gerakan passing dengan baik dan benar. Disisi lain, melalui

    pembelajaran passing dengan pendekatan bermain futsal bertujuan

    memperkenalkan permianan futsal di lingkungan sekolah. Hal ini karena,

    membudayanya permainan futsal di Indonesia, teryata belum menjadi bagian dari

    pendidikan jasmani di sekolah. Padahal kenyataannya, masih banyak sekolah-

    sekolah di Indonesia tidak memiliki lapangan olahraga (lapangan sepakbola),

    sehingga menjadi kendala dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Dengan

    adanya permainan futsal, dapat dijadikan sarana untuk membelajarkan materi

    pendidikan jasmani, khususnya permainan sepakbola dengan prasarana dan sarana

    yang lebih sederhana. Melalui penelitian ini, maka akan diketahui pendekatan

    pembelajaran mana yang lebih baik dan efektif antara pendekatan drill dan

    bermain futsal terhadap peningkatan kemampuan passing dalam permainan

    sepakbola.

    Permasalahan yang telah dikemukakan di atas yang melatar belakangi

    judul “Pengaruh Pembelajaran Passing Sepakbola antara Pendekatan Drill dan

    Pendekatan Bermain Futsal pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto

    Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010”.

    4

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    B. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,

    masalah dalam penelitian ini dapat diidentifikasi sebagai berikut:

    1. Pembelajaran teknik dasar menendang bola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010 belum menunjukkan

    hasil maksimal.

    2. Kemampuan passing sepakbola siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010 sering tidak tepat pada sasaran.

    3. Perlunya diterapkan pendekatan pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan passing sepakbola siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto

    Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010.

    4. Belum diketahui pengaruh pendekatan pembelajaran drill dan bermain futsal terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola pada siswa putra kelas

    VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010

    5. Kemampuan passing sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010 belum teruji.

    C. Pembatasan Masalah

    Banyaknya masalah yang muncul dalam penelitian maka perlu dibatasi

    agar tidak menyimpang dari tujuan penelitian. Pembatasan masalah dalam

    penelitian ini sebagai berikut:

    1. Perbedaan pengaruh pendekatan pembelajaran drill dan bermain futsal terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola.

    2. Kemampuan passing sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri Tahun Pelajaran 2009/2010.

    D. Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,

    masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

    5

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1. Adakah perbedaan pengaruh pendekatan drill dan pendekatan bermain futsal

    terhadap kemampuan passing dalam permainan sepakbola pada siswa putra

    kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010?

    2. Manakah yang lebih baik pengaruhnya antara pendekatan drill dan pendekatan

    bermain futsal terhadap kemampuan passing dalam permainan sepakbola pada

    siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran

    2009/2010?

    E. Tujuan Penelitian

    Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan di atas, penelitian ini

    mempunyai tujuan untuk mengetahui:

    1. Perbedaan pengaruh pendekatan drill dan pendekatan bermain futsal terhadap

    kemampuan passing dalam permainan sepakbola pada siswa putra kelas VIII

    SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun pelajaran 2009/2010.

    2. Pembelajaran passing yang lebih baik pengaruhnya antara pendekatan drill

    dan pendekatan bermain futsal terhadap kemampuan passing dalam permainan

    sepakbola pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Wonogiri tahun

    pelajaran 2009/2010.

    F. Manfaat Penelitian

    Dari hasil penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai

    berikut:

    1. Dapat diperoleh informasi tentang pendekatan pembelajaran yang baik dan

    efektif untuk meningkatkan kemampuan passing dalam permainan sepakbola.

    2. Dapat dijadikan sebagai masukan dan pedoman guru Penjaskes SMP Negeri 2

    Jatiroto Wonogiri tentang pendekatan pembelajaran yang efektif untuk

    meningkatkan kemampuan passing dalam permainan sepakbola.

    6

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    3. Memperkenalkan permainan futsal di lingkungan sekolah, sehingga dapat

    dijadikan sarana dalam membelajarkan materi kurikulum pendidikan jasmani

    khususnya materi permainan sepakbola.

    4. Bagi peneliti dapat menambah wawasan tentang karya ilmiah untuk

    dikembangkan lebih lanjut.

    7

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

    A. Kajian Pustaka

    1. Permainan Sepakbola

    a. Pengertian Permainan Sepakbola

    Sepakbola merupakan olahraga permainan yang hampir seluruh

    permainannya menggunakan kaki, dan kadangkala menggunakan dada dan kepala.

    Bagi penjaga gawang bebas menggunakan seluruh anggota badannya untuk

    memainkan bola. Sepakbola adalah olahraga beregu yang dimainkan oleh dua

    regu yang saling berhadapan dalam satu lapangan. Tujuan dari masing-masing

    kesebelasan adalah berusaha untuk memasukkan bola ke gawang lawannya

    sebanyak mungkin dan berusaha menggagalkan serangan lawan untuk melindungi

    atau menjaga agar gawangnya tidak kemasukkan bola. Seperti dikemukakan Jef

    Sneyers (1988: 3) bahwa, “Prinsip dalam sepak bola sederhana sekali yaitu

    membuat gol dan mencegah jangan sampai lawan berbuat sama terhadap gawang

    sendiri”.

    Untuk mencapai kemenangan dalam permainan sepakbola, maka suatu tim

    sepakbola harus memiliki kerjasama tim yang kompak. Soedjono (1985: 16)

    menyatakan, “Apa yang dilakukan pemain-pemain secara perorangan harus

    bermanfaat bagi kesebelasannya. Kesebelasan tanpa koordinasi atau kerjasama

    dalam satu regu, maka penampilan yang sempurna dari setiap pemain hanya akan

    mempunyai arti kecil”. Hal senada dikemukakan Remmy Muchtar (1992: 56)

    bahwa:

    Permainan sepakbola adalah permainan beregu. Sebelas orang pemain mempunyai tujuan yang sama, yakni memenangkan pertandingan. Keterampilan individu baru akan besar manfaatnya jika digunakan untuk kepentingan tim. Dalam sepakbola, seorang pemain tidak ada artinya walaupun memiliki kemampuan yang baik, jika tidak dapat menjalin kerjasama dengan teman seregunya.

    8

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh dua ahli tersebut dapat

    disimpulkan, sepakbola merupakan olahraga beregu yang menuntut kualitas

    teknik dan taktik serta kerjasama yang kompak dalam satu tim untuk memperoleh

    kemenangan. Untuk memiliki keterampilan bermain sepakbola, maka harus

    menguasai teknik dasar bermain sepakbola. Soekatamsi (1995: 16) menyatakan,

    teknik dasar bermain sepakbola dikelompokkan menjadi dua yaitu:

    1) Teknik tanpa bola yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola yang terdiri atas:(a) Lari cepat dan merubah arah(b) Melompat dan meloncat(c) Gerak tipu tanpa bolayaitu: gerakan tipu dengan badan(d) Gerakan-gerakan khusus penjaga gawang

    2) Teknik dengan bola. (a) Mengenal bola.(b) Menendang bola(c) Menerima bola:

    - Menghentikan bola- Mengontrol bola

    (d) Menggiring bola.(e) Menyundul bola.(f) Melempar bola.(g) Gerak tipu dengan bola.(h) Merampat atau merebut bola(i) Teknik-teknik khusus penjaga gawang

    Teknik tanpa bola dan teknik dengan bola pada prinsipnya memiliki

    keterkaitan yang erat dalam pelaksanaan bermain sepakbola. Kedua teknik dasar

    tersebut harus mampu diperagakan atau dikombinasikan dalam permainan

    menurut kebutuhannya dan situasi yang dihadapi dalam permainan. Kualitas dan

    kemampuan teknik yang baik akan mendukung penampilan seorang pemain.

