EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN SAAT ... ... EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR UTAMA JEMBATAN KUTAI KERTANEGARA

  • View
    5

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR JEMBATAN SAAT ... ... EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR UTAMA JEMBATAN KUTAI...

  • EVALUASI KEKUATAN STRUKTUR UTAMA JEMBATAN KUTAI KERTANEGARA SAAT

    PEMELIHARAAN SEBELUM JEMBATAN RUNTUH

    DOSEN PEMBIMBING : PRIYO SUPROBO, Ir, MS, PhD, Prof PUJO AJI, ST, MT, Dr. techn BAMBANG PISCESA, ST.MT

    1

    Oleh : I Wayan Hendra Adi Sanjaya NRP. 3110106023

  • 2

    JEMBATAN KUTAI KERTANEGARA

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya.

    Gambar 1. Long Section

  • LATAR BELAKANG

    • Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jembatan tipe Suspension yang terpanjang di Indonesia saat ini. Melintas di atas Sungai Mahakam yang berada di Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur dengan bentang total mencapai 710 m

    • Jembatan kutai kertanegara mengalami keruntuhan saat dilakukannya upaya pemeliharaan jembatan.

    • Diperkirakan saat dilakukannya pemeliharan, terjadi perubahan gaya-gaya dalam yang bekerja serta konsentrasi tegangan di titik tertentu diluar perencanaan sehingga struktur mengalami kegagalan.

    • Perubahan gaya-gaya dalam saat akan dilakukannya pemeliharaan haruslah dianalisa terlebih dahulu untuk mengetahui bahwa metode yang digunakan untuk melakukan pemeliharaan adalah benar dan aman.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 3

  • RUMUSAN MASALAH

    • Rumusan Masalah Utama Bagaimana kondisi kekuatan element struktur atas utama Jembatan Kutai Kertanegara saat dilakukanya pemeliharaan sesaat sebelum terjadinya keruntuhan.

    • Detail Permasalahan - Bagaimana prilaku gaya-gaya dalam yang terjadi pada

    elemen struktur utama jembatan sebelum terjadi keruntuhan.

    - Bagaimana kemampuan element struktur utama jembatan dalam menerima gaya-gaya dalam yang terjadi dalam setiap kondisi hingga sesaat sebelum mengalami keruntuhan.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 4

  • TUJUAN

    • Tujuan Utama Mengetahui kondisi kekuatan element struktur atas utama Jembatan Kutai Kertanegara saat dilakukanya pemeliharaan sesaat sebelum terjadinya keruntuhan.

    • Detail Tujuan – Mengetahui gaya-gaya dalam maksimal yang terjadi pada

    elemen struktur utama jembatan sebelum terjadi keruntuhan.

    – Mengetahui kemampuan element struktur utama jembatan dalam menerima gaya-gaya dalam yang terjadi dalam setiap kondisi hingga sesaat sebelum mengalami keruntuhan.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 5

  • BATASAN MASALAH

    • Perhitungan dan analisa yang dilakukan meliputi struktur atas utama dari pada Jembatan Kutai Kertanegara antara lain rangka utama, kabel penggantung, hanger, clamp, dan pilon.

    • Perhitungan dan analisa yang dilakukan pada clamp adalah berupa kontrol geser pada pin clamp dan juga mengambil refrensi dari penelitian lain.

    • Tidak meninjau srtuktur jembatan bagian bawah

    • Beban-beban yang bekerja dimodelkan menyerupai keadaan saat Jembatan Kutai Kertanegara akan mengalami kegagalan atau keruntuhan (beban mati, UDL, KEL)

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 6

  • MANFAAT

    • Menjadi salah satu sumber pembelajaran dalam bidang

    struktur jembatan khususnya pada saat pemeliharaan.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 7

  • METODOLOGI

     Pengumpulan data-daata yang diperlukan seperti studi literature dan data sekunder, dari system jembatan suspension

     Pembebanan menggunakan acuan RSNI T-02-2005 tentang pembebanan jembatan. Beban-beban yang bekerja antara lain berat sendiri jembatan, Beban lajur “D”, beban KEL, beban angin, dan beban gempa.

     Pemodelan serta analisa struktur jembatan menggunakan bantuan software perhitungan struktur komersial. Kondisi pada pemodelan akan disesuaikan dengan keadaan jembatan kukar saat akan mengalami kerutuhan, mulai dari keadaan block angker yang bergeser, pergeseran posisi pilon, penurunan lantia kendaraan, pembebanan yang terkonsentrasi penuh pada ruas jalan jembatan akibat kemacetan, dan tegangan akibat jecking saat pemeliharaan. Hal ini bertujuan agar diperoleh kondisi struktus saat akan mengalami keruntugan serta gaya-gaya dalam yang bekerja pun akan dapat dianalisa.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 8

  • METODOLOGI

     Analisa kenampuan nominal struktur utama pada jembatan yaitu rangka utama, hanger, clamp, kabel penggantung, dan pilon. Gaya-gaya yang diperoleh dari pemodelan pada software perhitungan struktur komersial dikontrol terhadap kemampuan masing element struktur.