    Semakin baik penguasaan teknik yang dimiliki, semakin efektif dan efisien

    gerakan-gerakan yang dilakukan dalam permainan sepakbola.

    b. Pentingnya Menguasai Teknik Dasar Bermain Sepakbola

    Baik dan tidaknya penampilan seorang pemain sepakbola sangat

    bergantung pada penguasaan teknik dasar bermain sepakbola yang dimiliki. A.

    Sarumpaet dkk., (1992: 47) menyatakan, “Dalam usaha meningkatkan mutu

    9

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    permainan ke arah prestasi, maka masalah teknik merupakan salah satu

    persyaratan yang menentukan”. Menurut Josef Sneyers (1990: 24) “Dilihat dari

    segi taktis, mutu permainan suatu kesebelasan ditentukan oleh penguasaan teknik

    dasar“. Sedangkan Remmy Muchtar (1992: 27) berpendapat, “Untuk dapat

    bermain sepakbola dengan baik perlu menguasai teknik dengan baik pula. Tanpa

    penguasaan teknik yang baik tidak mungkin dapat menguasai atau mengontrol

    bola dengan baik, dan tanpa kemampuan menguasai bola dengan baik, tidak

    mungkin dapat menciptakan kerjasama dengan pemain lain”.

    Berdasarkan pendapat para ahli tersebut menunjukkan bahwa, hal yang

    mendasar dan harus dikuasai agar dapat bermain sepakbola dengan baik adalah

    menguasai teknik dasar bermain sepakbola. Dengan menguasai teknik dasar

    bermain sepakbola akan dapat mendukung penampilannya dalam bermain

    sepakbola baik secara individu maupun tim. Semakin baik seorang pemain

    menguasai teknik dasar bermain sepakbola, maka ia akan memiliki keterampilan

    teknik bermain sepakbola. Selain itu, penguasaan teknik seorang pemain akan

    mempengaruhi penerapan taktik dan strategi permainan, sehingga hal ini akan

    dapat mempengaruhi kualitas tim, bahkan dapat mempengaruhi menang atau

    kalahnya suatu tim. Oleh karena itu, melatih teknik dasar bermain sepakbola

    adalah langkah awal yang harus dilakukan seorang pemain sepakbola.

    2. Teknik Dasar Menendang Bola

    a. Pengertian Menendang Bola

    Menendang bola pada dasarnya merupakan upaya untuk memindahkan

    bola dari satu tempat ke tempat lain. Seperti dikemukakan A. Sarumpaet dkk.

    (1992: 20) bahwa, “Menendang bola merupakan suatu usaha untuk memindahkan

    bola dari sutau tempat ke tempat lain dengan menggunakan kaki. Menendang bola

    dapat dilakukan dalam keadaan bola diam, menggelinding maupun melayang di

    udara”.

    Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, menendang bola mempunyai

    tujuan untuk memindahkan bola dari satu tempat ke tempat lain sebagai umpan

    10

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    atau membersihkan bola dari daerah pertahan. Dalam pelaksanaan menendang

    bola dapat dilakukan terhadap bola diam, menggelinding atau melayang di udara

    bergantung pada situasi yang terjadi dalam permainan.

    Ditinjau dari permainan sepakbola, menendang bola merupakan teknik

    yang paling banyak dilakukan dalam permainan dan sebagai jalan untuk

    menghubungkan pemain satu dengan lainnya untuk menjalin kerjasama dalam

    satu tim dalam upaya menciptakan gol ke gawang. Dalam hal ini Richard

    Widdows & Paul Buckle (1981: 23) berpendapat, “Sepakbola itu permainan tim

    dan operan bolalah yang menghubungkan para pemain”. Menurut Joseph A.

    Luxbacher (1997: 12) bahwa, “Keterampilan untuk mengoper dan menerima bola

    membentuk jalan vital yang menghubungkan kesebelasan pemain ke dalam satu

    unit yang berfungsi lebih baik daripada bagian-bagiannya”. Hal senada

    dikemukakan Beltasar Tarigan (2001: 37) bahwa, “Sepakbola merupakan

    permainan tim. Oleh karena itu, operan bola merupakan alat penghubung antara

    pemain yang satu dengan lainnya”.

    Berdasarkan tiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa, menendang

    bola merupakan teknik dasar sepakbola yang mempunyai peran penting untuk

    menghubungkan pemain satu dengan pemain lainnya dalam satu tim. Operan

    melalui tendangan ini pada prinsipnya bertujuan untuk memberi umpan dan

    selanjutnya melakukan penyerangan pertahanan lawan. Hal ini sesuai dengan

    tujuan dari menendang bola yang dikemukakan A. Sarumpaet dkk., (1992: 20)

    yaitu:

    1) Untuk memberikan bola kepada teman atau mengoper bola.2) Dalam usaha memasukkan bola k egawang lawan.3) Untuk menghidupkan bola kembali setelah terjadi suatu pelanggaran

    seperti tendangan bebas, tendangan penjuru, tendagan hukuman, tendangan gawang dan sebagainya.

    4) Usaha melakukan clearing atau pembersihan dengan jalan menyaou bola yang berbahaya di daerah sendiri atau dalam usaha membendung serangan lawan pada daerah perthanan sendiri.

    Pendapat tersebut menunjukkan bhawa, menendang bola mempunyai

    peran penting baik sebagai umpan, mencetak gol ke gawang lawan,

    menghidupkan kembali permainan dan untuk clearing atau menyaou bola dari

    11

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    daerah perthanan. Untuk mencapai kualitas tim yang baik, maka setiap pemain

    sepakbola harus menguasai teknik menendang bola yang baik dan benar.

    b. Jenis-Jenis Tendangan dalam Permainan Sepakbola

    Menendang bola merupakan ciri khas yang dominan dalam permainan

    sepakbola. Agar menjadi pemain sepakbola yang berkualitas, seorang pemain

    perlu mengembangkan kemahirannya dalam menendang bola. Menendang bola

    pada dasanya mempunyai tujuan yang berbeda menurut situasi yang dihadapi

    dalam permainan. Menurut Agus Mukholid (2004: 24) tujuan menendang bola

    adalah, “Untuk mengumpan, menembak ke gawang agar terjadi gol, dan untuk

    menghalau atau menyapu dalam rangka menggagalkan serangan atau permainan

    lawan”.

    Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, tujuan menendang bola dapat

    diklasifikasikan bermacam-macam menurut situasi yang terjadi di dalam

    permainan. Menendang bola dapat dijadikan sebagai umpan kepada teman

    seregunya, mencetak gol ke gawang lawan atau menyapu bola bila pertahanannya

    mendapat serangan dari lawan.

    Tendangan dalam permainan sepakbola dapat bermacam-macam

    bentuknya. Adakalanya tendangan bola keras menyusur tanah, tendangan lurus

    (setengah melambung) dan keras, tendangan melambung tinggi dan melengkung.

    Berdasarkan hal tersebut tendangan dalam sepakbola dapat dibedakan menjadi

    beberapa macam. Soekatamsi (1988: 48-49) membedakan jenis tendangan sebagai

    berikut:

    1) Berdasarkan atas tinggi rendahnya lambungan bola, tendangan dibedakan menjadi tiga yaitu:a) Tendangan bola rendah, bola menggulir datar di atas tanah

    sampai setinggi lutut.b) Tendangan bola melambung lurus atau melambung sedang,

    bola melambung paling rendah setinggi lutut dan paling tinggi setinggi kepala.

    c) Tendangan bola melambung tinggi, bola melambung paling rendah setinggi kepala.

    12

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2) Berdasarkan atas putaran dan jalannya bola yaitu: a) Tendangan lurus (langsung), bola setelah ditendang tidak

    berputar sehingga bola melambung lurus dan jalannya kencang. Tenaga tendangan melalui titik pusat bola.

    b) Tendangan melengkung, bola setelah ditendang berputar ke arah yang berlawanan dengan tendangan dan arah bola.

    Berdasarkan pendapat tersebut menunjukkan bahwa, jenis tendangan

    dalam permainan sepakbola dibedakan menjadi dua yaitu, berdasarkan tinggi

    rendahnya lambungan bola dan berdasarkan putaran jalannya bola. Kemampuan

    seorang pemain melakukan jenis-jenis tendangan tersebut didasarkan pada

    kebutuhan dalam permainan. Untuk menjadi pemain yang baik, maka jenis-jenis

    tendangan tersebut harus dikuasai.

    c. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang Bola

    Menendang bola merupakan teknik sepakbola yang memiliki konstribusi

    besar dalam permainan sepakbola. Oleh karenanya, seorang pemain harus mampu

    menendang bola dengan baik dan benar. Seorang pemain harus mampu

    menggunakan bagian-bagian kaki untuk menendang bola dengan efektif. Menurut

    Remmy Muchtar (1992: 29-30) bagian kaki yang dapat digunakan untuk

    menendang bola yaitu “(1) Kaki bagian dalam (inside-foot), (2) Punggung kaki

    (instep-foot), (3) Punggung kaki bagian dalam (inside-instep), (4) Punggung kaki

    bagian luar (Outside-instep)”. Menurut hasil penelitian Wahjoedi (1999: 120)

    bahwa, “Menendang bola pada prinsipnya dapat dilakukan dengan menggunakan

    kaki kanan maupun kaki kiri, pada (1) bagian dalam kaki, (2) bagian punggung

    kaki, (3) bagian luar kaki”.

    Menendang bola pada dasarnya dapat dilakukan dengan tiga bagian kaki.

    Bagian-bagian kaki yang dapat digunakan untuk menendang bola harus mampu

    dimanfaatkan secara optimal menurut kebutuhannya. Hal ini karena, setiap bagian

    kaki memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam

    melakukan tendangan harus diperhitungkan dengan cermat bagian kaki mana

    yang harus digunakan untuk menendang bola agar menghasilkan tendangan yang

    benar dan tepat pada sasaran yang diinginkan.

    13

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Berikut ini disajikan ilustrasi gambar bagian-bagian kaki yang dapat

    digunakan untuk menendang bola sebagai berikut:

    Gambar 1. Bagian-Bagian Kaki untuk Menendang Bola (Soekatamsi, 1988:47)

    3. Passing dalam Permainan Sepakbola

    a. Pengertian Passing Sepakbola

    Passing merupakan teknik dasar menendang bola yang berperan penting

    dalam permainan sepakbola. Melalui passing yang cermat dan akurat akan

    meningkatkan kualitas permainan suatu tim sepakbola. Danny Mielke (2007: 19)

    menyatakan:

    Sepakbola sejatinya adalah permainan tim. Walaupun pemain yang memiliki keterampilan tinggi bisa mendominasi pada kondisi tertentu, seorang pemain sepakbola harus saling bergantung pada setiap anggota tim untuk menciptakan permainan cantik dan membuat keputusan yang tepat. Agar bisa berhasil di dalam lingkungan tim ini, seorang pemain sepakbola harus mengasah keterampilan passing.

    Pendapat tersebut menunjukkan, sebaik apapun keterampilan seorang

    pemain sepakbola keberhasilan atau kemenangan sebuah tim sepakbola

    dibutuhkan kerjasama tim yang kompak. Kerjasama tim yang kompak dibutuhkan

    kemampuan passsing yang baik dari setiap pemainnya. Lebih lanjut Danny

    Mielke (2007: 19) menyatakan, “Passing adalah seni memindahkan momentum

    bola dari satu pemain ke pemain lain”.

    14

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Passing pada prinsipnya bertujuan sebagai umpan atau operan kepada

    teman seregunya. Laju bola dari passing pada umumnya menyusur tanah atau

    lapangan. Yusuf Adisasmita & Muhadi (1992: 149) menyatakan, “Tendangan

    lurus adalah tendangan yang jalannya bola lurus menuju sasaran”. Passing yang

    dilakukan menyusur tanah akan memudahkan teman seregunya untuk menguasai

    atau mengontrol bola.

    Passing yang cermat dan akurat banyak manfaatnya terhadap kualitas

    permainan. Hal ynag terpenting dalam melakukan passing harus diimbangi

    kontrol bola yang baik. Kemampuan pemain sepakbola melakukan passing

    dengan cermat dan kontrol bola yang baik dapat digunakan sebagai serangan

    untuk mencetak gol ke gawang lawan. Danny Mielke (2007: 20) menyatakan:

    Passing yang baik dimulai ketika tim yang sedang menguasai bola menciptakan ruang diantara lawan dengan bergerak dan membuka ruang di sekeliling pemain. Keterampilan dasar mengontrol bola perlu dilatih secara berulang-ulang, sehingga pemain yang melakukan passing mempunyai rasa percaya diri untuk melakukan passing yang tegas dan terarah kepada teman satu tim yang tidak dijaga lawan. Passing yang efektif juga memberikan peluang yang lebih baik untuk mencetak gol karena pemain yang menerima passing tersebut berada pada lokasi yang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan passing yang dilakukan dengan lemah atau tidak terarah.

    Pendapat tersebut menunjukkan, passing yang baik sangat berperan

    penting untuk membuka ruangan yang diimbangi kontrol bola yang baik. Selain

    itu, passing yang baik, kuat dan terarah dapat mendukung menciptakan gol ke

    gawang lawan. Untuk memperoleh kemampuan passing yang baik, maka harus

    dilakukan latihan secara teratur dan dilakukan secara berulang-ulang.

    b. Teknik Pelaksanaan Passing Sepakbola

    Passing dalam permainan sepakbola memiliki konstribusi besar dalam

    usaha menjalin kerjasama tim yang kompak untuk mencetak gol ke gawang

    lawan. Untuk memperoleh kemampuan passing yang baik, maka setiap pemain

    sepakbola harus mampu menggunakan bagian-bagian kaki untuk melakukan

    passing dengan baik dan benar. Menurut Remmy Muchtar (1992: 29-30) bagian

    kaki yang dapat digunakan untuk menendang bola yaitu “(1) Kaki bagian dalam

    15

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    (inside-foot), (2) Punggung kaki (instep-foot), (3) Punggung kaki bagian dalam

    (inside-instep), (4) Punggung kaki bagian luar (Outside-instep)”. Menurut hasil

    penelitian Wahjoedi (1999: 120) bahwa, “Menendang bola pada prinsipnya dapat

    dilakukan dengan menggunakan kaki kanan maupun kaki kiri, pada (1) bagian

    dalam kaki, (2) bagian punggung kaki, (3) bagian luar kaki”.

    Berdasarkan bagian-bagian kaki yang digunakan menendang bola, passing

    dalam permainan sepakbola pada umumnya dilakukan dengan kaki bagian dalam.

    Hal ini karena, tendangan (passing) dengan kaki bangian dalam banyak

    manfaatnya. Soekatamsi (1988:101) menyatakan, kegunaan menendang bola

    dengan kaki bagian dalam antara lain:

    1) Untuk operan jarak pendek.2) Untuk operan bawah (rendah).3) Untuk operan lambung atas (tinggi).4) Untuk tendangan tepat ke mulut gawang.5) Untuk tendangan bola melengkung (slice).6) Untuk tendangan kombinasi dengan gerakan lain.

    Berdasarkan kegunaan menendang bola dengan kaki bagian dalam yaitu,

    untuk operan jarak pendek dan operan bawah (rendah). Jika ditinjau dari peranan

    passing yaitu sebagai operan rendah atau menyusur tanah , maka bagian kaki yang

    baik untuk melakukan passing yaitu menggunakan kaki bagian dalam. Untuk

    memperoleh kualitas passing ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Remmy

    Muchtar (1992: 30) menyatakan, “Hal-hal yang harus diperhatikan dalam

    melakukan passing yaitu: (1) sikap tubuh keseluruhan, (posisi kaki tumpu,

    gerakan kaki ayun, posisi togok dan sikap tangan), (2) kontak antara bagian kaki

    dan bagian bola, (3) pandangan mata dan, (4) followthrough”.

    Dalam melakukan passing harus memperhatikan hal-hal seperti di atas

    agar diperoleh kualitas passing yang baik dan benar. Adapun teknik pelaksanaan

    passing dengan kaki bagian dalam menurut Remmy Muchtar (1992: 30) sebagai

    berikut:

    1) Kaki tumpu ditempatkan sejajar dan dekat dengan bola. Lutut sedikit dibengkokkan.

    2) Kaki tendang datang dari arah belakang, dengan lutut berputar arah keluar. Kaki (sepatu) membentuk sudut 900 dengan kaki

    16

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    tumpu pada saat terjadi kontak antara kaki dengan kaki tendang dengan bola.

    3) Posisi badan berada di ata sbola (menutup).4) Tangan membentang ke samping untuk menjaga

    keseimbangan tubuh.5) Bola ditendang pada bagian tengah-tengah bola.

    Bagian kaki menyentuh bola adalah tengah-tengah kaki bagian dalam.6) Mata melihat bola.

    Untuk lebih jelasnya berikut ini disajikan ilustrasi gambar gerakan passing

    dengan kaki bagian dalam sebagai berikut:

    Gambar 2. Gerakan Passing Sepakbola dengan Kaki Bagian Dalam (Soekatamsi, 1988: 52)

    c. Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Melakukan Passing Sepakbola

    Menendang bola dengan kaki bagian dalam adalah teknik dasar bermain

    sepakbola yang paling mudah dilakukan, jika dibandingkan dengan teknik dasar

    lainnya. Tidak menutup kemungkinan bagi siswa pemula, menendang bola

    dengan kaki bagian dalam ini sering kali melakukan kesalahan. Kesalahan yang

    sering terjadi pada tendangan dengan kaki bagian dalam, menurut Joseph A.

    Luxbacher (1997: 18) adalah “(1) bola terangkat dari permukaan, (2) operan tidak

    tepat, (3) operan kurang cepat, (4) mendekati bola dari sudut yang tajam dan

    berusaha melakukan tendangan melintang”.

    Kesalahan mendang bola denngan kaki bagian dalam tersebut

    menyebabkan bola akan melenceng dari sasaran yang diinginkan. Sebagi seorang

    pengajar atau pelatih, kesalahan yang dilakukan siswanya segera mungkin

    dibenarkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari pola gerakan yang salah.

    17

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Lebih lanjut Jospeh A. Luxbacher (1997: 18) memberikan tips cara perbaikan

    kesalahan operan dengan kaki bagian dalam sebagai berikut:

    1) Menendang bola dengan menggunakan bagian kaki yang terlalu jauh, di dekat jari, atau terlalu ke bawah akan membuat bola melambung ke udara. Tendanglah bagian tengah bola dengan samping dalam kaki antara pergelangan kaki dan jari

    2) Letakkan kaki yang menahan keseimbangan di samping bola dan arahkan pada target. Bahu dan pinggul lurus dengan target. Jaga kepala agar tidak bergerak saat menendang bola.

    3) Kaki yang menendang tetap kuat. Pindahkan berat badan ke depan saat kaki menyentuh bola. Gunakan gerakan akhir yang mulus.

    4) Dekati bola langsung dari belakang. Bahu dan pinggul lurus dengan target saat kaki menyentuh bola. Tendang bola ke arah depan.

    Setiap kesalahan yang dilakukan siswa, seorang guru harus mampu

    mencermatinya dan segera membetulkannya dengan memberikan contoh gerakan

    passing yang benar. Agar kesalahan-kesalahan tidak sering dilakukan, seorang

    guru harus mampu memberikan penekanan-penekanan secara khusus pada teknik

    yang seringkali salah. Dengan demikian kesalahan yang sering dilakukan

    mendapat perhatian lebih dan dapat dihindari, sehingga akan terbentuk

    penguasaan teknik passing yang baik dan benar.