     Analisa perbandingan kemampuan nominal komponen struktur utama jembatan kutai dengan gaya-gaya ultimate yang terjadi.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 9

  • STRUKTUR UTAMA JEMBATAN YANG DITINJAU

     Struktur rangka utama dan sambungan.

     Hanger.

     Clam.

     Kabel penggantung.

     Pilon.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 10

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Kondisi jembatan yang ditinjau dibagi menjadi 3 kondisi,yaitu :

    Kondisi I : adalah kondisi dimana jembatan baru selesai dibangun pada tahun 2000, dengan asumsi bahwa blok angkur jembatan masih belum atau sama sekali tidak mengalami pergeseran. Pemodelan pada kondisi I ini diambil berdasarkan As Built Drawing dari Jembatan Kutai Kertanegara. (step 1)

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 11

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Kondisi II : adalah kondisi dimana blok angkur dibagian

    Samarinda jembatan mengalami pergeseran kearah Tenggarong. Berdasarkan data yang dari Dinas PU Kabupaten Kutai Kertanegara, pada tahun 2008 terjadi pergeseran blok angkur disisi samarinda yang menyebabkan ujung pilon disisi samarinda miring kearah tenggarong sejauh 15 cm. dalam pemodelan pemodelan dalam tugas akhit ini, pergeseran blok angkur pada kondisi II ini dibagi menjadi 5 step pergeseran. Nilai pergeseran pada setiap step pada kondisi II dapat dilihat pada tabel 3.1 step 2-6.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 12

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Kondisi II :

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 13

    Gambar 2. Kondisi Blok Angkur bergeser

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Kondisi III : adalah kondisi dimana blok angkur jembatan disisi

    tenggarong telah mengalami pergeseran yang menyebabkan utung pilon diarah samarinda mengalami deformasi 15 cm kearah tenggarong yang kemudian diberikan gaya jecking pada tengah bentang. Pemberian jecking yang ditinjau dibagi menjadi 5 step penjeckingan. Jecking dilakukan pada hanger yang terdapat ditengah bentang jembatan, tepatnya pada kilometer 230 dari arah Samarinda. Pada tabel 3.1, dijelaskan bahwa proses jecking diklasifikasikan dalam step 7 sampai 11, dimana step 7 dan 8 dalah proses jecking yang dilakukan di hulu jembatan (up stream ) masing-masing sebesar 5 cm. Sedangkan step 9, 10 dan 11 adalah proses jecking yang dilakukan di hilir jembatan (doen sream ). Proses penyesuaian chamber dilakukan bertahap dari tengah bentang kea rah side span (metode pelaksanaan pemeliharaan Jembatan Kutai Kertanegara)

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 14

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Kondisi III :

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 15

    Lokasi jecking

    Gambar 3. Lokasi Jecking

  • KONDISI JEMBATAN YANG DITINJAU

    Rekapitulasi konsisi jembatan :

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 16

    Δ1 Δ2 Δ3

    (cm) (cm) (cm)

    Kondisi I : Tahun 2000

    1 - - -

    Kondisi II : Tahun 2008

    2 1.9 7 -

    3 2.9 8 -

    4 5.9 11 -

    5 7.8 12 -

    6 11.7 15.9 -

    Kondisi III : Tahun 2011

    7 - - 5 Up stream

    8 - - 10 Up stream

    9 - - 5 Down stream

    10 - - 10 Down stream

    11 - - 15 Down stream

    Step Keterangan

    Keterangan : Δ1 : Pergeseran

    blok angkur. Δ2 : Pergeseran

    ujung tower 1 kearah samarinda akibat pergeseran blok angkur.

    Δ3 : Perpendekan hanger setelah mengalami jecking pada setiap step yang ditinjau.

    Tabel 1. Step-step dalam setiap kondisi yang ditinjau

  • STRUKTUR UTAMA JEMBATAN YANG DITINJAU

     Struktur rangka utama dan sambungan.

     Hanger.

     Clam.

     Kabel penggantung.

     Pilon.

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 17

  • Struktur rangka utama dan sambungan

    profil rangka :

    Prepared By : I Wayan Hendra Adi Sanjaya 18

    Mutu Modulus Elastisitas f y , f u E

    (Mpa) (Mpa)

    Profil rangka atas dan bawah WF400x400x12x19 355, 490 200000

    Profil rangka diagonal WF400x300x9x12 355, 490 200000

    Profil melintang atas WF300x150x9x12 355, 490 200000

    Profil ikatan angin WF200x100x5,5x8 355, 490 200000

    Profil gerlagar melintang bawah WF800x300x12x22 355, 490 200000

    Batang Profil

    profil baut : Sambungan pada rangka utama merupakan sambungan baut yang mana kapasitas baut harus memenuhi kuat geser dan kuat tumpu. Sambungan yang digunakan merupakan sambungan tipe gesek dengan baut mutu tinggi sekelas M24 ASTM A-325 dengan Grade 8.8 fy = 525 MPa, fu = 825 MPa (Sidur P. Mangkoesoenroyo, 2012)

    Tabel 2. Data Spesifikasi rangka jembatan.

  • HANGER

    Hanger merupakan sebuah struktur penggantu