    4. Pendekatan Pembelajaran Keterampilan

    a. Hakikat Pendekatan Pembelajaran

    Pendekatan pembelajaran merupakan salah satu bagian yang tidak dapat

    diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendekatan pembelajaran pada

    hakikatnya merupakan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru untuk

    mencapai hasil belajar yang optimal. Benny A. Pribadi (2009: 47) menyatakan,

    “Strategi pembelajaran yaitu cara-cara spesifik yang dapat dilakukan oleh

    individu untuk membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran atau standar

    kompetensi yang telah ditentukan”. Sedangkan pengertian pendekatan

    pembelajaran menurut Suharno dkk., (1998: 25) bahwa, “Pendekatan

    pembelajaran diartikan model pembelajaran”. Wahjoedi (1999: 121) bahwa,

    “Pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku

    18

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh

    hasil belajar secara optimal”. Menurut Syaiful Sagala (2005: 68) berpendapat,

    “Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh guru dan

    siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional

    tertentu”. Sedangkan menurut Briggs dalam Ritchey (1986: 9) yang dikutip Benny

    A. Pribadi (2009: 58) pendekatan pembelajaran diartikan desain sistem

    pembelajaran yaitu, “Sebagai suatu keseluruhan proses yang dilakukan untuk

    menganalisis kebutuhan dan tujuan pembelajaran serta pengembangan sistem

    penyampaian materi pelajaran untuk mencapai tujuan tersebut”.

    Berdasarkan pengertian pendekatan pembelajaran tersebut dapat

    disimpulkan bahwa, pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja yang

    mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran dan

    membelajarkan siswa guna membantu dalam mencapai tujuan yang telah

    ditetapkan. Oleh karena itu, lazimnya pendekatan pembelajaran dimulai dari

    kegiatan analisis yang digunakan untuk menggambarkan masalah pembelajaran

    sesungguhnya yang perlu dicari solusinya. Setelah dapat menentukan masalah

    yang sesungguhnya, maka langkah selanjutnya menentukan alternatif solusi yang

    akan digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran.

    Seorang guru harus mampu menentukan solusi yang tepat dari berbagai

    alternatif yang ada. Selanjutnya dapat menerapkan solusi tersebut untuk mengatasi

    masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Evaluasi merupakan

    langkah selanjutnya yang diperlukan untuk menilai apakah solusi yang dipilih dan

    diterapkan dapat berperan efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan

    dalam pembelajaran. Adang Suherman dan Agus Mahendra (2001: 143)

    menyatakan, “Efektifitas pengajaran sangat ditentukan oleh pendekatan

    pengajaran yang dipilih guru atas dasar pengetahuan guru terhadap sifat

    keterampilan atau tugas gerak yang kan dipelajari siswa”.

    Penerapan pendekatan pembelajaran merupakan upaya untuk mencapai

    hasil belajar yang maksimal. Oleh kartena itu, seorang guru harus cermat dan

    tepat dalam menerapkan pendekatan pemblajaran, sehingga keterampilan yang

    19

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    dipelajari dapat dikuasai siswa dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat

    tercapai.

    b. Macam-Macam Pendekatan Pembelajaran

    Pendidikan jasmani merupakan suatu pendidikan yang mempunyai

    karakteristik yang berbeda dengan pelajaran lainnya. Pendidikan jasmani

    merupakan pendidikan yang mengutamakan aktivitas gerak untuk

    mengembangkan aspek-aspek yang ada dalam diri siswa untuk mendukung

    pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan. Untuk membelajarkan

    pendidikan jasmani yang tepat, maka perlu diterapkan model pembelajaran yang

    baik dan tepat. Sugiyanto (1998: 247) bahwa, ”Cara-cara atau pendekatan yang

    sering digunakan dalam pengajaran gerak olahraga ada beberapa macam, di

    antaranya adalah: (1) pendekatan praktek keseluruhan, (2) pendekatan praktek

    bagian, (3) pendekatan drill, (4) pendekatan pemecahan masalah, (5) pendekatan

    ketepatan dan (6) pendekatan kecepatan”. Menurut Griffin, Mitchell dan Oslin

    (1997), Joyce, Well, dan Showers (1992), Singer dan Dick (1980) dalam

    Kurikulum Penjas untuk Sekolah Menengah Pertama (2004: 27-28) model

    pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani

    sebagai berikut:

    1) Pendekatan pengetahuan keterampilan (knowledge skill aproach). Model pembelajaran ini memiliki dua metode yaitu ceramah (lecture) dan latihan (drill).

    2) Pendekatan sosialisasi (socialization approach), berlandaskan pandangan bahwa, proses pendidikan harus diarahkan untuk meningkatkan keterampilan pribadi berkarya, keterampilan interaksi sosial. Model pembelajaran ini terdiri dari: model the social family, the information processing family, dan the professional skills.

    3) Pendekatan personalisasi. Model ini berlandasakan atas pemikiran bahwa aktivitas jasmani dapat dipergunakan sebagai media untuk mengembangkan kualitas pribadi, model pembelajarannya yaitu: movement education (problem solving techniques).

    4) Pendekatan belajar (learning approach). Model ini berupaya untuk mempengaruhi kemampuan dan proses belajar anak dengan metode terprogram (programmed instruction), Computer Assisted Instruction (CAI) dan model kreativitas dan pemecahan masalah (creativity and problem solving).

    20

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    5) Pendekatan pembelajaran motorik (motor learning). Model ini mengajarkan aktivitas jasmani berdasarkan klasifikasi keterampilan dan teori proses informasi yang diterima. Model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model part hwole methods dan modelling (demonstration).

    6) Spektrum gaya mengajar. Spektrum dikembangkan berdasarkan pemikiran bahwa, pembelajaran merupakan interaksi antra guru dengan murid dan pelaksanaan pembagian tanggungjawab. Model pada spektrum gaya mengajar berjumlah sebelas (11) yaitu: komando (commad), latihan (practice), resiprokal (reciprocal), uji diri (self check), inklusi (inclusion), penemuan terbimbing (guided discovery), penemuan tunggal (convergen discovery), penemuan beragam (divergent production), program individu (individual program), inisiasi siswa (learner initiated), dan pengajaran diri (self teaching).

    7) Pendekatan permainan taktis (tactical games approaches). Model ini mengajarkan permainan agar anak memahami manfaat teknik permainan tertentu dengan cara mengenalkan situasi permainan tertentu terlebih dahulu kepada anak.

    Dari macam-macam pendekatan pembelajaran tersebut, seorang guru

    penjas dapat menerapkannya dalam pembelajaran menurut kebutuhannya. Selain

    macamn-macam pendekatan pembelajaran tersebut, seorang guru penjas harus

    selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan tentang

    pendekatan pembelajaran pendidikan jasmani. Hal ini karena, pengakajian tentang

    pendekatan pembelajaran selalu dilakukan oleh praktisi-praktisi pembelajaran

    yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

    c. Pendekatan Drill

    Pendekatan drill atau sering disebut juga dengan pendekatan latihan.

    Pendekatan drill merupakan bentuk pembelajaran yang berpusat pada guru atau

    pelatih. Semua kegiatan pembelajaran diorganisasi oleh guru dan siswa

    mempraktikkannya sesuai dengan instruksi atau petunjuk dari guru. Nana Sudjana

    (2005: 86) menyatakan, “Pendekatan latihan pada umumnya digunakan untuk

    memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari”.

    Sedangkan Benny A. Pribadi (2009: 45-56) menyatakan:

    Metode latihan dan pengulangan biasa disebut juga dengan istilah drill and practice, yakni metode yang menekankan pad alatihan intensif dan berulang-ulangdengan tujuan agar siswa dapat menguasai keterampilan

    21

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    yang bersifat spesifik. Latihan dan pengulangan akan mengarahkan siswa untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam topik atau mata pelajaran tertentu.

    Pendapat tersebut menunjukkan, pendekatan latihan sama dengan drill and

    practice, dimana pendekatan latihan ini menekankan pengulangan gerakan atau

    keterampilan yang dipelajari secara terus menerus. Berkaitan dengan metode drill

    Sugiyanto dan Sudjarwo (1992: 371) menyatakan, “Pendekatan drill (latihan)

    pada dasarnya merupakan pembelajaran yang berorientasi pada guru. Di dalam

    pendekatan latihan guru menciptakan situasi tertentu untuk memacu siswa

    berpikir dan berbuat sesuai dengan instruksi darih guru”. Hal senada dijelaskan

    oleh KONI Pusat (1993: 36) bahwa:

    Pendekatan drill adalah cara dalam mengajarkan gerakan dimana siswa diinstruksikan melakukan gerakan tertentu berulang-ulang berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh guru. Guru secara ketat mengontrol agar gerakan benar-benar dilakukan siswa sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Siswa harus benar-benar memperhatikan bentuk gerakan dan prosedur pelaksanaannya yang diinstruksikan oleh guru.

    Berdasarkan pengertian pendekatan latihan yang dikemukakan empat ahli

    tersebut dapat disimpulkan, pendekatan latihan merupakan bentuk pembelajaran

    yang berpusat pada guru. Semua kegiatan dan keputusan dalam pembelajaran

    bergantung pada guru. Pada pendekatan latihan ini guru menetapkan tujuan dan

    apa yang harus dilakukan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Siswa

    melakukan gerakan-gerakan sesuai dengan instruksi dari guru dan melakukannya

    secara berulang-ulang. Hal ini dimaksudkan agar teknik yang dipelajari dapat

    dikuasai siswa dengan baik dan benar. Segala bentuk kegiatan pembelajaran

    ditentukan oleh guru dan siswa harus melaksanakan tugas ajar sesuai tata urutan

    yang telah ditetapkan oleh guru. Menurut Husdarta & Yudha M. Saputra (2000:

    28) bahwa peran guru sangat dominan dalam pendekatan latihan yaitu:

    1) Membuat segala keputusan dalam pembelajaran.2) Membuat semua keputusan yang terkait dengan mata pelajaran,

    susunan pelaksanaan tugas, memulai dan mengakhiri waktu pelaksanaan pengajaran, interval, dan mengklarifikasi berbagai pertanyaan siswa.

    3) Memberi umpan balik kepada siswa mengenai peran guru dan materi.

    22

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan latihan sangat bergantung

    pada inisiatif dan kreativitas guru dalam menyajikan materi pembelajaran.

    Organisasi pembelajaran telah diatur sedemikian rupa oleh guru, sehingga

    kreativitas dan inisiatif siswa dalam pendekatan latihan kurang berkembang.

    Namun demikian, pendekatan latihan ini semua siswa memiliki kesempatan yang

    sama untuk melaksanakan tugas ajar yang telah ditetapkan oleh guru. Hal

    terpenting dalam pendekatan latihan yaitu, penjelasan harus disampaikan dengan

    singkat dan langsung tertuju pada materi yang dimaksud. Hal yang ditekankan

    dalam pendekatan latihan yaitu, siswa harus melakukan pegulangan gerakan

    sebanyak-banyaknya terhadap keterampilan atau teknik yang dipelajari. Hal ini

    dimaksudkan agar keterampilan atau teknik yang dipelajari dapat dikuasai dengan

    baik dan benar. Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal Sugiyanto (1996:

    27) menyarankan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan apabila pendekatan

    drill (latihan) digunakan, yaitu:

    1) Drill digunakan sampai gerakan yang benar bisa dilakukan secara otomatis atau menjadi terbiasa, serta menekankan dalam keadaan tertentu gerakan itu harus dilakukan.

    2) Siswa diarahkan agar berkonsentrasi pada kebenaran pelaksanaan gerakan serta ketepatan penggunaannya. Apabila pelajar tidak meningkat penguasaan geraknya, situasinya perlu dianalisis untuk menemukan penyebabnya dan kemudian membuat perbaikan pelaksanaannya.

    3) Selama pelaksanaan drill perlu selalu mengoreksi agar perhatian tetap tertuju pada kebenaran gerak. Koreksi secara umum pada tahap awal kepada semua siswa bisa memberikan rangsangan dan bisa efektif. Sejalan dengan pelaksanaan koreksi, diperlukan komentar umum tentang gerakan yang benar. Siswa harus disadarkan akan tujuan yang ingin dicapai melalui drill.

    4) Pelaksanaan drill disesuaikan dengan bagian-bagian dari situasi permainan olahraga yang sebenarnya. Hal ini bisa menimbulkan daya tarik dalam latihan.

    5) Perlu dilakukan latihan peralihan dari situasi drill ke situasi permainan yang sebenarnya. Latihan peralihan ini berbentuk drill beberapa unsur gerakan yang dilakukan secara berangkai mendekati situasi dan permasalahan yang ada dalam permainan yang sebenarnya.

    6) Suasana kompetetif perlu diciptakan dalam pelaksanaan drill, tetapi tetap ada kontrol kebenaran geraknya.

    23

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Pendapat tersebut menunjukkan, dalam penerapan pendekatan latihan ada

    beberapa hal yang harus diperhatikan di antaranya: kebenaran gerak sangat

    penting dalam pendekatan latihan, perlunya diadakan koreksi untuk menghindari

    kesalahan gerak, teknik yang dipelajari dalam pendekatan latihan dapat dikonsep

    seperti permainan olahraga untuk menghindari rasa bosan pada siswa, namun

    kebenaran gerak dari teknik yang dipelajari tetap menjadi fokus utama.

    Selain hal tersebut ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam

    pendekatan drill. Sugiyanto (1998: 328-329) berpendapat, “Beberapa prinsip yang

    perlu diperhatikan di dalam mengatur kondisi praktik belajar gerak atau

    keterampilan yaitu: (1) prinsip pengaturan giliran, (2) prinsip belajar meningkat,

    (3) prinsip kondisi belajar bervariasi, (4) prinsip pemberian motivasi dan

    dorongan semangat”. Pendapat lain dikemukakan Toho Cholik dan Rulsi Lutan

    (2001: 51-52) bahwa, “Beberapa prinsip sederhana untuk diingat yang mana dapat

    membantu dalam menyusun latihan yaitu (1) gerakan-gerakan umum sebelum

    gerakan-gerakan khusus, (2) tugas sederhana ke tugas kompleks, (3) bagian dan

    keseluruhan, (4) latihan terus menerus atau berselang dan, (5) mengkondisikan

    suasana latihan dan kompetisi”. Sedangkan Nana Sudjana (2005: 87) menyatakan

    prinsip dan petunjuk dari penggunaan metod elatihan yaitu:

    1) Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latiahn tertentu.

    2) Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis, mula-mula kurang berhasil, lalu diadakan perbaikan untuk kemudia bisa lebih sempurna.

    3) Latihan tidak perlu lama asal sering dilakukan.4) Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa.5) Proses latihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang essensial

    dan berguna.

    Berdasarkan tiga pendapat tersebut menunjukkan, untuk mencapai hasil

    belajar yang optimal dalam belajar keterampilan, maka dalam penerapan

    pendekatan drill harus didasarkan prinsip-prinsip belajar yang tepat. Penerapan

    prinsip-prinsip belajar yang baik dan tepat, maka tujuan pembelajaran dapat

    dicapai lebih optimal.

    24

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    d. Pendekatan Bermain

    Pendekatan bermain merupakan suatu cara yang diterapkan seorang guru

    dalam kegiatan pembelajaran yang dikemas dalam bentuk bermain atau

    permainan. Wahjoedi (1999: 121) menyatakan, “Pendekatan bermain adalah

    latihan yang diberikan dalam bentuk atau situasi permainan”. Menurut Beltasar

    Tarigan (2001: 17) bahwa, “Pengajaran melalui pendekatan bermain adalah

    meningkatkan kesadaran siswa tentang konsep bermain melalui penerapan teknik

    yang tepat sesuai dengan masalah atau situasi dalam permainan sesungguhnya”.

    Menurut Depdiknas. (2004: 28) dijelaskan, “Pendekatan permainan bertujuan

    untuk mengajarkan permainan agar anak memahami manfaat teknik permainan

    tertentu dengan cara mengenalkan situasi permainan tertentu terlebih dahulu

    kepada anak”. Sedangkan Benny A. Pribadi (2009: 43-44) berpendapat:

    Metode pembelajaran bermain bersifat kompetetif dan mengarahkan siswa untuk dapat mencapai dan mengarahkan siswa untuk dapat mencapai prestasi atau hasil belajar tertentu. Permainan harus menyenangkan dan memberi pengalaman belajar baru bagi siswa. Pada umumnya dalam metode pembelajaran bermain ada pihak yang menang ada pihak yang kalah. Pihak yang menang akan mendapat reward, sedangkan pihak yang kalah perlu berlatih lebih keras untuk memenangkan permainan.

    Berdasarkan pengertian pendekatan bermain yang dikemukakan empat

    ahli tersebut dapat disimpulkan, pendekatan bermain merupakan bentuk

    pembelajaran yang mengaplikasikan teknik ke dalam suatu permainan atau belajar

    teknik suatu cabang olahraga yang dikemas dalam bentuk permainan. Dalam

    pelaksanaan pendekatan bermain siswa belajar teknik suatu cabang olahraga yang

    dikemas dalam bentuk permainan. Dari permainan yang dilaksanakan ada pihak

    yang menang dan ada pihak yang kalah.

    Mempelajari suatu cabang olahraga yang dikemas dalam bentuk bermain

    menuntut siswa untuk mandari dan memecahkan permasalahan yang muncul

    dalam permainan. Dalam pendekatan bermain siswa dituntut mengaplikasikan

    teknik ke dalam suatu permainan. Tidak menutup kemungkinan teknik yang buruk

    atau rendah mengakibatkan permainan kurang menarik. Untuk itu seorang guru

    harus mampu mengatasinya. Dalam hal ini Rusli Lutan dan Adang Suherman

    (2000: 35-36) menyatakan:

    25

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    Manakala guru atau pelatih menyadari bahwa rendahnya kualitas permainan disebabkan oleh rendahnya kemampuan skill, maka guru mempunyai beberapa pilihan sebagai berikut:1) Guru dapat terus melanjutkan aktivitas permainan untuk beberapa

    lama sehingga siswa menangkap gagasan umum permainan yang dilakukannya.

    2) Guru dapat kembali pada tahapan belajar yang lebih rendah dan membiarkan siswa berlaih mengkombinasikan keterampilan tanpa tekanan untuk menguasai strategi.

    3) Guru dapat merubah keterampilan pada level yang lebih simpel dan lebih dikuasai sehingga siswa dapat konsentrasi belajar startegi bermain.

    Memahami dan memberikan solusi yang tepat adalah sangat penting dalam

    pendektan bermain, jika pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai seperti yang

    diharapkan. Selama pembelajaran berlangsung seorang guru harus mencermati

    kegiatan permainan sebaik mungkin. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama

    bermain harus dicermati dan dibenarkan. Jika kesalahan-kesalahan yang

    dilakukan selama bermain dibiarkan akan berakibat penguasaan skill yang salah,

    sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai.

    5. Pembelajaran Passing Sepakbola dengan Pendekatan Drill

    a. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Sepakbola dengan Pendekatan Drill

    Sesuai dengan pengertian pendekatan drill, maka pembelajaran passing

    sepakbola disusun dan diatur oleh guru dan siswa melakukan tugas sesuai

    instruksi dari guru. Pelaksanaan pembelajaran passing sepakbola dengan

    pendekatan drill yaitu, guru mengatur siswa sedemikian rupa agar dalam

    pelaksanaan pembelajaran passing sepakbola semua siswa memperoleh

    kesempatan melakukan tugas gerak secara merata dan dapat melakukannya

    pengulangan gerakan sebanyak-banyaknya.

    Susunan materi pembelajaran passing sepakbola dapat dilakukan dari cara

    yang lebih mudah atau yang sederhana. Hal terpenting dalam pendekatan drill

    yaitu, guru menjelaskan pengertian passing, teknik pelaksanaan passing, dari letak

    kaki tumpu, kaki yang menendang, sikap badan, pandangan mata, dan bagian bola

    26

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    yang ditendang serta sasaran yang diinginkan. Sebagai contoh tata urutan

    pembelajaran passing sepakbola dengan pendekatan drill sebagai berikut:

    1) Siswa memperagakan teknik pelaksanaan passing sepakbola dari cara menempatkan kaki tumpu, bagian kaki untuk menendang bola, sikap badan,

    pandangan mata dan bagian bola yang ditendang.

    2) Siswa memperagakan gerakan teknik passing sepakbola tanpa menggunakan bola.

    3) Siswa memperagakan passing sepakbola secara berpasangan.

    4) Siswa memperagakan passing sepakbola berpasangan secara bergantian.

    5) Siswa memperagakan passing dengan dipantulkan ke tembok.

    Berdasarkan contoh tata urutan materi pembelajaran passing sepakbola

    yang dirancang oleh guru, siswa harus memperagakannya sesuai instruksi dari

    guru atau sesuai tata urutan yang telah dibuat oleh guru. Pembelajaran

    dilaksanakan secara berulang-ulang hingga materi pembelajaran dapat dikuasai

    dengan baik.

    b. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Passing S epakbola dengan

    Pendekatan Drill

    Perlu disadari bahwa setiap pendekatan pembelajaran tentu memiliki

    kelebihan dan kelemahan. Demikian halnya pembelajaran passing sepakbola

    dengan pendekatan drill juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Berdasarkan

    pengertian pelaksanaan pembelajaran passing sepakbola dengan pendekatan drill

    dapat diidentifikasi kelebihan dan kelemahannya. Kelebihan pembelajaran

    passing sepakbola dengan pendekatan drill antara lain:

    1) Siswa dapat mengerti dan menguasai teknik passing sepakbola yang benar.

    2) Kesalahan teknik passing sepakbola yang dilakukan siswa akan segera diketahui guru dan langsung dapat dibetulkan.

    3) Guru selalu dapat mengawasi atau memonitoring pelaksanaan pembelajaran.

    4) Semua siswa dapat terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran.

    Sedangkan kelemahan pembelajaran passing sepakbola dengan

    pendekatan drill antara lain:

    27

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    1) Siswa hanya selalu mengikuti instruksi guru sehingga kurang kreativitas dalam mengikuti tugas ajar dari guru.

    2) Siswa tidak memiliki inisiatif dan kreatifitas dalam mengikuti pembelajaran.

    3) Jika penjelasan guru terlampau rinci dan banyak, biasanya siswa tidak dapat mengingat secara keseluruhan.

    6. Pembelajaran Passing Sepakbola dengan Pendekatan Bermain Futsal

    a. Pelaksanaan Pembelajaran Passing Sepakbola dengan Pendekatan

    Bermain Futsal

    Pembelajaran passing sepakbola dengan pendekatan bermain futsal

    merupakan bentuk pembelajaran passing sepakbola yang dikemas dalam bentuk

    permainan futsal. Hal ini artinya, guru membelajarkan teknik dasar passing

    sepakbola dalam bentuk permainan futsal. Siswa melakukan permainan futsal

    dengan menggunakan teknik khusus passing. Dari permainan passing tersebut

    dibuat peraturan berdasarkan aturan permainan futsal. Aturan permainan futsal

    sebagai berikut:

    1) Lapangan permainan:a) Ukuran panjang 25 - 42 m.b) Lebar 15-25 m.c) Garis batas, garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi,

    garis gawang di ujung-ujung.d) Garis melintang tengah lapangan 3 m lingkaran tengah.e) Tak ada tembok penghalang atau papan.f) Daerah penalti berbentu busur berukuran 6 m dari setiap

    pos.g) Garis penalti 6 m dari titik tengah garis gawang.h) Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang.i) Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis

    tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan.j) Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m.k) Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif.

    2) Ukuran bola:a) Ukuran: #4b) Keliling: 62-64 cmc) Berat: 390-430 gramd) Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama

    28

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    e) Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya).

    3) Jumlah pemain:a) Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5,

    salah satunya penjaga gawang.b) Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2c) Jumlah pemain cadangan maksimal: 7d) Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas.e) Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain

    kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja.

    f) Pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit).

    4) Perlengkapan pemain:Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet.

    5) Lama permainan:a) Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola

    berhenti dimainkan. b) Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.c) Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu

    tambahan.d) Waktu pergantian babak maksimal 10 menit.

    (http://id.wikipedia.org/wiki/Futsa l ).

    Dari permainan yang dilaksanakan ada peraturan khusus yaitu, siswa

    hanya diperbolehkan melakukan passing. Jika dalam permainan siswa melanggar

    aturan (melakukan teknik selain passing) dianggap melakukan kesalahan, dan

    selanjutnya dilakukan passing dari samping lapangan oleh tim lawan.

    Maksud dan tujuan dari pembelajaran passing dengan pendekatan bermain

    futsal yaitu menerapkan teknik suatu cabang olahraga ke dalam bentuk permainan

    yang sebenarnya. Selama permainan berlangsung pembelajaran tidak hanya

    difokuskan bagaimana melakukan passing yang benar, tetapi bagaimana

    menampilkan skill individu, kerjasama tim, bahkan taktik dan strategi permainan.

    Melalui pendekatan bermain diharapkan akan meningkatkan motivasi dan minat

    siswa dalam belajar, sehingga akan diperoleh hasil belajar yang optimal.

    Pendekatan bermain merupakan bentuk latihan yang mengaplikasikan

    teknik ke dalam suatu permainan. Tetapi ada kalanya permainan kurang menarik,

    karena teknik passing belum dikuasai siswa. Untuk itu seorang guru harus mampu

    29

    http://id.wikipedia.org/wiki/Futsal

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    mengatasi kendala dalam permainan, jika permainan menjadi tidak menarik. Rusli

    Lutan dan Adang Suherman (2000: 35-36) menyatakan:

    Manakala guru atau pelatih menyadari bahwa rendahnya kualitas permainan disebabkan oleh rendahnya kemampuan skill, maka guru mempunyai beberapa pilihan sebagai berikut:4) Guru dapat terus melanjutkan aktivitas permainan untuk beberapa

    lama sehingga siswa menangkap gagasan umum permainan yang dilakukannya.

    5) Guru dapat kembali pada tahapan belajar yang lebih rendah dan membiarkan siswa berlaih mengkombinasikan keterampilan tanpa tekanan untuk menguasai strategi.

    6) Guru dapat merubah keterampilan pada level yang lebih simpel dan lebih dikuasai sehingga siswa dapat konsentrasi belajar startegi bermain.

    Memahami dan memberikan solusi yang tepat dalam pembelajaran

    keterampilan sangat penting, jika pelaksanaan pembelajaran tidak sesuai seperti

    yang diharapkan. Selama pembelajaran berlangsung seorang guru harus

    mencermati kegiatan pembelajaran sebaik mungkin. Kesalahan-kesalahan yang

    dilakukan selama pembelajaran harus dicermati dan dibenarkan. Jika kesalahan-

    kesalahan yang dilakukan selama latihan dibiarkan akan berakibat penguasaan

    skill yang salah, sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai.

    Pelaksanaannya Pembelajaran passing dengan pendekatan bermain futsal

    yaitu, dilakukan dalam bentuk permainan kecil (permainan futsal). Menurut

    Soekatamsi (1988: 218) bahwa, “Permainan kecil dimaksudkan untuk cermatnya

    cara belajar keterampilan bermain sepakbola dan merupakan adegan-adegan yang

    mirip dengan situasi yang sesungguhnya dalam bentuk kecil atau penyederhanaan

    bentuk permainan”.

    Pembelajaran passing sepakbola sepakbola dengan pendekatan bermain

    futsal yaitu, mengajarkan passing sepakbola yang dikonsep atau dilakukan dalam

    bentuk permainan futsal dan sederhana. Maksud dan tujuan pembelajaran passing

    sepakbola dengan pendekatan bermain futsal menurut Soekatamsi (1988: 219)

    yaitu:

    1) Agar para pemain berusaha menguasai dan meningkatkan keterampilan dasar bermain sepakbola.

    30

  • perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

    commit to user

    2) Menanamkan pengertian kerjasama antar pemain, mengembangkan melakukan taktik regu secara sederhana untuk memenangkan pertandingan.

    Pembelajaran passing sepakbola dengan pendekatan bermain futsal

    mempunyai peran penting terhadap keterampilan bermain sepa